• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep yang dikemukakan oleh penggagas IMC, Don E. Shultz, yaitu:

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA. konsep yang dikemukakan oleh penggagas IMC, Don E. Shultz, yaitu:"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

       

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Komunikasi Pemasaran Terpadu

Komunikasi pemasaran merupakan penggabungan seluruh elemen komunikasi untuk mencapai objective di bidang pemasaran. Pemikiran tentang IMC bermula dari konsep yang dikemukakan oleh penggagas IMC, Don E. Shultz, yaitu:

Sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang menunjukan nilai tambah dari suatu rencana yang komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai macam disiplin komunikasi, seperti general advertising, direct respone, sales promotion, serta public relations, dan mengkombinasikan berbagai displin ini guna menciptakan dampak komunikasi secara jelas, konsisten, dan maksimal.

7

Pada pelaksanaannya, konsep yang paling pertama tersebut digunakan untuk mengkomunikasikan merek, yang ditujukan untuk mengarahkan dan merubah tindakan khalayak sasaran. Hal tersebut kemudian dijelaskan sebagai berikut:

… pemikiran ini merujuk pada pengordinasikan terhadap semua perangkat komunikasi pemasaran, seperti advertising, public relations, dan direct

 

7

 Estaswara, Think IMCi Efektivitas komunikasi untuk menciptakan loyalitas merek dan laba  perusahaan, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008, hal.49  

13 

(2)

       

marketing. Tujuannya adalah menciptakan suatu kampanye yang menyeluruh untuk mencapai suatu energi, baik dalam penciptaan awareness maupun pembangunan brand image, dan dalam waktu yang bersamaan juga mengarahkan tindakan khalayak sasaran.

8

Pada tahapan selanjutnya, Don Shultz bersama istrinya, Heidy Schultz, yang juga seorang konsultan pemasaran, mengeluarkan definisi baru IMC dari berbagai penelitian yang dilakukannya, yang disebut the next generation of IMC:

Suatu proses strategis dalam bisnis yang digunakan untuk merencanakan, membangun, mengeksekusi, dan mengevaluasi pengoordinasian, pengukuran, persuasi program komunikasi merek sepanjang waktu dengan konsumen, pelanggan, prospek, dan sasaran lain, khalayak internal dan eksternal yang relevan.

9

Pengertian ini merujuk pada strategi komunikasi, terutama komunikasi merek, dangan khalayak sasaran. Definisi ini yang kemudian digunakan dalam persaingan bisnis data ini karena berorientasi pada proses dan dinamika bisnis. Lalu pada perkembangannya, definisi IMC yang baru dikemukakan oleh Jerry Kliatchko (2005), yaitu “IMC adalah konsep dan proses yang secara strategis mengelola komunikasi merek berdasarkan pendekatan khalayak, media, dan hasil sepanjang waktu.

10

Dalam bukunya, Estaswara menyimpulkan sebagai berikut:

 

8

 Ibid, hal.56 

9

 Ibid, hal.61 

10

 Ibid, hal.86 

(3)

       

Definisi ini secara umum dibangun berdasarkan empat elemen dasar, pertama, IMC merupakan suatu konsep dan juga sebuah proses. Kedua, IMC membutuhkan pengetahuan dan skill pemikiran yang strategis atas manajemen bisnis. Ketiga, IMC berfokus pada dan dibedakan oleh tiga elemen yang disebutnya sebagai pilar IMC; yaitu audience-focused, channel-centered, dan result driven; dan yang terakhir, IMC melibatkan pandangan lebih mengenai komunikasi merek.

11

Dari penjelasan diatas, penulis memahami bahwa pemikiran tentang IMC masih akan berkembang dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Namun, definisi terakhir yang disampaikan oleh Kliatchko telah menggabungkan beberapa pemikiran sebelumnya tentang IMC. Ia berfokus pada media, isi pesan, dan khalayak yang mendapatkan seluruh terpaan tersebut. Dari beberapa definisi diatas, maka konsep integrated dihasilkan dari penggabungan seluruh elemen komunikasi pemasaran yaitu sales promo, advertising, marketing public relations dan personal selling.

Tiap-tiap elemen dari integrated marketing communication ini memiliki media untuk menjalankannya :

1. Sales Promo : Potongan Harga, pemberian Premium, POP, Trade Deal dan Pameran Dagang.

 

11

 Ibid, hal.86‐87 

(4)

2. Advertising : Advertisement, Billboard, Televisi, Radio, Internet, dan Multi Media

3. Marketing Public Relation : Publikasi, Event, News dan Sponsorship.

4. Personal Selling : Seminar dan Konferensi

Strategi Komunikasi pemasaran harus sejalan dengan strategi pemasaran dan strategi perusahaan. Hasil analisis pemasaran, perencanaan dan kontrol terhadap faktor-faktor yang menyangkut produk, harga, tempat dan promosi merupakan dasar bagi penjabaran strategi komunikasi pemasaran yang akan dilakukan.

12

Konsep tersebut disebut marketing mix (bauran pemasaran), yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion) atau biasa disingkat 4P.

13

seperti digambarkan pada bagan berikut ini :

Marketing Mix dan Promotion Mix.

14

      

12

 Terence A.Shimp, Advertising promotion and Supplemental Aspect of Integrated Marketing  Communication, 5

th

 edition,  Harcourt, 2000 

13

 Simamora, Bilson, Memenangkan Pasar – Dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel, PT Gramedia  Pustaka Utama, Jakarta, 2001, hal.29 

14

  The marketing Communication Process, Prentince Hall Inc, Tokyo, 1976, hal.231 

Product  Price Place Promotion 

Promotion Mix Advertising 

Sales Promotion 

Direct Marketing 

Public Relation 

Marketing Guerilla 

Personal Selling 

Marketing Mix (the 4P) 

(5)

Produk (Product)

suatu yang dapat ditawarkan oleh individu, rumah tangga,

2.

Adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk.

ga dihitung dengan nilai uang. Menetapkan harga sembarangan

3.

lah menyediakan produk kepada konsumen pada tempat yang tepat, kualitas yang tepat, dan jumlah yang tepat. Tempat yang h dimana konsumen biasanya membeli produk tersebut. Oleh

       

Berikut adalah unsur dalam marketing mix yang terdiri dari :

15

1.

