• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari 2015 KEPALA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KATA PENGANTAR. Malang, Pebruari 2015 KEPALA BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG"

Copied!
175
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, Laporan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Tahun 2014 dapat diselesaikan. Penyusunan Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang merupakan kewajiban sebagaimana diamanatkan dalam instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999, untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta kewenangan berdasarkan analisis capaian kinerja kegiatan yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Disamping itu Laporan ini memuat informasi tentang penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan kebijakan program dan kegiatan, serta pencapaian sasaran dalam mewujudkan tujuan, misi dan visi terwujudnya pelayanan perijinan terpadu yang prima.

Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang ini tidak terlepas dari kendala-kendala teknis. Namun demikian telah diupayakan seoptimal mungkin untuk mengatasi hal tersebut, melalui pendekatan koordinasi serta asistensi dari berbagai narasumber yang kompeten. Mudah-mudahan Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang ini dapat memberikan informasi sebagai parameter untuk lebih memacu peningkatan kinerja aparatur pada tahun-tahun berikutnya.

Malang, Pebruari 2015 KEPALA BADAN PELAYANAN

PERIZINAN TERPADU KOTA MALANG

Drs. INDRI ARDOYO,MSi Pembina Utama Muda NIP.19580927 199003 1 004

(3)

DA D A FT F T A A R R I IS SI I

K

KA AT TA A P PE EN NG GA AN NT TA AR R i i

DA D AF FT TA AR R I IS SI I ii i i

DA D AF FT TA AR R T T AB A BE EL L ii i ii i

DA D AF FT TA AR R L LA AM MP PI IR RA AN N v v

RI R IN NG GK KA AS SA AN N E EK KS SE EK KU UT TI IF F v vi i BA B AB B I I. . P PE EN ND DA AH HU UL LU UA AN N 1 1 A. A . Ga G am mb ba ar ra an n U Um mu um m 1 1

B

B. . As A sp pe ek k S St tr ra at te eg gi is s 18 1 8 C

C. . Is I su u S St tr ra at te eg gi is s 19 1 9 BA B AB B I II I. . P PE ER RE EN NC CA AN NA AA AN N D DA A N N P PE ER RJ JA AN NJ JI IA AN N K KI IN NE ER RJ JA A 20 2 0 A. A . Re R en nc ca an na a S St tr ra at te eg gi ik k 20 2 0 B. B . Pe P er rj ja an nj ji ia an n K Ki in ne er rj ja a 25 2 5 B

BA AB B I II II I. . A AK KU UN NT TA AB BI IL LI IT TA AS S K KI IN NE ER RJ JA A 32 3 2 A. A . Ca C ap pa ai ia an n K Ki in ne er rj ja a 32 3 2 B. B . Re R ea al li is sa as si i A An ng gg ga ar ra an n 56 5 6

BA B AB B I IV V. . P PE EN NU UT TU UP P 59 5 9

LA L AM MP PI IR RA AN N

(4)

D D AF A FT T AR A R TA T AB B EL E L

Tabel 1.1 Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Eselon

16

Tabel 1.2. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Golongan

17

Tabel 1.3. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Pendidikan

17

Tabel 2.1. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi 26 Tabel 2.2. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran 26 Tabel 2.3. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 28 Tabel 2.4. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 28 Tabel 2.5. Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik 28 Tabel 2.6. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan

30

Tabel 2.7. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

31

Tabel 3.1. Prosentase Meningkatnya Jumlah Izin Terbit IMB 33 Tabel 3.2. Prosentase Pencapaian Indikator Kinerja Lamanya Proses Penerbitan

Izin IMB, IG, Trayek, IUJK

34

Tabel 3.3. Prosentase Terselesainya Penanganan Pengaduan 34 Tabel 3.4. Prosentase meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 35 Tabel 3.5. Prosentase tercapainya target retribusi IMB, IG dan Trayek 36 Tabel 3.6. Prosentase pencapaian sasaran tahun 2014 37 Tabel 3.7. Jumlah Izin Terbit IMB dari tahun 2011 - 2014 38 Tabel 3.8. Capaian Target Lamanya Proses Penerbitan Izin IMB, IG, Trayek dan

IUJK

39

Tabel 3.9. Rekapitulasi Pengaduan BP2T 40

Tabel 3.10 Hasil Survei IKM Tahun 2012 - 2014 40

(5)

Tabel 3.11. Pencapaian Target Retribusi IMB, Izin Gangguan dan Trayek Tahun 2012 - 2014

42

Tabel 3.12. Capaian Kinerja sampai dengan Tahun 2014 dibandingkan Target 5 Tahunan

43

Tabel 3.13. Realisasi Anggaran Program dan Kegiatan BP2T Tahun 2014 57

(6)

D DA AF F T T AR A R L LA AM M PI P IR RA A N N

La L am mp pi ir ra an n 1 1. . St S tr ru uk kt tu ur r O Or rg ga an ni is sa as si i B Ba ad da an n P Pe el la ay ya an na an n P Pe er ri iz zi in na an n T Te er rp pa ad du u K Ko ot ta a M Ma al la an ng g La L am mp pi ir ra an n 2 2. . Re R en nc ca an na a S St tr ra at te eg gi ik k T Ta ah hu un n 2 20 01 13 3 s s/ /d d 2 20 01 18 8

La L am mp pi ir ra an n 3 3. . Pe P er rj ja an nj ji ia an n K Ki in ne er rj ja a T Ta ah hu un n 2 20 01 14 4 La L am mp pi ir ra an n 4 4. .

L

La am mp pi ir ra an n 5 5. .

Pe P en ng gu uk ku ur ra an n K Ki in ne er rj ja a T Ta ah hu un n 2 20 01 14 4 I

In nv ve en nt ta ar ri is s

(7)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan dan kebijaksanaan, maka disusunlah Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang yang berfungsi sebagai media dalam melakukan analisis dan evaluasi kinerja dalam rangka peningkatan kinerja organisasi. Mengacu kepada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang Tahun 2014 ini menyajikan berbagai keberhasilan maupun kegagalan dalam bidang pelayanan perizinan. Keberhasilan di dalam memberikan pelayanan perijinan ini tentunya bukan hanya keberhasilan dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang semata, tetapi juga menggambarkan keberhasilan dan dukungan serta partisipasi masyarakat yang telah mengurus izin serta koordinasi dengan dinas terkait. Selain itu, Laporan kinerja ini juga menyajikan data dan informasi yang relevan dengan kebutuhan bagi pembuat keputusan agar dapat menginterpretasikan keberhasilan dan kegagalan tersebut secara lebih luas dan mendalam.

Berdasarkan hasil pengukuran atas rencana kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang tahun 2014 menunjukkan bahwa rata-rata capaian kinerja dari 2 (dua) sasaran dengan 8 (delapan) indikator kinerja yang telah ditetapkan adalah untuk sasaran pertama mencapai 138,25% (tercapai), sedangkan sasaran kedua adalah 93,57%

(tercapai). Adapun pencapaian sasaran ini didukung oleh kebijakan yang terangkum dalam

7 program 45 kegiatan. Adapun hasil pengukuran dapat dijelaskan berikut ini.

