PIJ AR CRISSANDI
0643010279
YAYASAN KESEJ AHTERAAN PENDIDIKAN DAN PERUMAHAN
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “ VETERAN “ J AWA TIMUR
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
SURABAYA
PIJ AR CRISSANDI 0643010279
Telah disetujui untuk mengik uti Ujian Skr ipsi
Menyetujui, Pembimbing
Zainal Abidin Achmad,S.Sos,M.Si,M.Ed NPT.3 7305 99 0170 1
Mengetahui, DEKAN
MEDIUM BELAJ AR Nama Mahasiswa : Pijar Crissandi
NPM : 0643010279
Program Studi : Ilmu Komunikasi
Fakultas : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Telah diuji dan diseminarkan pada tanggal : 3 Mei2012
PEMBIMBING TIM PENGUJ I :.
1.
Zainal Abidin Achmad,S.Sos,M.Si,M.Ed
NPT.3 7305 99 0170 1 Zainal Abidin Achmad,S.Sos,M.Si,M.Ed
NPT.3 7305 99 0170 1
2.
Ir. Didiek Tranggono, MSi
N.I.P. 195812251990011001
3.
Dr s.Syaifuddin Zuhr i.MSi. N.P.T. 3 7006 94 0035 1
Mengetahui,
KETUA PROGDI ILMU KOMUNIKASI
berkatdan rahmatNya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul :
PERSEPSI KOMUNITAS FILM INDIPENDENT TEHADAP
PEMANFAATAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIUM BELAJ AR.
Penulis akui bahwa kesulitan selalu ada di setiap proses pembuatan skripsi ini, tetapi faktor kesulitan itu lebih banyak datang dari diri sendiri. Semua proses kelancaran pada saat pembuatan skripsi penelitian tidak lepas dari segala bantuan dari berbagai pihak yang sengaja maupun tak sengaja telah memberikan sumbangsihnya.
Selama melakukan penulisan penelitian ini,tak lupa penulis menyampaikan rasa terima kasih pada Bapak Zainal Abidin Achmad,S.Sos,M.Si,M.Ed. sebagai dosen pembimbing yang telah membantu penulis selama menyelesaikan skripsi ini.
Adapun penulis sampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Allah SWT. Karena telah melimpahkan segala karuniaNya, sehingga penulis mendapatkan kemudahan selama proses penulisan skripsi ini.
2. Prof. Dr. Ir. H. Teguh Suedarto, Mp, selaku Rektor UPN “Veteran” Jatim 3. Ibu Dra. Hj. Suparwati, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik UPN “Veteran” Jawa Timur.
maupun materil, dan juga atas do’a yang tak henti-hentinya beliau haturkan untuk penulis. Serta adikku satu – satunya yang selalu mendukung penulis untuk menyelesaikan penelitian ini.
2. Tak lupa penulis ucapkan rasa terima kasih secara khusus kepada teman-teman kampus : Septyan Zulfikar S.Sos, Fibri Shabirin, Novandi Prima Satria S.Sos, Reza Zakaria Anwar S.Sos, Yanuar Widihandoko S.Sos, Indah Dwi Pertiwi S.Sos, Nugroho Trihamdani S.Sos, dan terakhir pasangan saya Mekarsari Rahayu Wilujeng Dan semua teman-tman yang lain yang tidak bisa saya tulis . Terima kasih atas dukungan, do’a, dan semua bantuannya. 3. Buat dulur – dulur Kinne Komunikasi dan bangunan lab-nya yang menjadi
keluarga kecilku, serta tempat berteduh. Terima kasih banyak. Exphose, Ak Upn Radio, Upn Teleivisi, Sukses selalu!
4. Dan teman-teman Kinetik, Forum Lenteng, Ruang Rupa, Google, YouTube, facebook, twitter, Wikipedia yang telah membuat saya sedikit pintar dari pada waktu jaman Sma dahulu, Hard Rock Fm Radio 89,7 yang telah memfasilitasi saya dengan internet gratis dan mengeprint gratis tanpa bayar seperspun tanpa kalian pasti skripsi ini jadi agak lambat terimaksih.
Surabaya, 17 Juni 2012
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi komunitas indiependent film terhadap YouTube, bagaimana mereka mampu mengambil celah serta dapat memanfaatkan YouTube sebagai medium belajar.
Metode yang digunakan sebagai pendekatan dalam menganalisis data penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yang digunakan untuk memberikan gambaran mengenai suatu fenomena tertentu secara terperinci, yang pada akhirnya akan diperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai fenomena yang diteliti. Sehingga peneliti dapat mengetahui serta menyimpulkan berbagai makna dan respon dari masyarakat Surabaya pada khususnya terhadap komunitas film indiependent.
Berdasarkan analisis peneliti pada penelitian persepsi komunitas film indidependent terhadapa YouTube sebagai medium untuk belajar melalui teknik wawancara yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan: bahwa kehadiran YouTube saat ini bagi komunitas film indiependent sangat bermanfaatHasil dari penelitian antara lain adalah Komunitas film indiependent merasa bahwa YouTube memang sangat bermanfaat bagi mereka sekarang, YouTube seperti menempatkan sebuah posisi yang dapat mempermudah mereka dalam belajar film maupun hal lain yang berkaitan dengan medium audio visual
Kata kunci : YouTube, Komunitas film Independent , Deskriptif kualitatif, Alport. ABSTRACT
PIJ AR CRISSANDI, INDEPENDENT MOVIE COMMUNITY
PERCEPTION OF YOUTUBE BENEFIT AS A LEARNING MEDIUM. And this obserfation for to knoe how much some peolpel thats call comunity of indiependent movie that they aplication and make YouTube to they learning Program
By using descriptive-qualitative to give the real interpretation and accurate phenomena. The observer could knows and make the result from meaning and respons from Surabaya citizen especially independent movie community. the present of YouTube for indie movie community is make a benefit. In the other side, independent movie community think that YouTube has not give a negative effects.
Based on the experience results, independent movie community feels YouTube is has a benefit. YouTube can make things more easier to learn to make a film or audio visual media.
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR LAMPIRAN ... iv
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 8
1.3 Tujuan Penelitian... 9
1.4 Kegunaan Penelitian ... 9
1.4.1 Kegunaan Teoritis ... 9
1.4.2 Kegunaan Praktis ... 9
1.4.3 Kegunaan Akademis... 9
BAB II TINJ AUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teori ... 10
2.1.1 Pengertian Persepsi ... 10
2.1.2 Proses Terjadinya Persepsi ... 11
2.1.3 Komponen Persepsi ... 12
2.1.4 Hal Yang Mempengaruhi Skripsi ... 14
2.1.5 Teori Uses And Gratification ... 17
2.1.10 Film Versus Video ... . 25
2.1.11 Komunitas Film ... 27
2.2 Kerangka Berpikir ... 28
BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian ... 31
3.2 Opresionalisasi Konsep ... 33
3.2.1 Persepsi ... 33
3.2.2 Komunitas ... 33
3.2.3 YouTube Sebagai Media Belajar ... 34
3.3 Lokasi Penelitian ... 34
3.4 Informan Dan Penelitian . ... 34
3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 35
3.6 Teknik Analisis Data ... 36
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Objek Penelitian... ... ...39
4.1.1DefinisiYouTube... 39
4.2 Penyajian Dan Analisis Data... 43
4.2.1 Identitas Informan... 44
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan... 76
5.2 Saran... 77
DAFTAR PUSTAKA... 82
LAMPIRAN ... . 83
1.1Latar Belaka ng Masalah
Media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak. Ada beberapa pakar psikologi memandang bahwa dalam komunikasi anta manusia, maka media yang paling dominan dalam berkomunikasi adalah panca indra manusia seperti mata dan telinga. Pesan-pesan yang diterima panca indra selanjutnya diproses dalam pikiran manusia untuk mengontrol dan menentukan sikapnya terhadap sesuatu, sebelum dinyatakan dalam tindakan. Media yang dimaksud ialah media yang digolongkan atas empat macam yakni media antar pribadi, media kelompok, media publik, dan media massa.
Media massa terdiri dari media massa cetak dan media massa elektronik. Media massa cetak terdiri dari majalah, surat kabar, buku. Sedangkan media massa elektronik terdiri dari televisi, radio, film, internet, dan lain-lain. Media cetak seperti majalah, surat kabar, dan buku justru mampu memberikan pemahaman yang tinggi kepada pembacanya, karena ia sarat dengan analisa yang mendalam dibanding media lainnya ( Cangara, 2005:128 ).
kebutuhan dan kesinambungan media lain akan internet sifat internet yang efisien, cepat dan lebih mudah dijangkau dengan dari jarak jauh membuat media-media lain seperti mengunakan internet sebagai alat baru untuk melakukan penyebaran pesan. Saat ini banyak sekali perkembangan dan revolusinya, internet seolah meringkas sebuah bentukan - bentukan media yang telah ada sebelumnya Seperti: koran, majalah, kelas belajar, rapat umum, drama, sinema, periklanan, televisi, film dan video, hal itu membuat internet menjadi sebuah lubang serta gudang informasi juga pergerakan baru dari dampak era globalisasi yang terjadi saat ini.
