RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Satuan Pendidikan : SMP NEGERI 2 KEMTUK GRESI Alokasi waktu : 2 x 40 menit KD : 3.12 dan 4.12 Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia Kelas/Smester : VII / 2 Pertemuan 1 dan 2 Tema : Teks Fabel/Legenda
A. Kompetensi Inti:
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai) santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, tehnologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah..
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
Kompetensi Dasar (KD) Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.12 Menelaah struktur dan
kebahasaan fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar
3.12.1 menjelaskan karakteristik bagian-bagian struktur cerita fabel
3.12.2 mengidentifikasi struktur fabel
3.12.3 menyimpulkan prinsip penggunaan kata/ kalimat pada cerita fabel
3.12.4 melengkapi cerita fabel sesuai struktur dan kaidah bahasa 3.12.5 memvariasikan alur, dialog, latar, dari fabel yang disajikan 3.12.6 menentukan dan memperbaiki kesalahan penggunaan
tanda baca/ejaan 4.12 Memerankan isi fabel/ legenda
daerah setempat yang dibaca dan didengar
4.12.1 merencanakan penulisan cerita fabel
4.12.2 menulis cerita fabel dengan memperhatikan pilihan kata, kelengkapan struktur, dan kaidah penggunaan kata kalimat/ tanda baca/ejaan
4.12.3 memerankan isi fabel dengan intonasi, gestur, dan aspek pemeranan lain yang sesuai
C. TUJUAN
Setelah mengikuti proses pembelajaran tentang teks fabel, peserta didik diharapkan dapat:
1. Menelaah struktur dan kebahasaan fabel/ legenda daerah setempatyang dibaca dan didengar 2. Memerankan isi fabel/ legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar
D. MATERI PEMBELAJARAN
Contoh Cerita Fabel
Struktur cerita fabel :
– orientasi – komplikasi – resolusi – koda
Karakteristik tiap bagian struktur cerita fabel
E. LANGKAH-LANGKAH PEMBELAJARAN
Tahapan Kegiatan Pembelajaran PENDAHULUAN
(PPK)
Peserta didik memberi salam, berdoa, menyanyikan lagu nasional
Guru mengecek kehadiran peserta didik dan memberi motivasi (yel-yel/ice breaking)
Guru menyampaikan tujuan dan manfaat pembelajaran tentang topik yang akan diajarkan
Guru menyampaikan garis besar cakupan materi dan langkah pembelajaran KEGIATAN INTI Sintak
Literasi
HOTS
Literasi
Creativity
Critical thinking
Creativity
Communication
Feedback&Refletion
Mengorientasi peserta didik pada masalah, dengan:
1. Melihat video atau gambar atau berita beberapa contoh teks cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah
2. Mencari informasi tentang teks cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah
3. Melihat video atau gambar atau berita beberapa contoh teks cerita fabel/ legenda tetang Gajah yang Baik Hati.
Mencari informasi tentang contoh teks cerita fabel/ legenda tetang Gajah yang Baik Hati.
Mengorganisasikan kegiatan pembelajaran
1. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah
2. Peserta didik berdiskusi kelas tentang konsep mengenai cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah
3. Peserta didik berdiskusi tentang tetang Gajah yang Baik Hati.
Peserta didik berdiskusi kelas tentang konsep mengenai Gajah yang Baik Hati.
Membimbing penyelidikan mandiri dan kelompok
1. Guru membimbing peserta didik tentang penyelidikan mandiri dan kelompok
2. Peserta didik merencanakan langkah-langkah penyelidikan mandiri dan kelompok dengan bimbingan guru.
Peserta didik melaksanakan penyelidikan pemecahan mengenai cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah, dan Gajah yang Baik Hati.
Mengembangkan dan Menyajikan Karya
1. Menafsirkan konsep mengenai cerita fabel/ legenda tetang Belalang Sembah dengan alternatif
2. pilihan sistem cerita fabel/ legenda lain (apa, bagaimana, dan untuk siapa)
3. menyelesaikan masalah dengan cerita fabel/ legenda lain diterapkan dalam kehidupan nyata
Menyajikan hasil penyelesaian masalah cerita fabel/ legenda lain diterapkan dalam kehidupan nyata
Analisis dan Evaluasi Proses Pemecahan Masalah
1. Guru bersama peserta didik menganalisis langkah-langkah pemecahan masalah yang telah dilakukan
2. Guru bersama peserta didik mengevaluasi kelebihan dan kekurangan dalam proses memecahkan masalah
PENUTUP (PPK)
Guru bersama peserta didik merefleksikan pengalaman belajar hari ini dan menyimpulkan materi yang telah dipelajari.
Guru memberikan penilaian lisan secara acak dan singkat
Guru menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya dan berdoa F. PENILAIAN Sikap : Lembar pengamatan
Pengetahuan : LK peserta didik
Ketrampilan : Kinerja & observasi diskusi
Mengetahui, Kemtuk, April 2022
Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran
EDY SUMINTO, M.Pd.
NIP. 19721129 200008 1 001 Yenny Tri Putri Adoe, S.Pd.
LAMPIRAN 1. (BAHAN AJAR/MATERI) Pengertian Fabel
Fabel merupakan cerita yang diperankan hewan, tetapi memiliki sifat seperti manusia. Fabel yang diperankan hewan ini akan menceritakan sebuah kisah yang berisi pesan moral. Pesan moral dalam teks fabel diharapkan bisa membuat para pembaca meniru hal baik. Teks fabel juga memiliki daya tarik dari segi gambar atau alur cerita, sehingga digemari anak-anak.
Struktur Teks Fabel:
1. Orientasi
Orientasi adalah tahap awal pada teks fabel yang mencakup tokoh, latar tempat, dan waktu.
Orientasi teks fabel ini bertujuan untuk memudahkan pembaca mengetahui bagaimana isi yang ada pada teks fabel tersebut.
2. Komplikasi
Komplikasi disebut juga dengan klimaks, yang berisi tentang permasalahan apa saja yang terjadi pada penokohan pada teks fabel.
3. Resolusi
Resolusi adalah bagian dari hasil permasalahan yang berisikan tentang inti dari cerita.
4. Koda
Koda merupakan kesimpulan yang mencakup semua isi dari teks fabel.
Koda dituliskan oleh pengarang pada pesan moral tentang akhir dari cerita fabel.
Lampiran 2.
Contoh fabel
Si Kancil Dan Buaya
Alkisah, buaya dan kancil tinggal di wilayah yang sama. Sudah lama buaya mengincar kancil untuk di jadikan santapannya. Namun, kancil selalu bisa menghindari kejarannya. Ia adalah hewan yang banyak akal sehingga buaya selalu kesulitan untuk menangkapnya.
Meski selalu lolos dari kejaran buaya, namun lama-lama kancil merasa khawatir juga. Karena itu, ia pindah rumah ke daerah lain untuk menjauhi buaya. Ia tinggal dibawah sebuah pohon besar di hilir sungai. Awalnya buaya merasa bingung karena tidak melihat kancil di tempat biasanya. Maka ia pun mencarinya ke sana-kemari, bertanya kepada para hewan yang ditemuinya.
"Oh, kancil pindah ke pohon di dekat hilir sungai," kata burung kecil yang ditanya oleh buaya. Tentu saja buaya senang mendengar informasi itu. Segera saja ia pergi ke tempat yang dimaksud oleh si burung. Ia sudah tidak sabar lagi untuk memburu si kancil. Ia benar-benar merasa penasaran, ingin menikmati daging kancil yang sudah lama ia idam-idamkan. Setelah berhasil menemukan tempatnya, buaya pun pindah ke sana juga. Namun, kancil masih belum mengetahuinya.
Selama berhari-hari buaya mengawasi kancil. Ia mempelajari kebiasaan kancil seraya merancang strategi untuk menangkapnya. Dari pengamatannya itu, tahulah si buaya bahwa si kancil sering pergi ke sebuah pulau kecil yang ditumbuhi pohon-pohon apel di dekat tempat tinggal kancil. Untuk sampai ke sana, si kancil biasa menyeberang sungai dengan melompati beberapa batu besar yang ada di antara tempat tinggal kancil dengan pulau tersebut.
"Aku punya ide!" seru buaya. Ketika kancil pergi ke pulau kecil, buaya bersembunyi di balik batu di tengah sungai.
Ia menunggu kancil melompat ke batu itu.
Hari itu kancil puas memakan buah-buahan yang ada di pulau kecil. Kemudian ia pun pulang dengan riang. Ia melompat dari sisi sungai ke batu-batu untuk sampai di rumahnya. Namun
setibanya di tengah sungai, ia melihat bayangan dari batu yang hendak dilompatinya tampak Iebih tinggi dari biasanya.
Akal cerdas si kancil Segera menangkap bahwa ada sesuatu yang tidak beres. "Jangan-jangan ada buaya di balik batu itu?" batin kancil, curiga. Setelah berpikir, ia berhasil mendapat akal. Ia berteriak ke arah batu, "Hai batu!
Gimana kabarmu?"
Hening. Tidak ada jawaban. Kancil kemudian bertanya lagi. "Ada apa batu sahabatku? Biasanya kau menjawab sapaanku." "Oh, jadi biasanya batu ini berbicara?" batin Buaya yang sedang berdiam diri di batu itu.
"Kalau begitu aku harus pura-pura menjawabnya supaya kancil tidak curiga."
"Halo juga, kancil," jawab buaya.
Kancil terkikik dalam hati melihat kebodohan buaya. Lantas ia berkata, "Jadi kau ada di situ ya, Buaya? Tak kusangka, kau mengejarku sampai ke sini."
Buaya kaget. Rupanya penyamarannya sudah ketahuan. Sadarlah ia bahwa kancil telah mengakalinya. Ia benar- benar kesal dengan kebodohannya sendiri. "Ya, aku mengejarmu ke sini karena ingin memakanmu!" sahut buaya, jengkel.
"Baiklah. Kali ini kau berhasil menjebakku," jawab kancil sambil mempersiapkan siasat berikutnya. "Bukalah mulutmu lebar-lebar agar aku bisa melompat ke dalamnya." Kancil benar-benar cerdik. Ia tahu bahwa mata buaya akan tertutup saat buaya membuka mulutnya lebar-lebar. Dan sesaat setelah buaya membuka mulutnya, kancil segera melompat ke atas kepala buaya, lalu melompati batu batu lainnya dengan lincah, dan setelah tiba di tepi sungai segera memanjat pohon besar tempat tinggalnya.
Lagi-lagi selamatlah kancil dari kejaran buaya. Itu semua berkat kecerdasannya yang jauh melampaui buaya.
Sementara buaya terpaksa gigit jari karena lagi-lagi gagal menangkap kancil yang sudah lama diincarnya.
Hikmah yang bisa diambil dari Cerita Fabel Si Kancil Dan Buaya adalah Orang yang cerdas dan berpengetahuan luas akan mudah menyelesaikan masalah-masalahnya dengan baik. Sementara orang bodoh akan mudah kehilangan kesempatan-kesempatan berharga sehingga rugilah ia. Agar adik-adik semua menjadi anak yang cerdas dan berpengetahuan luas adik-adik harus banyak membaca dan belajar.