(8)

Tabel 1 : Hasil Penilaian Capaian Sasaran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Tahun 2014

Rentang Capaian (%)

Katagori Jumlah

Sasaran

Jumlah Indikator

Sasaran

90-100 Tercapai/ berhasil 2 8

80-90 Kurang tercapai/kurang berhasil - -

Kurang dari 80 Tidak tercapai/tidak berhasil - -

Secara umum kategori tercapai/berhasil ini disumbangkan oleh kinerja atas program dan kegiatan pelayanan perizinan. Namun demikian, keberhasilan yang dicapai Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang tidak terlepas dari hambatan-hambatan atau permasalahan-permasalahan yang dijumpai baik bersifat internal maupun eksternal.

Kondisi ini diantisipasi dengan cara melakukan evaluasi secara berkala atas permasalahan yang dijumpai, sehingga diketahui penyebab munculnya permasalahan atau hambatan dalam pencapaian kinerja.

Adapun kinerja pencapaian sasaran di bidang pelayanan perijinan yang

dilakukan oleh Badan Pelayanaan Perizinan Terpadu Kota Malang, dapat dilihat pada

Tabel berikut ini.

(9)

Tabel 2 Ikhtisar Capaian Indikator Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Tahun 2014

No. Sasaran Indikator Sasaran target

Capaian 5 Tahunan

Realisasi s/d 2014

Capaian

1. Meningkatnya kinerja pelayanan perizinan

Prosentase meningkatnya jumlah Izin

terbit IMB 22% 13% 59%

Lamanya Proses penerbitan :

 IMB

- Diproses di BP2T

- IMB yang membutuhkan rekom DPUPPB

 IG

 Trayek

 IUJK - Baru - Her Registrasi - Perpanjangan

- Hilang

4 8 9 4 8 2 8 4

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

100%

Prosentase terselesainya penanganan pengaduan

100% 100% 100%

Prosentase meningkatnya IKM 2.50 1,3 52%

2. Meningkatnya akuntabilitas kinerja keuangan

Prosentase tercapainya target retribusi

 IMB

 IG

 Trayek

100 100 100

101.62 77.29 101.81

101.62 77.29 101,81

Dari Tabel 2 di atas terlihat bahwa Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang secara umum realisasi indikator kinerja telah tercapai. Tentu saja dalam rangka meningkatkan kinerja untuk mencapai visi, misi, sasaran dan tujuan, perlu didukung oleh kebijakan-kebijakan yang digunakan dalam pencapaian sasaran, dimana dalam hal ini tertuang dalam program dan kegiatan bidang pelayanan perizinan. Oleh karena itu, pada perencanaan strategisnya Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang pada tahun 2014 merencanakan sebanyak 7 program dan 45 kegiatan yang telah terealisasi seluruhnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran 2 uraian program dan kegiatan dari masing-masing sasaran.

Seluruh capaian kinerja utama tersebut di atas tentu dihasilkan dengan dukungan Sumber Daya Manusia dan Anggaran. Dalam tahun 2014, telah dipergunakan anggaran dan Sumber Daya Manusia sebagai berikut:

1. Realisasi penggunaan dana adalah senilai Rp. 6.912.045.428,01 dari anggaran

sebesar Rp. 7.638.0480649,87 atau mencapai 90.49%.

(10)

2. Realisasi pemanfaatan sumber daya manusia adalah sebesar 47 orang per bulan Desember 2014.

Pelaporan akuntabilitas kinerja ini selain menjadi media evaluasi, juga menjadi instrumen untuk melakukan perbaikan yang berkesinambungan. Oleh karena itu, hal terpenting dari laporan ini adalah menggali pelajaran untuk pembenahan kedepan.

Menyadari hal tersebut, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang telah mempersiapkan strateg-strategi pembenahannya, sehingga tahun-tahun mendatang hambatan-hambatan dapat diminimalisir.

(11)

BAB I PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

Laporan Kinerja dibuat berdasarkan Peraturan Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam rangka pertanggung-jawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Lembaga serta kewenangan pengelolaan sumber daya dengan didasarkan perencanaan strategik yang ditetapkan, maka diperlukan pengukuran kinerja dan evaluasi yang disajikan melalui keberhasilan dan atau kegagalan pelaksanaan tugas dalam mencapai tujuan dan sasaran yang ditetapkan untuk tahun 2014.

Penyusunan Laporan Kinerja ini juga merupakan salah satu perwujudan tekad untuk senantiasa bersungguh-sungguh mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip “good governance”.

Laporan Kinerja Tahun Anggaran 2014 ini adalah untuk memberikan informasi tentang hasil pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) melalui Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang berdasarkan Perjanjian Kinerja yang disepakati oleh Kepala SKPD dengan Walikota.

Terkait dengan transparansi dan akuntabilitas, maka Badan Pelayanan

Perizinan Terpadu Kota Malang wajib mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas

pokok dan fungsinya yang dituangkan di dalam kegiatan Tahun Anggaran 2014 serta

pengelolaan sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pertanggungjawaban

dimaksud dilakukan melalui pengembangan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi

Pemerintah dan media pertanggungjawaban secara periodik dan melembaga sebagai

salah satu persyaratan untuk terciptanya pemerintahan yang baik dan terpercaya.

(12)

1. Dasar Hukum

Dasar Hukum Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah adalah :

a. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

b. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

c. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah;

d. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Kepegawaian Daerah dan Lembaga Teknis Daerah;

e. Peraturan Walikota Malang No. ... Tahun 2014 tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Malang;

f. Peraturan Walikota Malang Nomor 60 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang;

2. Maksud dan tujuan.

Maksud dan Tujuan dari penyusunan Laporan Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang adalah untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya dicapai. Serta sebagai upaya perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang.

3. Kelembagaan

a. Pembentukan Organisasi

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang dibentuk dengan

Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Organisasi dan

(13)

tata kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Kepegawaian Daerah dan Lembaga Teknis Daerah serta Peraturan Walikota Malang Nomor 60 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang.

b. Kedudukan Organisasi

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Malang merupakan unsur pelaksana Pemerintah Daerah di bidang perizinan. Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Daerah/Walikota melalui Sekretaris Daerah.

c. Struktur Organisasi

Dasar pembentukan struktur organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang adalah sebagai berikut :

1. Peraturan Daerah Kota Malang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu, Badan Kepegawaian Daerah dan Lembaga Teknis Daerah

2. Peraturan Walikota Malang Nomor 60 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang

Adapun susunan organisasi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang berdasarkan Peraturan Walikota Malang Nomor 60 Tahun 2012 terdiri dari :

1. Kepala Badan;

2. Sekretariat, terdiri dari :

a. Subbagian Penyusunan Program;

b. Subbagian Keuangan;

c. Subbagian Umum.

3. Bidang Pelayanan Perizinan Perekonomian;

(14)

5. Bidang Pelayanan Perizinan Pekerjaan Umum;

6. Tim Teknis;

7. Kelompok Jabatan Fungsional

d. Tugas Pokok dan Fungsi

Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Malang Nomor 60 Tahun 2012 tentang Uraian Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang adalah sebagai berikut :

 Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang mempunyai tugas Pokok koordinasi dan penyelenggaraan pelayanan administrasi di bidang perizinan secara terpadu.

