LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
RESORT HOTEL DI KLUNGKUNG
Oleh :
I MADE DARMA
1204205007
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR
Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur
Periode Februari 2016
RESORT HOTEL DI KLUNGKUNG
Oleh :
I MADE DARMA
1204205007
Dosen Pembimbing:
1. Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi.
2. Ir. I Nyoman Sudiarta
UNIVERSITAS UDAYANA
FAKULTAS TEKNIK
JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)
1
BAB I
PENDAHULUAN
Pada Bab I ini akan diuraikan alasan pemilihan judul pada latar belakang yang dilengkapi juga dengan fakta-fakta pendukungnya, rumusan masalah, tujuan, dan metode penelitian yang digunakan.
1.1 LATAR BELAKANG
Bali merupakan daerah tujuan pariwisata yang sudah dikenal di mata dunia. Hampir di setiap daerah di Bali memiliki potensi di bidang pariwisata. Sektor pariwisata merupakan sumber pendapatan terbesar bagi daerah Bali, sehingga sektor pariwisata diprioritaskan untuk dilakukan pengembangan secara berlanjut dengan menggali potensi- potensi yang dimiliki masing-masing daerah kabupaten yang ada di Bali. Salah satunya adalah pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Klungkung.
2
monumen, dan wisata seni budaya seperti kain songket dan wayang kamasan. Selain objek tersebut di daerah Klungkung juga masih memiliki banyak potensi yang belum dikembangkan. Contohnya potensi alam yang ada di Pasca Galian C. Daerah ini memiliki potensi alam yang cukup bagus seperti pemandangannya, suasananya yang masih sepi dan terdapat danau-danau kecil bekas galian yang bisa dimanfaatkan sebagai wisata air.
Perkembangan pariwisata di Kabupaten Klungkung dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tercatat di Dinas Pariwisata Daerah Provensi Bali perkembangan kedatangan wisatawan ke Klungkung dari tahun 2012-2014 naik 15,9 %. Namun disisi lain jumlah kunjungan wisatawan di Klungkung kurang sebanding dengan akomodasi pariwisata yang tersedia. Akomodasi yang dimaksud adalah tempat peristirahatan seperti perhotelan atau penginapan. Harusnya dengan peningkatan jumlah wisatawan yang berkunjung dibarengi dengan peningkatan jumlah akomodasinya. Tercatat di Klungkung hanya terdapat 2 hotel bintang 3, dan 3 hotel bintang 2 pada tahun 2014. Sehingga perlu adanya pengadaan perhotelan di Kabupaten Klungkung yang dapat membantu menjadi daya tarik dan mengakomodasi wisatawan.
3
Pada balipost.com tanggal 30 Oktober 2014, Bupati Klungkung Wayan Suwirta serius ingin mengembangkan potensi pariwisata yang ada di areal Pasca Galian C. Menurut Metrobali.com tanggal 3 Juli 2015, Klungkung sedang membuka diri untuk investor yang mau berinvestasi membuka kawasan wisata di daerah-daerah yang diperuntukkan sebagai kawasan wisata. Menurut BeritaBali.com tanggal 15 Oktober 2015, Pemkab Klungkung telah melakukan
inventarisir kepemilikan lahan Galian C yang di dalamnya berisi tentang pendataan lahan Pasca Galian C dengan 1.059 pemilik dan perencanaan normalisasi alur sungai arahan dari pemerintah pusat. Dari beberapa informasi di atas dapat disimpulkan bahwa pemerintah Kabupaten Klungkung serius dalam pengembangan sektor pariwisatanya.
Untuk mengatasi peningkatan jumlah wisatawan dan kurangnya akomodasi wisata di Kabupaten Klungkung maka pemilihan perencanaan hotel di Klungkung ini cukup tepat. Disamping itu pemerintah juga mendukung adanya pengembangan sektor pariwisata. Dilihat dari sedikitnya jumlah hotel berbintang yang ada di Klungkung diperlukan trobosan baru yang lebih bagus dan lebih mengundang daya tarik wisatawan. Misalnya membangun sebuah resort hotel, karena Kabupaten Klungkung memiliki potensi yang cukup untuk di bangun hotel sekelas resort hotel. Pada program master plan kawasan wisata di Pasca Galian C terdapat plot perhotelan yang bisa dimanfaatkan sebagai lokasi resort hotel. Banyak potensi alam yang ada di daerah Pasca Galian C yang dapat menjadi daya tarik hotel yang direncanakan. Daya Tarik tersebut seperti pemandangan pantai, perbukitan, dan kawasan sungai Unda. Selain itu daerah ini jauh dari hiruk pikuk perkotaan, sehingga memiliki suasana yang tenang dan masih alami.
4 1.2 RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang di atas yang melandasi dasar pemikiran, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Apakah di Klungkung membutuhkan hotel sekelas resort ? 2. Apakah yang menjadi tema dari resort hotel yang direncanakan ?
3. Apa saja yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan resort hotel pada Master Plan Pasca Galian C ?
4. Bagaimana program perencanaan dan perancangan sarana dan prasarana agar dapat menampung seluruh aktifitas dan civitas dalam sebuah resort hotel ? 5. Bagaimana konsep perancangan tapak, bangunan, struktur, dan utilitas dalam
perancangan bangunan resort hotel ?
1.3 TUJUAN
Adapun tujuan dari penulisan laporan ini adalah merencanakan dan membuat landasan konsepsual dalam perancangan resort hotel yang di dalamnya terdapat penentuan program ruang dan tapak sesuai dengan persyaratan yang mampu mewadahi aktifitas dan civitas di dalamnya, dan juga konsep perencanaan tapak dan bangunan yang akan diterapkan pada resort hotel.
1.4 METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan langkah atau cara ilmiah untuk mendapatkan data, mengolah data dengan tujuan dan kegunaan tertentu, Sevilla (1993:40). Dalam penulisan tugas akhir “Resort Hotel” ini menggunakan beberapa langkah penelitian yaitu, teknik pengumpulan data, teknik pembahasan, dan teknik penyimpulan. Berikut adalah penjelasan tiga langkah proses penelitian tersebut.
1.4.1 Teknik Pengumpulan data
Dalam teknik pengumpulan data, data yang diperoleh dapat dibedakan menjadi 2 (dua) berdasarkan sumber datanya, yaitu :
1. Data Primer
Merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya. Beberapa cara yang dilakukan dalam memperoleh data primer ini, antara lain :
5
Menurut Sangadji (2010. 28) wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang diperoleh dengan mengadakan tanya jawab (wawancara) langsung dengan responden atau pihak-pihak yang berkompeten untuk memberikan informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan judul. Wawancara dilakukan dengan pihak Bappeda Klungkung untuk mendapatkan informasi mengenai perencanaan alih fungsi lahan Pasca Galian C. Wawancara juga dilakukan pada saat mencari informasi untuk tinjauan objek sejenis dengan pihak yang berkaiatan dengan pengelolaan resort yang ditinjau.
Observasi
Menurut Metode F.C., Dane (2000) survey merupakan cara penelitian dengan mengumpulkan data pada saat tertentu mengutamakan pengamatan (observasi) terhadap gejala, peristiwa dan kondisi aktual di masa sekarang pada suatu objek. Observasi digunakan pada tinjauan objek sejenis dan pemrograman tapak. Observasi dilakukan di Waka Gangga Resort, Royal Pitha Maha Resort, dan Bulgari Resort untuk mendapatkan informasi dan data untuk tinjauan objek sejenis. Observasi juga dilakukan pada lahan Pasca Galian C Klungkung untuk mengetahui bagaimana kondisi dan suasana tapak di daerah tersebut sehingga mempermudah penentuan konsep rancangan.
