• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan Awal Rencana Strategis Perubahan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Rancangan Awal Rencana Strategis Perubahan"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 5

(2)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 6

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rancangan Awal Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Perubahan Tahun 2019-2024 merupakan dokumen perencanaan lima tahunan yang memuat tujuan, sasaran, program dan kegiatan pembangunan di bidang perindustrian dan perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur selama tahun 2019 sampai dengan 2024 yang disusun dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024, latar belakang perubahan meliputi :

• Adanya kebijakan nasional terkait PMDN 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomo 500-3708 Tahun 2020 tentang hasil verifikasi dan validasi pemutahiran klasifikasi, kodefikasi dan Nomenklatur Perencanaan Pembanguna dan Keuangan Daerah

• Adanya Pandemi Covid-19 sebagai Bencana Nasional berdampak pada Refocusing Anggaran serta Perubahan Kondisi Makro Ekonomi, sehingga perlu adanya penyesuaian Target Kinerja Pembangunan.

1.2. Landasan Hukum

Landasan hukum penyusunan Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 adalah sebagai berikut:

a. Undang Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;

b. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2019 Nomor 42);

c. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi dan Nomenklatur, Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447).

d. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016

(3)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 7 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2020 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 102);

e. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian;

f. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan;

g. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah;

h. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 102 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi jawa Timur;

i. Peraturan Gubernur Nomor 60 Tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi jawa Timur;

j. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor x Tahun 2021 tentang Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2021 Nomor x Seri x, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor xx);

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud dari penyusunan rancangan awal perubahan rencana strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 adalah sebagai dokumen perencanaan yang memuat rencana program dan kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur selama kurun waktu tahun 2019 hingga 2024. Adapun tujuannya adalah:

a. Menyelaraskan tujuan, sasaran, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2019- 2024;

b. Memberikan dasar bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2019-2024;

1.4. Sistematika Penulisan

(4)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 8

Dokumen Rencana Strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019-2024 disusun dengan sistematika sebagai berikut:

Bab I : Pendahuluan mencakup: Latar Belakang, Landasan Hukum, Maksud danTujuan, Sistematika Penulisan.

Bab II : Gambaran Pelayanan PD mencakup: Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi PD, Sumber Daya PD, Kinerja Pelayanan PD, Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan PD.

Bab III : Permasalahan dan Isu-isu Strategis PD mencakup: Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan PD, Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih, Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi/Kabupaten/Kota, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis, Penentuan Isu-isu Strategis.

Bab IV : Tujuan dan Sasaran, mencakup: Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah PD.

Bab V : Strategi dan Arah Kebijakan.

Bab VI : Rencana Program dan Kegiatan serta Pendanaan.

Bab VII : Kinerja Penyelenggaraan Bidang Urusan Bab VIII: Penutup

(5)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 9 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

Sesuai PERDA Provinsi Jawa Timur No. 11 tahun 2016, Bab IV, pasal 4 Disebutkan bahwa “Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan urusan pemerintahan bidang perindustrian dan bidang perdagangan terdiri atas 1 (satu) sekretariat dan 5 (lima) bidang”.

Dalam menyelenggarakan tugas tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan fungsi :

a) perumusan kebijakan di bidang perindustrian dan bidang perdagangan;

b) pelaksanaan kebijakan di bidang perindustrian dan bidang perdagangan;

c) pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang perindustrian dan bidang perdagangan;

d) pelaksanaan administrasi dinas di bidang perindustrian dan bidang perdagangan; dan

e) pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh gubernur terkait dengan tugas dan fungsinya

Gambar 2.1. Struktur Organisasi

(6)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 10

Sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 68 tahun 2016, Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 102 tahun 2018, Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur terdiri dari 1 unit eselon II, 20 unit eselon III terdiri dari 1 Sekretariat, 5 Bidang, 14 UPT, dan kelompok fungsional sebagaimana gambar 2.1 diatas. Berdasarkan PERGUB Jawa Timur tersebut tugas dan fungsi Sekretariat dan Bidang adalah sebagai berikut:

1) Sekretariat, Sekretariat mempunyai tugas merencanakan, melaksanakan, mengoordinasikan dan mengendalikan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, perlengkapan, penyusunan program, keuangan, hubungan masyarakat dan protocol. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Sekretariat mempunyai fungsi :

a. pengelolaan pelayanan administrasi umum dan perizinan;

b. pengelolaan administrasi kepegawaian;

c. pengelolaan administrasi keuangan;

d. pengelolaan administrasi perlengkapan;

e. pengelolaan aset dan barang milik negara/daerah;

f. pengelolaan urusan rumah tangga, hubungan masyarakat dan protokol;

g. pelaksanaan koordinasi penyusunan program, anggaran dan perundang- undangan;

h. pelaksanaan koordinasi penyelesaian masalah hukum (non yustisia) di bidang kepegawaian;

i. pelaksanaan koordinasi penyelenggaraan tugas-tugas bidang;

j. pengelolaan kearsipan dan perpustakaan;

k. pelaksanaan monitoring serta evaluasi organisasi dan tatalaksana; dan l. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

2) Bidang Industri Agro, Bidang Industri Agro mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan industri hasil pertanian, kehutanan dan perkebunan, industri makanan, hasil laut dan perikanan, serta industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar.

Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Industri Agro, mempunyai fungsi:

(7)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

11 a. pengoordinasian perencanaan program Industri Agro;

b. perumusan kebijakan teknis industri hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, industri makanan, peternakan, hasil laut dan perikanan, industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar;

c. penyusunan pedoman teknis industri hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, industri makanan, peternakan, hasil laut dan perikanan, industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar;

d. peningkatan penguasaan dan pengoptimalan pemanfaatan teknologi industri hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, industri makanan, peternakan, hasil laut dan perikanan, industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar di wilayah Provinsi;

e. pemanfaatan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam pembangunan industri hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, industri makanan, peternakan, hasil laut dan perikanan, industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar;

f. pengoordinasian pelaksanaan bimbingan dan pelatihan teknis industri hasil pertanian, kehutanan, perkebunan, industri makanan, peternakan, hasil laut dan perikanan, industri minuman, hasil tembakau dan bahan penyegar;

g. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program kerja bidang industri agro; dan

h. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

3) Bidang Industri Non-Agro, Bidang Industri Non-Agro mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis industri logam, mesin dan alat transportasi, industri kimia, tekstil dan aneka, serta industri elektronika dan telematika. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Industri Non-Agro, mempunyai fungsi:

a. pengoordinasian perencanaan program Bidang Industri Non-Agro;

b. perumusan kebijakan teknis industri logam, mesin dan alat transportasi, industri kimia, tekstil dan aneka, serta industri elektronika dan telematika;

c. penyusunan pedoman peningkatan penguasaan dan pengoptimalan pemanfaatan teknologi industri logam, mesin dan alat transportasi, industri

(8)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 12

kimia, tekstil dan aneka, serta industri elektronika dan telematika di wilayah provinsi;

d. pelaksanaan fasilitasi pemanfaatan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam pembangunan industri logam, mesin dan alat transportasi, industri kimia, tekstil dan aneka, serta industri elektronika dan telematika;

e. pengoordinasian pelaksanaan bimbingan dan pelatihan teknis industri logam, mesin dan alat transportasi, industri kimia, tekstil dan aneka, serta industri elektronika dan telematika;

f. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program kerja industri non- agro; dan

g. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

4) Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Bidang Perdagangan Dalam Negeri mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembinaan usaha, distribusi, logistik, penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri, pemantauan barang kebutuhan pokok dan barang penting, pelaksanaan pembentukan dan pembinaan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan pelaksanaan pembinaan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) serta pengoordinasian pelaksanaan dan pembinaan pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga dalam rangka perlindungan konsumen. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Perdagangan Dalam Negeri, mempunyai fungsi:

a. pengoordinasian perencanaan program Perdagangan Dalam Negeri;

b. perumusan kebijakan pembinaan usaha, distribusi, logistik, penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri, barang kebutuhan pokok dan barang penting serta perlindungan konsumen;

c. pelaksanaan kebijakan pembinaan usaha, distribusi, logistik, penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri, serta barang kebutuhan pokok dan barang penting;

d. pelaksanaan bimbingan dan pelatihan teknis pembinaan usaha, distribusi, logistik, penggunaan dan pemasaran produk dalam negeri, serta barang kebutuhan pokok dan barang penting;

(9)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

13 e. pengoordinasian pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pelaku usaha toko

bebas bea dan distributor minuman beralkohol golongan B dan golongan C;

f. pengoordinasian pelaksanaan pembangunan sarana distribusi perdagangan;

g. pengoordinasian ketersediaan stock kebutuhan pokok dan barang penting;

h. pengoordinasian pelaksanaan pemantauan harga barang kebutuhan pokok dan barang penting;

i. pengoordinasian pelaksanaan operasi pasar;

j. pemantauan dan pengawasan pendistribusian stok pupuk bersubsidi bersama Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida Provinsi;

k. penyelenggaraan dan mengikutsertakan eksportir produk unggulan yang berasal dari daerah kabupaten/kota di wilayah provinsi Jawa Timur pada misi dan promosi dagang;

l. penyelenggaraan dan mengikutsertakan eksportir produk unggulan yang berasal dari daerah kabupaten/kota di wilayah provinsi Jawa Timur pada misi pameran dagang nasional dan pameran dagang lokal;

m. pengoordinasian pelaksanaan kampanye pencitraan produk ekspor unggulan provinsi untuk skala nasional;

n. pengoordinasian pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha;

o. pelaksanaan pembentukan dan pembinaan BPSK serta pembinaan LPKSM dalam rangka perlindungan konsumen;

p. pengkoordinasian pelaksanaan dan pembinaan pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga;

q. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan program perdagangan dalam negeri; dan

r. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

5) Bidang Perdagangan Internasional, Bidang Perdagangan Internasional mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pelayanan ekspor, pengendalian dan fasilitasi impor, pengamanan perdagangan serta promosi, informasi, koordinasi dan kerja sama perdagangan

(10)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 14

internasional. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Perdagangan Internasional, mempunyai fungsi:

a. pengoordinasian perencanaan program Perdagangan Internasional;

b. perumusan kebijakan pembinaan dan pelayanan ekspor, pengendalian impor, pengamanan perdagangan serta promosi, informasi, koordinasi dan kerja sama perdagangan internasional;

c. pelaksanaan kebijakan pembinaan dan pelayanan ekspor, pengendalian impor, pengamanan perdagangan serta promosi, informasi, koordinasi dan kerja sama perdagangan internasional;

d. pelaksanaan bimbingan dan pelatihan teknis pelayanan ekspor, Peningkatan Ekspor dan Pengendalian Impor (PEPI), pengamanan perdagangan, promosi, informasi, koordinasi dan kerja sama perdagangan internasional;

e. penerbitan, pembinaan dan pengawasan eksportir yang memanfaatkan Surat Keterangan Asal (SKA);

f. pengoordinasian penggunaan Nomor Induk Berusaha;

g. penyelenggaraan dan mengikutsertakan eksportir produk unggulan yang berasal dari daerah Kabupaten/Kota pada misi pameran dagang internasional;

h. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan ekspor, pengendalian dan fasilitasi impor, pengamanan perdagangan serta promosi, informasi, koordinasi dan kerja sama perdagangan internasional; dan

i. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

6) Bidang Pengembangan Industri dan Perdagangan, Bidang Pengembangan Industri dan Perdagangan sebagaimana dimaksud, mempunyai tugas menyelenggarakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan pengembangan kerjasama sektor industri dan perdagangan, serta pengelolaan sistem informasi dan pengolahan data serta memberikan rekomendasi penerbitan perizinan industri dan perdagangan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Bidang Pengembangan Industri dan Perdagangan mempunyai fungsi:

a. pengoordinasian perencanaan program Pengembangan Industri dan Perdagangan;

(11)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

15 b. penyusunan rencana pembangunan dan perwilayahan industri provinsi, serta

pembangunan sumber daya manusia industri;

c. perumusan kebijakan pengelolaan sistem informasi dan pengolahan data, pengembangan dan kerjasama sektor industri dan perdagangan;

d. penjaminan ketersediaan dan penyaluran sumber daya alam untuk industri di wilayah Provinsi;

e. pengoordinasian pengembangan, peningkatan penguasaan dan pengoptimalan pemanfaatan teknologi industri di wilayah Provinsi;

f. pengoordinasian fasilitasi pengembangan dan pemanfaatan kreativitas dan inovasi masyarakat dalam pembangunan industri;

g. pengoordinasian penjaminan ketersediaan infrastruktur industri;

h. pengoordinasian pembangunan dan pemberdayaan industri kecil dan menengah;

i. penyiapan Standar Operasional Prosedur tentang tata cara penerbitan Izin Usaha Industri (IUI), Izin Perluasan Usaha Industri (IPUI) Besar, Izin Kawasan Industri (IKI), dan Izin Perluasan Kawasan Industri (IPKI) yang lokasinya lintas Kabupaten/Kota;

j. pemberian rekomendasi untuk penerbitan perizinan industri dan perdagangan;

k. pelaksanaan kebijakan pengelolaan sistem informasi dan pengolahan data, pengembangan dan kerjasama sektor industri dan perdagangan;

l. pelaksanaan bimbingan teknis dan supervisi pengelolaan sistem informasi dan pengolahan data, pengembangan dan kerjasama sektor industri dan perdagangan;

m. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan program kerja pengembangan industri dan perdagangan; dan

n. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

Sesuai Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 60 tahun 2018 tentang Nomenklatur, Susunan Organisasi, Uraian Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, terdapat 14 UPT Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur yaitu:

(12)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 16

1. UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau Surabaya;

2. UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau Jember;

3. UPT Industri Logam dan Perekayasaan Sidoarjo;

4. UPT Industri Kulit dan Produk Kulit Magetan;

5. UPT Industri Kayu dan Produk Kayu Pasuruan;

6. UPT Industri Makanan Minuman dan Kemasan Surabaya;

7. UPT Aneka Industri dan Kerajinan Surabaya;

8. UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Surabaya;

9. UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif Malang;

10. UPT Perlindungan Konsumen Surabaya;

11. UPT Perlindungan Konsumen Malang;

12. UPT Perlindungan Konsumen Kediri;

13. UPT Perlindungan Konsumen Bojonegoro; dan 14. UPT Perlindungan Konsumen Jember.

dengan tugas dan fungsi masing-masing UPT adalah sebagai berikut :

1) UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau, UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pengujian, inspeksi teknis, kalibrasi, sertifikasi mutu produk/jasa, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, Unit Pelaksana Teknis Pengujian Sertifikasi Mutu Barang - Lembaga Tembakau mempunyai fungsi :

a. pelaksanaan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan kegiatan sertifikasi mutu barang meliputi pengujian, inspeksi, sertifikasi produk/jasa dan kalibrasi;

c. penyiapan bahan pelaksanaan pengembangan sertifikasi mutu barang meliputi pengujian, inspeksi, sertifikasi produk/jasa dan kalibrasi;

d. pelaksanaan penilaian kesesuaian standarisasi mutu barang;

e. penyiapan bahan pelaksanaan kerjasama pengujian, inspeksi, sertifikasi produk/jasa dan kalibrasi;

