• Tidak ada hasil yang ditemukan

KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

NAMA PROGRAM

Pelatihan Jarak Jauh Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE)

DESKRIPSIPROGRAM

TUJUAN PROGRAM

Membentuk para pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang mampu melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE.

KEBUTUHAN STRATEGIS UNIT PENGGUNA YANG AKAN DICAPAI

Tersedianya sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam melaksanakan tugas pelayanan dan pengawasan di bidang fasilitas KITE..

SASARAN (TARGET LEARNERS)

Pegawai DJBC yang bertugas atau yang diproyeksikan akan bertugas di bidang pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE.

MODEL PEMBELAJARAN TATAP MUKA (TM)

NON TATAP MUKA (NTM) e-Learning

Pelatihan Jarak Jauh

Praktik Kerja Lapangan (PKL)

Pendampingan di tempat kerja (Mentoring) Pembimbingan di tempat kerja (Coaching)

STANDAR KOMPETENSI Setelah mengikuti pelatihan ini siswa diharapkan mampu :

a. Menjelaskan konsep dasar fasilitas kepabeanan

b. Menjelaskan konsep proses bisnis perusahaan penerima fasilitas KITE

c. Melakukan pengujian persyaratan dan pemenuhan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE d. Menjelaskan proses impor/pemasukan fasilitas KITE

e. Menjelaskan proses penyelesaian barang fasilitas KITE

f. Melakukan penerimaan dan penelitian atas penyampaian laporan pertanggungjawaban dan permohonan pengembalian oleh perusahaan KITE

g. Melakukan monitoring dan evaluasi perusahaan penerima fasilitas KITE

h. Menjelaskan ketentuan sanksi administrasi, pembekuan, dan pencabutan fasilitas KITE i. Menjelaskan fitur menu CEISA KITE

j. Menerapkan Customs and Excise Client Service Charter (CECSC) untuk pelayanan dalam pemberian fasilitas kepabeanan

X

X

x X X

(2)

KOMPETENSI DASAR Setelah mengikuti pelatihan ini siswa diharapkan mampu:

a. Menjelaskan konsep dasar fasilitas kepabeanan

1) Menjelaskan konsep dasar makro fasilitas kepabeanan 2) Menjelaskan dampak ekonomi fasilitas kepabeanan

b. Menjelaskan konsep proses bisnis perusahaan penerima fasilitas KITE 1) Menjelaskan konsep dan skema fasilitas KITE pembebasan

2) Menjelaskan konsep dan skema fasilitas KITE IKM

3) Menjelaskan konsep dan skema fasilitas KITE Pengembalian

c. Melakukan pengujian persyaratan dan pemenuhan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE 1) Menjelaskan persyaratan perizinan fasilitas KITE Pembebasan, KITE Pengembalian, dan KITE IKM 2) Menjelaskan proses pengajuan dan penetapan fasilitas KITE

3) Menjelaskan sistem pengendalian internal (SPI) perusahaan

4) Menjelaskan gambaran umum sistem informasi persediaan berbasis komputer (IT Inventory) dan proses pencatatan barang pada IT Inventory

5) Menjelaskan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE

6) Melakukan pengujian persyaratan dan pemenuhan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE Pembebasan, KITE Pengembalian, dan KITE IKM

d. Menjelaskan prosedur impor/pemasukan fasilitas KITE

1) Menjelaskan ketentuan impor atau pemasukan dengan fasilitas KITE serta dokumen pabean yang digunakan

2) Menjelaskan ketentuan jaminan fasilitas KITE Pembebasan dan KITE IKM

3) Menjelaskan periode pembebasan atau jangka waktu fasilitas KITE dan perpanjangannya e. Menjelaskan prosedur penyelesaiaan barang fasilitas KITE

1) Menjelaskan prosedur penyelesaian barang fasilitas KITE dengan ekspor serta dokumen yang digunakan

2) Menjelaskan prosedur penyelesaian barang fasilitas KITE dengan selain ekspor serta dokumen yang digunakan

f. Melakukan penerimaan dan penelitian atas penyampaian laporan pertanggungjawaban dan permohonan pengembalian oleh perusahaan KITE

1) Menjelaskan cara penyusunan BCLKT 01 2) Menjelaskan cara penyusunan BCLKT 02 3) Menjelaskan cara penyusunan BCLKT 03

4) Menjelaskan proses validasi administrasi BCLKT

5) Melakukan proses penelitian atas materi BCLKT atau laporan pertanggungjawaban fasilitas KITE 6) Melakukan tindak lanjut hasil penelitian fasilitas KITE

(3)

g. Melakukan monitoring dan evaluasi perusahaan penerima fasilitas KITE

1) Menjelaskan konsep monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE 2) Menjelaskan jenis kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE 3) Menjelaskan pelaksanaan Audit Kepabeanan perusahaan Fasilitas KITE