2. Data Sekunder
Data skunder merupakan data yang diperoleh tidak secara langsung dari sumbernya dan telah dikumpulkan atau dibuat oleh pihak lain. Namun masih memiliki relevansi dengan kajian yaitu studi relevansi. Dengan mencari dan menemukan literatur yang relevan dengan permasalahan yang diangkat, dapat berupa buku-buku, hasil-hasil penelitian, majalah, koran, media internet. Data sekunder digunakan untuk melengkapi literatur pada pemahaman, studi pengadaan resort hotel dan pemrograman ruang pada perencanaan resort hotel.
1.4.2 Teknik Pembahasan
A. Deduksi-Induksi
6
validasi teori atau pengujian aplikasi teori pada keadaan tertentu. Sedangkan induksi mengembangkan teori atau hipotesis melalui pengungkapan fakta.
Teknik pembahasan deduksi digunakan pada menentukan latar belakang, studi pengadaan resort hotel dan pemrograman. Sedangkan pembahasan induksi digunakan pada penentuan tema dan pembuatan konsep rancangan.
B. Analisis
Data yang sudah diperoleh dianalisis dengan cara memecahnya menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil untuk mengetahui sebab dan akibatnya. Data yang telah diuraikan dikumpulkan berdasarkan kebutuhan dalam penarikan kesimpulan. Menurut E.G. Carmines & R.A. Zeller (2006), Sangadji (2010. 30) teknik analisa ini dibagi menjadi 2 yaitu, kualitatif dan kuantitatif. Berikut penjabarannya:
1. Kualitatif, merupakan data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung atau angka yang dirumuskan. Penelitian kualitatif merupakan suatu proses penyelidikan, yang menggabungkan data-data utama dan sekaligus data tambahannya. Analisa data melalui proses deskriptif dan kemudian diteransformasikan ke dalam sekala yang mudah dimengerti, seperti dalam bentuk diagram dan sekema. Data kualitatif digunakan pada latar belakang, penentuan letak resort hotel, program fungsional, program perfomansi, dan konsep perancangan resort hotel.
2. Kuantitatif, merupakan analisis terhadap semua data yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka-angka, kuantitatif bersifat penilaian obyektif terhadap suatu masalah, pengambilan keputusan menggunakan model matematika dengan menghitung dan menjabarkan tabel atau diagram. Data kuantitatif digunakan pada jumlah peningkatan pariwisata Kabupaten Klungkung, jumlah kebutuhan ruang, kebutuhan tapak dan perhitungan program arsitektural resort hotel.
1.4.3 Teknik Penyimpulan
7
8
BAB II
PEMAHAMAN TERHADAP RESORT HOTEL
Pada Bab II ini akan dijabarkan mengenai pemahaman yang berkaitan dengan perancangan resort hotel, selain itu disertakan pula tentang beberapa hasil kajian terhadap fasilitas sejenis. Berdasarkan tinjauan tersebut maka dirumuskan mengenai spesifikasi umum resort hotel yang diperoleh dari hasil teori literatur dan kajian terhadap fasilitas sejenis.
2.1 Tinjauan Umum Hotel
Pengertian Hotel menurut SK Menparpostel Nomor KM 94/ HK 103/MPPT 1987 hotel adalah suatu jenis akomodasi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyediakan jasa pelayanan penginapan, makan dan minum serta jasa lainnya bagi umum, yang dikelola secara komersial. Arif (2005: 89). Pengertian Hotel menurut Kamus Pariwisata dan Perhotelan, hotel adalah suatu bentuk usaha yang menyediakan/ menyewakan jasa akomodasi, konsumsi, dan rekreasi yang dikelola secara professional. Soenarno (1995: 92)
9 2.1.1Klasifikasi Hotel
Sebuah hotel memiliki jenis dan klasifikasi yang berbeda-beda berdasarkan ukuran penelitian tertentu. Penilaian tersebut berkaitan dengan jenis fasilitas, kebutuhan luas (lingkup operasinya) sehingga hotel diklasifikasikan menjadi beberapa jenis misalnya, dilihat dari pelayanan, lamanya tamu menginap, menurut jumlah kamar, dan juga lokasinya. Menurut Arif (2005 : 78) klasifikasi hotel dapat dikelompokkan dalam beberapa kreteria antara lain :
A. Pengelompokan Hotel Menurut Jumlah Kamar. Arif (2005 : 79)
1. Small Size Hotel, merupakan hotel dengan jumlah kamar yang sedikit (maksimal terdapat 25 kamar).
2. Small Average Size Hotel, merupakan hotel dengan jumlah kamar cukup banyak (terdapat 26-99 kamar).
3. Medium Average Hotel, merupakan hotel dengan jumlah kamar yang sedang menengah (sekitar 100-299 kamar).
4. Large Size Hotel, merupakan hotel dengan jumlah kamar yang besar (jumlah minimum 300-3000 kamar).
B. Pengelompokan Hotel Menurut Lokasi. Arif (2005 : 81)
1. City Hotel, dilihat dari namanya hotel ini terletak di perkotaan dan biasanya ditujukan untuk pengunjung dengan tujuan bisnis atau dinas.
2. Down Town Hotel, biasanya terletak di dekat pusat perdangan dan perbelanjaan. Hotel ini sering ditujukan untuk pengunjung yang ingin berwisata belanja. 3. Suburban Hotel/ Motel, biasanya terletak di pinggiran kota ditujukan untuk
pengunjung yang menginap dalam waktu singkat/bertransit.
4. Resort Hotel, merupakan hotel yang dibangun di dekat daerah yang memiliki objek wisata dengan tujuan sebagai fasilitas akomodasi dari suatu aktivitas wisata tersebut.
5. Mountain Hotel, berlokasi di daerah pegunungan seperti namanya dan pegunungan sebagai daya tarik hotel tersebut.
6. Beach Hotel, berlokasi di dekat pantai, pantai sebagai daya tarik hotel tersebut. 7. Highway Hotel, berlokasi ditepi jalan bebas hambatan dan biasanya
10
8. Airport Hotel, berlokasi dekat dengan lapangan terbang, biasanya ditujukan untuk pengunjung yang baru melakukan penerbangan.
C. Hotel Menurut Lama Tamu Menginap. Arif (2005 : 83)
1. Residential Hotel, merupakan jenis hotel dengan waktu kunjungan 1 bulan sampai 1 tahun. Hotel ini pada umumnya dilengkapi dengan fasilitas seperti fasilitas kehidupan sehari-hari, seperti fasilitas belanja, kebugaran, dan rekreasi. 2. Semiresidental Hotel, merupakan jenis hotel yang memiliki waktu inap mingguan 7 sampai 30 hari. Hotel ini biasanya memiliki fasilitas kebugaran (spa, jogging track, kolam renang) dan fasilitas rekreasi (restoran, taman bermain, penyewaan kendaraan dan lain-lain)
3. Transit Hotel, merupakan jenis hotel yang memiliki waktu inap singkat/harian kurang dari 24 jam sampai 3 malam. Hotel ini biasanya memiliki fasilitas
laundry, restoran dan agen perjalanan.