 Untuk melaksanakan tugas dan kewajiban sebagaimana dimaksud di atas Badan Pelayanan Perizinan Terpadu menyelenggarakan fungsi :

1. perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis di bidang pelayanan perizinan terpadu;

2. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang pelayanan perizinan terpadu;

3. penyelenggaraan pelayanan administrasi perizinan bidang Perekonomian, Sosial Budaya dan Pekerjaan Umum yang menjadi kewenangannya;

4. pelaksanaan koordinasi proses pelayanan perizinan bidang Perekonomian, Sosial Budaya dan Pekerjaan Umum yang menjadi kewenangannya;

5. pelaksanaan pelayanan informasi dan pengaduan masyarakat di bidang pelayanan perizinan terpadu;

6. pelaksanaan administrasi pelayanan perizinan terpadu bidang

Perekonomian, Sosial Budaya dan Pekerjaan Umum yang menjadi

kewenangannya;

(15)

7. pemantauan dan evaluasi proses pemberian pelayanan perizinan terpadu bidang Perekonomian, Sosial Budaya dan Pekerjaan Umum yang menjadi kewenangannya;

8. pelaksanaan penyidikan tindak pidana pelanggaran perizinan di bidang Perekonomian, Sosial Budaya dan Pekerjaan Umum yang menjadi kewenangannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

9. pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

10. pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

11. pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;

12. pelaksanaan pendataan potensi retribusi daerah;

13. pelaksanaan pemungutan penerimaan bukan pajak daerah;

14. pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, rumah tangga, perlengkapan, kehumasan, kepustakaan dan kearsipan;

15. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

16. penyusunan dan pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

17. pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan;

18. penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui web site Pemerintah Daerah;

19. pemberdayaan jabatan fungsional;

20. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi; dan 21. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan

tugas pokoknya.

(16)

 Kepala Badan mempunyai tugas menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi mengkoordinasikan dan melakukan pengawasan melekat terhadap unit kerja dibawahnya serta melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 Sekretariat melaksanakan tugas pokok pengelolaan administrasi umum meliputi penyusunan program, ketatalaksanaan, ketatausahaan, keuangan, kepegawaian, urusan rumah tangga, perlengkapan, kehumasan dan kepustakaan serta kearsipan.

Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Sekretariat mempunyai fungsi :

1. penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja);

2. penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA);

3. penyusunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);

4. penyusunan Penetapan Kinerja (PK);

5. pelaksanaan dan pembinaan ketatausahaan, ketatalaksanaan dan kearsipan;

6. pengelolaan urusan kehumasan, keprotokolan dan kepustakaan;

7. pelaksanaan urusan rumah tangga;

8. pelaksanaan administrasi dan pembinaan kepegawaian;

9. pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

10. pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

11. pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah;

12. pengelolaan anggaran;

13. pelaksanaan administrasi keuangan dan pembayaran gaji pegawai;

14. penyampaian informasi perijinan melalui sosialisasi/penyuluhan

kepada masyarakat secara kontinyu dan berkesinambungan, serta

(17)

melalui media reklame tetap di lokasi strategis, media cetak (brosur/leaflet, koran, majalah), multimedia (TV, radio);

15. pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal;

16. pelaksanaan verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) keuangan;

17. pengkoordinasian pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

18. pengkoordinasian penyusunan tindak lanjut hasil pemeriksaan;

19. penyusunan dan pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

20. pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

21. pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan;

22. penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah;

23. pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang pelayanan perijinan;

24. penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui web site Pemerintah Daerah;

25. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

dan

26. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas pokoknya.

 Subbagian Penyusunan Program melaksanakan tugas pokok penyusunan program, evaluasi dan pelaporan, dan mempunyai fungsi :

1. Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) dan Rencana Kerja (Renja);

2. Penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA)

3. Penyusunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA) 4. Penyusunan Penetapan Kinerja (PK)

5. Penyusunan laporan dan dokumentasi pelaksanaan program dan

kegiatan;

(18)

6. Pelaksanaan penyampaian informasi perizinan melalui sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat secara kontinyu dan berkesinambungan, serta melalui media reklame tetap di lokasi strategis, media cetak (brosur/leaflet, koran, majalah) dan multimedia (TV, radio);

7. Pengelolaan data dan sistem informasi penanaman modal;

8. Pengkoordinasian antar Bidang dalam penyelesaian pengaduan dengan instansi terkait;

9. Penyusunan laporan penerapan dan pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM);

10. Penyusunan dan Pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

11. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

12. Pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan/atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodik yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas layanan;

13. Penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Perangkat Daerah;

14. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui website Pemerintah Daerah;

15. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

dan

16. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan tugas pokoknya.

 Subbagian Keuangan melaksanakan tugas pokok pengelolaan anggaran dan administrasi keuangan dan mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan anggaran (DPPA);

2. Pelaksanaan penatausahaan keuangan;

3. Pelaksanaan verifikasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) keuangan;

4. Penyusunan dan penyampaian laporan penggunaan anggaran;

(19)

5. Penyusunan dan penyampaian laporan keuangan semester dan akhir tahun;

6. Penyusunan administrasi dan pelaksanaan pembayaran gaji pegawai;

7. Penerimaan, pengadministrasian dan penyetoran penerimaan bukan pajak daerah;

8. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

9. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

dan

10. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai tugas pokoknya.

 Subbagian Umum melaksanakan tugas pokok pengelolaan administrasi umum meliputi ketatalaksanaan, ketatausahaan, kepegawain, urusan rumah tangga, perlengkapan dan kepustakaan serta kearsipan dan mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);

2. Pelaksanaan ketatausahaan, ketatalaksanaan dan kearsipan;

3. Pelaksanaan administrasi kepegawaian;

4. Pelaksanaan kehumasan, keprotokolan dan kepustakaan;

5. Pelaksanaan urusan rumah tangga;

6. Pelaksanaan pembelian/pengadaan atau pembangunan aset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

7. Pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi;

8. Pelaksanaan dan penatausahaan barang milik daerah

9. Pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang pelayanan peizinan;

10. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

(20)

11. Pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

dan

12. Pelaksanaan fungsi lain yang dberikan oleh Sekretaris sesuai dengan pokoknya.

 Bidang Pelayanan Perizinan Perekonomian melaksanakan tugas pokok pelayanan penerimaan berkas, pemrosesan, penetapan retribusi dan penerbitan perizinan perekonomian dan mempunyai fungsi :

1. perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis Bidang Pelayanan Perizinan Perekonomian;

2. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka perencanaan teknis Pelayanan Perizinan Perekonomian;

3. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang Pelayanan Perizinan Perekonomian;

4. pelaksanaan penelitian kelengkapan persyaratan permohonan izin dan penerimaan permohonan izin dan/atau pengembalian permohonan izin yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundangan;

5. penelitian, pencatatan, pendaftaran setiap jenis pengajuan perizinan perekonomian;

6. pemrosesan dan penerbitan izin untuk permohonan izin yang telah ada nomor registernya, meliputi :

1) penerbitan Keputusan Izin untuk permohonan yang tidak diwajibkan adanya rekomendasi dari Tim Teknis;

2) pembuatan surat permohonan rekomendasi dari Tim Teknis;

3) pembuatan jadwal dan koordinator pelaksanaan penelitian dan pemeriksaan peninjauan lapangan dengan Tim Teknis;

7. penjadwalan dan koordinasi antar bidang dan tim teknis dalam pelaksanaan pemeriksaan peninjauan lokasi permohonan izin paralel;

8. pelaksanaan pengembalian permohonan izin yang tidak layak

diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari

Tim Teknis;

(21)

9. pelaksanaan penghitungan, penetapan retribusi dan pengajuan nota pajak ke SKPD terkait untuk permohonan izin yang telah layak diterbitkan izinnya.

