PENYUSUNAN KURIKULUM
OUTCOME BASE EDUCATION (OBE) &
PELAKSANAAN METODA PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING (PjBL)
Oleh
Dr. Drs. Wonny Ahmad Ridwan, MM. CIT, CIPA, CHRM, CIHCM, CRMO.
Sekolah Vokasi IPB University Kepala LSP P1 Vokasi IPB University
Kepala Divisi Kajian SDM - Pusat Pengembangan SDM (P2SDM) – LPPM IPB University Asesor Kompetensi BNSP
BIMBINGAN TEKNIS PENINGKATAN KOMPETENSI PROGRAM PENDIDIKAN VOKASI Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV
Bandung, 18 – 19 Oktober 2021
Profil Nara Sumber
Dr. Drs. Wonny Ahmad Ridwan, MM. CRMO, CIHCM, CHRM, CIT, CIPA Pendidikan Terahir
Doktor Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan di IPB Pengalaman:
1986 – sekarang Dosen di program D3, S1, S2, S3 di berbagai Prodi di IPB 1986 – sekarang Dosen di FEB Universitas Pakuan di Bogor
2000 – sekarang Dosen di FEB Universitas Binaniaga di Bogor 2010 – sekarang Tim Auditor Mutu Internal IPB
2010 – sekarang Nara Sumber Pelatihan SPI diberbagai perguruan tinggi di Indonesia 2005 – sekarang Tim Penyusun Dokumen AMDAL, UKL - UPL dan SML lainnya
2005 – sekarang Praktisi Manajemen SDM di Perusahaan dan Perguruan Tinggi 2013 - sekarang Tim Nasional SPMI/AMI Kemristekdikti
2007 – 2009 Direktur Sumberdaya Manusia dan Administrasi Umum IPB 2009 – 2018 Kepala Kantor Audit InternaL
2015 – 2017 Tim Auditor Itjen Kemristekdikti
KENAPA HARUS OBE dan PjBL atau PBL
https://neilatkindotcom.files.wordpress.com/2013/05 /blooms_inverted.png
JAMAN
NOW
COGNITIF
C1
C2
C3
C4
C5
C6
TIDAK CUKUP HANYA KEMAMPUAN MELAKSANAKAN (C3) TAPI JUGA HARUS MAMPU MENCIPTAKAN (C6)
INDUSTRIAL REVOLUTION 4.0: TECHNOLOGY DISRUPTION
Human Machine
communication Connection:
global village
Smart Robot Internet of Things
3D Printer Driverless car Big Data Online/virtual education
Arif Satria, 2019
Budaya baru !
Changes in Education
• Time-based to Outcomes-based
• Teacher centered learning (TCL) to student centered Learning (SCL) Project Base Learning, Problem Base Learning
• Passive learning to active learning
• Low level Bloom’s (1-3) to High level Bloom’s (4-6)
• Four walls classroom to global classroom (e-learning, student mobility) MBKM
• Textbook driven to research driven C6 (Create)
• Exam assessment to more variety assessment (performance,
project, paper, etc) nilai tdk harus dari ujian tulis
PARADIGMA OBE OBC, OBLT, OBAE
a. Outcome Based Curriculum (OBC
), pengembangan kurikulum yangdidasarkan pada profil
dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Ber landaskan CPL ini kemudian diturunkan bahan kajian (body of knowledge), pembentukan mata kuliah beserta bobot sks nya, peta kurikulum, desain pembelajaran yang dinyatakan dalam bentukRencana Pembelajaran Semester (RPS),
mengembangkan bahan ajar, serta mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi.
b. Outcome Based Learning and Teaching (OBLT),
pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang didefinisikan sebagai interaksi dalam kegiatan belajar antara dosen, mahasiswa, dan sumberbelajar. Salah satu prinsip penting OBLT
adalah ketepatan pemilihan bentuk dan metode
pembelajaran
yang akan dilakukan oleh mahasiswa wajib mengacu dan sesuai dengan CPL. Bentuk pembelajaran termasuk, bentuk pembelajaran di luar prodi atau di luar kampusc. Outcome Based Assessment and Evaluation (OBAE),
pendekatan penilaian dan evaluasi yang dilakukan pada pencapaian CPL dalam rangka untuk peningkatan kualitas pembelajaran yang berkelanjutan.Penilaian dilakukan pada proses pembelajaran dan pada hasil
pencapaian CPL
. Demikian jugaevaluasi kurikulum dilakukan pada pencapaian
CPL Program Studi, dan hasilnya digunakan untuk perbaikan berkelanjutan
.ASPEK LEGAL KPS BERBASIS OBE
KURIKULUM
Kurikulum pendidikan tinggi merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan ajar serta
cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan Pendidikan Tinggi.