2.1.2 Klasifikasi Hotel Berbintang
Berdasarkan ukuran penilaian tertentu maka hotel dikelompokkan dalam beberapa jenis hotel berbintang. Pengelompokkan hotel berbintang juga berdasarkan kriteria menurut kebutuhannya dan fasilitas yang disediakan di dalamnya. Menurut Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. PM.10/PW. 301/Pdb – 77 sejak tahun 1977 tentang usaha dan klasifikasi hotel. Ditetapkan bahwa penilaian klasifikasi hotel secara minimum didasarkan pada fasilitas yang tersedia, jumlah kamar yang tersedia, peralatan yang tersedia, dan juga mutu pelayanan yang dimiliki. (Arif. 2005 : 86)
Berdasarkan pada penilaian tersebut, hotel-hotel di Indonesia kemudian digolongkan ke dalam 5 (lima) kelas hotel, yaitu:
11
Hotel-hotel berbintang ini memiliki perbedaan satu sama lainnya. Berikut merupakan beberapa pengertian dari jenis hotel berbintang 3,4 dan 5 pada web jenishotel.info/klasifikasi-hotel-berdasarkan-bintang:
1. Hotel Bintang Tiga (***)
Hotel bintang tiga merupakan hotel yang berukuran lumayan besar dan biasanya lokasinya dekat tol, pusat bisnis dan daerah perbelanjaan, dengan menawarkan pelayanan terbaik. Para karyawan hotel ini terlihat rapi dan professional, berikut kriterianya:
a) Kamar standar minimum 30 kamar b) Terdapat minimum 2 kamar suite
c) Memiliki kamar mandi di dalam
d) Memiliki luas kamar standar, minimum 24 m2
e) Memiliki luas suite minimum 48 m2 f) Memiliki Sarana rekreasi dan olah raga g) Kamar dilengkapi dengan AC
h) Tersedia restoran yang menawarkan hidangan diatas rata-rata pada saat sarapan, makan siang dan makan malam.
i) Memiliki bar
j) Memiliki valetparking 2. Hotel Bintang Empat (****)
Hotel bintang empat merupakan hotel yang sudah cukup berkelas dengan pelayanan yang ditawarkannya. Hotel ini juga menyediakan informasi tentang pariwisata di sekitar hotel. Hotel ini memiliki bangunan yang cukup besar dekat dengan pusat perbelanjaan, restoran dan hiburan, berikut kriterianya:
a) Memiliki jumlah kamar standar minimum 50 kamar b) Memiliki minimum 3 kamar suite
c) Memiliki kamar mandi di dalam
d) Luas pada kamar standar minimum 24 m2
e) Luas pada kamar suite minimum 48 m2
12
g) Tersedia restoran yang menawarkan hidangan diatas rata-rata pada saat sarapan, makan siang dan makan malam.
h) Memiliki bar, memiliki sarana rekereasi, memiliki pusat kebugaran dan spa, memiliki toilet umum, memiliki valet parking
3. Hotel Bintang Lima (*****)
Hotel berbintang lima Hotel merupakan hotel termewah dengan berbagai fasilitas tambahan serta pelayanan yang disediakan. Hotel ini mengutamakan kenyaman para tamu yang berkunjung. Adapun kriteria hotel ini yaitu:
a) Jumlah kamar standar minimum 100 kamar b) Terdapat minimum 4 kamar suite
c) Memiliki kamar mandi pribadi didalam kamar d) Luas kamar standar minimum 26 m2
e) Luas kamar suite minimum 52 m2
f) Tempat tidur dan perabot didalam kamar kualitas no.1
i) Terdapat restoran dengan layanan antar ke kamar selama 24 jam dalam seminggu.
j) Memiliki bar, memiliki sarana rekereasi, memiliki pusat kebugaran dan spa, memiliki toilet umum, memiliki valet parking
Pada tahun 1978-2001, penggolongan kelas hotel berbintang 1 sampai 5 lebih mengarah ke aspek bangunannya seperti luas bangunan, jumlah kamar dan fasilitas penunjang hotel dengan bobot penilaian yang tinggi. Terakhir pada tahun 2013 Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. KM 3/HK 001/MKP 02 dirubah lagi menjadi Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.53/HM.001/MPEK/2013. Isi keputusan tersebut tentang penggolongan hotel, bobot penilaian aspek mutu pelayanan lebih tinggi dibandingkan dengan aspek fasilitas bangunannya.
2.1.3 Tipe-Tipe Kamar Hotel
13
A. Standard Room (Std)
Standard Room merupakan jenis kamar yang paling murah di sebuah hotel.
standard room ada yang satu ranjang king-size, double dengan 2 ranjang queen-size. Kamar standar memiliki fasilitas yang paling dasar, biasanya sebuah televisi, pembuat kopi, telepon, meja, kloset dan kamar mandi. Fasilitas tambahannya juga tergantung dari hotel tersebut. Tentunya hotel bintang 2 dengan hotel bintang 5 memiliki fasilitas standar yang berbeda. Tapi memang standard room merupakan kamar paling murah dari suatu hotel.
B. Superior Room (Sup) / Premium Room
Superior Room ini memiliki definisi yang berbeda-beda di setiap hotel. Terkadang merupakan kamar standard dengan ukuran dan fasiltias yang lebih. Terkadang kamar ini merujuk ke kamar khusus dengan pemandangan atau lokasi yang lebih baik. Biasanya dikenal juga dengan nama premium room.
C. Deluxe Room (Dlx)
Deluxe Room merupakan kamar dengan kelas menengah. pada desainnya terlihat lebih berkelas baik dari penampilan, ukuran dan lokasinya. Akan tetapi, dalam beberapa hotel terkadang kamar tipe deluxe dikategorikan di bawah kamar tipe superior.
D. Junior Suite Room (Jrste) / Studio (Stu)
Kamar ini merupakan kamar dengan kelas yang mahal, biasanya terdiri dari ruangan besar yang dimana ruang tidur dan ruang duduk (seating area) terpisah. Kamar tipe junior suite bisa di bilang sama dengan kamar tipe studio. Hanya saja ukuran kamar tipe studio lebih besar karena adanya tambahan dapur dan fasilitas memasak di dalamnya, dan harganya-pun terkadang lebih mahal daripada kamar tipe suite.
E. Suite Room (Ste)
Kamar Tipe Suite Room merupakan kamar dengan kelas paling atas, tipe ini mirip dengan apartemen kecil di dalam sebuah hotel. Kamar ini memiliki ukuran yang jauh melebihi ukuran standard, di dalamnya terdapat ruang tidur, ruang tamu dan ruang memasaknya sendiri. Biasanya kamar ini digunakan oleh orang-orang bisnis dan keluarga yang tinggal di hotel untuk periode yang agak lebih lama.
14 Presidential Suite merupakan kamar yang lebih luas dari suite room. Biasanya dikenal juga dengan nama penthouse yang dimana merupakan lantai teratas dari hotel. Kamar ini memiliki ruangan yang lebih besar, pemandangan dan perlengkapan terbaik yang ditawarkan sebuah hotel dan merupakan kamar termahal dari suatu hotel.
2.1.4 Pengertian Resort Hotel
Pengertian resort menurut para ahli:
- Menurut Dirjen Pariwisata, Pariwisata Tanah air Indonesia, hal. 13, November, 1988, Resort adalah suatu perubahan tempat tinggal untuk sementara bagi seseorang di luar tempat tinggalnya dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kesegaran jiwa dan raga serta hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga dikaitkan dengan kepentingan yang berhubungan dengan kegiatan olah raga, kesehatan, konvensi, keagamaan serta keperluan usaha lainnya. Maulana (2010: 8)
- Menurut A.S. Hornby, Oxford Leaner’s Dictionary of Current English, Oxford
University Press, 1974, Resort adalah tempat wisata atau rekreasi yang sering dikunjungi orang dimana pengunjung datang untuk menikmati potensi alamnya. Maulana (2010: 8)
- Menurut Nyoman.S. Pendit. Ilmu Pariwisata, Jakarta: Akademi Pariwisata Trisakti, 1999, Resort adalah sebuah tempat menginap dimana mempunyai fasilitas khusus untuk kegiatan bersantai dan berolah raga seperti tennis, golf, spa, tracking, dan jogging, bagian concierge berpengalaman dan mengetahui betul lingkungan resort, bila ada tamu yang mau hitch-hiking berkeliling sambil menikmati keindahan alam sekitar resort ini. Maulana (2010: 8)
Dari pendapat para ahli dapat disimpulkan resort sebagai suatu akomodasi wisata yang berupa tempat peristirahatan yang di dalamnya menyediakan fasilitas wisata dan juga rekrasi. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota dan memiliki potensi alam yang bagus.