(13)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

17 f. pelaksanaan saran pertimbangan teknis pemberian rekomendasi perizinan

perindustrian dan perdagangan;

g. pelaksanaan inspeksi mutu tembakau beserta sarana prasarananya;

h. pelaksanaan ketatausahaan;

i. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

j. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan

k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

2) UPT Industri Logam dan Perekayasaan, UPT Industri Logam dan Perekayasaan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dibidang alih teknologi, perekayasaan, pendampingan teknis industri logam, penyediaan fasilitas sarana usaha industri logam dan lingkungan industri, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud UPT Industri Logam dan Perekayasaan mempunyai fungsi:

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pelayanan teknis, sarana usaha industri logam dan lingkungan industri;

c. pelaksanaan alih teknologi, perekayasaan, penyediaan fasilitas sarana usaha industri dan pengelolaan kawasan lingkungan industri;

d. pelaksanaan pendampingan teknis di bidang industri logam dan perekayasaan;

e. elaksanaan fasilitasi TUK (Tempat Uji Kompetensi) pemesinan industri logam dan perekayasaan;

f. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan teknis industri logam dan perekayasaan dengan instansi terkait;

g. pelaksanaan dukungan gelar produk industri logam dan perekayasaan;

h. pelaksanaan ketatausahaan;

i. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

j. pelaksanaan monitoring evaluasi dan pelaporan; dan

k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(14)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 18

3) UPT Industri Kulit dan Produk Kulit, UPT Industri Kulit dan Produk Kulit mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pelayanan pendampingan teknis industri kulit, alih teknologi, pengelolaan limbah industri kulit, penyediaan fasilitas sarana usaha industri dan lingkungan industri, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud UPT Industri Kulit dan Produk Kulit mempunyai fungsi : a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pelayanan teknis, sarana usaha industri kulit dan produk kulit;

c. pelaksanaan alih teknologi, perekayasaan, penyediaan fasilitas sarana usaha industri, pengelolaan kawasan lingkungan industri dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL);

d. pelaksanaan pendampingan teknis di bidang industri kulit dan produk kulit;

e. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan teknis industri kulit dan produk kulit dengan instansi terkait;

f. pelaksanaan dukungan gelar produk industri kulit dan produk kulit;

g. pelaksanaan ketatausahaan;

h. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

i. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan

j. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

4) UPT Industri Kayu dan Produk Kayu, UPT Industri Kayu dan Produk Kayu mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pelayanan pendampingan teknis industri kayu dan produk kayu, alih teknologi, penyediaan fasilitas sarana usaha industri, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Industri Kayu dan Produk Kayu mempunyai fungsi :

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pelayanan teknis, sarana usaha industri kayu dan produk kayu;

c. pelaksanaan alih teknologi dan perekayasaan industri kayu dan produk kayu;

d. pelaksanaan pendampingan teknis di bidang industri kayu dan produk kayu;

e. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan teknis industri kayu dan produk kayu dengan instansi terkait;

(15)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

19 f. pelaksanaan dukungan gelar produk industri kayu dan produk kayu;

g. pelaksanaan ketatausahaan

h. pelaksanaan pelayanan masyarakat

i. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan

j. pelaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

5) UPT Industri Makanan Minuman dan Kemasan, UPT Industri Makanan Minuman dan Kemasan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pendampingan teknis industri makanan minuman dan kemasan, alih teknologi, perekayasaan, penyediaan fasilitas sarana usaha industri, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Industri Makanan Minuman dan Kemasan mempunyai fungsi :

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pelayanan teknis, sarana usaha industri makanan minuman dan kemasan;

c. pelaksanaan alih teknologi, perekayasaan dan penyediaan fasilitas sarana usaha industri;

d. pelaksanaan pendampingan teknis industri makanan minuman dan kemasan;

e. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan teknis industri makanan minuman dan kemasan dengan instansi terkait;

f. pelaksanaan dukungan gelar produk industri makanan minuman dan kemasan;

g. pelaksanaan ketatausahaan;

h. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

i. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan j. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas.

6) UPT Aneka Industri dan Kerajinan, UPT Aneka Industri dan Kerajinan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pelayanan teknis aneka industri dan kerajinan, pendampingan teknis aneka industri dan kerajinan,

(16)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 20

alih teknologi, uji laboratorium keramik, penyediaan fasilitas sarana usaha industri, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud UPT Aneka Industri dan Kerajinan mempunyai fungsi :

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pelayanan teknis, sarana usaha aneka industri dan kerajinan;

c. pelaksanaan alih teknologi, perekayasaan dan penyediaan fasilitas sarana usaha industri;

d. pelaksanaan pendampingan teknis di bidang aneka industri dan kerajinan;

e. pelaksanaan pengujian bahan baku keramik;

f. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan teknis aneka industri dan kerajinan dengan instansi terkait;

g. pelaksanaan dukungan gelar produk aneka industri dan kerajinan;

h. pelaksanaan ketatausahaan;

i. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

j. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan k. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas.

7) UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif, UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pengembangan mutu produk industri, kekayaan intelektual, desain produk industri, teknologi kreatif, ketatausahaan dan pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif mempunyai fungsi:

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pendampingan teknis berupa diseminasi standardisasi, kekayaan intelektual, desain produk industri dan teknologi kreatif;

c. pelaksanaan fasilitasi pengajuan standardisasi, kekayaan intelektual, desain produk industri dan teknologi kreatif;

d. pelaksanaan dukungan teknis kerjasama pengembangan mutu produk industri, kekayaan intelektual, desain produk industri dan teknologi kreatif;

e. pelaksanaan ketatausahaan;

(17)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

21 f. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

g. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan h. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala

Dinas.

10) UPT Perlindungan Konsumen, UPT Perlindungan Konsumen mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas dalam pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga, pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha, ketatausahaan serta pelayanan masyarakat. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, UPT Perlindungan Konsumen mempunyai fungsi:

a. penyusunan perencanaan program dan kegiatan UPT;

b. pelaksanaan pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga;

c. pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan barang beredar, jasa dan tertib niaga;

d. pelaksanaan pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha;

e. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian sengketa konsumen melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Surabaya, Malang, Bojonegoro, Jember dan Kediri;

f. pemberian dukungan teknis pengembangan perlindungan, pemberdayaan konsumen dan pelaku usaha;

g. pelaksanaan ketatausahaan;

h. pelaksanaan pelayanan masyarakat;

i. pelaksanaan monitoring, evaluasi dan pelaporan; dan

j. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

2.2. Sumber Daya Perangkat Daerah

Dari sisi aset, jumlah aset tetap Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur samapai dengan akhir tahun 2016 tercatat sebesar Rp.

427.985.498.782 dengan perincian sebagaimana Tabel 2.1 berikut:

(18)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 22

Tabel 2.1.

Rincian Aset Tetap Disperindag Prov Jatim (per 31 Desember 2016)

No Jenis Aset Tetap Nilai (Rp.)

1 Tanah 74.551.711.000

2 Peralatan dan Mesin 230.907.930.580

3 Gedung dan Bangunan 116.182.142.303

4 Jalan, Irigasi dan Jaringan 6.167.270.919

5 Aset Tetap lainnya 176.443.980

Jumlah 427.985.498.782

Sedangkan dari sisi sumber daya kepegawaian, jumlah pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan sampai dengan akhir tahun 2018 tercatat sebanyak 402 orang, secara rinci dapat dilihat pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Berdasarkan Unit Kerja Tahun 2018

NO. UNIT KERJA GOLONGAN Total

I II III IV

1 SEKRETARIAT - 8 26 2 36

2 BIDANG INDUSTRI AGRO - - 13 3 16 3 BIDANG INDUSTRI NON AGRO - 2 11 3 16

4 BIDANG PI - 2 12 2 16

5 BIDANG PDN - 2 12 5 19

6 BIDANG PIP - 2 13 2 17

7 UPT PK SURABAYA - 2 4 3 9 8 UPT PK MALANG - - 4 3 7 9 UPT PK KEDIRI - 6 9 2 17 10 UPT PK JEMBER - 1 7 2 10 11 UPT PK BOJONEGORO 1 1 2 3 7 12 UPTI LOGAM SIDOARJO 1 26 10 3 40 13 UPTI KULIT MAGETAN 1 9 6 2 18 14 UPTI KAYU PASURUAN 2 10 5 1 18 15 UPTI MAMIN SIDOARJO - 4 6 1 11 16 UPTI ANEKA IND. & KERJ. SBY 1 7 5 2 15 17 UPT PSMB - LT SURABAYA - 3 17 4 24 18 UPT PSMB - LT JEMBER 2 1 8 2 13 19 UPT P3E SURABAYA - 4 6 - 10 20 UPT PMPI & TK SURABAYA - 1 7 2 10 21 UPT PMPI & TK MALANG - 2 5 2 9 22 UPT VERIFIKASI STANDAR - 1 3 - 4

JUMLAH TOTAL 8 94 191 49 342

2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Tingkat capaian kinerja pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019 berdasarkan hasil pengukurannya disajikan dalam tabel T-C 23 sebagai berikut :

(19)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021

23 Tabel T-C.23. Pencapaian Kinerja pelayanan Perangkat daerah

Disperindag Prov. Jawa Timur

NO INDIKATOR

KINERJA TARGET

NSPK TARGET

SPM TARGET IKK

TARGET INDIKATOR

LAINNYA

TARGET RENSTRA PERANGKAT DAERAH REALISASI CAPAIAN RASIO CAPAIAN KET 2019* 2020 2021 2022 2023 2024 2019* 2020** 2019* 2020**

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1

Persentase Pertumbuhan PDRB Kategori Industri Pengolahan (%)

7,63 -0,48 3,18 5,02 5,93 7,46 6,85 - 89,78 - IKD

2

Nilai PDRB industri pengolahan (Triliun Rp)

650,22 497,83 523,52 551,35 581,53 614,33 711,3 - 109,39 - IKU

3

Persentase Pertumbuhan PDRB Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi (%)

6,34 -5,72 0,14 3,08 4,69 7,18 6,1 - 96,21 - IKD

4 Nilai PDRB Perdagangan (Rp. Triliun)

- 293,23 311,48 331,26 352,72 376,02 - - - - IKU

5

Persentase pertumbuhan net ekspor non migas (%)

2 - - - - - 127,11 - - - IKU

(20)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan | 2021 24

NO INDIKATOR KINERJA

TARGET NSPK

TARGET SPM

TARGET IKK

TARGET INDIKATOR

LAINNYA

TARGET RENSTRA PERANGKAT DAERAH REALISASI CAPAIAN RASIO CAPAIAN KET 2019* 2020 2021 2022 2023 2024 2019* 2020** 2019* 2020**

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

6

Persentase pertumbuhan net ekspor antar daerah (%)

5 - - - - - -4,47 - -89,4 - IKU

7

Persentase peningkatan barang yang diawasi dan sertifikasi barang beredar (%)

2 1 1 1 1 1 3,1 - - IKU

8

Nilai sistem akuntabiltas kinerja instansi pemerintah

86 86,2 86,4 86,6 86,8 87 90 90,24 104,65 104,69 IKU

Keterangan :

* Sebelum Covid-19

** Covid-19

(21)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur| 2021

25 4,51

5,69 7,55 6,85

3,87

-5,83 -3,55 5,29

4,27 4,27 3,8

2,06

-6,19

-4,31

-8 -6 -4 -2 0 2 4 6 8 10

2016 2017 2018 2019 TW-I 2020 TW-II 2020 TW-III 2020

JAWA TIMUR NASIONAL

Berdasarkan hasil capaian pelayanan PD sebagaimana tabel diatas, dapat dijelaskan hal-hal sebagai berikut :

2.3.1. Kinerja Industri Jawa Timur

Sektor industri pengolahan merupakan sektor strategis, karena di samping diharapkan mampu menyerap tenaga kerja sangat besar juga memiliki keterkaitan ke depan (forward linkaged) dan keterkaitan kebelakang (backward linkage) yang relatif banyak. Hasil penghitungan TW III tahun 2020 total nilai PDRB sektor industri pengolahan atas dasar harga berlaku sebesar Rp 524,07 triliun, atau setara dengan 39,73 persen dari total nilai PDRB Jawa Timur. Pertumbuhan sektor ini terkontraksi sebesar 3,55 persen di tahun TW-III 2020, sedangkan di nasional terkonstraksi sebesar 4,31 persen.

Kontraksi pada komponen itu dipengaruhi pandemi COVID-19 yang menyebabkan ada kebijakan pemerintah dengan memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sehingga membatasi ruang gerak masyarakat dan perusahaan dalam beraktivitas sehingga berdampak pada penurunan pendapatan masyarakat

Gambar 2.2

Grafik Pertumbuhan Sektor Industri Pengolahan (%)

Sumber: BPS

Tekait dengan capaian diatas, maka berikut diuraikan gambaran kondisi industri di Jawa Timur baik unit usaha, tenaga kerja, investasi dan nilai produksi.

Jumlah industri di Jawa Timur dalam empat tahun terakhir mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 1,54 persen. Untuk perkembangan Tenaga Kerja dari

(22)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur | 2021 26

tahun 2019 sebanyak 3.201.942 orang meningkat sebesar 0,46 persen atau 14.726 orang menjadi 3.216.671 orang di tahun 2020.

Pada perkembangan nilai Produksi untuk total keseluruhan semua skala industri, menunjukkan kinerja yang menggembirakan, yaitu dari tahun 2019 sebesar Rp 218.415 Milyar meningkat sebesar 0,38 persen atau Rp 829 Milyar menjadi Rp 299.244 Milyar di tahun 2020. Sedangkan perkembangan nilai investasi untuk total keseluruhan semua skala industri, menunjukkan kinerja yang menggembirakan, yaitu dari tahun 2019 sebesar Rp 68.990 Milyar meningkat sebesar 0,59 persen atau Rp 406 Milyar menjadi 69.396 Milyar di tahun 2020. Selengkapnya terkait jumlah industri dan pertumbuhannya tertera seperti dalam tabel 2.3 berikut:

Tabel 2.3 : Industri di Jawa Timur Tahun 2017-2020 No. URAIAN SATUAN 2017 2018 2019 2020

1 Industri Kecil

a. - Unit Usaha Unit 792.171 793.280 794.606 795.797 b. - Tenaga Kerja Org 1.827.696 1.835.827 1.843.038 1.851.516 c. - Nilai Produksi Milyar Rp 74.568 75.181 75.572 75.715 d. - Nilai Investasi Milyar Rp 28.333 28.457 28.562 28.730

2 Industri Menengah

a. - Unit Usaha Unit 21.496 22.323 23.094 23.128 b. - Tenaga Kerja Org 966.054 969.696 976.272 980.763 c. - Nilai Produksi Milyar Rp 56.412 56.711 57.006 57.280 d. - Nilai Investasi Milyar Rp 19.287 19.358 19.524 19.639

3 Industri Besar

a. - Unit Usaha Unit 1.181 1.201 1.228 1.231

b. - Tenaga Kerja Org 379.884 381.123 382.632 384.392 c. - Nilai Produksi Milyar Rp 85.159 85.393 85.837 86.249 d. - Nilai Investasi Milyar Rp 20.652 20.757 20.904 21.027

4 TOTAL

a. - Unit Usaha Unit 814.848 816.804 818.928 820.156 b. - Tenaga Kerja Org 3.173.634 3.186.646 3.201.942 3.216.671 c. - Nilai Produksi Milyar Rp 216.139 217.285 218.415 219.244 d. - Nilai Investasi Milyar Rp 68.272 68.572 68.990 69.396 Sumber: Dinas Perindag Provinsi Jatim