10. pelaksanaan pencetakan permohonan izin yang layak untuk diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Tim Teknis;

11. pelaksanaan pencatatan dan pengagendaan semua kegiatan pemrosesan dan penerbitan izin;

12. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan perizinan;

13. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pelayanan perizinan perekonomian;

14. penyiapan bahan untuk penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui website Pemerintah Daerah;

15. penyiapan bahan dalam rangka pemeriksaan dan tindak lanjut Hasil Pemeriksaan;

16. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);

17. pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

18. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

19. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

20. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

21. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai

dengan tugas pokoknya.

(22)

 Bidang Pelayanan Perizinan Kepariwisataan dan Sosial Budaya melaksanakan tugas pokok pelayanan penerimaan berkas, pemrosesan, penetapan retribusi dan penerbitan perizinan kepariwisataan dan sosial budaya dan mempunyai fungsi :

1. perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis Bidang Pelayanan Perizinan Kepariwisataan dan Sosial Budaya;

2. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka perencanaan teknis Pelayanan Perizinan Kepariwisataan dan Sosial Budaya;

3. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang Pelayanan Perizinan Kepariwisataan dan Sosial Budaya;

4. pelaksanaan penelitian permohonan dan penerimaan izin dan/atau pengembalian permohonan izin yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundangan;

5. penelitian, pencatatan, pendaftaran setiap jenis pengajuan perizinan kepariwisataan dan sosial budaya;

6. pemrosesan dan penerbitan izin untuk permohonan izin yang telah ada nomor registernya, meliputi :

a. penerbitan Keputusan Izin untuk permohonan yang tidak diwajibkan adanya rekomendasi dari Tim Teknis;

b. pembuatan surat permohonan rekomendasi dari Tim Teknis;

c. pembuatan jadwal dan koordinator pelaksanaan penelitian dan pemeriksaan peninjauan lapangan dengan Tim Teknis;

7. penjadwalan dan koordinasi antar bidang dan tim teknis dalam pelaksanaan pemeriksaan peninjauan lokasi permohonan izin paralel;

8. pelaksanaan pengembalian permohonan izin yang tidak layak diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Tim Teknis;

9. pengajuan nota pajak ke Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait untuk permohonan izin yang telah layak diterbitkan izinnya;

10. pelaksanaan pencetakan permohonan izin yang layak untuk

diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari

Tim Teknis;

(23)

11. pelaksanaan pencatatan dan pengagendaan semua kegiatan pemrosesan dan penerbitan izin;

12. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan perizinan;

13. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pelayanan perijinan kepariwisataan dan sosial budaya;

14. penyiapan bahan untuk penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui web site Pemerintah Daerah;

15. penyiapan bahan dalam rangka pemeriksaan dan tindak lanjut Hasil Pemeriksaan;

16. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);

17. pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

18. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

19. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

20. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

21. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas pokoknya.

 Bidang Pelayanan Perizinan Pekerjaan Umum melaksanakan tugas pokok pelayanan penerimaan berkas, pemrosesan, penetapan retribusi dan penerbitan perizinan Pekerjaan Umum dan mempunyai fungsi :

1. perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis Bidang pelayanan perizinan pekerjaan umum;

2. pengumpulan dan pengolahan data dalam rangka perencanaan teknis Pelayanan Perizinan Pekerjaan Umum;

3. penyusunan perencanaan dan pelaksanaan program di bidang

Pelayanan Perizinan Pekerjaan Umum;

(24)

4. pelaksanaan penelitian permohonan dan penerimaan izin dan/atau pengembalian permohonan izin yang tidak sesuai ketentuan peraturan perundangan;

5. penelitian, pencatatan, pendaftaran setiap jenis pengajuan perijinan pekerjaan umum;

6. pemrosesan dan penerbitan izin untuk permohonan izin yang telah ada nomor registernya, meliputi :

1) penerbitan Keputusan Izin untuk permohonan yang tidak diwajibkan adanya rekomendasi dari Tim Teknis;

2) pembuatan surat permohonan rekomendasi dari Tim Teknis;

3) pembuatan jadwal dan koordinator pelaksanaan penelitian dan pemeriksaan peninjauan lapangan dengan Tim Teknis;

7. penjadwalan dan koordinasi antar bidang dan tim teknis dalam pelaksanaan pemeriksaan peninjauan lokasi permohonan izin paralel;

8. pelaksanaan pengembalian permohonan izin yang tidak layak diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Tim Teknis;

9. pelaksanaan penghitungan, penetapan retribusi dan pengajuan nota pajak ke Satuan Kerja Perangkat Daerah terkait untuk permohonan izin yang telah layak diterbitkan izinnya;

10. pelaksanaan pencetakan permohonan izin yang layak untuk diterbitkan izinnya berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Tim Teknis;

11. pelaksanaan pencatatan dan pengagendaan semua kegiatan pemrosesan dan penerbitan izin;

12. pelaksanaan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan perizinan;

13. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pelayanan perizinan pekerjaan umum;

14. penyiapan bahan untuk penyampaian data hasil pembangunan dan

informasi lainnya terkait layanan publik secara berkala melalui

website Pemerintah Daerah;

(25)

15. penyiapan bahan dalam rangka pemeriksaan dan tindak lanjut Hasil Pemeriksaan;

16. pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA);

17. pelaksanaan Standar Pelayanan Publik (SPP) dan Standar Operasional dan Prosedur (SOP);

18. Pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern (SPI);

19. pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM);

20. pengevaluasian dan pelaporan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi;

21. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan tugas pokoknya.

Untuk melaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut di atas diperlukan

Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur yang berkualitas dan profesional dalam

bidangnya. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada bagan struktur organisasi

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang dapat dilihat pada lampiran 1.

(26)

Jumlah karyawan/Karyawati Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang sampai dengan akhir Desember 2014 sebanyak 47 (empat puluh tujuh) orang yang terdiri dari 8 orang pejabat struktural dengan komposisi sebagai berikut :

Tabel 1.1. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut ESELON

NO PANGKAT / GOL.

