MERANCANG STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
Mustiawan, M.I.Kom
Mata Kuliah : Integrated Marketing Communication Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Strategi Komunikasi Pemasaran ?
DEFINISI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
Strategi Komunikasi Pemasaran adalah rencana yang disatukan, menyeuruh, terpadu yang mengaitkan kekuatan strategik perusahaan dengan tantangan lingkungan dan yang dirancang untuk memastikan bahwa proses penyebaran informasi tentang perusahaan dan apa yang hendak ditawarkannya pada pasar sasaran.
Strategi komunikasi pemasaran adalah kumpulan petunjuk dan kebijakan yang digunakan secara efektif untuk mencocokkan program pemasaran (produk, harga, promosi, dan distribusi) dengan sasaran yang efektif
Tull dan Kahle bahwa strategi komunikasi pemasaran adalah sebagai alat fundamental yang direncanakan untuk mencapai tujuan perusahaan dalam mengembangkan keungguan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yang dimasuki dan program pemasaran yang digunakan untuk melayani pasar sasaran.
Dapat disimpulkan dari teori di atas bahwasanya strategi komunikasi pemasaran adalah alat untuk mencapai tujuan dalam memberikan informasi,
mempengaruhi, promosi suatu kegiatan pemasaran agar tercapainya
keberhasilan perusahaan.
Komunikasi yang efektif dapat merubah tingkah-laku, atau memperkuat tingkahlaku yang sudah diubah sebelumnya (Swastha dan Irawan, 2008). Komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditujukan kepada konsumen Soemanagara, 2012). Menurut Soemanagara (2012), tahap-tahap tersebut antara lain:
1) Tahap perubahan pengetahuan (knowledge change), dalam perubahan ini
konsumen mengetahui adanya sebuah produk, untuk apa produk itu diciptakan dan ditujukan kepada siapa produk tersebut, dengan demikian pesan yang disampaikan tidak lebih menunjukkan informasi penting sebuah produk.
2) Tahap kedua adalah tahap perubahan sikap, dalam perilaku konsumen yakni perubahan sikap ditentukan oleh tiga unsur, yang disebutkan oleh Schiffman dan Kanuk sebagai tiga komponen perubahan sikap yaitu pengetahuan, sikap dan
perilaku. Perubahan sikap yang dikehendaki tentu saja perubahan sikap kearah yang positif, perubahan positif ini mengarah kepada keinginan konsumen untuk mencoba produk, semakin tinggi kesukaan pada suatu produk, maka akan mendorong
konsumen untuk memakainya (membelinya).
3) Tahap ketiga yaitu perubahan perilaku yang ditujukan agar konsumen tidak beralih kepada produk lain dan terbiasa untuk terus memakainya. Pada tahap perubahan perilaku (behaviour change) pesan ditujukan untuk menunjukkan alasan alasan kenapa produk ini masih menjadi produk yang terbaik dibanding produk lainnya.
TUJUAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
HOW TO GET IDEAS ?
Sebelum kita menrancang sebuah program strategi komunikasi pemasaran, maka yang
perlu kita lakukan adalah harus memetakan permasalahan dan mencari ide-ide.
objective
fact
problem Idea
solution
CARA MEMETAKAN MASALAH DAN MENEMUKAN IDE-IDE
DALAM STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN
objective
fact
problem Idea
solution
Objective Finding :
Objective Finding yaitu upaya untuk mengidentifikasi situasi yang menyajikan
tantangan berupa masalah. Pada tahab ini seseorang melakukan sebuah analisis
tentang fokus masalah yang ingin diselesaikan.
objective
fact
problem Idea
solution
Fact Finding
Fact Finding yaitu upaya dalam mengenali seluruh fakta yang berkaitan dengan situasi yang sedang dihadapi serta mengenali hal-hal yang tidak diperlukam atau
dibutuhkan.
objective
fact
problem Idea
solution
Problem Finding
Problem Finding yaitu upaya mengenali seluruh perkiraan masalah yang terjadi dan memilah- milah masalah yang paling utama dari masalah yang telah diperoleh. Pada tahap ini seseorang mendefinisikan seluruh permasalahan yang ada sesuai dengan topik agar seseorang lebih dekat dengan masalah, kemudian seseorang mulai
memilah masalah yang memiliki karakteristik paling identik yang mampu memberikan
dampak solusi paling tepat pada masalah yang sedang dicari.
objective
fact
problem Idea
solution
Idea Finding
Idea Finding yaitu upaya dalam mengidentifikasi berbagai macam alternatif jawaban yang terjadi untuk digunakan sebagai pemecahan masalah. Pada tahap ini seseorang mendaftar alternative jawaban sebanyak mungkin dari tahap problem finding
sehingga memperoleh karakteristik alternatif jawaban yang sesuai dengan
pemecahan masalah, hal ini dilakukan untuk melihat kemungkinan jawaban paling
tepat yang akan dijadikan sebagai sebuah solusi penyelesaian.
objective
fact
problem Idea
solution
Solution Finding
Solution Finding yaitu upaya dalam_menentukan_kriteria
menganalisa_serta_menetapkan kemungkinan-kemungkinan dari solusi_jawaban.
