• Tidak ada hasil yang ditemukan

HADITS SEPUTAR BEJANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "HADITS SEPUTAR BEJANA"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

HADITS

SEPUTAR BEJANA

Bulughul Maram – Thaharah

Muhammad Abduh Tuasikal

(2)

DAFTAR ISI

HADITS SEPUTAR BEJANA ... 1

Kitab Bersuci ... 1

Bab Bejana ... 1

Hadits ke-16 ... 2

Faedah hadits ... 2

Hadits ke-17 ... 3

Faedah hadits ... 4

Hadits ke-18 ... 4

Hadits ke-19 ... 5

Hadits ke-20 ... 5

Faedah hadits ... 6

Masalah kulit hewan buas ... 7

Jual beli kulit hewan buas ... 8

Hadits ke-21 ... 9

Faedah hadits ... 10

Masalah menggunakan bejana ahli kitab ... 10

Hadits ke-22 ... 11

Faedah hadits ... 11

Hadits ke-23 ... 12

(3)

Faedah hadits ... 12 Selama barang masih bisa diperbaiki, tak mesti ganti yang baru ... 13 Referensi ... 13

(4)

HADITS

SEPUTAR BEJANA

ﻛ"ﺘ$

ﺎ ﺏ' ﺍﹶﻟ ﻄﱠ ﻬ$ﺎ ﺭ$ﺓ"

ﺑ$ﺎ ﺏ' ﺍﻟﹾ ﺂﻧﹺﻴ$

ﺔ"

KITAB BERSUCI

BAB BEJANA

(5)

2

HADITS KE-16

ﻋ$

ﻦ9 ﺣ' ﺬﹶﻳ9 ﻔﹶﺔﹶ ﺑ9 ﻦﹺ ﺍﻟﹾﻴ$

ﻤ$ﺎ ﻥ"

ﺭ$

ﺿ"

ﻲ$

ﺍﻟﹾ ﻠﱠﻪ' ﻋ$

ﻨ9ﻬ' ﻤ$ﺎ

، ﻗﹶﺎ ﻝﹶ : ﻗﹶﺎ ﻝﹶ ﺍﻟﻨHﺒﹺ ﻲJ - ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ

ﻋﻠ ﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - - ﻟﹶﺎ ﺗ$

ﺸ9 ﺮ$ﺑ' ﻮﺍ ﻓ"

ﻲ ﺁﻧﹺ ﻴ$ﺔ"

ﺍﻟ ﺬﱠ ﻫ$

ﺐ ﹺ ﻭﺍﻟﹾ ﻔ"

ﻀH ﺔ"،

ﻭ$

ﻟﹶﺎ ﺗ$ﺄﹾ ﻛﹸﻠﹸ ﻮﺍ ﻓ"

ﺻ"

ﺤ$

ﺎﻓ"

ﻬ$ﺎ

، ﻓﹶﺈﹺﻧH ﻬ$ﺎ ﻟﹶ ﻬ' ﻢ9 ﻓ"

ﻲ ﺍﻟ ﺪJﻧ9 ﻴ$ﺎ،

ﻭ$

ﻟﹶﻜﹸ ﻢ9 ﻓ"

ﻲ ﺍﻟﹾ ﺂ ﺧ"

ﺮ$ﺓ"

- ﻣ' ﺘHﻔﹶ ﻖd ﻋ$ﻠﹶ ﻴ9ﻪ"

Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak. Janganlah pula kalian makan dengan piring yang terbuat dari emas dan perak. Karena barang-barang itu untuk mereka di dunia, sedangkan untukmu di akhirat.”

(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5426 dan Muslim, no.

2067]

Faedah hadits

1. Diharamkan makan dan minum pada wadah yang terbuat dari emas dan perak.

2. Sebab diharamkan adalah karena tasyabbuh dengan orang kafir.

3. Hukum larangan ini berlaku untuk laki-laki dan perempuan, artinya tidak boleh bagi laki-laki dan perempuan menggunakan wadah yang terbuat dari emas murni atau emas yang bercampur dengan yang

(6)

3

lain, begitu pula perak murni atau perak yang bercampur dengan yang lain.