Adalah segala se

maupun organisasi ke dalam pasar untuk di perhatikan, digunakan, dibeli, dan dimiliki. Karena merupakan suatu tawaran, produk juga sering disebut sebagai tawaran pasar (market offer).

Harga (Price)

Biasanya, har

mudah, namun yang tidak mudah adalah menetapkan beberapa harga yang tepat. Yaitu, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal di mata konsumen, masih memberikan keuntungan bagi perusahaan dan tidak menjadi kelemahan perusahaan di mata pesaing.

Tempat (Place)

Esensi dari istilah tempat ada

dimaksud adala

Karena itu, dengan konsep ini, perusahaan harus menyebarluaskan atau mendistribusikan produk sehingga ada di tempat-tempat yang biasanya

 

15

  Op cit, Simamora, hal.30 

(6)

4.

an- kelebihan produk, membujuk dan mempengaruhi keputusan konsumen untuk

2.2

Marketing Public Relations (MPR) adalah sebuah proses perencanaan dan evaluasi program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan

1. PR merupakan potensi untuk menyandang sesuatu taktik full strategy (menarik)

       

didatangi oleh konsumen yang ingin membeli produk tersebut. Maka dari itu, konsep tempat tersebut mengambil bentuk menjadi manajemen distribusi.

Promosi (Promotion)

Promosi adalah kegiatan-kegiatan untuk mengkomunikasikan kelebih

membelinya.

Arti dan Konsep Marketing Public Relations (MPR)

melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan dan produk dengan kebutuhan secara perhatian pelanggan.

16

Pengertian konsep MPR tersebut secara garis besarnya terdapat tiga taktik (Three Way Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (Goals), yaitu

17

:

 

16

 Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, konsep & aplikasi, PT Raja  Grafindo Persada, Jakarta 2006, Hal.245 

17

 Rosady Ruslan, Op. Cit, Hal 246 

(7)

3. Pass strategy sebagai upaya untuk mempengaruhi atau upaya untuk

tau PR, merupakan kegiatan organisasi dalam mengatur

para pegawai, pemasok, pemegang

semua organisasi publik yang relevan.

18

dengan harapan konsumen tertarik dan kemudian membelinya.

Efektifnya pameran adalah pada sarana komunikasi itu. Publik dapat        

2. Power (kekuatan) sebagai penyandang, push strategy (untuk mendorong) dalam hal pemasaran

menciptakan opini publik

Public relations a

goodwill antara perusahaan dan berbagai kelompok masyarakat. Upaya PR ditujukan pada sejumlah pihak, termasuk

saham, pemerintah, publik, kelompok tenaga kerja, kelompok LSM, dan konsumen. PR berkaitan dengan

Dengan kata lain, sebagai besar kegiatan PR tidak hanya melibatkan kegiatan pemasaran saja tetapi juga masalah manajemen umum.

Alat atau media yang digunakan dalam aktivitas Marketing Public Relations adalah

19

:

a. Pameran

Pameran merupakan salah satu media promosi dan iklan yang bertujuan memperkenalkan suatu produk atau jasa kepada masyarakat

 

18

 Terence A.Shimp, perikalanan Promosi, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jilid II, edisi Kelima, 

 Hal 225‐232  Erlangga, Hal 253 

19

 Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, konsep & aplikasi , PT Raja 

Grafindo Persada, Jakarta,

(8)

ga dapat bertanya sepuas hati mereka bahkan mungkin .

b.

assa.

publik sasarannya, yaitu yang menonjolkan segi pengenalan.

enghargai di masyarakat terhadap ut. Dapat juga untuk “meluruskan” atau sekaligus untuk membantah tentang suatu berita negatif yang telah tersiar di

d. Special Event

menyaksikan peragaan proses produksi barang atau benda tertentu.

Konsumen ju mencobanya Publisitas

Untuk pengenalan (awareness), mencari publisitas hingga melakukan kegiatan kampanye yang bertujuan untuk mempengaruhi opini publik dilakukan melalui media massa. Bahkan upaya untuk menetralisir suatu berita negatif atau masalah tertentu lainnya yang perlu diketahui atau diungkapkan secara terbuka kepada publiknya juga dilakukan melalui media m

c. Konferensi Pers

Untuk memberikan suatu informasi, berita, publikasi dan promosi, dan aktivitas PR yang dianggap penting untuk diketahui secara luas oleh

Menjelaskan suatu peristiwa yang mungkin atau telah terjadi, diharapkan penjelasan melalui media massa tersebut akan muncul saling pengertian dan saling m

peristiwa terseb

media massa.

(9)

a massa atau public sebagai target sasarannya akan ngenalan, pengetahuan, pengertian yang mendalam dan

Marketing Public Relations

1.

n MPR proaktif.

2. Marketing Public Relations (MPR) Reaktif

Menggambarkan perilaku PR dalam merespon pengaruh dari luar.

eksternal dan tantangan        

Untuk memberikan informasi langsung (tatap muka) bdan mendapatkan hubungan timbal balik yang positif dengan publiknya melalui program kerja atau acara ajang khusus yang sengaja dirancang dan dikaitakan dengan event (peristiwa khusus) dalam kegiatan dan program kerja public relations tertentu dan juga sebagai media komunikasi dan sekaligus untuk mendapatkan publikasi, dan pada akhirnya medi

memperoleh pe

diharapkan dari acara khusus tersebut dalam menciptakan citra positif terhadap perusahaan atau produk yang diwakilinya.

(MPR) dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu

20

:

Marketing Public Relations (MPR) Proaktif

Peran utama MPR proaktif adalah memperkenalkan produk atau revisi produk pada suatu area. MPR proaktif diintegrasikan dengan sarana IMC lainnya untuk menghasilkan exposure tambahan tentang produk, kesan yang layak diberitakan dan kreadibilitas. Faktor yang terakhir ini, yaitu kreadibilitas, sangat menentukan keefektifa

Perilaku ini timbul sebagai hasil dari tekanan  

20

 Terence A.Shimp, Op. Cit, Hal 254 

(10)

i .

public sebaga 1)

udian humas akan

n dan Program

pul dalam langkah pertama digunakan untuk

       

yang disebabkan oleh persaingan, penggeseran sikap konsumen, perubahan kebijakan pemerintah, atau pengaruh eksternal lainnya.