Pada tahap ini alternatif jawaban yang memiliki kemungkinan terbesar menjadi
jawaban yang tepat akan dievaluasi dengan seseorang atau kelompok, kemudian
seseorang merumuskan hasil jawaban dengan cara mereka sendiri.
objective
fact
problem Idea
solution
Problem Finding
Ketakutan Masyarakat terhdap vaksinasi Covid 19
Pemberitaan Hoax tentang vaksinasi Covid 19
Ketidakpatuhan masyrakat terhadapat aturan pemerintah
Idea Finding
Membangun kesadaran masyarakat melalui media secara masif.
Mebuat semua pemberitaan yang positif untuk menekan pemberitaan hoax tentang covid
Memberikan aturan yang mengikat agar masyrakat patuh
Solution Finding
Bekerjasama dengan seluruh media, LSM untuk bersama membuat pemberitaan secara masif dan positif tentang covid 19.
Membuat sebuah kampanye di berbagai media terlebih media sosial dengan menggandeng influencer.
Membuat sebuah kebijakan yang mengikat dengan mewajibkan sertifikat vaksin disetiap aktifitas
Objective Finding :
Vaksinasi Covid 19 untuk menurunkan angka peningkatan
Fact Finding
Data Peningkatan Covid 19
Kebiasanyaa masyarakat dalam menyikapi covid 19
Karakterisitik Masyarakat
CONTOH :
KAMPANYE VAKSINASI COVID 19
SOSTAC
sebuah model perencanaan marketing yang dapat digunakan dalam perencanaan aktifitas integrated marketing communication Sistem perencanaan ini dapat
diaplikasikan dalam perencanaan untuk perusahaan, pemasaran, promosi maupun perencanaan lainnya. Paul Smith (1993: 32) menjelaskan SOSTAC dalam bukunya Strategic Marketing Communication, sebagai berikut:
S – Situation Analysis (where are we now?) O – Objectives (where do we want to go?) S – Strategy (how do we get there?)
T – Tactics (the details of strategy)
A – Action (or implementation – putting the plans to work)
C – Control (measurement and control)
Analisis situasi merupakan tahapan pertama didalam metode SOSTAC yang menjelaskan dimana posisi kita sekarang (Where are we now?).
Pada tahap ini, kita perlu menganalisis baik secara internal maupun eksternal di dalam organisasi. Bagaimana lingkungan bisnis mempengaruhi situasi bisnis secara offline saat ini atau yang sedang berjalan. Untuk mengetahui faktor internal perusahaan, ada hal-hal yang perlu diketahui untuk menjadi patokan dalam pengenalan internal perusahaan itu sendiri, yang meliputi performa perusahaan, kemampuan, kebijakan perusahaan, bauran pemasaran (marketing mix), dan bauran jasa. Sedangkan faktor eksternal meliputi struktur pasar, tren pasar, ekonomi (mikro), dan kekuatan (power).
Analisis Situasi melibatkan implementasi yang terkandung dalam perusahaan pada bentuk performa perusahaan dari hasil pemasaran, analisis kekuatan, kelemahan, dan lingkungan, dalam bentuk kesempatan dan kunci isu perusahaan di masa mendatang yang dapat teridentifikasi.
S – Situation Analysis (where are we now?)
Customer Insight
Brand Perception
TOWS
Objektif dalam hal ini terkait dalam menentukan tujuan sebuah produk atau perusahaan dalam membuat strategi dan tindakan yang akan dilakukan. Menetapkan tujuan yang jelas diperlukan untuk memberi fokus kepada organisasi atau divisi. Tujuan yang jelas juga memberi arahan terhadap usaha kreatif selanjutnya. Hal ini
ditentukan kriteria keberhasilan dan kegagalan, dengan demikian akan memudahkan dalam proses pengawasan.
Dave Cheffey (2011: 268) menyatakan tujuan juga harus Specific, Measurable, Actionable, Realistic, Time Specific (SMART), yang didefinisikan sebagai berikut:
1) Specific: Tujuan yang cukup detail untuk mengukur masalah dan peluang sehingga dapat digunakan sebagai pedoman pembuatan strategi yang tepat sasaran.
2) Measurable: Tujuan yang ditetapkan apakah bisa diukur secara kuantitatif atau kualitatif, sehingga perusahaan dapat memonitor apakah tujuan tersebut dapat
dicapai atau tidak.
3) Actionable: Tujuan yang dibuat harus realistis dan dapat dilaksanakan. Untuk mengukur hal ini, perusahaan
dapat membandingkan kemampuan yang dimiliki dengan tujuan yang ingin dicapai. Bila kemampuan yang dimiliki tidak bisa memenuhi pencapaian tujuan, berarti ujuan tersebut tidak bersifat actionable.