4. Jumhur ulama menganggap terlarangnya wadah atau bejana ini bukan hanya untuk makan dan minum.

Namun, larangan tersebut berlaku juga untuk penggunaan lainnya seperti untuk wadah berwudhu.

5. Menggunakan wadah atau bejana dari emas dan perak dilarang karena: (a) perantara pada kesombongan, (b) menghancurkan hati orang-orang miskin.

HADITS KE-17

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﺃﹸﻡg ﺳ$ﻠﹶ ﻤ$ﺔﹶ ﺭ$

ﺿ"

ﻲ$

ﺍﻟﹾ ﻠﱠﻪ' ﻋ$

ﻨ9ﻬ$

ﺎ،

ﻗﹶﺎ ﻟﹶ ﺖ 9:

ﻗﹶﺎ ﻝﹶ ﺭ$

ﺳ' ﻮ ﻝﹸ ﺍﻟﹾﻠﱠ ﻪ"

- ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ

ﻋﻠ ﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - - ﺍﻟﱠ ﺬ"

ﻱ ﻳ$

ﺸ9 ﺮ$

ﺏ' ﻓ"

ﻲ ﺇﹺﻧ$

ﺎءِ

ﺍﻟﹾ ﻔ"

ﻀH ﺔ" ﺇﹺ ﻧHﻤ$

ﺎ ﻳ' ﺠ$

ﺮ9 ﺟﹺ ﺮ' ﻓ"

ﻲ ﺑ$

ﻄﹾﻨﹺ ﻪ"

ﻧ$ﺎ ﺭ$

ﺟ$

ﻬ$ﻨH ﻢ$

- ﻣ' ﺘHﻔﹶ ﻖd ﻋ$ﻠﹶ ﻴ9ﻪ"

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang yang minum dengan bejana dari perak sungguh ia hanyalah memasukkan api jahannam ke dalam perutnya.” (Muttafaqun ‘alaih). [HR.

Bukhari, no. 5634 dan Muslim, no. 2065]

(7)

4

Faedah hadits

1. Diharamkan minum dari wadah yang terbuat dari perak, lebih-lebih lagi jika menggunakan emas.

2. Cincin perak untuk laki-laki dibolehkan, sedangkan cincin emas untuk laki-laki tidak dibolehkan.

3. Balasan sesuai dengan amalan perbuatan, al-jazaa’ min jinsil ‘amal.

HADITS KE-18

ﻭ$

ﻋ$

ﻦﹺ ﺍﺑ9 ﻦﹺ ﻋ$ﺒH ﺎ ﺱﹴ ﺭ$

ﺿ"

ﻲ$

ﺍﻟﹾ ﻠﱠﻪ' ﻋ$

ﻨ9ﻬ' ﻤ$ﺎ ﻗﹶﺎ ﻝﹶ : ﻗﹶﺎ ﻝﹶ ﺭ$

ﺳ' ﻮ ﻝﹸ ﺍﻟﹾﻠﱠ ﻪ"

- ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ

ﻋﻠ ﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - - ﺇﹺ ﺫﹶﺍ ﺩ' ﺑﹺﻎﹶ ﺍﻟﹾ ﺈﹺﻫ$

ﺎ ﺏ' ﻓﹶ ﻘﹶﺪ9 ﻃﹶ ﻬ'ﺮ$

- ﺃﹶ ﺧ9 ﺮ$

ﺟ$

ﻪ' ﻣ' ﺴ9 ﻠ"ﻢd . ﻭ$

ﻋ"ﻨ9 ﺪ$

ﺍﻟﹾﺄﹶ ﺭ9ﺑ$

ﻌ$ﺔ"

: - ﺃﹶﻳJ ﻤ$ﺎ ﺇﹺ ﻫ$ﺎ ﺏﹴ ﺩ' ﺑﹺﻎﹶ -

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kulit hewan telah disamak, kulit tersebut menjadi suci.” (Diriwayatkan oleh Muslim) [HR. Muslim, no. 366]