JABATAN YANG DIDUDUKI

JUMLAH ESELON II ESELON III ESELON IV NONESELON

L P L P L P L P

1 IV/d - - - - - - - - -

IV/c 1 - - - - - - - 1

IV/b - - - 1 - - - - 1

IV/a - - 2 1 - - - - 3

2 III/d - - - - 1 2 - - 3

III/c - - - - - - - - -

III/b - - - - - - 4 4 8

III/a - - - - - - 2 12 14

3 II/d - - - - - - 2 1 1

II/c - - - - - - 3 - 5

II/b - - - - - - 3 4 7

II/a - - - - - - - - -

4 I/d - - - - - - 3 - 3

I/c - - - - - - 1 - 1

I/b - - - - - - - - -

I/a - - - - - - - - -

5 PTT - - - - - - - - -

JUMLAH 1 - 2 2 1 2 18 21 47

Sumber : Data Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, Desember 2014

(27)

Tabel 1.2. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Golongan

T a b e l 1 . 3 . D a t a P N S D i n

Tabel 1.3. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Pendidikan

NO PENDIDIKAN JUMLAH KETERANGAN

1 SD -

2 SLTP 4

3 SLTA 18

4 SARJANA MUDA / DIII 2

5 S-1 17

6 S-2 6

7 S-3

TOTAL 47

Sumber : Data Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, Desember 2014

NO PANGKAT GOL. JUMLAH

JUMLAH SUB TOTAL

L P

I. 1 Pembina Utama Muda IV/c 1 - 1

2 Pembina TK. I IV/b - 1 1

3 Pembina IV/a 2 1 3

5

II. 1 Penata TK. I III/d 1 2 3

2 Penata III/c - - -

3 Penata Muda TK. I III/b 4 4 8

4 Penata Muda III/a 2 12 14

25

III. 1 Pengatur TK. I II/d 2 1 3

2 Pengatur II/c 3 - 3

3 Pengatur Muda TK. I II/b 3 4 7

4 Pengatur Muda II/a - - -

13

IV. 1 Pengatur TK. I I/d 3 - 3

2 Pengatur I/c 1 - 1

3 Pengatur Muda TK. I I/b - - -

4 Pengatur Muda I/a - - -

4

V. PTT - - - -

TOTAL 22 25 47

Sumber : Data Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, Desember 2014

(28)

e. Sarana dan Prasarana Organisasi

Dalam melaksanakan tugasnya Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, didukung dengan sarana dan prasarana antara lain seperti :

a. Gedung Kantor b. Komputer c. Notebook d. Mesin Antrian e. Televisi Media f. Touchscreen

g. Kendaraan operasional roda 4 (empat) h. Kendaraan operasional roda 2 (dua)

Untuk lebih jelasnya sarana dan prasarana terlampir pada Daftar Inventaris barang Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang sampai dengan Desember 2014 yang disajikan pada lampiran 4.

B. ASPEK STRATEGI

Aspek Strategis Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang sangat berpengaruh terhadap permasalahan yang sedang dihadapi. Bahwa dalam rangka mewujudkan keserasian dan keterpaduan pembangunan antar sektor, daerah dan masyarakat di Kota Malang perlu diarahkan pemanfaatan ruang secara bijaksana, berdaya guna dan berhasil guna. Pertumbuhan dan perkembangan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas pemanfaatan ruang dan ketidakseimbangan struktur dan fungsi ruang sehingga perlu ditata dengan baik agar terwujud ruang yang aman, nyaman produktif dan berkelanjutan. Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Izin Gangguan (IG) serta Izin-izin operasional (Tanda Daftar Usaha Pariwisata, Izin Usaha Perdagangan, dll) harus memperhatikan pengendalian dan pengelolaan lingkungan, serta harus sesuai dengan Keterangan Rencana Kota /KRK (khusus untuk IMB) dan peraturan yang berlaku.

Disamping itu dalam memberikan pelayanan perizinan kepada masyarakat

Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang memiliki gedung yang bagus dan

(29)

nyaman, didukung oleh sarana dan prasarana, Tehnologi Informasi dan Sumber Daya Manusia yang memadai.

C. ISU-ISU STRATEGIS

Isu Strategis dan permasalahan yang dihadapi oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang tidak terlepas dari permasalahan yang selama ini muncul. Beberapa isu strategis tersebut adalah sebagai berikut ;

1. Kurangnya kesadaran masyarakat dan pelaku usaha untuk mengurus izin sehingga dapat menurunkan kontribusi retribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. Untuk itu perlu dilaksanakan Penyuluhan Perizinan kepada masyarakat di 5 (lima) Kecamatan dan peningkatan pelayanan melalui pelayanan perizinan keliling.

2. Kurang optimalnya koordinasi antar instansi / SKPD terkait dalam penanganan pengaduan masyarakat sehingga berpengaruh terhadap kinerja pelayanan perizinan, untuk itu perlu dibentuk Tim Penanganan Pengaduan.

3. Pemanfaatan Tehnologi Informasi dibidang perizinan (SIM Perizinan) sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam mengakses layanan perizinan lewat website, untuk itu perlu dilakukan pengembangan yang berkelanjutan.

4. Mahalnya biaya retribusi pengurusan perizinan sehingga masyarakat enggan untuk mengurus izin, oleh karena itu perlu peninjauan ulang Peraturan Walikota terkait biaya retribusi.

5. Jauhnya lokasi Kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang

sehingga masyarakat enggan datang mengurus izin, maka perlu dilakukan

pelayanan mobil keliling.

(30)

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. RENCANA STRATEGIK

Renstra ini digunakan setiap tahun sebagai pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan acuan bagi penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang.

Renstra 2013 – 2018 ini disusun untuk lebih mempertajam arah kebijakan, tujuan dan sasaran yang akan dicapai, khususnya dengan memuat indikator kinerja untuk mengukur tingkat keberhasilan program sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Malang. Adapun Visi, Misi,Tujuan, Sasaran dan Kebijakan diuraikan berikut ini.

1. VISI

Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Malang, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang merumuskan visi sebagai berikut:

Penjelasan Visi adalah sebagai berikut :

 Pelayanan Perizinan Terpadu

Pelayanan Perizinan yang dilaksanakan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang berdasarkan kewenangan yang diberikan oleh Walikota Malang, mulai dari Penerimaan, Pemrosesan, Penandatangan Keputusan Perizinan serta Pembayaran Retribusi Perizinan. Sehingga masyarakat yang mengurus atau mengajukan permohonan Perizinan cukup di kantor Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang

 Pelayanan Perizinan yang Cepat

a. Cepat dalam Penyelesaian Izin sesuai dengan Standar Operasional Prosedur yang telah ditentukan.

Terwujudnya Pelayanan Perijinan Terpadu yang Cepat dan Akuntabel

(31)

b. Cepat dan mudah dalam memperoleh persyaratan terutama persyaratan yang melibatkan instansi terkait disederhanakan.

c. Cepat dalam Pemrosesan Izin baik yang dilaksanakan oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu maupun yang melibatkan instansi terkait ditunjang dengan SDM dan sarana yang memadai

d. Cepat dalam memberikan Informasi Pelayanan yang transparan dan akuntabel, meliputi persyaratan mekanisme pelayanan, biaya retribusi, waktu penyelesaian serta penanganan pengaduan masyarakat yang sesuai dengan prosedur.

 Pelayanan Perizinan yang Akuntabel

Produk perizinan yang diterbitkan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu memiliki kepastian hukum, dapat dipertanggungjawabkan (akuntabel) dan aman.

2. MISI

Untuk mewujudkan misi tersebut sesuai dengan tugas pokok dan fungsi, maka misi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang tahun 2013-2018 adalah sebagai berikut:

3. TUJUAN

Mengacu pada pernyataan visi dan misi Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, tujuan yang akan dicapai adalah:

a. Meningkatnya kualitas pelayanan perijinan yang adil, terukur, berkualitas, dan akuntabel.

1. Mewujudkan Mutu Pelayanan Perijinan yang Adil, Terukur, Berkualitas dan Akuntabel;

2. Mewujudkan Kualitas Kinerja Keuangan

(32)

4. SASARAN

Dalam mencapai misi yang telah ditetapkan, perlu ditentukan sasaran yang akan dicapai. Sasaran adalah hasil yang akan dicapai secara nyata oleh instansi pemerintah dalam urusan yang spesifik, terukur dan dalam kurun waktu yang pendek. Di dalam Rencana Strategis Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang, terdapat 2 (dua) sasaran, sebagai berikut:

a. Meningkatnya Kinerja Pelayanan Perijinan b. Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Keuangan

5. STRATEGI MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN

Dalam mencapai tujuan dan sasaran, Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang menetapkan kebijakan dan program sebagai berikut:

a. Kebijakan:

 Mengoptimalkan kinerja aparatur dalam memberikan pelayanan perizinan

 Mengoptimalkan sarana dan prasarana sebagai penunjang proses perijinan

 Mengoptimalkan pelayanan perijinan yang berbasis Tehnologi Informasi (IT)

 Penanganan pengaduan dan menjaga kualitas pelayanan perijinan dengan SKPD terkait

 Meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi/penyuluhan di 5 (lima) Kecamatan

 Pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.

 Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

b. Program

Program dan Kegiatan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Malang tahun 2014 sebagai implementasi misi yang diemban adalah sebagai berikut:

1. Program Pelayanan Administrasi Perkantoran Kegiatan :

 Penyediaan Jasa Surat Menyurat

 Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumberdaya Air dan Listrik

(33)

 Penyediaan Jasa Administrasi Keuangan

 Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

 Penyediaan Alat Tulis Kantor

 Penyediaan Barang Cetakan dan Penggandaan

 Penyediaan Komponen Instalasi listrik / penerangan bangunan kantor

 Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor

 Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan

 Penyediaan Makanan dan Minuman

 Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi Ke Luar Daerah

 Penunjang Pengadaan Barang dan Jasa

 Penyusunan Inventarisasi barang/aset

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kegiatan :

 Pemeliharaan Rutin / Berkala Kendaraan Dinas / Operasional

 Pemeliharaan Rutin / Berkala Peralatan Gedung Kantor

 Pemeliharaan Rutin / Berkala Pengelolaan dan Penyimpanan Arsip

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Kegiatan :

 Partisipasi keikutsertaan Pendidikan dan Pelatihan Formal

4. Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan

Kegiatan :

 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD

 Penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran

 Penatausahaan keuangan

 Penyusunan Indeks Kepuasan Masyarakat

(34)

5. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Kegiatan :

 Penyediaan Jasa Administrasi Ijin Reklame Insidentil Pada Hari Libur (Sabtu) di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Tahun 2014

 Kegiatan Intensifikasi / Penagihan Retribusi Ijin – ijin di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu

 Evaluasi Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata

 MonitoringTanda Daftar Usaha Pariwisata

 Monitoring Izin Keramaian

6. Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Kegiatan :

 Pengelolaan Data Perijinan

 Perawatan SIM Perijinan, Website dan Jaringan Komputer

7. Peningkatan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Kegiatan :

 Peninjauan Lapangan Kelayakan Permohonan Ijin Reklame

 Peninjauan Lapangan tentang Kelayakan Permohonan Ijin Tempat Usaha dan Ijin Gangguan (HO)

 Penyuluhan Perijinan

 Penyusunan Profil Perizinan

 Penyusunan Buku SP dan SOP

 Pelayanan Perizinan Mobile

 Evaluasi dan Perancangan Perundang – undangan Reklame

 Evaluasi dan Perancangan Perundang – undangan IMB, IG dan IUJK

 Evaluasi dan Perancangan Perundang – undangan Keramaian Umum

 Pemeliharaan SMM ISO 9001:2008 pada BP2T Kota Malang

 Evaluasi dan Perancngan Perundang-undangan Perwal Nomer 8

Tahun 2009

(35)

 Evaluasi dan Perancangan Perundang-undangan Perwal tentang Kepariwisataan

 Evaluasi Perancangan Perundang-undangan SIUP

 Peninjauan Kelayakan Permohonan dan Penerbitan Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)

 Pengelolaan Pelayanan Pengaduan

 Bimbingan Teknis Etika Pelayanan Publik

Demikian pula untuk pencapaian kegiatan yang direncanakan sebanyak 50 kegiatan dan 7 program, untuk lebih jelasnya diuraikan pada Bab 3 pembahasan, serta form Rencana Strategik pada lampiran 1.

B. PERJANJIAN KINERJA

Di dalam Rencana Kinerja Tahun 2014, direncanakan sebanyak 2 (dua) sasaran yang akan dicapai dengan uraian sebagai berikut :

1. Sasaran : - Meningkatnya kinerja pelayanan perizinan

Indikator : a. Prosentase meningkatnya jumlah Izin terbit IMB, target 14%

b. Lamanya proses penerbitan IMB, IG, Trayek dan IUJK

 Izin Mendirikan Bangunan (IMB) - Diproses di BP2T : 4 hari

- IMB yang membutuhkan rekomendasi dari DPUPPB : 8 hari

 Izin Gangguan (IG) : 9 hari

 Izin Trayek : 4 hari

 IUJK

- Baru : 8 hari - Her Registrasi : 2 hari - Perpanjangan : 8 hari - Hilang : 4 hari

c. Prosentase terselesainya penanganan pengaduan, target

100%

(36)

Tabel 2.1 Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

1 Pengelolaan Data Perijinan

 Input : Dana SDM

Rp. 42.320.000,- 10 Orang

 Output : Tata kelola data perijinan secara elektronik

10.000 record

 Outcome : Terlaksananya pengentrian data perijinan

100 % 2 Perawatan SIM

Perijinan, Website dan Jaringan Komputer

 Input : Dana SDM

Rp. 200.000.000,- 5 Orang

 Output : Website dan jaringan computer 45 client jaringan 6 jenis peralatan jaringan

 Outcome : Tersedianya pemeliharaan SIM Perijinan, website dan jaringan komputer

85 %

Tabel 2.2 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

3 Penyediaan jasa surat menyurat

 Input : Dana SDM

Rp. 74.730.000,- 3 Orang

 Output : Pengelolaan surat masuk dan pengiriman surat keluar selama 1 tahun

90 %

 Outcome : administrasi surat menyurat, pengasuransian dan pajak kendaraan dinas

90 %

4 Penyediaan jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik.

 Input : Dana SDM

Rp. 47.000.000,-

 Output : Jasa komunikasi kantor 3 jenis

 Outcome : kelancaran komunikasi dalam pelaksanaan tugas-tugas dinas

90 % 5 Penyediaan jasa

administrasi keuangan.

 Input : Dana SDM

Rp. 140.000.000,- 14 Orang

 Output : Terlaksananya administrasi keuangan

100 %

 Outcome : Tertib administrasi keuangan 100 % 6 Penyediaan jasa

kebersihan kantor.

 Input : Dana SDM

Rp. 42.300.000,- 3 Orang

 Output : Alat-alat dan bahan pembersih 33 jenis

 Outcome : Terlaksananya Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor

100 % 7 Penyediaan alat tulis

kantor

 Input : Dana SDM

Rp. 95,341,100,- 1 Orang

 Output : Kebutuhan alat tulis kantor 133 unit

 Outcome : Meningkatnya Kinerja Tata Usaha Kantor

90 % 8 Penyediaan barang

cetakan dan penggandaan

 Input : Dana SDM

Rp. 143,925,850,- 1 Orang

 Output : Alat Tulis Kantor 31 unit

 Outcome : Meningkatnya kelancaran tugas- tugas Kantor.

100 %

(37)

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET 9 Penyediaan

komponen instalasi listrik / penerangan bangunan kantor

 Input : Dana SDM

Rp. 7,000,000,-

 Output : alat-alat listrik/penerangan kantor

7 jenis

 Outcome : penerangan dan alat-alat listrik yang berfungsi dengan baik

90 %

10 Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor

 Input : Dana SDM

Rp. 381,112,950,- 1 Orang

 Output : sarana peralatan dan perlengkapan kantor

14 jenis

 Outcome : Meningkatnya kinerja pelaksanaan tugas kantor

100 % 11 Penyediaan bahan

bacaan dan peraturan perundang- undangan

 Input : Dana SDM

Rp. 12,540,000,-

 Output : bahan bacaan dan peraturan perundang-undangan

5 surat kabar, 1 buah majalah

 Outcome : Meningkatnya pengetahuan SDM

90 % 12 Penyediaan

makanan dan minuman

 Input : Dana SDM

Rp. 22.440.000,-

 Output : tersedianya makan dan minum

Kue/snack 1320 dos, air mineral 1320 gelas

 Outcome : makanan dan minuman untuk rapat dan tamu

100 % 13 Rapat-rapat

koordinasi dan konsultasi ke luar daerah

 Input : Dana SDM

Rp. 172,350,000,-

 Output : rapat-rapat koordinasi dan konsultasi dinas

Perjalanan dinas dalam dan luar daerah

 Outcome : peningkatan kualitas aparatur dan mekanisme perijinan

100 %

14 Penunjang Pengadaan barang dan jasa

 Input : Dana SDM

Rp. 28,223,000,-

9 Orang

 Output : Pengadaan Barang dan Jasa 15 paket pengadaan

 Outcome : kelancaran pengadaan barang dan jasa

100 % 15 Penyusunan

Inventarisasi Barang/Aset

 Input : Dana SDM

Rp. 9,362,000,-

6 Orang

 Output : Terlaksananya pendataan aset

 Outcome : Aset yang terdata dengan baik

90 %

(38)

Tabel 2.3 Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

16 Pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional

 Input : Dana SDM

Rp. 111.000.000,-

 Output : terpeliharanya kendaraan dinas 14 unit

 Outcome : peningkatan kinerja pelayanan 90 % 17 Pemeliharaan

rutin/berkala peralatan gedung kantor

 Input : Dana SDM

Rp. 24,300,000,-

 Output : Pemeliharaan peralatan dan perlengkapan kantor

3 jenis

 Outcome : Terpeliharanya peralatan dan perlengkapan kantor sesuai dengan peruntukkannya

100 %

18 Pemeliharaan rutin/berkala pengelolaan dan penyimpanan arsip.

 Input : Dana SDM

Rp. 29,052,000,- 6 Orang

 Output : terlaksananya pengelolaan arsip perizinan

90 %

 Outcome : Terpeliharanya kendaraan dinas 90 %

Tabel 2.4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

19 Partisipasi keikutsertaan pendidikan dan pelatihan formal

 Input : Dana SDM

Rp. 50,000,000,- 15 Orang

 Output : Pendidikan dan Pelatihan formal 75 %

 Outcome : Peningkatan kualitas aparatur 100 %

Tabel 2.5 Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

20 Peninjauan lapangan kelayakan permohonan ijin reklame

 Input : Dana SDM

Rp. 20,000,000,- 11 Orang

 Output : Penerbitan Ijin Reklame 75 %

 Outcome : Ijin yang terbit sesuai kelayakannya

50 % 21 Peninjauan

lapangan kelayakan permohonan ijin tempat usaha dengan Ijin Gangguan (HO)

 Input : Dana SDM

Rp. 20.000,000,- 7 Orang

 Output : Penerbitan Ijin Tempat Usaha (ITU).

75 %

 Outcome : Ijin yang terbit sesuai kelayakannya

50 % 22 Penyuluhan

Perijinan.

 Input : Dana SDM

Rp. 93,740,000,- 8 Orang

 Output : penyuluhan perijinan 5 Kec Iklan layanan masyarakat di Koran

Iklan televise society Iklan televise slide

300 Orang 1 Paket 1 Paket 1 Paket

 Outcome : peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurus ijin

100 %

(39)

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET 23 Penyusunan Buku

SP dan SOP

 Input : Dana SDM

Rp. 7,000,000,-

9 Orang

 Output : Tersusunnya Buku SPP 10 Buku

 Outcome : Tersedianya Buku SPP 100 %

24 Penyusunan Profil Perijinan

 Input : Dana SDM

Rp. 77,875,000,-

9 Orang

 Output : buku profil perijinan, video profil perijinan

250 buku profil perijinan, 1 paket video profil perijinan

 Outcome : Tersedianya informasi mengenai perijinan

100 % 25 Peninjauan

Kelayakan Permohonan dan penertiban Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK)

 Input : Dana SDM

Rp. 10,000,000,-

4 Orang

 Output : Penerbitan IUJK 200 SIUJK

 Outcome : Ijin yang terbit sesuai kelayakannya

75 %

26 Pengelolaan Pelayanan Pengaduan

 Input : Dana SDM

Rp. 8,320,000,- 15 Orang

 Output : Fasilitasi Pengaduan Masyarakat Terkait Perizinan

90 %

 Outcome : Terlaksananya Pengelolaan Layanan Pengaduan

90 % 27 Bimbingan Teknis

Etika Pelayanan Publik

 Input : Dana SDM

Rp. 69,567,100,-

14 Orang

 Output : Terlaksananya Bimbingan Teknis Etika Pelayanan Perijinan

47 orang

 Outcome : Terwujudnya pelayanan front office dan back office sesuai dengan standar etika pelayanan