Resort Hotel dapat didefinisikan sebagai hotel yang terletak dikawasan wisata, dimana sebagian pengunjung yang menginap tidak melakukan kegiatan usaha. Umumnya terletak cukup jauh dari pusat kota sekaligus difungsikan sebagai tempat peristirahatan dan menyediakan fasilitas untuk berlibur, rekreasi dan olah raga. Berbagai macam objek wisata yang ada mempengaruhi variasi hotel resort yang ada.
2.1.5 Jenis Resort Hotel
15
A. Beach resort hotel, terletak di daerah pantai dan menggunkan potensi pantai sebagai daya tariknya.
B. Mountain resort hotel, terletak di daerah pegunungan yang menawarkan pemandangan dan fasilitas yang bersifat natural sebagai daya tariknya.
C. Health resort and spa, resort ini dibangun di daerah yang memiliki potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana penyehatan dan kebugaran.
D. All suite-hotels, merupakan golongan resort mewah yang berkelas. Pada kamar yang disewakan dalam hotel tersebut tergolong dalam kelas suite.
E. Sight-seeing resort hotel, terletak di daerah yang memiliki potensi khusus atau tempat menarik seperti pusat perbelanjaan, tempat hiburan dan potensi lainnya.
2.1.6 Persyaratan Resort Hotel
Resort hotel merupakan akomodasi perhotelan yang cukup besar cakupannya dari pelayanan, fasilitas yang ditawarkan, dan bagaimana desain resort hotel tersebut. Resort cenderung memiliki persyaratan tersendiri berbeda dari jenihotel lainnya. Menurut Addy Sumoharjo pada webnya addyarchy07.blogspot.co.id terdapat beberpa kecenderungan persyaratan resort hotel lain:
A. Kriteria Umum Hotel Resort
1. Lokasi hotel yang strategis yaitu mudah dicapai, terhindar dari pencemaran lingkungan, kebisingan, bau tidak enak, debu asap, serangga, dan binatang pengerat. Sehingga nantinya suasana resort yang diinginkan bisa menjadi nyaman dan indah.
2. Bangunan hotel memenuhi persyaratan perizinan sesuai dengan peraturan pemerintah yang berlaku.
3. Untuk unit kamar tidur, jumlah kamar minimal 100 buah. Semua kamar di desain sesuai dengan standar-standar kamar hotel yang telah di tentukan sebelumnya.
4. Orientasi bangunan menghadap pemandangan (view) berupa suasana lingkungan seperti sungai, pantai, danau, gunung, atau bangunan-bangunan bersejarah tergantung jenis hotel resort.
16
6. Pengelompokan fasilitas-fasilitas dan kegiatan wisata. Pengelompokan ini bertujuan untuk menciptakan kemudahan bagi pengunjung dan perencana infrastruktur dalam penzoningan yang baik, karena adanya perbedaan antara masing-masing dari kelompok fasilitas tersebut.
7. Akses ke lingkungan hotel dibatasi untuk mengurangi kemungkinan terjadinya masalah-masalah lalu lintas kendaraan. Resort hotel biasanya memiliki satu atau dua jalan masuk (access point) sudah cukup, ditambah satu jalan terpisah untuk kendaraan servis jika diperlakukan.
8. Terdapat fasilitas olahraga dan rekreasi seperti, kolam renang, area bermain anak (children playground), gym, dan pertokoan. Sedangkan jenis sarana olahraga dan rekreasi lainnya merupakan pilihan dari: tennis, bowling, golf, sauna, billiard, dan jogging.
9. Terdapat zona pembatas resort, pembatas ini bertujuan untuk mebatasi lingkungan atau daerah-daerah di dalam resort yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan dalam hotel dapat menggangu lingkungan sekitarnya.
B. Kegiatan dan Fasilitas Hotel Resort
Hotel resort harus dilengkapi dengan fasilitas yang mampu mengantisipasi tujuan wisatawan yang datang menginap, berlibur, dan berekreasi. Fasilitas yang disediakan antara lain :
1. Fasilitas utama yaitu tempat peristirahatan
2. Fasilitas penunjang seperti: shoping arcade, klinik kesehatan hotel, salon money changer dan barbershop, taman baca, dan lain-lain.
3. Fasilitas makan dan minum seperti restoran, bar, poolbar, dan lain-lain.
4. Fasilitas rekreasi seperti: lapangan olahraga (tennis, volley ball, dan lain-lain), fasilitas olahraga air (kolam renang, menyelam/diving, surfing, ski air, perahu layar, dan lain-lain), dan fasilitas kebugaran.
C. Organisasi Hotel Resort
17
dan tugas serta tanggung jawabnya. Bertolak dari fungsi dan tugas karyawan hotel inilah, maka karyawan hotel terbagi atas dua bagian. Bagian tertinggi adalah kelompok eksekutif (pimpinan) yang terdiri dari general manager, eksekutif secretary, eksekutif asistent manager dan kepala–kepala departemen yang semuanya bertugas mengatur operasional hotel. Bagian kedua adalah unit-unit kerja (departemen) yang terbagi menurut masing-masing devisi pekerjaan. Jumlah dan jenis departemen pada setiap hotel dapat berbeda antara satu dengan lainnya yang disebabkan oleh perbedaan tipe/jenis hotel maupun sistem manajemen hotel. Berikut adalah Skema Organisasi Pengelolaan Resort Hotel:
2.2
Tinjauan Objek Sejenis2.2.1 Waka Gangga Boutique Resort - Waka Hotel & Resorts
Waka Gangga Resort merupakan sebuah resort yang terletak di Kabupaten Tabanan, Jalan Yeh Gangga, Desa Sudimara. Resort ini kelilingi oleh lahan persawahan dan juga berbatasan dengan pantai. Waka Gangga Resort berdiri di atas lahan dengan total luas keseluruhan mencapai 31.000 m2. Waka Gangga memiliki 27 Resort Villas dan 15 kolam renang pribadi di dalamnya. Berdekatan dengan Resort, akan dibangun 11 Waka Residences yang semuanya dilengkapi dengan kolam renang pribadi. Berikut adalah skema hubungan ruang Resort Waka Gangga
Gambar 2.1 dansite plan Resort Waka Gangga ini pada Gambar 2.2.
Gambar 2.1 : Sirkulasi Ruang Waka Gangga Resort
ENTERANCE LOBBY
SPA, GYM
RESTORAN
VILLA
RESIDENCE
OFFICE
pegawai
18 Bangunan pada Waka Gangga Resort ini dirancang oleh arsitek dari Sian Architect Bali yaitu, Ketut Siandana. Rancangan dari resort ini memiliki kekhasan pada desainnya yang menggunakan bentuk melingkar dan spiral. Untuk landscape -nya dirancang oleh John Pettigrew. Lanscape-nya membawa unsur sawah ke dalam desain landscape resort yang mampu kesan kealamian semakin tercipta pada resort. Berikut adalah beberapa bagian bangunan dari resort ini.
RESTORAN
SPA, GYM
OFFICE
VILLA
RESIDENCE
LOBBY
19 1. Villa Pada Waka Gangga
Waka Gangga resort memiliki beberapa jenis villa dengan arsitektur yang menarik, dimana terasnya terbuka untuk melihat pemandangan laut atau pegunungan yang memungkinkan. Villa-villa ini memiliki teras taman atau kolam renang pribadi. Didekorasi dengan gaya klasik, perpaduan unsur tradisional dan pedesaan dengan pemandangan yang indah. Luas lahan untuk satu villa 300 m2 dan
bangunannya 120 m2. Menurut management Waka Gangga Resort ada beberapa
tipe-tipenya villa antara lain: 1.Pemandangan kebun villa 2.Pemandangan laut Villa
3.Villa dengan pemandangan taman kolam renang 4.Villa dengan kolam renang view laut
Berikut adalah contoh Villa Waka Gangga pada Gambar 2.3 dan Gambar 2.4.
Setiap villa dibangun lebih dari 100 meter persegi hingga 400 meter persegi. Kamar tidur dilengkapi dengan double bed dengan sebuah sofa yang menghadap jendela yang dapat dapat melihat view pantai. Pada Halamannya terdapat bangunan bale yang beratap jerami dan dilengkapi kursi dan meja untuk bersantai dan juga kolam renang pribadi.
2. Assembly Point (Lobby)
Bangunan lobby ini dibuat cukup menarik dengan memadukan bentuk tradisional dengan bentuk modern. Di bagian lobby denahnya dibuat bentuk melingkar dengan atap ekspose yang tinggi. Terdapat 5 ruangan dari barat yaitu,
Gambar 2.4 : Ekterior Villa Waka Gangga Resort
Gambar 2.3: Denah Villa Waka Gangga
20 meeting room, gallery, receptions, office, gm office dengan luas total ruang lobby ini 140 m2. Berikut adalah Lobby Waka Gangga Resort pada Gambar 2.5 dan
Gambar 2.6.
3. Spa Room
Spa room merupakan salah satu fasilitas yang disediakan di resort ini untuk memanjakan para tamu yang ingin berileksasi. Bangunan ini dibuat mirip dengan
lobby namun bangunan ini berbeda pada ruangan dan bentuk denahnya. Bangunan ini dikelilingi kolam ikan yang membuat bangunan ini menjadi lebih lebih bersentuhan dengan alam. Terdapat 5 ruangan dari barat yaitu, 2 treatment room, receptions, kitchen spa, gym, hair dresser dan ruang transisi. Luas ruang spa dan gym ini adalah 240 m2. Berikut adalah ruang Spa Waka Gangga Resort pada
Gambar 2.7, Gambar 2.8 dan Gambar 2.9.
Gambar 2.7 : Denah Spa Waka Gangga
Sumber : Management Waka Gangga
Gambar 2.6 : Eksterior Lobby Waka Gangga Resort
Gambar 2.5 : Denah Lobby Waka Gangga
Sumber : Management Waka Gangga
21
4. Restaurant and Kitchen
Pada restorannya dibuat semi terbuka dengan kaca lipat bersar di setiap sisinya sebagagi pembatas dengan ruang luar. Terdapat hiasan kayu bekas yang disusun acak pada bagian depan dan belakangnya. Terdapat rooftop di atas kitchen. Bangunan ini memiliki view langsung dengan laut. Bangunan ini memakai struktur kayu.
Dapur dari restoran ini berada di bagian bawah restoran, karena bersifat privasi dan agar tercipta kenyamanan bagi para tamu karena dapur identik dengan kotor. Dapur ini menggunakan struktur beton bertulang dengan atap dak karena di atasnya terdapat restoran dan di bagian pondasinya memakai pondasi telapak. Berikut adalah Restoran Waka Gangga pada Gambar 2.10 dan Gambar 2.11
5. Employee Office
Office ini merupakan tempat untuk para pegawai beristirahat atau tempat menyimpan barang. Bangunan ini berada di timur dari kawasan villa tepatnya di belakang enterance. Bangunan ini dibuat dengan struktur beton dengan atap dak. Ruan-ruang employee office yaitu: director personal, server, stasionary storage,
Gambar 2.10 : Eksterior Resaurant Waka Gangga Resort
Gambar 2.9 : Ruang Spa Waka Gangga Resort
22 common common recreation, general cashier, archieve, account room, meeting
room, purchase, receiving office, woman locker, man locker, cafeteria, kitchen,
linen room & par stock, chinaware stock, equipment store, executive house keeper,
guest supplies, loudry sorting, lost & found storage, chemical storage, uniform
room, empty bottle, dry garbage, chief security, gutter grill. Berikut adalah ruang Office Waka Gangga Resort pada Gambar 2.12 dan Gambar 2.13.
6. Landscape
Pada jalur sirkulasinya menggunakan batu alam dan teraso berbentuk alami dan berliku-liku. Pada halaman yang ada diluar dari villa terdapat beberapa sawah kecil yang ditanami padi di sekitarnya. Dan pada jalur masuknya di hiasi oleh berbagai macam tumbuhan atau pepohonan seperti:
Pohon kelapa
Pohon santan
Pohon kamboja
Pohon palem
Pohon ketapang
Pohon waru
Pohon bamboo
Berikut adalah Lanscape Waka Gangga Resort pada Gambar 2.14
Gambar 2.14 : Lanscape Waka Gangga Resort
Gambar 2.13 : Loker Employee Office Waka Gangga Resort
23
Adapun ragam hias yang menghiasi landsecape tersebut, contohnya seperti patung dan batu batu sebagai penunjuk arah dimana kamar yang akan dicari berada, dan masihbanyak lagi, dengan adanya ragam hias tersebut bisa menambahkan atau sebagai pendukung estetika pada bangunan tersebut dan memberikan sensasi dan rangsangan pada mata, memperkuat kesan kebudayaan. Berikut adalah suasana panorama Waka Gangga Resort pada Gambar 2.15.
2.2.2 The Royal Pita Maha Resort and Spa, Ubud
The Royal Pitamaha Resort and Spa merupakan jenis akomodasi hotel bintang lima yang berlokasi di Jalan Kedewatan Ubud. Hotel ini termasuk dalam jajaran management dari Tjampuhan Hotel dan Pitamaha Resort Groups. Hotel ini tekenal akan panorama alam dan suasanan alam yang ditawarkan oleh lokasinya yang berada pada lereng perbukitan lembah Sungai Ayung. Akses menuju ke bagian resort cukup unik karena harus memasuki dan menelusuri kawasan rumah penduduk dengan jalan kecil. Jalan menuju resort ini ditata dengan baik sehingga pengunjung akan disuguhkan dengan keindahan alam tradisional Bali.
Arsitektur The Royal Pitamaha menggabungkan konsep tradisional khas alam tropikal Bali dengan fasilitas-fasilitas yang modern serta nyaman sehingga memberikan kesan yang berkelas dan mewah. The Royal Pitamaha memiliki 3 kategori kamar, yang terdiri dari 41 unit One Bedroom Pool Villa, 10 unit Healing Villa dan 1 unit The Royal House Villa. Setiap bangunan villanya dilengkapi dengan kolam renang pribadi, sebagai sebuah privasi eksklusif yang dapat dinikmati oleh para tamu yang menginap. Berikut adalah tampak atas The Royal Pitamaha pada
Gambar 2.16.