Dewasa ini muncul medium-medium untuk penyampaian informasi baru yang berkembang di dalamnya, dari jejaring sosial, blog, media online, forum-forum, website berbagi file, website pencarian data mampu menghidangkan sebuah sajian informatif kepada khalayak, tapi dibalik banyak badai media dan rancunya informasi yang lahir ada salah satu media yang baru-baru ini mampu menolehkan sudut padang dan perhatian baru bagi masyarkat awam dan pengguna media internet adalah YouTube media yang saat ini telah menyita perhatian masyarakat dan pengguna internet dan khususnya penikamat video.
penonton dari seluruh penjuru dunia dapat menikmatinya hanya dalam beberapa menit. Keanekaragaman topik yang ada di YouTube membuat berbagi video menjadi salah satu bagian yang penting dalam kultur berinternet.
Dalam realita yang ada banyak dampak yang di timbulkan oleh YouTube berita yang menjadi headline besar dan opini publik saat ini, YouTube menyajikan sebuah tontonan audio visual yang mampu meberikan berita dan informasi baru di khalayak luas, karakteristik YouTube dengan begitu banyaknya pilihan video dengan sistem yang kuat dan lunak tanpa sekatan-sekatan seperti media Audio Visual besar pada umunya mebuat pengguna dan penikmatnya menimbulkan rasa candu untuk mengkonsumsi dan memanfaatkan YouTube, selain itu dengan YouTube masyarakat dapat menerima berbagai informasi dengan kontent lebih beragam, YouTube juga bisa memberika sebuah hiburan untuk masyarakat penikmat video sebgai medium yang mampu memberikan stimulus kuat, dengan YouTube masyarakat berhak memilih sajian dan tayangan mana yang meraka inginkan dan butuhkan.
dunia pendidikan, dalam contoh kasus misalnya : seorang dosen yang sedang memberikan sebuah perkuliahan dosen tersebut bisa menunjukan sebuah tayangan video dari Youtube yang bersangkutan dengan materi yang mereka berikan kepada mahasiswa, contoh lain adalah mahasiswa yang menggunakan youtube sebagai bahan pencari informasi untuk sebuah presentasi kuliah, seorang ibu rumah tangga belajar bagaimana cara menggunakan make up, dari beberapa contoh tersebut Youtube seolah mencoba mensederhanakan dan memepercepat apa yang tidak bisa dijangkau jangkau oleh sebuah Universitas atau kelas belajar. Demonstrasi audio visual yang diberikan Youtube seperti memberikan sebuah cara baru dan langka untuk dunia pendidikan dan memebrikan kita kesempatan untuk saling berkomunikasi dan mengetahui dan peka tentang canggihnya tegnologi era globalisasi saat ini
dengan video dan karakteristik yang juga mendukung untuk menciptakan sebuah pesan yang ingin disampaikan oleh sang pembuat video
Pemanfaatan Youtube sebagai media berbagi dalam bentuk video juga mampu dimanfaatkan oleh para industri besar seperti pengunggahan iklan atau video yang bersifat promosi bentuk tersbut adalah wujud Youtube yang mengarah sistem memperkaya diri untuk kepentingan industri dan keuntungan yang berkesinambungan dari bebrbagai macam bentuk promosi yang ada di dalam Youtube kita juga bisa mendapatkan info tentang film baru, bentukan video yang yang sering muncul di Youtube adalah thrailer dan tutorial film, dari situ kta bisa melihat juga mnegetahui informasi serta belajar tentang film yang baru dan perkembangan film saat ini.
Berbeda dengan video film merupakan salah satu media komunikasi massa (mass communication) yaitu komunikasi melalui media massa modern. Film hadir sebagian kebudayaan massa yang muncul seiring dengan perkembangan masyarakat perkotaan dan industri, sebagai bagian dari budaya massa yang popular. Sebagai media, film tidak bersifat netral, pasti ada pihak-pihak yang mendominasi atau terwakili kepentingannya dalam film tersebut. Film adalah seni yang sering dikemas untuk dijadikan komiditi dagang, karena film adalah potret dari masyarakat dimana film itu dibuat.
dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam padapita seluloid, pita video, yang ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik dan elektronik. (Dewan Film Nasional, 1994 : 15)
Film merupakan gambaran yang bergerak. Film dapat disebut juga sebagai transformasi kehidupan masyarakat, karena dalam film kita dapat melihat gambaran atau cerminan yang sebenarnya, dan bahkan kita terkadang tidak menyadari. Sebagai gambar yang bergerak, film adalah reproduksi dari kenyataan seperti apa adanya.
Film juga memiliki dualisme sebagai refleksi atau sebagai representasi masyarakat. Memang sebuah film bisa merupakan refleksi atau representasi kenyataan. Sebagai refleksi kenyataan, sebuah film hanya memindahkan kenyataan ke layar tanpa mengubah kenyataan tersebut, misalnya film dokumentasi, upacara kenegaraan atau film dokumentasi peristiwa perang. Sedangkan sebagai representasi kenyataan berarti film tersebut membentuk dan menghadirkan kembali kenyataan berdasarkan kode-kode, konvensikonvensi dan ideologi dari kebudayaan. (Sobur, 2003 : 128)
saat ini sedang marak dan menjadi alat tersendiri untuk para pemula dalam proses belajar membuat film, film pendek merupakan salah satu jenis film yang memiliki karakteristik sama dengan film pada umumnya (film panjang) pengertian sederhananya film yang berdurasi pendek, biasanya bedurasi 15 menit sampai 60 menit atau 1 jam, di dalam film pendek juga memiliki genre drama, documenter, animasi, stop motion, dengan waktu yang pendek sang pembuat film jadi memiliki waktu yang sangat beragama dalam pembuatan cerita sampai teknik pembuatanya, dengan pendekanya durasi maka dalam pembuatan film pendek memiliki biaya yang lebih sedikit. ( http://filmpelajar.com/tutorial/definisi-film-pendek )
Ciri khas film pendek yang lebih sederhana dari plot, cerita, pengambilan gambar serta audien yang dituju, timbul banyak antusias para senias pemula yang lebih memilih film pendek untuk awal pembelajaran, bebebarapa dari pemula bermuculan dari Universitas yang membentuk sebuah komunitas, di kota Surabaya sendiri banyak beberapa komunitas Film Independent dari dalam akademis maupun non akademis, komunitas Independent yang yang memiliki jargon DIY (doit your slef) yaitu sebuah pedoman untuk melakukan sebuah pergerakan yang mengacu pada kemandirian tidak bergantung pada siapapun.
ini komunitas tersebut menyiasati cara belajar pembelajaran mereka dengan cara menggunakan medium YouTube sebagai salah satu sarana alternatif dalam bidang belajar – mengajar mereka, munculnya medium YouTube dengan berbagai video tutorial cara-cara serta trik pembuatan film tersebut membuat setiap komunitas
independent menjadi salah satu pihak atau bagian kecil dari masyarakat yang
mampu memanfaatkan YouTube sebagai media belajar
Dari sisi inilah peneliti menaruh perhatian terhadap pandangan pemanfaatan YouTube yang tidak hanya sebagai media penyebar dan mendapatkan informasi namun lebih dalam sebagai medium pembelajaran, dan peneliti juga ingin mnegetahui sejauh mana YouTube berguna sebagai medium yang memberikan solusi baru untuk komunitas film independent khusunya di kota Surabaya. Penelitian ini mengenai studi diskriptif “Persepsi komunitas film
independent terhadap pemanfaatan YouTube sebagai medium untuk belajar “
1.2Per umusan masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :
“Persepsi komunitas film independent terhadap pemanfaatan YouTube sebagai medium untuk belajar “
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Kegunaan Penelitian 1.4.1 Kegunaan Teor itis
memberikan referensi bagi mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur khususnya Fisip, program studi ilmu komunikasi menagenai studi kualitatif
1.4.2 Kegunaan Pr aktis
Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui wacana komunitas independent film dan masyarakat luas serta Mahasiswa Universitas Pembangunan Neasional Veteran Jawa Timur untuk pemanfaatan medium YouTube dengan maksimal
1.4.3 Kegunaan Akademis
BAB II KAJ IAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teor i 2.1.1 Penger tian Per sepsi
Di dalam psiologi, dikenal dua istilah pemrosesan yang diterima dari pengamatan, yaitu sensai dan persepsi. Dalam pengertian yang sempit kedua istilah ini tidak dibedakan karena kedua fungsi ini merupakan dua proses yang melibatkan pengamatan. Tetapi, secara fungsional psikis ini sangat berbeda. Istilah persepsi biasanya digunakan untuk mengungkapkan tentang pengalaman terhadap benda ataupun sesuatu yang dialami. Dalam kamus standar dijelaskan bahwa perspsi dianggap sebagai sebuah pengaruh ataupun sebuah kesan oleh benda yang sepengamatan pengindraan. Perspsi ini didefinisikan sebagai proses yang menggabunkan dan pengorganisiran data-dat indra kita (pengindraan) untuk dikembangkan sedemikian rupa sehingga kita dapat menyadari di sekeliling kita, termasuk sadar akan diri sendiri
Dalam proses kinerjanya sistem sensasi ini ini dikerjakan dalam sebuah proses mendeteksi sejumlah rangsangan sebagai bahan informasi yang diubah menjadi impuls saraf dan dikirim melalui otak benag-benag saraf. Oleh karenanya, secara sederhana proses sensasi ini diartikan sebagai alat (receptor) sejumlah rangsang yang akan dueteruskan yang akan diteruskan keotak kemudian menyeleksi rangsangyang diterima tersebut. Hanya saja dalam sensasi tidak terjadi interpertasi atau pemberian arti terhadap stimulus. Pada persepsi pemeberian arti ini menjadi hal yang paling penting dan utama. Pemebrian arti ini dikaitkan dengan isi pengalaman seseorang. Dengan kata lain, sesorang menafsirkan satu stimulus bedarsarkan mibar, harapan dan ketertarikannya dengan pengalaman yang dimilikinya. Oelh karenanya, persepsi dapat didefinisikan sebagai i terpertasi berdasarkan pengalaman.
2.1.2 Pr oses Ter ja dinya Per sepsi
Proses persepsi secara umum terbagi dalam 4 (empat) tahap, yaitu : 1. Per hatian dan Seleksi (Anttentin and Selection)
Pemilihan sacara selektif hanya memberikan kesempatan pada propsorsi yang kecil dari sesluruh informasi yang ada. Prsoes seleksi ini berala dari proses yang terkontrol, yaitu seacara sadar memutuskan informasi mana yang diperhatikan dan mana yang akan diabaikan.
2. Or ganisai (Organization)
informasi secara efesien adalah schema. Schema adalah kerangka kognitif yang menggambarkanb pengtahuan yang mengorginasasi dengan pemeberian konsep atau stimulus yang dibangun melalui pengalaman. 3. Inteper ta si (Interpertation)
Setelah perhatian, digambarkan pada stimulus tertentu dan informasi telah diorganisaikan, maka individu akan mencoba untuk memperoleh jawaban dari makan dari informasi tersebut. Tahap ini sangat dipengaruhi oleh
causak atribution, yaitu sebuah percobaan untuk menjelaskan mengpa
suatu terjadi seperti itu.
4. Pencar ian Kembali (Retrieval)
Informasi yang dismapaikan dalam memori harus dicari bila informasi tersebut digunakan. Individu akan lebih mudah mendapatkan kemabali informasi yang telah tersimpan bila terskema dan terorganisir dengan baik.
2.1.3 Komponen Persepsi
Hal-hal berkaitan dengan persepsi atau komponen-komponen persepsi meliputi :
1. Pengindraan atau sensasi
Pengindraan atau sensasi dapat ditangkap melalui alat-lata indra kita antara lain :
a. Mata sebagai indra pengelihatan menyampaiakan pesan non verbal ke otak untuk diinterpertasiakn. Otak menerima kira-kira dua pertiga pesan melalui rangsangan visual, sehingga dapat dikatakan pengelihatan indra yang paling penting.
b. Telinga sebagai indra pendengaran juga menyampaikan pesan nonverbal ke otak untuk ditafsirka dan suara ini dapat diterima dari semua arah
c. Hidung sebagai indra pencium d. Kulit sebagai indra peraba e. Lidah sebagai indra pengecap
f. Hidung, kulit dan lidah sebagai indra pencium, peraba dan pengecap juga memiliki peran yang penting dalam persepsi komunikasi.
2. Atensi
tersebut, daripada rangana yang tidak menarik perhatiannya. Rangsangan yang tidak menarik perhatian seseorang akan cederung diabaiakan oleh orang tersebut
3. Inperpertasi
Interpestasi pesan yang diperoleh melalui salah satu atau lebih indra tersebut merupakan tahap terpenting dalam proses persepsi. Namun tidak semua pesan atau rangsangan yang ditangkap seseorang akan diinterpertasikan oleh orang tersebut, karena berbagai alasan anatara lain tidak sesuai dengan kepentinganya, ketebatasan kemampuan panca indra dalam menangkap rangsangan yang terlampau banyak dalam satu waktu yang sama, dan tidak semua rangsangan memiliki daya tarik yang sama bagi orang tersebut (Mulyana, 2001 : 168)
2.1.4 Hal-hal Yang Menpengar uhi Per sepsi
Setiap orang memiliki gambran yang berbeda menganai relaitas di sekelilingnya. Berikut ini beberapa prinsip penting mengenai persepsi sosial yang menjadi pembenaran persepsi sosial:
1. Persepsi berdasrkan pengalaman
dengan orang, objek atau kejadian serupa. Ketiadaan pengalaman terdahulu dalam menafsirkan objek tersebut berdasarkan dugaan semata atau pengalaman yang mirip. Hal tersebut membuat orang terbiasa merespon suatu objek dengan cara tertentu, sehingga seseorang sering gagal mempersepsi perbedaan yang sama dalam satu objek lain mirip. Manusia cenderung memperlakukan objek tersebut seperti sebelumnya, padahal terdapat rincian lain dalam objek tersebut.
2. Persepsi Berisfat Selektif
Jika setiap orang diserbu dengan pertanyaan indrawi dan diharuskan diharuskan menafsirkan rasangan tersebut semuanya, pastilah orang tersebut tidak mampu melakukannya, sebab adanya keterbatasan dan kemampuan indrawi setiap orang dalam menangkap rangsangan di sekitarnya. Faktor utama yang mempengaruhi selektifitas adalah atnesi, dimana sebuah atensi ini snediri dipengaruhi oleh beberpa faktor, antara lain :
A. Faktor internal:
a. Faktor bilogis antara lain rasa lapar dan haus b. Faktor fisologis yaitu bentuk fisik yang tampak
c. Faktor sosial, seperti gender, agama, tingkat pendidikan, pekerjaan, penghasilan, peranan, status sosial, pengalaman masa lalu dan kebiasaan
B. Faktor eksternal adalah atribut-atribut objek yang dipersentasi, seperti gerakan, konstan, kebaruan dan perulangan.
3. Persepsi bersifat dugaan
Langkah ini dianggap perlu karena seseorang tidak memiliki rincian yang jelas memlalui indra kelimanya. Proses ini memungkinkan seseorang menafasirkan sesuratu (objek) dengan makana yang lebih dari sudut pandang manapun. Hal tersebut disebabkan karena keterbatasan informasi yang diperoleh melalui alat-alat indra yang dimiliki manusia, menyebabkan terjadinya ruang kosong, sehingga perlu menciptakan persepsi yang bersifat dugaan agar dapat menydiakan informasi yang lengkap bagi ruang kosong tersebut.
4. Persepsi bersifat evaluatif
Tidak pernah ada persepsi yang seratus persen obyektif, setiap orang perlu melakukan interpertasi bedasarkan masa lalu dan kepentingannya ketika melakukan persepsi. Sebelum melakukan interpsertasi pesan, seseorang harus melakuakn pendalaman dan evaluasi pesan berdasarkan pengalaman terdahulu untuk mencocokna apakah kejadianya sama. Dengan demikian persepsi bersifat pribadi dan obyektif.
5. Persepsi bersifat kontekstual
prisip-prinsip :
a. Struktur objek atau kejadian berdasarkan prinsip kemiripan atau kedekatan dan kelengkapan.
b. Kecenderungan seseorang dalam mempersepsi suatu rangsangan atau kejadian berdasarkan latar belakangnya. (Mulyana,2001 : 175-194)
2.1.5 Teor i Uses and Gratification
Model Uses nad Gratification menunjukan bahwa yang menjadi permasalahan utama bukanlah bagaimana media mengubah sikap dan perilakau kahalayak, tetapi bagaiman media memenuhi kebutuhan pribadi dan sosial khalayak. Jadi bobotnya ialah pada khlayak yang aktif yang sengaja menggunakan media untuk mencapai tujuan khusus. (Effendy, 1993 : 29)
Teori Uses and Gratification digambarkan Swawon sebagai a dramatic
break with effect tradition of the post. Model ini tidak tertarik apa yang
untuk memenuhi kebutuhan psikologis, efek media dianggap sebgai situasi ketika kebutuhan itu terpenuhi. (Rakhmat, 2001 : 65)
Dalam hal ini, tidak semua khalayak dianggap aktif dalam mencari ataupun memenuhi kebutuhan dengan membaca sebuah media. Ini adalah dikarenakan khlayak aktif adalah khlayak yang memperhatikan dengan seksama media ysng menjadi sumber dalam hal ini adalah Situs YouTube.
Berkaitan dengan pendekatan Uses and Gratification dan sifat khalayak yang aktif, LittleJhon menyatakan bahwa : Pendekatan ini bahwa anggota-anggota khlayak secara aktif menggunakan isi-isi media, daripada bertindak pasif terhadap media (LittleJhon, 196 : 345)
Menurut Katz, Blunder, dan Gurrevitch, teori Uses and Gratification di asumsikan bahwa :
1. Khalayak dianggap aktif, atinya sebagian penting dari penggunaan media massa diasumsikan mempunyai tujuan,
2. Dalam proses komunikasi massa banyak insiatif untuk mengaitkan pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada khalayak. 3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lian untuk
memuaskan kebutuhanya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah bagian dari rentangan khlayak amnusia lebih luas. Bagaimana kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media sangat tergantung kepada perilaku khlayak yang bersnagkutan.
4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan khalayk; artinya orang dianggap cukup mengerti untuk melaporka kepentinagan dan pada situasi-situasi tertentu.
Berkatitan dengan jenis media dan isi yang dipilih, konsep khalayak aktif memiliki kaitan dengan motif dan juga bahwa khalayak mempunyai kecenderungan untuk mengelolah makna atas media massa apa yang digunakan atau dikonsumsi. Yang tentunya dapat semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan sosial khalayak demi terciptanya kepuasan.
Pendekatan Uses and Gratification menekan riset komunikasi massa pada konsumen pesan atau komunikasi tidak begitu memperhatikan mengenai pesanya. Kajian yang dilakukan dalam ranah Uses and Gratification mencoba untuk menjawab pertanyaan : “ mengapa orang menggunakan media dan apa yang mereka gunakan untuk media?” (McQuail, 2002 : 388)
Pada model ini yang diteliti adalah sumber sosial psikologis dari kebutuhan yang menimbulkan harapan-harapan dari media massa atau sumber-sumber lain, yang menyebutkan perbedaan pola terpaan media (atau keterlibatan dalam kegiatan lain), dan menghasilkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain, bahwa sering kali akibat-akibat yang dikehendaki. (Rahkmat, 2001 : 65)
a. Kebutuhan Kognitif (Cognitive Needs )
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan informasi, pengetahuan dan pemahaman mengenai lingkungan. Kebutuhan ini didasarkan pada hasrat untuk memahami dan mengusai lingkungan;juga memusatkan rasa penasaran kita dan dorongan penyeilidikan kita.
b. Kebutuhan Afektif (Affective Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan pengalaman-pengalam yang estesis, menyenangkan dan emosial.
c. Kebutuhan personal (Personal Inegrative Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kredibilitas, kepercayaan, stabilitas dan status individual. Hal-hal tersebut diperoleh hasrat akan harga diri.
d. Kebutuhan Sosial (Social Intergrative Needs)
Kebutuhan yang berkaitan dengan peneguhan kontak dengan keluarga, teman dan dunia. Hal-hal tersebut didasarkan pada hasrat untuk berafiliasi.
e. Kebutuhan Pelepesan (Escapist Needs)
Kebutuhan-kebutuhan (Needs) inilah yang menyebabkan timbulnya Uses
and Gratification, motif yang mendorong individu melakukan aktivitas dengan
menggunakan media tertentu. Jadi yang dimaksud adalah dorongan yang ditimbulkan dari sejumlah kebutuhan yang ingin dicapai individu dari suatu objek tertentu yang menimbulkan perilaku individu. (Rahkmat, 2002 : 216)
Pada konsep Palmgreen, Kepuasan individu dalam menggunakan media massa dalam hal ini situs YouTube, akan diketahui ada tidaknya kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan dengan media Youtube atau kesenjangan yang ditimbulkan setelah menggunakan situs web Youtube.
2.16 Inter net
Pada awalnya, internet berasal dari sebuah jaringan komputer yang terdiri dari beberpa komputer yang dihubungkan dengan kabel, sehingga membentuk sebuha jaringan (network). Kemudian, jaringan-jaringan tersebut saling dihubunngkan lagi sehingga membentuk inter-network atau biasa dikenal dengan internet untuk dapat terhubung dengan jaringan inter-network yang mempunyai sambungan ke jaringan lain, sesuai dengan kemajuan dibidang perangkat lunak dan perangkat keras, terminal yang ada dalam jaringan lokal tersebut dapat disambungkan melalui saluran telepon (remote terminal)(Febrian, 2001 : 20-21)
Semakin meningkatny kebutuhan masyarakat terhadap internet, kini telah ratusan juta komputer di dunia yang terhubung dengan internet. Menurut NUA
dunia, dalam waktu sebulan bertambah hingga menjadi 26,94 juta user. Sedangnkan di Indonesia, berdasarkan data dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), dari sekitar 210 juta penduduknya, jumlah pengguna internet sebnayak 1.980.000 pengguna dengan angka pertumbuhan mencapai 13,7 % tiap tahunya
Ellul dan Eoulet (dalam Bungin 2005 : 40) menyatakan bahwa dalam dunia media informasi, sistem teknologi juga telah menguasai jalan pikiran masyarakat, seperti yang diistilahkan dengan theater of mind. Bahwa siaran-siaran media informasi yang dalam ini adala internet sebagai sistem teknologi terkini dan digemari oleh masyarkat, seacara tidak langsung telah meninggalkan kesan di dalam pikiran penggunanya. Hal tersebut pada akhirnya bisa mempengaruhi jalan pikiran atau persepsi penggunanya.
2.1.7 Inter net Sebagai Alat Komunikasi
internet cenderung menjadi sebuah jenis media massa baru, karena internet menjadi massal (Muis, 2001 :62)
Sebagai mendia baru yang dituntut untuk memiliki keunggulan dari media-media konvensional terdaulu. Adapun menurut McQuail (2002 : 126), media massa baru dalam hal tingkat keluasan yang mengkombinasikan :
a. Komputasi dalam hal pengolahan isi (misalnya alur percakapan dalam pengelolahan berita)
b. Jaringan telekomunikasi, yaitu segalab sesuatu yang menyangkkuta pengakasesan dalam menghubungkan berbgai berita dengan orang lain yang beradadi tempat yang jauh sekalipun dengan berbagai cara.
c. Didgitalisasi ini, yaitu menyangkut pemindahan jaringan distribusi ke wiliayah lain, kemampuan memproses ulang distribusi ke wilayah lain, kemampuan memproses ulang isi berita sebagai data, dan pengiegrasian serta pengawasan berbagai bentuk meisalnya teks, video dan audio.
Lebih rinci lagi Van Djik (2006 : 6), dalam bukunya yang berjudul The
Networkwork Society, menyatakan bahwa internet sebagai media baru memiliki
tiga karekteristik yaitu :
1. Intergritas
Penggabungan antara alat komunikasi suara, komunikasi data, dan komunikasi mass ke dalam satu media. Hal ini merupakan proses pemutusan. Oleh karena itu media baru sering disebut dengan multimedia.
2. Interaktivitas
Pada penjelasan yang umum, interaktivitas merupakan sebuah akibat dari aksi dan reaksi. Pada dimensi perilaku, interaktivitas berarti berbeda diantara yang lain, yaitu pengguna dapat berada diantara program atau dapat diwakili dirinya dalam program dan membuatnya berbeda. Media digital lebih menarik dari media traditional karena mampu menyeimbangkan kemampuan pengguna dengan keinginannya.
3. Kode Digital
2.1.8 Media Sosial
Sosial media adalah fase perubahan dimana orang menemukan, membaca dan membagi-bagikan berita, informasi dan konten kepada orang lain. Sosial media adalah perpaduan sosiologi dan teknologi yang mengubah monolog (one to
many) dan demokrasi informasi mengubah orang-orang dari oembaca konten
menjadi penerbit konten. Sosial media telah menjadi sangat populer karena memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk terhubung dunia online bentuk hubungan, politik dan kegiatan bisnis.
2.1.9 YouTube
YouTube adalah sebuah situs web video sharing (berbagi video) populer dimana para pengguna dapat memuat, menonton, dan berbagi klip video secara gratis. Umumnya video-video di YouTube adalah klip musik (video klip), film, TV, serta video buatan para penggunanya sendiri. Format yang digunakan video-video di YouTube adalah .flv yang dapat diputar di penjelajah web yang memiliki plugin Flash Player. Menurut perusahaan penelitian Internet Hitwise, pada Mei 2006 YouTube memiliki pangsa pasar sebesar 43 persen. Pada 9 Oktober 2006 diumumkan bahwa YouTube telah dibeli Google dengan harga US$1,65 miliar.
