• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI DENGAN PEMANFAATAN BOTOL BEKAS SEBAGAI MEDIA CETAK TINGGI DI KELAS VII SMP NEGERI 4 KOTA BINJAI TAHUN AJARAN 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI DENGAN PEMANFAATAN BOTOL BEKAS SEBAGAI MEDIA CETAK TINGGI DI KELAS VII SMP NEGERI 4 KOTA BINJAI TAHUN AJARAN 2014/2015."

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KARYA SENI RUPA DUA DIMENSI DENGAN PEMANFAATAN

BOTOL BEKAS SEBAGAI MEDIA CETAK TINGGI DI KELAS VII SMP

NEGERI 4 KOTA BINJAI TAHUN AJARAN 2014/2015

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

MUHAMMAD RUDIONO NIM. 2101151012

JURUSAN SENI RUPA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)
(6)

ABSTRAK

Muhammad Rudiono, NIM : 2101151012, Analisis Karya Seni Rupa Dua

Dimensi Dengan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Cetak Tinggi Di Kelas VII SMP Negeri 4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014/2015 Program studi

Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan, 2015.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara siswa mengerjakan karya seni rupa dua dimensi dengan teknik cetak tinggi dengan pemanfaatan botol bekas sebagai media cetak tinggi dan untuk mengetahui kesesuaian hasil motif cetakan dengan motif yang ada pada alas botol bekas dengan mendeskripsikan hasil pemelajaran seni grafis cetak tinggi dengan mengunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan motif flora dan fauna dalam bentuk karya seni rupa dua dimensi di kelas VII SMP Negeri 4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014-2015.

Pemanfaatan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan menggunakan Permukaan alas dari botol bekas sebagai motif cetakan flora dan fauna di atas bidang kertas sebagai wujud karya seni rupa dua dimensi.

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan sampel berjumlah 30 siswa. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi/Pengamatan dengan penugasan tes mencetak dengan botol bekas di atas bidang kertas. Teknik analisis mengunakan menggunakan teknik deskriptif yang kemudian diklasifikasi menjadi kelompok data kuantitatif. Data yang didapat akan diamati pada saat proses mengerjakan cetak dengan tolak ukur yang telah ditetapkan dan ditabulasikan dalam bentuk tabel. Setelah diamati dapat ditarik kesimpulan dari cara siswa mengerjakan karya seni rupa dua dimensi dengan pemanfaatan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan hasil pemelajaran baik.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Skripsi ini tepat waktu. Skripsi ini merupakan karya ilmiah yang harus diselesaikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Disamping itu persyaratan akademis, adalah juga ungkapan tanggung jawab penulis sebagai seorang akademisi, melalui usaha penelitian ilmiah yang diharapkan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Apa yang penulis lakukan mungkin masih belum mencapai hasil yang maksimal, untuk itu saran dan masukan yang konstruktif dari pembaca sangat diharapkan. Semoga Skripsi ini bisa memberi konstribusi terhadap khasanah pengetahuan, dan semoga penelitian ini membantu terhadap kegiatan penelitian-penelitian relevan selanjutnya.

Banyak dukungan dan bantuan yang penulis dapatkan dalam menyelesaikan Skripsi ini. Tanpa bantuan dan dukungan, kemudahan-kemudahan yang diperoleh, sulit kirannya penulis menyelesaikan tugas ini. Untuk itu, rasa hormat dan ucapan terimakasih penulis sampaikan kepada :

 Prof Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor Universitas Negeri Medan.  Dr. Isda Pramuniati, M.Hum., selaku Dekan Fakultas Bahasa dan

Seni Universitas Negeri Medan.

 Dr. Wahyu Tri Admojo, M.Hum., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa.

 Drs. Dermawan Sembiring, M.Hum., selaku Dosen Pembimbing Skripsi.

 Drs. R. Triyanto, M.Sn., selaku Dosen Pembimbing Akademik sekaligus Penguji.

 Drs. Mesra, M.Sn., selaku Sekretaris Jurusan Seni Rupa dan Dosen Penguji.

 Drs. Onggal Sihite, M.Si., selaku Dosen Penguji.  Bapak dan Ibu Dosen Jurusan Seni Rupa.

 Kepala Sekolah dan Guru-guru SMP Negeri 4 Binjai yang telah memberikan kemudahan dalam mengumpulkan data penelitian.

(8)

 Abah dan Ibu yang telah memberikan segenap kasih sayang, perhatian, dukungan seta doa kepada Penulis.

 Bang Eko Setiawan dan Bang Arman yang selalu mendukung dan memotivasi Penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

 Aceriono laptop saya dan canono kamera serta mesin printer yang telah banyak membantu Penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.  Adik-adik tercinta yang selalu mendoakan saya agar dapat

menyelesaikan tugas akhir ini.

 Rekan-rekan seperjuangan Safrizal, Hareanto, Akbar, Nova, Teguh, F5Km (Ayu, Leni, Khana, dan Doni), teman-teman kelas A, B, C Jurusan Seni Rupa stambuk 2010. Serta Kakak dan adik stambuk, dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu.

Semoga semua bantuan, dukungan, dan kemudahan-kemudahan yang Bapak

dan Ibu berikan menjadi amalan dan mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,

Amin.

Medan, Maret 2015.

Muhammad Rudiono NIM. 2101151012

(9)

DAFTAR ISI

a. Media dalam Pembelajaran 9

b. Manfaat Media Pembelajaran 10

4. Pengertian Seni Grafis 11

5. Seni Grafis Cetak Tinggi 12

a. Sejarah Seni grafis Cetak tinggi 12

b. Pengertian Seni grafis Cetak tinggi 14

c. Prinsip Seni grafis Cetak tinggi 16

d. Alat dan Bahan Cetak Tinggi 16

e. Langkah-langkah kerja Cetak tinggi 24

6. Barang Bekas 25

B. Kerangka Konseptual 28

BAB III METODE PENELITIAN

A. Alokasi dan Waktu Penelitian 31

1. Alokasi waktu 31

2. Jadwal Penelitian 31

B. Populasi dan Sampel 32

1. Populasi 32

2. Sampel 32

C. Alat dan Instrument Penelitian 32

D. Teknik Pengumpulan Data 33

E. Teknik Analisis Data 34

(10)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan 39

B. Pembahasan 60

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan 102

B. Saran 103

DAFTAR PUSTAKA 104

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Waktu Penelitian 31

Tabel 3.2 Indikator Pengamatan 35

Tabel 4.1 Lembar Pengamatan mencetak 51

Tabel 4.2 Lembar Pengamatan mencetak 52

Tabel 4.3 Hasil Pengamatan 60

Tabel 4.4 Hasil Pengamatan 62

Tabel 4.5 Hasil Pengamatan 63

Tabel 4.6 Hasil Pengamatan 65

Tabel 4.7 Hasil Pengamatan 66

Tabel 4.8 Hasil Pengamatan 68

Tabel 4.9 Hasil Pengamatan 69

Tabel 4.10 Hasil Pengamatan 70

Tabel 4.11 Hasil Pengamatan 72

Tabel 4.12 Hasil Pengamatan 73

Tabel 4.13 Hasil Pengamatan 74

Tabel 4.14 Hasil Pengamatan 76

Tabel 4.15 Hasil Pengamatan 77

Tabel 4.16 Hasil Pengamatan 78

Tabel 4.17 Hasil Pengamatan 80

Tabel 4.18 Hasil Pengamatan 81

Tabel 4.19 Hasil Pengamatan 82

Tabel 4.20 Hasil Pengamatan 84

Tabel 4.21 Hasil Pengamatan 85

Tabel 4.22 Hasil Pengamatan 86

Tabel 4.23 Hasil Pengamatan 88

Tabel 4.24 Hasil Pengamatan 89

Tabel 4.25 Hasil Pengamatan 90

Tabel 4.26 Hasil Pengamatan 92

Tabel 4.27 Hasil Pengamatan 93

Tabel 4.28 Hasil Pengamatan 95

Tabel 4.29 Hasil Pengamatan 96

Tabel 4.30 Hasil Pengamatan 98

Tabel 4.31 Hasil Pengamatan 99

Tabel 4.32 Hasil Pengamatan 100

(12)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Skema cetak tinggi 14

Gambar 2.2 Dua tipe pisau cukil yang di pakai di barat dan di jepang 17

Gambar 2.3 Cara pemotongan pisau 17

Gambar 2.4 Pahat cukil “V” 18

Gambar 2.5 Pahat cukil lengkung/bulat 18

Gambar 2.6 Beberapa pisau dan pahat cukil 18

Gambar 2.7 Contoh dari berbagai hasil cukil 19

Gambar 2.8 Tinta cetak berbasis minyak 20

Gambar 2.9 Tinta cetak berbasis air 20

Gambar 2.10 Contoh rol besar dan rol kecil 21

Gambar 2.11 Membubuhkan tinta ke permukaan cetakan 21

Gambar 2.12 Sikat-sikat yang dipakai pada permukaan blok cetak 22

Gambar 2.13 Baren 23

Gambar 2.14 Contoh cetak tinggi 23

Gambar 2.15 Cetakan bunga dari pelepah pisang dan botol bekas 27

Gambar 2.16 Cetakan sayap kupu-kupu 27

Gambar 2.17 Cetakan burung merak 27

Gambar 4.1 Jenis botol yang dapat digunakan sebagai acuan cetak 41

Gambar 4.2 Gliserin 42

Gambar 4.3 Perlengkapan alat cetak tinggi dengan botol bekas 44 Gambar 4.4 Permukaan botol yang memiliki permukaan tinggi 44

Gambar 4.5 Proses sapuan kuas 44

Gambar 4.6 Hasil proses sapuan kuas 44

Gambar 4.7 Hasil proses pembuatan tangkai 44

Gambar 4.8 Meletakan tinta pada palet 45

Gambar 4.9 Pencampuran cat poster dengan Gliserin 45

Gambar 4.10 Pencampuran cat poster dengan Gliserin 45

Gambar 4.11 Membubuhkan tinta pada permukaan alas botol 46

Gambar 4.12 Pembubuhan tinta yang dianggap merata 46

Gambar 4.13 Cara siswa menggenggam botol acuan 47

Gambar 4.14 Mencetak dengan media botol diatas bidang kertas 47 Gambar 4.15 Mencetak dengan media botol diatas bidang kertas 47

Gambar 4.16 Hasil karya Seni Grafis cetak tinggi 48

Gambar 4.17 Badan boto sebagai media cetak 48

Gambar 4.18 Hasil cetakan pola mobil 48

Gambar 4.19 mencetak dengan setengah alas botol 49

Gambar 4.20 hasil cetakan motif pola kupu-kupu 49

Gambar 4.21 hasil cetakan motif pola burung merak 49

(13)

Gambar 4.22 Karya Adella Mustika 60

Gambar 4.23 Karya Anggi Irawan 62

Gambar 4.24 Karya Anju Dian Br. Sitorus 63

Gambar 4.25 Karya Asri Theresia 65

Gambar 4.26 Karya Darmawansyah Batubara 66

Gambar 4.27 Karya Dina Oktavia 68

Gambar 4.28 Karya Dyah Anggun Syahfitri 69

Gambar 4.29 Karya Eva Antika 70

Gambar 4.30 Karya Fatimah Beutari 72

Gambar 4.31 Karya Fauzi Dafa Siregar 73

Gambar 4.32 Karya Ghalih Dafa Oktavianda 74

Gambar 4.33 Karya Indra Wardana 76

Gambar 4.34 Karya Josepin Putri Nadya 77

Gambar 4.35 Karya Jun Liani 78

Gambar 4.36 Karya Melly Sagita 80

Gambar 4.37 Karya Muhammad Ariranto 81

Gambar 4.38 Karya Mutiara Regina 82

Gambar 4.39 Karya Novita Sari 83

Gambar 4.40 Karya Nurcahaya Kerentryna’s 85

Gambar 4.41 Karya Nuri Indah Sulastika 86

Gambar 4.42 Karya Putra Gedion Manalu 87

Gambar 4.43 Karya Rachel Br. Tumorang 89

Gambar 4.44 Karya Revi Igryanto 90

Gambar 4.45 Karya Ruth Perangin-angin 92

Gambar 4.46 Karya Sefira Deliana 93

Gambar 4.47 Karya Siera Nasrani 95

Gambar 4.48 Karya Sintia Artha Sinaga 96

Gambar 4.49 Karya Tia Kristina Situmorang 98

Gambar 4.50 Karya Yogi Agustiawan 99

Gambar 4.51 Karya Yogi Pratama 100

(14)

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

Seni Budaya dalam Kurikulum 2013 dirumuskan untuk mencakup

sekaligus studi karya seni budaya untuk mengasah kompetensi pengetahuan, baik

dari karya maupun nilai yang terkandung di dalamnya, praktik berkarya seni

budaya untuk mengasah kompetensi keterampilan, dan pembentukan sikap

apresiasi terhadap seni budaya sebagai hasil akhir dari studi dan praktik karya seni

budaya. Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013, siswa

diajak menjadi berani untuk mencari sumber belajar lain yang tersedia dan

terbentang luas di sekitarnya. Peran guru dalam meningkatkan dan menyesuaikan

daya serap siswa dengan ketersediaan kegiatan sesuai kurikulum. Guru dapat

memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai

dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Seni rupa dalam kurikulum 2013, mengarahkan siswa untuk mengenal

keanekaragaman kekayaan alam dan budaya Indonesia sebagai sumber inspirasi

dalam karya seni dengan menggunakan berbagai macam teknik dan bahan. Karya

seni rupa dua dimensi seperti menggambar flora, fauna, dan benda alam,

menggambar ragam hias dan menggambar ilustrasi adalah materi dalam

pembelajaran seni rupa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karya Seni

rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang dibatasi dua sisi saja, yaitu sisi

panjang dan lebar, dan hanya bisa dilihat satu arah, Seni rupa dua dimensi terdiri

(15)

Dalam pendidikan seni rupa, aktivitas pembelajaran mencetak merupakan

kegiatan yang memiliki peranan penting bagi pengembangan kepribadian anak

yang berkenaan dengan kreativitas dan imajinasi serta inovasi dalam rangka

menciptakan karya-karya baru yang bebas. Mencetak adalah membuat sesuatu

melalui proses cetak dengan tujuan agar menghasilkan bentuk yang sama dalam

jumlah yang banyak dengan satu pola cetakan yang prosesnya memindahkan

gambar dari acuan cetak ke bidang cetak dan hasilnya disebut sebagai cetakan

.

Dari uraian di atas terdapat permasalahan dalam pembelajaran karya seni

rupa dua dimensi khususnya dengan teknik cetak tinggi di antaranya siswa kurang

memperoleh pengetahuan dalam memelajari seni grafis cetak tinggi baik teori

maupun praktek sebagai salah satu teknik pembuatan karya seni rupa dua dimensi,

Hal ini disebabkan karena siswa belum menumbuhkan keterampilan membuat

karya seni rupa dua dimensi dengan kreasi bentuk kegiatan lain seperti

pemanfaatan barang-barang bekas dan diwujudkan dengan teknik cetak tinggi.