4) Melakukan teknik analisis data dalam rangka monitoring dan evaluasi fasilitas KITE 5) Melakukan kegiatan monitoring dan tindak lanjutnya

6) Melakukan kegiatan evaluasi dan tindak lanjutnya

h. Menjelaskan ketentuan sanksi administrasi, pembekuan, dan pencabutan fasilitas KITE 1) Menjelaskan ketentuan sanksi administrasi

2) Menjelaskan ketentuan pembekuan dan pencabutan fasilitas KITE i. Menjelaskan fitur menu CEISA KITE

1) Menjelaskan fitur menu Skep Fasilitas KITE 2) Menjelaskan fitur menu pengelolaan jaminan KITE

3) Menjelaskan fitur menu Laporan Pertanggungjawaban KITE 4) Menjelaskan fitur menu KITE Pembebasan

5) Menjelaskan fitur menu KITE Pengembalian 6) Menjelaskan fitur menu KITE IKM

7) Menjelaskan menu pendukung lainnya

j. Menerapkan Customs and Excise Client Service Charter (CECSC) untuk pelayanan dalam pemberian fasilitas kepabeanan

1) Menjelaskan konsep CECSC

2) Menerapkan CECSC untuk pelayanan dalam pemberian fasilitas kepabeanan 3) Menerapkan CECSC untuk pelayanan dalam pemberian fasilitas KITE

LAMA PELATIHAN EFEKTIF DAN DAFTAR MATA PELAJARAN

No Kegiatan Nama Mata Pelajaran Jam Pelajaran

Urutan Sinkronus Asinkronus Total

1 Mata Pelajaran Pokok

a. Konsep Dasar Fasilitas

Kepabeanan 2 - 2 1

b. Proses Bisnis Fasilitas

KITE 4 1 5 2

c. Persyaratan dan

Kewajiban Fasilitas KITE 5 2 7 3

d. Prosedur Impor/

Pemasukan Fasilitas KITE

5 2 7 4

e. Prosedur Penyelesaian

Fasilitas KITE 5 2 7 5

(4)

f. Laporan

Pertanggungjawaban dan Permohonan

Pengembalian Fasilitas KITE

6 2 8 6

g. Monitoring dan Evaluasi

Fasilitas KITE 4 1 5 7

h. Sanksi Administrasi, Pembekuan, dan Pencabutan Fasilitas KITE

2 - 2 8

i. CEISA KITE 4 1 5 9

2 Mata Pelajaran Penunjang

CECSC dalam Pemberian

Fasilitas Kepabeanan 2 - 2 10

3 Ceramah Bestpractice pada Perusahaan Penerima Fasilitas KITE

2 - 2 -

4 Action Learning Pelayanan dan Pengawasan

Fasilitas KITE 5 9 14 11

Total JP 46 20 66 -

Lama Waktu Ujian

▪ Ujian klaster untuk beberapa mata pelajaran yaitu:

Klaster I

1) Konsep Dasar Fasilitas Kepabeanan 2) Proses Bisnis Fasilitas KITE

3) Persyaratan dan Kewajiban Fasilitas KITE 4) Prosedur Impor/Pemasukan Fasilitas KITE 5) Prosedur Penyelesaian Fasilitas KITE Klaster II

1) Laporan Pertanggungjawaban dan Permohonan Pengembalian Fasilitas KITE

2) Monitoring dan Evaluasi Fasilitas KITE

3) Sanksi Administrasi, Pembekuan, dan Pencabutan Fasilitas KITE

▪ Mata pelajaran tidak diujikan yaitu 1) CEISA KITE

2) CECSC dalam Pemberian Fasilitas Kepabeanan

3 JP

(Pilihan Ganda dan/atau Esai)

3 JP

(Pilihan Ganda dan/atau Studi Kasus)

(5)

▪ Disediakan evaluasi dua/ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertama belum memenuhi ambang batas kelulusan (evaluasi dua dilaksanakan di luar pelatihan sebelum pengumuman hasil pembelajaran).

Total JP + JP Evaluasi 72 JP

Dilaksanakan Dalam

▪ Studi Mandiri dan Tatap Muka : 8 hari (± 8 JP/hari)

▪ Action Learning : 5 hari

± 13 hari

JENIS DAN JENJANG PROGRAM Pelatihan ini berjenjang lanjutan

PERSYARATAN PESERTA

a. Berkualifikasi minimal Pelaksana Pemeriksa, diutamakan kepada pegawai yang bertugas di Kantor Wilayah DJBC yang melaksanakan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE Pembebasan dan/atau KITE Pengembalian serta Kantor Pengawasanan dan Pelayanan Bea dan Cukai yang melaksanakan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE IKM;

b. Usia maksimal 40 tahun;

c. Sehat jasmani dan rohani;

d. Tidak sedang menjalani atau dalam proses penjatuhan hukuman disiplin;

e. Tidak sedang mengikuti diklat lain;

f. Ditunjuk oleh Sekretaris DJBC.