24
Perpaduan antara keindahan alam dan pelayanan berkualitas yang bertaraf international dapat menjadikan hotel ini sebagai pilihan yang tepat sebagai tempat beristirahat yang nyaman bagi acara bulan madu atau liburan anda di Bali. http://www.ajiwabali.com/royal-pitamaha.html, diakses tanggal 11 Oktober 2015. Berikut adalah skema hubungan ruang Resort Waka Gangga Gambar 2.17
Royal Pitha Maha berdiri diatas lahan dengan luas ±18 hektar. Sebelum dibangun resort tanah ini merupakan hamparan tanah kering yang tidak terpakai oleh penduduk sekitar. Selain tanah yang bersifat kering, tanah pada bangunan ini memiliki transis yang tinggi sehingga sangat tidak memungkinkan bagi penduduk sekitar untuk membangun rumah disekitar site. Tanah ini dahulunya dimanfaatkan sebagai ladang pertanian bagi penduduk sekitar sehingga tidak memiliki nilai komersial yang tinggi seperti saat dibangunnya Hotel Resort Royal Pitha Maha.
Gambar 2.16 : Tampak Atas Hotel Royal Full Villa Sumber: http://www.baliaround.com/wp-content/uploads/2013/03/
ENTERANCE LOBBY
SPA, GYM RESTORAN
VILLA
OFFICE VILLA
WEDDING VENUE
Gambar 2.17 : Sirkulasi Ruang Royal Pitha Maha
25
Royal Pitha Maha ini mulai dibangun pada tahun 2000 lalu diresmikan dan mulai beroperasi pada tahun 2004. Hotel dibangun berdasarkan ide seorang sarjana ekonomi yang memiliki bakat undagi. Bangunan Hotel Resort Royal Pitha Maha memiliki konsep Alami dan Unsur Royal. Konsep alami disalurkan pada tampilan utama dari bangunan ini yang menyatu dengan alam. Konsep natural inilah yang menjadi kesan seperti berada dirumah sendiri (homely / residential). Selanjutnya unsur royal ini berkaitan erat dengan kebesaran atau kehidupan orang di puri. Unsur kemegahan tersebut terlihat pada bagian bangunan-bangunan publik yang ada dibangunan ini, contohnya pada ball room, meeting room, restaurant, lounge dan
lobby hotel.
Royal Pitha Maha terdiri atas 62 kamar hotel, 9 area spa, area lobby hotel,
restaurant, bar, dan beberapa penujang fasilitas hospitality. Royal Pitha Maha memiliki jumlah total karyawan 403 orang yang tersebar diseluruh fasilitas hotel. Kamar hotel pada Royal Pitha Maha dibagi menjadi 4 jenis, yaitu Royal Pool Villa, Deluxe Full Villa, Ayung Healing Villa dan President Suite Villa. Selanjutnya saya akan menjelaskan masing – masing fasilitas yang disediakan disetiap kamar hotel tersebut.
A. Royal House
Villa ini merupakan villa yang paling mahal dari resort ini. Dengan ukururan yang paling luas yaitu ±500 m2 dan fasilitas yang paling lengkap dibanding villa-villa yang lain. Denah villa ini dibuat layaknya sebuah rumah tinggal dengan pembagian ruang-ruangnya sehingga suasananya seperti berada di rumah sendiri. Berikut adalah denah dan suasana ruangan Royal House pada
Gambar 2.18 dan Gambar 2.19.
Gambar 2.18 : Denah Royal House
26 B. Royal Pool Villa hotel dan Deluxe Full Villa
Royal Pool Villa hotel dan Deluxe Full Villa merupakan jenis kamar hotel yang memiliki luas kamar 350 m2. Dalam kamar hotel ini memiliki tarif dalam satu malamnya $525. Fasilitas yang disediakan pada jenis kamar ini adalah kamar tidur, living room, area pool dan kamar mandi. Pada areal kamar tidur disediakan tempat tidur, bedside table, televisi, lampu tidur, meja kerja, lazy bad, AC (Air Conditioner) dan sliding door yang dapat dibuka langsung untuk melihat view
keluar. Selanjutnya untuk area livingroom, fasilitas yang disediakan area ini terdiri atas sofa beserta meja tamu, lemari untuk meletakkan alat – alat didaerah living room, lampu dan televisi beserta meja. Pada kamar mandinya menyediakan fasilitas
shower, bathup, 2 buah washtafel yang dilengkapi dengan cermin besar dan kecil pembesar, closet yang dilengkapi dengan tempat tissu dan telepon dan cermin besar pada bagian tengah ruangan yang disertai dengan timbangan digital. Berikut adalah Royal Pool Villa pada Gambar 2.20, Gambar 2.21 dan jugadenah Royal Pool Villa danDeluxe Full Villa pada Gambar 2.22.
Gambar 2.20: Eksterior Hotel Royal Pool Villa
Gambar 2.19 : Interior Royal House
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
27 C. Ayung Healing Villa
Kamar hotel ini berada pada bagian bawah bangunan yang untuk mencari kamar hotel ini harus menggunakan lift yang disediakan. Type kamar hotel ini berada dekat dengan view sungai Ayung beserta dengan tebingnya. Kamar hotel ini memiliki luas yang sama dengan jenis kamar Royal Full Villa dan Deluxe Full Villa, yaitu 350 m2. Untuk tarif satu malam pada kamar hotel ini bertarif $575.
Fasilitas yang disediakan pada kamar hotel ini adalah kamar tidur, kamar mandi,
livingroom dan pool. Dalam segi fasilitas, bangunan ini memiliki kesamaan dengan jenis kamar hotel Royal Full Villa dan Deluxe Full Villa yang berbeda hanyalah penempatan atau layouting kamar tersebut. Berikut adalah suasana dan denah Ayung Healing Villa pada Gambar 2.23 dan gamabar 2.24.
Gambar 2.24: Suasana Ayung Healing Villa
Gambar 2.22 : Denah Royal Pool Villa danDeluxe Full Villa
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
Gambar 2.23 : Ayung Healing Villa
28
Fasilitas yang disediakan pada bangunan ini diantaranya pada ruang tidur terdapat kamar tidur, lazy bed, sofa, televisi, lemari, meja kerja, AC (Air Conditioner) dan telepon. Pada bagian kamar mandi terdapat bathup, closet dengan fasilitasnya, washtafel dan lemari. Pada bagian kolam renang terdiri atas kolam renang, shower dan poolbed. Keunikan pada kolam renang ini adalah air pada kolam renang berasal dari Holy Pool. Holy Pool merupakan sebuah kolam yang disucikan karena tidak sembarang orang dapat memasuki areal tersebut. Holy pool ini juga air yang berasal dari sumber mata air dan dalam istilah Bali dikenal dengan
‘kelebutan’. Oleh karena itu, air yang berada disini dipercaya dapat menyembuhkan
penyakit para pengunjung yang berendam di area pool hotel.
D. Royal Spa Villa
Royal Spa Villa merupakan fasilitas villa yang di dalamnya terdapat ruang spa yang bersifat privat. Bangunan ini memiliki ruang terbuka pada bagian ruang Spa-nya sehingga nuansa alamnya sangat kental. Fasilitas villa ini hampir sama dengan Hotel Royal Pool Villa. Berikut adalah Suasana dan denah Royal Spa Villa pada Gambar 2.25 dan gamabar 2.26.
E. Ayung Valley Restaurant& Dewata Lounge
Ayung Valley Restaurant & Dewata Lounge merupakan restoran bergaya neovernakular. Kedua restoran ini berada pada bangunan yang sama. Ayung Valley Restaurant berada di bawah Dewata Lounge. Pemandangan alam ubud dan sungai ayung dijadikan view utama dari kedua restoran ini. Berikut adalah Suasana
Gambar 2.26 : Suasana Royal Spa Villa
Sumber : www.honeymoonkita.com
Gambar 2.25 : Denah Royal Spa Villa
Sumber :
29
Ayung Valley Restaurant & Dewata Lounge pada Gambar 2.27 dan gamabar 2.28.
F. Royal Kirana Spa & Wellness
Royal Kirana Spa & Wellness merupakan merupakan bangunan spa dengan gaya arsitektur bali yang kental, bangunannya dibuat semi terbuka Sama dengan bangunan-bangunan yang lain, spa ini juga mengadalkan view dan suasana alam ubud sebagai daya tariknnya. Pada spa ini disediakan dua kolam renang, bak mandi jacuzzi, sauna dan ruang ganti. Berikut adalah Suasana Royal Kirana Spa & Wellness pada Gambar 2.29 dan gamabar 2.30.
Gambar 2.29 : Ekterior Royal Kirana Spa
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
Gambar 2.30 : Interior Royal Kirana Spa
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
Gambar 2.27 : Ayung Valley Restaurant
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
Gambar 2.28 : Dewata Lounge
30 G. Wedding Venue
Pada resort ini terdapat dua buah fasilitas Wedding Venue yaitu Jineng Chapel dan Sungai Ayung Gazebo. Kedua fasilitas ini meniliki keunikannya masing-masing. 1. Jineng Chapel
Jineng Chapel adalah tempat pernikahan yang berada pada bangunan paling atas di resort ini, sehingga suasanya sangat tenang dan dapat melihat pemandangan lembah Sungai Ayung. Bangunan ini berdinding jendela-jendela kaca di semua sisinya. Bisa dilihat pada Gambar 2.31.
2. Sungai Ayung Gazebo
Sungai Ayung Gazebo adalah tempat pernikahan yang berada pada ruang terbuka di pinggir Sungai Ayung. Suasana sungai yang sejuk dapat dirasakan di tempat ini. Sebuah bangunan gazebo kecil menjadi altar pernikahannya. Bisa dilihat pada Gambar 2.32.
2.2.3 Bulgari Resort, Bali
Bulgari Resort terletak di Jalan Goa Lempeh, Banjar Dinas Kangin, Uluwatu. The Bulgari Resort mengkombinasikan keindahan pemandangan alam yang masih alami dengan desain kontemporer yang lahir dari pertemuan antara
Gambar 2.32 : Sungai Ayung Gazebo
Sumber : http://www.royalpitamaha-bali.com
Gambar 2.31 : Jineng Chapel
`
31
bentuk-bentuk tradisional Bali dan gaya italia. Penggunaan material batu alam sangat khas pada setiap bangunan di resort ini. Arsitek dari Bulgari Resort yaitu Antonio Citterio Patricia Viel and Partners Architecture. Posisinya resort ini berdiri megah 150 meter di atas laut. Sehingga memiliki pemandanga dan panorama laut yang inidah. Berikut adalah skema hubungan ruang Resort Waka Gangga Gambar 2.33 dansite plan BulgariResor
t
pada Gambar 2.34.Gambar 2.34 : Site Plan Bulgari Resort Sumber : www.bulgarihotels.com
ENTERANCE LOBBY
SPA, GYM RESTORAN
VILLA
OFFICE RESIDENCE
BAR
PUSAT BISNIS
Gambar 2.33 : Hubungan Ruang Bulgari Resort
`
32
Bulgari Resort merupakan resort kelas atas yang ada di Bali. Sehingga tingkat penjagaan dan privasi dari resort ini sangat di jaga ketat. Tidak berbeda dari resort pada umumnya. Penataan jalur sirkulasi dari bulgari resort ditata sesuai dengan aktivitas dalam bangunan. Pada jalur masuk ke dalam resort ini dibagi menjadi dua yaitu satu menuju tempat parkir pengunjung yang langsung dapat mengakses bagian lobby dan yang satunya lagi menuju parkir karyawan dan juga back office. Berikut adalah jalur parkir Bulgari Resort pada Gambar 2.35. Jalur yang ke kiri untuk pegawai dan yang ke kanan untuk pengunjung.
Bulgari Resort merupakan resort yang berdiri di pinggir tebing yang berbatasan dengan laut di bawahnya. Pemandangan laut lepas meupakan daya tarik utaa dari resort ini. Bisa dilihat pada Gambar 2.36. Resort ini memiliki 59 kamar hotel dan juga fasilitas-fasilitas lainnya seperti; IL Ristorante, The Bar, Sangkar Restaurant, La
Spiaggia Restaurant, Spa, Pusat Kebugaran, The Pavillion Meeting Venue, The Boardroom dan The Bulgari Villa serta Wedding Venue.
Gambar 2.35 : Sirkulasi Bulgari Resort
` merupakan bangunan yang difungsikan sebagai lobby. Atap bangunan mengambil bentuk dan struktur atap rumah joglo dan bagian ekteriornya dilapisi batu alam yang indah. Bisa dilihat pada Gambar 2.37.
B. One Bedroom Villa
Villa ini berada pada ketinggian yang paling tinggi, villa ini menawarkan pemandangan laut lepas yang indah. Seperti setiap kamar di Bulgari Resort Bali, Interior bangunan dihiasi dengan karya seni Bali yang antik dan dilengkapi dengan audio / sistem video Bang & Olufsen. Dilengkapi dengan taman pribadi dan kolam pribadi untuk bersantai. Bisa dilihat pada Gambar 2.38.
C. The Bulgari Villa
Villa ini merupakan villa yang terbesar dimiliki Bulgari Resort. Luasnya 1.300 meter persegi yang mencakup dua kamar tidur, ruang tamu dengan bar, ruang makan yang luas, bioskop pribadi, dapur dan ruang perawatan spa, kolam renang pribadi dan pergola meditasi yang dikelilingi oleh teras yang luas dan paviliun kecil sebagai tempat makan dan bersantai. Villa ini ditujukan untuk
Gambar 2.37 : The Design Sumber : www.bulgarihotels.com
Gambar 2.38 : One Bedroom Villa Sumber : www.bulgarihotels.com
`
34
keluarga yang berlibur dan acara pribadi. Bisa dilihat pada Gambar 2.39 dan
Gambar 2.40.
D. IL Ristorante
IL Ristorante merupakan restoran utama dari Bulgari Resort. Il Ristorante dinobatkan sebagai 'Best Hotel Restaurant di Dunia' oleh International Food & Beverage Forum; 'Best Top 10 Besar Hotel Restaurant' oleh Villeroy & Boch Award 2011 dan 'Asia Top 500 Finest Restoran' The Miele Guide pada tahun 2013. Il Ristorante memiliki struktur atap terbuka seperti bale di Bali. Interior bangunan menggunkan gaya arsitektur klasik yang terlihat dari bahan bangunan yang digunakan, penggunaan warna bangunan. Bisa dilihatpada Gambar 2.41.
E. Sangkar Restaurant
Sangkar Restaurant berada di tepi tebing dengan suasana yang di buat elegan. Pada langit-langitnya diterangi dengan lampu tenun tradisional yang di buat dari sangkar. Restoran Sangkar ini juga menggunakan tema klasik dengan penggunaan warna dan material bangunan.
Gambar 2.40 : Interior The Bulgari Villa Sumber : www.bulgarihotels.com
Gambar 2.41 : IL Ristorante Sumber : http: bulgari-resort-bali
Gambar 2.42: Sangkar Restaurant
`
35
Struktur bangunannya juga menggunakan setruktur kayu seperti bangunan tradisional Bali. Bisa dilihat pada Gambar 2.42.
F. The Beach
The beach merupakan beach club yang terletak di antara tebing dan tepi pesisir pantai di bawah resort. Akses menuju tempat ini satu-satunya hanyalah lift yang disediakan resort. Oleh karena itu The Beach ini tidak terbuka untuk umum. Beach club ini ditata untuk tamu yang ingin berjemur dan untuk berjalan-jalan di tepi pantai, atau hanya untuk bersantai sambil menikmati makan siang dari La Spiaggia.Bisa dilihatpada Gambar 2.43.
G. Arts & Crafts Store
Terdapat took Seni dan Kerajinan yang disediakan Bulgari Resort ini didedikasikan untuk kerajinan lokal karya warisan seni pulau Bali seperti, produk-produk perabotan keramik yang indah, kayu, patung batu, kain tenun dan perhiasan tradisional Bali. Barang antik baik juga ditampilkan dan dijual di sini, dari songket, brokat sutra tenun-tenun dengan benang emas dan perak yang digunakan untuk memperindah kostum teater atau seremonial dipertontonkan di sini. Bangunan ini juga menggunakan struktur kayu dengan atap ekpose. Berikut adalah Arts & Crafts Store Bulgari
Resort
pada Gambar 2.44.Gambar 2.44: Arts & Crafts Store Sumber : www.bulgarihotels.com
`
36 H. The Spa
Pada Bulgari Resort Bali terdapat fasilitas spa dengan kelas perawatan yang mewah. Ruang spa ini beratap ekspose dengan dindinnya yang terbuat dari kaca sehingga dapat melihat keluar ruangan. Ruangan spa ini terkesan etnik dan alami. Bisa dilihat pada Gambar 2.45.
I. Fitness Center
Ruang fitness ini tetap menggunakan gaya klasik dengan penggunaan material dan warnanya. Struktur atapnya juga masih menggunakan atap ekspose. Namun sudah menggunakan peralatan olahraga yang modern. Bisa dilihat pada Gambar 2.46.
J. The Pavilion
The Pavilion dapat menampung hingga 100 orang. Ruang ini difungsikan sebagai tempat upacara dan acara pertemuan. Ruang ini juga memiliki akses langsung ke teras yang menghubungkan dengan restoran. Ruang pertemuan ini juga menawarkan pemandangan laut. Bisa dilihat pada Gambar 2.47.
`
37 K. The Boardroom
Bulgari Resort Bali memiliki tempat yang bisa digunakan untuk seminar atau rapat kerja. The Boardroom terletak berdekatan dengan paviliun. Ruang ini dapat menampung hingga 16 orang. Fasilitas ruang ini antara lain audio visual, peralatan video, proyektor, dan lain-lain. Bisa dilihat pada Gambar 2.48.
L. The Mansions
Saat ini Bulgari Resort Bali menambahkan lima villa eksklusif yang diberi nama The Mansions, yaitu villa privat yang memberikan kenyamanan lengkap dengan pelayanan tingkat tinggi. The Mansions ini sendiri didesain oleh perusahaan arsitektur Antonio Citterio Patricia Vieland Partners dari Italia, dengan mengambil inspirasi arsitektur dan kebudayaan Bali. Bangunannya memiliki keunikan tersendiri di banding villa-villa yang lain. Pada bangunan ini mendapatkan sentuhan keindahan arsitektur khas Italia. Bisa dilihat pada Gambar 2.49 dan Gambar 2.50.
The Mansions yang memiliki 3 hingga lima kamar ini memiliki luas 1,710 hingga 4,415 meter persegi, dengan area outdoor yang lapang dan dilengkapi pula dengan ruang tamu dan ruang makan, kamar rias, dapur dengan peralatan lengkap sehingga cukup untuk menjamu tamu,sebuah bar, taman kecil, dan teras yang nyaman. Setiap vila memiliki taman pribadi, dua susun kolam renang dengan pemanas dan sebuah gazebo yang menghadap ke taman.
Gambar 2.49 : Ekterior TheMansions
Sumber : www.bulgarihotels.com
Gambar 2.48 : The Boardroom Sumber : www.bulgarihotels.com
Gambar 2.50 : Interior TheMansions
`
38 2.2.4 Kesimpulan Tinjauan Proyek Sejenis
Dari ketiga fasilitas sejenis yang yang sudah dibahas di atas, maka dapat diperoleh data sebagai yang dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1. Analisa Terhadap Fasilitas Sejenis
No Waka Gangga Resort Royal Phita Maha
Resort
Bulgari Resort
1 Lokasi Kabupaten Tabanan, Jalan
Yeh Gangga, Desa
Sudimar
Jalan Kedewatan, Ubud Jalan Goa Lempeh,
Banjar Dinas Kangin,
Kesimpulan yang di dapat dari tabel kajian terhadap fasilitas sejenis di atas adalah:
A. Lokasi yang tepat untuk resort hotel ini adalah berada di dekat dengan objek wisata dan memiliki potensi alam yang bagus.
`
39
C. Fasilitas pendukung yang ada dapat berupa : - Lobby
D. Kapasitas rauang yang diperlukan akan disesuaikan dengan kebutuhan ruang yang akan direncanakan.
E. Sistem pengelolaan ini akan dikelola oleh pihak swasta.
2.3
Spesifikasi Umum ProyekSpesifikasi umum merupakan acuan umum dalam pengadaan Resort Hotel. Pada bagian ini akan dibahas poin-poin penting yang sudah dipaparkan pada tinjauan pustaka, sehingga dapat dijadikan sebagai landasan perancangan Resort Hotel.
2.3.1 Pengertian Resort Hotel
Hotel resort adalah suatu jenis akomodasi hotel yang berada di kawasan wisata yang di dalamnya menyediakan jasa penginapan, makan dan minum. Resort hotel juga menyediakan fasilitas pelengkap lainnya serta jasa bagi umum yang dapat mendukung dan memperlancar kegiatan istirahat para tamu yang bertujuan untuk berwisata/berekreasi di daerah tersebut. Pada resort hotel ini akan menggunakan konsep bangunan tropis dan green architecture yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.
2.3.2 Tujuan dan Sasaran Resort Hotel
Adapun tujuan dan sasaran resort hotel secara umum, yaitu: A. Tujuan dari pengadaan resort hotel yaitu:
`
40
2. Sebagai tempat untuk beristirahat, bersantai, rileksasi, rekreasi, dan menikmati keindahan alam dalam resort
3. Meningkatkan sarana atau fasilitas komersial berupatempat penginapan, makan dan minum sebagai penunjang aktifitas dari wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata.
B.Sasaran dari pengadaan resort hotel yaitu para wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Klungkung.
2.3.3 Aktivitas Dalam Bangunan Resort Hotel
Aktifitas di dalam bangunan Resort Hotel ini dibagi menjadi dua, yaitu: A. Aktivitas Utama
Aktivitas utama dari akomodasi pariwisata ini yaitu sebagai tempat penginapan dengan beberapa kelas hotel sesuai dengan minat dan kebutuhan para wisatawan.
B. Aktivitas Penunjang
Aktivitas penunjang meliputi aktivitas rekreasi dan relaksasi, dengan memanfaatkan potensi yang ada pada wilayah sekitar hotel. Misalnya hotel di pesisir pantai dengan potensi laut baik keindahan pantainya ataupun keindahan bawah lautnya, dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga pantai, diving, snorkling dan lain-lain.
2.3.4 Sistem Pengelolaan
Resort Hotel ini akan dikelola oleh satu tim management yang bertanggung jawab seluruhnya terhadap operasional dan seluruh kegiatan yang dibawahi oleh General Manager dan dibantu oleh ExecutiveGeneralManager.
2.3.5 Fasilitas Dalam Bangunan
Fasilitas-fasilitas resort hotel ini terdiri dari:
A. Standar room
B. deluxe room
C. suite room
D. Lobby
E. Restaurant Bar dan Cafee
`
41 2.3.6Management Divisi Pengelolaan
A. Front of the house: receptions, lobby front office
B. Back of the house: general manager, exceutive general manager, accounting, marketing, personalia, F & B enginering, securty, housekeeping.
2.3.7 Prinsip Umum