• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PERENCANAAN LAYOUT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V PERENCANAAN LAYOUT"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

PERENCANAAN LAYOUT

5.1. Pendahuluan

Perencanaan layout adalah penataan fasilitas pelabuhan peti kemas agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam perencanaan layout adalah :

1. Besarnya volume kebutuhan terhadap adanya pelabuhan peti kemas tersebut.

2. Ruang pelabuhan harus dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.

3. Layout disesuaikan dengan kondisi alam yang ada.

4. Berbagai fungsi dapat diintegrasikan secara menyeluruh.

5. Kemudahan terhadap perawatan, manajemen, operasional, dan utilitas.

6. Adanya persiapan untuk pengembangan selanjutnya dan perhatian terhadap dampak lingkungan.

5.2. Lokasi

Pemilihan lokasi untuk pelabuhan peti kemas ini tidak bebas karena sudah ditentukan oleh pihak investor. Hal ini disebabkan karena pihak investor tidak ingin mengubah master plan kawasan industri Galang Batang yang sudah ada. Sehingga perencanaan pelabuhan ini disesuaikan dengan master plan kawasan industri Galang Batang yang sudah ada. Lokasi rencana pembangunan pelabuhan peti kemas ini adalah di pantai timur desa Desa Galang Batang, Kecamatan Kijang, Kabupaten Kepulauan Riau dengan letak astronomi 10439’54”104 36’57”

BT dan 058’10”054’18” LU. Secara detail lokasi pelabuhan ini dapat dilihat pada Gambar 5.1.

(2)

5.3. Alternatif Layout

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan perencanaan layout pelabuhan peti kemas diatas dan melihat kondisi alam lokasi yang tersedia maka terdapat dua alternatif layout pelabuhan peti kemas yangdiusulkan untuk dipilih. Kedua alternatif layout tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.2 dan Gambar 5.3.

(3)

GUNUNG KIJANG POWER PLAN

JALAN KIJA

NG - KAW AL

UTARA

= LAUT / PERAIRAN

TUGAS AKHIR

KETERANGAN : STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU INSTITUT TEKNOLOGI 10

NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016

SKALA:

NOMOR GAMBAR : 5.1 JUDUL GAMBAR:

LOKASI PELABUHAN YANG TERSEDIA

RECREATION AREA

P. PENGIDAN

P. BUTON

PT. KORINDO

RECREATION AREA RESIDENTTIAL HOUSE MALL

SPORT FACILITY PUJASERA

MOSQUE

SCHOOL RESIDENTTIAL

HOUSE

CENTRAL TERMINAL

APARTEMENT DORMITORY UNIVERSITY

SUPER MARKET HOTEL

OFFICE FRESH WATER PLANT/STATION

RIVER

SPORT CENTER POLICE

PUJASERA SPORT CENTER

RECREATION AREA

WATER SPORT PUJASERA

PERTAMINA

INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

INDUSTRIAL PARKS

RECYCLING PARKS RECYCLING PARKS RECYCLING PARKS RECYCLING PARKS RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS

RECYCLING PARKS TERMINAL AREA

BUILDING RECYCLING AREA

SEASEASELAT KIJANG

SEA

SEA

SEA

SEA

LOKASI PELABUHAN

(4)

330 m

-13mLWS -13mLWS

-13mLWS

SKALA:

AREA PENJANGKARAN D = 420 m

K APAL PET I KEMAS GENERASI KEEMPAT JALUR PORTAINER K ANT OR

PE LAB UHAN CFS LOK AS I RENCANA PENGE MBANG AN CFS , PARK IR, KANTOR DAN

FASILIT AS LAINNYA PARK IR T RUCK D AN

CHAS SIS

K APAL PET I KEMAS GENERASI KEEMPAT

K APAL PET I KEMAS GENERASI KEEMPAT PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS BONGKAR (IMPOR) DAN PETI KEMAS KOSONGPETI KEMAS MUAT (EKSPOR) JALUR PORTAINER

JALUR PORTAINER JEMB ATAN

T IMB ANG P OS K E AMANAN

GATE WAY

panjang 3100 m lebar 310 m ALUR MASUK KOLAM PUTAR

Db = 930 m

-5 mLWS

-7 m S-6 mLW LWS

-8 m LWS

-9 m LWS

-10 m LWS

-10 mL WS-9 m

LWS -8 m

LWS -7 m LWS

-6 m LWS -5 m

LWS -6 m

LWS -7 m

LWS -8 m

LWS -9 m

LWS -10 m

LWS

-15 mLWS

SLW0 m-2

ANTU

PANGKIL KCL

= karang

TUGAS AKHIR

KETERANGAN : STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU INSTITUT TEKNOLOGI 10

NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016

NOMOR GAMBAR : 3.

JUDUL GAMBAR:

LAYOUT PELABUHAN ALTERNATIF 1

10 = kontur laut dlm - m

= gunung/perbukitan

+10 mLW

S +7,5m

LWS +5 mLWS SLW2,5 m+ SLW0 m

500 m

330 m 230 m

830 m

KAWASAN INDUSTRI GALANG BATANG

UTARA

(5)

JEMB ATAN TIM BANG

-10 m LWS

-6 m LWS

-5 mLWS -15 mLWS -20 mLWS

-5 m LWS

-6 m LWS

-7 m LWS

-8 m LWS

-9 m LWS

-10 m LWS

-10 m LWS-9 m

LWS -8 mLW

S -7 m LWS

-6 m LWS -7 m

mLWS-6 LWS -8 m

LWS -9 m

LWS -10 m

LWS

SKALA:

1 : 20.000

= gunung/perbukitan

= kontur laut dlm - m

10

JUDUL GAMBAR:

LAYOUT PELABUHAN ALTERNATIF 3

NOMOR GAMBAR : 3.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016 PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

INSTITUT TEKNOLOGI 10 NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU

KETERANGAN :

TUGAS AKHIR

= karang

CY, CFS, KANTOR,

RENCANA LOKASI KAWASAN INDUSTRI GALANG BATANG

PANGKIL KCL

ANTU

10+

mLW

S 7,5+

LWm

S 5 m+ SLW

SLW m2,5+ SLW0 m

K ANTOR P ELA BUHAN C FS

L OKAS I R EN C ANA PE NGEMBANGAN

C F S, P AR KI R , K ANTOR DAN F ASI LI TA S L AINNYA P AR K IR T R UC K DAN

C HASSIS

PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

PETI KEMAS BONGKAR (IMPOR) DAN PETI KEMAS KOSONGPETI KEMAS MUAT (EKSPOR)

UTARA

(6)

5.4. Pemilihan Layout

Dari dua alternatif layout diatas dipilih satu layout yang paling baik berdasarkan kriteria-kriteria yang ada. Langkah yang dilakukan dalam pemilihan layout pelabuhan peti kemas adalah :

1. Menetapkan keuntungan dan kerugian masing-masing layout

2. Menyusun rangking alternatif layout berdasarkan hasil evaluasi terhadap keuntungan maupun kerugiannya

Kriteria yang digunakan dalam menentukan keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif layout adalah :

1. Kondisi perairan

Kondisi perairan sangat mempengaruhi keamanan dari kapal yang bertambat di dermaga. Layout pelabuhan peti kemas ini harus mempunyai perairan yang memenuhi persyaratan kapal sesuai ukuran kapal. Hal tersebut harus dipenuhi agar kapal dapat melakukan kegiatan bongkar muat peti kemas dengan aman.

2. Pelaksanaan

Dalam pembangunan pelabuhan faktor pelaksanaan sangat mempengaruhi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan. Sehingga layout pelabuhan yang baik adalah layout yang mudah, cepat, dan murah dalam pelaksanaannya.

3. Perawatan

Biaya perawatan sangat mempengaruhi biaya operasional.

Semakin tua umur pelabuhan maka akan semakin banyak biaya perawatan yang dikeluarkan Sehingga layout yang dipilih adalah layout dengan biaya perawan yang kecil.

4. Pengembangan

Layout yang dipilih harus memungkinkan adanya pengembangan untuk menjamin pelabuhan tersebut akan tetap bisa memenuhi peningkatan kebutuhan pelabuhan.

5. Akses ke dermaga

(7)

Akses ke dermaga harus diperhitungkan karena berpengaruh terhadap kapasitas pelabuhan dan mempengaruhi jumlah sarana dan prasarana transportasi yang harus disediakan.

Penilaian keuntungan dan kerugian dari masing-masing layout berdasarkan kriteria diatas adalah terdapat pada Tabel 5.1.

Tabel 5. 1. Keuntungan dan Kerugian Alternatif Layout

Kriteria Alternatif 1 Alternatif 2

Kondisi perairan

 Perairan lebih tenang karena terlindungi struktur dermaga.

 Jarak yang ditempuh kapal yang akan bertambat lebih jauh.

 Perairan kurang tenang tetapi tetap dalam kondisi aman.

 Jarak yang ditempuh kapal yang akan bertambat lebih pendek.

Pelaksanaan

 Dekat dengan daratan dan material pengurukan tersedia di lapangan.

 Struktur kade membutuhkan tanah dasar yang rata .

 Membutuhkan crane dengan kapasitas besar untuk pemasangan dinding kade

 Membutuhkan mengeruk alur masuk, kolam putar dan kolam pelabuhan seluas 3,6 juta m3.

 Tidak membutuhkan perbaikan tanah karena daya dukung tanah relatif bagus karena tanah keras hanya berada -11 m dari seabad.

 Tidak membutuhkan pengerukan karena pelabuhan berada pada -13 mLWS sesuai kebutuhan draft kapal.

 Membutuhkan ponton dan alat pancang untuk pemancangan dermaga dan trestel di laut.

Perawatan

 Tidak diperlukan perawatan khusus terhadap dermaga.

- Terjadi sedimentasi di perairan pelabuhan sebesar 3300 m3/tahun. Sehingga perlu dilakukan pengerukan ulang.

 Kemungkinan terjadinya sedimentasi kecil sehingga tidak perlu dilakukan pengerukan ulang.

 Memerlukan perawatan khusus di tiang pancang di dermaga dan trestle dari korosi.

Pengemba- ngan

 Tersedia lahan yang cukup dan dekat dengan daratan - Diperlukan penataan kembali

areal perairan pelabuhan dan dibutuhkan pengerukan kembali

 Tidak perlu menata kembali areal perairan pelabuhan

 Pelaksanaan agak sulit karena berada di laut.

Aksesibilitas  Lokasi dermaga dekat dengan

kawasan industri (650 m)  Lokasi dermaga lebih jauh dari kawasan industri (3250 m)

Keterangan :

(8)

 = Keuntungan dari layout yang ada

 = Kerugian dari layout yang ada

Setelah keuntungan dan kerugian dari masing-masing alternatif layout tersebut didapatkan, maka langkah selanjutnya adalah penilaian berdasarkan masing-masing kriteria yang ada.

Setiap kriteria mempunyai bobot yang berbeda yaitu : 1. Kondisi perairan = 10%

2. Pelaksanaan = 30%

3. Perawatan = 30%

4. Pengembangan = 20%

5. Akses ke dermaga = 10%

Penilaian dilakukan dengan sekala nilai 1-5 dengan keterangan sebagai berikut :

1 = - Perairan sangat tidak tenang

- Pelaksanaan sangat sulit, lama, dan mahal - Perawatan mahal dan sering dilakukan - Pengembangan sangat sulit

- Jarak dari fasilitas satu ke fasilitas lain sangat jauh 2 = Kondisi diantara (1) dan (3)

3 = - Perairan agak tenang

- Pelaksanaan agak sulit, lama dan mahal

- Perawatan agak mahal dan tidak terlalu sering dilakukan

- Pengembangan agak sulit

- Jarak dari fasilitas satu ke fasilitas lain agak jauh 4 = Kondisi diantara (3) dan (5)

5 = - Perairan tenang

- Pelaksanaan mudah, cepat, dan murah - Perawatan murah dan jarang dilakukan - Pengembangan mudah

- Jarak dari fasilitas satu ke fasilitas lain dekat

Dari bobot dan skala penilaian diatas maka kedua alternatif layout tersebut dianalisa seperti pada Tabel 5.2.

Tabel 5. 2. Analisa Pemilihan Layout

(9)

Alternatif 1 Alternatif 2 Kriteria Bobot

Nilai Total Nilai Total Kondisi perairan 10% 5 0,5 3 0,3

Pelaksanaan 30% 2 0,6 4 1,2

Perawatan 30% 2 0,6 4 1,2

Pengembangan 20% 4 0,8 3 0,8

Akses ke dermaga 10% 5 0,5 2 0,5

Nilai 3 4

Dari tabel diatas diketahui bahwa layout pelabuhan peti kemas yang paling baik untuk kawasan industri Galang Batang adalah alternatif layout nomor 2.

5.5. Detail penataan layout

Penataan layout dermaga diatur sedemikan rupa sehingga konsep perencanaan pelabuhan peti kemas dapat terpenuhi.

Konsep perencanaan tersebut antara lain :

1. Memisahkan antara area untuk peti kemas yang siap dimuat dengan peti kemas yang telah berhasil dibongkar dari kapal.

2. Menempatkan lokasi lapangan penumpukan untuk peti kemas yang siap dimuat sedekat mungkin dengan dermaga.

3. Menempatkan lokasi lapangan penumpukan untuk peti kemas kosong sedekat mungkin dengan gudang.

4. Menempatkan posisi grouns slot sedemikian rupa sehingga mudah untuk melakukan pengembangan Detail penataan layout jangka pendek, menengah, dan panjang untuk pelabuhan dapat dilihat pada Gambar 5.4 sampai Gambar 5.6.

(10)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK BONGKAR (IMPOR) BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR)

0 16 32 48 64

Meter SKALA

NOMOR GAMBAR : 5.4 JUDUL GAMBAR:

DETAIL FASILITAS DARAT JANGKA PENDEK KETERANGAN :

1 = truk dari kawasan industri masuk ke lapangan penumpakan 2 = truk dari kawasan industri masuk ke CFS 3 = truk membawa peti kemas dari lapangan

penumpukan ke kapal (MUAT) 4 = truk membawa peti kemas dari CFS ke kapal

(MUAT)

5 = truk kosong dari kapal kembali ke lapangan penumpukan (MUAT) 6 = truk kosong dari kapal kembali ke CFS (MUAT) 7 = truk membawa peti kemas dari kapal

ke lapangan penumpukan (BONGKAR) 8 = truk kosong dari lapangan penumpukan

menuju ke kapal (BONGKAR) 9 = truk keluar dari kawasan pelabuhan

TUGAS AKHIR

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU INSTITUT TEKNOLOGI 10

NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016

POS KEAMANAN JEMBATAN

TIMBANG JEMBATAN

TIMBANG

LAHAN RENCANA PENGEMBANGAN LAPANGAN PENUMPUKAN

KAWASAN INDUSTRI DERMAGA

PARKIR TRUCK DAN CHASSIS

LOKASI RENCANA PENGEMBANGAN CFS, PARKIR, KANTOR DAN FASILITAS LAINNYA

CFS

KANTOR PELABUHAN

(11)

LAHAN RENCANA PENGEMBANGAN LAPANGAN PENUMPUKAN

JEMBATAN TIMBANG

KAWASAN INDUSTRI DERMAGA

0 16 32 48 64

Meter SKALA

NOMOR GAMBAR : 5.5 JUDUL GAMBAR:

DETAIL FASILITAS DARAT JANGKA MENENGAH

KETERANGAN :

1 = truk dari kawasan industri masuk ke lapangan penumpakan 2 = truk dari kawasan industri masuk ke CFS 3 = truk membawa peti kemas dari lapangan

penumpukan ke kapal (MUAT) 4 = truk membawa peti kemas dari CFS ke kapal

(MUAT)

5 = truk kosong dari kapal kembali ke lapangan penumpukan (MUAT) 6 = truk kosong dari kapal kembali ke CFS (MUAT) 7 = truk membawa peti kemas dari kapal

ke lapangan penumpukan (BONGKAR) 8 = truk kosong dari lapangan penumpukan

menuju ke kapal (BONGKAR) 9 = truk keluar dari kawasan pelabuhan

TUGAS AKHIR

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU INSTITUT TEKNOLOGI 10

NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016

POS KEAMANAN JEMBATAN TIMBANG PARKIR TRUCK DAN CHASSIS

LOKASI RENCANA PENGEMBANGAN CFS, PARKIR, KANTOR DAN FASILITAS LAINNYA

CFS

KANTOR PELABUHAN

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK BONGKAR (IMPOR) BLOK BONGKAR (IMPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR)

(12)

0 16 32 48 64 Meter SKALA

NOMOR GAMBAR : 5.6 JUDUL GAMBAR:

DETAIL FASILITAS DARAT JANGKA PANJANG

KETERANGAN : 1 = truk dari kawasan industri masuk ke

lapangan penumpakan 2 = truk dari kawasan industri masuk ke CFS 3 = truk membawa peti kemas dari lapangan

penumpukan ke kapal (MUAT) 4 = truk membawa peti kemas dari CFS ke kapal

(MUAT)

5 = truk kosong dari kapal kembali ke lapangan penumpukan (MUAT) 6 = truk kosong dari kapal kembali ke CFS (MUAT) 7 = truk membawa peti kemas dari kapal

ke lapangan penumpukan (BONGKAR) 8 = truk kosong dari lapangan penumpukan

menuju ke kapal (BONGKAR) 9 = truk keluar dari kawasan pelabuhan

TUGAS AKHIR

STUDI KELAYAKAN PEMBANGUNAN PELABUHAN PETI KEMAS DI PULAU

BINTAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU INSTITUT TEKNOLOGI 10

NOPEMBER SURABAYA FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN

PERENCANAAN

PEMBIMBING :

IR. DYAH IRIANI, MSc.

NAMA MAHASISWA / NRP : OKA CANDRA SUKMANA

3102 100 016

POS KEAMANAN JEMBATAN TIMBANG PARKIR TRUCK DAN CHASSIS

LOKASI RENCANA PENGEMBANGAN CFS, PARKIR, KANTOR DAN FASILITAS LAINNYA

CFS

KANTOR PELABUHAN

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR)

BLOK BONGKAR (IMPOR) BLOK BONGKAR (IMPOR)

BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR) BLOK MUAT (EKSPOR)

JEMBATAN TIMBANG

GATE

KAW ASAN INDUSTRI DERMAGA

(13)

5.6. Typical design

Typical design adalah gambaran kasar ukuran dari detail layout yang telah dipilih. Typical design diperlukan untuk dasar perhitungan biaya pembangunan pelabuhan peti kemas ini.

Pembahasan typical design meliputi : 1. Perairan

Kedalaman perairan untuk alur masuk, kolam putar, dan kolam pelabuhan direncanakan sesuai dengan ukuran kapal yang akan berkunjung yaitu -13 mLWS.

2. Dermaga

Dermaga yang dipakai direncanakan jenis deck on pile (jetty) dengan tiang pancang dari baja. Dermaga peti kemas ini direncanakan mempunyai usuran :

a. Panjang = 360 m b. Lebar = 40 m c. Elevasi = +2,9 mLWS d. Jumlah dermaga = 2 buah

e. Tiang pancang = baja diameter 60 cm f. Kedalaman pancang = – 23.00 mLWS Gambaran kasar dari dermaga terdapat pada Gambar 5.7.

3. Trestle

Antara dermaga dan daratan dihubungkan dengan trestle yang mempunyai dua jalur dengan ukuran :

a. Panjang = 2400 m b. Lebar = 13 m

c. Tiang Pancang = baja diameter 60 cm d. Elevasi = +2,9 mLWS

Gambaran kasar dari trestle terdapat pada Gambar 5.8.

4. Jalan Pendekat

Jalan pendekat merupakan jalan yang menghubungkan trestle dengan lapangan penumpukan serta lapangan penumpukan dengan kawasan industri Galang Batang. Jalan pendekat tersebut mempunyai lebar 13 m. Gambar dapat dilihat pada Gambar 5.9 dan 5.10.

(14)

Gambar 5. 1. Potongan Melintang Dermaga

(15)

Gambar 5. 2. Potongan Melintang Trestle

(16)

Gambar 5. 3. Potongan Melintang Jalan Daerah Timbunan

Gambar 5. 4. Potongan Melintang Jalan Daerah Galian

Referensi

Dokumen terkait

Tanjung Emas Container Apartment adalah sebuah hunian vertikal yang memanfaatkan material peti kemas ( Container ) sebagai alternatif material bangunan yang berada

Dari hasil analisis direncanakan, arah pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas meliputi pemanjangan dermaga peti kemas sepanjang 300 m x 25 m, perluasan container

b) Perancangan Pelabuhan Peti Kemas di Panarukan sebagai pelabuhan regional dengan fungsi pelabuhan pengumpan dari pelabuhan internasional tanjung perak Surabaya. Dengan

Dari hasil analisa data arus penumpang, kapal, bongkar muat barang dan kapal peti kemas terlihat adanya peningkatan yang terjadi di pelabuhan Sorong, ini

Dengan demikian resmilah Divisi Usaha Terminal Peti Kemas pada.. Pelabuhan Cabang Belawan berubah status menjadi pelabuhan

Dari hasil analisis direncanakan, arah pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas meliputi pemanjangan dermaga peti kemas sepanjang 300 m x 25 m, perluasan container

Dalam perencanaan dermaga peti kemas dengan metode precast di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin ini, data yang dikumpulkan dan dianalisis, meliputi data angin, data pasang surut,

Apakah sistem pembayaran (warkat dana) yang terdapat pada PT Terminal Peti Kemas Semarang Pelabuhan Indonesia III telah berjalan secara efektif?... Apakah penumpukan peti kemas