2.1.9.2.1 YouTube Sebagai Media Sosial
berita. Jadi jika kita ingin menonton sebuah film kita bias menggunakan youtube sebagai medianya
Media sosial adalah sebuah media online, atau media yang dapat dimanfaatkan oleh masyrakat umum dengan itu para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.
Karekteristik YouTube menyamai apa itu yang disebut aspek media sosial yaitu sebagai "sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content". Media yang dapat digunakan, dimanfaatkan dan di akses oleh khalayak umum ( Kaplan, Haenlein, 2010 : 206 )
2.1.10 Film Ver sus Video
2.1.10.1 Video
Video merupakan media audio-visual atau jenis media pandang-dengar
yang menampilkan informasi dalam bentuk “moving image” (citra bergerak ).
Menurut UNESCO (dalam Dewan Film Nasional, 1981:9), dinyatakan bahwa
adalah segala macam bentuk perekaman pada bahan baku pita, piringan dan
sebagainya, dengan atau tanpa suara, yang apabila diproyeksikan kembali
mernberikan kesan “gambar hidup” yang disajikan melalui aplikasi teknologi
media video bagian internal dari media pembelajaran maka media video juga bisa
disebut video pembelajaran
Video atu gamber bergerak adalah data digital yang terdiri dari beberapa
gambar. Istilah video biasanya mengacu pada format penyimpanan gambar
bergerak. Terbagi menjadi dua, yaitu video analog, contohnya VHS dan Betamax,
dan video digital, contohnya DVD, Qouicktime, dan MPEG-4. video dapat
direkam dan ditransmisikan dalam berbagai media fisik, pada pita maknetik ketika
direkam sebagai Pal atau NTSC signal elektrinik dengan video camera, atau
MPEG-4 ketika direkam menggunakan kamera digital. Gambar tersebut dapat
ditemui di kehidupan sehari-hari, seperti melihat benda-benda yang bergerak/
melalui sebuah teknologi (kamera), gambar-gamabr bergerak dapat disimpan pada
sebuah data digital (video). Untuk dapat menampilkan data digital (video) ini
maka diperleukan sebuah alat untuk mengubahdata digital menjadi analog
misalnya televisi dan monitor
2.1.10.2 Film
Menurut kamus besar bahasa Indonesia terbitan balai pustaka (199 : 242),
film adalah selaput tipis yang dibuat dai seluloid untuk tempat gambar negatif
(yang akan dibuat potret) atau untuk tempat gambar positif (yang akan dimainkan
di bioskop). Film juga diartikan sebgaia lakon (cerita) gambar hidup. Pengertian
lebih lengkap dan mendalam tercantum jelas dalam pasal 1 ayat (1) UU Nomor 8
Tahun 1992 tentang perfilman disebutkan bahwa yang dimaskud dengan film
pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam pada
pita seluloid, pita video, piringan hitam, dan atau bahan hasil penemuan teknologi
lainya dalam segala bentuk, jenis dan ukuran melalui proses kimiawi, proses
elektronika, atau proses lainya, dengan atau tanpa suara, yang dapat
dipertunjukkan dan ditayangkan dengan sistem mekanik, elektronika atau yang
lainnya.
Penegrtian di atas jelas mengungkapkan bahwa film adalah sebuah proses
sejarah atau budaya suatu masyarakat yang disajikan dalam bentuk gambar hidup.
Sebagai sebuah proses, banyak aspek yang tercakup dalam film. Melalui dari
pemain atau artisnya, produksi, bioskop, penonton, dan sebagainya. Film juga
identik sebagai hasil karya seni kolektif yang melibatkan sejumlah orang, modal,
dan manajemen. Dalam proses pembuatannya, pada dasarnya film merupakan
komoditi jasa kreatif untuk dinimmati masyarakat luas. Dinilai dari sudut
manapun, film adalah acuan otentik tentang berbagai hal, termasuk pekembangan
sejarah suatu bangsa. Film merupakan karay cipta manusia yang berkaitam erat
dengan berbagai aspek kehidupan.
2.1.11 Komunitas Film
kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “ sama publik, dibagi oleh semua atau banyak”.
Film merupakan salah satu media komunikasi massa. Menurut UU No. 8 th 1992 tentang Perfilman Nasional dijelaskan bahwa film adalah karya cipta seni dan budaya yang merupakan media komunikasi massa pandang-dengar yang dibuat berdasarkan asas sinematografi dengan direkam padapita seluloid, pita video, yang ditayangkan dengan sistem proyeksi mekanik dan elektronik. (Dewan Film Nasional, 1994 : 15)
Jadi komunitas film adalah sebuah kelompok sosial yang mempunyai katertarikan yang sama dalam hal film, dalam hal ini mereka yang terjun atau melakukan kegiatan di dunia perfilman, misalnya : Kine Club, Kinne Komunikasi UPN Veteran Jatim.
2.1.12 Ker angka ber fikir
Dengan munculnya berbagai macam media massa dan bentukan baru dari media yang telah ada sebelumnya membuat masyarakat dapat dengan mudah menerima dan mendapat informasi, selainitu masyarakat yang peka akan keadaan ini mampu memanfaatkan keadaan ini menjadi hal yang bisa mengutungkan, kecenderung itu membuat kalangan komunitas kreatif khusunya komunitas film indiependent mampu mengambil celah ketika Youtube bisa mereka jadi salah satu sebagai media belajar dalam pembuatan film.
Dalam penelitian ini membahas bagaimana persepsi komunitas film terhadap pemafaatna youtube sebagai medium belajar.
Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui persepsi komintas film indipendent terhadap pemanfaatan youtube sebagai medium belajar. Proses persepsi secara umum terbagi dalam 4 tahap yaitu :
1. Perhatian dan Seleksi
Pemilihan secara selektif dari seluruh informasi yang ada. Individu secara sadar memutuskan informasi mana yang akan diperhatikan dan mana yang diabaikan
2. Organisasi
Seluruh informasi yang telah masuk seleksi sebelumnya akan diorganisasikan.
3. interpretasi
indvidu akan mencoba untuk memperoleh jawaban tentang makna dari informasi tersebut. Tahap ini sangat dipengaruhi oleh casual attrbution.
4. Pencarian kembali
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1Metode Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode kualitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang ada pada masyarakat dengan sedalam-dalamnya melalui pengumpulan data sedalam-sedalam-dalamnya. Penelitian ini tidak menutamakan besarnya populasi atau sampling, bahkan populasi atau samplingnya sangat terbatas. Jika data yang dikumpulkan sudah mendalam dan menjelaskan fenomena yang diteliti, maka tidak perlu mencari sampling lainya . desini yang lebih di tekankaan adalah persoalan kedalaman (kualitas) data, bukanya (kuatitas) data (Kriyantono, 2006:58).
Menurut Rakhmat (2004:24), penelitian deskriptif kealitatif ditujukan untuk beberapa hal, diantaranya adalah :
1. Mengidentifikasi masalah atau memeriksan kondisi dan praktek –praktek yang berlaku
2. Membuat perbandingan atau evaluasi
3. Mengumpulkan informasi aktual yang melukiskan gejala yang ada.
Metode penelitian kualitatif ini menggambarkan atau menguraikan atas suatu keadaan sejernih mungkin tanpa adanya perlakuan terhadap obyek yang diteliti. Metode ini merupakan suatu metode yang berupaya dan memeberikan gambaran mengenai suatu fenomena tertentu secara terperinci, yang pada hakekatnya akan diperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai fenomena yang sedang diteliti.
Metode kualitaif berasumsi bahwa realita merupakan hasil konstruksi mental dari individu-individu. Setiap individu memiliki pengalaman dan latar belakang serta konteks yang berbeda-beda dengan demikian individu atau kelompok dapat dipandang sebagai pencitraan yang berbeda dan unik, yang tidak bisa diseragamkan satu dengan yang lainnya. Perbedaan yang dimiliki itu menyebabkan persepsi yang dilakukan terhadap suatu hal juga berbeda.
Hasil dari penelitian kualitatif ini tidak dapat digeneralisasikan (membuat kesimpulan yang berlaku secara umum) atau bersifat universal, jadi hanya berlaku pada situasi dan keadaan yang sesuai dngan situasi dan keadaan dimana peneltian yang serupa dilakukan (Kountur, 2003 : 29)
adanya perlakuakn terhadap ibjek yang diteliti (Kountur, 2003 : 53). Metode ini merupakan suatu metode yang berupaya mmeberikan gambaran suatu fenomena tertentu secara terperinci yang pada akhirnya akan deperoleh pemahaman lebih jelas mengenai fenomena yang diteliti.
Peneltian ini menggunakan pendekatan konstrukvitas. Pendekatan ini memfokuskan diri pada bagaimana sebuah kelompok dan individu mempersepsi medium baru untuk pembelajaran
3.2Oper asionalisasi Konsep
3.2.1 Per sepsi
Pesepsi merupakam kognisi (penegtahuan), jadi persepsi mencakup penafsiran obyek, tanda dan orang dari sudut pengalaman yang bersangkutan. Dengan kata lain, persepsi mencakup penerimaan stimulus (input), pengorganisasian stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara yang dapat mempengaruhi dalam pembentukan sifat (Gibson, 1988 : 78).
3.2.1 Komunitas
kesamaan”, kemudian dapat diturunkan dari communis yang berarti “ sama publik, dibagi oleh semua atau banyak”.
3.2.2 YouTube Sebagai Media Belajar
Di era informasi saat ini banyaknya media alternatif yang muncul dari berbagai macam kebutuhan dan kegunaan di masyarakat saat ini munculnya medium Youtube saat ini seperti memberikan sebuah persepsi tersendiri di masyarakat dan beberapa komunitas serta kelompok tertentu yang bisa memanfaatkan fenomena yang ada
3.3Lokasi Penelitian
3.4 Infor man dan Penelitian
Subyek penelitian adalah orang yang aktif dalam sebuah komunitas film indiepent yang pernah menggunakan video di situs Youtube sebagai referensi belajar.
Informan yang digunakan adalah memiliki ciri-ciri dan keterkaitann sebagai berikut :
a. Pernah menggunakan video di situs Youtube sebagai medium belajar
b. Berjenis kelamin laki-laki atau perempuan
c. Dan aktif dalam sebuah komunitas film indipendent.
Informan yang menjadi penelitian berasal dari komunitas film indiependent kampus dari Surabaya, tak banyak kampus di Surabaya yang memiliki sebuah komunitas dan laboratorium yang memadai terutama untuk sebuah komunitas yang berkutat dalam dunia film yang saat ini masing dipandang sebelah mata oleh masyarakat Surabaya.
A. Informan pertama Agung saat ini berstatus masih mengambil pendidikan di Stikomp jurusan multimedia
B. Infroman kedua bernama Okha, saat ini Okha berstatus mahasiswa Intitut Sepuluh November daia bergabung mengambil jurusan Desain komunikasi visual
C. Informan ketiga bernama Yanuar, saat ini Dhanu adalah seorang mahasiswa ilmu komunikasi di Universitas IAIN,
D. Informan keempat Ryan, saat ini Ryan aktif di komunitas Kopi di Universitas AWS
Berkenan dengan tujuan penelitian kualitatif maka dalam prosedur sampling yang terpenting adalah bagaimana menentukan Key Information atau situasi sosial tertentu yang sarat informasi sesuai dengan fokus penelitian (Bungin, 2003 : 53). Sedangkan informasi kunci (key information ) itu adalah pihak-pihak yang pengetahuanya luas dan mendalam tentang komunitasnya ( orang luar yang lam berkerja dengan satu komunitasnya) dapat memeberikan data berharga atau informasi pokok yang diperlukan dalam penelitian (Suyanto, 2006 : 189).
3.5Tek nik Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data antara lain :
a. Pengamatan (Observation)
Pengamtan dengan menggunakan indrea pengelihatan yang tidak mengajukan pertanyaan-pertayaan (Suhartono, 2004, : 69). Data yang didapat dengan cara mencatat perlaku subyek (orang), obyek (benda atau kemudian yang sistematik tanpa adanya komunikas atau pertanyaan dengan individi yang diipilih).
b. Wawancara mendalam (In Dept interview)
c. Studi Literatur
Teknik pengumpulan data dengan mencari data penunjang dengan pengelolaan buku dan sumber bacaan yang dikaitkan dengan masalah penelitian.
3.6Tek nik Analisis Data
setelah wawancara dilakukan, peneliti wajib membuat transkrip hasil wawancara. Artinya peneliti harus menulis setiap pertanyaan dan jawaban yang dikeluarkan informan (dari perekam) serta catatan yang memuat tentang observasi, perasaan dan refleksi diri.
Kemudian peneliti bisa menganalisis data yang sudah masuk. Cara untuk menganalisa data adalah :
1. Mengkategorikan wawancara dengan kedalam sub topik
Peneliti mengumpulkan data dan memilah-milah transkrip wawancara tiap informan, kemudian menyatukan dengan data-data informan yang lain yang memiliki topik serupa. Dengan kata lain data-data tersebut dikategorikan satu per-satu.
2. Menarik kesimpilan
4.1 Deskr iptif Objek Penelitian
4.1.1 Gambar an Umum Objek Peneltian Definisi YouTube
YouTube didirikan bersama-sama oleh Chad Hurley, Steve Chen dan Jawed
Karim mereka semua adalah teman lama yang dahulu bekerja di Perusahaan PayPal.
Sebelum bekerja di PayPal Hurley adalah seorang mahasiswa dari Universitas Indianan
Pennsylvenia, sementara Chen dan karim adalah seorang mahasiswa jurusan Ilmu
komputer di Universitas Illinois di Urbana-Champaign. Situs YouTube didiriikan pada
tanggal 15 februari 2005, namun setelah beberapa bulan YouTube aktif melalui tahap try
and error dan muncul respon yang positif dan banyak orang yang menggunakanya, lalu
pada bulan mei 2005 web YouTube resmi di rilis pertama kali
Seperti kebanyakan perusahaan baru pada umunya YouTube diawali dengan
didanai oleh beberapa penanam modal setelelah melalukan tahap negosiasi modal. Pada
November 2005, Squoia Capital, YouTube mendapatkan modal 3,5 juta dollar, selain itu
Reolof Botha salah satu orang yang pernah kerja di perusahaan PayPal pada april 2006
ikut bergabung dengan YouTube dan menanamkan modal sebanyak 8 juta dollar, dalam
hitungan bulan pada saat itu YouTube langsung menjadi web yang sangat pesat
pertumbuhanya.
Pada tahun 2006 YouTube dinobatkan sebagai website paling terpopuler
dibanding website sejenisnya seperti MySpace dan Frindster. Hal itu dikarenakan ada
sebuah lembaga survay yang ternama di Amerika Nielsen Net Ratings pada 16 Juli 2006
video yang di upload dalam waktu 24 jam, selain itu YouTube terdapat 20 juta orang
yang menggunakan Youtube setiap bulan, dengan ukuran sekitr 44% penonton wanita
dan 56 % penonton pria, dan umur yang berbagai kalangan dari yang masih anak-anak
dan dewasa 12 tahun sampai 17 tahun, kehebatan YouTube sangat besar, pesat menurut
sebuah website Hitwise.com pada tahun 2006 YouTueb sudah mengusai 64% pengguna
internet di Inggris.
Pada tanggal 9 Oktober 2006. YouTube mengumumkan bahwa saham
perusahaan mereka dibeli oleh Google dengan harga 165 juta dollar. Perjanjian ini
dilakuakan oleh perusahaan YouTube dengan beberapa alasan antara lain YouTube ingin
memperluas jaringan dan mempermudah pengguna YouTube untuk mencari informasi
dan video yang mereka inginkan dengan menggukana Google, dengan adanya itu
memenag menunjukan perubahan yang ditunjukan oleh ayouatube dengan bergabung
bersama Google situs YouTube menjadi sangat cepat dan prkatis digunakan oleh
penggunanya sehingga pengguna YouTube tidak perlu repot lagi untuk mencari video
yang mereka ingin lihat.
Pada November 2008 YouTube mencapai sebuah perjanjian dengan perushaan
MGM, Lion Gate Entertaiment dan CBS, perjanjian terbeut menghasilkan sebuah
kerjasama yang sangat revolusioner yaitu ketiga perusahaan tersebut memeprbolehkan
mengupload film mereka di YouTube sehingga menikmat film dapat melihat film yang
ingin mereka ingin lihat di YouTube, beberapa bulan kemudian banyak perusahaan yang
bergabung dengan Youtube seperti NBC, Fox, dan Disney.
Tegnologi aplikasi yang terdapat pada YouTube berdasarkan Sistem dan sofware
Adobe Flash Player yang membuat YouTube mampu disingkronisasikan dengan beberapa
tegnologi video yang telah ada yang memamng digunakan untuk membuat video dengan
biasanya digunakan para penikmat video untuk membuka video yang ingin dilihat
didalam sebuah komputer. Pemasangaan software Adobe Fkash tersebut digunakan agar
nantinya jika ada sebuah video yang menggunakan system flash dalam pemutaranya
videonya.
Video-video yang diUpload di YouTube biasanya para pengguanya mengupload
video dengan durasi 15 menit, YouTube juga menerima semua video video yang bisa
naik biasanya dalam format apapun meliputi : WMV, .AVI, .MKV, .MOV, MPEG, .MP4,
DivX, .FLV, dan .OGG. YouTube juga menyokong 3GP, hampir semua video itu juga
bisa dilihat melalui hp agar memudahkan para pengguna YouTube menjangkaunya
Kualitas video di YouTube pada awalnya hanya menggunakan video dalam satu
format saja, tapi perkembangan jaman yang da kini YouTube mampu dilihat dari
beberapa salah satunya melalui hp, namun dengan bisa diaksesnya YouTube melalui Hp
ada beberapa kekurangan yang perlu di perbaiki yaitu video biasanya berkualitas rendah
dengan suara yang mono. Namun jika tidak dari Handphone YouTube mampu
mengupload video dengan kualitas besar dan bagus bahkan saat ini YouTube bisa
mengupload video dengan kecanggihan 3D
Dengan kehebatan youtube diatas apstilah youtube memiliki kekurangan dan
kelebihan serta dampak yang besar bagi masyarkat luas, sebelum YouTube diluncurkan
pada tahun 2005 terdapat beberapa hal kecil yang biasanya dirasakan oleh pengguna
internet khususnya kepada YouTube. Dengan karakteristik youtube yang sangat praktis
pengguna internet atau YouTube membuat siapa saja yang mengupload dan video dan
langsung dapat dilihat diseluruh dunia dalam beberapa menit saja. Beberpa hal tersbut
menunjukan bahwa youtube memang saat ini menunjukan budaya internet
warga emas dalam sebuah bas di Hong Kong, hinggakan diberi perbincangan hangat
dalam media arus perdana. Salah satu video YouTube yang disambut hebat ialah akaun
guitar, yang menampilkan persembahan lagu Pachelbel’s Canon yang dimainkan dengan
dengan gitar elektrik. Nama pemainnya tidak didedahkan dalam video itu, tetapi selepas
ditonton berjuta-juta kali, akhbar The New York Times mendedahkan identiti pemain
gituar tersebut sebagai Jeong-Hyun Lim, rakyat Korea Selatan berusia 23 tahun yang
merakam lagu tersebut di bilik tidurnya Dampak positif dari youtube yang selama ini bisa
dilihat adalah bagi perusahaan-perusahaan rekaman yang ingin melakukan promosi bagi
artis-srtisnya. Juga bagi perusahaan-perusahaan periklanan yang ingin mempromosikan
suatu produk. Ada pula orang-orang yang dengan sengaja meng-upload video-video
dokumenter baik sejarah perjuangan bangsa kita maupun dokumenter mengenai
kisah-kisah menyentuh tentang kehidupan dari pedalaman Indonesia. Ada pula video-video
ilmu pengetahuan tentang kehidupan baik dari dasar laut hingga luar angkasa. Semua ada
di youtube. Hanya tinggal memasukkan kata kunci yang dicari, semua video yang
memperluas wawasan bisa dilihat dan di-download kapan saja.
Youtube juga memiliki dampak Positif dan dampak negatif. Dampak negatif
yang paling fenomenal di Indonesia adalah ketika video pribadi yang diunggah
Marshanda akhirnya dibahas habis-habisan oleh infotainment. Marshanda yang awalnya
(mungkin) sekadar ingin curhat dan ingin menumpahkan uneg-unegnya, harus pasrah
menjadi bulan-bulanan infotainment. Selain Marshanda, yang hingga kini masih diproses
oleh penegak hukum adalah video mesum yang “katanya” mirip Luna Maya, Cut Tari,
dan Ariel. Video ini lantas dengan mudah menyebar luas, bukan hanya di kalangan orang
dewasa, tapi juga bisa dinikmati oleh remaja dan anak-anak. Tragis!!! Tragis bagi yang
akhirnya mendapat malu, stigma negatif, kehilangan pekerjaan, dan kerugian-kerugian
lainnya.
Sepak terjang youtube tidak habis sampai disitu. Yang ingin saya bahas dalam
tulisan ini adalah tentang fenomena orang-orang yang “mendadak tenar” karena Youtube.
Di Filipina, kakak-beradik James Ronald dan Rodfil, Duo Moymoy Palaboy itu
mengunggah sejumlah video berisi aksi mereka lipsync lagu-lagu populer. Aksi itu lalu
memikat jutaan orang dan mengantarkan keduanya ke panggung profesional sebagai
superstar. Contoh paling fenomenal adalah kisah Justin Bieber. Penyanyi 16 tahun yang
tengah digandrungi remaja dunia ini juga mengawali sukses dengan bernarsis ria di
Youtube. Aksinya di dunia maya lantas memikat seorang manajer musik bernama Scooter
Braun yang kemudian memperkenalkannya kepada Usher. Dari perkenalan itu, Bieber
meraih kontrak rekaman dengan Island Records dan melejit menjadi bintang dunia.
4.2 Penyajian Dan Analisis Data
deskriptif melalui pendekatan analisis kualitatif sehingga dapat diperoleh gambaran, jawaban, pemahaman fakta serta kesimpulan dari permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini.
4.2.1 Identitas Infor man
Dalam penelitian ini, informan merupakan seseorang yang memberikan pendapatnya mengenai topik permasalahan yang dibahas, dan topik yang dibahas dalam penelitian ini adalah persepsi komunitas indiependent terhadap youtube sebagai medium belajar. Kriteria seorang informan dalam penelitian ini adalah adalah salah satu dari anggota komunitas indiependent dari universitas yang masih aktif dalam kegiatan komunitas tersebut dan orang-orang yang pernah melihat dan memanfaatkan situs Youtube sebagai medium pembantu mereka dalam belajar, dewasa (batasan umur minimal 17 tahun), laki-laki maupun perempuan.. Pemilihan informan dikhususkan pada orang-orang yang bertempat tinggal di kota Surabaya dan sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas Surabaya.
Dalam penelitian ini informan dipilih dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan penelitian ini, dengan kriteria sebagai berikut:
2. Segi Proximity (Faktor Kedekatan dengan obyek penelitian), dipilih Informan yang memang seorang yang berkicumpung dalam dunia perfilm dan komunitas film indie, seorang yang pernah menggunakan Youtube.
A. Informan pertama Agung saat ini berstatus masih mengambil pendidikan di Stikom jurusan multimedia, Agung adalah seorang editor yang sedang belajar membuat film animasi dan film fiktif dia katif di komunitas Mavias sekitar 2 tahun terakhir sejak dia masuk kuliah di Stikomp.
B. Infroman kedua bernama Okha, saat ini Okha berstatus mahasiswa Intitut Sepuluh November daia bergabung mengambil jurusan Desain komunikasi visual, dan aktif di komunitas film di kampusnya yaitu Click Okha saat ini sedang belajar editing untuk berbagai medium audio visual meliputi : film animasi, dokumenter, fiktif video klip, iklan dan beberapa jenis medium audio visual lain hal itu dilakukan agar tidak ada batasan dalam pembelajaranya
D. Informan keempat Ryan, saat ini Ryan aktif di komunitas Kopi di Universitas AWS di sisi lain Ryan adalah seorang mahasiswa jurusan ilmu komunikasi, Ryan lebih suka belajar film secara teoritis dan jarang membuat film.
Keempat Informan tersebut memang memanfaatkan youtube sebagai medium belajar dan keempat informan tersebut mampu menjabarkan tentang permasalahan yang diteliti dari sudut padang mereka yang menggunakanya
4.2.2. Hasil Wawancara
4.2.2.1.Deskr ipsi Per sepsi Komunitas Indipendent Secar a Umum Ter hadap YouTube
Pada bagian ini, peneliti akan memeaparkan hasil wawancara mendalam peneliti dengan beberapa informan terkait dengan pertanyaan secara umum dan bagaimana padangan mereka seputar YouTube. Pada penelitian ini, peneliti berusaha untuk mengetahui persepsi komintas film indipendent terhadap pemanfaatan youtube sebagai medium belajar. Proses persepsi secara umum terbagi dalam 4 tahap yaitu :
1. Perhatian dan Seleksi
Pemilihan secara selektif dari seluruh informasi yang ada. Individu secara sadar memutuskan informasi mana yang akan diperhatikan dan mana yang diabaikan.
Disisi ini peneliti memberikan sebuah pertanyaan yang bersangkutan dengan informan tentang bagaimana cara mereka memilih dan mneyeleksi setiap informan dan kejadian yang mereka alami yang berkaitan dengan YouTube, kejadian dan informasi apa yang mereka benar-benar alami ketika informan menerima informasi yang mampu menyita perhatian mereka
dengan baik menerangkan apa itu YouTube hal itu diungkapkan sebagai berikut :
Informan pertama Agung mengaku bahwa ia memang sedikit pilih-pilih dengan informasi yang dia dapat di YouTube, meskipun dia tau bahwa YouTube banyak sekali video yang sejatinya tidak bersangkutan dengan apa yang dia inginkan hal ini diungkapakan sebagai berikut :
“sebenarnya banyak video-video yang sejatinya tidak ada hubungan dengan apa yang saya pelajari, terutama dalam membuat film, saya juga tentang pembelajaran bikin film yah nggak saya download mas “
Informan kedua Okha mengaku bahwa dia memang melihat semua video yang ada di YouTueb selain video tutorial dia sengaja melihat itu karena dia ingin menambah wawasan atau informasi lain selain dia hanya sekedar refreshing melihat video di YouTube hal itu diungkap sebagai berikut :
“ saya sering sekalilah melihat video-video lain di YouTube Video itu karena begitu banyaknya video yang ada di YouTubegak mungkin kalau saya nggak lihat video lain, tapi memang video yang benar-benar saya coba buat dipelajari yah video tutorial saja selainya nggak aku nggak pelajari cukup jadi hiburan saja mas, sehingga saya bisa milih mana yang bagus mana yang benar-benar Cuma sekedar hibura hehehe.. “
“ kadang banyaknya video yang ada di YouTube membuat aku sendiri bingung mana yang harus ku lihat, mas sendiri tahukan video-video itu ada yang malah tidak penting, saya pernah lihat video yang cuma ngerekam serangga di kumpulin jadi satu dalam satu kota terus dibiarain sampai bertengkar, ntar siapa yang menang ngelawan serangga lain, video-video itu bisa menjadi sangat tidak penting buat saya tapi belum tentu tidak penting buat orang lain, tapi secara tidak sadar aku punya filter buat memilih mana video yang benar-benar aku jadiakn bahan pelajaran, aman video yang bukan, naluri belajar sudah secara otomatis ngelakuin hal itu “ Informan ke empat Ryan hampir sama dengan informan ketiga Yanuar dia berujar bahwa YouTubu tak bisa di hentikan karena YouTube memang menyediakan semua itu, dia juga berujar bahwa seleksi diri untuk memilih video mana yang dilihat mana yang bukan dilihat maka akan hal ini diungkapakan sebagai berikut :
“tidak ada yang nyuruh kita untuk melihat jutaan video di YouTube begitu pula sebaliknya tidak ada yang melarang kita melihat jutaan video yang kadang sangat hiruk pikuk itu, dan yang bisa melarang bisa atau tidak dijadikan bahan untuk belajar atau hanya sekedar hiburan saja yah kita sendiri, proses itu menurut saya selalu ada disetiap orang agar kita sendiri tau mana yang baik buat kita mana yang tidak baik, agar tidak terlalu full jadi di sortir pelan-pelan hehehe..”
2. Organisasi
Seluruh informasi yang telah masuk seleksi sebelumnya akan diorganisasikan.
coba untuk memberikan pertnyaan tentang cara mereka memilih dan mengelompokan setiap informasi yang mereka dapat tentang YouTube sehingga setiap hasil wawancara dapat disimpulakan oleh peneliti dengan baik.
Adapun beberapa persepsi dari informan terkait beberapa pertanyaan yang peneliti ajukan mengenai pengorganisasian dari hasil seleksi semua informasi yang telah terjadi pada informan, setiap informan mengaku mengorganisasikan infromasi apa yang mereka dapat sehingga semua yang diterima dapat dengan mudah di cerna kembali.
Informan pertama bernama Agung mengungkapkan pengorganisasian yang dia lakukan hanya sebatas bagaimana dia mengelmpokan semua informasi, terutama informasi yang dia dapat dari YouTube :
“dari beberapa hasil video di YouTube itu memang saya ambil dan saya unduh agar saya bisa mengelompokanya biar saya lebih mudah mengerti video-video itu dan saya pelajari, saya memang sedikit selektif milih video mana yang saya unduh mas agar tidak terjadi distorsi makna akan mempelajari sesuatu, karena belajar video itu gampang-gampag susah mas kalau memang gak kitanya yang pintar mengorganisasikan yah bisa bingung, makanya itu harus dikelompokin”
Informan kedua bernama Okha melakukan penglomokan dengan semua video yang dia unduh agar diua sendiri mudah mempelajarinya :
Informan ketiga bernama Yanuar melakuakn pengelompokan semua video dengan rapih dia berujara bahwa setiap hari dia selalu merefesh semua video yang dia unduh karena video yang dia unduh tiap hari selalu berbeda dan baru :
“ngelompokin video yang memang sudah saya unduh itu seperti kewajiban agar semua tertaata rapih dari situ sayakan bisa milih mana yang mau saya pelajari mana yang tidak saya pelajari lagi, video itu dimasukan folder biar seperti bab kalau dalam sebuah buku.”
Informan keempat bernama Ryan memaparkan hal sama dengan ketiga informan, karena informan Ryan memang sengaja membetuk sepsrti sebuah kurikulum kecil dalam komputernya untuk mempermudah dia dalam melakukan pembelajaran dalam video yang di unduh di YouTube :
“karena saya sering kali memeberikan kelas mengajar dan memeberi materi kepada anak semster bawah mengelompokan semua video yang saya ambil itu sangat mutlak, buat saya semua hal yang saya ambil sejatinya sudah terorganisir dengan baik di otak kita namun dengan kita sendiri mengelompokan semua infromasi yang kita dapat dalam dunia nyata itu semakin memudahkan kita menerima sebuah proses pembelajaran yang ada, saya sendiri ngelompokin semua video itu karena video itu sering saya pakai agar saya mudah saat memberi materi”
Dari hasil diatas keempat infroman mengelompokan semua informasi yang mereka dapat agar mereka mudah mengelompokan dan mempejari setiap informasi yang ada, adapin semua hal yang mereka dapat sejatinya memang terorganisir dengan mudah dan dari hal itu merek dapat memeberikan persepsi apa dan bagaimana informasi itu berpengaruh bagi mereka.
3. interpretasi
Dalam hal ini peneliti mencoba memberikan pertanyaan yang mendalam tentang kaitan YouTube dan informan sejauh apa pengetahuan dan pengaruh YouTube juga sebesar apa manfaat YouTube bagi infroman sehingga peneliti mendapatkan hasil yang maksimal
Informan pertama bernama Agung mengungkapkan apa yang daia dapat dari YouTube secara tak sadar atau sadar sengaja dia cari tahu dimana letak makna dari ini semua kenapa YouTube mampu memebrikan stimulus kuat baginya :
“saya memang mencoba mencari tau apa itu YouTube sebenarnya gunaasal muasal YouTube lalu saya coba mengunduhnya satu dan melihat semua video yang ada, ternyata menurut saya semua video yang ada di YouTube itu penting semua mengandung informasi, semua rekaman yang ada di YouTube adalah sebuah bukti ketika kita sedang mengungkan sesuatau yang memamng pernaha ada saat itu “
Informan kedua bernama Okha memaparkan setiap hal yang dia coba dapat dari luar apapun termasuk informasi mengenai YouTube dia selalu mencoba mempelajarinya kembali selalu mencoba memutar balikan semua fenomena itu dengan kenytaan yang ada saat ini :
Informan ketiga bernama Yanuar mengungkapakan dengan adanya begitu banyak video yang dia ambil semua hal yang dia coba praktekan itu sedikit sulit jika dia tidak pelajari apa itu masudnya :
“kadang sangking terlalu banyaknya video yang ada di YouTube itu seperti tidak memiliki arti yang bayak jika saya sendiri tidak mempelajarinya dengan baik, saya mencoba mempraktekan semua video itu gimana caranya, atau apa yang harus saya lakukan kalau tidak ada yang saya pelajari, makna iti akan keluar ketika setiap informasi dari video yang saya unduh di YouTube saya pelajari dengan baik .”
Informan keempat bernama Ryan bilang mempelajari tu sewaktu kewajiban itulah gunanya kita dapat informasi :
“yah kalau tidak dipelajari maka kita bisa tahu maknyanya, ada yang bilang bahwa semua video dalam YouTube itu semuanya penting dan saya setuju, tapi kita sendiri yang harus mempelajari bagaimna video itu mampudijadikan bahan itu sebuah pembelajaran ”
Dari hasil diatas keempat infroman tadi memaparkan pencarina makna yang mereka lakukan sejatinya timbul atas dasar kesadaran mereka sendiri, kemauan untuk belajar itu yang kadang mencoba mempersepsikan bahwa YouTube itu penting dan memang harus dipelajari
4. Pencarian kembali
Infomasi yang telah disimpan dalam memori harus dicari kembali, sehingga individu akan lebih mudah mendapatkan kembali informasi yang telah tersimpan.