4) Relevant: Tujuan yang dibuat harus relevan dengan masalah yang ingin diselesaikan oleh manager
5) Time-related: Tujuan yang dibuat harus memiliki target waktu atau deadline sesuai kerangka waktu yang ditetapkan sehingga bisa memacu perusahaan untuk mencapai tujuan tersebut tepat pada waktu yang telah
SMART
Ansoff’s Matrix O – Objectives
(where do we want to go?)
Strategi merangkum "how we get there?" yaitu bagaimana tujuan akan tercapai. Strategi mendorong taktik ke arah yang sama. Strategi komunikasi membantu menyelaraskan dan mengintegrasikan semua alat komunikasi taktis dan dapat mencakup pemilihan pasar sasaran, penentuan posisi, pemilihan alat komunikasi, urutan alat komunikasi, dan lain-lain.
Singkatnya strategi promosi menurut apa yang dijelaskan di dalam bukunya Paul Smith (1999) yaitu Strategic Marketing Communication adalah menentukan pesan yang harus ditunjukkan dengan target audience tertentu melalui bauran promosi.
Strategi komunikasi dapat mencakup pemilihan target pasar, penentuan posisi, pemilihan alat komunikasi, urutan alat komunikasi (alat yang berbeda yang digunakan pada tahap yang berbeda), dan banyak lagi.
Idealnya strategi komunikasi bisa ringkas menjawab semua pertanyaan ini. Mengembangkan strategi komunikasi pemasaran yang baik membutuhkan pertimbangan cermat. Mengembangkan strategi komunikasi pemasaran memberikan banyak manfaat. Penting untuk mengingat hal ini karena mengembangkan dan menyetujui keputusan strategis menghabiskan waktu, uang dan energi
Fokus : Strategi Konten (pesan) dan Strategi Media
STOP & SIT.
• Segmentation , Target markets ,
Objectives, Positioning & Sequence of tools, Integration, Tools
Businness Model
Brand Proposition S – Strategy
(how do we get there?)
Taktik merupakan kegiatan detail yang mengacu dari strategi yang telah ditetapkan. Menurut Chaffey & Smith (2008: 51) menentukan taktik dapat menggunakan konsep marketing mix yang berarti suatu kerangka kerja mapan konseptual yang membantu pemasar untuk struktur pendekatan mereka ke setiap target pasar.
Marketing mix dibagi menjadi 7P yaitu sebagai berikut:
1) Product: Menentukan produk dan menilia kualitas produk yang diproduksi
2) Place: menetukan tempat penyebaran sebuah produk 3) Price: Meninjau harga yang ingin dijual dan
mempertimbangkan beberapa model harga yang dinamis dan bersaing
4) Promotion: menentukan bagaimana produk itu dipromosikan melalui media mana
5) People: menetukan siapa saja yang akan terlibat dalam proses strategi komunikasi pemasaran ini
6) Process: bagaimana proses penyampaian seuah pesan agar dapat mudah tersampaikan dengan baik
7) Physical Evidence: adalah sebuah ulasan atau bentuk fisik yang dapat menjadi sebuah penguat untuk produk
tersebut.
7P
Bauran Komunikasi Pemasaran
T – Tactics
(the details of strategy)
Tahap aksi ini mengungkapkan rincian dari taktik.
Rencana program yang rinci diperlukan untuk menerapkan taktik. Tindakan menerapkan taktik ini bukan sisi pemasaran yang membutuhkan perhatian terhadap detail, keterampilan perencanaan proyek yang baik, manajemen waktu, prioritas, keterampilan manejemen orang, dan kemampuan untuk menangani tekanan dan menyelesaikan sesuatu. Langkah yang ditempuh setelah menempatkan alat promosi yang kemudian dilanjutkan dengan menentukan budget.
Menentukan budget ini merupakan tindakan dari kegiatan promosi, ini memerlukan perencanaan matang untuk memastikan sumber daya yang memadai tersedia untuk membuat strategi dan taktik benar-benar terjadi.
A – Action
(or implementation – putting
the plans to work)
Rencana harus mengidentifikasi bagaimana mereka akan dipantau, diukur dan dikendalikan. Sistem kontrol harus ada untuk membantu memantau setiap program atau kegiatan. Fungsi kontrol disini adalah untuk memonitor dan mengevaluasi secara berkala apakah marketing yang telah diterapkan perusahaan sudah berhasil mencapai tujuan atau belum. Jika belum, kesalahan apa yang membuat pencapaian tujuan menjadi terhambat? Corrective action seperti apakah yang harus dilakukan untuk memperbaikinya? (Chaffey
& Smith, 2008: 471)
C – Control
(measurement and control)
STRATEGI KOMUNIKASI PUBLIK PENANGANAN COVID 19
CONTOH :
CONTOH : S – Situation Analysis
(where are we now?)
CONTOH : S – Situation Analysis
(where are we now?)
CONTOH : O – Objectives
(where do we want to go?)
CONTOH : S – Strategy
(how do we get there?)
CONTOH : T – Tactics
(the details of strategy)
CONTOH : A – Action
(or implementation – putting the plans to work)
CONTOH : C – Control
(measurement and control)
Mustiawan, M.I.Kom
Mata Kuliah : Integrated Marketing Communication Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka