• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH KRIMINOLOGI KELAS G TECHNOLOGY AND CRIME

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MAKALAH KRIMINOLOGI KELAS G TECHNOLOGY AND CRIME"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH KRIMINOLOGI KELAS G TECHNOLOGY AND CRIME

Dosen Pengampu : Dr. Rehnalemken Ginting, S.H., M.H.

Disusun oleh :

Benedikta Irene Ciptaning P (E0020107) Clarissa Vania Verianti (E0020120)

FAKULTAS HUKUM

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

2021

(2)

BAB I PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Manusia adalah makhluk yang memiliki akal pikiran dan dengan akal pikiran tersebut, manusia dapat mengembangkan sesuatu yang disebut dengan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi), yang dari masa ke masa semakin maju dan berkembang. Saat ini ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang amat cepat terutama di bidang komputer. Perkembangan teknologi membuat pekerjaan yang dilakukan manusia menjadi lebih cepat, mudah dan efektif.

Dalam bidang hukum, perkembangan teknologi juga membawa dampak baik dalam proses penegakan hukum. Contoh penggunaan teknologi dalam proses penegakan hukum adalah bukti yang diperoleh dari sidik jari dan analisis balistik secara rutin digunakan oleh jaksa untuk mengidentifikasi pelaku kejahatan. Namun selain membawa dampak positif, terdapat pula dampak negatif yang ditimbulkan dari perkembangan teknologi karena teknologi tidak hanya dilakukan oleh penegak hukum namun juga pelanggar hukum dalam melakukan kejahatannya. Hal ini yang menimbulkan teknologi dan kejahatan memiliki keterkaitan yang erat. Contoh nyata yang dapat kita lihat adalah penipu yang menggunakan telepon dalam penipuan keuangan, perampok yang menggunakan senjata api dan mengendarai mobil pelarian, hingga pembunuh yang menggunakan pisau. Seluruh tindakan ini menggunakan setidaknya menggunakan bentuk teknologi yang belum sempurna dalam kejahatan yang mereka lakukan.

Dalam tingkat yang lebih tinggi yaitu dengan menggunakan teknologi yang disertai koneksi internet maka memunculkan kejahatan baru yang disebut dengan cyber crime atau kejahatan melalui jaringan Internet. Contohnya adalah pencurian data kartu kredit, hacking terhadap berbagai situs, penyadapan transmisi data orang lain, (misalnya email), dan manipulasi data dengan cara menyiapkan perintah yang tidak dikehendaki ke dalam programer komputer. Seluruh tindakan kejahatan ini merupakan kejahatan baru yang

(3)

timbul karena adanya kemajuan teknologi. Dapat dikatakan bahwa kejahatan masa depan akan berbeda dengan kejahatan hari ini. Kejahatan pribadi atas kekerasan dan kejahatan properti tradisional akan terus terjadi, tetapi kemajuan teknologi akan menciptakan peluang baru dan yang belum terbayangkan bagi para penjahat dan aktor internasional lainnya yang diposisikan untuk mengambil keuntungan dan kekuatan dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi mengharuskan kita untuk beradaptasi akan kejahatan yang mungkin ditimbulkan sehingga dalam makalah ini kami akan membahas lebih dalam mengenai cybercrime, jenis tindakan cybercrime hingga penanggulangan yang dapat kita lakukan untuk terhindar dari cybercrime.

2. Rumusan Masalah

1. Apa pengertian cybercrime?

2. Apa saja tindakan yang termasuk ke dalam cybercrime dan bagaimana penggolongan jenis tindakan cybercrime?

3. Bagaimana cara menanggulangi cybercrime?

4. Bagaimana penggunaan teknologi untuk memerangi kasus cybercrime?

5. Apa contoh kasus cybercrime dan bagaimana analisisnya?

(4)

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Cybercrime

Menurut Gregory (dalam Arifah 2011 : 186) cybercrime adalah suatu bentuk kejahatan virtual dengan menggunakan media berupa komputer yang terhubung ke internet, dan menggunakannya untuk mengekploitasi komputer lain yang terhubung dengan internet. Sementara menurut Tavani (Fajri, 2008) cybercrime diartikan sebagai kejahatan berupa tindakan kriminal yang hanya bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi cyber dan hanya dapat terjadi di dunia cyber. Dapat diartikan bahwa cybercrime adalah kejahatan dunia maya (virtual) yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang menyerang sistem keamanan komputer atau data-data yang ada di dalam komputer.

