• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Sekolah : SMP Negeri 6 Satu Atap Praya Barat Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester : VII/2

Materi Pokok : Teks Fabel (KD 3.15 dan 4.15) Alokasi Waktu : 2 x Pertemuan (4 JP)

A. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompensi Dasar

Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi 3.15 Mengidentifikasi informasi

tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

3.15.1 Menguraikan ciri fabel/legenda yang dibaca

3.15.2 Menetukan jenis fabel/legenda yang dibaca

4.15 Menceritakan kembali isi fabel/

legenda daerah setempat yang dibaca/didengar.

4.16.1 Melengkapi isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca 4.16.2 Mengisahkan isi fabel/legenda

daerah setempat yang dibaca

B. Tujuan Pembelajaran

1. Peserta didik dapat menguraikan ciri fabel/legenda yang dibaca dengan rinci.

2. Peserta didik dapat menetukan jenis fabel/legenda yang dibaca dengan lengkap.

3. Peserta didik dapat melengkapi isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca setelah dirumpangkan beberapa bagian.

4. Peserta didik dapat mengisahkan kembali isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dengan suprasegmental yang tepat.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Pembukaan

1. Guru mengecek kesiapan belajar peserta didik

2. Guru memberikan apersepsi berupa penayangan film kartu “Pada Jaman Dahulu”

3. Guru menjelaskan kaitan aktivitas menonton film dengan materi yang akan dipelajari.

4. Guru membagikan bahan ajar dan lembar kerja siswa Kegiatan Inti (A)

1. Peserta didik membaca fabel yang dibagikan guru

2. Peserta didik mengidentifikasi informasi yang dimuat dalam fabel berdasarkan tabel checklist yang telah disiapkan guru pada lembar kerja

3. Berdasarkan tabel checklist, peserta didik menguraikan ciri-ciri fabel

4. Dengan langkah yang sama dengan sebelumnya, peserta didik melakukan checklist terkait dengan jenis fabel

5. Peserta didik menentukan jenis fabel berdasarkan tabel checklist.

6. Dengan dipandu guru, peserta didik menyimpulkan ciri fabel dan jenisny.

(2)

Kegiatan Inti (B)

7. Peserta didik dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok beranggotakan empat orang.

8. Setiap anggota kelompok membaca kembali fabel sebelumnya (pada langkah ini, kelompok dapat membaca fabel lain sesuai dengan kesepatakan)

9. Guru merumpangkan sebagian fabel, lalu kelompok melengkapi bagian yang dirumpangkan. Pada langkah ini, salah seorang peserta didik berlaku sebagai notulis sedang yang lain sebagai penyumbang ide dari ingatan masing-masing.

10. Selanjutnya, kelompok menceritakan kembali isi fabel yang telah ditulis dengan sistem cerita berangkai.

11. Setelah cerita berangkai selesai, guru menjelaskan dan mencontohkan cara membacakan atau menceritakan fabel yang menarik sesuai dengan unsur suprasegmental (intonasi, nada, jeda dan tempo)

12. Selanjutnya, salah seorang diminta untuk membacakan fabel kembali sesuai dengan unsur suprasegmental.

Penutup

1. Peserta didik menyimpulkan tentang ciri dan unsur pembangun fabel

2. Peserta didik menyimpulkan tentang cara membakan dongeng yang menarik 3. Peserta didik diberi penghargaan atas pencapaian belajar hari ini

4. Peserta didik diberi diberi tahu materi yang akan dipelajari selanjutnya.

D. Penilaian

Penilaian sikap : observasi Penilai pengetahuan : tes tulis Penilaian keterampilan : praktek

Mengetahui, Kepala

SMP Negeri 6 Satu Atap Praya Barat

Lalu Zulkipli, S.Pd., SD NIP 197112311994031041

Lombok Tengah, 1 Juli 2022

Guru Bidang Studi

Ramadhan, S.Pd., Gr

NIP 19890909892017081001

(3)

Bacalah fabel berikut ini

SEMUT DAN BELALANG SEMBAH

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan jumlah anggota yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera berlalu dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.

Berbeda halnya dengan seekor Belalang sembah, Belalang sembah memiliki mata yang besar dan tangan yang panjang. Mereka sering hidup di pohon-pohon seperti halnya para Semut. ketika musim dingin akan tiba Belalang sembah hanya berlatih menari. Setiap hari Belalang sembah itu hanya berlatih menari. Namun sang Belalang lupa bahwa dia harus mengumpulkan makanan untuk persiapannya menghadapi musim dingin.

Suatu hari Sang Belalang sembah menari di dekat sarang Semut. Dia menari dengan sangat anggun. Gerakan tangan dan badannya yang pelan dan lembut membuat tariannya terlihat sangat mengagumkan. Para Semut melihat Sang Belalang sembah menari, namun mereka tidak menghiraukan tarian indahnya itu karena mereka memiliki tugas yang sangat penting.

Sang Belalang yang sedang menari melihat para Semut berjalan dengan membawa makanan untuk dibawa kesarangnya. Sang Belalang sembah heran dengan apa yang dilakukan Semut lalu dia bertanya kepada salah satu Semut tentara yang sedang berjaga di dekat para Semut pekerja ,“Kenapa kalian membawa makanan yang sangat banyak itu masuk ke sarang kalian?” sang Semut menjawab “Kami melakukannya agar kami tidak kelaparan saat musim dingin tiba.” Lalu sang Belalang kaget “Musim dingin?” kata sang Belalang sembah dengan kagetnya, “Kan masih lama, lebih baik kita bersenang-senang saja dulu”, kata sang Belalang. Semut tak menghiraukan Belalang. Semut tetap tekun mengumpulkan makanan.

Musim dingin tiba. Belalang belum sempat mengumpulkan makanan karena sibuk menari. Belalang kelaparan dan lari ke rumah Semut. Ia meminta makanan kepada Semut. Semut awalnya tidak mau memberikan makanannya karena takut kehabisan.

Akan tetapi, melihat belalang lemas kelaparan, Semut tidak tega dan memberikan makanannya kepada Belalang. Belalang pun kembali bugar dan dia berjanji untuk dapat mengelola waktu dengan baik sehingga tidak berakibat buruk.

(4)

Masa depan adalah milik setiap orang. Maka setiap orang perlu menyiapkan masa depannya dengan berusaha. Bukan hanya menikmati kesenangan di masa sekarang tanpa memikirkan masa depan.

(sumber: Kemdikbud, 2017)

Kegiatan 1: Menguraikan ciri fabel

Berilah tanda √ pada kotak kecil yang sesuai dengan isi fabel

Indikator Keberadaan

Tokoh diperankan oleh …? Manusia binatang Watak tokoh binatang

menggambarkan watak manusia? Iya tidak Alur yang dikembangkan adalah …? Maju mundur

Latar yang digunakan adalah …? latar alam latar bukan alam

Berdasarkan checklist di atas, simpulkanlah ciri-ciri fabel. Kerjakan seperti pada contoh nomor 1!

1. Tokoh diperankan oleh binatang 2. ………

3. ………

4. ………

Kegiatan 1: Menentukan jenis fabel Bacalah fabel berikut

KADAL DAN KURA-KURA

Pada zaman dahulu, hiduplah seekor kura-kura. Suatu hari dia pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapurnya dengan berjalan kaki. Di pasar, kura-kura membeli bahan makanan. Setelah merasa cukup, kura-kura mengikat mengikat barang belanjaannya. Barang belanjaanya mencapai dua karung. Satu karung terdiri dari bahan bumbu dapur, dan sekarung lainnya berisi sayuran kegemarannya. Setelah dia mengikat karung-karung itu dengan tali, ia pun menyeretnya pulang.

Dalam perjalanan pulang ia melewati depan rumah Kadal. Saat itu Kadal sedang duduk-duduk santai di teras rumahnya. Dia melihat Kura-kura menyeret sekarung makanan. "Ahaa..., kini aku bisa mendapat banyak makanan!" pikir si Kadal.

(5)

Perlahan-lahan dia membuntuti si Kura-kura. Di tempat yang sepi Kadal memotong satu tali penarik karung milik Kura-kura dan karung itu dibawanya pulang. Mula-mula, kura-kura tidak tahu kalau satu karung belanjaanya sudah tidak ada lagi. Namun ketika dia menoleh ke belakang ... "Waduh, mana karungku yang satunya?" gumamnya bingung. "Belanjaanku hilang satu karung!"

Dia pun segera berbalik. Ia menelusuri kembali jalan yang tadi dilaluinya, untuk mencari karungnya barangkali putus dan tertinggal di jalanan itu. Dia menoleh ke kiri dan ke kanan, namun tak juga ditemui. Akhirnya di depan rumah Kadal, Kura-kura melihat karung belanjaannya ada di sana. Kura-kura segera menghampiri si Kadal.

"Maaf Kadal, mungkin kamu telah salah mengambil karung saya. Saya paham betul kalau ini belanjaan yang aku beli di pasar tadi!" kata Kura-kura menjelaskan.

"Oh, tidak mungkin, kamu jangan mengaku-ngaku!" kata si Kadal, "Ini bukan karungmu!. Aku tadi menemukannya di jalan, Benda ini tergeletak di jalanan. Aku mengambil dan membawanya pulang. Berarti ini miliku sekarang!" Kadal pun memasukkan karung belanjaan tersebut ke dalam rumahnya.

Beberapa hari kemudian tampak Kura-kura berjalan melalui jalan itu kembali. Dia lewat di depan rumah si Kadal. Dilihatnya Kadal sedang tertidur pulas sedangkan ekornya menjulur keluar tergeletak melintang di jalanan. Perlahan Kura-kura mendekat.

Dipegangnya ekor si Kadal erat-erat lalu ditariknya sekuat tenaga. Dan ... ekor itu pun putus. "Aduh! sakit sekali!!!" teriak si Kadal. "Hai kau apakan ekorku! Oh, rupanya kamu memutuskan ekorku yah?!!! Cepat sini!.. kembalikan ekor itu padaku!"

Dengan enteng si Kura-kura menjawab. "Tidak bisa! Ini bukan ekormu! Aku mengambilnya di jalan. Benda ini tergeletak begitu saja di jalanan. Jadi aku ambil. dan sekarang benda ini adalah punyaku, bukan punyamu!" jawab si Kura-kura sambil berlalu. Sementara si Kadal hanya bengong sambil sesekali melihat pantatnya yang tampak lucu tanpa ekor. Dia kini paham dengan apa yang barusan di lakukan si Kura- kura. Rupanya si Kura-kura ingin memberi pelajaran berharga tentang perilaku dalam kehidupan. Si kadal lalu berjanji dalam hati, kalau dia tidak akan mengulangi kesalahannya lagi, mengambil barang yang bukan haknya.

(sumber: ceritadongeng-indonesia.blogspot.com dengan beberapa perubahan)

Bandingkanlah kedua fabel di atas, lalu berilah tanda √ pada bagian yang sesuai dengan isi fabel

Fabel 1 Semut dan Belalang Sembah Unsur Pembangun

fabel

Keberadaan

Watak tokoh alami adaptasi

Latar sesuai dengan habitat asli tidak sesuai dengan habitat asli Koda Diakhiri dengan koda Diakhiri dengan tanpa koda Fabel 2: Kura-kura dan Kadal

(6)

Unsur Pembangun fabel

Keberadaan

Watak tokoh alami adaptasi

Latar sesuai dengan habitat asli tidak sesuai dengan habitat asli Koda Diakhiri dengan koda Diakhiri dengan tanpa koda

Berdasarkan checklist di atas, simpulkanlah jenis fabel sesuai dengan isinya.

Kerjakanlah seperti pada contoh nomor 1!

Jenis fabel

1. Berdasarkan watak tokoh, fabel dibedakan menjadi dua yaitu fabel alami dan fabel adaptasi.

2. ………..

3. ………..

Kegiatan 3: Melengkapi isi fabel

1. Bentuklah kelompok yang terdiri dari empat anggota 2. Bacalah kembali salah satu fabel sebelumnya

3. Ceritakan kembali sesuai dengan bahasa sendiri/kelompok

4. Salah seorang sebagai notulis, sedangkan yang lain sebagai penyumbang ide dari cerita yang diingat

5. Kerjakan dengan menlanjutkan salah satu fabel berikut

Fabel A: Semut dan Belalang Sembah

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan jumlah anggota yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari daun- daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka keluarkan dari mulutnya………..

………

………

………

Fabel B: Kadal dan Kura-kura

Pada zaman dahulu, hiduplah seekor kura-kura. Suatu hari dia pergi ke pasar untuk membeli kebutuhan dapurnya dengan berjalan kaki. Di pasar, kura-kura membeli bahan makanan. Setelah merasa cukup, kura-kura mengikat mengikat barang belanjaannya.

(7)

………

………

……….

Kegiatan 4: Menceritakan kembali isi fabel

Pada kegiatan ini, silakan ceritakan kembali fabel yang telah ditulis sebelumnya (pada kegiatan 3) dengan cara melakukan cerita berangkai dengan kelompok masing-masing.

Referensi

Dokumen terkait

Penyakit bronkitis kronik juga diawali dengan kebiasaan merokok, sehingga pekerja pekerja yang merokok lebih berisiko terkena penyakit bronkitis kronik dibandingkan dengan pekerja

PENYELIDIKAN TERKEHADAPAN DAN JARINGAN INDUSTRI & MASYARAKAT IPSAS (Baharu) melalui program fokus yang berencana dan promosi dengan pelbagai pihak, menggunakan pelbagai

Dari permasalah yang sudah dibahas, pengambilan keputusan untuk memberikan beasiswa kepada siswa yang kurang mampu dan siswa yang berprestasi dapat di bantu dengan adanya

Menurut konsep pemasaran berhasilnya suatu perusahaan apabila perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik, hal ini menunjukkan bahwa

Sulawesi Tengah. 5) Peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur, jenis, dan

Selain mengkritik emotikon dari media sosial “Line” terkait dengan bentuknya yang tidak sesuai dengan kebudaayan, mahasiswa semester dua juga berpendapat bahwa

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas hidayat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “PENGARUH CELEBRITY

sedang dilakukan dengan cara merumuskan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang baru, sanksi pidana pemiskinan ini memiliki peluang untuk diikut sertakan dalam upaya