SKRIPSI
Diajukan Oleh :
Wenny Ratna Santi
0913010026/ FE/EA
Kepada :
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
J AWA TIMUR
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Per syaratan dalam Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Program Studi Akuntansi
Diajukan Oleh :
Wenny Ratna Santi
0913010026/ FE/EA
Kepada :
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN
J AWA TIMUR
Disusun Oleh :
Wenny Ratna Santi 0913010026/FE/AK
Telah dipertahankan dihadapan dan diterima oleh
Tim Penguji Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur
pada tanggal 03 Mei 2013
Pembimbing : Tim Penguji :
Pembimbing Utama Ketua
Dr s. Ec. Sjafii, MM, AK Dr. Sri Trisnaningsih, SE, M.Si
Sekretaris
Dr s. Ec. Muslimin, M.Si
Anggota
Dr s. Ec. Sjafii, MM, AK
Mengetahui, Dekan Fakultas Ekonomi
Univer sitas Pembangunan Nasional “Veteran” J awa Timur Dekan Fakultas Ekonomi
Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala
berkah, rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan Skripsi yang berjudul “ANALISIS RASIO KEUANGAN
TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN PERBANKAN
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”.
Penulisan Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk dapat
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S-1) pada Jurusan Ekonomi Akuntansi, di
Universitas Pembangunan Nasional ‘Veteran” Jawa Timur.
Dengan selesainya penulisan Skripsi ini, penulis sangat berterima
kasih atas segala bantuan dan fasilitas dari berbagai pihak yang diberikan kepada
penulis guna mendukung penyelesaian Skripsi ini. Maka dalam kesempatan ini
penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Teguh Soedarto, MP, selaku Rektor Universitas
Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
2. Bapak Dr. Dhani Ichsanuddin N, SE, MM., selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur.
3. Bapak Dr. Hero Priono,Msi,AK selaku Ketua Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa
penyusunan Skripsi ini hingga terselesaikan.
5. Segenap tenaga pengajar, karyawan dan seluruh rekan-rekan mahasiswa
terutama Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”
Jawa Timur.
6. Ibu, Bapak, Adik dan seluruh keluarga besarku yang selalu memberikan
doa, dukungan, perhatian, dan pengorbanan yang begitu besar. Terima kasih
7. Teman-teman seperjuangan yang telah membantu dalam penyusunan skripsi
ini yang tidak dapat disebutkan satu, terima kasih atas doa, dukungan dan
bantuan yang telah diberikan.
Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat dan Hidayah-Nya
kepada semua pihak tersebut diatas. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis
menyadari bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini dan keterbatasan yang
dimiliki, sehingga penulis menghargai segala kritik dan saran yang bersifat
membangun untuk membantu kesempurnaan skripsi ini. Akhirnya, harapan
penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi referensi pendidikan kita semua.
Surabaya, April 2013
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR TABEL ... viii
DAFTAR GAMBAR ... x
DAFTAR LAMPIRAN ... xi
ABSTRAK ... xii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 12
1.3 Tujuan Penelitian ... 12
1.4 Manfaat Penelitian ... 13
BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 2.1 Penelitian Terdahulu ... 14
2.2 Landasan Teori ... 18
2.2.1 Bank ... 18
2.2.1.1 Pengertian Bank ... 18
2.2.1.2 Fungsi Bank ... 19
2.2.1.3 Jenis Bank ... 19
2.2.3.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan ... 22
2.2.3.2 Jenis-jenis Analisis Rasio Keuangan Bank ... 23
2.2.3.3 Keunggulan Analisis Rasio Keuangan ... 25
2.2.3.4 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan ... 26
2.2.4 Laba ... 26
2.2.4.1 Pengertian Laba ... 26
2.2.4.2 Karakteristik Laba ... 27
2.2.4.3 Arti Penting Pertumbuhan Laba ... 28
2.2.4.4 Perubahan Laba ... 28
2.2.4.5 Hubungan Rasio Keuangan dengan Prekdisi Laba ... 29
2.2.4.6 Penggunaan Rasio-rasio Keuangan Sebagai Alat Prediksi ... 30
2.2.4.7 Hubungan Rasio Likuiditas Bank dengan perubahan Laba ... 31
2.2.4.8 Hubungan Rasio Solvabilitas Bank dengan perubahan Laba ... 32
2.2.4.9 Hubungan Rasio Rentabilitas Bank dengan perubahan Laba ... 33
2.3 Kerangka Pikir ... 34
3.2.1 Populasi ... 39
3.2.2 Teknik Penentuan Sampel atau Teknik Sampling ... 41
3.2 Teknik Pengumpulan Data... 42
3.2.1 Jenis Data ... 42
3.2.2 Sumber Data... 43
3.2.3 Pengumpulan Data ... 43
3.4 Teknik Analisis Dan Uji Hipotesis ... 44
3.4.1 Teknik Analisis ... 44
3.4.1.1 Analisis Regresi Berganda ... 44
3.4.2 Uji Kualitas Data ... 44
3.4.2.1 Uji Normalitas ... 44
3.4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 45
3.4.2 Uji Hipotesis ... 48
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 52
4.1.1 Deskripsi PT. Bank Ekonomi Raharja, Tbk ... 52
4.1.2 Deskripsi PT. Bank Bukopin, Tbk... 53
4.1.3 Deskripsi PT. Bank Nusantara Parahyangan, Tbk ... 55
4.2 Deskripsi Hasil Penelitian ... 65
4.2.1 Loan to Deposit Ratio (LDR) ... 65
4.2.2 Capital Adequacy Ratio (CAR) ... 67
4.2.3 Net Profit Margin (NPM) ... 68
4.2.4 Perubahan Laba (Y) ... 69
4.3 Analisis Data ... 71
4.3.1 Uji Asumsi Klasik ... 71
4.3.1.1 Uji Normalitas ... 71
4.3.1.2 Uji Multikolonieritas ... 72
4.3.1.3 Uji Heteroskedastisitas ... 72
4.3.1.4 Uji Autokorelasi ... 73
4.3.2 Analisis Regresi Linear Berganda ... 74
4.3.2.1 Uji F ... 75
4.3.2.2 Koefisien Determinasi (R-Square) ... 76
4.3.2.3 Uji t ... 77
4.4 Pembahasan... 78
4.4.1 Implikasi ... 81
4.4.2 Perbedaan Penelitian Sekarang Dengan Penelitian Terdahulu ... 81
DAFTAR PUSTAKA
Tabel 1.1. Perkembangan Laba Bersih Periode 2007-2011 (dalam jutaan
rupiah) ... 9
Tabel 2.1. Perbedaan dan Persamaan Dengan Penelitian Terdahulu ... 17
Tabel 3.2.1. Daftar Emiten Atau Perusahaan Publik Sektor Jasa Keuangan Sub Sektor Bank Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia... 40
Tabel 3.2.2. Sampel Penelitian ... 42
Tabel 4.2.1. Hasil Perhitungan Loan to Deposit Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 66
Tabel 4.2.2. Hasil Perhitungan Capital Adequacy Ratio Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 67
Tabel 4.2.3. Hasil Perhitungan Net Profit Margin Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 68
Tabel 4.2.4. Hasil Perhitungan Perubahan Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2007 Sampai Tahun 2011 (Dalam %) ... 69
Tabel 4.3.1.1. Hasil Uji Normalitas ... 71
Tabel 4.3.1.2. Nilai VIF ... 72
Tabel 4.3.2.2. Koefisien Determinasi ... 76
Tabel 4.3.2.1. Hasil Uji t ... 77
Lampiran 1 : Data Loan to Deposit Ratio Perusahaan Perbankan Periode
Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)
Lampiran 2 : Data Capital Adequacy Ratio Perusahaan Perbankan Periode
Tahun 2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)
Lampiran 3 : Data Net Profit Margin Perusahaan Perbankan Periode Tahun
2007 sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)
Lampiran 4 : Data Perubahan Laba Peusahaan Perbankan Periode Tahun 2007
sampai dengan Tahun 2011 (dalam ribuan rupiah)
Lampiran 5 : Output Uji Normalitas
Lampiran 6 : Output Uji Asumsi Klasik
Lampiran 7 : Output Uji Regresi Linear Berganda
Oleh :
Wenny Ratna Santi
ABSTRAK
Laba setiap tahun dapat mengalami kenaikan dan penurunan baik dalam jumlah besar maupun kecil. Dengan kondisi yang berubah-ubah, lembaga perbankan memperoleh tantangan dalam mengelola bisnisnya agar dapat bertahan. Berkaitan dengan kesinambungan dan stabilitas bisnis lembaga keuangan, laba menjadi faktor yang penting. Laba merupakan salah satu informasi potensial yang terkandung di dalam laporan keuangan dan informasi potensial yang tergantung didalam laporan keuangan dan informasi yang sangat penting bagi pihak internal maupun eksternal perbankan. Penelitian ini bertujuan
untuk Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital
adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM) terhadap Perubahan Laba secara simultan dan parsial.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2007-2011 yang berjumlah 32 perusahaan. Penelitian ini mengunakan purposive sampling, dimana dari 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia hanya tujuh perusahaan yang dapat menjadi sampel penelitian. Ada tiga variabel independen yang dikaji dalam
penelitian ini yaitu: Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio
(CAR), dan Net Profit Margin (NPM) sedangkan Perubahan Laba sebagai
variabel dependen. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS.
Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa ketiga variabel bebas yaitu
Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio (CAR), dan Net Profit Margin (NPM) tidak mempunyai pengaruh secara simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Sedangkan secara parsial bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy
Ratio (CAR), dan Net Profit Margin (NPM) tidak berpengaruh signifikan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
1.1. Latar Belakang
Disebuah negara, pembangunan menjadi salah satu faktor
penting untuk menunjang kesejahteraaan rakyat. Dengan pembangunan
ini, kemakmuran yang adil dan merata dapat diwujudkan dan tentu saja
pembangunan tidak akan terlepas dari adanya sumber dana. Disini peran
lembaga perbankan sangat diperlukan.
Fungsi bank diantaranya sebagai perantara (financial
intermediary) antara pihak yang kelebihan dana (surplus unit) dengan
pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta sebagai lembaga yang
berfungsi untuk memperlancar lalu lintas pembayaran. Bank dalam UU
No. 7 Tahun 1992 yang kemudian disempurnakan menjadi UU No. 10
Tahun 1998 mempunyai arti yaitu badan usaha yang menghimpun dana
dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkanya kepada
masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lain dalam
rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Industri perbankan di Indonesia dalam perkembangannya telah mengalami
pasang surut. Krisis perbankan yang terjadi pada tahun 1997, telah
menghadapi sejumlah permasalahan mendasar. Masalah tersebut meliputi
pemberian pinjaman yang tidak berhati-hati serta adanya pinjaman luar
negeri sektor swasta dalam jumlah besar. Sistem perbankan yang rentan
tersebut berpengaruh terhadap kinerja bank yaitu banyak debitur yang
tidak mampu membayar hutangnya baik bunga maupun pokok pinjaman
yang akhirnya dikategorikan sebagai kredit macet. Puncaknya pada saat
Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1997, ada beberapa bank yang
mengalami kesulitan likuiditas yang harus ditutup oleh Bank Indonesia
sebagai otoritas perbankan. Krisis pada tahun 1997 telah berlalu, kini
perbankan Indonesia dihadapkan kembali dengan krisis yang lebih dahsyat
yaitu krisis keuangan global. Kondisi perekonomian Indonesia
sesungguhnya sudah terkena dampak dari krisis keuangan global tersebut .
Namun pengaruhnya belum terlalu signifikan khususnya di sektor
perbankan (Hamonangan dan Siregar 2009).
Pada beberapa tahun terakhir, perolehan laba di sejumlah
bank mengalami fluktuasi yang dapat disebabkan oleh banyak hal. Laba
setiap tahun dapat mengalami kenaikan dan penurunan baik dalam jumlah
besar maupun kecil. Dengan kondisi yang berubah-ubah, lembaga
perbankan memperoleh tantangan dalam mengelola bisnisnya agar dapat
bertahan. Berkaitan dengan kesinambungan dan stabilitas bisnis lembaga
keuangan, laba menjadi faktor yang penting. Laba merupakan elemen
yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka laba diharapkan
cukup kaya dalam merepresentasikan kinerja perusahaan secara
untuk para kreditor dan pemegang saham. Semakin besar tingkat laba,
maka akan menambah kepercayaan pihak deposan dan investor.
Berikut data perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia yang mengalami fluktuasi laba :
Tabel 1.1. : Per kembangan laba ber sih periode 2007-2011 (dalam jutaan
Raharja Tbk 192.751.505 261.802.000 331.575.000 296.043.000 242.557.000 2 Bank Bukopin
Tbk 375.126.000 368.780.000 362.191.000 492.761.000 741.478.000
3 Bank Nusantara Parahyangan Tbk
31.849.014 28.364.534 29.399.325 47.475.365 68.145.768
4 Bank Danamon
Indonesia Tbk 2.116.915.000 1.530.022.000 1.532.533.000 2.983.761.000 3.449.033. 000 5 Bank QNB
Kesawan Tbk 6.258.523 3.113.077 3.988.339 1.212.352 6.182.000
6 Bank CIMB
Niaga Tbk 1.508.386 678.189.000 1.575.328 2.562.553 3.176.960
7 Bank Mega Tbk 520.719.000 501.681.000 537.460.000 951.800.000 1.073.352.000
Sumber : Bursa Efek Indonesia
Dari tabel diatas terdapat bank pada periode 2007-2011 yang telah
mengalami fluktuasi laba yang tidak konstan yaitu Bank ICB Bumi Putra
Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp
1.925.744.000 dari tahun 2007 sebesar Rp 20.647.835.000 kemudian pada
tahun 2009-2010 mengalami peningkatan laba bersih sebesar Rp
5.043.438.000 pada tahun 2009, Rp 28.203.291.000 pada tahun 2010
sedangkan tahun 2011 mengalami penurunan laba bersih sebesar Rp
mengalami peningkatan laba bersih sebesar Rp 192.752.000.000 pada tahun
2007, Rp 261.802.000.000 pada tahun 2008, Rp 331.575.000.000 pada
tahun 2009, kemudian pada tahun 2010-2011 mengalami penurunan laba
bersih sebesar Rp 296.043.000.000 pada 2010, Rp 242.557.000.000 pada
tahun 2011.
Bank Bukopin Tbk pada tahun 2007-2009 mengalami
penurunan laba bersih sebesar Rp 375.126.000.000 pada tahun 2007, Rp
368.780.000.000 pada tahun 2008, Rp 362.191.000.000 pada tahun 2009,
kemudian pada tahun 2010-2011 mengalami peningkatan laba bersih
sebesar Rp 492.761.000.000 pada 2010, Rp 741.478.000.000 pada tahun
2011. Bank Nusantara Parahyangan Tbk tahun 2008 mengalami
penurunan laba bersih sebesar Rp 28.364.534.000.000 dari tahun 2007
sebesar Rp 31.849.014.000 kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami
peningkatan laba bersih sebesar Rp 29.399.325.000 pada tahun 2009, Rp
47.475.365.000 pada tahun 2010, Rp 68.145.768.000 pada tahun 2011.
Bank Mutiara Tbk pada tahun 2007-2009 mengalami
peningkatan laba bersih sebesar Rp (195.174.000.000) pada tahun 2007, Rp
(7.281.150.000.000) pada tahun 2008, Rp 265.483.000.000 pada tahun
2009, kemudian pada tahun 2010 mengalami penurunan laba bersih
sebesar Rp 217.963.000.000 , dan pada tahun 2011 kembali mengalami
peningkatan sebesar Rp 260.445.000.000. Bank Danamon Indonesia Tbk
kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan laba bersih
sebesar Rp 1.532.533.000.000 pada tahun 2009, Rp 2.983.761.000.000
pada tahun 2010, Rp 3. 449.033. 000.000 pada tahun 2011.