Permasalahan lainnya adalah ketersediaan alokasi waktu pembelajaran dengan

proses mencetak tidak memadai karena dalam mencetak banyak langkah-langkah

yang harus dikerjakan di antarananya mencukil pada acuan, mencukil adalah

proses terpenting dalam pembentukan pola desain yang sudah digambar dan

dipindahkan ke atas acuan untuk dicukil dengan pahat dan pisau cukil agar

menghasilkan permukaan yang tinggi dan permukaan yang rendah, dalam hal ini

(16)

yang digunakan untuk mencetak sebagai hasil karya seni rupa dua dimensi harus

bervariasi.

Sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Kurikulum 2013 yaitu

Guru dapat memperkayanya dengan kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain

yang sesuai dan relevan yang bersumber dari lingkungan sosial dan alam.

Kegiatan dalam mengenal keanekaragaman kekayaan alam seperti flora dan fauna

sebagai bentuk karya seni rupa dua dimensi dapat diperkenalkan dalam bentuk

eksperimen dikelas VII sesuai tujuan pembelajaran kurikulum 2013. Perkenalan

tersebut melalui kegiatan pembelajaran seni grafis cetak tinggi dengan

memanfaatkan botol bekas sebagai media cetak. Pemanfaatan botol bekas sebagai

media cetak merupakan kegiatan pendekatan lingkungan yaitu suatu pendekatan

pembelajaran yang berusaha untuk meningkatkan keterlibatan siswa melalui

pendayagunaan lingkungan sebagai sumber belajar. pendekatan ini termasuk

pendekatan lingkungan alam karena memanfaatkan barang bekas sebagai media

dalam pembelajaran dapat membantu mengurangi limbah barang bekas plastik

dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media

cetak maka siswa tidak perlu lagi mencukil dengan pisau dan pahat cukil dan

waktu pembelajaran yang tersedia untuk praktikum juga sangat cukup, dengan

memanfaatkan botol bekas sebagai media cetak siswa tidak perlu membuat desain

lagi sebagai pola cetakkan, karena botol bekas yang digunakan adalah botol bekas

yang memiliki permukaan yang tinggi dan memiliki motif pada alasnya dan motif

yang dihasilkan dari cetakkan botol bekas dapat berupa bentuk flora dan fauna.

(17)

karya seni rupa dua dimensi dengan pemanfaatan botol bekas sebagai media cetak

tinggi.

Maka dari itu peneliti mengambil judul “Analisis Karya Seni Rupa Dua

Dimensi Dengan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Cetak Tinggi Di Kelas

VII SMP Negeri 4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014/2015”

B. Identifikasi Masalah

Penulis mengidentifikasi masalah sebagai berikut :

1. Siswa kurang memperoleh pengetahuan teori dan praktikum cetak

tinggi sebagai salah satu teknik pembuatan karya seni rupa dua

dimensi.

2. Siswa belum menumbuhkan keterampilan membuat karya seni rupa

dua dimensi dengan pemanfaatan barang-barang bekas dan

diwujudkan dengan teknik cetak tinggi.

3. Alokasi waktu pemelajaran yang ada untuk proses mencetak tidak

memadai, Bahan dan alat yang digunakan untuk seni rupa dua dimensi

kurang bervariasi.

C. Pembatasan Masalah

Masalah yang hendak diteliti, dibatasi dengan Analisis Karya Seni Rupa

Dua Dimensi Dengan Pemanfaatan Botol Bekas Sebagai Media Cetak Tinggi Di

Kelas VII SMP Negeri 4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014/2015. Pemanfaatan

botol bekas yang dimaksud adalah botol sebagai media cetak tinggi dengan

menggunakan Permukaan alas dari botol bekas sebagai motif cetakan flora dan

(18)

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka rumusan masalah penelitian

ini adalah :

1. Bagaimana cara siswa mengerjakan karya seni rupa dua dimensi

dengan menggunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan

menghasilkan motif flora dan fauna ?