Menurut riwayat Imam yang Empat, “Kulit hewan apa pun yang telah disamak, maka ia menjadi suci.” [HR. Abu Daud, no. 4123; Tirmidzi, no. 1728; An-Nasa’i, 7:173; Ibnu Majah, no. 3609]

(8)

5

HADITS KE-19

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﺳ$ﻠﹶ ﻤ$ﺔﹶ ﺑ9 ﻦﹺ ﺍﻟﹾ ﻤ' ﺤ$

ﺒgﻖﹺ - ﺭ ﺿ ﻲ ﺍ ﷲ ﻋ ﻨﻪ - ﻗﹶﺎ ﻝﹶ : ﻗﹶﺎ ﻝﹶ ﺭ$

ﺳ' ﻮ ﻝﹸ ﺍﻟﹾﻠﱠ ﻪ"

-

ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ ﻋ ﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - - ﺩ"

ﺑ$ﺎ ﻍﹸ ﺟ' ﻠﹸﻮ ﺩ"

ﺍﻟﹾ ﻤ$ﻴ9 ﺘ$ﺔ"

ﻃﹸ ﻬ' ﻮﺭ' ﻫﺎﹶ - ﺻ$

ﺤH ﺤ$

ﻪ' ﺍ ﺑ9ﻦ'

ﺣ"ﺒH ﺎﻥﹶ

Dari Salamah bin Al-Muhabbiq radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Menyamak kulit bangkai adalah menyucikannya.” (Hadits ini sahih menurut Ibnu Hibban) [HR. Ibnu Hibban, no. 4522 dan Ahmad, 25:250. Hadits ini sahih lighairihi. Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 1:89].

HADITS KE-20

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﻣ$ﻴ9 ﻤ' ﻮﻧ$

ﺔﹶ ﺭ$

ﺿ"

ﻲ$

ﺍﻟﹾ ﻠﱠﻪ' ﻋ$

ﻨ9ﻬ$

ﺎ،

ﻗﹶﺎ ﻟﹶ ﺖ 9:

- ﻣ$

ﺮH ﺭ$

ﺳ' ﻮ ﻝﹸ ﺍﻟﹾﻠﱠ ﻪ"

- ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ

ﻋﻠ ﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - ﺑﹺ ﺸ$

ﺎﺓy ﻳ$

ﺠ' ﺮJﻭ ﻧ$ﻬ$

ﺎ،

ﻓﹶ ﻘﹶﺎ ﻝﹶ :

"ﻟﹶ ﻮ9 ﺃﹶ ﺧ$

ﺬﹾﺗ' ﻢ9 ﺇﹺﻫ$

ﺎﺑ$

ﻬ$ﺎ

؟"

ﻓﹶ ﻘﹶﺎﻟﹸ ﻮﺍ : ﺇﹺ ﻧHﻬ$

ﻣ$ﻴ9ﺘ$

ﺔﹲ،

ﻓﹶ ﻘﹶﺎ ﻝﹶ :

"ﻳ' ﻄﹶ ﻬgﺮ' ﻫ$ﺎ ﺍﻟﹾ ﻤ$ﺎ ءُ

ﻭ$ﺍﻟﹾ ﻘﹶﺮ$

ﻅﹸ

"

- ﺃﹶ ﺧ9 ﺮ$

ﺟ$

ﻪ' ﺃﹶ ﺑ'ﻮ ﺩ$

ﺍﻭ' ﺩ$،

ﻭ$

ﺍﻟﻨH ﺴ$

ﺎﺋ"

ﻲJ

Dari Maimunah radhiyallahu ‘anha berkata bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melewati seekor kambing yang sedang diseret orang-orang. Kemudian beliau bersabda,

“Alangkah baiknya jika engkau mengambil kulitnya.” Mereka berkata, “Kambing ini benar-benar telah mati.” Beliau

(9)

6

bersabda, “Kulitnya dapat disucikan dengan air dan daun salam.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan An-Nasa’i). [HR.

Abu Daud, no. 4126 dan An-Nasa’i, 7:174-175]

Faedah hadits

1. Hadits Ibnu ‘Abbas menunjukkan bahwa kulit apa saja yang disamak, maka menjadi suci, baik berasal dari hewan suci ketika hidupnya seperti unta, sapi, dan kambing, atau berasal dari hewan yang tidak suci ketika hidupnya seperti anjing dan babi.

2. Menurut madzhab Hambali dan pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, kulit bangkai yang menjadi suci adalah kulit dari hewan yang halal disembelih, berarti dari hewan yang halal dimakan. Hal ini adalah kesimpulan dari hadits Maimunah.

3. Adapun kulit dari hewan yang tidak halal disembelih walaupun suci ketika hidupnya (seperti kucing), maka tidaklah suci kulitnya walaupun disamak. Karena penyembelihan tidak menghalalkannya. Kesucian hewan tersebut ketika hidupnya hanya karena sulit menghindar dari hewan semacam itu.

4. Memang dari hadits menyatakan semua kulit apa pun itu jadi suci ketika disamak. Namun, dalam rangka wara’

(kehati-hatian), kulit hewan yang jadi suci hanya dari hewan yang halal dimakan, bukan dari selain itu. Hal ini demi menjalankan hadits mengenai meninggalkan yang syubhat.

(10)

7

5. Menyamak itu menyucikan kulit bangkai.

Masalah kulit hewan buas

Berdasarkan pendapat yang menyatakan sucinya kulit apa pun ketika disamak, tetap saja kulit hewan buas (seperti kulit buaya, kulit harimau, kulit ular) tidak boleh digunakan. Hal ini berdasarkan hadits larangan mengenakan kulit hewan buas yaitu dari hadits Al-Miqdam bin Ma’dikarib. Al-Miqdam pernah mendatangi Mu’awiyah lantas berkata padanya,

ﺃﹶﻧ9 ﺸ$

ﺪ' ﻙ$

ﺑﹺﺎ ﷲِ

: ﻫ$

ﻞﹾ ﺗ$ﻌ9 ﻠﹶﻢ' ﺃﹶ ﻥﱠ ﺭ$

ﺳ' ﻮ9 ﻝﹶ ﺍﷲِ

ﻧ$ ﷺ ﻬ$

ﻋ$

ﻦ9 ﻟﹸﺒ' ﻮ9 ﺱﹺ ﺟ' ﻠﹸﻮ9 ﺩ"

ﺍﻟ ﺴg ﺒ$ﺎ ﻉﹺ ﻭ$

ﺍﻟﺮJ ﻛﹸ ﻮ9 ﺏﹺ ﻋ$

ﻠﹶﻴ9 ﻬ$ﺎ

؟ ﻗﹶﺎ ﻝﹶ : ﻧ$ﻌ$

ﻢ9

“Aku bersumpah dengan nama Allah bukanlah engkau tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari mengenakan kulit hewan buas dan menunggangi di atasnya?”

Mu’awiyah menjawab, “Iya.” (HR. Abu Daud, 4131; An-Nasai, 7:176. Hadits ini sahih memiliki syawahid atau banyak penguat yang saling menguatkan. Lihat catatan kaki dalam Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 1:93. Syaikh Al- Albani dalam As-Silsilah Ash-Shahihah, no. 1011 menyatakan bahwa sanad hadits ini jayyid, perawinya tsiqqah-- terpercaya--. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan dalam catatan Sunan Abu Daud, hadits ini hasan).

(11)

8

Kesimpulan:

1. Menggunakan aksesoris dari kulit hewan yang halal dimakan seperti dari kulit sapi, hukumnya boleh. Kalau kulitnya dari bangkai sapi—misalnya--, jadi suci dengan cara disamak.

2. Kulit anjing dan babi tetap najis menurut madzhab Syafii meskipun disamak karena najisnya adalah najis ‘ain yaitu najis pada bendanya, maka tidak bisa jadi suci dengan cara apa pun sebagaimana najisnya bangkai, darah, kencing, dan semacamnya. Lihat Al-Mu’tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii, 1:47.

3. Kulit hewan yang haram dimakan seperti kulit ular dan kulit buaya itu suci menurut kalangan ulama yang menganggap semua kulit hewan yang disamak jadi suci.

4. Kulit dari hewan buas seperti buaya dan ular kalaupun dianggap suci setelah disamak, tetapi haram digunakan berdasarkan hadits Al-Miqdam bin Ma’dikarib.

Jual beli kulit hewan buas

Dalam buku “Harta Haram Muamalat Kontemporer” (hlm. 82, cetakan ke-22) disebutkan, “Larangan menggunakan kulit hewan buas bukanlah karena kulitnya dihukumi najis. Akan tetapi, karena hal itu menyerupai orang-orang kafir dan dapat mendatangkan keangkuhan. Dengan demikian apakah boleh menjual belikan kulit binatang buas, seperti kulit ular dan buaya yang telah disamak terlebih dahulu? Para ulama dalam madzhab Hanafi dan Maliki membolehkan

(12)

9

menjualnya, dan uang hasil penjualannya halal. Namun, para ulama madzhab Syafii dan Hambali mengharamkan jual beli kulit hewan tersebut, bukan karena najisnya. Akan tetapi diharamkan karena penggunaan kulit tersebut dilarang oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Dengan demikian, tidak boleh dijual dan hasil penjualannya haram. Ini merupakan pendapat terkuat karena pendapat ini menggabungkan dalil-dalil yang membolehkan dan melarang penggunaan kulit binatang buas. Wallahu a’lam.”

HADITS KE-21

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﺃﹶﺑﹺ ﻲ ﺛﹶ ﻌ9ﻠﹶﺒ$

ﺔﹶ ﺍ ﻟﹾ ﺨ' ﺸ$

ﻨﹺﻲg - ﺭ ﺿ ﻲ ﺍ ﷲ ﻋ ﻨﻪ - ﻗﹶﺎ ﻝﹶ : - ﻗﹸﻠﹾ ﺖ ':

ﻳ$ﺎ ﺭ$

ﺳ' ﻮ ﻝﹶ

ﺍﻟﹾﻠﱠ ﻪ"،

ﺇﹺﻧH ﺎ ﺑﹺ ﺄﹶﺭ9 ﺽ ﹺ ﻗﹶ ﻮ9ﻡﹴ ﺃﹶ ﻫ9 ﻞﹺ ﻛ"ﺘ$

ﺎ ﺏﹴ

، ﺃﹶ ﻓﹶﻨ$ﺄﹾ ﻛﹸ ﻞﹸ ﻓ"

ﻲ ﺁﻧﹺ ﻴ$ﺘ"

ﻬﹺ ﻢ9

؟[

$[

ﻗﹶﺎ ﻝﹶ :

"ﻟﹶﺎ

ﺗ$ﺄﹾ ﻛﹸﻠﹸ ﻮﺍ ﻓ"ﻴ ﻬ$ﺎ

، ﺇﹺ ﻟﱠﺎ ﺃﹶﻥﹾ ﻟﹶﺎ ﺗ$

ﺠﹺ ﺪ' ﻭﺍ ﻏﹶ ﻴ9ﺮ$

ﻫ$ﺎ

، ﻓﹶﺎ ﻏﹾ ﺴِ

ﻠﹸﻮ ﻫ$ﺎ

، ﻭ$

ﻛﹸﻠﹸ ﻮﺍ ﻓ"ﻴ ﻬ$ﺎ

"

- ﻣ' ﺘHﻔﹶ ﻖd

ﻋ$ﻠﹶ ﻴ9ﻪ"

Dari Abu Tsa’labah Al-Khusyaniyy radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Saya bertanya, wahai Rasulullah, kami tinggal di daerah Ahlul Kitab, bolehkah kami makan dengan wadah (bejana) mereka?” Beliau menjawab, “Janganlah engkau makan dengan wadah mereka kecuali jika engkau tidak mendapatkan yang lain. Oleh karena itu, bersihkanlah dahulu dan makanlah dengan bejana tersebut.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5478, 5488, 4596; dan Muslim, no. 1930].

(13)

10

Faedah hadits

1. Hendaklah tidak makan dari wadah ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) karena tidak berhati-hati dalam menjaga diri dari yang najis.

2. Di sini seolah-olah bertentangan dengan kaidah asal yaitu hukum asal segala sesuatu itu suci. Sedangkan kita yakini pada mereka tidak hati-hati dalam memperhatikan yang najis. Sesuai sangkaan kuat manakah yang akan dimenangkan.

Masalah menggunakan bejana ahli kitab

Tidak boleh menggunakan wadah orang kafir kecuali jika memenuhi dua syarat: (1) tidak ada wadah yang lain, (2) dibersihkan atau dicuci terlebih dahulu. Syarat pertama diberlakukan agar kita bersikap wara’ atau hati-hati.

Sedangkan syarat kedua mesti dicuci agar kita yakin bahwa wadah tersebut benar-benar telah suci. Namun, perintah mencuci di sini bukanlah wajib, hanya anjuran. Kenapa dibawa ke hukum anjuran (sunnah)? Karena dalam surah Al- Maidah ayat 5 disebutkan bahwa makanan ahli kitab halal bagi kita. Makanan mereka tentu saja ada pada wadah mereka.

Kalau wadah tersebut digunakan untuk wadah babi atau wadah minum khamar, maka tetap wajib dicuci. (Faedah-

(14)

11

faedah di atas diambil dari Minhah Al-‘Allam, 1:95-97 dan Fath Dzi Al-Jalal wa Al-Ikram, 1:164-168)

HADITS KE-22

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﻋ"

ﻤ9 ﺮ$ﺍ ﻥﹶ ﺑ9ﻦﹺ ﺣ' ﺼ$

ﻴ9ﻦﹴ ﺭ$

ﺿ"

ﻲ$

ﺍﻟﹾ ﻠﱠﻪ' ﻋ$

ﻨ9ﻬ' ﻤ$ﺎ

؛ - ﺃﹶ ﻥﱠ ﺍﻟﻨHﺒﹺ ﻲH - ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ ﻋ ﻠﻴﻪ

ﻭ ﺳﻠ ﻢ - ﻭ$

ﺃﹶ ﺻ9 ﺤ$

ﺎﺑ$ﻪ' ﺗ$

ﻮ$

ﺿH ﺌﹸﻮ ﺍ ﻣ"

ﻦ9 ﻣ$ﺰ$

ﺍﺩ$

ﺓ" ﺍ"

ﻣ9ﺮ$

ﺃﹶﺓy ﻣ' ﺸ9 ﺮﹺ ﻛﹶ ﺔy.

- ﻣ' ﺘHﻔﹶ ﻖd ﻋ$ﻠﹶ ﻴ9ﻪ"

، ﻓ"

ﺣ$

ﺪ"ﻳ ﺚ y ﻃﹶ ﻮﹺﻳ ﻞﹴ

Dari ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya berwudhu di mazadah (tempat air yang terbuat dari kulit hewan) milik seorang perempuan musyrik. (Muttafaqun ‘alaih dalam hadits yang Panjang). [HR. Bukhari, no. 344 dan Muslim, no. 682]

Faedah hadits

1. Dibolehkan menggunakan wadah orang musyrik selama tidak yakin ada najis.

2. Sucinya kulit hewan setelah disamak. Karena mazadah adalah kulit hewan sembelihan orang musyrik. Hasil sembelihan orang musyrik itu dihukumi bangkai.

(15)

12

HADITS KE-23

ﻭ$

ﻋ$

ﻦ9 ﺃﹶﻧ$

ﺲ ﹺ ﺑ9 ﻦﹺ ﻣ$ﺎﻟ"

ﻚy - ﺭ ﺿ ﻲ ﺍ ﷲ ﻋ ﻨﻪ - - ﺃﹶ ﻥﱠ ﻗﹶﺪ$

ﺡ$

ﺍﻟ ﻨHﺒﹺ ﻲg - ﺻ ﻠﻰ ﺍ ﷲ

ﻋﻠ ﻴﻪ ﻭ ﺳﻠ ﻢ - ﺍ"ﻧ9 ﻜﹶ ﺴ$

ﺮ$،

ﻓﹶﺎ ﺗH ﺨ$

ﺬﹶ ﻣ$

ﻜﹶﺎ ﻥﹶ ﺍﻟ ﺸH ﻌ9 ﺐ ﹺ ﺳ"ﻠﹾ ﺴِ

ﻠﹶﺔﹰ ﻣ"

ﻦ9 ﻓ"

ﻀH ﺔy.

-

ﺃﹶ ﺧ9 ﺮ$

ﺟ$

ﻪ' ﺍ ﻟﹾﺒ' ﺨ$

ﺎﺭﹺ ﻱJ

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu bahwa bejana Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam retak, lalu beliau menambal tempat yang retak itu dengan pengikat dari perak.

(Diriwayatkan oleh Bukhari). [HR. Bukhari, no. 3109]

Faedah hadits

1. Boleh memperbaiki wadah yang retak dengan ikatan atau potongan perak ketika butuh karena maslahatnya ketika itu nampak.

2. Yang digunakan untuk menambal di sini adalah perak, tidak boleh dengan emas karena emas lebih mahal dan lebih tegas dilarang.

3. Suatu barang selama bisa diperbaiki, hendaklah diperbaiki tanpa mesti beli yang baru.

(16)

13

Selama barang masih bisa diperbaiki, tak mesti ganti yang baru

Suatu barang selama masih bisa diperbaiki, hendaklah diperbaiki tanpa mesti beli yang baru. Memperbaiki barang yang rusak ini tanda kalau seseorang bersikap sederhana dan selalu menjaga harta. (Lihat Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram, 1:103)

REFERENSI

1. Al-Mu'tamad fii Al-Fiqh Asy-Syafii. Cetakan kelima, Tahun 1436 H. Syaikh Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily.

Penerbit Darul Qalam.

2. Fath Dzi Al-Jalal wa Al-Ikram bi Syarh Bulugh Al-Maram.

Cetakan pertama, Tahun 1425 H. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin. Penerbit Madarul Wathan.

3. Harta Haram Muamalat Kontemporer. Cetakan ke-22, Juli 2019. Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. Penerbit P.T. Berkat Mulia Insani.

4. Minhah Al-‘Allam fii Syarh Bulugh Al-Maram. Cetakan keempat, Tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdullah bin Shalih Al- Fauzan. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.

---

Diselesaikan di Darush Sholihin, Ahad, 15 Syawal 1441 H (7 Juni 2020)

Referensi

Dokumen terkait

Hal-hal yang dikoordinasikan mengenai perangkat pembelajaran (kalender pendidikan, rincian minggu efektif,PROTA, PROMES, silabus, RPP, KKM), pembuatan rencana

perubahan keempat ini adalah Undang-Undang dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 dan diberlakukan kembali dengan Dekrit Presiden

to the agricultural publication activities in order obtain quality and high eficiency in live stock breeding, to facilitate easy use of the credits of the Agricultural Bank by

Other factors, such as row spacing and nitrogen form, showed no significant influence on maize biomass production per plant even though maize biomass was higher in plots treated

Insektisida nabati adalah suatu insektisida yang bahan dasarnya berasal dari tanaman yang mengandung bahan kimia (bioaktif) yang toksik terhadap serangga namun mudah

dalam hal ini bisa berkaitan dengan pekerjaan atau tugas yang diembannya, maupun berkenaan dengan hubungan pelaku dengan hal yang dilakukannya, misalnya pada

Berdiri tegak bertumpu pada kedua kaki menghadap ke net, kedua tangan diletakkan di depan dada dan telapak tangan posisi membuka. Sikap awal untuk menentukan efisiensi gerakan