BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Komunikasi Pemasaran Terpadu
Komunikasi pemasaran merupakan penggabungan seluruh elemen komunikasi untuk mencapai objective di bidang pemasaran. Pemikiran tentang IMC bermula dari konsep yang dikemukakan oleh penggagas IMC, Don E. Shultz, yaitu:
Sebuah konsep perencanaan komunikasi pemasaran yang menunjukan nilai tambah dari suatu rencana yang komprehensif yang mengevaluasi peran strategis dari berbagai macam disiplin komunikasi, seperti general advertising, direct respone, sales promotion, serta public relations, dan mengkombinasikan berbagai displin ini guna menciptakan dampak komunikasi secara jelas, konsisten, dan maksimal.
7Pada pelaksanaannya, konsep yang paling pertama tersebut digunakan untuk mengkomunikasikan merek, yang ditujukan untuk mengarahkan dan merubah tindakan khalayak sasaran. Hal tersebut kemudian dijelaskan sebagai berikut:
… pemikiran ini merujuk pada pengordinasikan terhadap semua perangkat komunikasi pemasaran, seperti advertising, public relations, dan direct
7
Estaswara, Think IMCi Efektivitas komunikasi untuk menciptakan loyalitas merek dan laba perusahaan, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2008, hal.49
13
marketing. Tujuannya adalah menciptakan suatu kampanye yang menyeluruh untuk mencapai suatu energi, baik dalam penciptaan awareness maupun pembangunan brand image, dan dalam waktu yang bersamaan juga mengarahkan tindakan khalayak sasaran.
8Pada tahapan selanjutnya, Don Shultz bersama istrinya, Heidy Schultz, yang juga seorang konsultan pemasaran, mengeluarkan definisi baru IMC dari berbagai penelitian yang dilakukannya, yang disebut the next generation of IMC:
Suatu proses strategis dalam bisnis yang digunakan untuk merencanakan, membangun, mengeksekusi, dan mengevaluasi pengoordinasian, pengukuran, persuasi program komunikasi merek sepanjang waktu dengan konsumen, pelanggan, prospek, dan sasaran lain, khalayak internal dan eksternal yang relevan.
9Pengertian ini merujuk pada strategi komunikasi, terutama komunikasi merek, dangan khalayak sasaran. Definisi ini yang kemudian digunakan dalam persaingan bisnis data ini karena berorientasi pada proses dan dinamika bisnis. Lalu pada perkembangannya, definisi IMC yang baru dikemukakan oleh Jerry Kliatchko (2005), yaitu “IMC adalah konsep dan proses yang secara strategis mengelola komunikasi merek berdasarkan pendekatan khalayak, media, dan hasil sepanjang waktu.
10Dalam bukunya, Estaswara menyimpulkan sebagai berikut:
8
Ibid, hal.56
9
Ibid, hal.61
10
Ibid, hal.86
Definisi ini secara umum dibangun berdasarkan empat elemen dasar, pertama, IMC merupakan suatu konsep dan juga sebuah proses. Kedua, IMC membutuhkan pengetahuan dan skill pemikiran yang strategis atas manajemen bisnis. Ketiga, IMC berfokus pada dan dibedakan oleh tiga elemen yang disebutnya sebagai pilar IMC; yaitu audience-focused, channel-centered, dan result driven; dan yang terakhir, IMC melibatkan pandangan lebih mengenai komunikasi merek.
11Dari penjelasan diatas, penulis memahami bahwa pemikiran tentang IMC masih akan berkembang dan disempurnakan dari waktu ke waktu. Namun, definisi terakhir yang disampaikan oleh Kliatchko telah menggabungkan beberapa pemikiran sebelumnya tentang IMC. Ia berfokus pada media, isi pesan, dan khalayak yang mendapatkan seluruh terpaan tersebut. Dari beberapa definisi diatas, maka konsep integrated dihasilkan dari penggabungan seluruh elemen komunikasi pemasaran yaitu sales promo, advertising, marketing public relations dan personal selling.
Tiap-tiap elemen dari integrated marketing communication ini memiliki media untuk menjalankannya :
1. Sales Promo : Potongan Harga, pemberian Premium, POP, Trade Deal dan Pameran Dagang.
11
Ibid, hal.86‐87
2. Advertising : Advertisement, Billboard, Televisi, Radio, Internet, dan Multi Media
3. Marketing Public Relation : Publikasi, Event, News dan Sponsorship.
4. Personal Selling : Seminar dan Konferensi
Strategi Komunikasi pemasaran harus sejalan dengan strategi pemasaran dan strategi perusahaan. Hasil analisis pemasaran, perencanaan dan kontrol terhadap faktor-faktor yang menyangkut produk, harga, tempat dan promosi merupakan dasar bagi penjabaran strategi komunikasi pemasaran yang akan dilakukan.
12Konsep tersebut disebut marketing mix (bauran pemasaran), yang terdiri dari produk (product), harga (price), tempat (place), dan promosi (promotion) atau biasa disingkat 4P.
13seperti digambarkan pada bagan berikut ini :
Marketing Mix dan Promotion Mix.
1412
Terence A.Shimp, Advertising promotion and Supplemental Aspect of Integrated Marketing Communication, 5
thedition, Harcourt, 2000
13
Simamora, Bilson, Memenangkan Pasar – Dengan Pemasaran Efektif dan Profitabel, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001, hal.29
14
The marketing Communication Process, Prentince Hall Inc, Tokyo, 1976, hal.231
Product Price Place Promotion
Promotion Mix Advertising
Sales Promotion
Direct Marketing
Public Relation
Marketing Guerilla
Personal Selling
Marketing Mix (the 4P)
Produk (Product)
suatu yang dapat ditawarkan oleh individu, rumah tangga,
2.
Adalah sejumlah nilai yang dipertukarkan untuk memperoleh suatu produk.
ga dihitung dengan nilai uang. Menetapkan harga sembarangan
3.
lah menyediakan produk kepada konsumen pada tempat yang tepat, kualitas yang tepat, dan jumlah yang tepat. Tempat yang h dimana konsumen biasanya membeli produk tersebut. Oleh
Berikut adalah unsur dalam marketing mix yang terdiri dari :
151.
Adalah segala se
maupun organisasi ke dalam pasar untuk di perhatikan, digunakan, dibeli, dan dimiliki. Karena merupakan suatu tawaran, produk juga sering disebut sebagai tawaran pasar (market offer).
Harga (Price)
Biasanya, har
mudah, namun yang tidak mudah adalah menetapkan beberapa harga yang tepat. Yaitu, tidak terlalu murah dan tidak terlalu mahal di mata konsumen, masih memberikan keuntungan bagi perusahaan dan tidak menjadi kelemahan perusahaan di mata pesaing.
Tempat (Place)
Esensi dari istilah tempat ada
dimaksud adala
Karena itu, dengan konsep ini, perusahaan harus menyebarluaskan atau mendistribusikan produk sehingga ada di tempat-tempat yang biasanya
15
Op cit, Simamora, hal.30
4.
an- kelebihan produk, membujuk dan mempengaruhi keputusan konsumen untuk
2.2
Marketing Public Relations (MPR) adalah sebuah proses perencanaan dan evaluasi program yang merangsang penjualan dan pelanggan. Hal tersebut dilakukan
1. PR merupakan potensi untuk menyandang sesuatu taktik full strategy (menarik)
didatangi oleh konsumen yang ingin membeli produk tersebut. Maka dari itu, konsep tempat tersebut mengambil bentuk menjadi manajemen distribusi.
Promosi (Promotion)
Promosi adalah kegiatan-kegiatan untuk mengkomunikasikan kelebih
membelinya.
Arti dan Konsep Marketing Public Relations (MPR)
melalui pengkomunikasian informasi yang kredibel dan kesan-kesan yang dapat menghubungkan perusahaan dan produk dengan kebutuhan secara perhatian pelanggan.
16Pengertian konsep MPR tersebut secara garis besarnya terdapat tiga taktik (Three Way Strategy) untuk melaksanakan program dalam mencapai tujuan (Goals), yaitu
17:
16
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, konsep & aplikasi, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta 2006, Hal.245
17
Rosady Ruslan, Op. Cit, Hal 246
3. Pass strategy sebagai upaya untuk mempengaruhi atau upaya untuk
tau PR, merupakan kegiatan organisasi dalam mengatur
para pegawai, pemasok, pemegang
semua organisasi publik yang relevan.
18
dengan harapan konsumen tertarik dan kemudian membelinya.
Efektifnya pameran adalah pada sarana komunikasi itu. Publik dapat
2. Power (kekuatan) sebagai penyandang, push strategy (untuk mendorong) dalam hal pemasaran
menciptakan opini publik
Public relations a
goodwill antara perusahaan dan berbagai kelompok masyarakat. Upaya PR ditujukan pada sejumlah pihak, termasuk
saham, pemerintah, publik, kelompok tenaga kerja, kelompok LSM, dan konsumen. PR berkaitan dengan
Dengan kata lain, sebagai besar kegiatan PR tidak hanya melibatkan kegiatan pemasaran saja tetapi juga masalah manajemen umum.
Alat atau media yang digunakan dalam aktivitas Marketing Public Relations adalah
19:
a. Pameran
Pameran merupakan salah satu media promosi dan iklan yang bertujuan memperkenalkan suatu produk atau jasa kepada masyarakat
18
Terence A.Shimp, perikalanan Promosi, Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jilid II, edisi Kelima,
Hal 225‐232 Erlangga, Hal 253
19
Rosady Ruslan, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi, konsep & aplikasi , PT Raja
Grafindo Persada, Jakarta,
ga dapat bertanya sepuas hati mereka bahkan mungkin .
b.
assa.
publik sasarannya, yaitu yang menonjolkan segi pengenalan.
enghargai di masyarakat terhadap ut. Dapat juga untuk “meluruskan” atau sekaligus untuk membantah tentang suatu berita negatif yang telah tersiar di
d. Special Event
menyaksikan peragaan proses produksi barang atau benda tertentu.
Konsumen ju mencobanya Publisitas
Untuk pengenalan (awareness), mencari publisitas hingga melakukan kegiatan kampanye yang bertujuan untuk mempengaruhi opini publik dilakukan melalui media massa. Bahkan upaya untuk menetralisir suatu berita negatif atau masalah tertentu lainnya yang perlu diketahui atau diungkapkan secara terbuka kepada publiknya juga dilakukan melalui media m
c. Konferensi Pers
Untuk memberikan suatu informasi, berita, publikasi dan promosi, dan aktivitas PR yang dianggap penting untuk diketahui secara luas oleh
Menjelaskan suatu peristiwa yang mungkin atau telah terjadi, diharapkan penjelasan melalui media massa tersebut akan muncul saling pengertian dan saling m
peristiwa terseb
media massa.
a massa atau public sebagai target sasarannya akan ngenalan, pengetahuan, pengertian yang mendalam dan
Marketing Public Relations
1.
n MPR proaktif.
2. Marketing Public Relations (MPR) Reaktif
Menggambarkan perilaku PR dalam merespon pengaruh dari luar.
eksternal dan tantangan
Untuk memberikan informasi langsung (tatap muka) bdan mendapatkan hubungan timbal balik yang positif dengan publiknya melalui program kerja atau acara ajang khusus yang sengaja dirancang dan dikaitakan dengan event (peristiwa khusus) dalam kegiatan dan program kerja public relations tertentu dan juga sebagai media komunikasi dan sekaligus untuk mendapatkan publikasi, dan pada akhirnya medi
memperoleh pe
diharapkan dari acara khusus tersebut dalam menciptakan citra positif terhadap perusahaan atau produk yang diwakilinya.
(MPR) dapat dibagi lagi menjadi dua yaitu
20:
Marketing Public Relations (MPR) Proaktif
Peran utama MPR proaktif adalah memperkenalkan produk atau revisi produk pada suatu area. MPR proaktif diintegrasikan dengan sarana IMC lainnya untuk menghasilkan exposure tambahan tentang produk, kesan yang layak diberitakan dan kreadibilitas. Faktor yang terakhir ini, yaitu kreadibilitas, sangat menentukan keefektifa
Perilaku ini timbul sebagai hasil dari tekanan
20
Terence A.Shimp, Op. Cit, Hal 254
i .
public sebaga 1)
udian humas akan
n dan Program
pul dalam langkah pertama digunakan untuk
yang disebabkan oleh persaingan, penggeseran sikap konsumen, perubahan kebijakan pemerintah, atau pengaruh eksternal lainnya.
