ABSTRAK
Skripsi dengan judul ”Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Tingkat Pendapatan Home Industri Galamai Jospa Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi” yang disusun oleh Gustiawan dengan NIM: 3216.247, Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (IAIN) Bukittinggi.
Latar belakang pemilihan judul ini adalah karna galamai Jospa adalah usaha galamai yang pertama kali berdiri pada tahun 1975, pemasaram yang paling luas, modal yang digunakan modal sendiri dan tenaga kerja yang tidak mempunyai pengalaman,tingkat upah yang rendah.dan peralatan yang digunakan masih dalam bentuk tradisional. Tujuan penelitian ini adalah seberapa besar pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan home industri galamai Buk Jospa Kecamtan Kautan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Uji pra penelitian menggunakan uji validitas dan realibilitas, Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. Sedangkan uji hipotesis penelitian menggunakan regresi liniar berganda, koefisien determinasi, uji T, dan Uji F.
Metode yang penulis lakukan untuk mencapai tujuan tersebut, dalam penelitian ini dilakukan analisis regresi linier berganda dengan alat bantu SPSS 16.0. Pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dilakukan dengan uji F dan uji t ttingkat kepercayaan 95%(a=5%). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa modal dengan nilai T hitung 3.835> T tabel 2.364 dan nilai signifikan 0.006, maka bisa ditarik kesimpulan bahwa variabel modal (X1) secara persial berpengaruh positif terhadap pendapatan (Y). Sedangkan nilai X2 tenaga kerja dengan nilai T hitung -4.082 < t tabel 2.364 dan nilai signifikan 0.038> 0.05 maka bisa di tarik kesimpulan bahwa variabel tenaga kerja (X2) secara persial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pendapatan (Y). Sedangkan secara simultan atau bersama-sama, modal dan tenaga kerja mempengaruhi penadapatan home industri galamai Buk Jospa Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi karena nilai F hitung 11.220> nilai F tabel 4.07 dan signifikan pada 0.007< dari α = 0.05
Kata Kunci : Modal (X1), Tenaga Kerja (X2) dan Pendapatan (Y)
KATA PENGANTAR
Assalamua‟alaikum wr.wb
Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah rab Allah semesta berkat rahmat dan karunia-Nyalah penulis dapat menyelesaikan skripsi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukitinggi. Shalawat dan salam penulis ucapkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang telah mewariskan Al-Qur‟an dan sunnah sebagai petunjuk kebenaran sampai zaman.
Skripsi ini disusun sebagai syarat dalam menyelesaikan studi pada jurasan S1 ekonomi Islam untuk mencapai gelar Serjana Ekonomi. Adapun judul skripsi ini adalah “Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Tingkat Pendapatan Home Industri Galamai Jospa Kecamatan Kuatan Tengah Kabupaten Kuantan Singingi”.
Penulis telah berusaha semaksimal mukin untuk dapat menyelesaikan penyusunan penelitian ini sebaik-baiknya, namun penulis menyadari bahwa penelitian ini masih jauh dari sempurna. Hal ini dikarenakan oleh kemampuan dan cakrawala berpikir penulis sendiri. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak yang sifat membangun untuk kesempurnaan penelitian ini.
Dalam penulisan skripsi ini juga tidak luput dari bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi- tingginya yang khususnya penulis sampaikan kepada Rektor dan Keluarga
Besar IAIN BUKITINGGI dan kedua orang tua tercinta ayahanda Amir Husin dan Ibunda Jasmani, berkat untaian bait-bait do‟a tulus yang tidak pernah putus dari beliau setiap saat, dan telah memberikan cinta kasih, mengasuh, mendidik, membimbing dan memberikan motivasi dalam mencapai cita-cita. Hal ini juga penulis sampaikan kepada kakak handa fitrawanti dan Erni Seprida sekaligus abanghanda Pendi Kapriantoni dan Joni saputra yang selalu mengingatkan untuk penyelesaian skripsi. Dan Keluarga Besar Ku yang telah memberikan semangat dan do‟a dalam menyelesaikan pendidikan penulis. Serta atas bantuan dan arahan yang telah diberikan, penulis juga mengucapkan terimah kasih yang tak terhingga kepada:
1. Ibu Dr. Ridha Ahida, M.Hum selaku rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukitinggi.
2. Bapak DR.Iiz Izmuddin, MA Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bukitinggi.
3. Ibu Rini Elvira, SE., M.Si selaku Ketua Jurusan S1 Ekonomi Islam yang telah memberikan fasilitas kepada penulis untuk menuntut ilmu di IAIN Bukitinggi.
4. Bapak H. Raymond Dantes, Lc. M.Ag selaku Pembimbing Akademik (PA) yang memberikan nasehatnya demi kelancaran proses belajar penulis.
5. Ibu Era Sonita, SE.,M.Si selaku yang telah meluangkan waktu menyumbangkan buah pikiran untuk memberikan arahan dan bimbingan dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu dosen IAIN Bukitinggi yang juga memberikan masukan dan arahan dalam menyelesaikan penulis kripsi ini.
7. Bapak /Ibu kepala beserta Staf perpustakaan IAIN Bukitinggi yang telah menyediakan fasilitas peminjaman buku yang penulis butuhkan dalam penulisan skripsi ini.
8. Ibu Jospa yang telah bersedia meluangkan waktu dan membantu demi kelancaran penelitian yang penulis lakukan.
9. Keluara besar Uda Sukri dan Uni fitri yang begitu membantu untuk memberikan nasehat dan do‟anya untuk kelancaran skripsi ini.
10. Sahabat Tim Voly Dunsanak yang telah memberikan do‟a dan semangatnya dalam menyelesaikan skripsi ini.
11. Sahabat tersayang dan keluarga besar KKN 9 dan kelurga di pariamanatas semangat dan dukungan kalian serta kebersamaan nya selama ini.
12. Sahabat –sahabat penulis Jurusan S1 Ekonomi Islam ’16 Khususnya EI.F yang selalu memberikan semangat dan juga bantuan dalam menyelesaian skripsi ini.
13. Sahabat-sahabat orang kampung yang telah memberikan do‟a dan dukungan untuk mmenyelesaikan skripsi ini.
Selanjutnya penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulis dalam menyelesaikan penulisan skripsi ini.
Penulis berharap dan berdo‟a kepada Allah SWT semoga amal dan kebaikan kita semua dibalas pahala.
Dalam penulisan skripsinya ini penulis menyadari bahwa di dalamnya banyak masih belum terlepas dari kekurangan dan kesalahan, baik dari segi penulisan maupun penyampaian. Untuk itu, penulis sangat menghargai kritik dan saran dari pembaca untuk lebih sempurnanya skripsi ini. Atas kritik dan saran yang telah disampaikan, penulis ucapkan terima kasih.
Bukitinggi, Juli 2020 Penulis
Gustiawan NIM:3216.247
DAFTAR ISI
SURAT PERNYATAAN ORISINALITAS HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAAN TIM PENGUJI
ABSTRAK ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... v
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... ix
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Identifikasi Masalah ... 5
C. Batasan Masalah... 6
D. Rumusan Masalah ... 6
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ... 7
G. Penjelasan Judul ... 8
H. Kajian Terdahulu ... 9
BAB II LANDASAN TEORI A. Pendapatan ... 12
B. Home Industri ... 32
C. Kerangka Berfikir... 35
D. Hipotesis ... 37
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 39
B. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 39
C. Jenis dan Sumber Data ... 40
D. Variabel Penelitian ... 40
E. Teknik Pengumpulan Data ... 41
F. Teknik Analisis Data ... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Sejarah Usaha Galamai ... 46
B. Struktur Organisasi ... 48
C. Produk –Produk Usaha Galamai ... 49
D. Pembahasan Hasil Penelitian ... 52
E. Uji Asumsi Klasik ... 56
F. Pembahasan Hasil Analisis Data Penelitian ... 66
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ... 70
B. Saran ... 71
DAFTAR PUSTAKA ... 72
LAMPIRAN ... 76
MOHON IZIN PENELITIAN DARI KAMPUS IAIN BUKITTINGGI ... 83
BALASAN PENELITIAN DARI GALAMAI JOSPA ... 84
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... 85
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Home Industri Galamai di Kecamatan Kuantan Tengah
Kabupaten Kuantan Singinggi ... 2
Tabel 1.2 Data Laporan Home Industri Ibu Jospa Januari 2015- Desember 2019 ... 3
Tabel 4.1 Data Pendapatan Home Industri Galamai Jospa Tahun 2010-2019 ... 52
Tabel 4.2 Data Modal Home Industri Galamai Jospa Tahun 2010-2019... 53
Tabel 4.3 Jumlah Tenaga Kerja Home Industri Galamai Buk Jospa 2010-2019 ... 54
Tabel 4.4 Upah Tenaga Kerja Home Industri Galamai Buk Jospa 2010-2019 ... 55
Tabel 4.5 Hajil Uji Normalitas ... 56
Tabel 4.6 Hasil Uji Multikorelasi ... 58
Tabel 4.7 Hasil Uji Linieritas pada variabel X1... 60
Tabel 4.8 Hasil Uji Linieritas pada variabel X2... 60
Tabel 4.9 Hasil Uji Regresi Linier Berganda ... 61
Tabel 4.10 Model Summary ... 63
Tabel 4.11 Hasil Uji Persial ... 64
Tabel 4.12 ANOVAb ... 65
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Struktur Organisasi Galamai Buk Jospa ... 48 Gambar 4.2 Hasil Uji Normalitas ... 57 Gambar 4.3 Scatterplot ... 59
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Balakang Masalah
Menurut Undang-Undang No. 20 tahun 2008 bahwa usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang di lakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha kecil menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil menengah sebagai mana yang dimaksud dalam undang-undang. 1
Pada umumnya usaha tersebut terbagi menjadi tiga bagian, diantaranya usaha mikro, menengah dan makro. Usaha mikro adalah usaha informal yang memilki aset, modal, dan obzet yang sangat kecil. Usaha kecil ini terdiri dari usaha rumah tangga, usaha dagang, pengrajin, usaha pertanian dan usaha perikanan, serta banyak lagi usaha-usaha lainnya yang tergolong pada usaha mikro ini.
Dalam Islam, kebutuhan memang menjadi suatu alasan untuk mencapai pendapatan maksimum. Sedangkan kecukupan dalam standar hidup yang baik adalah hal yang paling mendasari distribusi retribusi kekayaan, setelah itu baru kaitkan dengan kerja dan kepemilikan pribadi.2
Di daerah Kabupaten Kuantan Singinggi memiliki perkembangan perekonomian yang sangat pesat dalam bidang industri seiring kemajuan
1UU RI No. 20 Tahun 2008 Tentang UMKM ( Usaha Mikro Kecil Dan Menengah)
2Mustafa Edwin Nasution, Pengenalan Eksklupsif Ekonomi Islam, ( Jakarta: Kencana Pedana Grup, 2007) Hlm.132
teknologi yang ada saat ini. Hal tersebut tentu saja mengakibatkan adanya tingkat persaingan yang sangat tinggi antara perusahaan dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai konsumen dari produk yang di hasilkan oleh perusahaan.
Usaha galamai yang terdapat di Kabupaten Kuantan Singinggi adalah usaha milik masyarakat dalam bentuk sederhana mengandalkan tenaga manusia, Usaha ini telah berdiri yaitu sekitar 25 tahun yang lalu yang pemilik Jospa. Melihat perkembangan dari galamai ini maka Iyen dan Masniati pun mengikuti jejak Jospa untuk membuka usaha galamai tersebut. Sedikitnya terdapat 3 buah usaha galamai dengan jumlah karyawanya sebanyak 16 orang, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1
Jumlah Home Industri Galamai di Kecamatan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singinggi
No Nama Home
Industri galamai Alamat Tahun berdiri
Tenaga kerja 2019 1 Home Industri
Galamai Jospa
Jl. Pulau Aro 1998 9 orang 2 Home Industri
Galamai Iyen
Jl. Seberang Taluk Hilir
2008 3 orang 3 Home Industri
Galamai masniati
Jl. Taman Jalur menunju Desa sawah
2013 4 orang
Sumber : Dinas Pariwisata Kuantan Singinggi,23 November 2018
Berdasar data di atas terlihat bahwa usaha galamai ini sudah menjadi mata pencarian masyarakat Kecamatan Tengah. Tercatat rata-rata usaha galamai tersebut menyerap tenaga kerjasebanyak Ibu Jospa 9 orang, Ibu Iyen 3 orang dan Ibu Mansniati sebanyak 4 orang. Usaha galamai ini berperan dalam menguranggi penganguran di Kecamatan Kuantan Tengah.
Dari tabel 1.1 terlihat bahwa usaha galamai Ibu Jospa adalah salah satu gelamai yang sudah lama berdiri dan paling banyak menyerap tenaga kerja. Serta galamai Jospa pemasarannya paling luas di Kecamatan Kuantan Tengah. Adapun data keuangannya bisa dilihat sebagai berikut :
Tabel 1.2
Data Laporan Home Industri Ibu Jospa Januari 2015- Desember 2019
Periode 2015 2016 2017 2018 2019
Modal 287.000.000 287.000.000 341.600.000 377.040.000 397.200.000 Tenaga
Kerja
6 orang 6 orang 8 orang 8 orang 9 orang Pendapatan 180.000.000 220.600.000 240.140.000 179.760.000 217.436.800
Sember data : Data Laporan Home Industri Ibu Jospa, 28 Desember 2019 Berdasarkan data tabel diatas dapat dilihat bahwa pendapatan galamai Jospa 5 tahun terakhir mengalami berflutuasi setiap tahunnya.
Terlihat adanya peningkatan dan penurunan jumlah pendapatan pada tahun 2016 tenaga kerja 6 orang mengalami peningkatan pendapatan, tahun 2017 dengan bertambahnya tenaga kerja sebanyak 8 orang mengalami penurunan pendapatan, tahun 2018 dilihat dengan mengunakan tenaga kerja tetap 8 orang mengalami penurunan pendapatan, dan tahun 2019 dengan bertambahnya tenaga kerja juga mengalami peningkatan pendapatan.
Dari data yang telah penulis dapatkan di lapangan diatas, terlihat peningkatan atau penurunan modal usaha Home Industri Galamai Ibu Jospa tidak diiringi dengan peningkatan terhadap pendapatannya. Dalam lima tahun terakhir usaha Galamai Ibu Jorpa mengalami penambahan modal, sedangkan pendapatan terhadap usaha galamai Ibu Jospa menurun.
Di samping itu penambahan jumlah tenaga kerja akan meningkatkan pendapatannya, tetapi di lihat pada tabel di atas dengan bertambahnya tenaga kerja justru mengalami peningkatan dan penurunan pendapatan.
Dari hasil wawancara yang penulis lakukan dengan pemilik home industri gelamai Ibu jospa mengatakan bahwa pendapatanya yang diperoleh dari usaha tersebut tergantung banyak sedikitnya pesanan dari pelanggan, Semakin banyak pesanan dari pelanggan maka pendapatan semakin tinggi pula. Sejauh ini pesanan dari pelanggan tidak menentu dengan banyak pesanan tersebut maka terjadinya perkembangan jumlah tenaga kerja dan penambahan modalnya.
Dengan perkembangan tersebut penghasilan yang diperoleh 5 tahun terakhir mulai tahun 2015-2018 Home Industri Jospa mengatakan bahwan pendapatanya pertahun tidak menentu, berkisar Rp.180.000.000; - Rp.200.000.000. keatas atau perbulanya yaitu lebih kurang (Rp 14.000.000;-Rp.20.000.000;). Menurut Ibu Jospa galamai buatannya pernah dapat pesanan dari luar Negeri seperti Malaysia dan Singapura.3
Ada beberapa kendala yang sering dihadapi Berdasarkan keterangan dari Ibu Jospa mengatakan kendala utama dalam produksi galamai kami masih menggunakan modal sendiri dalam proses produksi, selama ini kami belum pernah melakukan tambahan modal melalui Bank dan juga belum pernah mendapat bantuan modal dari Pemerintah.