2.3.2. Kinerja Perdagangan Jawa Timur

Pertumbuhan sub sektor perdagangan di Jawa Timur selama tahun 2014-2016 mengalami fluktuasi, dan mulai tahun 2016 sampai 2018 baru menunjukkan tren peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada pertumbuhan sub sektor perdagangan di Jawa

(23)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur| 2021

27 Timur pada tahun 2014 sebesar 4,61 %, kemudian pada tahun 2015 pertumbuhan sub

sektor perdagangan naik menjadi 6 % dan tahun 2016 pertumbuhannya turun sebesar 5,81 % dan tahun 2017 pertumbuhan sub sektor perdagangan naik menjadi sebesar 6,26 % dan berada pada titik tertinggi pada tahun 2018 sebesar 6,29 %. Fluktuasi pertumbuhan sub sektor perdagangan sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2016 dikarenakan adanya ketidakpastian ekonomi global seiring ketegangan hubungan dagang antara China dan Amerika yang berdampak pada daya jual beli masyarakat.

Di tahun 2017 kembali meningkat menjadi 6,29 % jauh melampaui pertumbuhan sub sektor perdagangan nasional yang mencapai 4,46 %. Akan tetapi pada triwulan II tahun 2020 akibat pandemi covid-19 Trend pertumbuhan sub sektor perdagangan Jawa Timur mengalami kontraksi yang sangat tinggi dimana terjadi kontraksi sebesar 12,25 persen dan pada triwulan III tahun 2020 meskipun terjadi peningkatan dari pada triwulan sebelumnya tetapi masih mengalami kontraksi sebesar 9,05, dan diharapkan akan mengalami perubahan positif pada akhir tahun 2020 ini, seperti diilustrasikan dalam grafik 2.6.

Grafik 2.1 : Laju Pertumbuhan Sub Sektor Perdagangan Jawa Timur Dibanding Nasional Tahun 2015 - 2020 (Persen)

Sumber: BPS Jatim

Neraca Perdagangan Jawa Timur selama tahun 2020 masing mengalami defisit neraca perdagangan dimana defisit ini disumbang dari nilai impor Jatim yang masih lebih besar daripada nilai ekspor Jatim. Bulan Desember 2020, Jatim masih mengalami Defisit neraca perdagangan sebesar USD 248,83 Juta. Nilai ekspor Jatim selama tahun 2020 mengalami penurunan sebesar -5,29% dibandingkan tahun 2019, hal ini

6,00 5,81 6,26 6,29 6,01

2,82

-12,25 -9,05 2,47 3,93 4,44 4,97 4,62

1,60 -1

-5,03

-15,00 -10,00 -5,00 0,00 5,00 10,00

2015 2016 2017 2018 2019 TW-I 2020 TW-II 2020 TW-III 2020

JAWA TIMUR NASIONAL

Nasional;

2012; 005Nasional; 2013; 005

Nasional;

2014; 005

Nasional;

2015; 002

Nasional;

2016; 004 Jawa Timur;

2012;

8,20900

Jawa Timur;

2013;

6,18400 Jawa Timur;

2014;

4,60900

Jawa Timur;

2015; 006 Jawa Timur;

2016; 006

Nasional Jawa Timur

(24)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur | 2021 28

dikarenakan tahun 2020 terjadi fenomena pandemi Covid-19 yang banyak memberikan dampak bagi perdagangan internasional semua negara. Walaupun nilai ekspor Jatim mulai mengalami pergerakan naik/ meningkat sejak bulan September 2020, dan pada Desember 2020 pun nilai ekspor Jatim meningkat sebesar 10,58%

dibandingkan November 2020. Kegiatan impor sangat penting artinya bagi industri di Jawa Timur, karena impor di Jawa Timur masih didominasi oleh Impor Bahan Baku/Penolong untuk produksi industri Jatim. Namun nilai impor tersebut harus di imbangi dengan peningkatan nilai ekspor Jatim agar neraca perdagangan Jatim senantiasa mengalami surplus perdagangan sehingga industri dalam negeri juga mampu bangkit mengembangkan pasar produknya menuju pasar global sehingga produk Jatim memiliki daya saing lebih. Fluktuasi nilai ekspor Jatim juga dipengaruhi oleh kondisi eksternal perdagangan internasional diantaranya adalah :

• Perang Dagang beberapa negara seperti AS-China, AS-Uni Eropa, China- Australia sangat memberikan dampak bagi perdagangan barang antar negara

• Resesi ekonomi yang dialami hampir semua negara akibat pandemi Covid- 19 tahun 2020 termasuk negara tujuan ekspor utama Jatim seperti Amerika Serikat, Jepang dan negara- negara eropa

• Meningkatnya hambatan perdagangan dan proteksionisme perdagangan di negara lain.