2. Apakah hasil cetakan motif flora dan fauna di bidang kertas sesuai

dengan motif yang ada pada alas botol yang dijadikan sebagai media

cetak tinggi dalam bentuk hasil karya seni rupa dua dimensi ?

3. Bagaimana hasil pemelajaran karya seni rupa dua dimensi dengan

menggunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan

menghasilkan motif flora dan fauna ?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk mengetahui cara siswa mengerjakan karya seni rupa dua

dimensi dengan menggunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi

dengan menghasilkan motif flora dan fauna di kelas VII SMP Negeri

4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014-2015.

2. Untuk mengetahui kesesuaian hasil cetakkan dengan motif flora dan

fauna di bidang kertas dengan motif yang ada pada alas botol yang

dijadikan sebagai media cetak tinggi dalam bentuk hasil karya seni

(19)

3. Untuk mendeskripsikan hasil pemelajaran karya seni rupa dua dimensi

dengan menggunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan

menghasilkan motif flora dan fauna di kelas VII SMP Negeri 4 Kota

Binjai Tahun Ajaran 2014-2015.

F. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini antara lain :

1. Bagi siswa, botol bekas sebagai media cetak tinggi dapat dijadikan

acuan untuk menumbuhkan keterampilan dalam membuat karya seni

rupa dua dimensi dalam mengenal flora dan fauna dengan

pemanfaatan barang-barang bekas yang diwujudkan dengan teknik

cetak tinggi.

2. Bagi Guru, penelitian ini dapat digunakan untuk meningkatkan hasil

belajar, dan mengukur keberhasilannya dalam pelaksanaan kegiatan

belajar mengajar, serta memperluas wawasan tentang penggunaan

media sederhana guna meningkatkan hasil belajar. dan menimbulkan

tingkat kesadaran serta pola pikir guru untuk mendorong dan

memotivasi siswa dalam memanfaatkan barang bekas sebagai media

dalam pembelajaran.

3. Bagi sekolah, hasil penelitian ini dapat menjadi refrensi sebagai

masukan atau evaluasi guna meningkatkan mutu dan kualitas

(20)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan maka dapat diambil

kesimpulan yaitu :

1. Cara siswa mengerjakan seni grafis cetak tinggi dengan

menggunakan botol bekas sebagai media cetak tinggi dengan

menghasilkan motif flora dan fauna dalam wujud karya seni rupa dua

dimensi secara keseluruhan siswa mengerjakannya dengan baik.

2. Hasil cetakan motif flora dan fauna pada bidang kertas secara

keseluruhan hasil motif cetakan pada karya siswa sesuai dengan motif

yang ada pada botol bekas.

3. Hasil pemelajaran seni grafis cetak tinggi dengan menggunakan botol

bekas sebagai media cetak tinggi dengan menghasilkan motif flora

dan fauna dalam wujud karya seni rupa dua dimensi dengan hasil baik.

4. Dengan demikian, secara umum karya seni rupa dua dimensi dengan

pemanfaatan botol bekas sebagai media cetak tinggi di kelas VII-1

SMP Negeri 4 Kota Binjai Tahun Ajaran 2014/2015, dengan hasil

BAIK.

Berdasarkan hasil pengamatan dari sepuluh indikator pengamatan masih

banyak kelemahan siswa dalam mencampurkan tinta dengan gliserin sehingga

(21)

perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran agar tecapai hasil belajar yang

diharapkan.

B. SARAN

1. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan kepada siswa agar

lebih meningkatkan kemampuan belajar mencetak dalam

menggunakan barang-barang bekas dan khususnya dalam variasi

bentuk cetakkan dan meningkatkan indikator penilaian berdasarkan

kesesuaian motif cetak, komposisi, warna, dan kerapian pada hasil

karya seni rupa dua dimensi yang diwujudkan dalam karya cetak

tinggi pada bidang kertas.

2. Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan guru bidang studi

dapat meningkatkan pembelajaran karya seni rupa dua dimensi dengan memperkaya

kreasi dalam bentuk kegiatan-kegiatan lain yang sesuai dan relevan yang bersumber

dari lingkungan sosial dan alam sesuai dengan tujuan pembelajaran kurikulum 2013.

3. Harapan penulis hendaknya penelitian ini dilanjutkan dan dikembangkan pada ruang

lingkupyang lebih luas, sehingga dapat memberi sumbangan yang berarti bagi dunia

(22)

DAFTAR PUSTAKA

Arsyah, Azhar. 2007. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Djauhar, Arifin. 1983. Pedoman Guru Seni Rupa Sekolah Dasar. Jakarta : PT Rais Utama.

Hamdani. 2005. Strategi Belajar Mengajar. Bandung : Pustaka Setia.

Kamus Kesehatan, 2014, http://kamuskesehatan. com. Downloaded. 22/08/2014 pkl. 21.10 wib.

Marianto, M. Dwi 1988. Seni Cetak Cukil Kayu. Yogyakarta : Kasinius.

Mardalis.1990. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : Bumi Aksara.

Mirantiyo, Yoki, 2012. Seni Rupa Nusantara. Jakarta : Mikimedia. Myers, Benard S, 1958. Understand the Art. New York : The city college.

Muharram. 1992. Pendidikan Kesenian II Seni Rupa. Jakarta : Depdikbud.

Reiser, Robert. 2001. A History of Instructional Design and Technology: Part 1:

A History of Instructional Media. Florida State University : The H.W.

Sembiring, Darmawan, dkk. 2010. Wawasan Seni Rupa. Medan : FBS Unimed. Steyaning. 2014. http://senirupa_karyasenirupacetaktinggi.co.id, downloaded

15/09/2014 pkl. 18:14 wib.

Sulistianto, Harry. 2007. Seni Budaya SLTP Kelas VII dan Kelas VIII. Bandung : Grafindo.

Suwadi, Aosin. 2014. http://bit.ly/copy_win downloaded 18/11/2014 pkl 23.49 wib.

Wm-site. 2012. http://blisekenbali.com, downloaded 18/08/2014 pkl. 14:52 wib.

Gambar

gambar dari acuan cetak ke bidang cetak dan hasilnya disebut sebagai cetakan.

Referensi

Dokumen terkait

obyek tertentu. Karya seni rupa 3 dimensi ada yang memiliki fungsi pakai dan ada yang memiliki fungsi hias saja. Untuk berkarya seni rupa 3 dimensi ini kalian dapat memilih dan

Kumpulkan gambar (reproduksi) karya seni rupa tiga dimensi dari berbagai sumber (media cetak maupun elektronik), kemudian buat analisis sederhana berkaitan dengan nama perupa

uraian pengetahuan dan keterampilan, Saudara diharapkan dapat membuat karya seni rupa dua dimensi dengan teknik cetak tunggal sederhana sesuai dengan langkah-langkah yang

 Melihat karya seni rupa tiga dimensi melalui media cetak (buku, majalah, brosur, dsb.), internet dan kegiatan pameran  Mengamati proses pembuatan. karya seni rupa tiga

Seni grafs merupakan salah satu cabang seni rupa dua dimensi yang dikerjakan dengan teknik cetak. Terdapat beberapa ragam

a. seni rupa dwimatra ( dua demensi ) yaitu karya seni berbentuk datar atau dua ukuran  ( panjangdan lebar ) yang hanya dapat di pandang dari arah depan saja ,misalnya gambar atau lukisan

Seni rupa 3 dimensi, atau biasa kita sebut dengan Seni rupa 3D, merupakan seni rupa yang dibatasi dengan 3 sisi yaitu sisi panjang, sisi lebar dan tinggi atau dalam pengertiannya

Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja.. Contohnya,