3Wawan cara dengan Home Industri Jospa,16 April 2020
Disisi lain permasalahan yang kami hadapi adalah di saat permintaan gelamai tinggi, kami kesulitan mendapatkan karyawan. Hal ini dikarenakan sulitnya mendapatkan karyawan yang memiliki keahlian dalam pengelolaan galamai serta tingkat upah yang tidak sesuai dengan keinginan karyawan.
Disamping itu pemerintah belum ada memberikan pelatihan ketrampilan baik kepada pemilik usaha kecil yang ada didaerah Kecematan Kuantan Tengah maupun kepada karyawan untuk meningkatkan ketrampilan karyawan.
Berdasarkan penjelasan di atas maka penulis merasa tertarik untuk meneliti lebih jauh dan memecahkan masalah apakah modal dan tenaga kerja bepengaruh terhadap tingkat pendapatan home Industri Galamai Ibu Jospa. Dari situ penulis membuat satu karya ilmiah yang berjudul.”Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Tingkat Pendapatan Home Industri Galamai Jospa Kecematan Kuantan Tengah Kabupaten Kuatan Singingi.”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dipaparkan di atas dapat di identifikasikan masalah sebagai berikut:
1. Pendapatan galamai Jospa mengalami perkembangan yang berfluktuasi setiap tahun.
2. Terjadinya peningkatan pendapatan tahun 2016 dengan tenaga kerja tetap disamping itu terjadi peningkatan tenaga kerja tahun 2017 namun terjadinya penurunan pendapatan di tahun 2018
3. Penambahan tenaga kerja tahun 2019 justru meningkatkan pendapatan.
4. Sulitnya mendapatkan tenaga kerja yang mempunyai ketrampilan sesuai kebutuhan perusahaan.
5. Perusahaan galamai Ibu Jospa mengunakan modal sendiri.
6. Penambahan Modal tidak mempengaruhi terhadap peningkatan pendapatan.
C. Batasan Masalah
Penelitian ini difokuskan pada modal dan tenaga kerja yang digunakan perusahaan galamai Jospa yang merupakan usaha galamai yang pertama berdiri di Kecematan Kuantan Tengah Kabupaten Kuantan Singinggi.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang di paparkan diatas dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1. Seberapa besar berpengaruh modal terhadap tingkat pendapatan Home Industri Galamai Ibu Jospa ?
2. Seberapa besar pengaruh tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan Home Industri Ibu Jospa ?
3. Seberapa besar pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan Home Industri Galamai Ibu Jospa dan bagaimana pandangan Ekonomi Islam?
E. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat dilihat tujuan dan manfaat penelitian sebagai berikut:
a. Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui pengaruh modal terhadap tingkat pendapatan Home Industri Jospa.
2. Untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan Home Industri Jospa.
3. Untuk mengetahui pengaruh modal dan tenaga kerja terhadap tingkat pendapatan Home Industri Jospa.
b. Manfaat penelitian
1. Sebagai salah satu syarat mendapatkan gelar sarjana ekonomi (SE) pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam jurusan ekonomi islam di IAIN Bukittinggi.
2. Sebagai bahan masukan kajian dan informasilebih lanjut bagi penulis lainnya yang ingin membahas kembali masalah di masa yang akan datang.
3. Untuk mendapatkan pengetahuan tentang seberapa besar pengaru tenaga kerja dan modal dalam menjalankan bisnis Home Industri.
F. Penjelasan Judul
Untuk menghindari terjadinya kesalahaan dalam pemahami penelitian ini maka penulis akan menjelaskan beberapa istilah yang berhubungan dengan penelitian ini:
Pengaruh : Daya yang ada atau timbul dari suatu ( orang, benda) yang ikut membentuk, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.4 Modal : Modal adalah kekayaan yang didapatkan manusia melalui
tenaganya sendiri dan kemudian digunakan untuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut.5
Tenaga Kerja : Daya yang ada atau timbul dari suatu ( orang, benda) yang ikut membentuk, kepercayaan, atau perbuatan seseorang6. Pendapatan : Pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh
penduduk atas prestasi kerjanya selama satu periode tertentu, baik harian, mingguan ataupun tahunan.7
Home Industri : Rumah usaha produk barang atau perusahaan kecil8
4Depertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, (Balai Pustaka, 2007), Hlm. 849.
5Muhammad Sharif Chaudhry, Sistem Ekonomi Islam, ( Jakarta : Kencana Prenada Media Gruob, 2012), Hlm. 201.
6Depertemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ketiga, (Balai Pustaka, 2007), Hlm. 849.
7Sandono Sukirno, Teori Pengantar Mikro Ekonomi, ( jakarta : Raja Grafindo Persada, 2006), Hlm. 47.
8Saifuddin Zuhri, Jurnal Manajemen dan Akuntansi : Analisi Pengembangan Usaha Kecil Home Industri Sangkar Ayam Dalam Rangka Pengatasan Kemiskinan,volume 2. No. 03.
Tahun 2013.
Galamai : Galamai adalah Salah satu makanaan kuliner khas Malayu Kuantan Singinggi Riau yang terbuat dari tepung ketan.9
G. Kajian Terdahulu
Sebelum melakukan penelitian maka terlebih dahulu mengamati dan mencermati hasil penelitian terdahulu yang relevan dan dapat menjadi acuan dalam penelitian kali ini, yaitu:
Pertama, penelitian oleh Eva Rosadi, dengan judul ” Pengaaruh
Modal dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Bersih Perusahaan Dalam Persepektif Ekonomi Islam” (Studi Kasus Home Industri Krupuk Kemplang Skip Rahayu Kec. Bumi Waras Teluk Betung Bandar Lampung). Dari hasil penelitan ini dapat dilihat secara parsial modal dan tenaga kerja memiliki pengaruh siknifikan terhadap pendapatan perusahaan krupuk kemplang di Desa Skip Rahayu. Di tinjau secara perspektif ekonomi islam industri Kerupuk Kemplang di desa Skip Rahayu belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip islam. Meskipun bahan-bahan yang digunakan sangat baik karena tidak adanya penimbunan serta sudah tertara kata halal di kemasan, namun pemilik usaha sering melakukan tambahan modal melalui lembaga pembiayaan konvensional dan koperasi yang mengandung bunga.10
Kedua, penelitian oleh, Titin Sri Hapsari, dengan judul “Pengaruh
Modal Dan Motivasi Kerja Terhadap Pendapatan Industri Kecil Genteng
9Rasidi, Sekdes Banjar Nan Tigo, Wawancara 9 Januari 2020
10Eva Rosadi, Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Pendapatan Bersih Perusahaan Dalam Persepektif Ekonomi Islam, (Skipsi Serjana Pada Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam . UIN Raden Intan Lampung, tidak diterbitkan, 2019).
Pres Desa Wiroko Kecamatan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri” dari hasil penelitiaanya ini dilihat bahwanaya modal dan motivasi berpengaruh sinifikan terhadapat pendapatan Industri Kecil Genteng Pres Desa Wiroko Kecematan Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri.11
Ketiga, penelitian oleh, Dian Kartika Sari, Dengan Judul”Pengaruh
Luas Lahan,Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Padi Di Kecematan Keling Kabupaten Jepara”dari hasil penelitiaan ini dapat dilihat bahwasanaya hasil uji hipotesis menunjukan bahwa secara bersama-sama luas lahan, modal dan tenaga kerja berpengaruh secara sinifikan terhadap hasil produksi padi Kecematan Keling Kabupaten japara.12
Keempat, penelitian oleh, Muhammad Nur Hidayatullah, Universitas Muhammadiyah Malang, dengan judul “Pengaruh Modal Dan Tenaga Kerja Usaha Pengrajin Batik Tulis Klasik Terhadap Tingkat Produksi” dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwasanya variabel dari bulanan di pengaruhi oleh faktor dari sejumlah tenaga kerja dan modal.
Sementara sisanya ditentukan oleh faktor lainya selain variabel yang diteliti.13 Kelima, penelitian oleh, I Komang Andi Antara, Luh Putu Aswitari,
dengan berjudul Beberapa Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kecematan Denpasar Barat, penelian Bertujuan
11Dian Kartika Sari, Pengaruh Modal Dan Motivasi Kerja Terhadap Pendapatan Industri Kecil Genting Pres Desa Wiroko Kec.Tirtomoyo Kabupaten Wonogiri,(Skripsi Universitas Muhammadiyyah Surakarta,2009).
12Dian Kartika Sari,Pengaruh Luas Laha,Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Hasil Produksi Padi Di Kecematan Keling Kabupaten Japara,( Skripsi Serjana Pada Fakultas Ekonomi UIN Semarang, 2011),hlm 67
13Muhammad Nur Hidayatullah, Pengaruh Modal dan Tenaga Kerja Usaha pengrajinan Batik Tulis Klasik Terhadap Tingkat Produksi,”Jurnal Ekonomi Islam, Vol 11 No.02 Des 2013,hlm 208
untuk mengetahui pengaruh variabel modal, lama usaha dan jumlah tenaga kerja, terhadap pendapatan kaki lima di kecematan Denpasar Barat.”dari hasil penelitian ini dapat dilihat modal usaha berpengaruh terhadap pedagang bantul,lama usaha dan tenaga kerja pengaruh terdapat pendapatan.14
Keenam, penelitian oleh, Riza Fachrizal, Dengan Judul “ Pengaruh
Modal Dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Industri Kerajian Kulit Kabupaten Merauke” dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwasanya bagi pengusaha kulit di marouke yang akan meningkat produksinya dapat di usahakan menambahan modal kerja atau tenaga kerja dengan memperhatikaan sifat dasar fungsi produksi untuk memastikan bahwa usahnya berada pada daerah produksi yang ekonomis.15
Bedasarkan kajian terdahulu diatas penelitian-penilitian bisa dibedakan dengan pembahasan penelitian ini adalah penelitian terdahulu mengunakan modal asing dari pinjaman bank konvensional dan untuk menambah pendapatannya hanya menambahkan modal dan tenaga kerja sedangkan menelitian ini mengunakan modal sendiri, adapun modal untuk menambah pendapatan perlunya modal tempat produksi usaha, modal peralatan yang lebih canggih dan tenaga kerja yang berpengalaman yang sesuai dengan syariat Islam.
14Komang Adi Antara, Beberapa Fator yang mempengaruhi Pendapatan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Denpasar Barat,”E-Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udaya vol.5 No.11 November 2016, hlm 1279
15Riza Fachrizal, “Pengaruh Dan Tenaga Kerja Terhadap Produksi Industri Kerajinan Kulit Di Kabupaten Mauroke”Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan Vol .9. Edisi 2. Oktober 2o17.hlm.74
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pendapatan
Pendapatan merupakan unsur sangat penting dalam laporan keuangan, karena dalam melakukan suatu aktifitas usaha, manajemen perusahaan tertentu ingin mengetahui nilai atau jumlah pendapatan yang diperoleh dalam sautu periode akuntansi yang di akui sesuai dengan prinsip-prinsip yang berlaku umum.
Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2007) pendapatan adalah arus masuk bruto manfaat ekonomi yang timbul dari aktifitas normal perusahaan selama periode yang mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak termasuk dari kontribusi penanaman modal. Pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto manfaat ekonomi yang diterima oleh perusahaan untuk dirinya sendiri.
Jumlah yang ditagih untuk dan atau atas nama pihak ketiga bukan merupakan pendapatan karena tidak menghasilkan manfaat ekonomi bagi perusahaan dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas.
Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama sesuai periode bila arus masuk itu mengakibatkan keanaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Menurut Munandar (2006) mengatakan pendapatan adalah suatu pertambahan asset atas yang mengakibatkan bertambahnya ouner equity,
tetapi bukan kerena pertambahan modal baru dari pemiliknya dan bukan pula merupakan pertambahan asset yang dikarenakan bertambahnya liabilities.16
Menurut tim peyusunan Ikatan Akuntansi Indonesia dalam bukunya Standar Akuntansi Keuangan melalui PSAK No.23, menjelaskan pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaatnya Ekonomi yang timbul dari suatu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kanaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal.17
Dari beberapa teori yang ada, dapat di simpulkan bahwa pendapatan adalah pertambahan modal yang dimiliki perusahaan sebagai hasil dari kegiatan yang dilakukan oleh wirausaha seperti penjualan barang dagang dan lain-lain.
1. Faktor –faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan 1) Pendapatan
a. Pengertian Pendapatan
Menurut Sadono Sukirno pendapatan adalah jumlah penghasilan yang diterima oleh penduduk atas prestasi kerjanya selam satu periode tertentu baik harian, minguan, atau tahunan.18 Sedankan menurut Soediyono, pendapatan adalah yang diterima oleh anggota masyarakat
16Elvina, Penagaru Pendapatan dan Konsumsi Terhadap Perilaku Konsumen Di Kabupaten Labuhanbatu, Jurnal Ecobisma, Vol 5 No. 2 Juni 2018. Hlm 122
17Wahyu Haryanti, Binar Dwiyanto Pamungkas, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Hotel Kabupaten Sumbawa Barat” jurnal Gama Societa, Vol.2 No.
1,mei 2018
18Sadono Sakirno, Pengantar Teori Mikro Ekonomi,( Jakarta: PT Raja Grafindo Persada,2005). Hlm. 106
untuk jangka waktu tertentu sebagai balas jasa atas faktor-faktor yang mereka sumbangkan dalam turut serta membentuk produksi nasional.19
Dalam buku teori akuntansi, Theodurus M. Tuanakotta menyatakan bahwa: pendapatan dapat didefinisikan secara umum sebagai hasil dari suatu perusahaan. Pendapatan adalah darah kehidupan dari suatu perusahaan dan home industri. Mengigat pentinganya sangat sulit mendefinsikan pendapatan seabagai unsur akuntansi pada dirinya sendiri. Pada dasarnya pendapatan adalah kenaikan laba perusahaan. Seperti laba pendapatan adalah proses arus penciptaan barang dan jasa oleh suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, umumnya, pendapatan dinyatakan dalam sutuan moneter ( uang).20
b. Sumber-sumber pendapatan
Suatu perusahaan untuk mendapatkan suatu keuntungan yang besar harus mempunyai pendapatan yang memadai. Pendapatan diperoleh dari beberapa sumber antara lain.21
1) Pendapatan Intern
Pendapatan yang di peroleh dari para anggota atau pun dari pemegang saham (modal awal) atau semua yang bersangkutan dalam kegiatan perusahaan itu sendiri.
19Soediyono, Ekonomi Makro Pengantar Analisisa Pendapatan Nasional Edisi Revis,i(
Yogyakarta: Libertty,1998), hlm.99
20Thoudurus M. Tuanakotta, teori Akuntansi , (Jakarta:fakultas Ekonomi Universitas Islam ,2000),hlm 152
21Soeratno,Teori Ekonomi Dan Penerapaannya,(Jakarta: PT.Gremedia 2007) Hlm.347
2) Pendapatan Ekstren
Pendapatan yang di peroleh dari pihak luar yang berperan atau tidaknya dalam kelancaran kegiatan perusahaan.
Pendapatan ini juga bisa berasal dari bunga dan lain-lain.
3) Hasil Usaha
Pendapatan yang di peroleh perusahaan dari hasil aktifitas atau kegiatan perusahaan itu sendiri. Seperti pendapatan jasa dan jual beli barang dagang dari aktivitas yang di lakukan.
Teori diatas menunjukan bahwa pendapatan suatu perusahaan sangat dipengaruhi oleh oleh banyaknya produksi, modal, dan volume pejualan baik itu produk barang dagang maupun jasa. Peroduksi, modal dan volume penjualan sangat menentukan kesuksesan perusahaan tersebut. Volume penjualan sangat di pengaruhi oleh kemampuan suatu perusahaan untuk mengelolah modal, memperoduksi barang dagang serta mengembangkan tenaga kerja.
c. Jenis-jenis pendapatan
Menurut kusnadi bahwa pendapatan dapat klafikasikan menjadi dua bagian yaitu:
1) Pendapatan operasional, yaitu pendapatan yang timbul dari penjualan barang dagangan produk dan jasa dalam periode tertentu dalam rangka kegiatannya utama atau yang menjadi tujuan utama suatu perusahaan yang berhubungan langsung dengan usaha ( operasi) pokok perusahaan yang bersangkutan.
2) Pendapatan Non Operasional, yaitu pendapatan yang diperoleh perusahaan dalam periode tertentu, akan tetapi bukan diperoleh dari kegiatan operasional utama perusahaan.22
Jadi berdasarkan sistem perekonomian sederhana jenis pendapatan dibagi menjadi sektor rumah tangga dan perusahaan.
Dalam rumah tangga pendapatan dibagi menjadi 3 jenis yaitu : pendapatan formal, informal, dan sup sistem, sedangkan pendapatan perusahaan di bagi menjadi 2 jenis yaitu: pendapatan operasional dan pendapatan non operasional. Adapun pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah berupa pendapatan operasional berupa uang yang diterima atas penjualan barang dagang atau produk di home industri galamai jospa kecamatan kuantan tengah.
d. Pandangan Ekonomi Islam Terhadap Pendapatan
Istilah dari pendapatan atau keuntungan merupakan sinonnim dengan istilah Laba (Indonesia). Dalam bahasa inggris Profit dan dalam bahasa arabnya Riba. Dalam AL-Qur‟an, di jelaskan dalam surat Al-Baqarah (2):29, yaitu:
Artinya : Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit,
22Supriyanto” Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja dan Jumlah Modal Terhadap Home Industri Daur Ulang di Desa Sekiti”,Jurnal Trisula LP2M Undar, Edisi 2 Vol I (VII, 2015), hlm.216
lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.
Maka dari pada itu tidak ada alasan kekayaan sumberdaya tersebut tetap terkonsentrasi kepada beberapa pihak saja. Oleh sebab itu, Islam menekankan keadilan distributive dan menerapkan dalam sebuah sistem ekonomi program untuk redistribusi pendapatan dan kekayaan sehingga setiap individu mendapatkan jaminan standar kehidupan yang terhormat.
Profit adalah unsur penting dalam perdaganggan yang dapat melalui proses pemutaran modal dalam kegiatan ekonomi. Islam sangat mendorong pendayagunaan harta melalui berbagai kegiatan ekonomi dan melarang untuk menganggurkannya agar tidak habis dimakan zakat.23
Dalam islam menawarkan suatu penyelesaian yang sangat baik atas masalah pendapatan serta penyelamatan kepentingan kedua belah pihak, kelas pekerja dan tanpa melanggar hak-hak yang sah dari majikan. Dalam perjanjian (mengenai pendapatan) kedua belah pihak diperingatkan untuk besikap jujur serta adil dalam semua urusan mereka. Sehingga tidak terjadi tindakan diluar kendali manusia seperti aniaya terhadap orang lain dan juga tidak merugikan kepentingan sendiri.
Oleh karena itu Al-Qur‟an memerintahkan kepada seorang majikan untuk membayar pendapatan para pekerja dengan bagian yang seharusnya mereka terima sesuai kerja mereka, dan pada saat yang sama dia telah menyelesaikan kepentingannya sendiri. Demikian pula para pekerja akan
23Isnaini Harahap,dkk, Hadis-Hadis Ekonomi,(Jakarta:Kencana,2015) hlm.91
di anggap penindas jika dengan memaksa majikan untuk membayar melebihi kemampuannya.
Perinsip keadilan yang sama terdapat dalam surat Al-Jaatsiyah ayat 22 yaitu:
Artinya : “dan Allah menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang benar dan agar dibalasi tiap-tiap diri terhadap apa yang dikerjakannya, dan mereka tidak akan dirugikan.dengan tujuan yang benar agar dibalasi tiap-tiap dirinya terhadap apa yang di kerjakannya (lakukan) dan mereka tidak akan di rugikan.”(Q.S.
Al-Jaatsiyah:22)24
Prinsip dasar ini mengatur kegiatan manusia karena mereka akan di beri balasan di dunia dan di akhirat. Setiap manusaia akan mendapatkan imbalan dari apa yang telah ia telah lakukan (kerjakan) dan masing-masing tidak dirugikan. Ayat ini menjamin tentang upah yang layak kepada setiap pekerja sesuai dengan apa yang telah di sumbangkan dalam proses produksi, jika ada penganguran dalam upah mereka tanpa diikuti oleh berkurangnya sumbangsih mereka, hal itu dianggap tidak terkendali dan penganiayaan. Ayat ini menjelaskan bahwa upah setiap pekerja itu harus di tentukan berdasarkan pekerjaanya dan sumbangsihnya dalam kerja sama
24Departemen Agama RI, Al-Jumanatul „Ali-Qur‟an Dan Terjemah, (Bandung : JART,2004), Hlm.501
produksi dan untuk itu harus dibayar tidak kurang, juga tidak boleh dari pada apa yang telah dikerjakan.
Program Islam untuk mendistribusikan kekayaan terdiri dari tiga bagian. Pertama, ajaran Islam mengarah untuk memberikan pembelajaran atau pemberdayaan kepada para pengangurran untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang bisa memberi penghidupan bagi mereka, serta untuk memberikan upah yang adil bagi orang-orang yang sudah bekerja. Kedua, ajaran Islam menekankan pembayaran zakat untuk distribusi pendapatan dari orang kaya kepada orang miskin yang tidak mampu atau cacat ( secara fisik atau mental, serta faktor reksternal yang diluar kemampuan mereka, contohnya pengangguran), tak mampu memproleh suatu kehidupan standar terhormat dengan tangan mereka sendiri. Dengan adanya redistribusi maka akan tercapai kondisi sebagamana disebut dalam Al- Qur‟an surat Al-hasyr(59):7 yaitu:
... ...
Artinya: ....supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antarakamu. ...
Ketiga pembagian harta warisan dari orang yang telah meninggal kepada beberapa orang sesuai aturan Islam sehingga menguatkan dan mempercepat distribusi kekayaan dalam masyarakat. Konsep Islam tentang keadilan ekonomi tidak mengharuskan semua orang mendapat upah dalam jumlah yang sama tanpa memperdulikan kontribusi bagi masyarakat. Islam mentoleransi adanya perbedaan dalam pendapatan
karena setiap orang tidak memiliki karakter, kemampuan dan pelayanan kepada masyarakat yang sama.
Dalam konsep Islam nilai-nilai ke imanan, akhlak, dan tingkah laku seseorang pedagang muslim memegang peranan utama dalam menentukan kadar keuntungan dalam transaksi atau muamalah.25
2) Modal
a. Pengertian modal
Menurut Rosyidi, modal merupakan faktor produksi yang meliputi semua jenis barang yang dibuat untuk menunjang kegiatan produksi barang-barang lain serta jasa, ini sebenarnya hanya salah satu dari pengertian seluruhnya, sebagai mana sering digunakan oleh ahli ekonomi.
Oleh sebab itu, modal juga mencakup arti uang yang tersedia dalam perusahaan untuk membeli mesin serta faktor produksi lainnya.26
Menurut adam smith unsur pokok produksi yaitu modal. modal merupakan unsur produksi yang secara aktif menentukan tingkat ouput.
Peranannya sangat sentral dalam proses produksi karena semakin besar modal yang digunakan oleh perusahaan maka akan meningkatkan produktivitas.27
Menurut sadono sukirno dalam buku nya yang berjudul ekonomi mikro modal atau biaya produksi adalah semua pengeluran yang dilakukan
25Isnaini Harahap,dkk, Hadis-Hadis Ekonomi, hlm.102
26Rosyidi, Suherman, Pengantar Teori Ekonomi : Pendekatan Teori Mikro Dan Makro,(
Jakarta: PT.Raja Grafindo, 2009) Hlm. 55
27Mulyandi Sabri, Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Konteks Pembangunan,(Jakarta : PT. Raja Grafindo,2003) Hlm. 78
oleh perusahaan untuk memproleh faktor- faktor produksi dan bahan- bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang diproduksikan perusahaan tersebut.28
Modal dikelompokan menjadi dua macam, yaitu modal usaha dan modal kerja. Modal usaha atau biasa disebut sebagai kapital yaitu semua bentuk kekayaan yang dapat digunakan langsung maupun tidak langsung dalam produksi untuk menambah ouput.
Modal kerja digunakan untuk membiayai operasi sahari-hari, misalnya untuk membayar uang muka pembelian bahan mentah, dimana uang yang telah dikeluarkan itu diharapkan akan dapat masuk kembali dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil penjualan produksinya.
Modal adalah faktor produksi yang ketiga. Ia adalah kekayaan yang dipakai untuk menghasilkan kekayaan lagi. Di adalah alat produksi yang di produksi atau dengan kata lain „„alat produksi buatan manusia‟‟.
Modal meliputi semua barang yang diproduksi tidak untuk di konsumsi melainkan untuk di produksi lebih lanjut. Mesin, peralatan, alat- alat pengangkutan, proyek irigasi seperti kanal dan dam persediaan bahan mentah, uang tunai yang di tanamkan di perusahaan dan sebagainya, semua itu adalah contoh-contoh modal. Jadi, modal adalah kekayaan yang di dapatkan oleh manusia melalui tenaganya sendiri dan kemudian menggunakan unntuk menghasilkan kekayaan lebih lanjut.
28Sadono Sukirno, Ekonomi Mikro,(Jakarta : PT.Rajawali Pers, 2009), hlm.208
Makna modal yang disampai di atas membedakan dari tanah dan tenaga kerja, karena baik tanah maupun tenaga kerja bukan merupakan faktor produksi yang tidak di produksi melainkan disediakan oleh alam.
Oleh karena itu tanah dan tenaga kerja disebut faktor produksi primer atau asli, sedangkan modal disibut faktor produksi buatan manusia atau yang diproduksi.29
Modal merupakan faktor produksi yang merupakan input sekaligus auput dari suatu perekonomian. Modal kerja merupakan infestasi perusahaan dalam waktu jangka pendek meliputi: piutang, dan persediaan barang, dengan perkembangan teknologi serta semakin ketatnya persaingan disektor industri, maka faktor produksi modal memiliki arti pentingnya bagi suatu perusahaan untuk mengembangkan usahanya30 Modal menurut fungsinya kerjanya terbagi menjadi dua, yaitu:
a. Modal tetap yaitu modal yang berwujud peralatan untuk proses produksi
b. Modal kerja yaitu modal yang digunakan untuk membiayai operasi seperti membayar bahan baku, yang diharapkan dapat kembali lagi.
Uang masuk berasal dari hasil penjualan produk akan dikeluarkan lagi untuk membiayai operasi produksi selanjutnya.31
29Muhammad Sharif Chaudhry, Sistem Ekonomi Islam Prinsip Dasar,(Surabaya:Kecana Prenada Media Gruob,2012), Hlm.201
30Rosedyadi, Jom Fekon, Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usaha Industri Makanan Khas D Kota Tebing Tinggi,(Vol. 4 No. 1 Februari 2017)
31Mambang riyanto, dasar-dasar pembelajaran perusahaan, (yogyakarta: BPPE,1997), hlm. 18
Capital (modal) bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi (produksi) dan produktifitas yang lebih tinggi akan menimbulkan surplus yang lebih besar, sehingga mempengaruhi proses investasi pada sektor yang satu atau yang lainnya.32
Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibedakan menjadi modal sendiri dan modal asing. Modal sendiri merupakan modal yang berasal dari modal pemilik perusahaan (pengusaha), sedangkan modal asing adalah modal yang didapat dari hasil pinjaman atau kredit dari lembaga keuangan yang ada. Kekuatan modal yang tertumpu pada kekuatan sendiri akan lebih baik dari pada modal yang berasal dari luar, karena modal adri luar tentu memiliki konsekuensi biaya bunga dan ketergantungan pada pihak luar.
Pengaruh modal pada tingkat pendapatan, modal merupakan faktor pendukung dalam kegiatan usaha karena merupakan kebutuhan utama bagi seorang pengusaha dalam perjalanan usaha baik pada saat memulai, pengembangan maupun pada saat memulai, perkembangan maupun pada saat penurunan usaha. Modal mempunyai peranan penting yang akan menentukan peningkatan pendapatan usaha dari pengusaha karena tersedianya modal yang cukup akan mempengaruhi kelancaran dan perkembangan usaha yang dijadikan. Dari sini dapat digambarkan bahwa modal mempengaruhi pendapatan.
32Iis Izmuddin, Yuwarman Mansur,” Pengaruh Capital Nilai Tambah Ekonomi Dan Tingkat Upah Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Pada Industri Kecil Di Kota Bukitinggi”, Jurnal of Economic studies, Vol.1,No. 1, Januari-Juli 2017
b. Pandangan Islam terhadap modal
Ayat yang berhubungan dengan modal ini terdapat pada surat Ali- Imran ayat 14:
Artinya: ”Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan pada apa-apa yang di inginkan, Yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas dan perak kuda pilihan dan binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup didunia, dan disisi allah tempat kembali-Nya yang baik.33
Pada ayat di atas dapat kita ketahui bahwa di jadikan indah bagi setiap manusia dalam kecintaannya kepada harta yang tidak terbilang lagi berlipat ganda. Yang mana bentuk harta ini berupa emas, perak, binatang ternak sawah serta ladang, yang semua ini merupakan suatu yang diinginkan dan dicintai oleh manusia. Kecintaan pada materi( anak-anak harta benda dan wanita) merupakan sifat dasar manusia karna berkaitan dengan kebutuhan, hanya saja tidak boleh menuruti hawa nafsu dalam memenuhi kebutuhan dunia sehingga melupakan kehidupan akhirat. Harta benda merupakan kebutuhan lahir manusia.
33Departemen Agama RI, Al-Jumanatul „Ali-Qur‟an Dan Terjemah, (Bandung : JART,2004), Hlm.52
Jadi harta disini merupakan modal bagi kita untuk mencari keuntungan namun tidak boleh berlebihan yang menyebabkan lalai terhadap perintahnya. Maka sebab itu jadikanlah modal sebagai kesejahteraan dunia dan akhirat.
3) Tenaga Kerja
a. Pengertian Tenaga Kerja
Melaksanakan suatu usaha selalu dibutuhkan tenaga kerja sesuai dengan peningkatan kesibukan kerja suatu usaha, maka pengusaha memerlukan tambahan tenaga orang lain, yaitu buruh karyawan, dan untuk perusahaan besar masih ditambah lagi dengan staf pemikir.34
Tenaga kerja adalah manusia yang berkerja di lingkungan suatu organisasi yang mempunya potensi, baik dalam wujud potensi nyata fisik, sebagai penggerak utama dalam mengujudkan eksistensi dan tujuan organisasi. Tenaga kerja disebut juga sebagai sumberdaya manusia, personil, pekerja, pegawai dan karyawan.35
Pegawai, karyawan, buruh atau tenaga kerja merupakan salah satu unsur penting dalam pengelolaan kegiatan usaha. Manpower Management merupakan bagian tersendiri dan khusus dari manajemen. Bagaimanapun majunya teknologi dewasa ini, namun faktor manusia masih memegang peranan bagi suksesnya suatu usaha dalam meningkatkan pendapatan.
34Thomas Soebroto, “Pengantar Teknik Berusaha”,(Samarang:Yayasan Purba Dharta, 1979), hlm.16
35Meldona, Siswanto,”perencanaan Tenaga Kerja Tinjauan Intergratif”,(Malang : UIN- MALIKI PRESS,2012), hlm.3
Berikut ini defenisi tenaga kerja menurut parah ahli :
1) UU Pokok Ketenagakerjaan No.14 Tahun 1969, tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik di dalam maupun di luar hubungan kerja guna menghasilakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam hubungan ini maka pembinaan tenaga kerja merupakan peningkatan kemampuan efektivitas tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan.
2) A. Hamzah, tenaga kerja meliputi tenaga kerja yang bekerja di dalam maupun di luar hubungan kerja dengan alat produksi utamanya dalam proses produksi tenaga kerja itu sendiri, baik fisik maupun pikiran.
3) Payaman dikutip A. Hamzah, tenaga kerja adalah (man power) adalah produk yang sudah atau sedang bekerja. Atau sedang mencari pekerjaan, serta yang sedang melaksanakan pekerjaan lain.
Seperti bersekolah, Ibu rumah tangga. secara praktis , tenaga kerja terdiri atas dual hal, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja:
1). Angkatan kerja (labour fprce) terdiri atas golongan yang bekerja dan golonggan penganggur atau sedang mencari tenaga kerja.2). kelompok yang bukan angkatan kerja terdiri atas golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga dan golongan lain atau penerima penghasilan dari pihak lain, seperti pensiunan dan lain-lain.
4) Adam Smith merupakan tokoh utama dalam aliran ekonomi yang terkenal sbagai aliran klasik. Smith menganggap bahwa manusia sebagai faktor produksi utama yang menentukan kemakmuran bangsa. Alasannya, alam (tanah) tidak ada artinya kalau tidak ada sumberdaya manusia yang pandai mengelolahnya sehingga bermanfaat bagi kehidupan.36
5) Dalam ilmu ekonomi yang dimaksud tenaga kerja adalah suatu alat kekuatan fisik dan otak manusia yan tidak dapat dipisahkan dari manusia dan di tunjukan dari usaha produksi. Tenaga kerja juga di artikan sebagai segala sesuatu yang mengelolah sumber daya alam dengan menggunakan tenaga dari tanaga manusia. Dakam faktor ini ada pengelompokan tersendiri dalam tenaga kerja yaitu berdasarkan suatu sifatnya dan kemampuan serata kualitasnya.37 Kegiatan usaha untuk mencapai suatu tujuan, yang kegiatannya dilakukan dengan bantuan tenaga orang lain. Demikian penting kedudukan manusia dalam suatu usaha, sehingga sebagian besar waktu dan tenaga pengusaha dalam menghadapi masalah adalah terutama dicurahkan kepada masalah-masalah manusia, yaitu tenaga kerja. Dilhat secara paraktis dan historis, perkembangan manusia boleh dikatakan bahwa semenjak manusia membentuk suatu usaha, bagaimanapun primitif bentuk usaha itu sudah diharapkan kepada manajemen kepegawaian.
36Muliyadi Subri, Ekonomi Sumberdaya Manusia Dalam Konteks Pembangunan, ( Jakarta:PT. Raja Grafindo, 2003), hlm.78
37Daniel, Pengantar Ekonomi Pertanian, ( Jakarta:Bumi Aksara,2002), hlm.86
Dari uraian diatas, bahwa pengelolaan sumber daya alam tidak hanya membutuhkan teknologi dan modal, tetapi sekaligus membutuhkan manusia yang terampil, mempunyai kemampuan untuk mengantur dan memimpin.38 Apabila dikaitkan dengan tujuan usaha, dengan menerapakan prinsip ekonomi, yaitu dengan pengorbanan tertentu diharapkan diperoleh hasil atau keuntungan yang maksimum. Maka dari itu, untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan adanya tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental positif terhadap kegiatan pengembangan usaha.
b. Pandangan Ekonomi Islam Mengenai Tenaga Kerja
Segalah sesuatu usaha dan ikhtiar yang dilakukan oleh anggota badan atau pikiran untuk mendapatkan imbalan yang pantas dengan apa yang ia kerjakan. Termasuk dengan semua jenis pekerjaan yang dilakukan fisik maupun pikiran.
Islam mendorong umatnya untuk bekerja dan memproduksi, bahkan menjadikannya sebuah kewajiban terhadap orang-orang yang mampu, lebih darinitu Allah akan memberikan balasan yang setimpal sesuai dengan amal serta pekerjaan yang dilakukan.
Al-qura‟an memberikan penekanan pada umatnya terhadap pekerjaan dan menerangkan dengan jelas bahwa manusia di ciptakan di bumi ini untuk bekerja keras guna mencari penghidupan masing-masing,
38Widjaja, manusia indonesia individu,kelurga, masyarakat, (Jakarta:akademika pressindo, 1985), hlm.247
bahkan menjadikan sebagai kewajiban terhadap orang-orang yang mampu, lebih itu Allah akan memberikan balasan yang setimpal sesuai amal dan pekerjaan sesuai dengan firma Allah dalam Q.S an-Nahl (16) ayat 97:
Artinya: “ Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.39
Pandangan Islam dalam tenaga kerja adalah segala usaha dan ikhtiar
4) Upah Tenaga Kerja
Upah dalam pergertian ekonomi, yaitu pembayaran yang diperoleh dalam bentuk jasa yang di sediakan dan di berikan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha. Dalam teori ekonomi upah di artikan sebagai pembayaran atas jasa-jasa fisik maupun mental yang di sediakan oleh tenaga kerja kepada para pengusaha.
Dengan demikian dalam teori ekonomi tidak dibedakan di antara pembayaran kepada pegawai tetap dengan pembayaran atas jasa-jasa kasar
39Departemen Agama RI, Al-Jumanatul „Ali-Qur‟an Dan Terjemah, (Bandung : JART,2004), Hlm.279
atau tidak tetap. Dalam teori ekonomi kedua jenis pendapatan pekerja ( pembayaran kepada para pekerja) tersebut dinamakan upah.40
5) Produksi
Produksi adalah proses mengubah input menjadi autput. Produksi juga meliputi kegiatan untuk menciptakan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa. Yang di maksud dengan produksi atau memproduksi adalah suatu usaha atau kegiatan untuk menambah kegunaan nilai guna suatu barang yang di produksi.41
Dalam buku Sadono sukirno produksi yang sederhana mengambarkan tentang hubungan antara tingkat produksi sesuai dengan barang dengan jumlah tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan berbagai tingkat produksi barang tersebut. Dalam analisis tersebut dimisalkan bahwa fakto-faktor produksi lainnya adalah tetap jumlahnya, yaitu modal, dan tanah jumlah dianggap tidak mengalami perubahan. Juga teknologi yang tidak mengalami perubahan. Satu-satunya faktor produksi yang dapat di ubah jumlahnya adalah tenaga kerja.42
Teori prilaku produsen ( perusahaan )dalam teori produksi memiliki banyak anologi dengan teori prilaku konsumen. Misalnya bila konsumen mengolakasikan dananya untuk mengunakan faktor produksi atau yang akan di peroses menjadi output. Karena itu bisa keseimbangan konsumen terjadi pada saat seluruh uang habis untuk konsumsi, kesembangan
40Sadono Sukirno, Mikro Ekonomi Teori Pengantar,ed, III( Jakarta : PT Raja Grafindo,2005), hlm.350-351
41Imsar, Ekonomi Mikro islam II, Buku Idtat ( Medan: Universitas Negeri Sumatra Utara 2017) Hlm 101
42Sadono Sukirno, Mikro Ekonomi Teori Pengatar,ed.III, Hlm.195
produsen tercapai pada saat seluruh anggaran habis terpakai untuk membeli faktor produksi.43
Produksi adalah suatu usaha yang menciptakan serta memperbesar daya guna barang. Produksi harus dilakukan dalam keadaan apapun, oleh pemerintah dan swasta.44 Islam mengajarkan umatnya untuk berkerja, berusaha, serta mengikuti sunnatullah, dan itu sesuatu yang tidak bertentanggan dengan sikap twakal.
Produksi merupkan segala kegiatan dalam menciptakan serta menambah utility (kegunaan) suatu barang dan jasa. Selain itu produksi dapat diartikan sebagai kegiatan menghasilkan barang maupun jasa atau kegiatan menambah nilai kegunaan atau manfaat suatu barang. Selanjutnya menurut M. Faud produksi adalah kegiatan atau proses yang mentransformasikan input (masukan) menjadi ouput (pengeluaran).
Produksi sebagai hasil terakhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan (input), dengan kata lain mengkombinasikan sebagai masukan (input) untuk menghasilkan ouput (pengeluaran). Semakin banyak ouput atau produksi yang di hasilkan akan bepengaruh pada peningkatan pendapatan usaha tersebut.45
43Pratama Rahardja,Medala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi, (Jakarta: FEUI,2008), hlm.95
44Suherman Rosyidin, Pengantar Teori Ekonomi ,(Jakarta: PT.Raja Grafindo 2012), hlm.55
45I Komang Suartawan,I B Purbadharmadja “ Pengaruh Modal dan Bahan Baku Terhadap Pendapatan Melalui Produksi Pengrajin Patung Kayu Di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar” E – Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayana, Vol. 6 No.
9(September 2017), hlm.1633
Jadi produksi dapat disimpulkan yaitu bahwa setiap kepentingan manusia sesuai dengan aturan syariah harus menjadi target dari suatu kegiatan produksi, dimana produksi adalah proses mencapai mengalokasikan sumber daya menjadi ouput (pengeluran) dalam rangka meningkatkan kemaslahatan bagi manusia.46
B. Home Industri
1. Pengertian Home Industri
Home berarti rumah, tempat tinggal, atau kampung halaman, sedangkan Industri, diartikan sebagai kerajinan, usaha produk barang. Singkatannya, Home Industri adalah rumah usaha produk barang atau perusahaan kecil.
Dikatakan sebagai perusahaan kecil karena jenis kegiatan ekonomi ini dipusatkan di rumah. Pengertian usaha kecil tercatum dalam UU No. 9 Tahun 1995, bahwa usaha kecil adalah usaha dengan kekayaan Rp 200 juta ( tidak termasuk tanah dan bangunan) dengan penjualan tahunan maksimal Rp. 1 Milyar.
Pada umumnya, pelaku kegiatan ekonomi yang berbasis dirumah adalah keluarga itu sendiri dengan mengajak orang disekitarnya sebagai karyawan.
Meskipun dalam skala kecil, namun kegiatan ekonomi ini secara tidak langsung membuka lapang pekerjaan untuk sanak saudara atau tetangganya.
Dengan begitu, perusahaan kecil ini membantu program pemerintah dalam
46M. Nur Rianto Al- Arif, Euis Amalia, Teori Mikro Ekonomi, ( Jakarta: Kencana Prenamedia Grup, 2010) hlm.162
menguranggi pengangguran, otomatis jumlah penduduk miskinpun akan berangsur menurun.
Bertambahnya jumlah anggota keluarga akan menambah jumlah kebutuhan dalam anggota keluarga itu, kebutuhan keluarga ini akan terasa ringan terpenuhi jika ada usaha yang mendatang income atau penghasilan keluarga untuk menutupi kebutuhan tersebut. Home Industri yang pada umumnya berawal dari usaha keluarga yang turun menurun dan pada akhirnya meluas ini dapat bermanfaat menjadi mata pencarian penduduk kampung.47
Sedangkan menurut BPS Kabupaten Kuantan Singinggi, perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit(kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut.48
Sedangkan menurut Sadono Sukirno, industri mempunyai dua pengertian yaitu pengertian secara umum dimana industri diartikan sebagai perusahaan yang menjalankan operasi dibidang kegiatan ekonomi yang tergolong kedalam sektor sekunder. Sedangkan yang selanjutnya adalah pengertian dalam teori ekonomi, dimana industri diartikan sebagai perusahaan-perusahaan yang menghasilkan barang sama dalam suatu pasar.49
47Saifuddin Zuhri, Analisis Pengembangan Usaha Kecil Home Industri Sangkar Ayam Dalam Rangka Pengantasan Kemiskinan,”jurnal Manajemen dan Akuntansi”,Volume 2, nomor 3, Desember 2013
48BPS Kabupaten Kuantan Singinggi
49Sadono Sukirno, Teori Mikro Ekonomi, cetakan ke-14 (Jakarta : Rajawali Press,2002), hlm.84
Dari berbagai pengertian industri diatas maka industri adalah suatu bentuk kegiatan produksi menghasil barang dan jasa yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan dalam bentuk barang yang sama dalam suatu pasar.
1. Karakteristik Home Industri
Menurut Stanley dan Morse (1965) menyatakan bahawa terdapat beberapa karakteristik dari usaha kecil, yaitu (1) Tingkat spesialisasi manajemen relatif rendah, yaitu oneman management, (manajemen tunggal), dan pemilik merangkap manajer: bidang produksi, keuangan, pembelian, personal, penjualan, dll; (2) Kontak pribadi antar kariawan lebih erat, yaitu hubungan kuat didasari atas hubungan kekeluargaan dengan kualitas hubungan yang dekat dan memperhatikan flesibilitas dalam pekerjaan sehari-hari; (3) Kesulitan dalam mendapatkan modal maupun kredit, tercermin dari usaha yang tidak dapat meningkan modal dalam pasar terstrutur sehingga di perlukan bantuan institusi ke uangan;
(4) Jumlah relatif lebih banyak (dibadingkan dengan Industri Menengah Besar).
Sedangkan kuncoro (2007) menjelaskan lebih rinci mengenai karakteristik usaha keecil sebagai berikut: (1) Tidak adanya pembagian yang jelas antara bidang administrasi dan operasi; (2) Dikelolah secara perorangan, merangkap sebagai pemilik, sekaligus mengelolah perusahaan; (3) Memanfaatkan tenaga keluarga atau karabat dekat; (4) Rendahnya akses industri terhadap lembaga kredit formal, sehingga biasanya IKM sering mengunakan moadal sendiri atau sumber lain seperti
dari keluarga, karabat, pedagang, rentenir; (5) Belum memiliki status badan hukum.
Berdasarkan karakteristik usaha kecil diatas, terdapat kelemahaan dari usaha kecil, yaitu : modal terbatas,kredibilitas rendah,permasalahan pewagai yang biasanya memiliki kapasitas dan produktivitas yang rendah,tingginya biaya langsung, dan terbatas kualitas produk. Akan tetapi selain memiliki kekurangan, usaha kecil juga memiliki beberapa kekautan diantaranya: terdapat sentuhan pribadi, memiliki motivasi yang lebih tinggi, fleksibilitas tinggi, minimnya birokrasi, melantani pasar local atau domestic, produk atau jasa yang umum.50
C. Kerangka Berfikir
Kerangka berpikir adalah kesimpulan dari kajian teori yan tersusun dalam bentuk hubungan antara dua variabel atau lebih atau perbedaan, persamaan, serta perbandingan nilai variabel.51 Modal dan Tenaga kerja adalah faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan industri. Mengelolah tenaga kerja merupakan hal yang penting dalam operasi, karena tidak ada sesuatu yang dapat diselesaikan tanpa adanya manusia.
Dalam penelitian ini model hubungan antar variabel bebas yaitu modal (x1) dan tenaga kerja (x2). Kemudian variabel terikat yaitu pendapatan home industri buk josp‟a (y).
50Dini Rochdiani, dkk, Manajemen Usaha Home Industri Desa Sindangsari Kecamatan Suk asari Kabupaten Sumedang, Jurnal Aplikasi Inpets untuk Masyarakat, Vol 7 No 1, Maret 2018 hlm 51
51Sugiyono, Metode Penelitian Manajemen, ( Bandung: Alfabesta 2016), Hlm.322
a. Hubungan Antar Variabel 1. Modal dan Pendapatan
Modal merupakan salah satu langkah awal dalam kegiatan berproduksi dimana modal dapat meningkatkan produksi dan kafasitas produksi dalam suatu perusahaan atau pabrik. Penggunaan modal yang besar dalam proses produksi disuatu pabrik atau perusahaan dapat meningkatkan pendapatan yang akan diterimah oleh perusahaan atau pabrik tersebut, begitu juga sebaliknya apabila modal yang digunakan kecil maka pendapatan yang diperoleh perusahaan atau pabrik tersebut kecil.
Menurut Maholtra,1996 dalam jurnal ekonomi pembangunan Univesitas Udayana bahwa modal berpengaruh signifikan dan positif terhadap produksi dalam meningkatkan pendapatan.52 Hal di atas menjelaskan bahwa semakin besar modal yang dikeluarkan maka perusahaan atau pabrik akan mendapatan pendapatan yang besar.
2. Tenaga Kerja Dan Pendapatan
Dalam pengembangan suatu pabrik produksi seperti home industri galamai untuk meningkatkan penadapatan maka memerlukan tenaga kerja yang handal, karena tenaga kerja merupakan paktor produksi yang mengelolah input menjadi output. Tenaga kerja adalah sumber yang berupa jasa-jasa manusia baik itu fisik maupun mental. Dengan
52I Komang Suartawan, I B Purbadharmaja” Pengaruh Modal Dan Bahan Baku Terhadap Pendapatan Melalui Produksi Pengrajin Patung Kayu Di Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar” Jurnal Ekonomi Pembangunan Universitas Udayama, Vol.6 No. 9 (September 2017), Hlm.1632