UU No 12 Tahun 2012 Pasal 35 ayat (1)
Kurikulum Pendidikan Tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dikembangkan oleh setiap Perguruan Tinggi dengan mengacu
pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi untuk setiap Program Studi
yang mencakup pengembangan kecerdasan intelektual, akhlak mulia,
dan keterampilan.
UU No 12 Tahun 2012 Pasal 35 ayat (1)Kurikulum Pendidikan Tinggi untuk program sarjana dan program diploma wajib memuat mata kuliah (Undang-
undang No.12 tahun 2012: Pasal 35 ayat 3:
a. Agama;
b. Pancasila;
c. Kewarganegaraan; dan d. Bahasa Indonesia.
MK lainnya di serahkan sepenuhnya kepada perguruan tinggi
KURIKULUM WAJIB
STRUKTUR KURIKULUM
• Secara teoritis terdapat dua macam pendekatan struktur kurikulum, yaitu model serial dan model paralel.
• Kurikulum Model Serial: mata kuliah disusun dari yang paling dasar (berdasarkan logika keilmuannya) sampai di semester akhir yang merupakan mata kuliah lanjutan (advanced). Setiap mata kuliah saling berhubungan yang ditunjukkan dengan adanya mata kuliah prasyarat.
Siapa yang harus membuat hubungan antar mata kuliah antar semester?
• Kurikulum model parallel (Blok/Modular) menyajikan mata kuliah pada
setiap semester sesuai dengan tujuan kompetensinya atau dalam bentuk
semesteran yaitu dengan mengelompokkan beberapa mata kuliah
berdasarkan kompetensi yang sejenis. Dengan demikian mengarah pada
pencapaian kompetensi yang serupa dan tuntas pada semester tersebut,
tanpa harus menjadi syarat bagi mata kuliah di semester berikutnya.
LANGKAH MENYUSUN KURIKULUM BERBASIS OBE
MATRIK EVALUASI MATA KULIAH
MATRIK PEMBENTUKAN MATA KULIAH
Penting diketahui utk evaluasi
Ketercapaian CPL pada setiap lulusan
MATRIK KURKULUM DALAM
AKREDITASI
Matrik Organisasi Mata Kuliah
Peta Kurikulum Dgn MBKM
Karakteristik Learning Outcomes
Skill
Know-how Knowledge Science
Lebih Scientific Lebih Skillful
VOKASI AKADEMIK
Jarang terlihat jelas dalam kurikulum
(PROFIL LULUSAN)
MENETAPKAN CPL PADA MATAKULIAH
Harus lengkap sesuai SN Dikti
Harus lengkap sesuai SN Dikti
Harus lengkap sesuai
Kesepakatan Asosiasi (jika ada)
Harus lengkap sesuai
Kesepakatan Asosiasi (jika ada)
MERANCANG PEMBELAJARAN
MK 1 hanya bertugas dalam pencapaian 4 CPL
MENETAPKAN CPL PADA MATAKULIAH
Dosen menganalisis kebutuhan CPL kedalam CPMK
(MENYUSUN CPMK)
Dosen membuat urutan penyajian CPMK ke
dalam Sub CPMK
Dosen membuat kisi kisi penilaian dan indikatornya terkait CPMK
MENYUSUN SUB CPMK
• Mampu menjelaskan .... Apa indikatornya
• Mampu menyusun ... Apa indikatornya
• Mampu mengevaluasi ....Apa indikatornya
TUGAS &
PRESENTASI (20%)
MEMBUAT MODEL (35%)
UJIAN
KOMPREHENSIF (20%)
UJI KINERJA (25%)
Sub-CPMK-4 Sub-CPMK-3
Sub-CPMK-2 Sub-CPMK-1
Materi D Materi
C Materi
B Materi
A
Capaian Pembelajaran Mahsiswa
ETS/Evaluasi Formatif EAS/Evaluasi Sumatif
Perbaikan
..horeee lulus…
BELAJAR di KELAS DAN
TUTORIAL & DARING BELAJARA di LAB, DISKUSI &
DARING
C P L yg dib eban kan pd MK
(ExpectedLearningOutcomes)• Mampu mengetahui naik sepeda ??
• Mampu Menjelaskan naik sepada ???
• Mampu mengendarai sepeda ???
Mencapai Profil lulusan yang direncanakan
CPMK
Taksonomi Bloom & Anderson & Krathwohl, (2001) CPMK dan Sub CPMK
HOTS LOTS
RANAH COGNITIF
https://neilatkindotcom.files.wordpress.com/2013/05 /blooms_inverted.png
JAMAN
NOW
Level Cognitive
Tingkat Kemampuan Ranah Psikomotor ( Keterampilan/skills )
Dosen menyusun instrumen penilaian
sesuai CPMK
S.M.A.R.T: Prinsip MENGUKUR Ketercapaian CPMK
Capaian pembelajaran harus jelas, menggunakan istilah yang
spesifik
menggambarkan kemampuan pengetahuan, nilai, sikap dan kinerja
yang diinginkan. Gunakan kata-kata tindakan atau kata kerja nyata (concrete verbs). kata kerja dalam Taxonomy Bloom
S pecific
Capaian pembelajaran harus mempunyai target dan hasil yang
dapat diukur atau diamati
, sehingga kita dapat menentukan kapan hal tersebut dapatdicapai oleh mahasiswa.
M easurable
Pastikan bahwa kemampuan yang diinginkan adalah sesuatu yang mahasiswa
dapat mencapainya dlm aktivitas belajar
.A chievable
Pastikan bahwa kemampuan mahasiswa yang diinginkan adalah
realistis dan Relevan untuk dicapai
oleh mahasiswa.R ealistic
Pastikan bahwa
waktu
yang diperlukan oleh mahasiswa untuk mencapai kemampuan yg diinginkancukup dan wajar
.T ime-bound
diadopsi dari Smith,1994
?
Bagaimana Cara Menilai Capaian Pembelajaran Mata Kuliah
?
?
Inspiring Innovation with Integrity
TEKNIK DAN INSTRUMEN
PENILAIAN
Dosen menetapkan bentuk, metoda strategi pembelajaran
sesuai Sub CPMK
10/19/2021
METODA PEMBELAJARAN YANG
DIGUNAKAN Yang Mana ??
(SGD)
(DL)
(SDL)
(CoopL)
(CL)
(CI)
(PjBL)
(P/CBL)
/Case
Dosen menyusun materi dan
sumber
pembelajaran
sesuai
Sub CPMK
PROFIL LULUSAN
KULIAH BIASA
MK antar prodi
Sumber lain :
• Youtube
• Pustaka Digital
• MOOCs
• Survei Lapangan
• dsb
Dosen mengukur ketercapaian Sub CPMK mahasiswa
• Cek soal mana yg paling rendah dijawab CPMK yg mana
• Nilai A apakah = terpenuhinya CPMK
• Bagaimana yg B, C, D, E
Kaprodi
danDosen mengukur ketercapaian CPMK terhadap CPL
kepada setiap lulusan
PROSES PENGUKURAN DAN PENILAIAN BELAJAR
(proses dan hasil dipisah)
TIDAK LULUS
HASIL BELAJAR
(marking scheme) PENILAIAN
TES / UJIAN LULUS
DIHARAPKAN BELAJAR
MENGAJAR
SARJANA YANG• Mampu
Mengetahui
naik sepeda saja
atau
• Mampu
Memahami naik
sepeda sajaatau
• Mampu
mengendarai sepeda
• Kompeten
• Belum Kompeten CPMK dan
Sub CPMK
CPL
WAKTU PEMBELAJARAN
MATRIK KURKULUM DALAM
AKREDITASI
SKOR PJP DI MATRIK PENILAIAN AKREDITASI D4/D3
STRUKTUR SKS PADA MATA KULIAH
Contoh kasus pada Mata Kuliah :
Pengantar Sosiologi 3 sks 3 (3-0) tidak ada praktikum atau 3 (2-1) praktikum satu kesatuan dengan mata kuliah = 2 x 50’ + 1 x 170’
ATAU
Pengantar Sosiologi 2 sks 2 (2-0) 2 x 50’
Praktik Pengantar Sosiologi 1 sks 1 (0-1) 1 x 170’
Dalam 2 mk terpisah D3 PJP >= 50%RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)
Alternatif Format Rencana Pembelajaran Semester (RPS) tercantum pada Panduan Penyusunan Kurikulum DIKTI
LAMBANG PT
Jika ini semua diisi menjadi
RPD Jika ini semua
diisi menjadi RPS
Jika keduanya di isi menjadi Blended Learning
METODA PEEMBELAJARAN DAN METODA EVALUASI CPMK
Metoda Pembelajaran SGD, Metoda Evaluasi Observasi Rubrik
Metoda Pembelajaran DL, Metoda Evaluasi Utul skala penilaian Metoda Pembelajaran PjBL
atau CBL Metoda Evaluasi Unjuk kerja, Rubrik
MENYUSUN TUGAS
PROBLEM/CASE BASE LEARNING
Pada program Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister Terapan:
1. Skor butir penilaian Penjaminan Mutu (keterlaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal, akademik dan non akademik) >= 2,0.
2. Skor butir penilaian Kecukupan Jumlah DTPS >= 2,0.
3. Skor butir penilaian Kurikulum (keterlibatan pemangku kepentingan dalam proses
evaluasi dan pemutakhiran kurikulum, kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan dan jenjang KKNI/SKKNI, ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian pembelajaran) >= 2,0.
Jika satu atau lebih butir penilaian tidak terpenuhi, maka program studi tidak terakreditasi.
Syarat Perlu Terakreditasi
Kurikulum dalam akreditasi
EVALUASI KURIKULUM
4 3
Akreditasi Program
Studi
4 3
4 3
Syarat Perlu Terakreditasi Skor tidak boleh Kurang dari 2
4 3
4 3
RPS harus ditinjau dengan terlebih dahulu melakukan evaluasi atas ketercapaian CPMK
Contoh : Jika menggunakan UTUL , soal mana saja yg tdk bisa dijawab oleh 50%, 70%, 90% atau 100% mhs, soal tersebut terkait dengan CPMK yg mana dan CPL prodi yang mana,
lakukan evaluasi apakah metoda penyampaian yg kurang tepat, atau sarana yg kurang
terpenuhi, atau lainnya... misal dosen kurang menguasai materi tsb, jika terkait metoda
maka di RPS terjadi perubahan metoda
SIKLUS PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI
Pasar Kerja
Pengembangan Modul Pembelajaran Berdasar
Skema Sertifikasi
Asosiasi Industri/
Profesi
Lembaga Diklat
Fasilitasi Penempatan dan Rekruitmen
Uji Kompetensi dan Sertifikasi Kompetensi
Proses Pendidikan Berbasis Kompetensi Kerja
Identifikasi Standar Kompetensi &
Pengembangan skema sertifikasi
Pengembangan Standar/Peta Okupasi
Kompetensi
BNSP-LSP
PERGURUAN
TINGGI
Lengan Kiri
Muka Kiri Kerah
Lengan Kanan
Muka Kanan Saku
Belakang
Pola Pikir Kurikulum (pra-Modifikasi KBK Mendikbud, 2013)
Mata kuliah yang di ajarkan tidak terintegrasi, dan tidak bermuara ke kompetensi lulusan
Kompetensi Lulusan
MAMPU : MENGETAHUI, MEMAHAMI, MELAKUKAN
TIME BASE
Sesuai selera
pembuat
Kemeja Lengan Panjang Warna Biru
Ukuran M (Bahu: 38 cm; Dada: 92 cm; Pinggang 86 cm; Panjang 83 cm; Lengan 58 cm)
58 cm 38 cm
83 cm 92 cm
86 cm
Lengan Kiri Muka Kiri Belakang Muka Kanan Lengan Kanan
saku
kerah
Pola Pikir Kurikulum Yang Benar
Dihasilkan suatu bentuk Yang ter integrasi
Kompetensi lulusan yang Utuh, yang sesuai dengan harapan.
MAMPU : MENGETAHUI, MEMAHAMI, MELAKUKAN
OUTCOME BASE
SESUAI PERMINTAAN
PENGGUNA
+ SARUNG
PAKAIAN TAMBAHAN
YG MULTI GUNA
Keterampilan abad 21BEKAL MASA DEPAN
Tantangan-Tantangan
Skill di Industri Masa Depan
Sumber: The Future of Jobs Report, World Economic Forum, definisi skill berdasarkan O*NET Content Model, US Department of Labor & Bureau of Labor Statistics
Skills Scale of Skill Demand in 2020
(Share of jobs requiring skills family as part of their core skill set, %)
Complex Problem Solving
Kemampuan untuk memecahkan masalah yang asing dan belum diketahui solusinya di dalam dunia nyata.
Social Skill
Kemampuan untuk melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, mentoring, kepekaan dalam memberikan bantuan hingga
emotional intelligence Process Skill
Kemampuan terdiri dari: active listening, logical thinking, dan monitoring self and the others
System Skill
Kemampuan untuk dapat melakukan judgement dan keputusan dengan pertimbangan cost-benefit serta
kemampuan untuk mengetahui bagaimana sebuah sistem dibuat dan dijalankan
Cognitive Abilities HOTs
Skill yang terdiri dari antara lain: Cognitive Flexibility, Creativity, Logical Reasoning, Problem Sensitivity, Mathematical Reasoning, dan Visualization .