Bank Kesawan Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan
laba bersih sebesar Rp 3.113.077.000 dari tahun 2007 sebesar Rp
6.258.523.000 kemudian pada tahun 2009 mengalami peningkatan laba
bersih sebesar Rp 3.988.339.000, pada tahun 2010 mengalami penurunan
laba bersih sebesar Rp 1.212.352.000, dan pada tahun 2011 kembali
mengalami peningkatan laba bersih sejumlah Rp 6.182.000.000. Bank
CIMB Niaga Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan laba bersih
sebesar Rp 678.189.000.000 dari tahun 2007 sebesar Rp 1.508.386.000.000
kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan laba sebesar Rp
1.575.328.000.000 pada tahun 2009, Rp 2.562.553.000.000 pada 2010,
Rp 3.176.960.000.000 pada tahun 2011.
Bank Mega Tbk pada tahun 2008 mengalami penurunan
laba bersih sebesar Rp 501.681.000.000 dari tahun 2007 sebesar
520.719.000.000 kemudian pada tahun 2009-2011 mengalami peningkatan
laba sebesar Rp 537.460.000.000 pada tahun 2009, Rp 951.800.000.000
pada 2010, Rp 1.073.352.000.000 pada tahun 2011. Sehingga
menyebabkan investor ragu dalam melakukan investasi ke bank.
permasalahan tersebut bisa disebabkan beberapa hak diantaranya
operasional atau tingginya beban bunga, beban operasional, bebank non
operasional maupun tingginya pajak yang ditanggung oleh bank.
Salah satu tujuan bank adalah memperoleh profitabilitas
yang nantinya akan di pergunakan untuk membiayai segala kegiatan
operasional dan aktivitas perbankan yang dilakukan. Dengan adanya
profitabilitas tersebut, bank akan dapat berkembang dan bertahan sampai
kegiatan dimasa yang akan datang. Mengukur tingkat profitabilias
merupakan salah satu cara yang digunakan untuk mengukur kemampuan
manajemen bank dalam mengelola modal yang tersedia untuk
mendapatkan laba bersih. Laba merupakan salah satu informasi potensial
yang terkandung di dalam laporan keuangan dan informasi potensial yang
tergantung didalam laporan keuangan dan informasi yang sangat penting
bagi pihak internal maupun eksternal perbankan.
Sebelum menanamkan modalnya, para investor
membutuhkan laporan keuangan guna menilai kinerja perbankan, yang
selanjutnya dipergunakan untuk pengambilan keputusan investasi.
Informasi tentang posisi keuangan perusahaan, kinerja
perusahaan, aliran kas perusahaan, dan informasi lain yang berkaitan
dengan laporan keuangan dapat diperoleh dari laporan keuangan
perusahaan. Untuk memahami informasi tentang laporan keuangan,
analisis laporan keuangan sangat dibutuhkan (Gibson dan Boyer, 1980).
Analisa rasio merupakan salah satu cara pemrosesan dan
relatif maupun absolut untuk menjelaskan hubungan tertentu antara
angka yang satu dengan angka yang lain dalam suatu laporan keuangan.
Dengan analisa rasio dapat disajikan kondisi keuangan, kesehatan, dan
prestasi usaha yang dalam hal ini sebuah bank. Analisis ini sangat
diperlukan bagi penilaian prestasi usaha yang telah dilakukan oleh
sebuah bank, terutama bagi manajemen penyusunan kebijakan strategi
bank.
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan bank
antara lain adalah likuiditas, kualitas aktiva, solvabilitas, dan rentabilitas.
Likuiditas adalah kemampuan bank untuk memenuhi kewajiban
hutang-hutangnya, dapat membayar kembali semua deposannya, serta dapat
memenuhi permintaan kredit yang diajukan para debitur tanpa terjadi
penangguhan. Likuiditas yang baik tidak akan membuat bank berkurang
apabila deposan menagih bank sewaktu–waktu. Solvabilitas atau struktur
modal. Kegiatan operasional bank dapat berjalan dengan lancar apabila
bank tersebut memiliki modal yang cukup sehingga pada saat-saat kritis,
bank tetap dalam posisi aman karena memiliki cadangan modal di Bank
Indonesia. merupakan komposisi utang dan equitas sedangkan rentabilitas
adalah kesanggupan bisnis perbankan untuk mendapatkan laba
berdasarkan investasi yang dilakukannya (Hamonangan dan Siregar 2009).
Aspek-aspek tersebut dapat dianalisis melalui rasio-rasio keuangan. Hasil
dari perhitungan rasio tersebut apakah dapat dipergunakan untuk
Penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan pengujian
lebih lanjut temuan-temuan empiris mengenai rasio keuangan khususnya
yang menyangkut kegunaannya dalam memprediksi laba yang akan
datang. Alasan pemilihan laba akuntansi dikarenakan laba
mencerminkan kinerja perusahaan, dari ukuran laba maka dapat dilihat
apakah perusahaan mempunyai kinerja yang bagus atau tidak. Jika rasio
keuangan dapat dijadikan sebagai prediktor perubahan laba dimasa yang
akan datang, temuan ini merupakan pengetahuan yang cukup berguna
bagi para pemakai laporan keuangan yang secara riil, maupun potensial
berkepentingan dengan suatu perusahaan. Sebaliknya, jika rasio tidak
cukup signifikan dalam memprediksi perubahan laba dimasa yang akan
datang, hasil penelitian ini akan memperkuat bukti tentang konsistensi
temuan-temuan empiris sebelumnya.
Penelitian-penelitian yang menghubungkan rasio
keuangan dengn fenomena-fenomena akuntansi tertentu, dengan harapan
akan dapat ditemukan berbagai kegunaan obyektif rasio keuangan telah
banyak dilakukan, beberapa penelitian yang telah dilakukan antara lain
penelitian yang dilakukan Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)
adalah pengaruh rasio dalam memprediksi laba di masa yang akan
datang. Penelitian ini dilakukan pada 10 perusahaan perbankan dengan
periode pengamatan tahun 2003-2005 dan mengunakan 4 rasio
keuangan. hasil penelitian menunjuhkan berdasarkan nilai kuadrat
Assets (ROA) merupakan rasio paling dominan terhadap pertumbuhan
laba satu tahun ke depan.
Zulfa Rizkiana (2010) mengetahui signifikansi pengaruh
rasio-rasio keuangan secara simultan dan parsial dalam memprediksi
perubahan laba pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Hasil penelitian menunjuhkan bahwa model regresi cocok dan
mampu menjelaskan perubahan variabel Perubahan Laba (Y), sedangkan
pengujian secara individual, variabel Return on Equity dan Gross Yield
on Total Assets berpengaruh signifikan terhadap variabel terkait.
Rinaldy Priawan (2011) menguji kemampuan rasio
keuangan dalam memprediksi perubahan laba pada perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan mengunakan 5
rasio keuangan. Hasil dari penelitian tersebut menunjuhkan bahwa hasil
analisis melalui uji kecocokan model menunjuhkan semua variabel
independen (X) yang dimasukkan ke dalam model regresi tidak
mempunyai kecocokan terhadap variabel dependen (Y). Hasil analisis
secara individual juga menunjuhkan bahwa 5 rasio keuangan tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen perubahan
laba (Y).
Hasil-hasil dari penelitian terdahulu diatas menimbulkan
kesimpulan bahwa sekaligus perbedaan bahwa menurut Rinaldy Priawan
(2011) menyimpulkan bahwa tidak terdapat rasio keuangan yang
Zulfa Rizkiana (2010) menyimpulkan bahwa rasio keuangan Return on
Equity dan Gross Yield on Total Assets berpengaruh signifikan terhadap
perubahan laba. Sementara Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)
menyimpulkan bahwa rasio keuangan Return on Assets (ROA) sebagai
rasio yang paling dominan dalam memprediksi pertumbuhan laba.