MPR reaktif biasanya berkaitan dengan perubahan-perubahan yang mempunyai konsekuensi negatif bagi suatu organisasi. MPR reaktif berupaya untuk memperbaiki reputasi perusahaan, mencegah emos pasar, dan membuat kembali penjualan hilang

Rumusan yang spesifik dalam mendukung kampanye pemasaran relations menurut Thomas L.Harris adalah dengan langkah-langkah i berikut

21

:

Definisi permasalahan

Tahap ini merupakan tahap penelitian yang berkaitan dengan opini, persepsi dan respon dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu perusahaan yang berkaitan dengan pemasaran public relations. Kem

menentapkan suatu fakta dan informasi kepentingan perusahaan sebelum melakukan tindakan.

2) Perencanaa

Informasi yang berkum

membuat keputusan publik program, tujuan, tindakan, serta strategi, taktik dan tujuan komunikasi. Untuk itu penemuan dari langkah

 

21

 Rhenald Kasali, Manajemen Public Realtion Konsep dan Apilkasinya di Indoensia, Pustaka Utama 

Grafiti, Jakarta 2003, Hal.85‐87 

(11)

4)

rakhir ini mencakup penilaian persiapan, pelaksanaan, dan ogram sedang dilaksanakan dibuat penyesuaian

merupak tuk mendukung

bahwa Marketing Public Relations terdiri atas teknik-t

bahan-b melayan

pertama harus dijadikan faktor kebijakan dan program organisasi.

Langkah kedua dari proses ini menjawab “ Berdasarkan situasi yang telah kita pelajari, apa yang sebaiknya kita ubah, lakukan dan katakan”.

3) Aksi dan Komunikasi

Langkah ketiga mencakup pelaksanaan program tindakan dan komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan spesifik bagi setiap publik demi mencapai tujuan program. Pertanyaan dalam langkah ini adalah “Siapa yang harus melakukan dan mengatakannya, kapan, dimana, dan bagaimana?”.

Evaluasi Program Langkah te

hasil program. Saat pr

berdasarkan evaluasi umpan balik tentang bagaimana program berjalan atau tidak. Program diteruskan atau dihentikan setelah mempelajari “Bagaimana kita sekarang atau dahulu?”.

Berkaitan dengan Marketing Public Relations (MPR) yang an penggunaan teknik-teknik public relations un

pemasaran, menggunakan

eknik yang didesain atau dibuat untuk menetapkan material atau ahan di media massa, untuk mendapatkan perhatian media atau

i media.

(12)

2.2.1 P

Marketing Public Relations (MPR) an

utama perusahaan, secara garis be

enefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan.

3) Mendorong antusiasme (sales forces) melalui suatu artikel sponsor

4)

iensi biaya.

compalaint handling) dan sebagainya

) eranan Marketing Public Relations (MPR)

dalam upaya mencapai tuju sarnya adalah sebagai berikut :

1) Menumbuhkembangkan kesadaran konsumen terhadap produk yang tenaga diluncurkan.

2) Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (b

(advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.

Menekan biaya promosi iklan komersial, baik media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efis

5) Komitmen untuk meningkatkan pelayanan konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (

demi terciptanya kepuasan pihak pelanggan.

6) Membantu mengkampanyekan produk yang sudah dewasa (mature

mengkomunikasikan terus menerus melalui media PR (house jurnal)

tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian

sosial dan kepedulian hidup, agar tercapai publikasi yang positif

dimata masyarakat atau publik.

(13)

l)

melalui jalur Public Relations.

maupun menjembatani kesenjangan informasi

yang tersedia di media elektronik

       

7) Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang atau jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya

22

.

Selain itu Marketing Public Relations juga memiliki beberapa manfaat, antara lain :

a) Dapat lebih efektif dan efisien dalam penggunaan pembiayaan publikasi, dan disamping itu biaya promosi di media massa semakin tinggi (komersia

b) Saling melengkapi (komplementer) dengan promosi perikalan.

c) Dapat meningkatkan kreadibilitas (kepercayaan) dari pesan- pesan yang disampaikan

Sehingga dapat menembus sitausi yang relatif sulit dijangkau oleh iklan atau

jika disampaikan melalui teknik periklanan serba terbatas itu.

d) Kampanye malalui iklan mempunyai keterbatasan pada ruang (space) dan waktu (timely)

dan media cetak, oleh karena itu pengguna promosi iklan tersebut harus membeli ruang dan waktu siarnya agar pesan atau informasi dapat dimuat atau ditayangkan oleh media bersangkutan. Sedangkan kampanye melaui media public

 

22

 Rosady Ruslan, Manajemen Humas dan manajemen Komunikasi (Jakarta : PT. Grafindo Persada, 

1998 ) Hal.227 

(14)

2.2.2 Tugas

24

.

imana dijabarkan dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu product, price, placement, and promotions

sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya

       

realtions tidak membeli space media agar dapat dimuat atau ditayangkan, tetapi pesan-pesan atau informasi PR tersebut diolah dan dikemas sedemikian rupa (rekayasa) kedalam bentuk suatu berita (news) atau feature dan advertorial sehingga mampu menarik perhatian bagi khalayak

23

.

Marketing Public Relations (MPR)

Tugas Marketing Public Relations (MPR), sebagaimana dijelaskan sebelumnya, merupakan perpaduan (sinergi) antara pelaksanaan program dan strategi pemasaran (marketing strategy implementations) dengan aktivitas program kerja humas ( work program of PR) dalam upaya meluaskan pemasaran dan demi mencapai kepuasan konsumennya (customer stratifications)

Fungsi pemasaran tersebut sebaga

. Yang merupakan sasaran untuk mencapai tujuan pemasaran (marketing objectivies) yaitu

25

:

1) Mengadakan riset pasar, untuk mendapatkan informasi bisnis yang

 

23

 Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 15 

24

 Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 249 

25

 Ibid. hal 249‐250 

(15)

4) Menentukan

) baik segi kemas mampu maupun kualitas produk yang ditawarkan terhadap

up tions berfungsi

aryawan dengan pemimipin, pemimpin dengan a akan tumbuh corporate culture (budaya perusahaan) yang mengacu pada disiplin dan motivasi kerja, profesiaoanalisme yang tinggi, serta memiliki sense of belonging terhadap perusahaan yang baik.

  

2) Menciptakan produk yang sesuai dari hasil riset pasar tersebut 3) Menentukan produk yang rasional dan kompetitif

dan memilih target konsumen (target audience) 5) Merencankan dan melaksanakan kampanye promosi produk (pre-

project selling) yang akan diluncurkan, serta mampu bersaing di marketplace dan cukup menarik (eyes catching

konsumennya.

6) Komitmen terhadap pelayanan jurnal.

Dipihak lain, dalam peran sebagai : communicator, back management and maskes good image, public rela

secara garis besar tugasnya antara lain sebagai berikut

26

:

1) Menumbuh kembangkan citra positif perusahaan (corporate image) terhadap publik eksternal atau masyarakat luas, demi tercapainya saling pengertian bagi kedua belah pihak.

2) Membina hubungan positif antara karyawan (employe relations), dan antara k

pemimpin atau sebaliknya, sehingg

          . Cit. Hal 250 

26

 Rusady Ruslan, Op

(16)

Menuru mencap sebaga

1) Menumbuh kembangkan kesadaran konsumen terhadap produk

3) Mendorong antuasiasme ( ) melalui suatu artikel

edia elektronik

itmen untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen,

i tercapainya kepuasan pihak pelanggan

6) Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus melancarkan perubahan posisi produk yang lama

  

t Kotler peranan Marketing Public Relations (MPR) dalam upaya ai tujuan organisasi dalam berkompetisi, secara garis besar yaitu i berikut

27

:

yang tengah diluncurkan itu.

2) Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan

sales force

sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk

4) Menekan biaya promosi iklan komersial, baik m

maupun media cetak sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya

5) Kom

termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complaint handling) dan lain sebagainya dem

         

27

 Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 254 

 

(17)

ngan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, agar

dan mempertahankan citra perusahaan atau produk

ya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian

2.2.3

tor menyebabkan “dibutuhkannya” taktik dan

Kotler m

1) Meningkatkan biaya promosi periklanan yang tidak seimbang dengan hasil keuntungan yang diperoleh dan keterbatasan tempat

       

7) Mengkomunikasikan terus menerus melalui media PR (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan de

tercapainya publikasi yang positif dimata masyarakat atau publik.

8) Membina

barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.

9) Berupa

negatif yang mungkin akan muncul dimasa mendatang.

Faktor-Faktor Penyebab Dibutuhkannya Strategi MPR

Ada beberapa fak

startegi Marketing Public Relations dalam tatanan baru organisasi atau perusahaan, khususnya dalam era kompetitif krisis moneter sekarang ini.

enyebutkan diantara faktor tersebut adalah sebagai berikut

28

:

 

28

 ibid, Hal 252  

(18)

3) dalam waktu

4) angan

membosankan perhatian konsumennya

29

Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rancangan program-

2) Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang

rmasi dan

2.3 Bauran

Michael Ray mendefinisikan promosi sebagai : “the coordination of all seller- iniated efforts to set up channels of information and persuasion to sell goods and        

2) Pesaing yang ketat dalam promosi publikasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak dan sebagainya

Selera konsumen yang cepat mengalami perubahan relatif pendek atau produk yang ditawarkan di pasaran

Makin menurunya perhatian atau minat konsumen terhadap tay iklan, karena pesan dalam iklan yang kini cenderung berlebihan dan

Adapun taktik dan Strategi Marketing Public Relations (MPR) yaitu :

1)

program kerjanya

dibutuhkan konsumennya

3) Proaktif dalam partisipasinya terhadap info pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya.

Promosi

  , Op. Cit. Hal 256 

29

 Rusady Ruslan

(19)

ser penjua

memb ntuk menjual barang dan jasa

atau memperkenalkan suatu gagasan).

Walaup haan dan konsumen secara implisit

berlangsu

telah dijelask besar komunikasi perusahaan berlangsung sebagai ba

hati-hati. Instrum ntuk mencapai tujuan komunikasi

perusahaa

31

s oleh pengelola pemasaran dewasa ini untuk        

vices or promote an idea.

30

(koordinasi dari seluruh upaya yang dimulai pihak l untuk membangun berbagai saluran informasi dan persuasi untuk angun berbagai saluran informasi dan persuasi u

un komunikasi antara perusa

ng pada setiap unsur atau bagian dari marketing mix sebagaimana yang an sebelum namun sebagian

gian dari suatu program promosi yang diawasi dan direncanakan dengan ent dasar yang digunakan u

n disebut dengan bauran pemasaran atau promotion mix.

Secara tradisional, bauran promosi mencakup empat elemen yaitu : iklan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), publikasi atau humas dan personal selling. Namun George & Michael Belch menambahkan dua elemen dalam promotion mix yaitu direct marketing dan interactive media. Dua elemen yang terakhir ini telah digunakan secara lua

 

ommunication Management, Englewood Cliffts, Pretice Hall, 1982 

30

 Michael L Ray, Advertising and C

31

 George E.Belch & Michael A.Belch, Advertising and Promotion, hal 14 

IKLAN  DIR

MAR ECT  KETING  INTERACTIVE 

/INTERNET 

PROMOSI  PENJUALAN 

PUBLIKASI/ 

HUMAS  PROMOTION MIX

PERSONAL 

SELLING 

(20)

berkom

diantaranya :

lanan (A

Menurut Philip Kotler periklanan merupakan setiap bentuk penyajian dan promosi buka perseorangan tentang ide-ide, barang-barang atau jasa oleh sponsor tertentu.

33

       

unikasi dengan khalayak sasarannya sebagaimana empat elemen sebelumnya.

32

Masing-masing elemen dari promotion mix tersebut dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran terpadu dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran terpadu yang memainkan peran penting dalam program IMC.

Masing-masing elemen dapat menggunakan berbagai macam bentuk dan masing- masing memiliki keunggulan dan kekurangannya.

Berikut ini penjelasan atau penjabaran dari alat-alat promosi tersebut

1. Perik dvertising)

Iklan adalah semua bentuk penyajian dan promosi non personal atas ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan sponsor tertentu yang dibayar sesuai tarif yang berlaku saat ini. Dengan demikian yang dimaksud dengan iklan adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran oleh produsen kepada konsumen tertentu melalui media komunikasi massa seperti : majalah, surat kabar, radio, film, poster, selebaran dan lain-lain.

 

32

 George E.Belch & Michael A.Belch, Ibid, hal 14 

t Erlangga, Jakarta, 1996, 

33

 Philip kotler, Manajemen Pemasaran, Jilid I & II, Edisi Keenam, Penerbi

hal.264 

(21)

Dalam buku Advertising and promotion, Belch dan Belch memberikan definis

“Direct Marketing is a system of marketing by which organizations the target consumer to generate a response or transaction”.

dekat dengan pasar sasaran dan memungkinkan terjadinya proses komunikasi dua arah. Dapat dilakukan bahwa Direct Marketing dilaksanakan sebagai cara untuk bertemu dengan konsumen setelah muncul respons dari pasar atas informasi produk yang telah disebarkan pada konsumen.

34

3.

Pemasaran interaktif merupakan media interaktif yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik, dimana pengguna dapat berpartisispasi i pada saat itu juga (real time).

Dapat dikatakan internet, khususnya melalui fasilitas yang dikenal world wide web (www) merupakan media yang bahkan digunakan untuk melaksanakan

       

2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)

i sebagai berikut :

communicate directly with

Belch dan Belch menggambarkan adanya suatu hubungan yang sangat

Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing)

dan memodifikasi bentuk dan isi informas

 

r,  Pertama, Jakarta, 2006, hal.26 

34

 Kennedy dan R. Dermawan, S, Marketing Communication : taktik dan Strategi, PT. Bhuana Popule

Cetakan 

(22)

promosi penjualan dengan kupon, konteks dan undian secara online. Praktisi pemasaran juga langsung, penjualan personal serta kegiatan hubungan masyarakat secara lebih efektif dan efisien.

36

ra efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen.

4. Promosi Penjualan (Sales Promotion)

Tetapi pada penelitian ini pembahasan Sales promotion akan lebih detail dibahas pada sub bab berikutnya, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa salah satu bentuk dari bauran promosi adalah Sales promotion.

5. Hubungan Masyarakat (Public Relation)

seluruh dari elemen bauran promosi.

35

Selain digunakan untuk beriklan, internet juga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan promosi bentuk lainnya seperti

Selain berfungsi sebagai media promosi, internet juga dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran yang bersifat mandiri.

Karena sifatnya yang interaktif, internet menjadi ca

Sales promotion merupakan suatu bujukan langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk pada Sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu menciptakan penjualan yang segera.

      

35

 Morrisan, Periklanan dan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Ramdina Prakarsa, Jakarta, 2007, hal 19 

36

 Morrisan, Ibid, hal 17 

(23)

u yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar antara suatu spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.” Menurutnya humas pada intinya senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak yakni perubahan yang positif.

37

Dengan demikian humas merupakan salah satu alat promosi yang penting

.

6. Penju

Penjualan perseorangan adalah bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga penjual atau wiraniaga menginformasikan, mendidik dan untuk membeli produk atau jasa perusahaan.

38

      

Menurut Frank Jefkins, terdapat begitu banyak definisi humas, namun ia sendiri memberikan batasan humas yaitu “sesuat

. Selama ini, humas tidak lebih dari alat promosi yang paling sedikit digunakan, tetapi alat ini memiliki potensi besar untuk membangun kesadaran dan frekuensi di pasar, untuk memperkuat kembali posisi produk dan untuk mempertahankan produk

alan Perseorangan (Personal Selling)

melakukan persuasi kepada calon pembeli

Personal selling biasanya dilakukan dengan penyajian lisan

      

Jefkins, Public Relations, edisi ketiga (alih bahasa Aris Munandar), Penerbit Erlangga, Jakarta, 

37

 Frank  1992. 

38

 Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jilid 1,  rta, 2003, hal 5  

Penerbitan Erlangga, Jaka

(24)

2.4 Model STP

(segme berbed

perilaku, lingkungan budaya, tempat dimana dilahirkan, dan gaya hidup yang berbeda-beda. Oleh Karena perbedaan itu, akibat konsumen akan mempunyai selera

dan kei butuhannya. Dengan demikian,

konsep pemasa mengel

dalam s

a adalah

memun an (target market) dan memposisikan

produk dengan proses komunikasi yang baik kepada kepada konsumen sasaran.

39

      

dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembelian potensial dengan harapan akan terjadi transaksi.

Konsep pemasaran segmentasi yang dikenal dengan model STP ntation, targeting, positioning) menganggap bahwa konsumen secara individu a dengan individu lainnya. Setiap konsumen mempunyai persepsi, sikap,

nginan yang berbeda-beda dalam memenuhi ke

ran segmentasi berarti mempelajari kelompok-kelmpok konsumen dan ompokan konsumen yang mempunyai kesamaan kebutuhan dan keinginan ke

utu kelompok tertentu.

Salah satu m nfaat yang paling penting dalam memahami perilaku konsumen pemasar dapat membuat strategi segmentasi yang jelas sehingga gkinkan untuk menentukan pasar sasar

         

39

 Sutisna, SE.ME., Perilaku Konsumen & Konsumen Pemasaran. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya, 

2002. Hal.247 

(25)

otler, pemasaran sasaran mengharuskan pemasar melakukan

40

)

Pertama, analisis internal (internal analysis) yang dilakukan terhadap kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) organisasi.

Pertimbangan keuangan dan masalah tenaga kerja adalah topik-topik utama dalam analisa internal.

       Menurut Philip K tiga langkah utama, yaitu :

1. Segmentasi pasar, yaitu mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin meminta produk dan bauran pemasaran tersendiri.

2. Penetapan pasar sasaran, yaitu memilih satu lebih segmen pasar untuk dimasuki.

3. Penetapan posisi di pasar, yaitu membentuk dan mengkomuniksikan manfaat utama yang membedakan produk dalam pasar.

2.4.1 Analisa SWOT

Menurut Terence A. Shimp, agar komunikasi pemasaran sukses, perlu dilakukan pengawasan terus menurus kepada competitor, peristiwa sosial, perkembangan ekonomi, aktivitas perundang-undangan, dan bahkan situasi internal perusahaan. Pengawasan lingkungan (Environmental monitoring atau yang biasa disebut sebagai analisis situasi (situasion analysis) melibatkan dua kegiatan umum.

         

40

 Kotler, Philip,. Marketing Manajemen 2. New Jersey : Pretice Hall, Inc. 1997. Hal.221 

(26)

ngkan program kreatif yang berhasil, sementara perusahaan yang

external analysis).

endalam. Situasi isi, perkembangan social budaya, iklim perundang- undangan, dan pertimbangan jalur distribusi merupakan peluang (opportunity)

dan ancaman (strength, weakness, opportunities, and threat)

41

organisasi dan analisis SWOT sangat berguna untuk mengatasi m

      

Sebuah perusahaan dengan cadangan keuangan yang kuat serta tim ahli komunikasi yang berbakat, mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengemba

terbelakang mempunyai kemampuan yang terbatas. Yang kedua adalah analisis eksternal (

Dalam analisis eksternal, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dan kesuksesan produk ditinjau secara m

ekonomi, aktivitas kompet

dan ancaman (threat) yang dihadapi merek pada suatu waktu merupakan faktor-faktornya, yang umumnya terlibat dalam suatu analisis situasi eksternal. Aspek penting dari pengawasan lingkungan dapat diingat dengan menggunakan singkatan SWOT, analisis atas kekuatan, kelemahan, peluang,

.

Keberhasilan suatu strategi sangat ditentukan sangat tergantung pada seberapa besar starategi tersebut sesuai dengan perubahan lingkungan, persaingan, dan situasi

asalah-masalah tersebut. Dengan analisis SWOT ini kita cepat dapat mengetahui gambaran kongkrit dimana kita berada dan peluang seta

      

41

 A.Shimp, Terence., Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Edisi ke 5 Jilid 

1. Jakarta : Penerbit Erlangga, 2003. Hal 160 

(27)

tugas dalam mengahadapinya. Dengan kata lain daftar SWOT yang sistem

osikan.

2. We

       

ancaman apa yang ada. Dengan demikian kita mampu menyiapkan terapi atau jalan keluar yang lebih rasional dan

atis sangat penting dalam menentukan langkah-langkah perencanaan selanjutnya.

Menurut Marbun, SH (1996) pemanfaatan analisis SWOT biasanya dirumuskan dalam satu standar rumusan sebagai berikut :

42

Manfaatkanlah O (peluang) seluas-luasnya, waspadalah dan berjaga-jaga terhadap T (ancaman), tempulah segala upaya mengatasi W (kelemahan) dan, pupuklah atau bina terus menerus S (kekuatan) anda. Atau dengan kata lain, dapat juga dirumuskan sebagai berikut :

43

1. Strength. Merupakan keunggulan produk yang akan diprom

akness. Kelemahan atau kekurangan produk yang dijadikan sebagai bahan guna mensiasati strategi komunikasi pemasaran produk.

3. Opportunity. Tujuan dari strategi komunikasi pemasaran produk.

Diharapkan tujuan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan pembelian produk.

4. Threat. Berupa ancaman dari pesaing produk.

 

42

 SW Henny, Rumondor Alexander., Manajemen Media Massa. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas  Terbuka, 2004. Hal 94 

43

 Ibid, 94 

(28)

2.5

emberikan informasi pad

pening ditawar

dari event adalah sebagai berikut :

yang

44

bangkan oleh sales promotion, yang dilaksanakan dalam rangka kepada audiens sasarannya, dengan cara menyelenggarakan acara-acara yang menarik, menghibur dan mendekatkan merek dengan khalayak sasarannya.

Event

Salah satu teknik komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk m

a orang banyak agar tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya katan pendapatan atas penggunaan jasa atau pembelian produk yang

kan adalah melalui penyelenggaraan event.

2.5.1 Pengertian Event

Menurut istilah, arti kata

Event adalah acara-acara atau peristiwa-peristiwa dirancang untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada audiens sasaran.

Dari definisi tentang Event di atas, maka dapat ditarik konsep bahwa, event adalah salah satu bentuk dari bauran promosi yang dikem

untuk mengkomunikasikan pesan tertentu

      

44

 Fandy Tjiptono, SE, Gregorius Chandra, Dadi Adriana, Pemasaran Trategik, Andi, Yogyakarta, 2008, 

hal 513 

(29)

menjadi 2 jenis yaitu :

adalah event yang diselenggarakan dengan tujuan

Con

n komersial adalah event yang diselenggarakan dengan tujua

2.6 Specia

Menurut John E.Kennedy, event termasuk kegiatan pemasaran dan komunikasi. Komunikasi pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran dari sebuah perusahaan.

45

Hubungan antara

2.5.2 Ragam Event

Menurut Dra. Lidia Evelina, MM dalam pelatihan “Event management” leadership HIMA pariwira, (2006:1), ragam event dibagi

1. Event komersial

untuk mendapatkan keuntungan.

toh : Launching produk dan open house yang bersifat mencari profit atau keuntungan.

2. Event no

n sosial atau bersifat non profit.

Contoh : Peluncuran program beasiswa, aksi peduli korban gempa, kampanye anti narkoba dan sebagainya yang bersifat non profit.

l Event

      

45

 John E. Kennedy, Manajemen Even, BIP Kelompok Gramedia, Jakarta, 2009, hal 4 

(30)

event dan komunikasi (Marketing com

Menur lvers, event adalah “an experience, carefully crafted to deli

and layers of mul an event design that is stage and choreographed with precision and polish”.

46

Masih m g baik adalah event yang kemasan dan

rangkaian kegiatannya dapat m pengunjung, serta dapat m disampaikan secara efektif.

Salah satu keberhasilan dalam

yang positif adalah melakukan komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two ways communications) melalui program kerja periklanan untuk memberikan

ng (tatap muka) yang dapat dikemas dalam suatu media periklanan pada acara khusus dan menarik yaitu special event.

       

pemasaran diistilahkan sebagai bauran komunikasi pemasaran munication mix) oleh Kotler.

ut Julia Rutherford Si

ver an impact on the person in attendance. He activities, environment, tisensory effect are integrated into

enurut Julia, event yan

emberikan pengalaman tak terlupakan bagi para enghantarkan informasi dan pengaruh yang ingin

kegiatan promosi untuk mencapai publisitas

informasi secara langsu

Menurut Rosady Ruslan, peristiwa khusus (special event) merupakan pengembangan lebih canggih (sophisticated extension) dari kegiatan-kegiatan promo

 

 2004 

46

 Julia Rutherford Silvers, Proffesional Event Coordination, John Wiley & Sons, Inc., USA,

(31)

tuk m

Rencana atau aktivitas promosi periklanan yaitu dimulai dengan m

Menurut Judit Righway dalam bukunya “Practial Media”, adapun

an yang baik dengan

Sponsored event bisa juga memiliki nilai berita yang tinggi karena perusahaan mendapatkan publikasi yang positif sekaligus un enarik perhatian konsumen terhadap perusahaan atau produk tertentu yang pada akhirnya akan memperoleh publisitas tinggi.

47

2.6.1. Bentuk Special Event

enentukan suatu daftar acara tahunan tertentu (regulary of annual event) yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa khusus (special event) yang akan terjadi berulang-ulang di sepanjang pergantian tahun dan secara periodik, serta konsisten.

bentuk dari kegiatan special event adalah :

1. Pameran (Exhibitions dan Shows)

Merupakan cara untuk membuat hubung

konsumen dalam mempromosikan produk atau jasa dan perusahaan kepada konsumen, dan khalayak sasarannya.

2. Acara Kerjasama (Sponsored Events)

      

47

 Rosady Ruslan, Kampanye Public relations, RajaGrafindo Persada, PT ., Jakarta, 2002  

(32)

m

b

e Kont

Salah satu cara untuk dapat menciptakan awareness adalah dari kualitas Special event itu sendiri. Hal yang harus diingat, terutama jika berhubungan dengan

rus besar dan spektakuler atau melibatkan ban ak or

biaya yang ti konsumen.

Special perhatian konsumen apabila sesuai dengan 8 (delapan) prins

emberikan kesan atau citra positif terhadap masyarakat sebagai konsumen sasarannya.

Bentuk lain dari special events diantaranya;

a. Konferensi Pers

. Pameran

c. Peluncuran Produk

d. Penghargaan

. es, dan lain-lain.

anggaran biaya adalah, Special events tersebut tidak ha

y ang, tetapi Special event yang lebih sederhana dengan anggaran dak terlalu besar akan lebih efektif dalam mendapatkan perhatian

event dapat menjadi

ip yang harus diingat berikut ini :

(33)

1. Harus kreatif dan dapat menciptakan sesuatu yang baru serta mencoba untuk m event) tersebut dengan kebutuhan atau keinginan khalayak.

2. Menciptakan konsep event yang unik lalu mengadakan suatu pembukaan

r dan asli.

7. Mem tersebut.

Untuk

diadakan peninjauan atau penilaian kembali dengan melakukan penilaian kembali enghubungkan acara (

perdana (grand opening) event tersebut.

3. Kegiatan tersebut harus bermanfaat atau mempunyai nilai positif sehingga dapat menarik konsumen.

4. Kegiatan tersebut harus dapat berjalan dengan baik dan digambarkan secara juju

5. Harus dapat mempersuasi publik sasaran untuk menerima atau menikmati sesuatu hal yang baru.

6. Menciptakan suatu simbol yang dapat membuat event tersebut menjadi besar dan penting.

budayakan event

8. Harus mempunyai akses dengan orang-orang penting dan terkenal untuk menarik perhatian publik.

mengetahui apakah Special event tersebut berhasil atau tidak perlu

(34)

diharap

diperbaiki menguntungkan dapat ditonjolkan.

Fungsi antara lain :

bal balik dari konsumennya melalui a yang dilakukan perusahaan.

masyarakat atau konsumen sebagai target

diantaranya :

1.

yang ingin ditampilkan.

kan faktor-faktor yang merugikan dapat diketahui, yang kemudian dapat dan faktor-faktor yang

2.6.2 Fungsi Special Events

Special events

1. Untuk memberikan informasi secara langsung (tatap muka) dan mendapatkan hubungan tim

program kerja atau acara-acar

2. Sebagai media komunikasi sekaligus untuk mendapatkan publisitas dan pada akhirnya

sasarannya akan memperoleh pengenalan, pengetahuan, pengertian yang mendalam dan diharapkan dari acara khusus tersebut dapat menciptakan citra positif terhadap perusahaan atau produk yang diwakilinya.

2.6.3 Tujuan Special Event

Tujuan Special event dilihat dari beberapa kepentingannya,

Pengenalan (awareness) dan meningkatkan pengetahuan (knowledge)

kepada target sasaran terhadap lembaga atau perusahaan dan produk

(35)

3.

4. ertahankan penerimaan masyarakat.

embuat Special Event mengemas secara informatif, inovatif dan kreatif.

48

ungkin memiliki banyak tujuan. Event perusahaan merupakan bagian dari strategi perusahaan. Event merupakan

Tu

a. Tujuan Umum

2. Melalui Special event diperoleh opini dan citra yang menguntungkan.

       

2. Suatu proses publikasi melalui komunikasi timbal balik yang pada akhirnya memperoleh publikasi yang positif.

Memperlihatkan itikad baik dari lembaga, yaitu produk yang diwakilinya sekaligus memberikan kesan atau citra positif terhadap masyarakat atau konsumen

Upaya memp

5. Memperoleh rekan atau pelanggan baru, m

Suatu event perusahaan m

sebagian dari fungsi pemasaran dan diselenggarakan untuk mencapai tujuan.

49

juan dari penyelenggara Special Event dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:

1. Special event adalah peristiwa yang dilakukan untuk memperoleh

perhatian dari media massa.

 

48

 Elvinaro Adiyanto, Public Relation Suatu Pendekatan Praktis. Bandung, Pustaka Bani Quraisy. 2004  Hal.103 

49

 William O’Toole & Phyllis Mikolaitis, Corporate Event Management, PPM, Jakarta, 2007 

(36)

4. Memberikan kesenangan dan penghargaan

sukan secara langsung

ujuan-tujuan yang direncanakan pada penggarapan sebuah event dapat dilihat pada saat evaluasi event dilakukan.

2.7 Pengawasan dan Evaluasi

Tahap akhir dari proses perencanaan promosi adalah melakukan pengawasan

yang di b. Tujuan Khusus

1. Memuasakan banyak orang

2. Melibatkan konsumen untuk turut serta

3. Menggalang kerjasama dengan relasi atau perusahaan terkait

5. Bertemu secara langsung dengan pihak-pihak tertentu

6. Mendapatkan ma

7. Menyampaikan pesan-pesan tertentu

8. Memberikan hiburan

9. Mencari publisitas

Keberhasilan t

dan evaluasi program promosi. Adalah penting untuk menentukan seberapa baik

program promosi yang dijalankan telah memenuhi sasaran komunikasi

(37)

tetapka d i target pemasaran secara keseluruhan. Mereka yang terlibat dalam

mengetahui tidak saja seberapa baik program promosi telah dijalankan namun juga

mengap . il maka masalah yang muncul

dapat d eb sampaikan tidak tepat atau salah

dalam memilih media sehingga pesan tidak mencapai konsumen sasaran dengan efektif.

Dalam hal ini manajer yang bertanggung jawab harus mengetahui alasan mengap h

program es ini adalah

memberikan umpan balik (feedback) kepada manajemen perusahaan terkait dengan efektivitas program promosi yang telah dilakukan sebagai masukan untuk proses perencanaan manajemen ke depan.

2.7.1 Evaluasi

n alam upaya membantu perusahaan mencapa

perencanaan promosi tentu saja ingin

a Jika iklan media massa dinilai tidak berhas is abkan bentuk atau sifat pesan yang di

a al itu terjadi agar dapat diambil langkah yang tepat untuk memperbaiki promosi yang dilaksanakan. Tahap akhir dalam pros

Special Event

Evaluasi adalah proses penilaian. Evaluasi juga merupakan

pengukuran akan efektifitas strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam

mencapai tujuannya. Evaluasi merupakan bagian dari proses perencanaan

karena data yang diperoleh dalam evaluasi akan digunakan sebagai masukan

untuk analisa situasi program berikutnya.

(38)

ent, launching dan Global TV. Fokus utama dari evaluasi event adalah menentukan seberapa baik isi yang berkaitan dengan tujuan event.

50

i. Di sisi lain, perusahaan terkadang enggan untuk mengadakana evaluasi karena mahal biayanya, masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak dievaluasi, merasa telah mencapai

Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhiri (posttest). Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan

Terdapat beberapa hal yang akan dibahas dalam evaluasi yaitu apa yang menjadi bahan evaluasi, bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi

       

Umumnya evaluasi event menyangkut tiga hal yaitu evaluasi special ev

Evaluasi perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapa

tujuan dan banyak menghabiskan waktu.

dijadikan sebagai masukan untuk analisa situasi berikutnya.

 

50

 Ibid. 

(39)

media yang digunakan, dan pengambilan keputusan anggaran.

Ap

2. Pesan yang disebarkan

esan yang

Apakah media yang dipilih sudah tepat untuk mencapai efektifitas tujuan.

4. Keputusan anggaran

an akan

ntungan penjualan yang diterima oleh perusahaan.

       

diadakan, mengapa diperlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan siapa yang mengadakan evaluasi.

Hal yang perlu dievaluasi adalah sumber yang ada, pesan yang disebarkan,

51

1. Sumber yang ada

akah pembicara (spokesperson) yang digunakan kredibel dibidangnya

dan apakah target market memiliki ketertarikan terhadapnya.

Merujuk kepada pesan yang disampaikan arti dari bahan p

dikomunikasikan.

3. Media yang digunakan

Anggaran yang dikeluarkan untuk promosi dan iklan diharapk

lebih kecil dari keu

 

51

 Ibid. 

(40)

k akan dapat baran keberhasilan suatu event dan akan memudahkan perusahaan atau pemegang keputusan untuk menentukan

en ahun

juga dapat memberikan pembelajaran bagi tim untuk dapat membuat event yang lebih baik lagi. Menurut William O’Toole, dalam beberapa event sosial mengedarkan format evaluasi atau mengadakan ak akan memadai. Perlu dilakukan monitoring

asi setelah event dari kantor atau dari rumah para undangan.

Proses evaluasi yang dirancang dan dilakukan dengan bai dengan mudah memberikan gam

p ting atau tidaknya event tersebut untuk dilakukan di tahun-t berikutnya.

Evaluasi yang baik

evaluasi per individu tid

terhadap tingkat kepuasan para tamu selama event dan mengirim evalu

Referensi

Dokumen terkait

Hasil yang ditunjukan pada sampel limbah cair mie ayam S2, penambahan biokoagulan biji kelor (Moringa oliefera) sebesar 1,25% terjadi perubahan kadar ammonia menjadi 80 mg/L.

Sasaran penerapan sistem administrasi pajak modern menurut Pandiangan ( 2008 ) , adalah: (1) Maksimalisasi penerimaan pajak; (2) Kualitas pelayanan yang mendukung kepatuhan

Suatu sistem pemungutan pajak yang memberi wewenang pada fiskus dan Wajib Pajak untuk menentukan besarnya pajak seseorang yang terutang. Dalam sistem ini setiap awal tahun pajak

Dari 30 Maret 2009 sampai 7 Juni 2009 dapat diamati terjadi perubahan yang signifikan: 1) Kawah di Pusat Semburan berbentuk elip dengan sumbu utara-selatan condong

yang selalu bertambah dan tertuju untuk memperoleh suatu yang lebih baik dari sebelumnya. Contoh dalam mata pelajaran keterampilan tata busana adalah siswa menjahit celana

Pada akhir perkulihan ini mahasiswa akan dapat memahami konsep kesehatan masyarakat, konsep epidemiologi, Issue kesehatan lingkungan yang berpengaruh terhadap

Imas Soemaryani | Kemitraan Strategis dalam Pengembangan SDM Industri Wisata Halal Berbasis Pengembangan Kurikulum Kepariwisataan di Provinsi Jawa Barat 30 Penelitian ini

1. Dengan mengamati contoh gerak saling mendorong yang diperagakanoleh guru, siswa dapat menjelaskan prosedur gerak bertumpu padatangan dengan runtun dan percaya diri.