• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA."

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

Diajukan Oleh :

Wenny Ratna Santi

0913010026/ FE/EA

Kepada :

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN

J AWA TIMUR

(2)

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Per syaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi

Program Studi Akuntansi

Diajukan Oleh :

Wenny Ratna Santi

0913010026/ FE/EA

Kepada :

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN

J AWA TIMUR

(3)

Disusun Oleh :

Wenny Ratna Santi 0913010026/FE/AK

Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh

Tim Penguji Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur

pada tanggal 03 Mei 2013

Pembimbing : Tim Penguji :

Pembimbing Utama Ketua

Dr s. Ec. Sjafii, MM, AK Dr. Sri Trisnaningsih, SE, M.Si

Sekretaris

Dr s. Ec. Muslimin, M.Si

Anggota

Dr s. Ec. Sjafii, MM, AK

Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi

Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Dekan Fakultas Ekonomi

(4)

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala

berkah, rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan

penyusunan Skripsi yang berjudul “ANALISIS RASIO KEUANGAN

TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN

YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”.

Penulisan Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat

memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S-1) pada Jurusan Ekonomi Akuntansi, di

Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran” Jawa Timur.

Dengan selesainya penulisan Skripsi ini, penulis sangat berterima

kasih atas segala bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak yang diberikan kepada

penulis guna mendukung penyelesaian Skripsi ini. Maka dalam kesempatan ini

penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat:

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, selaku Rektor Universitas

Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

2. Bapak Dr. Dhani Ichsanuddin N, SE, MM., selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.

3. Bapak Dr. Hero Priono,Msi,AK selaku Ketua Program Studi Akuntansi

Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa

(5)

penyusunan Skripsi ini hingga terselesaikan.

5. Segenap tenaga pengajar, karyawan dan seluruh rekan-rekan mahasiswa

terutama Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”

Jawa Timur.

6. Ibu, Bapak, Adik dan seluruh keluarga besarku yang selalu memberikan

doa, dukungan, perhatian, dan pengorbanan yang begitu besar. Terima kasih

7. Teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam penyusunan skripsi

ini yang tidak dapat disebutkan satu, terima kasih atas doa, dukungan dan

bantuan yang telah diberikan.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan Hidayah-Nya

kepada semua pihak tersebut diatas. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis

menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini dan keterbatasan yang

dimiliki, sehingga penulis menghargai segala kritik dan saran yang bersifat

membangun untuk membantu kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, harapan

penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi referensi pendidikan kita semua.

Surabaya, April 2013

(6)

DAFTAR ISI ... iii

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR ... x

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

ABSTRAK ... xii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 12

1.3 Tujuan Penelitian ... 12

1.4 Manfaat Penelitian ... 13

BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu ... 14

2.2 Landasan Teori ... 18

2.2.1 Bank ... 18

2.2.1.1 Pengertian Bank ... 18

2.2.1.2 Fungsi Bank ... 19

2.2.1.3 Jenis Bank ... 19

(7)

2.2.3.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan ... 22

2.2.3.2 Jenis-jenis Analisis Rasio Keuangan Bank ... 23

2.2.3.3 Keunggulan Analisis Rasio Keuangan ... 25

2.2.3.4 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan ... 26

2.2.4 Laba ... 26

2.2.4.1 Pengertian Laba ... 26

2.2.4.2 Karakteristik Laba ... 27

2.2.4.3 Arti Penting Pertumbuhan Laba ... 28

2.2.4.4 Perubahan Laba ... 28

2.2.4.5 Hubungan Rasio Keuangan dengan Prekdisi Laba ... 29

2.2.4.6 Penggunaan Rasio-rasio Keuangan Sebagai Alat Prediksi ... 30

2.2.4.7 Hubungan Rasio Likuiditas Bank dengan perubahan Laba ... 31

2.2.4.8 Hubungan Rasio Solvabilitas Bank dengan perubahan Laba ... 32

2.2.4.9 Hubungan Rasio Rentabilitas Bank dengan perubahan Laba ... 33

2.3 Kerangka Pikir ... 34

(8)

3.2.1 Populasi ... 39

3.2.2 Teknik Penentuan Sampel atau Teknik Sampling ... 41

3.2 Teknik Pengumpulan Data... 42

3.2.1 Jenis Data ... 42

3.2.2 Sumber Data... 43

3.2.3 Pengumpulan Data ... 43

3.4 Teknik Analisis Dan Uji Hipotesis ... 44

3.4.1 Teknik Analisis ... 44

3.4.1.1 Analisis Regresi Berganda ... 44

3.4.2 Uji Kualitas Data ... 44

3.4.2.1 Uji Normalitas ... 44

3.4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 45

3.4.2 Uji Hipotesis ... 48

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 52

4.1.1 Deskripsi PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk ... 52

4.1.2 Deskripsi PT. Bank Bukopin, Tbk... 53

4.1.3 Deskripsi PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk ... 55

(9)

4.2 Deskripsi Hasil Penelitian ... 65

4.2.1 Loan to Deposit Ratio (LDR) ... 65

4.2.2 Capital Adequacy Ratio (CAR) ... 67

4.2.3 Net Profit Margin (NPM) ... 68

4.2.4 Perubahan Laba (Y) ... 69

4.3 Analisis Data ... 71

4.3.1 Uji Asumsi Klasik ... 71

4.3.1.1 Uji Normalitas ... 71

4.3.1.2 Uji Multikolonieritas ... 72

4.3.1.3 Uji Heteroskedastisitas ... 72

4.3.1.4 Uji Autokorelasi ... 73

4.3.2 Analisis Regresi Linear Berganda ... 74

4.3.2.1 Uji F ... 75

4.3.2.2 Koefisien Determinasi (R-Square) ... 76

4.3.2.3 Uji t ... 77

4.4 Pembahasan... 78

4.4.1 Implikasi ... 81

4.4.2 Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu ... 81

(10)

DAFTAR PUSTAKA

(11)

Tabel 1.1. Perkembangan Laba Bersih Periode 2007-2011 (dalam jutaan

rupiah) ... 9

Tabel 2.1. Perbedaan dan Persamaan Dengan Penelitian Terdahulu ... 17

Tabel 3.2.1. Daftar Emiten Atau Perusahaan Publik Sektor Jasa Keuangan Sub Sektor Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia... 40

Tabel 3.2.2. Sampel Penelitian ... 42

Tabel 4.2.1. Hasil Perhitungan Loan to Deposit Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 66

Tabel 4.2.2. Hasil Perhitungan Capital Adequacy Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 67

Tabel 4.2.3. Hasil Perhitungan Net Profit Margin Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 68

Tabel 4.2.4. Hasil Perhitungan Perubahan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 69

Tabel 4.3.1.1. Hasil Uji Normalitas ... 71

Tabel 4.3.1.2. Nilai VIF ... 72

(12)

Tabel 4.3.2.2. Koefisien Determinasi ... 76

Tabel 4.3.2.1. Hasil Uji t ... 77

(13)
(14)

Lampiran 1 : Data Loan to Deposit Ratio Perusahaan Perbankan Periode

Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)

Lampiran 2 : Data Capital Adequacy Ratio Perusahaan Perbankan Periode

Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)

Lampiran 3 : Data Net Profit Margin Perusahaan Perbankan Periode Tahun

2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)

Lampiran 4 : Data Perubahan Laba Peusahaan Perbankan Periode Tahun 2007

sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)

Lampiran 5 : Output Uji Normalitas

Lampiran 6 : Output Uji Asumsi Klasik

Lampiran 7 : Output Uji Regresi Linear Berganda

(15)

Oleh :

Wenny Ratna Santi

ABSTRAK

Laba setiap tahun dapat mengalami kenaikan dan penurunan baik dalam jumlah besar maupun kecil. Dengan kondisi yang berubah-ubah, lembaga perbankan memperoleh tantangan dalam mengelola bisnisnya agar dapat bertahan. Berkaitan dengan kesinambungan dan stabilitas bisnis lembaga keuangan, laba menjadi faktor yang penting. Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan dan informasi potensial yang tergantung didalam laporan keuangan dan informasi yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perbankan. Penelitian ini bertujuan

untuk Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital

adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM) terhadap Perubahan Laba secara simultan dan parsial.

Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011 yang berjumlah 32 perusahaan. Penelitian ini mengunakan purposive sampling, dimana dari 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hanya tujuh perusahaan yang dapat menjadi sampel penelitian. Ada tiga variabel independen yang dikaji dalam

penelitian ini yaitu: Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio

(CAR), dan Net Profit Margin (NPM) sedangkan Perubahan Laba sebagai

variabel dependen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS.

Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu

Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Net Profit Margin (NPM) tidak mempunyai pengaruh secara simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Sedangkan secara parsial bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy

Ratio (CAR), dan Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

(16)
(17)

1.1. Latar Belakang

Disebuah negara, pembangunan menjadi salah satu faktor

penting untuk menunjang kesejahteraaan rakyat. Dengan pembangunan

ini, kemakmuran yang adil dan merata dapat diwujudkan dan tentu saja

pembangunan tidak akan terlepas dari adanya sumber dana. Disini peran

lembaga perbankan sangat diperlukan.

Fungsi bank diantaranya sebagai perantara (financial

intermediary) antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan

pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta sebagai lembaga yang

berfungsi untuk memperlancar lalu lintas pembayaran. Bank dalam UU

No. 7 Tahun 1992 yang kemudian disempurnakan menjadi UU No. 10

Tahun 1998 mempunyai arti yaitu badan usaha yang menghimpun dana

dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkanya kepada

masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam

rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Industri perbankan di Indonesia dalam perkembangannya telah mengalami

pasang surut. Krisis perbankan yang terjadi pada tahun 1997, telah

menghadapi sejumlah permasalahan mendasar. Masalah tersebut meliputi

(18)

pemberian pinjaman yang tidak berhati-hati serta adanya pinjaman luar

negeri sektor swasta dalam jumlah besar. Sistem perbankan yang rentan

tersebut berpengaruh terhadap kinerja bank yaitu banyak debitur yang

tidak mampu membayar hutangnya baik bunga maupun pokok pinjaman

yang akhirnya dikategorikan sebagai kredit macet. Puncaknya pada saat

Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1997, ada beberapa bank yang

mengalami kesulitan likuiditas yang harus ditutup oleh Bank Indonesia

sebagai otoritas perbankan. Krisis pada tahun 1997 telah berlalu, kini

perbankan Indonesia dihadapkan kembali dengan krisis yang lebih dahsyat

yaitu krisis keuangan global. Kondisi perekonomian Indonesia

sesungguhnya sudah terkena dampak dari krisis keuangan global tersebut .

Namun pengaruhnya belum terlalu signifikan khususnya di sektor

perbankan (Hamonangan dan Siregar 2009).

Pada beberapa tahun terakhir, perolehan laba di sejumlah

bank mengalami fluktuasi yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Laba

setiap tahun dapat mengalami kenaikan dan penurunan baik dalam jumlah

besar maupun kecil. Dengan kondisi yang berubah-ubah, lembaga

perbankan memperoleh tantangan dalam mengelola bisnisnya agar dapat

bertahan. Berkaitan dengan kesinambungan dan stabilitas bisnis lembaga

keuangan, laba menjadi faktor yang penting. Laba merupakan elemen

yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan

cukup kaya dalam merepresentasikan kinerja perusahaan secara

(19)

untuk para kreditor dan pemegang saham. Semakin besar tingkat laba,

maka akan menambah kepercayaan pihak deposan dan investor.

Berikut data perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa

Efek Indonesia yang mengalami fluktuasi laba :

Tabel 1.1. : Per kembangan laba ber sih periode 2007-2011 (dalam jutaan

Raharja Tbk 192.751.505 261.802.000 331.575.000 296.043.000 242.557.000 2 Bank Bukopin

Tbk 375.126.000 368.780.000 362.191.000 492.761.000 741.478.000

3 Bank Nusantara Parahyangan Tbk

31.849.014 28.364.534 29.399.325 47.475.365 68.145.768

4 Bank Danamon

Indonesia Tbk 2.116.915.000 1.530.022.000 1.532.533.000 2.983.761.000 3.449.033. 000 5 Bank QNB

Kesawan Tbk 6.258.523 3.113.077 3.988.339 1.212.352 6.182.000

6 Bank CIMB

Niaga Tbk 1.508.386 678.189.000 1.575.328 2.562.553 3.176.960

7 Bank Mega Tbk 520.719.000 501.681.000 537.460.000 951.800.000 1.073.352.000

Sumber : Bursa Efek Indonesia

Dari tabel diatas terdapat bank pada periode 2007-2011 yang telah

mengalami fluktuasi laba yang tidak konstan yaitu Bank ICB Bumi Putra

Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp

1.925.744.000 dari tahun 2007 sebesar Rp 20.647.835.000 kemudian pada

tahun 2009-2010 mengalami peningkatan laba bersih sebesar Rp

5.043.438.000 pada tahun 2009, Rp 28.203.291.000 pada tahun 2010

sedangkan tahun 2011 mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp

(20)

mengalami peningkatan laba bersih sebesar Rp 192.752.000.000 pada tahun

2007, Rp 261.802.000.000 pada tahun 2008, Rp 331.575.000.000 pada

tahun 2009, kemudian pada tahun 2010-2011 mengalami penurunan laba

bersih sebesar Rp 296.043.000.000 pada 2010, Rp 242.557.000.000 pada

tahun 2011.

Bank Bukopin Tbk pada tahun 2007-2009 mengalami

penurunan laba bersih sebesar Rp 375.126.000.000 pada tahun 2007, Rp

368.780.000.000 pada tahun 2008, Rp 362.191.000.000 pada tahun 2009,

kemudian pada tahun 2010-2011 mengalami peningkatan laba bersih

sebesar Rp 492.761.000.000 pada 2010, Rp 741.478.000.000 pada tahun

2011. Bank Nusantara Parahyangan Tbk tahun 2008 mengalami

penurunan laba bersih sebesar Rp 28.364.534.000.000 dari tahun 2007

sebesar Rp 31.849.014.000 kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami

peningkatan laba bersih sebesar Rp 29.399.325.000 pada tahun 2009, Rp

47.475.365.000 pada tahun 2010, Rp 68.145.768.000 pada tahun 2011.

Bank Mutiara Tbk pada tahun 2007-2009 mengalami

peningkatan laba bersih sebesar Rp (195.174.000.000) pada tahun 2007, Rp

(7.281.150.000.000) pada tahun 2008, Rp 265.483.000.000 pada tahun

2009, kemudian pada tahun 2010 mengalami penurunan laba bersih

sebesar Rp 217.963.000.000 , dan pada tahun 2011 kembali mengalami

peningkatan sebesar Rp 260.445.000.000. Bank Danamon Indonesia Tbk

(21)

kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan laba bersih

sebesar Rp 1.532.533.000.000 pada tahun 2009, Rp 2.983.761.000.000

pada tahun 2010, Rp 3. 449.033. 000.000 pada tahun 2011.

Bank Kesawan Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan

laba bersih sebesar Rp 3.113.077.000 dari tahun 2007 sebesar Rp

6.258.523.000 kemudian pada tahun 2009 mengalami peningkatan laba

bersih sebesar Rp 3.988.339.000, pada tahun 2010 mengalami penurunan

laba bersih sebesar Rp 1.212.352.000, dan pada tahun 2011 kembali

mengalami peningkatan laba bersih sejumlah Rp 6.182.000.000. Bank

CIMB Niaga Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan laba bersih

sebesar Rp 678.189.000.000 dari tahun 2007 sebesar Rp 1.508.386.000.000

kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan laba sebesar Rp

1.575.328.000.000 pada tahun 2009, Rp 2.562.553.000.000 pada 2010,

Rp 3.176.960.000.000 pada tahun 2011.

Bank Mega Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan

laba bersih sebesar Rp 501.681.000.000 dari tahun 2007 sebesar

520.719.000.000 kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan

laba sebesar Rp 537.460.000.000 pada tahun 2009, Rp 951.800.000.000

pada 2010, Rp 1.073.352.000.000 pada tahun 2011. Sehingga

menyebabkan investor ragu dalam melakukan investasi ke bank.

permasalahan tersebut bisa disebabkan beberapa hak diantaranya

(22)

operasional atau tingginya beban bunga, beban operasional, bebank non

operasional maupun tingginya pajak yang ditanggung oleh bank.

Salah satu tujuan bank adalah memperoleh profitabilitas

yang nantinya akan di pergunakan untuk membiayai segala kegiatan

operasional dan aktivitas perbankan yang dilakukan. Dengan adanya

profitabilitas tersebut, bank akan dapat berkembang dan bertahan sampai

kegiatan dimasa yang akan datang. Mengukur tingkat profitabilias

merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengukur kemampuan

manajemen bank dalam mengelola modal yang tersedia untuk

mendapatkan laba bersih. Laba merupakan salah satu informasi potensial

yang terkandung di dalam laporan keuangan dan informasi potensial yang

tergantung didalam laporan keuangan dan informasi yang sangat penting

bagi pihak internal maupun eksternal perbankan.

Sebelum menanamkan modalnya, para investor

membutuhkan laporan keuangan guna menilai kinerja perbankan, yang

selanjutnya dipergunakan untuk pengambilan keputusan investasi.

Informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja

perusahaan, aliran kas perusahaan, dan informasi lain yang berkaitan

dengan laporan keuangan dapat diperoleh dari laporan keuangan

perusahaan. Untuk memahami informasi tentang laporan keuangan,

analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan (Gibson dan Boyer, 1980).

Analisa rasio merupakan salah satu cara pemrosesan dan

(23)

relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara

angka yang satu dengan angka yang lain dalam suatu laporan keuangan.

Dengan analisa rasio dapat disajikan kondisi keuangan, kesehatan, dan

prestasi usaha yang dalam hal ini sebuah bank. Analisis ini sangat

diperlukan bagi penilaian prestasi usaha yang telah dilakukan oleh

sebuah bank, terutama bagi manajemen penyusunan kebijakan strategi

bank.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan bank

antara lain adalah likuiditas, kualitas aktiva, solvabilitas, dan rentabilitas.

Likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban

hutang-hutangnya, dapat membayar kembali semua deposannya, serta dapat

memenuhi permintaan kredit yang diajukan para debitur tanpa terjadi

penangguhan. Likuiditas yang baik tidak akan membuat bank berkurang

apabila deposan menagih bank sewaktu–waktu. Solvabilitas atau struktur

modal. Kegiatan operasional bank dapat berjalan dengan lancar apabila

bank tersebut memiliki modal yang cukup sehingga pada saat-saat kritis,

bank tetap dalam posisi aman karena memiliki cadangan modal di Bank

Indonesia. merupakan komposisi utang dan equitas sedangkan rentabilitas

adalah kesanggupan bisnis perbankan untuk mendapatkan laba

berdasarkan investasi yang dilakukannya (Hamonangan dan Siregar 2009).

Aspek-aspek tersebut dapat dianalisis melalui rasio-rasio keuangan. Hasil

dari perhitungan rasio tersebut apakah dapat dipergunakan untuk

(24)

Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian

lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan khususnya

yang menyangkut kegunaannya dalam memprediksi laba yang akan

datang. Alasan pemilihan laba akuntansi dikarenakan laba

mencerminkan kinerja perusahaan, dari ukuran laba maka dapat dilihat

apakah perusahaan mempunyai kinerja yang bagus atau tidak. Jika rasio

keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba dimasa yang

akan datang, temuan ini merupakan pengetahuan yang cukup berguna

bagi para pemakai laporan keuangan yang secara riil, maupun potensial

berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasio tidak

cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba dimasa yang akan

datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentang konsistensi

temuan-temuan empiris sebelumnya.

Penelitian-penelitian yang menghubungkan rasio

keuangan dengn fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapan

akan dapat ditemukan berbagai kegunaan obyektif rasio keuangan telah

banyak dilakukan, beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain

penelitian yang dilakukan Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)

adalah pengaruh rasio dalam memprediksi laba di masa yang akan

datang. Penelitian ini dilakukan pada 10 perusahaan perbankan dengan

periode pengamatan tahun 2003-2005 dan mengunakan 4 rasio

keuangan. hasil penelitian menunjuhkan berdasarkan nilai kuadrat

(25)

Assets (ROA) merupakan rasio paling dominan terhadap pertumbuhan

laba satu tahun ke depan.

Zulfa Rizkiana (2010) mengetahui signifikansi pengaruh

rasio-rasio keuangan secara simultan dan parsial dalam memprediksi

perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek

Indonesia. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa model regresi cocok dan

mampu menjelaskan perubahan variabel Perubahan Laba (Y), sedangkan

pengujian secara individual, variabel Return on Equity dan Gross Yield

on Total Assets berpengaruh signifikan terhadap variabel terkait.

Rinaldy Priawan (2011) menguji kemampuan rasio

keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan

perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan mengunakan 5

rasio keuangan. Hasil dari penelitian tersebut menunjuhkan bahwa hasil

analisis melalui uji kecocokan model menunjuhkan semua variabel

independen (X) yang dimasukkan ke dalam model regresi tidak

mempunyai kecocokan terhadap variabel dependen (Y). Hasil analisis

secara individual juga menunjuhkan bahwa 5 rasio keuangan tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen perubahan

laba (Y).

Hasil-hasil dari penelitian terdahulu diatas menimbulkan

kesimpulan bahwa sekaligus perbedaan bahwa menurut Rinaldy Priawan

(2011) menyimpulkan bahwa tidak terdapat rasio keuangan yang

(26)

Zulfa Rizkiana (2010) menyimpulkan bahwa rasio keuangan Return on

Equity dan Gross Yield on Total Assets berpengaruh signifikan terhadap

perubahan laba. Sementara Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)

menyimpulkan bahwa rasio keuangan Return on Assets (ROA) sebagai

rasio yang paling dominan dalam memprediksi pertumbuhan laba.

Ketidakkonsistenan hasil penelitian-penelitian terdahulu

mengenai pengaruh beberapa rasio keuangan tertentu terhadap

perubahan laba memunculkan suatu gap bahwa rasio keuangan manakah

yang paling dominan untuk memprediksi perubahan laba suatu

perbankan. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan

pengujian lebih lanjut terhadap temuan-temuan empiris mengenai rasio

keuangan dengan mereplikasikan penelitian yang dilakukan oleh Luh

Made Ayu Ening Puspawati (2008) dan Zulfa Rizkiana (2010).

Pentingnya penelitian tentang rasio keuangan dalam

memprediksi pertumbuhan laba dan pengujian kekuatan prediksi rasio

keuangan terhadap pertumbuhan laba antara berbagai periode untuk

perusahaan perbankan didasari oleh beberapa alasan. Pertama, masih

kurangnya penelitian tentang manfaat rasio keuangan untuk memprediksi

laba perusahaan perbankan.Kedua, rasio keuangan perusahaan perbankan

sedikit berbeda dengan rasio keuangan jenis perusahaan lainya. hal ini

ditunjuhkan oleh adanya standar akuntansi perbankan yang diatur khusus

dalam Pernyataan Standar Akuntansi No. 31 (IAI). Ketiga, beberapa

(27)

pertumbuhan laba anatara beberapa periode cenderung tidak persisten.

Keempat, belum adanya keseragaman rasio keuangan yang harus

dicantumkan oleh perusahaan dalam prospectus pada saat go public

(Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-51/PM 1996 tanggal 17

Januari 1996 hanya menyatakan bahwa perusahaan harus mencantumkan

rasio keuangan yang relevan).

Alasan peneliti memilih perusahaan perbankan yang

terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai bahan atau objek penelitian,

karena diantara sekitar 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa

efek Indonesia terdapat beberapa bank yang menghadapi masalah yaitu

mengalami naik turunya laba (fluktuasi) selama periode tahun 2007-2011.

Hal ini akan mempengaruhi para pengguna informasi dalam membuat

informasi dalam membuat prediksi dan keputusan.

Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk

melakukan penelitian dengan judul: “ANALISIS PENGARUH RASIO

KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA

PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA

(28)

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas,

maka dapat ditemukan rumusan permasalahan pada penelitian ini

adalah:

1. Apakah Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio

(CAR), Net Profit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara

simultan terhadap Perubahan Laba?

2. Apakah Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio

(CAR), Net Profit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara

parsial terhadap Perubahan Laba?

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital

adequacy Ratio (CAR) , Net Profit Margin (NPM) terhadap

Perubahan Laba secara bersama-sama atau simultan.

2. Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital

adequacy Ratio (CAR) , Net Profit Margin (NPM) terhadap

(29)

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat antara lain

1. Bagi peneliti

Mendapat pemahaman yang lebih baik tentang ada tidaknya

pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba.

2. Bagi praktisi

Dalam menambah informasi tentang manfaat rasio keuangan untuk

membantu mengambil keputusan sebelum melakukan investasi.

3. Bagi akademisi

Untuk menambah referensi dan memberikan suatu ide

pengembangan lebih lanjut dalam mengadakan penelitian dalam

(30)

BAB II

TINJ AUAN PUSTAKA

2.1. Hasil Penelitian Terdahulu

Penelitian yang berhubungan dengan analisis rasio

keuangan dapat memprediksi laba pada perusahaan yang terdaftar pada

Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut :

1. Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)

a. Judul

“Pengaruh Rasio Keuangan Dalam Memprediksi

Pertumbuhan Laba Pada Perusahaaan Perbankan Yang Terdaftar

Di Bursa Efek Indonesia”.

b. Rasio Yang Digunakan

Sebanyak 4 Rasio diambil dari construct rasio keuangan

capital, assets, earnings, dan liquidity. Setiap construct diambil rasio

yang telah diseleksi menghasilkan rasio CAR, Assets Quality, ROA,

dan Liquidity.

c. Hasil Penelitian

Hipotesis pertama menyimpulkan bahwa uji F secara

simultan rasio keuangan CAR, Assets Quality, ROA, dan Liquidity

(31)

kedua dengan uji t dapat disimpulkan bahwa secara parsial hanya

rasio keuangan ROA yang berpengaruh signifikan terhadap

pertumbuhan laba. Hipotesis ketiga berdasarkan nilai kuadrat

koefisien korelasi parsial disimpulkan bahwa rasio keuangan ROA

merupakan rasio yang paling dominan terhadap pertumbuhan laba.

.

2. Zulfa Rizkiana (2010)

a. Judul

“Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan

Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek

Assets (GYTA), Return on Loans (RRL), Leverage Multiplier (LM).

c. Hasil Penelitian

Hasil analisi menunjuhkan bahwa model regresi cocok dan

mampu dalam menjelaskan variabel Perubahan Laba (Y), dimana

(32)

lain selain Quick Ratio (QR), Investing Policy Ratio (IPR), Banking

Ratio (BR), Risk Assets Ratio (RAR), Capital Adequacy 2 (CAR 2),

Variable Return on Equity (ROE), Gross Yield on Total Assets

(GYTA). Sedangkan pengujian secara individual, Variable Return on

Equity (ROE), Gross Yield on Total Assets (GYTA) berpengaruh

secara signifikan terhadap variable Perubahan Laba.

3. Rinaldy Priawan (2011)

a. Judul

“Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan

Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Pada Bursa Efek

Indonesia (BEI)”.

b. Rasio Yang Digunakan

Ada 5 rasio keuangan yang digunakan yaitu Quick Ratio

(QR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM),

Return On Equity Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR).

c. Hasil Penelitian

Hasil analisis ini menunjuhkan bahwa model regresi yang

digunakan untuk teknik analisis ini tidak cocok, dan pengujian secara

individual menunjuhkan bahwa rasio Quick Ratio (QR), Capital

Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity

Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh secara

signifikan terhadap Perubahan Laba (Y), sehingga hipotesis

(33)

Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity

Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR) mampu memprediksi

perubahan laba pada perusahaan perbankan“,tidak teruji

kebenaranya.

Tabel 2.1. : Perbedaan dan persamaan dengan penelitian terdahulu

(34)

Multiplier

Bank adalah suatu lembaga berperan sebagai perantara keuangan

(financial Intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana

(surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta

lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran (Rivai ; 2007).

Menurut UU. No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU. No.

7 Tahun 1992 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun

(35)

masyarakat dalam bentuk kredit dan/ atau bentuk-bentuk lainya dalam rangka

meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa

bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha

perbankan selalu berkaitan masalah bidang keuangan. Jadi dapat disimpulkan

bahwa usaha perbankan meliputi tiga aspek, yaitu : menghimpun dana,

menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank.

2.2.1.2. Fungsi Bank

Menurut Suhardjono (2002: 68), terdapat tiga fungsi utama dalam

pembangunan ekonomi yaitu :

a. Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dalam

bentuk simpanan.

b. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam

bentuk kredit.

c. Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan

peredaran uang.

2.2.1.3. J enis Bank

Menurut UU. No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan dan ditegaskan lagi

dengan dikeluarkannya UU RI nomor 10 Tahun 1998 ,maka jenis perbankan

(36)

a. Bank Umum

Yaitu bank yang dpat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Bank jenis ini dapat mengkhususkan diri untuk melaksanakan kegiatan

tertentu atau dapat memilih jenis usaha yang sesuai dengan keahlian dan

bidang usaha yang dapat dikembangkanya. Dengan alternatif ini maka

kebutuhan masyarakat terhadap berbagai jenis jasa dapat dipenuhi oleh

dunia perbankan tanpa mengabaikan prinsip kesehatan dan efisiensi.

b. Bank Perkreditan Rakyat

Yaitu bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito

berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan

itu. Penyebutan bentuk itu dimaksudkan untuk menampung kemungkinan

adanya bentuk penghimpunan dana dari masyarakat oleh bank perkreditan

rakyat yang serupa dengan deposito berjangka dan tabungan tetapi bukan

giro atau simpanan lainnya yang dpat ditarik dengan cek. Kebutuhan bank

jenis ini untuk melayani usaha-usaha kecil dari masyarakat pedesaan.

2.2.2. Analisa Laporan Keuangan

2.2.2.1. Pengertian Analisa Laporan Keuangan

Secara harfiah, analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata, yaitu

analisis dan laporan keuangan. Ini bearti bahwa laporan keuangan merupakan

kegiatan menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan. Menurut kamus besar

(37)

berbagai bagianya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian

untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.

Menurut pengertian tersebut, analisis laporan keuangan merupakan suatu proses

untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsur tersebut dengan tujuan

memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan

keuangan itu sendiri (prastowo dan Julianty, 2002 : 56).

Menurut Wild (2005 : 3) analisis laporan keuangan adalah aplikasi dari

alat dan teknik analitik untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data

yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat

dalam analisis bisnis.

2.2.2.2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan

Menurut Prastowo dan Julianty, (2002 ; 58), tujuan dilakukanya analisis

laporan keuangan yaitu :

a. Untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan

murni, terkaan, dan intuisi; mengurangi dan mempersempit lingkup

ketidakpastian yang tidak bisa diletakkan pada setiap proses pengambilan

keputusan.

b. Agar memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang bearti dan

(38)

utama dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengkonversi data

menjadi informasi.

c. Dapat digunakan sebagai awal alternatif investasi atau merger.

d. Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa

yang akan datang.

e. Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi

atau masalah lainya atau alat evaluasi terhadap manajemen.

2.2.3. Analisis Rasio Keuangan

2.2.3.1. Pengertian Analisis Rasio Keuangan

Yang dimaksud rasio keuangan menurut Kasmir (2008 : 104) adalah

kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan

cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan

antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar

komponen yang ada diantara laporan keuangan kemudian angka yang

diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa

periode.

Sedangkan menurut Prastowo dan Julianty (2005: 80) rasio merupakan

teknik analisis laporan keuangan yang paling banyak digunakan. Rasio ini

merupakan alat analisis yang dapat memberikan jalan keluar dengan

(39)

secara tepat, rasio juga dapat menunjuhkan area-area yang memerlukan penelitian

dan penanganan yang lebih dalam.

2.2.3.2. J enis-jenis Analisis Rasio Keuangan Bank

Menurut (Kasmir, 2003 : 263), jenis-jenis analisa rasio keuangan

perbankan meliputi :

a. Rasio Likuiditas Bank

Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa likuid suatu bank.

Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis rasio yaitu:

a. Quick Ratio

b. Investing Policy Ratio

c. Banking Ratio

d. Assets to Loan Ratio

e. Investment Portofolio Ratio

f. Cash Ratio

g. Loan to Deposit Ratio

h. Investment Risk Ratio

i. Liquiditity Risk Ratio

j. Credit Risk Ratio

(40)

b. Rasio Solvabilitas Bank

Rasio ini bertujuan untuk mengukur efisiensi bank dalam

menjalankan aktivitasnya. Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis

rasio yaitu:

h. Gross Profit Margin on Total Assets

i. Net Income on Total Assets

c. Rasio Rentabilitas Bank

Rasio ini bertujuan untuk mengukur efektivitas bank dalam

mencapai tujuannya. Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis rasio

(41)

f. Interest Margin on Loan

g. Leverage Multiplier

h. Assets Utilization

i. Interest Expenses Ratio

j. Cash of Fund

k. Cost of Money

l. Cost of Loanable Fund’Cost Operable Fund

m. Cost of Effiency

2.2.3.3. Keunggulan Analisis Rasio Keuangan

Menurut Harahap (2002: 298), analisis rasio keuangan memiliki

keunggulan dibanding teknik analisis lainya. Keunggulan tersebut adalah :

a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah

dibaca atau ditafsirkan.

b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan

laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.

c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.

d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan

keputusan dan model prediksi.

e. Menstandarisir size perusahaan

f. Laba modal membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau

(42)

g. Laba mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa

yang akan datang.

2.2.3.4. Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan

Menurut Martono (2002: 93) beberapa keterbatasan analisis rasio

keuangan adalah :

a. Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang

dianalisis apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa usaha.

b. Rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi oleh cara

penafsiran yang berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi.

c. Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang

berbeda, misalnya perbedaan metode penyusutan atau metode penilaian

persediaan.

d. Informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan

perkiraan.

2.2.4. Laba

2.2.4.1. Pengertian Laba

Menurut Belkaouli (2000: 31), laba merupakan kenaikan modal yang

berasal dari transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua

(43)

Suwardjono (2005: 509) Definisi laba disebutkan sebagai tambahan

kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan capital dalam suatu periode

yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau

ditarik oleh entitas pengusaha/pemilik capital tanpa mengurangi kemampuan

ekonomik capital mula-mula (awal periode).

2.2.4.2. Karakteristik Laba

Menurut Belkaouli (2000: 33), laba akuntansi memiliki karakteristik

yaitu :

a. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dilakukan oleh

sebuah perusahaan.

b. Laba akuntansi didasarkan pada postuale periode dan berhubungan dengan

prestasi keuangan perusahaan itu selama periode waktu tertentu.

c. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan dan membutuhkan

definisi, pengukuran, dan pengakuan pendapatan.

d. Laba akuntansi membutuhkan pengukuran biaya dalam bentuk biaya

historis bagi perusahaan, yang melahirkan kepatuhan yang ketat pada

prinsip biaya.

e. Laba akuntansi mensyaratkan agar pendapatan yang direalisasi dari

(44)

2.2.4.3. Arti Penting Pertumbuhan Laba

Sebagaimana halnya seorang dokter mencoba mengetahui kesehatan

seseorang, begitu pula seorang manajer keuntungan atau pihak-pihak lain yang

berkepentingan dalam kaitannya dengan kondisi keuangan perusahaan.

Laba sebagai suatu pengukuran kinerja dan bagian dari laporan

keuangan perusahaan, merefleksikan telah terjadinya proses peningkatan atas

penurunan ekuitas dari berbagai sumber transaksi kecuali transaksi dengan

pemegang saham dalam suatu periode. Konsep laba sama halnya dengan

pendapatan bersih (net income) yaitu memasukkan hampir seluruh kejadian yang

tercakup dalam pendapatan bersih dengan penekanan pada periode sekarang

(present). Sehingga dapat dilakukan suatu penelitian dalam memprediksi

perubahan laba dengan menggunakan rasio keuangan (Belkouli 2000: 35).

2.2.4.4. Perubahan Laba

Perubahan laba dalam penelitian ini diartikan sebagai perubahan

presentase kenaikan atau penurunan laba yang diperoleh perusahaan. Perusahaan

yang mempunyai kenaikan laba yang cepat dalam jangka panjang cenderung

memiliki kinerja yang lebih baik dari pada perusahaan yang memiliki perubahan

laba yang menurun.

Menurut Suwardjono (2005: 509) laba merupakan elemen yang paling

(45)

mempresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. laba dapat memberikan

sinyal yang positif mengenai prospek perusahaan dimasa ymendatang tentang

kinerja perusahaan. Jika pertumbuhan labanya baik akan mencerminkan kinerja

perusahaan yang baik sehingga semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan.

Dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik, maka pertumbuhan

laba perusahaan juga baik.

2.2.4.5. Hubungan Rasio Keuangan dengan Prediksi Laba

Raharjo (2005), menjelaskan hubungan rasio keuangan dengan

perubahan laba berdasarkan pandangan external users. Rasio keuangan

digunakan dalam pengambilan keputusan menentukan pembeliaan saham

perusahaan, peminjaman uang, atau untuk memprediksi financial perusahaan di

masa yang akan datang. pemegang saham tertarik pada keuntungan dari

pembeliaan atau penjualan saham. Keuntungan dapat direalisasikan pada seberapa

menguntungkan perusahaan saat ini dan masa yang akan datang. Dengan melihat

laporan keuangan perusahaan yang mengindikasikan seberapa bagus manajemen

perusahaan dalam menggunakan sumber yang tersedia. Hubungan antara

elemen-elemen pada laporan keuangan dijelaskan oleh rasio keuangan. Rasio keuangan

adalah alat yang digunakan untuk memprediksi laba perusahaan di masa yang

(46)

2.2.4.6. Penggunaan Rasio-rasio Keuangan Sebagai Alat Prediksi

Untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, analisis

keuangan harus melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan

perusahaan. Alat yang digunakan dalam pemeriksaaan ini adalah rasio keuangan.

Rasio keuangan merupakan alat yang menghubungkan dua data

keuangan dengan jalan membagi satu data dengan data lain. Indeks yang

menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka

dengan angka lainya. Perhitungan rasio keuangan digunakan karena cara ini akan

diperoleh perbandingan yang lebih berguna daripada melihat angka saja (Kasmir,

2010).

Analisis rasio keuangan melibatkan dua jenis perbandingan. Pertama,

analisis dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan yang akan

datang dalam perusahaan yang sama. Rasio lancar untuk tahun sekarang dapat

dibandingkan rasio lancar tahun sebelumnya. Jika rasio keuangan diurutkan dalam

tahun, analisis dapat mempelajari komposisi perubahan dan menentukan apakah

terdapat perbaikan atau penurunan dalam kondisi keuangan dan kinerja

perusahaan. Metode perbandingan kedua melibatkan perbandingan rasio satu

perusahaan dengan perusahaan- perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri

pada titik waktu yang sama. Perbandingan ini memberikan pandangan mendalam

tentang kondisi keuangan dan kinerja relatif dari perusahaan (Kasmir,2010).

(47)

penganalisa menyadari bahwa rasio secara individu akan membantu menganalisa

dan mengintrepetasikan prediksi keuangan.

Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu

jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa

berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberikan gambaran kepada

penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu

perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka

rasio pembanding yang digunakan sebagai standard (Munawir, 2004).

2.2.4.7. Hubungan Rasio Likuiditas Bank dengan Perubahan Laba

Menurut Belkaouli (2000: 142), dasar akuntansi bukanlah pemilik bukan

pula kesatuan usaha akan tetapi sekelompok aktiva dan kewajiban-kewajiban

yang bersangkutan serta batasan-batasan yang bersangkutan yang mengatur

pemakaian aktivalah yang menjadi dasar akuntansi, yakni yang disebut sebagai

“dana”. Teori dana memandang satuan usaha sebagai satuan yang terdiri dari

sumber-sumber ekonomi (dana) dan kewajiban-kewajiban yang bersangkutan

serta batasan-batasan yang bersangkutan dalam pemikiran dan tersebut. Oleh

karena itu, teori dana lebih terpusat pada aktiva dalam arti bahwa teori dan lebih

menitikberatkan pada administrasi dan kelayakan pemakaian aktiva.

Kasmir (2010: 221) mengatakan bahwa Rasio likuiditas Bank

(48)

memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Dengan kata lain, bank

dapat membayar kembali pencairan dana para deposanya pada saat ditagih serta

dapat mencukupi permintaan kredit yang diajukan. Semakin besar atau kecilnya

rasio ini akan mempengaruhi keyakinan investor dan nasabah yang akan

menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Sehingga memungkinkan

perusahaan mengalami perubahan laba dimasa yang akan datang.

2.2.4.8. Hubungan Rasio Solvabilitas dengan Perubahan Laba

Kasmir (2010: 229), mengatakan bahwa Rasio Solvabilitas Bank

merupakan ukuran kemampuan bank dalam mencari sumber dana untuk

membiayai kegiatannya. Bisa juga dikatakan rasio ini merupakan alat ukur untuk

melihat kekayaan bank untuk melihat efisiensi bagi pihak manajemen bank

tersebut.

Kasmir juga menyatakan bahwa sumber dana yang dimaksud dapat

berupa hutang atau pinjaman. Semakin tinggi proporsi hutang dalam struktur

modal, maka semakin besar modal yang digunakan untuk membayar bunga, dan

semakin besar resiko bagi kelangsungan hidup perusahaan.

Dalam analisis laporan keuangan tampak bahwa penggunaan hutang

yang kebih tinggi akan memperbesar beban bunga sehingga akan menurunkan

laba. Dengan demikian hutang mempunyai hubungan negatif terhadap laba pada

(49)

dikatakan bahwa rasio solvabilitas berhubungan positif terhadap hutang. Maka

rasio solvabilitas memiliki hubungan negatif terhadap laba.

2.2.4.9. Hubungan Rasio Rentabilitas Bank dengan Per ubahan Laba

Rasio Rentabilitas Bank merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank yang

bersangkutan (Kasmir,2010 : 234).

Kasmir juga menyatakan bahwa rasio profitabilitas atau rentabilitas

merupakan sebuah indikator dari kondisi keuangan dan efektifitas manajemen

perusahaan dalam kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan

pengembalian investasi. Keuntungan yang dihasilkan perusahaan mutlak memiliki

hubungan sebanding yang signifikan dengan rasio profitabilitas atau rentabilitas.

Dengan demikian rasio rentabilitas atau profitabilitas berpengaruh positif terhadap

(50)

2.3. Kerangka Pikir

Penelitian ini, meneliti tentang memprediksi perubahan laba pada

perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan terdiri : Berdasarkan

uraian diatas, kerangka pikir yang dirumuskan sebagai berikut :

Gambar 2.3 : Bagan Kerangka Pikir Uji Statistik Regresi Linear Berganda

Loan to Deposit Ratio

(X1)

Net Pofit Margin

(X3)

Perubahan Laba

(Y)

Capital Adequacy ratio

(51)

2.4. Hipotesis

Hipotesis pada dasarnya adalah kesimpulan yang bersifat

sementara dan masih harus diuji kebenarnya Berdasarkan uraian diatas, maka

dapat disusun hipotesis sebagai berikut :

H1 : Bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy ratio

(CAR), Net Pofit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara

simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan

yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

H2 : Bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy ratio

(CAR), Net Pofit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara

parsial terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang

(52)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel

Definisi operasional dan pengukuran variabel adalah pernyataan

tentang definisi dan pengukuran variabel-variabel penelitian secara

operasional berdasarkan teori-teori yang ada ataupun

pengalaman-pengalaman empiris.

Definisi operasional dan pengukuran variabel yang digunakan

dalam penelitian ini dibagi menjadi :

a. Variabel Terikat Perubahan Laba (Y)

Perubahan laba merupakan kenaikan laba atau penurunan

laba per tahun. Penilaian tingkat keuntungan investasi oleh investor

didasarkan oleh kinerja keuangan perusahaan, dapat dilihat dari tingkat

perubahan laba dari tahun ke tahun. Para investor dalam menilai

perusahaan tidak hanya melihat laba dalam satu periode melainkan

terus memantau perubahan laba dari tahun ke tahun (Dwiatmini :

2001dan Khajar : 2005). Rumus Perubahan Laba sebagai berikut

:(Syamsudin dan Primayuta,2009) :

Yt – Yt-1

Yt = x 100%

(53)

Keterangan:

∆ Yt : perubahan laba pada tahun tertentu.

Yt : laba perusahaan tertentu pada periode tertentu.

Yt-1 : laba perusahaan tertentu pada periode sebelumnya.

b. Variabel Bebas (X)

a. Loan to Deposit Ratio (X1)

Loan to Deposit Ratio merupakan rasio yang digunakan

untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dan

dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri

yang digunakan (Kasmir, 2003 : 272). Rumus untuk mencari Loan

to Deposit Ratio mengunakan (Kasmir,2003) adalah sebagai

berikut :

= Total Loans

Total Deposit + Equity capital x 100%

Keterangan :

LDR : Loan to Deposit Ratio

Total Loans : Jumlah Kredit

Total Deposito : Kredit yang diberikan terhadap dana pihak ketiga

(Giro, Tabungan, Sertifikat Deposito, dan

Deposito).

(54)

b. Capital Adequacy Ratio (X2)

Capital Adequacy ratio merupakan suatu pengukuran

untuk menilai kemampuan modal suatu perusahaan dalam memenuhi

seluruh kewajiban atau hutangnya (Kasmir, 2003 : 278). Rumus untuk

mencari Capital Adequacy ratio mengunakan (Kasmir, 2003) adalah

sebagai berikut :

=

+ 100 %

Keterangan :

CAR : Capital Adequacy ratio

Equity Capital : Modal

Total Loans : Jumlah Kredit

Securities : Surat berharga

c. Net Pofit Margin (X3)

Net Pofit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk

mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari

kegiatan operasi pokoknya. Rasio ini digunakan untuk mengukur

kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga mengetahui

efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang

(55)

Net Pofit Margin mengunakan (Kasmir, 2003) adalah sebagai

berikut :

= 100 %

Keterangan :

Net Income : Laba Bersih

Operating Income : Laba Operasi

3.2. Obyek Penelitian

3.2.1. Populasi.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan

perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu

penelitian (periode 2007-2011). Jumlah Bank yang terdaftar di Bursa eEfek

Indonesia sampai tahun 2012 sebanyak 32 bank. Adapun daftar emiten atau

perusahaan publik sektor jasa keuangan sub sektor bank yang terdaftar di Bursa

(56)

Tabel 3.2.1.

Daftar Emiten Atau Perusahaan Publik Sektor J asa Keuangan Sub Sektor

Bank yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

No Nama Bank No Nama Bank

1

Bank Agro Niaga Tbk 17 Bank Mandiri (Persero) Tbk

2

Bank ICB Bumi Putra Tbk 18 Bank Bumi Arta Tbk

3

Bank Capital Indonesia Tbk 19 Bank CIMB Niaga Tbk

4

Bank Ekonomi Raharja Tbk 20 Bank Internasional Indonesia Tbk

5

Bank Central Asia Tbk 21 Bank Permata Tbk

6

Bank Nusantara Parahyangan Tbk 24 Bank Tabungan Pensiunan

Nasional Tbk

9 Bank Rakyat Indonesia

(Persero)Tbk

25

Bank Victoria International Tbk

10 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk

26 Bank Artha Graha International Tbk

11

Bank Mutiara Tbk 27 Bank Mayapada International Tbk

12

Bank Danamon Indonesia Tbk 28 Bank Windu Kentjana

International Tbk 13

Bank Pundi Indonesia Tbk 29 Bank Mega Tbk

14

Bank Jabar Banten Tbk 30 Bank NISP OCBC Tbk

15 Bank Pembangunan Daerah Jawa

Timur (Tbk)

31

Bank Pan Indonesia Tbk

16

Bank QNB Kesawan Tbk 32 Bank Himpunan Saudara 1906

(57)

3.2.2. Teknik Penentuan Sampel atau Teknik Sampling

Menurut Nazir (1999 : 73) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk sampel yang diambil dari

populasi harus betul-betul mewakili (representative).

Menurut Sumarsono (2004: 44), sampel adalah bagian dari sebuah

populasi, yang mempunyai cirri dan karakteristik yang sama dengan populasi

tersebut, karena itu sebuah sampel harus merupakan representasi dari sebuah

populasi.

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan

yang terdaftar di BEI. Adapun ketentuan dan penentuan sampel ini dilakukan

dengan teknik purposive sampling. Sampel diambil dari data populasi dengan

memperhatikan kelengkapan laporan keuangan perusahaan. Metode purposive

sampling adalah kemungkinan tujuan atau target tertentu dalam memilih sampel

yang tidak acak.

Pertimbangan kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI yang menerbitkan laporan

keuangan dari tahun 2007 sampai dengan 2011 yang lengkap sesuai dengan

variabel yang diteliti.

2. Perusahaan perbankan yang diteliti masih beroperasi pada periode waktu

penelitian (periode 2007 – 2011).

3. Perusahaan perbankan yang mengalami kenaikan dan penurunan laba pada

(58)

Berdasarkan kriteria pengambilan sampel seperti yang telah disebutkan

diatas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 Bank.

Adapun bank yang menjadi sampel dalam penelitian ini dapat dilihat secara lebih

jelas dalam tabel 3.2.2 berikut ini :

Tabel 3.2.2

Sampel Penelitian

No Nama Bank

1. PT. Bank Ekonomi Raharja Tbk

2. PT. Bank Bukopin Tbk

3. PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk

4. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk

5. PT. Bank QNB Kesawan Tbk

6. PT. Bank CIMB Niaga Tbk

7. PT. Bank Mega Tbk

3.3. Teknik Pengumpulan Data

3.3.1. J enis Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.

Peneliti mengunakan data yang di peroleh dari laporan keuangan tahunan

perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode tahun

(59)

yang terdiri dari Tujuh bank dikalikan dengan lima laporan keuangan tahunan

yang dimulai dari periode tahun 2007-2011. Data sekunder adalah data yang di

peroleh seorang peneliti secara tidak langsung dari objeknya, tetapi melalui

sumber lain, baik secara lisan maupun secara tertulis.

3.3.2. Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari laporan

keuangan tahunan perusahaan perbankan yang menjadi objek penelitian. Data

laporan keuangan diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia yang di

publikasikam secara online dan dari website perusahaan perbankan yang dijadikan

sampel penelitian.

3.3.3. Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yaitu

mengkopi, mencatat, mempelajari, dam menganalisa laporan keuangan tahunan

(Annual Report), dari perusahaan perbankan yang dijadikan sampel penelitian dan

tersedia di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari Laporan Neraca dan Laporan

(60)

3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis

3.4.1. Teknik Analisis

3.4.1.1. Analisis Regr esi Berganda

Berdasarkan variabel-variabel yang telah diuraikan dimuka, maka

regresi berganda dirumuskan sebagai berikut :

Y = a+β1X1+β2X2+β3X3 + e ( Sumarsono,2004)

Keterangan :

Y = Perubahan Laba

a = Konstanta

X1 = Loan to Deposit Ratio

X2 = Capital Adequacy ratio

X3 = Net Pofit Margin

β1- β3 = Koefisien Regresi

e = Srandart error estimate

3.4.2. Uji Kualitas Data

3.4.2.1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti

sebaran normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti

sebaran normal dapat dilakukan dengan mengunakan metode kolmogorov

(61)

1. Jika nilai signifikasi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka

distribusi adalah tidak normal.

2. Jika nilai signifikasi (nilai Probabilitasnya) lebih besar dari 5%,

maka distribusi adalah normal (Sumarsono, 2004: 40-43).

3.4.2.2. Uji Asumsi Klasik

Persamaan regresi linear berganda yang terbentuk harus bersifat BLUE

(Best Linear Estimator), yaitu untuk pengambilan keputusan melalui uji F dan uji

t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan hasil yang bersifat BLUE maka harus

terpenuhi tiga asumsi dasar. Tiga asumsi dasar yang tidak boleh dilanggar oleh

regresi linear berganda yaitu :

1. Tidak boleh ada autokorelasi.

2. Tidak boleh ada multikolineritas.

3. Tidak boleh ada heteroskedastisitas.

Apabila salah satu dari ketiga asumsi dasar tersebut dilanggar, maka

persamaan regresi yang diperoleh tidak lagi bersifat BLUE, sehingga

(62)

a. Autokorelasi

Menurut Gujarati (1995 : 201) autokorelasi dapat didefinisikan sebagai

korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu

(data time series) atau ruang (seperti dalam cross sectional). Jadi di dalam model

regresi linear tidak terdapat gejala autokorelasi. Artinya nilai residual

(Yobservasi-Yprediksi) pada waktu ke t tidak ada hubungan dengan nilai residual

sebelumnya (et-1) (Gujarati,1995 :215).

Untuk menguji apakah terjadi autokorelasi atau tidak, dapat digunakan

uji Durbin Watson, yaitu dengan cara membandingkan nilai Durbin Watson

yang dihitung dengan dL dan dU yang ada dalam table.

d = ∑ ( )

∑ (Widarjono, 2005 : 181)

Keterangan :

d = nilai Durbin-Watson

℮t = residual pada waktu ke-t

℮t-1 = residual pada waktu t-1

(63)

Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi :

Hipotesis nol Keputusan Jika

Tidak ada autokorelasi positif

Tidak ada autokorelasi positif

Tidak ada korelasi negatif

Tidak ada korelasi negatif

Tidak ada autokorelasi positif

atau negative

Menurut Ghozali (2007:91) uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji

apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas

(independen) dan model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi

diantara variabel independen. Bila variabel-variabel bebas berkorelasi dengan

sempurna, maka disebut multikolineritas sempurna (perfect multicollinearity).

Menurut Ghozali (2009: 96), deteksi adanya multikolinearitas dalam

model persamaan regresi adalah dengan melihat besaran VIF (Variance Inflation

Factor) dan Tolerance. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang

terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainya. VIF dapat dihitung

(64)

= 1 Tolerance

VIF menyatakan tingkat “pembengkakan” varians, apabila jika :

1) VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas

2) VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas

b. Heteroskedastisitas

Menurut Imam Ghozali (2005:105), uji ini bertujuan menguji apakah

dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan

ke pengamatan lain.Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan

lain tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut

heteroskedastisitas.

Model yang baik adalah homoskedastisitas. Salah satu cara yang

digunakan untuk menyelidiki masalah heteroskedastisitas adalah dengan

mengunakan metode Rank Spearman. Rumus Rank Spearman adalah sebagai

berikut :

= 1

6

(65)

Keterangan :

rS = Korelasi Spearman

d i = Beda rank diantara dua variable dua variable ke i

n = Jumlah Sampel

Menurut Santoso (2001: 301) deteksi adanya heteroskedatiditas adalah :

1. Nilai probabilitas > 0,05 bebas dari heteroskedasititas.

2. Nilai probabilitas < 0,05 bebas bearti terkena hetroskedastisitas.

3.4.2. Uji Hipotesis

Untuk mengetahui besarnya pengaruh variable-variable bebas Loan to

Deposit Ratio, Capital Adequacy ratio, Net Pofit Margin terhadap variable terkait

yaitu perubahan laba, maka digunakan uji F dan uji t.

a. Uji kecocokan model (Uji F)

Uji F digunakan untuk menunjuhkan apakah Loan to Deposit Ratio

(X1), Capital Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) mempunyai

pengaruh secara simultan/bersama-sama atau tidak terhadap Perubahan

Laba (Y).

• Merumuskan hipotesis statistik

H0 : β1= β2 = β3 = 0, artinya Loan to Deposit Ratio (X1), Capital

Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara bersama-sama

(66)

H1 : β1= β2 = β3 ≠ 0, artinya Loan to Deposit Ratio (X1), Capital

Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara bersama-sama

memiliki pengaruh signifikan terhadap Perubahan Laba (Y)

• Menentukan level of significant = 0,05 (5%)

• Dengan F hitung :

=

( ) (⁄ )

(

Anonim,2011: L-22)

Keterangan :

Fhit = F hasil perhitungan

R2 = Koefisien determinasi

k = jumlah variable

n = jumlah sampel

Kriteria pengujian sebagai berikut :

1. H0 diterima jika signifikansinya ≥ 5%

2. H0 ditolak jika signifikansinya < 5%

b. Uji t

Untuk menguji signifikan atau tidaknya pengaruh Loan to Deposit Ratio

(X1), Capital Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara parsial

terhadap perubahan laba (Y) digunakan uji t, dengan prosedur sebagai

Gambar

Tabel 1.1. : Perkembangan laba bersih periode 2007-2011 (dalam jutaan
Tabel 2.1. : Perbedaan dan persamaan dengan penelitian terdahulu
Tabel 3.2.1.
Tabel 3.2.2
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada saat perusahaan dapat menyediakan kebutuhan yang bisa membuat para konsumen merasa puas, maka perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mencapai keuntungan yang diinginkan..

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN “EDuCASIE” UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOFT SKILLS DALAM MATA KULIAH MATEMATIKA KEUANGAN BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI BAGI MAHASISWA BKK

Dalam hal ini, madrasah sebagai sistem sosial merupakan bagian integral dari sistem sosial yang lebih besar, yaitu masyarakat.madrasah dan masyarakat memiliki

Hasil penelitian ini adalah dalam program wakaf uang yang telah dikelola Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) Surabaya dapat dikatakan efektif dalam pemberdayaan mauquf

Universitas Sumatera

Penghentian kontrak dilakukan karena terjadinya hal-hal diluar kekuasaan (keadaan kahar) kedua belah pihak sehingga para pihak tidak dapat melaksanakan kewajiban yang ditentukan

Power supply dengan keluaran 5 volt adalah suatu rangkaian atau komponen yang berfungsi sebagai pengubah tegangan bolak-balik dari AC menjadi DC murni, yang pada outputnya

bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan untuk melaksanakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan ayat (3) serta Pasal 3 ayat (2)