MPR reaktif biasanya berkaitan dengan perubahan-perubahan yang mempunyai konsekuensi negatif bagi suatu organisasi. MPR reaktif berupaya untuk memperbaiki reputasi perusahaan, mencegah emos pasar, dan membuat kembali penjualan hilang
Rumusan yang spesifik dalam mendukung kampanye pemasaran relations menurut Thomas L.Harris adalah dengan langkah-langkah i berikut
21:
Definisi permasalahan
Tahap ini merupakan tahap penelitian yang berkaitan dengan opini, persepsi dan respon dari mereka yang berkepentingan dengan aksi dan kebijaksanaan-kebijaksanaan suatu perusahaan yang berkaitan dengan pemasaran public relations. Kem
menentapkan suatu fakta dan informasi kepentingan perusahaan sebelum melakukan tindakan.
2) Perencanaa
Informasi yang berkum
membuat keputusan publik program, tujuan, tindakan, serta strategi, taktik dan tujuan komunikasi. Untuk itu penemuan dari langkah
21
Rhenald Kasali, Manajemen Public Realtion Konsep dan Apilkasinya di Indoensia, Pustaka Utama
Grafiti, Jakarta 2003, Hal.85‐87
4)
rakhir ini mencakup penilaian persiapan, pelaksanaan, dan ogram sedang dilaksanakan dibuat penyesuaian
merupak tuk mendukung
bahwa Marketing Public Relations terdiri atas teknik-t
bahan-b melayan
pertama harus dijadikan faktor kebijakan dan program organisasi.
Langkah kedua dari proses ini menjawab “ Berdasarkan situasi yang telah kita pelajari, apa yang sebaiknya kita ubah, lakukan dan katakan”.
3) Aksi dan Komunikasi
Langkah ketiga mencakup pelaksanaan program tindakan dan komunikasi yang dirancang untuk mencapai tujuan spesifik bagi setiap publik demi mencapai tujuan program. Pertanyaan dalam langkah ini adalah “Siapa yang harus melakukan dan mengatakannya, kapan, dimana, dan bagaimana?”.
Evaluasi Program Langkah te
hasil program. Saat pr
berdasarkan evaluasi umpan balik tentang bagaimana program berjalan atau tidak. Program diteruskan atau dihentikan setelah mempelajari “Bagaimana kita sekarang atau dahulu?”.
Berkaitan dengan Marketing Public Relations (MPR) yang an penggunaan teknik-teknik public relations un
pemasaran, menggunakan
eknik yang didesain atau dibuat untuk menetapkan material atau ahan di media massa, untuk mendapatkan perhatian media atau
i media.
2.2.1 P
Marketing Public Relations (MPR) an
utama perusahaan, secara garis be
enefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan.
3) Mendorong antusiasme (sales forces) melalui suatu artikel sponsor
4)
iensi biaya.
compalaint handling) dan sebagainya
) eranan Marketing Public Relations (MPR)
dalam upaya mencapai tuju sarnya adalah sebagai berikut :
1) Menumbuhkembangkan kesadaran konsumen terhadap produk yang tenaga diluncurkan.
2) Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (b
(advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk.
Menekan biaya promosi iklan komersial, baik media elektronik maupun media cetak dan sebagainya demi tercapainya efis
5) Komitmen untuk meningkatkan pelayanan konsumen, termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (
demi terciptanya kepuasan pihak pelanggan.
6) Membantu mengkampanyekan produk yang sudah dewasa (mature
mengkomunikasikan terus menerus melalui media PR (house jurnal)
tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan dengan kepedulian
sosial dan kepedulian hidup, agar tercapai publikasi yang positif
dimata masyarakat atau publik.
l)
melalui jalur Public Relations.
maupun menjembatani kesenjangan informasi
yang tersedia di media elektronik
7) Membina dan mempertahankan citra perusahaan atau produk barang atau jasa, baik segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya
22.
Selain itu Marketing Public Relations juga memiliki beberapa manfaat, antara lain :
a) Dapat lebih efektif dan efisien dalam penggunaan pembiayaan publikasi, dan disamping itu biaya promosi di media massa semakin tinggi (komersia
b) Saling melengkapi (komplementer) dengan promosi perikalan.
c) Dapat meningkatkan kreadibilitas (kepercayaan) dari pesan- pesan yang disampaikan
Sehingga dapat menembus sitausi yang relatif sulit dijangkau oleh iklan atau
jika disampaikan melalui teknik periklanan serba terbatas itu.
d) Kampanye malalui iklan mempunyai keterbatasan pada ruang (space) dan waktu (timely)
dan media cetak, oleh karena itu pengguna promosi iklan tersebut harus membeli ruang dan waktu siarnya agar pesan atau informasi dapat dimuat atau ditayangkan oleh media bersangkutan. Sedangkan kampanye melaui media public
22
Rosady Ruslan, Manajemen Humas dan manajemen Komunikasi (Jakarta : PT. Grafindo Persada,
1998 ) Hal.227
2.2.2 Tugas
24
.
imana dijabarkan dalam bauran pemasaran (marketing mix), yaitu product, price, placement, and promotions
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumennya
realtions tidak membeli space media agar dapat dimuat atau ditayangkan, tetapi pesan-pesan atau informasi PR tersebut diolah dan dikemas sedemikian rupa (rekayasa) kedalam bentuk suatu berita (news) atau feature dan advertorial sehingga mampu menarik perhatian bagi khalayak
23.
Marketing Public Relations (MPR)
Tugas Marketing Public Relations (MPR), sebagaimana dijelaskan sebelumnya, merupakan perpaduan (sinergi) antara pelaksanaan program dan strategi pemasaran (marketing strategy implementations) dengan aktivitas program kerja humas ( work program of PR) dalam upaya meluaskan pemasaran dan demi mencapai kepuasan konsumennya (customer stratifications)
Fungsi pemasaran tersebut sebaga
. Yang merupakan sasaran untuk mencapai tujuan pemasaran (marketing objectivies) yaitu
25:
1) Mengadakan riset pasar, untuk mendapatkan informasi bisnis yang
23
Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 15
24
Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 249
25
Ibid. hal 249‐250
4) Menentukan
) baik segi kemas mampu maupun kualitas produk yang ditawarkan terhadap
up tions berfungsi
aryawan dengan pemimipin, pemimpin dengan a akan tumbuh corporate culture (budaya perusahaan) yang mengacu pada disiplin dan motivasi kerja, profesiaoanalisme yang tinggi, serta memiliki sense of belonging terhadap perusahaan yang baik.
2) Menciptakan produk yang sesuai dari hasil riset pasar tersebut 3) Menentukan produk yang rasional dan kompetitif
dan memilih target konsumen (target audience) 5) Merencankan dan melaksanakan kampanye promosi produk (pre-
project selling) yang akan diluncurkan, serta mampu bersaing di marketplace dan cukup menarik (eyes catching
konsumennya.
6) Komitmen terhadap pelayanan jurnal.
Dipihak lain, dalam peran sebagai : communicator, back management and maskes good image, public rela
secara garis besar tugasnya antara lain sebagai berikut
26:
1) Menumbuh kembangkan citra positif perusahaan (corporate image) terhadap publik eksternal atau masyarakat luas, demi tercapainya saling pengertian bagi kedua belah pihak.
2) Membina hubungan positif antara karyawan (employe relations), dan antara k
pemimpin atau sebaliknya, sehingg
. Cit. Hal 250
26
Rusady Ruslan, Op
Menuru mencap sebaga
1) Menumbuh kembangkan kesadaran konsumen terhadap produk
3) Mendorong antuasiasme ( ) melalui suatu artikel
edia elektronik
itmen untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen,
i tercapainya kepuasan pihak pelanggan
6) Membantu mengkampanyekan peluncuran produk-produk baru dan sekaligus melancarkan perubahan posisi produk yang lama
t Kotler peranan Marketing Public Relations (MPR) dalam upaya ai tujuan organisasi dalam berkompetisi, secara garis besar yaitu i berikut
27:
yang tengah diluncurkan itu.
2) Membangun kepercayaan konsumen terhadap citra perusahaan atau manfaat (benefit) atas produk yang ditawarkan atau digunakan
sales force
sponsor (advertorial) tentang kegunaan dan manfaat suatu produk
4) Menekan biaya promosi iklan komersial, baik m
maupun media cetak sebagainya demi tercapainya efisiensi biaya
5) Kom
termasuk upaya mengatasi keluhan-keluhan (complaint handling) dan lain sebagainya dem
27
Rusady Ruslan, Op. Cit. Hal 254
ngan kepedulian sosial dan lingkungan hidup, agar
dan mempertahankan citra perusahaan atau produk
ya secara proaktif dalam menghadapi suatu kejadian
2.2.3
tor menyebabkan “dibutuhkannya” taktik dan
Kotler m
1) Meningkatkan biaya promosi periklanan yang tidak seimbang dengan hasil keuntungan yang diperoleh dan keterbatasan tempat
7) Mengkomunikasikan terus menerus melalui media PR (House PR Journal) tentang aktivitas dan program kerja yang berkaitan de
tercapainya publikasi yang positif dimata masyarakat atau publik.
8) Membina
barang dan jasa, baik dari segi kuantitas maupun kualitas pelayanan yang diberikan kepada konsumennya.
9) Berupa
negatif yang mungkin akan muncul dimasa mendatang.
Faktor-Faktor Penyebab Dibutuhkannya Strategi MPR
Ada beberapa fak
startegi Marketing Public Relations dalam tatanan baru organisasi atau perusahaan, khususnya dalam era kompetitif krisis moneter sekarang ini.
enyebutkan diantara faktor tersebut adalah sebagai berikut
28:
28
ibid, Hal 252
3) dalam waktu
4) angan
membosankan perhatian konsumennya
29
Melibatkan konsumen dalam pelaksanaan rancangan program-
2) Cepat tanggap terhadap informasi dan pelayanan yang memang
rmasi dan
2.3 Bauran
Michael Ray mendefinisikan promosi sebagai : “the coordination of all seller- iniated efforts to set up channels of information and persuasion to sell goods and
2) Pesaing yang ketat dalam promosi publikasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak dan sebagainya
Selera konsumen yang cepat mengalami perubahan relatif pendek atau produk yang ditawarkan di pasaran
Makin menurunya perhatian atau minat konsumen terhadap tay iklan, karena pesan dalam iklan yang kini cenderung berlebihan dan
Adapun taktik dan Strategi Marketing Public Relations (MPR) yaitu :
1)
program kerjanya
dibutuhkan konsumennya
3) Proaktif dalam partisipasinya terhadap info pelayanan yang memang dibutuhkan konsumennya.
Promosi
, Op. Cit. Hal 256
29
Rusady Ruslan
ser penjua
memb ntuk menjual barang dan jasa
atau memperkenalkan suatu gagasan).
Walaup haan dan konsumen secara implisit
berlangsu
telah dijelask besar komunikasi perusahaan berlangsung sebagai ba
hati-hati. Instrum ntuk mencapai tujuan komunikasi
perusahaa
31s oleh pengelola pemasaran dewasa ini untuk
vices or promote an idea.
30(koordinasi dari seluruh upaya yang dimulai pihak l untuk membangun berbagai saluran informasi dan persuasi untuk angun berbagai saluran informasi dan persuasi u
un komunikasi antara perusa
ng pada setiap unsur atau bagian dari marketing mix sebagaimana yang an sebelum namun sebagian
gian dari suatu program promosi yang diawasi dan direncanakan dengan ent dasar yang digunakan u
n disebut dengan bauran pemasaran atau promotion mix.
Secara tradisional, bauran promosi mencakup empat elemen yaitu : iklan (advertising), promosi penjualan (sales promotion), publikasi atau humas dan personal selling. Namun George & Michael Belch menambahkan dua elemen dalam promotion mix yaitu direct marketing dan interactive media. Dua elemen yang terakhir ini telah digunakan secara lua
ommunication Management, Englewood Cliffts, Pretice Hall, 1982
30
Michael L Ray, Advertising and C
31
George E.Belch & Michael A.Belch, Advertising and Promotion, hal 14
IKLAN DIR
MAR ECT KETING INTERACTIVE
/INTERNET
PROMOSI PENJUALAN
PUBLIKASI/
HUMAS PROMOTION MIX
PERSONAL
SELLING
berkom
diantaranya :
lanan (A
Menurut Philip Kotler periklanan merupakan setiap bentuk penyajian dan promosi buka perseorangan tentang ide-ide, barang-barang atau jasa oleh sponsor tertentu.
33unikasi dengan khalayak sasarannya sebagaimana empat elemen sebelumnya.
32Masing-masing elemen dari promotion mix tersebut dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran terpadu dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran terpadu yang memainkan peran penting dalam program IMC.
Masing-masing elemen dapat menggunakan berbagai macam bentuk dan masing- masing memiliki keunggulan dan kekurangannya.
Berikut ini penjelasan atau penjabaran dari alat-alat promosi tersebut
1. Perik dvertising)
Iklan adalah semua bentuk penyajian dan promosi non personal atas ide, barang atau jasa yang dilakukan oleh perusahaan sponsor tertentu yang dibayar sesuai tarif yang berlaku saat ini. Dengan demikian yang dimaksud dengan iklan adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran oleh produsen kepada konsumen tertentu melalui media komunikasi massa seperti : majalah, surat kabar, radio, film, poster, selebaran dan lain-lain.
32
George E.Belch & Michael A.Belch, Ibid, hal 14
t Erlangga, Jakarta, 1996,
33
Philip kotler, Manajemen Pemasaran, Jilid I & II, Edisi Keenam, Penerbi
hal.264
Dalam buku Advertising and promotion, Belch dan Belch memberikan definis
“Direct Marketing is a system of marketing by which organizations the target consumer to generate a response or transaction”.
dekat dengan pasar sasaran dan memungkinkan terjadinya proses komunikasi dua arah. Dapat dilakukan bahwa Direct Marketing dilaksanakan sebagai cara untuk bertemu dengan konsumen setelah muncul respons dari pasar atas informasi produk yang telah disebarkan pada konsumen.
343.
Pemasaran interaktif merupakan media interaktif yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik, dimana pengguna dapat berpartisispasi i pada saat itu juga (real time).
Dapat dikatakan internet, khususnya melalui fasilitas yang dikenal world wide web (www) merupakan media yang bahkan digunakan untuk melaksanakan
2. Pemasaran Langsung (Direct Marketing)
i sebagai berikut :
communicate directly with
Belch dan Belch menggambarkan adanya suatu hubungan yang sangat
Pemasaran Interaktif (Interactive Marketing)
dan memodifikasi bentuk dan isi informas
r, Pertama, Jakarta, 2006, hal.26
34
Kennedy dan R. Dermawan, S, Marketing Communication : taktik dan Strategi, PT. Bhuana Popule
Cetakan
promosi penjualan dengan kupon, konteks dan undian secara online. Praktisi pemasaran juga langsung, penjualan personal serta kegiatan hubungan masyarakat secara lebih efektif dan efisien.
36ra efektif untuk berkomunikasi dengan konsumen.
4. Promosi Penjualan (Sales Promotion)
Tetapi pada penelitian ini pembahasan Sales promotion akan lebih detail dibahas pada sub bab berikutnya, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa salah satu bentuk dari bauran promosi adalah Sales promotion.
5. Hubungan Masyarakat (Public Relation)
seluruh dari elemen bauran promosi.
35Selain digunakan untuk beriklan, internet juga dapat digunakan untuk melakukan kegiatan promosi bentuk lainnya seperti
Selain berfungsi sebagai media promosi, internet juga dipandang sebagai suatu instrument komunikasi pemasaran yang bersifat mandiri.
Karena sifatnya yang interaktif, internet menjadi ca
Sales promotion merupakan suatu bujukan langsung yang menawarkan insentif atau nilai lebih untuk suatu produk pada Sales force, distributor atau konsumen langsung dengan tujuan utama yaitu menciptakan penjualan yang segera.
35
Morrisan, Periklanan dan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Ramdina Prakarsa, Jakarta, 2007, hal 19
36
Morrisan, Ibid, hal 17
u yang merangkum keseluruhan komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar antara suatu spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.” Menurutnya humas pada intinya senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak yakni perubahan yang positif.
37Dengan demikian humas merupakan salah satu alat promosi yang penting
.
6. Penju
Penjualan perseorangan adalah bentuk komunikasi antar individu dimana tenaga penjual atau wiraniaga menginformasikan, mendidik dan untuk membeli produk atau jasa perusahaan.
38Menurut Frank Jefkins, terdapat begitu banyak definisi humas, namun ia sendiri memberikan batasan humas yaitu “sesuat
. Selama ini, humas tidak lebih dari alat promosi yang paling sedikit digunakan, tetapi alat ini memiliki potensi besar untuk membangun kesadaran dan frekuensi di pasar, untuk memperkuat kembali posisi produk dan untuk mempertahankan produk
alan Perseorangan (Personal Selling)
melakukan persuasi kepada calon pembeli
Personal selling biasanya dilakukan dengan penyajian lisan
Jefkins, Public Relations, edisi ketiga (alih bahasa Aris Munandar), Penerbit Erlangga, Jakarta,
37
Frank 1992.
38
Terence A. Shimp, Periklanan Promosi Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu, Jilid 1, rta, 2003, hal 5
Penerbitan Erlangga, Jaka
2.4 Model STP
(segme berbed
perilaku, lingkungan budaya, tempat dimana dilahirkan, dan gaya hidup yang berbeda-beda. Oleh Karena perbedaan itu, akibat konsumen akan mempunyai selera
dan kei butuhannya. Dengan demikian,
konsep pemasa mengel
dalam s
a adalah
memun an (target market) dan memposisikan
produk dengan proses komunikasi yang baik kepada kepada konsumen sasaran.
39dalam suatu pembicaraan dengan satu atau beberapa pembelian potensial dengan harapan akan terjadi transaksi.