• Adanya perubahan perilaku konsumen menjadi lebih selektif dan food safety dan perubahan pola perdagangan global menjadi transaksi perdagangan secara online

Sumber : BPS Provinsi Jawa Timur

Uraian 2019 2020 y-o-y

Ekspor 20.290,33 19.217,02 -5,29

Migas 925,19 946,06 2,26

Non Migas 19.365,14 18.270,96 -5,65 Impor 23.335,84 19.985,67 -14,36

Migas 4.405,17 3.177,62 -27,87

Non Migas 18.930,67 16.808,05 -11,21

(25)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur| 2021 29 Tabel T-C.24. Anggaran dan Pendanaan Perangkat daerah

Disperindag Prov. Jawa Timur

N O

URAIAN PROGRAM

ANGGARN TAHUN REALISASI TAHUN RASIO REALISASI ANGGARAN TAHUN RATA-RATA PERTUMBUHAN

2019 2020 2021 2022 2023 2024 2019 2020 20

21 20

22 20

23 20

24 201

9 2020 20

21 20

22 20

23 20

24 ANGGARAN REALIS

ASI

1 2 3 4 5 6

1

Pelayanan Administras i Perkantoran

5.647.621.00

0

5.382.020.84

1 95,

30

2

Peningkata n Sarana dan Prasarana Aparatur

7.246.204.40

0

6.845.990.22

7 94,

48

3

Peningkata n Kapasitas Kelembaga an Perangkat Daerah

915.966.000

832.972.996 90,

94

4

Penyusuna n, Pengendali an dan Evaluasi Dokumen Penyelengg araan Pemerintah an

1.744.704.16

2

1.626.444.61

5 93,

22

5

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n

5.469.904.00

0

5.276.635.84

8 96,

47

(26)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur | 2021 30

O PROGRAM 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2019 2020

21 22 23 24 9 2020

21 22 23 24 ANGGARAN

ASI

1 2 3 4 5 6

Perdaganga n

6

Peningkata n Efisiensi Perdaganga n Dalam Negeri

9.798.607.93

8

9.347.204.03

9 95,

39

7

Peningkata n Ekspor dan Pengendali an Impor

4.217.478.00

0

4.068.878.18

7 96,

48

8

Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang

10.383.453.7

50

9.719.621.74 9

93,

61

9

Peningkata n Kapasitas Teknologi Industri

17.885.422.7

50

17.181.730.5

49 96,

07

1 0

Peningkata n Standarisasi Industri

5.341.417.50

0

5.138.238.60

6 96,

20

1 1

Pengemban gan Industri Agro

4.549.800.00

0

4.256.733.30 7

93,

56

1 2

pengemban gan industri non agro

2.724.442.00

0

2.623.252.35 3

96,

29

1 3

Penataan Struktur Industri dan Pengemban gan

2.725.781.50

0

2.600.300.79

6 95,

40

(27)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur| 2021 31

N

O URAIAN

PROGRAM

ANGGARN TAHUN REALISASI TAHUN RASIO REALISASI ANGGARAN TAHUN RATA-RATA PERTUMBUHAN

2019 2020 2021 2022 2023 2024 2019 2020 20

21 20 22

20 23

20 24

201

9 2020 20

21 20 22

20 23

20

24 ANGGARAN REALIS

ASI

1 2 3 4 5 6

Perdaganga n

1 4

Peningkata n Ekspor dan Pengendali an Impor

1.843.532.75

0

1.835.269.41

1

99,55

1 5

Peningkata n Efisiensi Perdaganga n Dalam Negeri

12.096.630.0

00

11.460.924.0

72

94,74

1 6

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n Perdaganga n (wilayah kerja UPT Perlindung an Konsumen Surabaya)

983.245.000

979.336.702

99,60

1 7

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n Perdaganga n (wilayah kerja UPT Perlindung an

795.033.945

789.208.996

99,27

(28)

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Prov. Jawa Timur | 2021 32

O PROGRAM 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2019 2020

21 22 23 24 9 2020

21 22 23 24 ANGGARAN

ASI

1 2 3 4 5 6

Konsumen Malang)

1 8

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n Perdaganga n (wilayah kerja UPT Perlindung an Konsumen Jember)

451.628.500

440.173.621

97,46

1 9

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n Perdaganga n (wilayah kerja UPT Perlindung an Konsumen Bojonegoro )

763.272.000

759.820.688

99,55

2 0

Perlindung an Konsumen dan Pengamana n Perdaganga

749.272.000

729.692.117

97,39

Referensi

Dokumen terkait

Yang menjadi masalah dalam tulisan ini ialah ‘Apakah siswa/siswi SMP Negeri 2 Medan yang duduk di kelas VIII pada tahun akademi 2016/2017 mampu menggunakan tenses bahasa Inggris

Adapun rasio keuangan yang digunakan antara lain (1) Rasio Pertumbuhan (2) Rasio Ketergantungan (3) Rasio Kemandirian yang mana data yang digunakan dalam penelitian

Menurut pendapat kami, berdasarkan audit kami dan laporan-laporan auditor independen lain yang kami sebut di atas, laporan keuangan konsolidasian yang kami sebut

Figure 8: Horizontal angle residuals versus vertical angle plot of unmodelled 1’ collimation axis error in point-based self- calibration for panoramic

International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, Volume XXXVIII-3/W22, 2011 ISPRS Conference PIA 2011, 5-7 October, Munich,

Sikap merek berhubungan positif dengan kredibilitas merek, pembelian ulang, harga, motivasi kesehatan, niat membeli, komitmen merek, sikap terhadap merek, motivasi

Kurva Permintaan adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga.. Kurva

Faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuhnya jamur pada buah pepaya jingga (Carica papaya L.) antara lain : suhu, kelembapan, substrat, pH lingkungan dan bahan