KUALIFIKASI PENGAJAR Umum

a. Memiliki kemampuan dalam mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada siswa.

b. Mempunyai pengalaman mengajar / pernah menjadi instruktur.

Khusus

a. Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung materi/mata pelajaran yang diajarkan/diampu.

b. Memiliki pengalaman kerja / pelatihan pada bidang terkait materi yang akan diajarkan.

c. Merupakan narasumber yang direkomendasikan oleh Pusdiklat Bea dan Cukai atau unit teknis terkait (DJBC).

d. Metode pengajaran dapat dilakukan menggunakan Team Teaching, sharing jamlat, dan pengajar dapat didampingi oleh asisten pengajar (selama memenuhi ketentuan yang berlaku).

e. Untuk Mata Pelajaran Konsep Dasar Fasilitas Kepabeanan diutamakan pengajar berasal dari pejabat Eselon II pada Direktorat Fasilitas Kepabeanan.

f. Untuk Ceramah, narasumber berasal dari perusahaan penerima fasilitas KITE.

(6)

BENTUK EVALUASI EVALUASI LEVEL 1

• Evaluasi penyelenggaraan

• Evaluasi pengajar

EVALUASI LEVEL 2

Evaluasi peserta dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut : 1) Unsur-unsur yang dinilai

a. Kegiatan dan aktivitas belajar mengajar pada proses pembelajaran baik melalui pembelajaran tatap muka (sinkronus) maupun non tatap muka (asinkronus) akan dinilai oleh widyaiswara, pengajar, instruktur, narasumber, pelatih, panitia penyelenggara dan/atau pihak lainnya yang ditunjuk.

b. Presensi dan/atau kegiatan lainnya yang berhubungan dengan kepatuhan terhadap tata tertib pelatihan, akan dinilai oleh petugas piket/panitia penyelenggara

c. Evaluasi akhir berupa komprehensif ujian tertulis dan nilai pelaksanaan action learning

2) Tujuan Penilaian

a. Mengukur tingkat aktivitas peserta dalam penyelesaian tugas/pada proses pembelajaran.

b. Mengukur tingkat keberhasilan penyerapan dan penerapan materi pelajaran.

c. Menentukan kelulusan peserta berdasarkan standar nilai yang berlaku.

3) Sistem Penilaian

Setiap penilaian mengacu ketentuan sebagai berikut :

a. Nilai Presentasi (NPR) merupakan nilai yang diperoleh dari gabungan beberapa komponen penilaian, dengan rincian:

▪ NPR yang mata pelajarannya tidak diujikan tetapi memiliki nilai patokan/bobot, diujikan secara klaster komperehensif, komponen Nilai Presentasinya yaitu:

1) Nilai kehadiran peserta pelatihan, yang diberi simbol “P”, diberi bobot 30%

2) Nilai penyelesaian tugas/aktivitas, yang diberi simbol “Q”, diberi bobot 70%

Jika dirumuskan maka:

NPR =

(P x 30) + (Q x 70) 100

b. Nilai Patokan (NP) adalah bobot yang diberikan pada setiap mata pelajaran pokok dan/atau mata pelajaran penunjang yang menggambarkan tingkat pentingnya setiap mata pelajaran berdasarkan

(7)

desain pembelajaran dan/atau lamanya jam pelatihan. Adapun NP tiap mata pelajaran adalah sebagai berikut:

MATA PELAJARAN NP

1. Konsep Dasar Fasilitas Kepabeanan 4

2. Proses Bisnis Fasilitas KITE 10

3. Persyaratan dan Kewajiban Fasilitas KITE 14

4. Prosedur Impor/Pemasukan Fasilitas KITE 14

5. Prosedur Penyelesaian Fasilitas KITE 14

6. Laporan Pertanggungjawaban dan Permohonan Pengembalian Fasilitas KITE 16

7. Monitoring dan Evaluasi Fasilitas KITE 10

8. Sanksi Administrasi, Pembekuan, dan Pencabutan Fasilitas KITE 4

9. CEISA KITE 10

10. CECSC dalam Pemberian Fasilitas Kepabeanan 4

c. Nilai Tertimbang (NT) merupakan hasil pembobotan dari Nilai Presentasi (NPR), yang diperoleh dengan mengalikan Nilai Presentasi dengan Nilai Patokan (NP). Nilai Tertimbang (NT) setiap mata pelajaran diperoleh dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

NT = NPR x NP 100

d. Nilai Ujian Klaster, merupakan nilai untuk mata pelajaran tertentu yang dilakukan secara klaster komprehensif. Mata pelajaran yang diujikan berupa klaster komprehensif untuk mata pelajaran sebagai berikut:

No Mata Pelajaran Jenis Ujian Alokasi

Jamlat Ujian 1 Konsep Dasar Fasilitas Kepabeanan

Klaster I 3 JP 2 Proses Bisnis Fasilitas KITE

3 Peryaratan dan Kewajiban Fasilitas KITE 4 Prosedur Impor/Pemasukan Fasilitas KITE 5 Prosedur Penyelesaian Fasilitas KITE 6 Laporan Pertanggungjawaban dan

Permohonan Pengembalian Fasilitas KITE

Klaster II 3 JP 7 Monitoring dan Evaluasi Fasilitas KITE

8 Sanksi Administrasi, Pembekuan, dan Pencabutan Fasilitas KITE

(8)

▪ Disediakan evaluasi dua/ujian mengulang untuk peserta pelatihan yang pada hasil ujian pertama belum memenuhi ambang batas kelulusan (evaluasi dua dilaksanakan di luar pelatihan sebelum pengumuman hasil pembelajaran).

▪ Nilai batas minimal untuk ujian Klaster I dan Klaster II ≥ 65

f. Nilai Ujian Gabungan (NUG) merupakan nilai yang diperoleh dari rata-rata Nilai Ujian Klaster I dan Klaster II

g. Nilai Action Learning (NAL) adalah nilai yang diperoleh dari Nilai Pelaksanaan Tugas Action Learning (NPTAL) yang diberi bobot 50% dan Nilai Laporan Action Learning (NLAL) yang diberi bobot 50%, dirumuskan sebagai berikut:

h. Nilai Akhir (NA) adalah nilai yang diperoleh dari jumlah Nilai Tertimbang (NT) yang diberi bobot 20%, ditambah dengan Nilai Gabungan (NUG) yang diberi bobot 40% dan Nilai Action Learning (NAL) yang diberi bobot 40%, dirumuskan akan menjadi sebagai berikut:

NA =

( ∑NT x 20 ) + ( NUG x 40 ) + ( NAL x 40 ) 100

i. Syarat Kelulusan

Peserta pelatihan dinyatakan lulus bila memenuhi kriteria sebagai berikut:

▪ Nilai Akhir ≥ 65

▪ Jumlah Nilai Tertimbang (ΣNT) ≥ 65

▪ Nilai Presentasi (NPR) mata pelajaran pokok ≥ 65

▪ Nilai Presentasi (NPR) mata pelajaran penunjang ≥ 60

▪ Nilai Gabungan (NUG) ≥ 65

NAL =

(NPTAL x 50) + (NLAL x 50) 100

EVALUASI LEVEL 3 -

EVALUASI LEVEL 4 -

(9)

FASILITAS

1. Komputer / laptop masing-masing siswa/peserta;

2. Jaringan internet;

3. Materi dalam bentuk modul, dan/atau bahan ajar, dan/atau bahan tayang, dan/atau bentuk lainnya;

4. Fasilitas lainnya sesuai keperluan dalam pelatihan ini; dan 5. Lain-lain terlampir

Jakarta, 21 Juli 2021

Kepala Pusdiklat Bea dan Cukai

Ditandatangani secara elektronik Harry Mulya

(10)

Lampiran

A. Rincian Mata Pelajaran

NO. TUJUAN MATERI POKOK BAHASAN

1 Menjelaskan konsep dasar fasilitas kepabeanan

Konsep Dasar Fasilitas Kepabeanan

1. Konsep dasar makro fasilitas kepabeanan a. Konsep fasilitas prosedural

b. Konsep fasilitas fiskal, pembebasan, keringanan, penangguhan dan pengembalian bea masuk

2. Dampak ekonomi fasilitas kepabeanan a. Tugas dan fungsi DJBC

b. Dampak insentif terhadap daya saing dan investasi

2 Menjelaskan konsep proses bisnis

perusahaan penerima fasilitas KITE

Proses Bisnis Fasilitas KITE

1. Konsep dan skema Fasilitas KITE Pembebasan

a. Konsep umum fasilitas KITE Pembebasan b. Skema Fasilitas KITE Pembebasan 2. Konsep dan skema Fasilitas KITE IKM

a. Konsep umum fasilitas KITE IKM b. Skema Fasilitas KITE IKM

3. Konsep dan skema Fasilitas KITE Pengembalian

a. Konsep umum fasilitas KITE Pengembalian

b. Skema Fasilitas KITE Pengembalian 3 Melakukan

pengujian persyaratan dan pemenuhan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE

Persyaratan dan Kewajiban Fasilitas KITE

1. Persyaratan perizinan fasilitas KITE

a. Persyaratan perizinan fasilitas KITE Pembebasan

b. Persyaratan perizinan fasilitas KITE Pengembalian

c. Persyaratan perizinan fasilitas KITE IKM 2. Prosedur pengajuan dan penetapan Fasilitas

KITE

a. Prosedur pengajuan permohonan Fasilitas KITE

(11)

NO. TUJUAN MATERI POKOK BAHASAN

b. Penetapan perusahaan penerima Fasilitas KITE

3. Sistem Pengendalian Internal (SPI) perusahaan

a. Kriteria SPI b. Elemen SPI

4. Gambaran umum sistem informasi persediaan berbasis komputer (IT Inventory) dan proses pencatatan barang pada IT Inventory

a. Kriteria IT Inventory

b. Proses pencatatan barang pada IT Inventory

5. Kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE 6. Pengujian persyaratan dan pemenuhan kewajiban perusahaan penerima fasilitas KITE Pembebasan, KITE Pengembalian, dan KITE IKM

4 Menjelaskan prosedur

impor/pemasukan fasilitas KITE

Prosedur impor/

pemasukan fasilitas KITE

1. Ketentuan impor atau pemasukan dengan fasilitas KITE serta dokumen pabean yang digunakan

a. Prosedur importasi barang fasilitas KITE yang berasal dari luar daerah pabean menggunakan dokumen PIB

b. Prosedur pemasukan barang dari Tempat Penimbunan Berikat ke perusahaan fasilitas

c. Prosedur pemasukan barang dari Perusahaan KITE Pembebasan atau KITE IKM lainnya ke Perusahaan KITE Pembebasan atau KITE IKM.

2. Ketentuan penyerahan jaminan Fasilitas KITE Pembebasan dan KITE IKM

3. Ketentuan periode pembebasan atau jangka waktu fasilitas KITE dan perpanjangannya.

(12)

NO. TUJUAN MATERI POKOK BAHASAN 5 Menjelaskan

prosedur penyelesaiaan barang fasilitas KITE

Prosedur penyelesaiaan barang fasilitas KITE

1. Prosedur penyelesaian barang fasilitas KITE dengan ekspor serta dokumen yang digunakan

a. Prosedur ekspor fasilitas KITE langsung keluar daerah pabean menggunakan dokumen PEB

b. Prosedur ekspor fasilitas KITE keluar daerah pabean melaui Pusat Logistik Berikat (PLB) dan konsorsium

• Menggunakan dokumen BC 3.3 dan P3BET melalui PLB

• SSTB dan BC 30 melalui konsorsium KITE IKM

c. Prosedur penyerahan hasil produksi fasilitas KITE ke Kawasan Berikat.

d. Prosedur penyerahan hasil produksi fasilitas KITE Pembebasan/KITE IKM ke KITE Pembebasan/KITE IKM lainnya.

2. Prosedur penyelesaian barang fasilitas KITE dengan selain ekspor serta dokumen yang digunakan

a. Penjualan sisa proses produksi ke TLDDP b. Pemusnahan atau perusakan bahan baku

rusak

c. Penjualan hasil produksi KITE IKM ke TLDDP

6 Melakukan penerimaan dan penelitian atas penyampaian laporan

pertanggungjawaban dan permohonan pengembalian oleh perusahaan KITE

Laporan

Pertanggungjawa ban KITE dan Permohonan Pengembalian

1. Penyusunan laporan BCLKT-01 KITE Pembebasan

2. Penyusunan laporan BCLKT-02 KITE Pengembalian

3. Penyusunan laporan BCLKT-03 KITE IKM 4. Proses validasi administrasi laporan BCLKT 5. Proses penelitian atas materi BCLKT atau

laporan pertanggungjawaban fasilitas KITE a. Penelitian keterkaitan bahan baku dan

barang jadi

(13)

NO. TUJUAN MATERI POKOK BAHASAN

b. Penelitian Laporan Hasil Pemeriksaan Realisasi Ekspor (LHPRE)

c. Penelitian rasio ekspor impor fasilitas KITE

d. Penelitian dokumen pendukung lainnya 6. Tindak lanjut hasil penelitian fasilitas KITE

a. Penerbitan SPPJ b. Penerbitan SPKJ c. Penerbitan SKPFPBM d. Penerbitan surat penolakan e. Penerbitan SPP

7 Melakukan monitoring dan evaluasi perusahaan fasilitas KITE

Monitoring dan Evaluasi Fasilitas KITE

1. Konsep monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE

a. Konsep monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE Pembebasan

b. Konsep monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE Pengembalian

c. Konsep monitoring dan evaluasi terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE IKM 2. Jenis kegiatan monitoring dan evaluasi

terhadap perusahaan penerima fasilitas KITE a. Monitoring Umum

b. Monitoring Khusus c. Monitoring Mandiri d. Evaluasi Makro e. Evaluasi Mandiri

3. Pelaksanaan Audit Kepabeanan perusahaan Fasilitas KITE

4. Teknik analisis data dalam rangka monitoring dan evaluasi fasilitas KITE

5. Kegiatan monitoring dan tindak lanjutnya 6. Kegiatan evaluasi dan tindak lanjutnya

(14)

NO. TUJUAN MATERI POKOK BAHASAN 8 Menjelaskan

ketentuan sanksi administrasi, pembekuan, dan pencabutan fasilitas KITE

Sanksi Administrasi, Pembekuan, dan Pencabutan Fasilitas KITE

1. Ketentuan Sanksi Administrasi

a. Sanksi Administrasi di Bidang Kepabeanan

b. Sanksi Administrasi di Bidang Perpajakan 2. Ketentuan Pembekuan dan Pencabutan

fasilitas KITE a. Pembekuan b. Pencabutan 9 Menjelaskan fitur

menu CEISA KITE

CEISA KITE 1. Fitur menu Skep Fasilitas KITE 2. Fitur menu pengelolaan jaminan KITE

3. Fitur menu Laporan Pertanggungjawaban KITE

4. Fitur menu KITE Pembebasan 5. Fitur menu KITE Pengembalian 6. Fitur menu KITE IKM

7. Fitur menu pendukung lainnya 10 Menerapkan

Customs and Excise Client Service Charter (CECSC) untuk pelayanan dalam pemberian Fasilitas

Kepabeanan

CECSC dalam Pemberian Fasilitas Kepabeanan

1. Konsep CECSC

2. CECSC untuk pelayanan dalam pemberian Fasilitas Kepabeanan

3. CECSC untuk pelayanan dalam pemberian Fasilitas KITE

B. Mekanisme Action Learning 1. Tempat

Kegiatan action learning dapat dilaksanakan di lokasi Kanwil DJBC atau KPPBC yang menangani pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE dengan jumlah perusahaan KITE yang cukup banyak (seperti Kanwil DJBC Jakarta, Kanwil DJBC Banten, Kanwil DJBC Jawa Barat, Kanwil DJBC Jawa Timur I, Kanwil DJBC Jateng DIY) dan KPPBC yang menangani fasilitas KITE IKM (seperti KPPBC Surakarta, KPPBC Purwokerto, KPPBC Tasikmalaya, dan KPPBC Denpasar). Dalam hal kegiatan action learning akan dilakukan secara daring, unit penyelenggara pelatihan akan memfasilitasi dengan menyiapkan aplikasi meeting online.

(15)

2. Kegiatan

Pembelajaran di tempat kerja (action learning) setelah mendapatkan Pelatihan Jarak Jauh (PJJ), peserta diberikan waktu selama 5 (lima) hari kerja untuk mengimplementasikan dan mengeksplorasi hasil dari pembelajaran tersebut di Kanwil DJBC atau KPPBC yang menangani Fasilitas KITE yaitu berupa kegiatan pelayanan dan pengawasan Fasilitas KITE. Mengingat kemungkinan tidak semua peserta berasal dari unit kerja yang memiliki kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE, maka berlaku ketentuan sebagai berikut:

a) Peserta dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari maksimal 6 orang (atau menyesuaikan dengan jumlah peserta). Dalam hal jumlah peserta yang berasal dari unit kerja Kanwil DJBC atau KPPBC yang memiliki kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE mencukupi, maka dalam setiap kelompok harus ada minimal satu orang peserta yang berasal dari unit kerja Kanwil DJBC atau KPPBC yang memiliki kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE.

b) Dalam hal anggota kelompok terdapat minimal satu peserta berasal dari unit kerja Kanwil DJBC atau KPPBC yang ditunjuk sebagai lokasi action learning, maka kegiatan praktik dapat dilakukan oleh peserta tersebut. Peserta lainnya dalam kelompok berperan dalam mengidentifikasi kegiatan yang akan dipraktikkan dan membahas konsep review atas penelitian, pengujian pelayanan, dan pengawasan fasilitas KITE.

c) Dalam hal ketika pelaksanaan action learning, tidak terdapat kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE secara langsung, maka peserta dapat menggunakan dokumen-dokumen kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE periode sebelumnya yang dapat digunakan untuk praktik action learning.

d) Dalam hal di dalam kelompok tidak terdapat peserta yang berasal dari unit kerja Kanwil DJBC atau KPPBC yang memiliki kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE, maka peserta dapat mencari referensi dari unit lainnya/Youtube/sumber lainnya dan memilih salah satu tema yang relevan dengan pembelajaran Fasilitas KITE dan berdiskusi dengan Mentor di Lokasi Kanwil DJBC atau KPPBC yang telah ditunjuk pada kegiatan action learning.

e) Pelaksanaan action learning dapat dilakukan dengan melibatkan peserta action learning secara langsung dalam kegiatan pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE, melibatkan secara langsung dengan pendampingan atau melalui observasi tergantung kebijakan masing-masing unit lokasi kegiatan action learning.

f) Output action learning berupa laporan kegiatan pelayanan dan pengawasan Fasilitas KITE sesuai tema yang telah ditentukan dan slide materi (dalam bentuk ppt) yang akan dipersentasikan dalam sesi pemaparan hasil kegiatan action learning.

g) Tema pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE meliputi :

• Penelitian dan Pengujian Persyaratan Fasilitas KITE

• Penelitian dan Pengujian Laporan Pertanggung Jawaban KITE Pembebasan

• Penelitian dan Pengujian Laporan Pertanggung Jawaban KITE Pengembalian

(16)

• Monitoring dan Evaluasi Fasilitas KITE

• Pelayanan dan Pengawasan Fasilitas KITE IKM

3. Pendampingan (Mentoring) di tempat Action Learning

a) Mentor dalam kegiatan action learning ini adalah pejabat yang terkait dengan tugas pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE.

b) Masing-masing Peserta berdiskusi dengan kelompoknya untuk memilih dan memutuskan tema kegiatan yang akan diangkat sebagai project assignment dengan persetujuan Mentor pada lokasi action learning.

c) Masing-masing Peserta wajib berdiskusi dengan pejabat yang ditunjuk sebagai mentor untuk:

1) Menyampaikan rencana project assignment

2) Rencana praktik/ implementasi/project assignment berupa:

• Identifikasi kegiatan yang akan dipraktikkan.

• Konsep review atas penelitian, pengujian pelayanan, dan pengawasan fasilitas KITE.

3) Mendapatkan persetujuan dan arahan atas rencana praktik/ implementasi/project assignment.

4) Mendapatkan saran/masukan dan validasi pemantauan praktik/ implementasi/project assignment tersebut.

5) Mendapatkan persetujuan atas hasil praktik/ implementasi/project assignment

d) Proses mentoring didokumentasikan dalam form monitoring Laporan Kegiatan yang wajib dilengkapi baik oleh peserta maupun oleh Mentor.

4. Pembimbingan (Coaching) di tempat Action Learning

a) Selama durasi pembelajaran di lokasi action learning, peserta dapat berkonsultasi dengan coach yang merupakan pengajar/narasumber/pihak yang ditunjuk oleh penyelenggaran pelatihan terkait pembuatan output action learning tersebut.

b) Mekanisme konsultasi sesuai kesepakatan pengajar/narasumber panitia penyelenggara, peserta, dan pengajar/narasumber (dapat melalui surat elektronik/aplikasi WhatsApp/lainnya).

c) Coach akan memberikan penilaian atas output action learning peserta yang dipresentasikan saat sesi sinkronus.

5. Tabel Kegiatan Action Learning

a) Hari ke-1 sampai dengan hari ke-3 dari pembelajaran di lokasi Action Learning, peserta diberikan waktu untuk menyelesaikan tahapan project assignment yang mencakup identifikasi kegiatan yang akan dipraktikkan dan konsep review atas penelitian, pengujian pelayanan dan pengawasan fasilitas KITE, dengan alokasi waktu setiap hari sebanyak 2 jam pelajaran.

b) Maksimal hari ke-4 (pukul 16.00 WIB) dari pembelajaran di tempat kerja, peserta wajib mengumpulkan output final berupa:

(17)

▪ Form monitoring laporan kegiatan pelayanan dan pengawasan Fasilitas KITE sesuai tema yang telah ditentukan. (terlampir)

▪ Slide materi (dalam bentuk ppt) yang akan dipresentasikan saat sesi sinkronus.

c) Pada hari ke-5 dari pembelajaran di tempat kerja, peserta wajib hadir pada sesi sinkronus dan mempresentasikan hasil output action learning dengan alokasi waktu sebanyak 5 jam pelajaran.

Penilai akan memberikan penilaian dan saran/masukan untuk penyempurnaan hasil action learning yang telah disusun oleh peserta.

d) Tabel kegiatan action learning sebagai berikut

NO URAIAN JP

1 Hari Ke-1 s.d. Ke-3

• Studi mandiri dengan coaching dan mentoring

• Dilakukan 2 JP per hari

6 JP

2 Hari Ke-4 (16.00 WIB)

• Finalisasi output action learning

3 JP

3 Hari Ke-5

• Tatap Muka/Sinkronus dan Presentasi

5 JP

6. Penilaian Action Learning

Nilai Action Learning mempunyai unsur yang dinilai berupa:

a) Nilai Pelaksanaan Tugas Action Learning (NPTAL) dengan bobot 50%

• Nilai diperoleh dari penilai yang ditunjuk sebagai Mentor dalam kegiatan action learning yang melakukan pembimbingan (mentoring) selama action learning, penilaian meliputi tingkat pelaksanaan penugasan yang diberikan selama mengikuti kegiatan action learning.

• Ukuran/kriteria/unsur-unsur penilaian aktifitas action learning antara lain meliputi kualitas dan kecepatan penyelesaian tugas, kedisiplinan, dan keaktifan peserta selama kegiatan.

• Nilai/Skor dinyatakan dengan angka bulat 0 s.d 100 yang dapat diterjemahkan ke dalam nilai huruf sebagai berikut:

No Nilai/Skor Nilai Huruf 1. 90 s.d 100 Amat Baik

2. 76 s.d 89,99 Baik 3. 65 s.d 75,99 Cukup 4. < 65,00 Kurang

b) Nilai Laporan Action Learning (NPLAL) dengan Bobot 50%

Nilai didapat dari hasil penyelesaian project assignment yaitu berupa laporan kegiatan pelayanan dan pengawasan Fasilitas KITE sesuai tema yang telah ditentukan dan slide materi (dalam bentuk ppt) yang akan dipersentasikan dalam sesi pemaparan hasil kegiatan action learning. Nilai diberikan oleh coach.

(18)

FORM MONITORING MENTOR

No Uraian Kegiatan  / X Tanggal

Konsultasi

Tanda Tangan

Mentor

Keterangan

1 Identifikasi kegiatan yang akan dipraktikkan.

2

Konsep review atas penelitian, pengujian pelayanan, dan pengawasan fasilitas KITE

3

(19)

LAPORAN KEGIATAN ACTION LEARNING

KELOMPOK TEMA

MENTOR COACH

KETUA

ANGGOTA 1. ….

2. …..

3. …..

4. …..

5. ……

PELATIHAN JARAK JAUH FASILITAS KITE

TA 2021

(20)

LAPORAN KEGIATAN ACTION LEARNING PELATIHAN JARAK JAUH FASILITAS KITE

T.A. ……

DI ………..

TANGGAL ……… TAHUN …..

Oleh Kelompok:

Ketua : ……….. NIP : ………

Anggota : 1. ………….. NIP : ………

2. ………….. NIP : ………

3. ………….. NIP : ………

4. ………….. NIP : ………

5. ………….. NIP : ………

No. Tanggal Kegiatan Persetujuan Mentor

1 2 3

1. Lokasi / Waktu Pelaksanaan 2. Prosedur Kerja :

a) Tema Pelayanan dan Pengawasan Fasilitas KITE

b) Pelaksanaan Pelayanan dan Pengawasan Fasilitas KITE

c) Pelaporan/Hasil Pekerjaan (dapat dilengkapi gambar/screen shoot/foto yang mendukung proses pelaksanaan pekerjaan)

3. Lampiran.

Kota, ………

No. Nama NIP Tanda Tangan

1 1.

2 2.

3 3.

4 4.

5 5.

6 6.

Referensi

Dokumen terkait

Tonsili nsilitis kronik adalah tis kronik adalah perada peradangan kronik ngan kronik tonsi tonsila la palat palatina ina lebih dari lebih dari   bulan

Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur dan terimakasih sebesar- besarnya kepada Tuhan Yang Masa Esa atas segala kasih, rahmat dan karunia yang telah diberikanNYA sehingga

Bila ulkusnya lebih mendalam lagi maka timbullah perforasi yang merupakan suatu keadaan yang sangat membahayakan oleh karena timbul hubungan langsung dari bagian dalam

Melakukan massage pada wajah.. SMK Bidang Tata Kecantikan Kulit, Program Keahlian Tata Kecantikan Kulit 15 d) Tunggu hingga kering. e) Angkat semua masker dan kulit

Berdasarkan fenomena gap dan research gap yang telah dijabarkan, maka dilakukan penelitian untuk melihat hubungan kausalitas antara perkembangan pasar saham syariah,

1) Hibah yang bersumber dari dalam negeri Kasatker mengajukan (SP2HL) atas seluruh pendapatan hibah langsung sebesar yang diterima dan belanja yang telah ditetapkan pada

(4) Masyarakat Desa bersama Pemerintah Desa dalam penyusunan rencana aksi Desa pesisir sebagaimana dimaksud pada ayat (2) didampingi oleh kementerian dan/atau

Pada saat catu daya dihidupkan maka keypad akan melakukan proses scan kemudian keypad akan mengirimkan sinyal ke mikrokontroler untuk diproses, bila sesuai