Konsep pemasaran segmentasi yang dikenal dengan model STP ntation, targeting, positioning) menganggap bahwa konsumen secara individu a dengan individu lainnya. Setiap konsumen mempunyai persepsi, sikap,
nginan yang berbeda-beda dalam memenuhi ke
ran segmentasi berarti mempelajari kelompok-kelmpok konsumen dan ompokan konsumen yang mempunyai kesamaan kebutuhan dan keinginan ke
utu kelompok tertentu.
Salah satu m nfaat yang paling penting dalam memahami perilaku konsumen pemasar dapat membuat strategi segmentasi yang jelas sehingga gkinkan untuk menentukan pasar sasar
39
Sutisna, SE.ME., Perilaku Konsumen & Konsumen Pemasaran. Bandung : PT.Remaja Rosdakarya,
2002. Hal.247
otler, pemasaran sasaran mengharuskan pemasar melakukan
40
)
Pertama, analisis internal (internal analysis) yang dilakukan terhadap kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) organisasi.
Pertimbangan keuangan dan masalah tenaga kerja adalah topik-topik utama dalam analisa internal.
Menurut Philip K tiga langkah utama, yaitu :
1. Segmentasi pasar, yaitu mengidentifikasikan dan membentuk kelompok pembeli yang berbeda yang mungkin meminta produk dan bauran pemasaran tersendiri.
2. Penetapan pasar sasaran, yaitu memilih satu lebih segmen pasar untuk dimasuki.
3. Penetapan posisi di pasar, yaitu membentuk dan mengkomuniksikan manfaat utama yang membedakan produk dalam pasar.
2.4.1 Analisa SWOT
Menurut Terence A. Shimp, agar komunikasi pemasaran sukses, perlu dilakukan pengawasan terus menurus kepada competitor, peristiwa sosial, perkembangan ekonomi, aktivitas perundang-undangan, dan bahkan situasi internal perusahaan. Pengawasan lingkungan (Environmental monitoring atau yang biasa disebut sebagai analisis situasi (situasion analysis) melibatkan dua kegiatan umum.
40
Kotler, Philip,. Marketing Manajemen 2. New Jersey : Pretice Hall, Inc. 1997. Hal.221
ngkan program kreatif yang berhasil, sementara perusahaan yang
external analysis).
endalam. Situasi isi, perkembangan social budaya, iklim perundang- undangan, dan pertimbangan jalur distribusi merupakan peluang (opportunity)
dan ancaman (strength, weakness, opportunities, and threat)
41organisasi dan analisis SWOT sangat berguna untuk mengatasi m
Sebuah perusahaan dengan cadangan keuangan yang kuat serta tim ahli komunikasi yang berbakat, mempunyai peluang yang lebih besar untuk mengemba
terbelakang mempunyai kemampuan yang terbatas. Yang kedua adalah analisis eksternal (
Dalam analisis eksternal, faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas komunikasi dan kesuksesan produk ditinjau secara m
ekonomi, aktivitas kompet
dan ancaman (threat) yang dihadapi merek pada suatu waktu merupakan faktor-faktornya, yang umumnya terlibat dalam suatu analisis situasi eksternal. Aspek penting dari pengawasan lingkungan dapat diingat dengan menggunakan singkatan SWOT, analisis atas kekuatan, kelemahan, peluang,
.
Keberhasilan suatu strategi sangat ditentukan sangat tergantung pada seberapa besar starategi tersebut sesuai dengan perubahan lingkungan, persaingan, dan situasi
asalah-masalah tersebut. Dengan analisis SWOT ini kita cepat dapat mengetahui gambaran kongkrit dimana kita berada dan peluang seta
41
A.Shimp, Terence., Periklanan Promosi dan Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Edisi ke 5 Jilid
1. Jakarta : Penerbit Erlangga, 2003. Hal 160
tugas dalam mengahadapinya. Dengan kata lain daftar SWOT yang sistem
osikan.
2. We
ancaman apa yang ada. Dengan demikian kita mampu menyiapkan terapi atau jalan keluar yang lebih rasional dan
atis sangat penting dalam menentukan langkah-langkah perencanaan selanjutnya.
Menurut Marbun, SH (1996) pemanfaatan analisis SWOT biasanya dirumuskan dalam satu standar rumusan sebagai berikut :
42Manfaatkanlah O (peluang) seluas-luasnya, waspadalah dan berjaga-jaga terhadap T (ancaman), tempulah segala upaya mengatasi W (kelemahan) dan, pupuklah atau bina terus menerus S (kekuatan) anda. Atau dengan kata lain, dapat juga dirumuskan sebagai berikut :
431. Strength. Merupakan keunggulan produk yang akan diprom
akness. Kelemahan atau kekurangan produk yang dijadikan sebagai bahan guna mensiasati strategi komunikasi pemasaran produk.
3. Opportunity. Tujuan dari strategi komunikasi pemasaran produk.
Diharapkan tujuan tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan pembelian produk.
4. Threat. Berupa ancaman dari pesaing produk.
42
SW Henny, Rumondor Alexander., Manajemen Media Massa. Jakarta : Pusat Penerbitan Universitas Terbuka, 2004. Hal 94
43
Ibid, 94
2.5
emberikan informasi pad
pening ditawar
dari event adalah sebagai berikut :
yang
44
bangkan oleh sales promotion, yang dilaksanakan dalam rangka kepada audiens sasarannya, dengan cara menyelenggarakan acara-acara yang menarik, menghibur dan mendekatkan merek dengan khalayak sasarannya.
Event
Salah satu teknik komunikasi pemasaran yang bertujuan untuk m
a orang banyak agar tujuan perusahaan tercapai, yaitu terjadinya katan pendapatan atas penggunaan jasa atau pembelian produk yang
kan adalah melalui penyelenggaraan event.
2.5.1 Pengertian Event
Menurut istilah, arti kata
Event adalah acara-acara atau peristiwa-peristiwa dirancang untuk mengkomunikasikan pesan tertentu kepada audiens sasaran.
Dari definisi tentang Event di atas, maka dapat ditarik konsep bahwa, event adalah salah satu bentuk dari bauran promosi yang dikem
untuk mengkomunikasikan pesan tertentu
44
Fandy Tjiptono, SE, Gregorius Chandra, Dadi Adriana, Pemasaran Trategik, Andi, Yogyakarta, 2008,
hal 513
menjadi 2 jenis yaitu :
adalah event yang diselenggarakan dengan tujuan
Con
n komersial adalah event yang diselenggarakan dengan tujua
2.6 Specia
Menurut John E.Kennedy, event termasuk kegiatan pemasaran dan komunikasi. Komunikasi pemasaran adalah aplikasi komunikasi yang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran dari sebuah perusahaan.
45Hubungan antara
2.5.2 Ragam Event
Menurut Dra. Lidia Evelina, MM dalam pelatihan “Event management” leadership HIMA pariwira, (2006:1), ragam event dibagi
1. Event komersial
untuk mendapatkan keuntungan.
toh : Launching produk dan open house yang bersifat mencari profit atau keuntungan.
2. Event no
n sosial atau bersifat non profit.
Contoh : Peluncuran program beasiswa, aksi peduli korban gempa, kampanye anti narkoba dan sebagainya yang bersifat non profit.
l Event
45
John E. Kennedy, Manajemen Even, BIP Kelompok Gramedia, Jakarta, 2009, hal 4
event dan komunikasi (Marketing com
Menur lvers, event adalah “an experience, carefully crafted to deli
and layers of mul an event design that is stage and choreographed with precision and polish”.
46Masih m g baik adalah event yang kemasan dan
rangkaian kegiatannya dapat m pengunjung, serta dapat m disampaikan secara efektif.
Salah satu keberhasilan dalam
yang positif adalah melakukan komunikasi dua arah timbal balik (reciprocal two ways communications) melalui program kerja periklanan untuk memberikan
ng (tatap muka) yang dapat dikemas dalam suatu media periklanan pada acara khusus dan menarik yaitu special event.
pemasaran diistilahkan sebagai bauran komunikasi pemasaran munication mix) oleh Kotler.
ut Julia Rutherford Si
ver an impact on the person in attendance. He activities, environment, tisensory effect are integrated into
enurut Julia, event yan
emberikan pengalaman tak terlupakan bagi para enghantarkan informasi dan pengaruh yang ingin
kegiatan promosi untuk mencapai publisitas
informasi secara langsu
Menurut Rosady Ruslan, peristiwa khusus (special event) merupakan pengembangan lebih canggih (sophisticated extension) dari kegiatan-kegiatan promo
2004
46
Julia Rutherford Silvers, Proffesional Event Coordination, John Wiley & Sons, Inc., USA,
tuk m
Rencana atau aktivitas promosi periklanan yaitu dimulai dengan m
Menurut Judit Righway dalam bukunya “Practial Media”, adapun
an yang baik dengan
Sponsored event bisa juga memiliki nilai berita yang tinggi karena perusahaan mendapatkan publikasi yang positif sekaligus un enarik perhatian konsumen terhadap perusahaan atau produk tertentu yang pada akhirnya akan memperoleh publisitas tinggi.
472.6.1. Bentuk Special Event
enentukan suatu daftar acara tahunan tertentu (regulary of annual event) yang kemudian dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa khusus (special event) yang akan terjadi berulang-ulang di sepanjang pergantian tahun dan secara periodik, serta konsisten.
bentuk dari kegiatan special event adalah :
1. Pameran (Exhibitions dan Shows)
Merupakan cara untuk membuat hubung
konsumen dalam mempromosikan produk atau jasa dan perusahaan kepada konsumen, dan khalayak sasarannya.
2. Acara Kerjasama (Sponsored Events)
47
Rosady Ruslan, Kampanye Public relations, RajaGrafindo Persada, PT ., Jakarta, 2002
m
b
e Kont
Salah satu cara untuk dapat menciptakan awareness adalah dari kualitas Special event itu sendiri. Hal yang harus diingat, terutama jika berhubungan dengan
rus besar dan spektakuler atau melibatkan ban ak or
biaya yang ti konsumen.
Special perhatian konsumen apabila sesuai dengan 8 (delapan) prins
emberikan kesan atau citra positif terhadap masyarakat sebagai konsumen sasarannya.
Bentuk lain dari special events diantaranya;
a. Konferensi Pers
. Pameran
c. Peluncuran Produk
d. Penghargaan
. es, dan lain-lain.
anggaran biaya adalah, Special events tersebut tidak ha
y ang, tetapi Special event yang lebih sederhana dengan anggaran dak terlalu besar akan lebih efektif dalam mendapatkan perhatian
event dapat menjadi
ip yang harus diingat berikut ini :
1. Harus kreatif dan dapat menciptakan sesuatu yang baru serta mencoba untuk m event) tersebut dengan kebutuhan atau keinginan khalayak.
2. Menciptakan konsep event yang unik lalu mengadakan suatu pembukaan
r dan asli.
7. Mem tersebut.
Untuk
diadakan peninjauan atau penilaian kembali dengan melakukan penilaian kembali enghubungkan acara (
perdana (grand opening) event tersebut.
3. Kegiatan tersebut harus bermanfaat atau mempunyai nilai positif sehingga dapat menarik konsumen.
4. Kegiatan tersebut harus dapat berjalan dengan baik dan digambarkan secara juju
5. Harus dapat mempersuasi publik sasaran untuk menerima atau menikmati sesuatu hal yang baru.
6. Menciptakan suatu simbol yang dapat membuat event tersebut menjadi besar dan penting.
budayakan event
8. Harus mempunyai akses dengan orang-orang penting dan terkenal untuk menarik perhatian publik.
mengetahui apakah Special event tersebut berhasil atau tidak perlu
diharap
diperbaiki menguntungkan dapat ditonjolkan.
Fungsi antara lain :
bal balik dari konsumennya melalui a yang dilakukan perusahaan.
masyarakat atau konsumen sebagai target
diantaranya :
1.
yang ingin ditampilkan.
kan faktor-faktor yang merugikan dapat diketahui, yang kemudian dapat dan faktor-faktor yang
2.6.2 Fungsi Special Events
Special events
1. Untuk memberikan informasi secara langsung (tatap muka) dan mendapatkan hubungan tim
program kerja atau acara-acar
2. Sebagai media komunikasi sekaligus untuk mendapatkan publisitas dan pada akhirnya
sasarannya akan memperoleh pengenalan, pengetahuan, pengertian yang mendalam dan diharapkan dari acara khusus tersebut dapat menciptakan citra positif terhadap perusahaan atau produk yang diwakilinya.
2.6.3 Tujuan Special Event
Tujuan Special event dilihat dari beberapa kepentingannya,
Pengenalan (awareness) dan meningkatkan pengetahuan (knowledge)
kepada target sasaran terhadap lembaga atau perusahaan dan produk
3.
4. ertahankan penerimaan masyarakat.
embuat Special Event mengemas secara informatif, inovatif dan kreatif.
48ungkin memiliki banyak tujuan. Event perusahaan merupakan bagian dari strategi perusahaan. Event merupakan
Tu
a. Tujuan Umum
2. Melalui Special event diperoleh opini dan citra yang menguntungkan.
2. Suatu proses publikasi melalui komunikasi timbal balik yang pada akhirnya memperoleh publikasi yang positif.
Memperlihatkan itikad baik dari lembaga, yaitu produk yang diwakilinya sekaligus memberikan kesan atau citra positif terhadap masyarakat atau konsumen
Upaya memp
5. Memperoleh rekan atau pelanggan baru, m
Suatu event perusahaan m
sebagian dari fungsi pemasaran dan diselenggarakan untuk mencapai tujuan.
49juan dari penyelenggara Special Event dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1. Special event adalah peristiwa yang dilakukan untuk memperoleh
perhatian dari media massa.
48
Elvinaro Adiyanto, Public Relation Suatu Pendekatan Praktis. Bandung, Pustaka Bani Quraisy. 2004 Hal.103
49
William O’Toole & Phyllis Mikolaitis, Corporate Event Management, PPM, Jakarta, 2007
4. Memberikan kesenangan dan penghargaan
sukan secara langsung
ujuan-tujuan yang direncanakan pada penggarapan sebuah event dapat dilihat pada saat evaluasi event dilakukan.
2.7 Pengawasan dan Evaluasi
Tahap akhir dari proses perencanaan promosi adalah melakukan pengawasan
yang di b. Tujuan Khusus
1. Memuasakan banyak orang
2. Melibatkan konsumen untuk turut serta
3. Menggalang kerjasama dengan relasi atau perusahaan terkait
5. Bertemu secara langsung dengan pihak-pihak tertentu
6. Mendapatkan ma
7. Menyampaikan pesan-pesan tertentu
8. Memberikan hiburan
9. Mencari publisitas
Keberhasilan t
dan evaluasi program promosi. Adalah penting untuk menentukan seberapa baik
program promosi yang dijalankan telah memenuhi sasaran komunikasi
tetapka d i target pemasaran secara keseluruhan. Mereka yang terlibat dalam
mengetahui tidak saja seberapa baik program promosi telah dijalankan namun juga
mengap . il maka masalah yang muncul
dapat d eb sampaikan tidak tepat atau salah
dalam memilih media sehingga pesan tidak mencapai konsumen sasaran dengan efektif.
Dalam hal ini manajer yang bertanggung jawab harus mengetahui alasan mengap h
program es ini adalah
memberikan umpan balik (feedback) kepada manajemen perusahaan terkait dengan efektivitas program promosi yang telah dilakukan sebagai masukan untuk proses perencanaan manajemen ke depan.
2.7.1 Evaluasi
n alam upaya membantu perusahaan mencapa
perencanaan promosi tentu saja ingin
a Jika iklan media massa dinilai tidak berhas is abkan bentuk atau sifat pesan yang di
a al itu terjadi agar dapat diambil langkah yang tepat untuk memperbaiki promosi yang dilaksanakan. Tahap akhir dalam pros
Special Event
Evaluasi adalah proses penilaian. Evaluasi juga merupakan
pengukuran akan efektifitas strategi yang digunakan oleh perusahaan dalam
mencapai tujuannya. Evaluasi merupakan bagian dari proses perencanaan
karena data yang diperoleh dalam evaluasi akan digunakan sebagai masukan
untuk analisa situasi program berikutnya.
ent, launching dan Global TV. Fokus utama dari evaluasi event adalah menentukan seberapa baik isi yang berkaitan dengan tujuan event.
50i. Di sisi lain, perusahaan terkadang enggan untuk mengadakana evaluasi karena mahal biayanya, masalah dengan penelitian, ketidaksetujuan akan apa yang hendak dievaluasi, merasa telah mencapai
Secara garis besar, proses evaluasi terbagi menjadi di awal (pretest) dan diakhiri (posttest). Pretest merupakan sebuah evaluasi yang diadakan untuk menguji konsep dan eksekusi yang direncanakan. Sedangkan posttest merupakan evaluasi yang diadakan untuk melihat tercapainya tujuan dan
Terdapat beberapa hal yang akan dibahas dalam evaluasi yaitu apa yang menjadi bahan evaluasi, bagaimana proses evaluasi, kapan evaluasi
Umumnya evaluasi event menyangkut tiga hal yaitu evaluasi special ev
Evaluasi perlu diadakan dengan tujuan untuk menghindari kesalahan perhitungan pembiayaan, memilih strategi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi terbaik dari berbagai alternatif strategis yang ada, meningkatkan efisiensi iklan secara general, dan melihat apakah tujuan sudah tercapa
tujuan dan banyak menghabiskan waktu.
dijadikan sebagai masukan untuk analisa situasi berikutnya.
50
Ibid.
media yang digunakan, dan pengambilan keputusan anggaran.
Ap
2. Pesan yang disebarkan
esan yang
Apakah media yang dipilih sudah tepat untuk mencapai efektifitas tujuan.
4. Keputusan anggaran
an akan
ntungan penjualan yang diterima oleh perusahaan.
diadakan, mengapa diperlu diadakan evaluasi, dimana proses evaluasi diadakan, dan siapa yang mengadakan evaluasi.
Hal yang perlu dievaluasi adalah sumber yang ada, pesan yang disebarkan,
51
1. Sumber yang ada
akah pembicara (spokesperson) yang digunakan kredibel dibidangnya
dan apakah target market memiliki ketertarikan terhadapnya.
Merujuk kepada pesan yang disampaikan arti dari bahan p
dikomunikasikan.
3. Media yang digunakan
Anggaran yang dikeluarkan untuk promosi dan iklan diharapk
lebih kecil dari keu
51