Kejahatan tersebut dilakukan dengan beragam motif, mulai dari kepuasan diri hingga kejahatan yang dapat merugikan ekonomi atau politik. Munculnya cybercrime sendiri merupakan akibat dari adanya komunitas dunia maya di internet.

Cybercrime seringkali disamakan dengan computer crime meskipun pada kenyataan sedikit berbeda. Cybercrime merupakan perkembangan dari adanya computer crime. Pengertian computer crime menurut Organization of European Community Development adalah:“Any illegal, unehtical or unauthorized behavior relating to the automatic processing and/or the transmission of data”. Pengertian lain dinyatakan oleh Andi Hamzah yang mendefinisikan kejahatan komputer sebagai penggunaan komputer secara illegal.

Kejahatan dunia maya (cybercrime) secara luas didefinisikan sebagai aktivitas ilegal apa pun yang melibatkan komputer, perangkat digital lain, atau jaringan komputer. Adapun contoh cyber crime di antaranya, yaitu ancaman keamanan cyber seperti rekayasa sosial, eksploitasi kerentanan perangkat lunak, dan serangan jaringan. Secara umum, cyber crime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai

(5)

alat kejahatan utama. Dengan kata lain, seseorang memanfaatkan perkembangan teknologi untuk melakukan kejahatan.

B. Jenis – Jenis Tindakan Cybercrime

Jenis cybercrime dapat dibedakan menjadi tiga yaitu berdasarkan jenis aktivitasnya, motif kegiatan yang dilakukan dan sasaran kejahatannya.

Berdasarkan jenis aktivitasnya, cybercrime dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Unauthorized Access to Computer Sistem and Service

Kejahatan yang dilakukan dengan memasuki suatu sistem jaringan komputer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik sistem jaringan komputer yang dimasukinya. Kejahatan ini dilakukan dengan cara probing dan port. Probing adalah salah satu langkah yang dilakukan cracker sebelum masuk ke server yang ditargetkan. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan “port scanning” atau “probing” untuk melihat servis-servis apa saja yang tersedia di server target. Sama seperti mencuri, port scanning ini merupakan sebuah langkah awal atau pengintaian terhadap suatu server yang sangat penting untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Umumnya pelaku kejahatan (hacker) melakukannya dengan maksud sabotase seperti pencurian informasi penting dan rahasia atau sekedar hanya untuk mencoba keahliannya menembus suatu sistem yang memiliki tingkat proteksi tinggi. Kejahatan ini semakin marak dengan berkembangnya teknologi internet/intranet.

2. Illegal Contents

Kejahatan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hukum atau mengganggu ketertiban umum. Contohnya adalah pemuatan suatu berita bohong atau fitnah yang akan menghancurkan martabat atau harga diri pihak lain, hal-hal yang berhubungan dengan pornografi atau

(6)

pemuatan suatu informasi yang merupakan rahasia negara, agitasi dan propaganda untuk melawan pemerintahan yang sah, dan sebagainya.

3. Data Forgery

Kejahatan berupa pemalsuan data pada dokumen-dokumen penting yang tersimpan sebagai scriptless dokumen melalui internet. Kejahatan ini biasanya ditujukan pada dokumen-dokumen ecommerce yang dimiliki oleh institusi atau lembaga yang memiliki situs berbasis web database.

Bentuk kejahatan ini adalah dengan membuat seolah-olah terjadi “salah ketik” yang pada akhirnya akan menguntungkan pelaku.

4. Cyber Espionage, Sabotage and Extortion

Cyber Espionage merupakan kejahatan yang menggunakan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain yaitu dengan memasuki sistem jaringan komputer (computer network sistem) pihak sasaran. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap saingan bisnis yang dokumen ataupun data-data pentingnya tersimpan dalam suatu sistem yang computerized. Kejahatan sabotage and extortion dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang terhubung dengan internet. Umumnya dilakukan dengan menyusupkan suatu logic bomb, virus komputer ataupun suatu program tertentu, sehingga data, program komputer atau sistem jaringan komputer tidak dapat digunakan, tidak berjalan sebagaimana mestinya, atau berjalan sebagaimana yang dikehendaki oleh pelaku. Ketika korban kebingungan maka pelaku kejahatan tersebut menawarkan diri kepada korban untuk memperbaiki data, program komputer atau sistem jaringan komputer yang telah disabotase tersebut, tentunya dengan bayaran tertentu.

6. Offense against Intellectual Property

Kejahatan ini ditujukan terhadap Hak atas Kekayaan Intelektual yang dimiliki pihak lain di internet. Sebagai contoh adalah peniruan tampilan pada web page suatu situs milik orang lain secara ilegal, penyiaran suatu

(7)

informasi di internet yang ternyata merupakan rahasia dagang orang lain, dan sebagainya.

7. Infringements of Privacy

Kejahatan ini ditujukan terhadap informasi seseorang yang merupakan hal yang sangat pribadi dan rahasia. Kejahatan ini biasanya ditujukan terhadap keterangan pribadi seseorang yang tersimpan pada formulir data pribadi yang tersimpan secara computerized, yang apabila diketahui oleh orang lain maka dapat merugikan korban secara materil maupun immateril, seperti nomor kartu kredit, nomor PIN ATM, cacat atau penyakit tersembunyi dan sebagainya.

8. Hacking and Cracking

Kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer yang dilakukan untuk merusak sistem keamanan suatu sistem komputer dan biasanya melakukan pencurian, tindakan anarkis begitu merekan mendapatkan akses. Hacking dilakukan oleh hacker, yaitu seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Sementara cracker adalh mereka yang melakukan aksi-aksi perusakan di internet. Aktivitas cracking di internet mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran.

Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan.

9. Carding

Kejahatan dengan menggunakan teknologi komputer untuk melakukan transaksi dengan menggunakan kartu kredit orang lain sehingga dapat merugikan orang tersebut baik materil maupun non materil.

10. Cyber Stalking

Mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan komputer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang.

Kejahatan tersebut menyerupai terror.

(8)

11. Hijacking

Kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain seperti pada software piracy (pembajakan perangkat lunak).

12. Cybersquatting and Typosquatting

Kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Sementara typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain plesetan yaitu domain yang mirip dengan nama domain orang lain yang merupakan nama domain saingan perusahaan tersebut

13. Cyber terrorism

Kejahatan berupa tindakan yang mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Contohnya adalah kasus Ramzi Yousef yang dianggap sebagai dalang penyerangan ke gedung WTC yang diketahui menyimpan detail serangan dalam file yang dienkripsi di laptopnya, Osama Bin Laden yang menggunakan steganography untuk komunikasi jaringannya dan terakhir adalah Doktor Nuker yang telah kurang lebih lima tahun melakukan defacing atau mengubah isi halaman web yang berisi propaganda anti- Amerika, anti-Israel, dan pro-Bin Laden.

Berdasarkan motif kegiatan yang dilakukan, cybercrime dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Cybercrime sebagai tindak kejahatan murni

Cybercrime dalam bentuk ini adalah ketika orang melakukan kejahatan secara sengaja dan telah terencana untuk melakukan pengrusakkan, pencurian, tindakan anarkis, terhadap suatu sistem informasi atau sistem computer.

2. Cybercrime sebagai tindakan kejahatan abu-abu

Cybercrime dalam bentuk ini kejahatannya tidak jelas apakah merupakan kejahatan kriminal atau bukan karena dia melakukan pembobolan tetapi

(9)

tidak merusak, mencuri atau melakukan perbuatan anarkis terhadap sistem informasi atau sistem computer tersebut.

Berdasarkan sasaran tujuannya, cybercrime dapat dikategorikan sebagai berikut:

1. Cybercrime yang menyerang individu

Kejahatan yang dilakukan terhadap orang lain dengan motif dendam atau permasalahan pribadi yang bertujuan untuk merusak nama baik, mencoba ataupun mempermaikan seseorang untuk mendapatkan kepuasan pribadi. Contoh dari cybercrime ini adalah pornografi dan cyberstalking.

2. Cybercrime yang menyerang hak cipta (Hak milik)

Kejahatan yang dilakukan terhadap hasil karya seseorang dengan motif menggandakan, memasarkan, mengubah yang bertujuan untuk kepentingan pribadi/umum ataupun demi materi/nonmateri.

3. Cybercrime yang menyerang pemerintah

Kejahatan yang dilakukan dengan menjadikan pemerintah sebagai objek dengan motif melakukan terror, membajak ataupun merusak keamanan suatu pemerintahan yang bertujuan untuk mengacaukan sistem pemerintahan, atau menghancurkan suatu Negara.

3. Penanggulangan Cybercrime

Seiring perkembangan teknologi, jenis cybercrime pun semakin beragam. Fenomena cyber crime memang harus diwaspadai karena kejahatan ini berbeda dengan kejahatan lain karena dapat dilakukan tanpa mengenal batas teritorial dan tidak memerlukan interaksi langsung antara pelaku dengan korban kejahatan. Maka dari itu diperlukan tindakan untuk menanggulanginya sebagai berikut:

1) Pengamanan terhadap sistem

Sistem keamanan bertujuan untuk mencegah adanya perusakan bagian dalam sistem karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan.

(10)

Pengamanan sistem secara terintegrasi sangat diperlukan untuk meminimalisasikan kemungkinan perusakan tersebut. Membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah-langkah yang terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya, dengan tujuan dapat mempersempit atau bahkan menutup adanya celah-celah unauthorized actions yang merugikan. Pengamanan secara personal dapat dilakukan mulai dari tahap instalasi sistem sampai akhirnya menuju ke tahap pengamanan fisik dan pengamanan data melalui jaringan atau dengan pengamanan Web Server. Langkah konkrit yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga keamanan email, media sosial dan gadget.

2) Penanggulangan Global

Untuk mencegah adanya perusakan bagian dalam sistem karena dimasuki oleh pemakai yang tidak diinginkan, maka pengamanan sistem secara global dan terintegrasi sangat diperlukan untuk meminimalisir kemungkinan perusakan tersebut. Membangun sebuah keamanan sistem harus merupakan langkah-langkah yang terintegrasi pada keseluruhan subsistemnya, untuk menutup unauthorized actions.

4. Penggunaan Teknologi Dalam Memerangi Cybercrime

Teknologi adalah pedang bermata dua: Ia mempersenjatai pelaku kejahatan dengan senjata baru yang ampuh untuk komisi kejahatan, namun ia memberi lembaga kepolisian dan personel peradilan pidana alat yang ampuh yang berguna dalam memerangi kejahatan. Salah satu teknologi ampuh dalam penegakan hukum saat ini adalah basis data komputer dari pelanggar yang diketahui (termasuk akses publik ke basis data pelaku seks), sistem pakar berbasis mesin, komunikasi seluler, pengawasan video (sering dikombinasikan dengan teknologi pengenalan wajah), penyadapan elektronik, asam deoksiribonukleat (DNA) analisis. Sistem lokasi kendaraan otomatis (AVL) berbasis transponder sekarang menggunakan pemancar berbasis mobil patroli bersama dengan satelit sistem pemosisian global (GPS) yang mengorbit untuk menentukan lokasi kendaraan polisi dalam jarak 50 kaki sehingga petugas

(11)

operator dapat mengalokasikan sumber daya yang tersedia dengan lebih baik pada shift tertentu dan mampu secara substansial mengurangi waktu tanggap polisi dalam situasi krisis. (Transponder berbasis chip juga dipasang di kendaraan pribadi untuk mencegah pencuri dan membantu melacak mobil curian).

5. Contoh Kasus Cybercrime dan Analisisnya

Kasus pertama : Penipu yang menggunakan informasi pribadi yang disebarkan dari media sosial korban

Instagram baru saja meluncurkan stiker Add Yours atau Balasan Anda ke pengguna di Indonesia. Kehadiran stiker baru ini langsung menjadi tren di kalangan pengguna Instagram. Belakangan ini, bahasan soal tren 'Add Yours' ini dipakai untuk penipuan. Salah satunya diungkap melalui tweet yang viral dari @ditamoechtar_. Ia mengungkapkan temannya jadi korban penipuan karena mengikuti tren Add Yours dan memberikan nama panggilan pribadinya.

"Pagi tadi temen saya telepon, nangis-nangis abis ditipu katanya. Biasalah penipu yang telepon minta transfer gitu," tulis Dita seperti dikutip dari akun Twitter-nya. Setelah diingat kembali, ternyata temannya baru saja mengikuti tantangan variasi panggilan nama yang ada di Instagram Stories lewat fitur stiker Add Yours. "Yang bikin teman saya percaya, si penipu manggil dia 'pim'.

'Pim' adalah panggilan kecil teman saya yang hanya orang dekat yang tau.

Terus diingat dia abis ikutan ini." terangnya.

Kasus kedua : Pelaku membuat situs “Aspal” KLIK BCA untuk mendapatkan user ID dan PIN nasabah bank

Dunia perbankan dalam negeri juga digegerkan dengan ulah Steven Haryanto, yang membuat situs asli tetapi palsu layanan perbankan lewat Internet BCA. Lewat situs-situs “Aspal”, jika nasabah salah mengetik situs asli dan masuk ke situssitus tersebut, identitas pengguna (user ID) dan nomor identifikasi personal (PIN) dapat ditangkap. Tercatat 130 nasabah tercuri data- datanya, namun menurut pengakuan Steven pada situs Master Web Indonesia,

(12)

tujuannya membuat situs plesetan adalah agar publik memberi perhatian pada kesalahan pengetikan alamat situs, bukan mengeruk keuntungan. Persoalan tidak berhenti di situ. Pasalnya, banyak nasabah BCA yang merasa kehilangan uangnya untuk transaksi yang tidak dilakukan. Ditengarai, para nasabah itu kebobolan karena menggunakan fasilitas Internet banking lewat situs atau alamat lain yang membuka link ke Klik BCA, sehingga memungkinkan user ID dan PIN pengguna diketahui. Namun ada juga modus lainnya, seperti tipuan nasabah telah memenangkan undian dan harus mentransfer sejumlah dana lewat Internet dengan cara yang telah ditentukan penipu ataupun saat kartu ATM masih di dalam mesin tiba-tiba ada orang lain menekan tombol yang ternyata mendaftarkan nasabah ikut fasilitas Internet banking, sehingga user ID dan password diketahui orang tersebut.

Modus kejahatan ini adalah penyalahgunaan user_ID dan password oleh seorang yang tidak punya hak. Motif kegiatan dari kasus ini termasuk ke dalam cybercrime sebagai kejahatan “abu-abu”. Kasus cybercrime ini merupakan jenis cybercrime uncauthorized access dan hacking-cracking. Sasaran dari kasus ini termasuk ke dalam jenis cybercrime menyerang hak milik (against property). Sasaran dari kasus kejahatan ini adalah cybercrime menyerang pribadi (against person).

Solusi:

a) Penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan.

b) Penggunaan Firewall, yaitu untuk menjaga agar akses dari orang tidak berwenang tidak dapat dilakukan. Program ini merupakan perangkat yang diletakkan antara internet dengan jaringan internal. Informasi yang keluar dan masuk harus melalui atau melewati firewall. Firewall bekerja dengan mengamati paker Intenet Protocol (IP) yang melewatinya.

c) Perlunya CyberLaw

d) Melakukan pengamanan sistem melalui jaringan dengan melakukan pengaman FTP, SMTP, Telnet dan pengaman Web Server.

(13)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Perkembangan teknologi dan internet memunculkan kejahatan jenis baru yaitu Cybercrime. Cybercrime adalah kejahatan dunia maya (virtual) yang dilakukan individu atau sekelompok orang yang menyerang sistem keamanan komputer atau data-data yang ada di dalam komputer. Pengkategorian cybercrime dapat dibedakan menjadi tiga yaitu berdasarkan jenis aktivitasnya, motif kegiatan yang dilakukan dan sasaran kejahatannya. Untuk menanggulangi cybercrime dapat dilakukan dengan cara pengamanan terhadap sistem berupa langkah konkrit menjaga keamanan email, keamanan media sosial dan keamanan gadget serta penanggulangan global. Teknologi juga dapat digunakan untuk memerangi kejahatan seperti penggunaan transponder berbasis chip yang dipasang di kendaraan pribadi untuk mencegah pencuri dan membantu melacak mobil curian. Dalam kasus cybercrime berupa pembuatan situs “Aspal” KLIK BCA untuk mendapatkan user ID dan PIN nasabah bank maka dapat dicegah dengan penggunaan enkripsi untuk meningkatkan keamanan. penggunaan Firewall, CyberLaw serta melakukan pengamanan sistem melalui jaringan.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

Arifah, Dista Amalia. (2011). “Kasus Cybercrime di Indonesia”. Dalam Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 18 (2), 185-195.

Schmalleger, Frank. (2017). Criminology Today: An Integrative Introduction.

Pearson

Besar. (2016). Kejahatan dengan Menggunakan Sarana Teknologi Informasi.

Diakses pada 25 November 2021, dari https://business-

law.binus.ac.id/2016/07/31/kejahatan-dengan-menggunakan-sarana- teknologi-informasi/

Referensi

Dokumen terkait

11 Dalam bekerja di kantor ini saya tidak mendapatkan sesuatu hal yang bermanfaat 12 Saya merasa pekerjaan ini membosankan 13 Saya pernah diikutkan

Dan dalam Penjelasan umum Undang-Undang tersebut, Antara lain disebutkan bahwa Pegawai Negeri yang menjadi Anggota dan/atau Pengurus Partai Politik harus diberhentikan

Karena minimnya aplikasi perjalanan wisata di Indonesia, khususnya Surabaya, maka dalam Jurnal ini dibuat aplikasi perjalanan wisata berbasis web yang diharapkan bisa

Terima kasih untuk Bapak Soni Agus Irwandi selaku dosen pembimbing saya yang selama 1 semester membimbing saya, walaupun susah untuk ketemu tapi Bapak sudah

Hewan uji diberikan ekstrak etanol kulit kacang tanah dosis 200 mg/kgBB dengan volume pemberian 2,5 mL/200 gBB diberikan peroral pada 1 jam; 0,5 jam dan sesaat

Dalam tahap pelaksanaan Peneliti yang di lakukan adalah melaksanakan rancangan tindakan yang telah dipersiapkan pada tahap perencanaan.Agar pelaksanaan tindakan

bahwa berat labur adalah banyaknya perekat yang diberikan pada permukaan kayu, berat labur yang terlalu tinggi selain dapat menaikkan biaya produksi juga akan mengurangi

Pengamatan Street Furniture Akses jalur Blok Teko yang menghubungkan Neglasari dengan Jatiuwung dan Bantara Sungai Cisadane Perbatasan Kawasan Neglasari Hasil pengamatan