Ketidakkonsistenan hasil penelitian-penelitian terdahulu
mengenai pengaruh beberapa rasio keuangan tertentu terhadap
perubahan laba memunculkan suatu gap bahwa rasio keuangan manakah
yang paling dominan untuk memprediksi perubahan laba suatu
perbankan. Permasalahan tersebut mendorong peneliti untuk melakukan
pengujian lebih lanjut terhadap temuan-temuan empiris mengenai rasio
keuangan dengan mereplikasikan penelitian yang dilakukan oleh Luh
Made Ayu Ening Puspawati (2008) dan Zulfa Rizkiana (2010).
Pentingnya penelitian tentang rasio keuangan dalam
memprediksi pertumbuhan laba dan pengujian kekuatan prediksi rasio
keuangan terhadap pertumbuhan laba antara berbagai periode untuk
perusahaan perbankan didasari oleh beberapa alasan. Pertama, masih
kurangnya penelitian tentang manfaat rasio keuangan untuk memprediksi
laba perusahaan perbankan.Kedua, rasio keuangan perusahaan perbankan
sedikit berbeda dengan rasio keuangan jenis perusahaan lainya. hal ini
ditunjuhkan oleh adanya standar akuntansi perbankan yang diatur khusus
dalam Pernyataan Standar Akuntansi No. 31 (IAI). Ketiga, beberapa
pertumbuhan laba anatara beberapa periode cenderung tidak persisten.
Keempat, belum adanya keseragaman rasio keuangan yang harus
dicantumkan oleh perusahaan dalam prospectus pada saat go public
(Keputusan Ketua Bapepam Nomor KEP-51/PM 1996 tanggal 17
Januari 1996 hanya menyatakan bahwa perusahaan harus mencantumkan
rasio keuangan yang relevan).
Alasan peneliti memilih perusahaan perbankan yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai bahan atau objek penelitian,
karena diantara sekitar 32 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa
efek Indonesia terdapat beberapa bank yang menghadapi masalah yaitu
mengalami naik turunya laba (fluktuasi) selama periode tahun 2007-2011.
Hal ini akan mempengaruhi para pengguna informasi dalam membuat
informasi dalam membuat prediksi dan keputusan.
Berdasarkan dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk
melakukan penelitian dengan judul: “ANALISIS PENGARUH RASIO
KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA
PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA
1.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas,
maka dapat ditemukan rumusan permasalahan pada penelitian ini
adalah:
1. Apakah Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio
(CAR), Net Profit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara
simultan terhadap Perubahan Laba?
2. Apakah Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy Ratio
(CAR), Net Profit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara
parsial terhadap Perubahan Laba?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital
adequacy Ratio (CAR) , Net Profit Margin (NPM) terhadap
Perubahan Laba secara bersama-sama atau simultan.
2. Untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital
adequacy Ratio (CAR) , Net Profit Margin (NPM) terhadap
1.4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat antara lain
1. Bagi peneliti
Mendapat pemahaman yang lebih baik tentang ada tidaknya
pengaruh rasio keuangan terhadap perubahan laba.
2. Bagi praktisi
Dalam menambah informasi tentang manfaat rasio keuangan untuk
membantu mengambil keputusan sebelum melakukan investasi.
3. Bagi akademisi
Untuk menambah referensi dan memberikan suatu ide
pengembangan lebih lanjut dalam mengadakan penelitian dalam
BAB II
TINJ AUAN PUSTAKA
2.1. Hasil Penelitian Terdahulu
Penelitian yang berhubungan dengan analisis rasio
keuangan dapat memprediksi laba pada perusahaan yang terdaftar pada
Bursa Efek Indonesia adalah sebagai berikut :
1. Luh Made Ayu Ening Puspawati (2008)
a. Judul
“Pengaruh Rasio Keuangan Dalam Memprediksi
Pertumbuhan Laba Pada Perusahaaan Perbankan Yang Terdaftar
Di Bursa Efek Indonesia”.
b. Rasio Yang Digunakan
Sebanyak 4 Rasio diambil dari construct rasio keuangan
capital, assets, earnings, dan liquidity. Setiap construct diambil rasio
yang telah diseleksi menghasilkan rasio CAR, Assets Quality, ROA,
dan Liquidity.
c. Hasil Penelitian
Hipotesis pertama menyimpulkan bahwa uji F secara
simultan rasio keuangan CAR, Assets Quality, ROA, dan Liquidity
kedua dengan uji t dapat disimpulkan bahwa secara parsial hanya
rasio keuangan ROA yang berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan laba. Hipotesis ketiga berdasarkan nilai kuadrat
koefisien korelasi parsial disimpulkan bahwa rasio keuangan ROA
merupakan rasio yang paling dominan terhadap pertumbuhan laba.
.
2. Zulfa Rizkiana (2010)
a. Judul
“Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan
Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek
Assets (GYTA), Return on Loans (RRL), Leverage Multiplier (LM).
c. Hasil Penelitian
Hasil analisi menunjuhkan bahwa model regresi cocok dan
mampu dalam menjelaskan variabel Perubahan Laba (Y), dimana
lain selain Quick Ratio (QR), Investing Policy Ratio (IPR), Banking
Ratio (BR), Risk Assets Ratio (RAR), Capital Adequacy 2 (CAR 2),
Variable Return on Equity (ROE), Gross Yield on Total Assets
(GYTA). Sedangkan pengujian secara individual, Variable Return on
Equity (ROE), Gross Yield on Total Assets (GYTA) berpengaruh
secara signifikan terhadap variable Perubahan Laba.
3. Rinaldy Priawan (2011)
a. Judul
“Analisis Rasio Keuangan Dalam Memprediksi Perubahan
Laba Pada Perusahaan Perbankan Yang Terdaftar Pada Bursa Efek
Indonesia (BEI)”.
b. Rasio Yang Digunakan
Ada 5 rasio keuangan yang digunakan yaitu Quick Ratio
(QR), Capital Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM),
Return On Equity Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR).
c. Hasil Penelitian
Hasil analisis ini menunjuhkan bahwa model regresi yang
digunakan untuk teknik analisis ini tidak cocok, dan pengujian secara
individual menunjuhkan bahwa rasio Quick Ratio (QR), Capital
Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity
Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR) tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap Perubahan Laba (Y), sehingga hipotesis
Adequacy Ratio (CAR), Net Profit Margin (NPM), Return On Equity
Capital (ROU), Loan Deposit Ratio (LDR) mampu memprediksi
perubahan laba pada perusahaan perbankan“,tidak teruji
kebenaranya.
Tabel 2.1. : Perbedaan dan persamaan dengan penelitian terdahulu
Multiplier
Bank adalah suatu lembaga berperan sebagai perantara keuangan
(financial Intermediary) antara pihak-pihak yang memiliki kelebihan dana
(surplus unit) dengan pihak-pihak yang memerlukan dana (deficit unit) serta
lembaga yang berfungsi memperlancar lalu lintas pembayaran (Rivai ; 2007).
Menurut UU. No. 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU. No.
7 Tahun 1992 tentang perbankan, bank adalah badan usaha yang menghimpun
masyarakat dalam bentuk kredit dan/ atau bentuk-bentuk lainya dalam rangka
meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Berdasarkan dari beberapa pengertian diatas dapat dijelaskan bahwa
bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha
perbankan selalu berkaitan masalah bidang keuangan. Jadi dapat disimpulkan
bahwa usaha perbankan meliputi tiga aspek, yaitu : menghimpun dana,
menyalurkan dana, dan memberikan jasa bank.
2.2.1.2. Fungsi Bank
Menurut Suhardjono (2002: 68), terdapat tiga fungsi utama dalam
pembangunan ekonomi yaitu :
a. Bank sebagai lembaga yang menghimpun dana masyarakat dalam
bentuk simpanan.
b. Bank sebagai lembaga yang menyalurkan dana ke masyarakat dalam
bentuk kredit.
c. Bank sebagai lembaga yang melancarkan transaksi perdagangan dan
peredaran uang.
2.2.1.3. J enis Bank
Menurut UU. No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan dan ditegaskan lagi
dengan dikeluarkannya UU RI nomor 10 Tahun 1998 ,maka jenis perbankan
a. Bank Umum
Yaitu bank yang dpat memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.
Bank jenis ini dapat mengkhususkan diri untuk melaksanakan kegiatan
tertentu atau dapat memilih jenis usaha yang sesuai dengan keahlian dan
bidang usaha yang dapat dikembangkanya. Dengan alternatif ini maka
kebutuhan masyarakat terhadap berbagai jenis jasa dapat dipenuhi oleh
dunia perbankan tanpa mengabaikan prinsip kesehatan dan efisiensi.
b. Bank Perkreditan Rakyat
Yaitu bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito
berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainya yang dipersamakan dengan
itu. Penyebutan bentuk itu dimaksudkan untuk menampung kemungkinan
adanya bentuk penghimpunan dana dari masyarakat oleh bank perkreditan
rakyat yang serupa dengan deposito berjangka dan tabungan tetapi bukan
giro atau simpanan lainnya yang dpat ditarik dengan cek. Kebutuhan bank
jenis ini untuk melayani usaha-usaha kecil dari masyarakat pedesaan.
2.2.2. Analisa Laporan Keuangan
2.2.2.1. Pengertian Analisa Laporan Keuangan
Secara harfiah, analisis laporan keuangan terdiri dari dua kata, yaitu
analisis dan laporan keuangan. Ini bearti bahwa laporan keuangan merupakan
kegiatan menganalisis laporan keuangan suatu perusahaan. Menurut kamus besar
berbagai bagianya dan penelaahan bagian itu sendiri serta hubungan antar bagian
untuk memperoleh pengertian yang tepat dan pemahaman arti keseluruhan.
Menurut pengertian tersebut, analisis laporan keuangan merupakan suatu proses
untuk membedah laporan keuangan ke dalam unsur-unsur tersebut dengan tujuan
memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan
keuangan itu sendiri (prastowo dan Julianty, 2002 : 56).
Menurut Wild (2005 : 3) analisis laporan keuangan adalah aplikasi dari
alat dan teknik analitik untuk laporan keuangan bertujuan umum dan data-data
yang berkaitan untuk menghasilkan estimasi dan kesimpulan yang bermanfaat
dalam analisis bisnis.
2.2.2.2. Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Menurut Prastowo dan Julianty, (2002 ; 58), tujuan dilakukanya analisis
laporan keuangan yaitu :
a. Untuk mengurangi ketergantungan para pengambil keputusan pada dugaan
murni, terkaan, dan intuisi; mengurangi dan mempersempit lingkup
ketidakpastian yang tidak bisa diletakkan pada setiap proses pengambilan
keputusan.
b. Agar memperoleh ukuran-ukuran dan hubungan-hubungan yang bearti dan
utama dari analisis laporan keuangan adalah untuk mengkonversi data
menjadi informasi.
c. Dapat digunakan sebagai awal alternatif investasi atau merger.
d. Sebagai alat forecasting mengenai kondisi dan kinerja keuangan di masa
yang akan datang.
e. Sebagai proses diagnosis terhadap masalah-masalah manajemen, operasi
atau masalah lainya atau alat evaluasi terhadap manajemen.
2.2.3. Analisis Rasio Keuangan
2.2.3.1. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
Yang dimaksud rasio keuangan menurut Kasmir (2008 : 104) adalah
kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan
cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan
antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar
komponen yang ada diantara laporan keuangan kemudian angka yang
diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa
periode.
Sedangkan menurut Prastowo dan Julianty (2005: 80) rasio merupakan
teknik analisis laporan keuangan yang paling banyak digunakan. Rasio ini
merupakan alat analisis yang dapat memberikan jalan keluar dengan
secara tepat, rasio juga dapat menunjuhkan area-area yang memerlukan penelitian
dan penanganan yang lebih dalam.
2.2.3.2. J enis-jenis Analisis Rasio Keuangan Bank
Menurut (Kasmir, 2003 : 263), jenis-jenis analisa rasio keuangan
perbankan meliputi :
a. Rasio Likuiditas Bank
Rasio ini bertujuan untuk mengukur seberapa likuid suatu bank.
Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis rasio yaitu:
a. Quick Ratio
b. Investing Policy Ratio
c. Banking Ratio
d. Assets to Loan Ratio
e. Investment Portofolio Ratio
f. Cash Ratio
g. Loan to Deposit Ratio
h. Investment Risk Ratio
i. Liquiditity Risk Ratio
j. Credit Risk Ratio
b. Rasio Solvabilitas Bank
Rasio ini bertujuan untuk mengukur efisiensi bank dalam
menjalankan aktivitasnya. Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis
rasio yaitu:
h. Gross Profit Margin on Total Assets
i. Net Income on Total Assets
c. Rasio Rentabilitas Bank
Rasio ini bertujuan untuk mengukur efektivitas bank dalam
mencapai tujuannya. Dalam rasio ini terdiri dari dari beberapa jenis rasio
f. Interest Margin on Loan
g. Leverage Multiplier
h. Assets Utilization
i. Interest Expenses Ratio
j. Cash of Fund
k. Cost of Money
l. Cost of Loanable Fund’Cost Operable Fund
m. Cost of Effiency
2.2.3.3. Keunggulan Analisis Rasio Keuangan
Menurut Harahap (2002: 298), analisis rasio keuangan memiliki
keunggulan dibanding teknik analisis lainya. Keunggulan tersebut adalah :
a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah
dibaca atau ditafsirkan.
b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan
laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.
d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan
keputusan dan model prediksi.
e. Menstandarisir size perusahaan
f. Laba modal membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau
g. Laba mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa
yang akan datang.
2.2.3.4. Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
Menurut Martono (2002: 93) beberapa keterbatasan analisis rasio
keuangan adalah :
a. Kesulitan dalam mengidentifikasi kategori industri dari perusahaan yang
dianalisis apabila perusahaan tersebut bergerak di beberapa usaha.
b. Rasio disusun dari data akuntansi dan data tersebut dipengaruhi oleh cara
penafsiran yang berbeda dan bahkan bisa merupakan hasil manipulasi.
c. Perbedaan metode akuntansi akan menghasilkan perhitungan yang
berbeda, misalnya perbedaan metode penyusutan atau metode penilaian
persediaan.
d. Informasi rata-rata industri adalah data umum dan hanya merupakan
perkiraan.
2.2.4. Laba
2.2.4.1. Pengertian Laba
Menurut Belkaouli (2000: 31), laba merupakan kenaikan modal yang
berasal dari transaksi yang jarang terjadi dari suatu badan usaha, dan dari semua
Suwardjono (2005: 509) Definisi laba disebutkan sebagai tambahan
kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan capital dalam suatu periode
yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau
ditarik oleh entitas pengusaha/pemilik capital tanpa mengurangi kemampuan
ekonomik capital mula-mula (awal periode).
2.2.4.2. Karakteristik Laba
Menurut Belkaouli (2000: 33), laba akuntansi memiliki karakteristik
yaitu :
a. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang dilakukan oleh
sebuah perusahaan.
b. Laba akuntansi didasarkan pada postuale periode dan berhubungan dengan
prestasi keuangan perusahaan itu selama periode waktu tertentu.
c. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan dan membutuhkan
definisi, pengukuran, dan pengakuan pendapatan.
d. Laba akuntansi membutuhkan pengukuran biaya dalam bentuk biaya
historis bagi perusahaan, yang melahirkan kepatuhan yang ketat pada
prinsip biaya.
e. Laba akuntansi mensyaratkan agar pendapatan yang direalisasi dari
2.2.4.3. Arti Penting Pertumbuhan Laba
Sebagaimana halnya seorang dokter mencoba mengetahui kesehatan
seseorang, begitu pula seorang manajer keuntungan atau pihak-pihak lain yang
berkepentingan dalam kaitannya dengan kondisi keuangan perusahaan.
Laba sebagai suatu pengukuran kinerja dan bagian dari laporan
keuangan perusahaan, merefleksikan telah terjadinya proses peningkatan atas
penurunan ekuitas dari berbagai sumber transaksi kecuali transaksi dengan
pemegang saham dalam suatu periode. Konsep laba sama halnya dengan
pendapatan bersih (net income) yaitu memasukkan hampir seluruh kejadian yang
tercakup dalam pendapatan bersih dengan penekanan pada periode sekarang
(present). Sehingga dapat dilakukan suatu penelitian dalam memprediksi
perubahan laba dengan menggunakan rasio keuangan (Belkouli 2000: 35).
2.2.4.4. Perubahan Laba
Perubahan laba dalam penelitian ini diartikan sebagai perubahan
presentase kenaikan atau penurunan laba yang diperoleh perusahaan. Perusahaan
yang mempunyai kenaikan laba yang cepat dalam jangka panjang cenderung
memiliki kinerja yang lebih baik dari pada perusahaan yang memiliki perubahan
laba yang menurun.
Menurut Suwardjono (2005: 509) laba merupakan elemen yang paling
mempresentasi kinerja perusahaan secara keseluruhan. laba dapat memberikan
sinyal yang positif mengenai prospek perusahaan dimasa ymendatang tentang
kinerja perusahaan. Jika pertumbuhan labanya baik akan mencerminkan kinerja
perusahaan yang baik sehingga semakin tinggi laba yang dicapai perusahaan.
Dengan demikian apabila rasio keuangan perusahaan baik, maka pertumbuhan
laba perusahaan juga baik.
2.2.4.5. Hubungan Rasio Keuangan dengan Prediksi Laba
Raharjo (2005), menjelaskan hubungan rasio keuangan dengan
perubahan laba berdasarkan pandangan external users. Rasio keuangan
digunakan dalam pengambilan keputusan menentukan pembeliaan saham
perusahaan, peminjaman uang, atau untuk memprediksi financial perusahaan di
masa yang akan datang. pemegang saham tertarik pada keuntungan dari
pembeliaan atau penjualan saham. Keuntungan dapat direalisasikan pada seberapa
menguntungkan perusahaan saat ini dan masa yang akan datang. Dengan melihat
laporan keuangan perusahaan yang mengindikasikan seberapa bagus manajemen
perusahaan dalam menggunakan sumber yang tersedia. Hubungan antara
elemen-elemen pada laporan keuangan dijelaskan oleh rasio keuangan. Rasio keuangan
adalah alat yang digunakan untuk memprediksi laba perusahaan di masa yang
2.2.4.6. Penggunaan Rasio-rasio Keuangan Sebagai Alat Prediksi
Untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan, analisis
keuangan harus melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan keuangan
perusahaan. Alat yang digunakan dalam pemeriksaaan ini adalah rasio keuangan.
Rasio keuangan merupakan alat yang menghubungkan dua data
keuangan dengan jalan membagi satu data dengan data lain. Indeks yang
menghubungkan dua angka akuntansi dan diperoleh dengan membagi satu angka
dengan angka lainya. Perhitungan rasio keuangan digunakan karena cara ini akan
diperoleh perbandingan yang lebih berguna daripada melihat angka saja (Kasmir,
2010).
Analisis rasio keuangan melibatkan dua jenis perbandingan. Pertama,
analisis dapat membandingkan rasio saat ini dengan rasio masa lalu dan yang akan
datang dalam perusahaan yang sama. Rasio lancar untuk tahun sekarang dapat
dibandingkan rasio lancar tahun sebelumnya. Jika rasio keuangan diurutkan dalam
tahun, analisis dapat mempelajari komposisi perubahan dan menentukan apakah
terdapat perbaikan atau penurunan dalam kondisi keuangan dan kinerja
perusahaan. Metode perbandingan kedua melibatkan perbandingan rasio satu
perusahaan dengan perusahaan- perusahaan sejenis atau dengan rata-rata industri
pada titik waktu yang sama. Perbandingan ini memberikan pandangan mendalam
tentang kondisi keuangan dan kinerja relatif dari perusahaan (Kasmir,2010).
penganalisa menyadari bahwa rasio secara individu akan membantu menganalisa
dan mengintrepetasikan prediksi keuangan.
Rasio menggambarkan suatu hubungan atau perimbangan antara suatu
jumlah tertentu dengan jumlah yang lain, dan dengan menggunakan alat analisa
berupa rasio ini akan dapat menjelaskan atau memberikan gambaran kepada
penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu
perusahaan terutama apabila angka rasio tersebut dibandingkan dengan angka
rasio pembanding yang digunakan sebagai standard (Munawir, 2004).
2.2.4.7. Hubungan Rasio Likuiditas Bank dengan Perubahan Laba
Menurut Belkaouli (2000: 142), dasar akuntansi bukanlah pemilik bukan
pula kesatuan usaha akan tetapi sekelompok aktiva dan kewajiban-kewajiban
yang bersangkutan serta batasan-batasan yang bersangkutan yang mengatur
pemakaian aktivalah yang menjadi dasar akuntansi, yakni yang disebut sebagai
“dana”. Teori dana memandang satuan usaha sebagai satuan yang terdiri dari
sumber-sumber ekonomi (dana) dan kewajiban-kewajiban yang bersangkutan
serta batasan-batasan yang bersangkutan dalam pemikiran dan tersebut. Oleh
karena itu, teori dana lebih terpusat pada aktiva dalam arti bahwa teori dan lebih
menitikberatkan pada administrasi dan kelayakan pemakaian aktiva.
Kasmir (2010: 221) mengatakan bahwa Rasio likuiditas Bank
memenuhi kewajiban jangka pendeknya pada saat ditagih. Dengan kata lain, bank
dapat membayar kembali pencairan dana para deposanya pada saat ditagih serta
dapat mencukupi permintaan kredit yang diajukan. Semakin besar atau kecilnya
rasio ini akan mempengaruhi keyakinan investor dan nasabah yang akan
menanamkan modalnya pada suatu perusahaan. Sehingga memungkinkan
perusahaan mengalami perubahan laba dimasa yang akan datang.
2.2.4.8. Hubungan Rasio Solvabilitas dengan Perubahan Laba
Kasmir (2010: 229), mengatakan bahwa Rasio Solvabilitas Bank
merupakan ukuran kemampuan bank dalam mencari sumber dana untuk
membiayai kegiatannya. Bisa juga dikatakan rasio ini merupakan alat ukur untuk
melihat kekayaan bank untuk melihat efisiensi bagi pihak manajemen bank
tersebut.
Kasmir juga menyatakan bahwa sumber dana yang dimaksud dapat
berupa hutang atau pinjaman. Semakin tinggi proporsi hutang dalam struktur
modal, maka semakin besar modal yang digunakan untuk membayar bunga, dan
semakin besar resiko bagi kelangsungan hidup perusahaan.
Dalam analisis laporan keuangan tampak bahwa penggunaan hutang
yang kebih tinggi akan memperbesar beban bunga sehingga akan menurunkan
laba. Dengan demikian hutang mempunyai hubungan negatif terhadap laba pada
dikatakan bahwa rasio solvabilitas berhubungan positif terhadap hutang. Maka
rasio solvabilitas memiliki hubungan negatif terhadap laba.
2.2.4.9. Hubungan Rasio Rentabilitas Bank dengan Per ubahan Laba
Rasio Rentabilitas Bank merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur tingkat efisiensi usaha dan profitabilitas yang dicapai oleh bank yang
bersangkutan (Kasmir,2010 : 234).
Kasmir juga menyatakan bahwa rasio profitabilitas atau rentabilitas
merupakan sebuah indikator dari kondisi keuangan dan efektifitas manajemen
perusahaan dalam kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba dan
pengembalian investasi. Keuntungan yang dihasilkan perusahaan mutlak memiliki
hubungan sebanding yang signifikan dengan rasio profitabilitas atau rentabilitas.
Dengan demikian rasio rentabilitas atau profitabilitas berpengaruh positif terhadap
2.3. Kerangka Pikir
Penelitian ini, meneliti tentang memprediksi perubahan laba pada
perusahaan dengan menggunakan rasio-rasio keuangan terdiri : Berdasarkan
uraian diatas, kerangka pikir yang dirumuskan sebagai berikut :
Gambar 2.3 : Bagan Kerangka Pikir Uji Statistik Regresi Linear Berganda
Loan to Deposit Ratio
(X1)
Net Pofit Margin
(X3)
Perubahan Laba
(Y)
Capital Adequacy ratio
2.4. Hipotesis
Hipotesis pada dasarnya adalah kesimpulan yang bersifat
sementara dan masih harus diuji kebenarnya Berdasarkan uraian diatas, maka
dapat disusun hipotesis sebagai berikut :
H1 : Bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy ratio
(CAR), Net Pofit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara
simultan terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
H2 : Bahwa Loan to Deposit Ratio (LDR), Capital Adequacy ratio
(CAR), Net Pofit Margin (NPM) mempunyai pengaruh secara
parsial terhadap perubahan laba pada perusahaan perbankan yang
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Definisi operasional dan pengukuran variabel adalah pernyataan
tentang definisi dan pengukuran variabel-variabel penelitian secara
operasional berdasarkan teori-teori yang ada ataupun
pengalaman-pengalaman empiris.
Definisi operasional dan pengukuran variabel yang digunakan
dalam penelitian ini dibagi menjadi :
a. Variabel Terikat Perubahan Laba (Y)
Perubahan laba merupakan kenaikan laba atau penurunan
laba per tahun. Penilaian tingkat keuntungan investasi oleh investor
didasarkan oleh kinerja keuangan perusahaan, dapat dilihat dari tingkat
perubahan laba dari tahun ke tahun. Para investor dalam menilai
perusahaan tidak hanya melihat laba dalam satu periode melainkan
terus memantau perubahan laba dari tahun ke tahun (Dwiatmini :
2001dan Khajar : 2005). Rumus Perubahan Laba sebagai berikut
:(Syamsudin dan Primayuta,2009) :
Yt – Yt-1
Yt = x 100%
Keterangan:
∆ Yt : perubahan laba pada tahun tertentu.
Yt : laba perusahaan tertentu pada periode tertentu.
Yt-1 : laba perusahaan tertentu pada periode sebelumnya.
b. Variabel Bebas (X)
a. Loan to Deposit Ratio (X1)
Loan to Deposit Ratio merupakan rasio yang digunakan
untuk mengukur komposisi jumlah kredit yang diberikan dan
dibandingkan dengan jumlah dana masyarakat dan modal sendiri
yang digunakan (Kasmir, 2003 : 272). Rumus untuk mencari Loan
to Deposit Ratio mengunakan (Kasmir,2003) adalah sebagai
berikut :
= Total Loans
Total Deposit + Equity capital x 100%
Keterangan :
LDR : Loan to Deposit Ratio
Total Loans : Jumlah Kredit
Total Deposito : Kredit yang diberikan terhadap dana pihak ketiga
(Giro, Tabungan, Sertifikat Deposito, dan
Deposito).
b. Capital Adequacy Ratio (X2)
Capital Adequacy ratio merupakan suatu pengukuran
untuk menilai kemampuan modal suatu perusahaan dalam memenuhi
seluruh kewajiban atau hutangnya (Kasmir, 2003 : 278). Rumus untuk
mencari Capital Adequacy ratio mengunakan (Kasmir, 2003) adalah
sebagai berikut :
=
+ 100 %
Keterangan :
CAR : Capital Adequacy ratio
Equity Capital : Modal
Total Loans : Jumlah Kredit
Securities : Surat berharga
c. Net Pofit Margin (X3)
Net Pofit Margin merupakan rasio yang digunakan untuk
mengukur kemampuan bank dalam menghasilkan net income dari
kegiatan operasi pokoknya. Rasio ini digunakan untuk mengukur
kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba juga mengetahui
efektivitas perusahaan dalam mengelola sumber-sumber yang
Net Pofit Margin mengunakan (Kasmir, 2003) adalah sebagai
berikut :
= 100 %
Keterangan :
Net Income : Laba Bersih
Operating Income : Laba Operasi
3.2. Obyek Penelitian
3.2.1. Populasi.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan
perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu
penelitian (periode 2007-2011). Jumlah Bank yang terdaftar di Bursa eEfek
Indonesia sampai tahun 2012 sebanyak 32 bank. Adapun daftar emiten atau
perusahaan publik sektor jasa keuangan sub sektor bank yang terdaftar di Bursa
Tabel 3.2.1.
Daftar Emiten Atau Perusahaan Publik Sektor J asa Keuangan Sub Sektor
Bank yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia
No Nama Bank No Nama Bank
1
Bank Agro Niaga Tbk 17 Bank Mandiri (Persero) Tbk
2
Bank ICB Bumi Putra Tbk 18 Bank Bumi Arta Tbk
3
Bank Capital Indonesia Tbk 19 Bank CIMB Niaga Tbk
4
Bank Ekonomi Raharja Tbk 20 Bank Internasional Indonesia Tbk
5
Bank Central Asia Tbk 21 Bank Permata Tbk
6
Bank Nusantara Parahyangan Tbk 24 Bank Tabungan Pensiunan
Nasional Tbk
9 Bank Rakyat Indonesia
(Persero)Tbk
25
Bank Victoria International Tbk
10 Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
26 Bank Artha Graha International Tbk
11
Bank Mutiara Tbk 27 Bank Mayapada International Tbk
12
Bank Danamon Indonesia Tbk 28 Bank Windu Kentjana
International Tbk 13
Bank Pundi Indonesia Tbk 29 Bank Mega Tbk
14
Bank Jabar Banten Tbk 30 Bank NISP OCBC Tbk
15 Bank Pembangunan Daerah Jawa
Timur (Tbk)
31
Bank Pan Indonesia Tbk
16
Bank QNB Kesawan Tbk 32 Bank Himpunan Saudara 1906
3.2.2. Teknik Penentuan Sampel atau Teknik Sampling
Menurut Nazir (1999 : 73) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Untuk sampel yang diambil dari
populasi harus betul-betul mewakili (representative).
Menurut Sumarsono (2004: 44), sampel adalah bagian dari sebuah
populasi, yang mempunyai cirri dan karakteristik yang sama dengan populasi
tersebut, karena itu sebuah sampel harus merupakan representasi dari sebuah
populasi.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan
yang terdaftar di BEI. Adapun ketentuan dan penentuan sampel ini dilakukan
dengan teknik purposive sampling. Sampel diambil dari data populasi dengan
memperhatikan kelengkapan laporan keuangan perusahaan. Metode purposive
sampling adalah kemungkinan tujuan atau target tertentu dalam memilih sampel
yang tidak acak.
Pertimbangan kriteria sampel pada penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI yang menerbitkan laporan
keuangan dari tahun 2007 sampai dengan 2011 yang lengkap sesuai dengan
variabel yang diteliti.
2. Perusahaan perbankan yang diteliti masih beroperasi pada periode waktu
penelitian (periode 2007 – 2011).
3. Perusahaan perbankan yang mengalami kenaikan dan penurunan laba pada
Berdasarkan kriteria pengambilan sampel seperti yang telah disebutkan
diatas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 Bank.
Adapun bank yang menjadi sampel dalam penelitian ini dapat dilihat secara lebih
jelas dalam tabel 3.2.2 berikut ini :
Tabel 3.2.2
Sampel Penelitian
No Nama Bank
1. PT. Bank Ekonomi Raharja Tbk
2. PT. Bank Bukopin Tbk
3. PT. Bank Nusantara Parahyangan Tbk
4. PT. Bank Danamon Indonesia Tbk
5. PT. Bank QNB Kesawan Tbk
6. PT. Bank CIMB Niaga Tbk
7. PT. Bank Mega Tbk
3.3. Teknik Pengumpulan Data
3.3.1. J enis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder.
Peneliti mengunakan data yang di peroleh dari laporan keuangan tahunan
perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia untuk periode tahun
yang terdiri dari Tujuh bank dikalikan dengan lima laporan keuangan tahunan
yang dimulai dari periode tahun 2007-2011. Data sekunder adalah data yang di
peroleh seorang peneliti secara tidak langsung dari objeknya, tetapi melalui
sumber lain, baik secara lisan maupun secara tertulis.
3.3.2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari laporan
keuangan tahunan perusahaan perbankan yang menjadi objek penelitian. Data
laporan keuangan diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia yang di
publikasikam secara online dan dari website perusahaan perbankan yang dijadikan
sampel penelitian.
3.3.3. Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi yaitu
mengkopi, mencatat, mempelajari, dam menganalisa laporan keuangan tahunan
(Annual Report), dari perusahaan perbankan yang dijadikan sampel penelitian dan
tersedia di Bursa Efek Indonesia yang terdiri dari Laporan Neraca dan Laporan
3.4. Teknik Analisis dan Uji Hipotesis
3.4.1. Teknik Analisis
3.4.1.1. Analisis Regr esi Berganda
Berdasarkan variabel-variabel yang telah diuraikan dimuka, maka
regresi berganda dirumuskan sebagai berikut :
Y = a+β1X1+β2X2+β3X3 + e ( Sumarsono,2004)
Keterangan :
Y = Perubahan Laba
a = Konstanta
X1 = Loan to Deposit Ratio
X2 = Capital Adequacy ratio
X3 = Net Pofit Margin
β1- β3 = Koefisien Regresi
e = Srandart error estimate
3.4.2. Uji Kualitas Data
3.4.2.1. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data mengikuti
sebaran normal atau tidak. Untuk mengetahui apakah data tersebut mengikuti
sebaran normal dapat dilakukan dengan mengunakan metode kolmogorov
1. Jika nilai signifikasi (nilai probabilitasnya) lebih kecil dari 5%, maka
distribusi adalah tidak normal.
2. Jika nilai signifikasi (nilai Probabilitasnya) lebih besar dari 5%,
maka distribusi adalah normal (Sumarsono, 2004: 40-43).
3.4.2.2. Uji Asumsi Klasik
Persamaan regresi linear berganda yang terbentuk harus bersifat BLUE
(Best Linear Estimator), yaitu untuk pengambilan keputusan melalui uji F dan uji
t tidak boleh bias. Untuk menghasilkan hasil yang bersifat BLUE maka harus
terpenuhi tiga asumsi dasar. Tiga asumsi dasar yang tidak boleh dilanggar oleh
regresi linear berganda yaitu :
1. Tidak boleh ada autokorelasi.
2. Tidak boleh ada multikolineritas.
3. Tidak boleh ada heteroskedastisitas.
Apabila salah satu dari ketiga asumsi dasar tersebut dilanggar, maka
persamaan regresi yang diperoleh tidak lagi bersifat BLUE, sehingga
a. Autokorelasi
Menurut Gujarati (1995 : 201) autokorelasi dapat didefinisikan sebagai
korelasi antara anggota serangkaian observasi yang diurutkan menurut waktu
(data time series) atau ruang (seperti dalam cross sectional). Jadi di dalam model
regresi linear tidak terdapat gejala autokorelasi. Artinya nilai residual
(Yobservasi-Yprediksi) pada waktu ke t tidak ada hubungan dengan nilai residual
sebelumnya (et-1) (Gujarati,1995 :215).
Untuk menguji apakah terjadi autokorelasi atau tidak, dapat digunakan
uji Durbin Watson, yaitu dengan cara membandingkan nilai Durbin Watson
yang dihitung dengan dL dan dU yang ada dalam table.
d = ∑ ( )
∑ (Widarjono, 2005 : 181)
Keterangan :
d = nilai Durbin-Watson
℮t = residual pada waktu ke-t
℮t-1 = residual pada waktu t-1
Pengambilan keputusan ada tidaknya autokorelasi :
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif
Tidak ada autokorelasi positif
Tidak ada korelasi negatif
Tidak ada korelasi negatif
Tidak ada autokorelasi positif
atau negative
Menurut Ghozali (2007:91) uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji
apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas
(independen) dan model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi
diantara variabel independen. Bila variabel-variabel bebas berkorelasi dengan
sempurna, maka disebut multikolineritas sempurna (perfect multicollinearity).
Menurut Ghozali (2009: 96), deteksi adanya multikolinearitas dalam
model persamaan regresi adalah dengan melihat besaran VIF (Variance Inflation
Factor) dan Tolerance. Tolerance mengukur variabilitas variabel independen yang
terpilih yang tidak dijelaskan oleh variabel independen lainya. VIF dapat dihitung
= 1 Tolerance
VIF menyatakan tingkat “pembengkakan” varians, apabila jika :
1) VIF > 10, maka terjadi multikolinearitas
2) VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinearitas
b. Heteroskedastisitas
Menurut Imam Ghozali (2005:105), uji ini bertujuan menguji apakah
dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan
ke pengamatan lain.Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan
lain tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut
heteroskedastisitas.
Model yang baik adalah homoskedastisitas. Salah satu cara yang
digunakan untuk menyelidiki masalah heteroskedastisitas adalah dengan
mengunakan metode Rank Spearman. Rumus Rank Spearman adalah sebagai
berikut :
= 1
−
6
∑Keterangan :
rS = Korelasi Spearman
d i = Beda rank diantara dua variable dua variable ke i
n = Jumlah Sampel
Menurut Santoso (2001: 301) deteksi adanya heteroskedatiditas adalah :
1. Nilai probabilitas > 0,05 bebas dari heteroskedasititas.
2. Nilai probabilitas < 0,05 bebas bearti terkena hetroskedastisitas.
3.4.2. Uji Hipotesis
Untuk mengetahui besarnya pengaruh variable-variable bebas Loan to
Deposit Ratio, Capital Adequacy ratio, Net Pofit Margin terhadap variable terkait
yaitu perubahan laba, maka digunakan uji F dan uji t.
a. Uji kecocokan model (Uji F)
Uji F digunakan untuk menunjuhkan apakah Loan to Deposit Ratio
(X1), Capital Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) mempunyai
pengaruh secara simultan/bersama-sama atau tidak terhadap Perubahan
Laba (Y).
• Merumuskan hipotesis statistik
H0 : β1= β2 = β3 = 0, artinya Loan to Deposit Ratio (X1), Capital
Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara bersama-sama
H1 : β1= β2 = β3 ≠ 0, artinya Loan to Deposit Ratio (X1), Capital
Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara bersama-sama
memiliki pengaruh signifikan terhadap Perubahan Laba (Y)
• Menentukan level of significant = 0,05 (5%)
• Dengan F hitung :
=
⁄( ) (⁄ )
(
Anonim,2011: L-22)Keterangan :
Fhit = F hasil perhitungan
R2 = Koefisien determinasi
k = jumlah variable
n = jumlah sampel
• Kriteria pengujian sebagai berikut :
1. H0 diterima jika signifikansinya ≥ 5%
2. H0 ditolak jika signifikansinya < 5%
b. Uji t
Untuk menguji signifikan atau tidaknya pengaruh Loan to Deposit Ratio
(X1), Capital Adequacy ratio (X2), Net Pofit Margin (X3) secara parsial
terhadap perubahan laba (Y) digunakan uji t, dengan prosedur sebagai