MATERI GENERAL KOMERSIAL
Analisa Komersial
Karakteristik Komersial
Retail Commercial
Sifat Barang Konsumtif Capital Goods Tujuan
Pendanaan
Kebutuhan Konsumsi Mayoritas untuk Investasi Sumber
Pendapatan
- Gaji
- Penghasilan lain - Rutin
- Cicilan dibayar dari penghasilan
-Modal Usaha - Keuntungan Usaha
- Non Rutin -Unit membayar cicilannya sendiri Pricing Tidak sensitive rate
Very High Rate
Sensitive Rate Medium High Rate Basis Analisa Mass Analaysis (Retail) Business and
Project
Ritel
Fleet
MCY
CAR
SME
Jumlah Customer
AR/
Customer
Strategi Risiko
Pendekatan Pembiayaan
Banyak Kecil Portfolio
Risk •Dealer & Portfolio (Relationsjhip)
•Customer (Feastbility) Sedikit Besar Single Risk
Sangat Sedikit
Sangat Besar
Single Risk •Project & Bowheer
Portfolio Risk Single Risk
•Pemahaman Policy:
Debitur, Unit, Dealer
• Pendekatan character, feasibility
& relationship
•Pemahaman Debitur, Unit, Project &
Bowheer
•Pendekatan character, feasibility (lebih ke bisnis/project daripada diri debitur), collateral & repayment capcacity
Commercial Credit Assesment
No Parameter Note
1 Analisa Nasabah (Borrower
analysis)
Penilaian terhadap pemegang saham, manajemen perusahaan, maupun perusahaan afiliasi 2 Analisa Industri Kondisi industri yang digeluti
Nasabah, bagaimana posisi &
kompetisi nasabah di industri tersebut
3 Analisa Supplier / Buyer / Bowhier (pemberi kerja)
Analisa terhadap klien yang menjalin kerjasama dengan Nasabah
4 Analisa Kondisi Keuangan
Financial statement ( 2 yrs),
rekening koran / tabungan (min 3 bl), jika nasabah di garansi pihak lain (corporate / personal) maka dianalisa juga data keuangan nya 5 Proyeksi keuangan
(cashflow)
Cashflow analysis to service debt repayment (DSC analysis)
6 Credit background Past performance history, status kewajiban di Kreditur lain (Bank / FI), data Credit Information Bureau (BI checking)
7 Account conduct Untuk nasabah existing, history payment performance (pembayaran angsuran pokok & bunga, frekuensi overdue, tolakan Giro)
Commercial Credit Assesment
No Parameter Note
8 Struktur pinjaman kredit
Jumlah dan tenor pinjaman disesuaikan dengan proyeksi kemampuan bayar Nasabah dan tujuan penggunaan. Tenor yang semakin panjang dan pemberian pinjaman yang melebihi kebutuhan bisnis Nasabah akan meningkatkan risiko
9 Risiko & faktor mitigasi
Possible risk : margin sustainability / volatility, high debt leverage, ekspansi bisnis / akuisisi, masuk bisnis baru, pergantian managemen / managemen baru
10 Tujuan
penggunaan
Memastikan tujuan penggunaan unit sesuai, dimana ditemukan bahwa debitur menggunakan dana pinjaman tidak sesuai dengan yang tercantum di proposal, hal ini
menunjukkan adanya
penyalahgunaan. Contoh yang sering : Refinancing
11 Security Penilaian terhadap unit jaminan (collateral) tidak overprice,
pengecekan keabsahan dokumen untuk unit bekas, perlindungan asuransi
Commercial Credit Assesment
NAMA RUMUS EXPECTATION
Debt Service Coverage (DSC)
[ Operating Profit ] /
ALL Installment > 1x Debt to Equity
Ratio (DER)
ALL DEBT /
Modal Usaha (Ekuitas usaha)
Depends on Industry PAST PRESENT FUTURE Analysis
Tools
Ratio Analysis
-Coverage Analysis
-DSC Analysis -Cash Flow Analysis
Opportunity and Market Analysis
Basis Data Financial Reports
-Rekening Koran (3-6 bulan)
-Kontrak Kerja -PO/Kwitansi -Survey dan Pemahaman Bisnis
Strategy bisnis dan usaha
Coverage Analysis
Tujuan :
Mengukur sejauh mana beban dapat di cover oleh Income sebelum bunga dan pajak (sejauh mana operating profit dapat menutupi kewajiban angsuran)
REVENUE
Seluruh pendapatan yang masuk ke dalam usaha, baik dari pendapatan dari usaha, pendapatan lain-lain, uang muka, dll
COGS (Cost Of Good Sales)
Seluruh biaya yg berhubungan langsung dgn pendapatan usaha
OPERATIONAL EXPENSES
Seluruh biaya penunjang/ operasional usaha seperti admin dan umum
OBLIGATION
Seluruh kewajiban bulanan yang harus dikeluarkan (angsuran), baik dari ADMF maupun leasing/Bank lain NPBT (Net Profit Before Tax)
Hasil pengurangan antara Net Revenue dengan COGS, OPEX dan OBLIGATION
Suatu usaha dikatakan layak secara finansial, jika : NPV Positif
DSC > 1
IRR > tingkat suku bunga diskonto
Debt Service Coverage (DSC) :
Dokumen Khusus
Khusus bagi calon konsumen yang bidang usahanya bergerak pada Segmentasi Usaha tertentu dengan pengajuan PH > Rp 1.5 Milyar, wajib melampirkan dokumen ksusus sbb:
Segmentasi Usaha Ketentuan Dokumen Bukti Kerja Sama Usaha
Tambang Batubara
Pemilik Konsesi Pertambangan:
• Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi dan Operasi Produksi DAN/ATAU
• Kontrak penjualan batubara dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti invoice / delivery order penjualan batubara
Kontrak Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Pertambangan Batubara
Sub Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak Kontraktor Utama
Tambang, Minyak, Gas dan Panas Bumi
Kontraktor Utama atau Subkontraktor Utama:
• Ijin kontrak karya, seperti: Production Sharing, Joint Operating Body, Technical Assistant Contract atau
• Kontrak kerja / Surat Perintah Kerja (SPK) yang masih aktif dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja)
Tambang Bahan Galian C (Quarry)
Pemilik Konsesi Bahan Galian C:
• Ijin Kuasa Pertambangan (IUP) bahan galian C atau Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD) DAN /ATAU
• Kontrak penjualan bahan galian C dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti Invoice/deliveryorder penjualan galian C
Supplier Angkutan:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Bahan Galian C atau
• Bukti penjualan/delivery order/ invoice
dengan pihak penjual/Bowheer (Pihak Pemberi Kerja)
Dokumen Khusus
Segmentasi Usaha Ketentuan Dokumen Bukti Kerja Sama Usaha
Tambang Mineral (Bauksit, Biji Besi, Nikel dan Lainnya)
Pemilik Konsesi Pertambangan:
• Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi, Operasi Produksi dan Permurnian DAN /ATAU
• Kontrak penjualan tambang mineral dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti Invoice
Kontrak Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Pertambangan Mineral
Sub Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak Kontraktor Utama
Rental, Distributor, dan Manufaktur
Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti delivery order/bukti penjualan hasil produksi (khusus bagi segmen Manufaktur)
Perkebunan Kelapa Sawit
Pemilik Perkebunan:
• Ijin Kuasa Pertambangan (IUP) bahan galian C atau Surat Ijin Pertambangan Daerah (SIPD) DAN /ATAU
• Kontrak penjualan bahan galian C dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti Invoice/deliveryorder penjualan galian C
Supplier Angkutan:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Bahan Galian C atau
• Bukti penjualan/delivery order/ invoice
dengan pihak penjual/Bowheer (Pihak Pemberi Kerja)
Dokumen Khusus
Segmentasi Usaha Ketentuan Dokumen Bukti Kerja Sama Usaha
Konstruksi
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
•Bukti Invoice progress pekerjaan konstruksi yang terbaru
Sub Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan Kontraktor Utama
Kayu Alam (ijin Usaha
Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu)
Pemegang Hak Konsesi:
• Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (UPHHK) dan
• Rencan kerja Tahunan (RKT) dan
•Ijin Landing Alat dan
•Surat Keterangan Sahnya Hsil Hutan (SKSJJ) dan
•Bukti Pembayaran Dana Reboisasi Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH)
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsesi Hutan Kayu Alam
Hutan Tanaman Industri (HTI)
Pemegang Hak Konsesi:
• Ijin Hutan Tanaman Industri (HTI) dan /atau
•Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) (nila ada calon Debitur ingin mengembangkan menjadi perkebunan dan tanaman industri)
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsesi Hutan Tanaman Industri
Dokumen Khusus
Segmentasi Usaha Ketentuan Dokumen Bukti Kerja Sama Usaha
Transportasi Publik
Transportasi Publik meliputi beberapa segmen industri, yaitu:
• Taksi
•Angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) dan Angkutan Dalam Kota
•Kereta dan Shuttle
•Pariwisata
Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Ijin Usaha Angkutan dan
•Ijin Trayek atau Ijin Operasi
Transportasi Non Publik
Transportasi Non Publik meliputi beberapa segmen industri, yaitu:
• Transportasi Bahan Bakar Minyak (BBM)
•Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)/
Kontainer
•Angkutan Cargo dan Logistics
•Angkutan Bahan-Bahan Khusus
Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan pihak Bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
•Bukti delivery order/ bukti invoice
Dokumen Khusus
Khusus bagi calon konsumen yang bidang usahanya bergerak pada Segmentasi Usaha tertentu dengan pengajuan PH > Rp 1.5 Milyar, wajib melampirkan dokumen ksusus sbb:
Segmentasi Usaha
Ketentuan Dokumen Bukti Kerjasama Usaha
Tambang Batubara
Pemilik konsesi Pertambangan:
• Ijin Usaha Pertmabangan (IUP) Eksplorasi dan Operasi Produksi
• Kontrak Penjualan batubara dengan pihak bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
• Bukti invoice/delivery order penjualan batubara
Kontraktor Utama:
• Kontrakt kerja yang masih aktif dengan pemilik konsensi pertambangan batubara.
Sub-Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak kontraktir utama
Tambang Minyak, Gas
& Panas Bumi
Kontraktor Utama & Sub Kontraktor Utama:
• Ijin kontrak karya, seperti: Production sharing, joint operating body. Tehcnical assistant
contract atau
• Kontrak kerja/surat perintah kerja (SPK) yang masih aktif dengan pihak bowheer (Pihak Pemberi kerja)
Tambang bahan Galian
C (Quarry)
Pemilik Konsensi Bahan Galian C:
• Ijin kuasa pertambangan (IUP) bahan galian C atau Surat ijin pertmabangan daerah (SIDP) dan/atau
• Kontrak penjualan bahan galian C dengan pihak bowheer (Pihak Pemberi Kerja) atau
•Bukti penjualan/delivery order/invoice dengan pihak penjual/Bowheer (Pihak Pemberi kerja)
Dokumen Khusus
Segmentasi Usaha Ketentuan Dokumen Bukti Kerjasama Usaha
Tambang Mineral (Bauksit, biji, Besi,
Nikel & Lainnya
Pemilik Konsensi Pertambangan:
• Ijin usaha pertambangan (IUP) Eksplorasi, operasi produksi dan pemumian DAN/ATAU
• Kontrak penjualan tambang mineral dengan pihak bowheer (pihak pemberi kerja) atau
• Bukti Invoice Kontrator utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pemilik konsesi pertambangan mineral Sub Kontraktor utama:
Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak kontraktor utama
Rental, Distibutor dan Manufaktur
Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pihak bowheer (Pihak pemberi kerja) atau
• Bukti delivery order/bukti penjualan hasil produksi (khusus bagi segmen manufaktur)
Khusus bagi calon konsumen yang bidang usahanya bergerak pada Segmentasi Usaha tertentu dengan pengajuan PH > Rp 1.5 Milyar, wajib melampirkan dokumen ksusus sbb:
Dokumen Khusus
Khusus bagi calon konsumen yang bidang usahanya bergerak pada Segmentasi Usaha tertentu dengan pengajuan PH > Rp 1.5 Milyar, wajib melampirkan dokumen ksusus sbb:
Segmentasi Usaha
Ketentuan Dokumen Bukti Kerjasama Usaha
Perkebunan Kelapa sawit
Pemilik Perkebunan:
• Ijin Prinsip perkebunan atau ijin Hak Guna Usaha Perkebunan DAN/ATAU
• Kontrak penjualan dengan pihak bowheer (pihak pemberi kerja) atau
• Bukti invoice
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan pemilik perkebunan
Konstruksi
Kontraktir Utama:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan pihak bowheer (Pihak pemberi Kerja) atau
• Bukti invoice progress pekerjaan konstruksi yang terbaru
Sub Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan kontraktor utama
Kayu Alama (Ijin Usaha pemanfaatan
hasil hutan kayu)
Pemegang Hak Konsensi:
• Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) dan
• Rencana kerja tahunan (RKT) dan
• Ijin Landing Alat dan
• Bukti Pembayaran dana Reboisasi dan Provisi Daya Sumber Daya Hutan (PSDH)
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Kaya Alam
Dokumen Khusus
Segmentasi Usaha
Ketentuan Dokumen Bukti Kerjasama Usaha
Hutan tanaman
Industri (HTI)
Pemegang Hak Konsensi:
• Ijin hutan Tanaman industri (HT) dan/atau
• Ijin Pemanfaatan Kayu (IPK) (bila calon Debitur ingin mengembangkan menjadi perkebunan dan tanaman industri)
Kontraktor Utama:
• Kontrak kerja yang masih aktif dengan Pemilik Konsensi Hutan Tanaman Industri
Transportasi Publik
Transportasi Publik meliput beberapa segmen industri, yaitu:
• Taksi
• Angkutan Antra Kota propinsi (AKAP)dan Angkutan dalam kota
• Travel dan shuttle
• Pariwisata
Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Ijin Usaha Angkutan dan
• Ijin Trayek atau ijin Operasi
Transportasi Non Publik
Transportasi publik meliputi bebesegmen industri, yaitu:
• Transportasi Bahan Bakar Minyak (BBM)
•Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL)/Kontrainer
• Angkutan Cargo dan Logistics
•Angkutan Bahan-Bahan Khusus Dokumen yang dilampirkan, yaitu:
• Kontrak kerja atau sejenisnya yang masih aktif dengan pihak bowheer (Pihak Pemberi kerja atau
• Bukti delivery order/bukti invoice
Khusus bagi calon konsumen yang bidang usahanya bergerak pada Segmentasi Usaha tertentu dengan pengajuan PH > Rp 1.5 Milyar, wajib melampirkan dokumen ksusus sbb: