• Tidak ada hasil yang ditemukan

POLAWILAYAHNgrmaju bkemb

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "POLAWILAYAHNgrmaju bkemb"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

POLA

POLA

WILAYAH

WILAYAH

POLA

POLA

WILAYAH

WILAYAH

NEGARA MAJU DAN

NEGARA MAJU DAN

NEGARA BERKEMBANG

(2)

Negara

(3)

Indikator kategorisasi

negara maju dan

berkembang

:

• Pendapatan per kapita nasional / Gross National Product (GNP)

• Struktur mata pencaharian dari angkatan kerja

(4)

• Fasilitas transportasi dan komunikasi per orang

• Penggunaan logam yang telah diolah • Lain-lain: tingkat melek huruf, tingkat

penggunaan kalori per orang,

presentase pendapatan keluarga yang digunakan untuk konsumsi, jumlah

(5)

Ukuran keberhasilan

pembangunan menurut UNRISD (United Nation Research

Institute for Social Development):

• Tingkat harapan hidup

• Konsumsi protein hewani

• Persentase anak-anak belajar di SD

dan SMP

(6)

• Jumlah surat kabar

• Jumlah telepon dan radio

• Persentase penduduk yang diam di

kota

• Persentase penduduk yang bekerja di

sektor pertanian

• Persentase angkatan kerja di bidang

jasa dan industri

(7)

Ciri-ciri negara Maju:

• Tingkat pertumbuhan

penduduknya rendah

• Pertumbuhan penduduknya

terkonsentrasi di daerah

perkotaan

(8)

• Tingkat buta huruf rendah

• Tingkat harapan hidup tinggi

• Pendapatan per kapita tinggi

• Penduduk wanita berstatus kawin

berumur lebih dari 19 tahun dan

banyak menggunakan alat

(9)

Ciri-ciri negara

Berkembang:

• Tingkat pertumbuhan penduduk tinggi • Tingkat pendapatan,pendidikan dan

pelayanan kesehatan rendah,

ketimpangan pendapatan mencolok, shg standar hidup rendah

(10)

• Angka pengangguran baik nyata maupun terselubung tinggi

• Tingkat produktivitas rendah

• Ketergantungan pada sektor pertanian dan ekspor bahan-bahan mentah

• Pengelolaan informasi sangat terbatas dan pasar tidak sempurna

(11)

Penggolongan negara

berkembang menurut

PBB

• Least Developed : negara paling

miskin/ terbelakang (44 negara)

• Developing Nation : negara

sedang berkembang (88 negara)

• Negara kaya

pengekspor

(12)

Pembagian menurut

World Bank

• Negara berpendapatan rendah (Low income)

 GNP per kapita < US $ 785

• Negara berpendapatan menengah (Middle income)  GNP per kapita US $ 785 – 3.125

• Negara berpendapatan menengah tinggi

(Upper middle income)  GNP per kapita US $

3.125 – 9.655

• Negara berpendapatan tinggi (high income) 

(13)

TEKANAN INDIKATOR

EKONOMI

MENDASAR MUDAH DIUKUR

PENINGKATAN

(14)

Lingkaran Kemiskinan / Keterbelakangan

Lapangan kerja terbatas Akumulasi modal Rendah Tabungan rendah Pengangguran Produktivitas rendah Pendapatan rendah

Angkatan kerja tinggi

Ketrampilan terbatas

Angka sakit tinggi

(15)

W. W. ROSTOW :

“ Pembangunan pada dasarnya

adalah proses multidimensional

yang menyebabkan terjadinya

perubahan suatu masyarakat dari

(16)

Aspek Perubahan:

• Perubahan orientasi ekonomi, politik dan sosial (dalam – luar)

• Perubahan pandangan masyarakat (irasional – rasional)

• Perubahan dalam penanaman modal (improduktif – produktif)

• Perubahan penempatan status (askripsi – prestasi)

(17)

Tahap perkembangan

negara menurut

Rostow:

• Masyarakat tradisional (The traditional society)

• Prakondisi untuk lepas landas (The Pre-condition for take off)

• Lepas landas (Take off)

• Gerak menuju kedewasaan (The drive to maturity)

(18)

MODEL PENGEMBANGAN

WILAYAH

(19)

Perkembangan suatu wilayah

dipengaruhi oleh beberapa faktor:

Faktor Alamiah

Lokasi, keadaan alam,

iklim, kandungan sumber daya alam

Faktor Sosial

budaya penduduk,

(20)

Pola Pengembangan Wilayah

di Negara Maju

Metropolis Menyebar (Dispersed)

Metropolis Galaktika

(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)

Pengembangan Wilayah di negara

berkembang

Pengembangan wilayah perkotaan yang

terlalu cepat Degradasi lingkungan fisik

(27)

Permasalahan pokok dalam

pengembangan atau pembangunan

wilayah di negara berkembang

(28)

Kendala pembangunan perumahan

di perkotaan:

• Harga tanah mahal

harga rumah mahal

• Sulit menjangkau lembaga-lembaga

keuangan

• Kurangnya partisipasi penduduk miskin kota

• Minimnya dana pemerintah untuk investasi

• Standar dan kode pembangunan yang

Referensi

Dokumen terkait

penampungan kesempatan kerja dengan produktivitas rendah. Usaha perluasan kesempatan kerja tidak terlepas dari faktor- faktor seperti, pertumbuhan jumlah penduduk dan angkatan

Bila laju pertumbuhan penduduk usia kerja lebih tinggi atau jumlah angkatan kerja lebih besar dari ketersediaan lapangan pekerjaan maka pengangguran akan terjadi dan

Dan juga penelitian dari Sembiring, dkk (2020) dalam judul pengaruh pertumbuhan ekonomi, ipm, pengangguran terbuka, dan angkatan kerja terhadap kemiskinan di sumatera

Pengangguran dapat terjadi sebagai akibat dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta

DESEMBER 2020 JURNAL MANAJEMEN KOMPETEN Page 26 Sehingga dikatakan dengan tingkat pengangguran rendah (kesempatan kerja tinggi) maka tingkat kemiskinan juga rendah

Tidak terserapnya sejumlah angkatan kerja dalam lapangan kerja pada beberapa sektor menyebabkan meningkatnya tingkat pengangguran terbuka (TPT) dari 6,90 persen (Agustus

Dengan kata lain, UMKM lebih mampu menyerap angkatan kerja dalam jumlah besar dan lebih mampu menurunkan kemiskinan dan pengangguran disbanding usaha besar seperti bidang-bidang usaha

sehingga yang nampak dalam potret umat adalah kemundurann, pengangguran, kemiskinan, dan keterbelakangan.11 Maka dari itu untuk mewujudkan manusia yang dapat bekerja keras sesuai