100 %

28 Pelayanan Perizinan Mobile

 Input : Dana SDM

Rp. 750,000,000,- 6 Orang

 Output : Terlaksananya pelayanan perizinan secara mobile

100 %

 Outcome : Terlayaninya masyarakat yang mengajukan izin

200 permohonan 29 Evaluasi dan

Perancangan Perundang- Undangan Reklame

 Input : Dana SDM

Rp. 65.069.000,-

9 Orang

 Output : Rancangan Perundang- Undngan

100 %

 Outcome : Perwal Reklame 1 Perwal

30 Evaluasi dan Perancngan Perundang- Undangan IMB, IG dan IUJK

 Input : Dana SDM

Rp. 73,060,000,-

13 Orang

 Output : Rancanangan Perundang- Undangan IMB, IG dan IUJK

100 %

 Outcome : Perwal IMB, IG, IUJK 1 Perwal

31 Evaluasi dan Perancangan Perundang- Undangan Keramaian Umum

 Input : Dana SDM

Rp. 65.069.000,-

8 Orang

 Output : Rancanangan Perundang- Undangan Izin Keramaian Umum

100 %

 Outcome : Perwal Izin Keramaian Umum

1 Perwal

(40)

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET 32 Pemeliharaan

SMM ISO 9001:2008 pada BP2T Kota Malang

 Input : Dana SDM

Rp. 71,500,000,-

9 Orang

 Output : Terlaksananya Penerapan SMM melalui ISO 9001:2008 pada BP2T Kota Malang

1 unit pemeliharaan, 1 unit Audit external

 Outcome : Terwujudnya Pemeliharaan SMM melalui ISO 9001:2008

100 % 33 Evaluasi dan

Perancangan Perundang- Undangan Perwal No.8 Tahun 2009

 Input : Dana SDM

Rp. 67,100,000,-

11 Orang

 Output : Rancangan Perundang- undangan Perwal nomer 8 tahun 2009

100 %

 Outcome : Perwal tentang Mekanisne Perizinan

1 Perwal 34 Evaluasi dan

Perancangan Perundang- Undangan Perwal tentang kepariwisataan

 Input : Dana SDM

Rp. 67,100,000,-

11 Orang

 Output : Rancangan Perundang- undangan Perwal tentang kepariwisataan

100 %

 Outcome : Perwal tentang kepariwisataan

1 Perwal 35 Evaluasi dan

Perancangan Perundang- Undangan SIUP

 Input : Dana SDM

Rp. 65,000,000,- 11 Orang

 Output : Rancangan Perundang- undangan SIUP

100 %

 Outcome : Perwal tentang SIUP 1 Perwal

2. Sasaran : - Meningkatnya Akuntabilitas Kinerja Keuangan

Indikator : - Prosentase tercapainya target Retribusi IMB, IG dan Trayek 100 % Tabel 2. 6 Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian

Kinerja dan Keuangan

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

36 Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ihtisar Realisasi Kinerja SKPD

 Input : Dana SDM

Rp. 8,000,000,- 10 Orang

 Output : Tersusunnya LAKIP Tahun 2014 15 buku LAKIP

 Outcome : Tercapainya LAKIP tahun 2014 100 % 37 Penyusunan

Rencana Kegiatan dan Anggaran

 Input : Dana SDM

Rp. 10,500.000,- 12 Orang

 Output : Tersusunnya RKA Tahun 2015 dan DPA Tahun 2015

15 buku RKA 15 buku DPA

 Outcome : Tersedianya RKA Tahun 2015 dan DPA Tahun 2015

100 % 38 Penatausahaan

Keuangan

 Input : Dana SDM

Rp. 40,000,000,- 10 Orang

 Output : Tersusunnya laporan keuangan BP2T tahun 2014

5 buku laporan

 Outcome : Tersedianya laporan keuangan BP2T Tahun 2014

100 %

(41)

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET 39 Penyusunan Indeks

Kepuasan Masyarakat

 Input : Dana SDM

Rp. 9,500,000,- 9 Orang

 Output : Data Kepuasan Masyarakat 300 Orang

 Outcome : Tercapainya kepuasan Masyarakat

75 % 40 Penyusunan

Kerangka Kerja Logis

 Input : Dana SDM

Rp. 6,000,000,- 10 Orang

 Output : Tersusunnya Kelog Th.2014 6 buku

 Outcome : Tersedianya Kelog Th. 2014 100 %

Tabel 2.7 Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah.

NO KEGIATAN INDIKATOR TARGET

41 Penyediaan jasa administrasi ijin reklame insindentil pada hari libur (sabtu) di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Tahun 2013

 Input : Dana SDM

Rp. 40,890,000,- 4 Orang

 Output : Pelayanan administrasi ijin reklame insidentil yang optimal

70 %

 Outcome : Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat

100 %

42 Kegiatan Intensifikasi / Penagihan Retribusi Ijin-Ijin di Badan Pelayanan Perijinan Terpadu

 Input : Dana SDM

Rp. 36,560,000,- 6 Orang

 Output : Jumlah SK, IMB, IG (Besar/Sedang/Kecil)

100 %

 Outcome : Terpungutnya Retribusi IMB, IG (Besar/Sedang/Kecil)

100 % 43 Evaluasi Ijin Tanda

Daftar Usaha Pariwisata

 Input : Dana SDM

Rp. 23,150,000,- 6 Orang

 Output : Evaluasi Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata

100 %

 Outcome : Terbitnya perizinan usaha pariwisata

100 % 44 Monitoring Tanda

Daftar Usaha Pariwisata

 Input : Dana SDM

Rp. 23,150,000,- 6 Orang

 Output : Evaluasi Izin Tanda Daftar Usaha Pariwisata

100 %

 Outcome : Terbitnya perizinan usaha pariwisata

100 % 45 Monitoring Izin

Keramaian

 Input : Dana SDM

Rp. 43,265,000,- 6 Orang

 Output : Monitoring Tanda Daftar Usaha Pariwisata di lapangan

100 %

 Outcome : Tertib perizinan usaha pariwisata 100 %

Gambar

Tabel 1 :  Hasil Penilaian Capaian Sasaran Badan Pelayanan Perizinan Terpadu  Kota Malang Tahun 2014
Tabel  2    Ikhtisar Capaian Indikator Kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota  Malang Tahun 2014
Tabel 1.1.  Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang  Menurut   ESELON
Tabel 1.2. Data PNS Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Malang Menurut Golongan           T a b e l 1
+7

Referensi

Dokumen terkait

PENGARUH NETRAL/SASI ION NITRAT TERHADAP SIFAT FISIS KERNEL OKSIDA URANIUM Pengaruh netralisasi ion nitrat terhadap sifat kernel oksida uranium telah diteliti. Larutan

Tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien dengan masalah risiko perilaku kekerasan sesuai dengan SOP yang berlaku di rumah sakit meliputi strategi pelaksanaan

dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, kinerja Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Bandung diukur dengan membandingkan pencapaian

Peraturan Walikota Palu Nomor 7 Tahun 2013 tentang Pelimpahan Kewenangan Di Bidang Perizinan Kepada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Palu (Berita Daerah Kota Palu Tahun 2013

SMS gateway Mobile Switching Center (SMS-GMSC) adalah sebuah aplikasi MSC yang mampu menerima pesan singkat dari SMSC, menginterogasi home location register (HRL)

Berdasarkan tes diagnostik, wawancara, dan tes remedial, kesulitan-kesulitan tersebut yaitu menentukan definisi yang dipakai pada saat mengerjakan soal trigonometri

524119 Belanja Perjalanan Dinas Paket Meeting Luar Kota(RM) Rp. Tidak Dapat

Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa pengelolaan barang milik daerah memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laporan keuangan SKPD ( Studi penelitian