• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Statistical Quality Control Guna Mengurangi Produk Cacat pada Jam Tangan Tulang dan Tanduk (Studi Kasus pada Grootwatch Bandung).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penerapan Statistical Quality Control Guna Mengurangi Produk Cacat pada Jam Tangan Tulang dan Tanduk (Studi Kasus pada Grootwatch Bandung)."

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut salah satunya dalam bidang fashion. Agar tetap bersaing dengan para pelaku usaha lainya yang semakin inovatif maka diperlukan adanya pengendalian kualitas dengan menggunakan Statistical Quality Control. Grootwatch merupakan sebuah brand jam tangan home industries, Groot melakukan inovasi baru dengan membuat produk jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk. Jenis dari produksi jam tangan Grootwatch ini adalah Asmat, Dayak, dan Baduy. Pembagian produksi disini ada 3 bagian yaitu pembagian body jam, rantai jam, dan perakitan akhir jam serta pemasangan mesin jarum pada jam.

Groot menggunakan pengendalian kualitas dengan terpusat pada bahan baku dan pemeriksaan pada produk jadi. Permasalahan disini adalah cara dari Groot dalam menanggulangi bahan baku dan masih terdapat produk cacat yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Untuk mencegah terjadinya produk cacat yang diluar kendali maka gunakan alat bantu berupa grafik pengendalian (control chart).

Groot merupakan home industries, maka jumlah sampel yang dihasilkan oleh Groot setiap bulanya bervariasi dan tidak konstan maka menggunakan grafik pengendalian u-chart. Setelah menggunakan u-chart maka tidak diketemukan adanya cacat setiap bulanya yang melebihi batas kendali atas dan batas kendali bawah. Kemudian dibuat diagram pareto untuk mengetahui presentase dan kecacatan yang dominan, dan yang paling dominan yaitu cacat pada rantai dengan (57.14%) selanjutnya cacat pada body (32.42%) dan terakhir pada kesalahan rakit dan jam (10.44%). Setelah diketahui presentase dari masing-masing kecacatan maka dibuat diagram sebab akibat untuk menganalisis faktor yang menjadi penyebab kecacatan pada produk dan dapat dicari solusi dan saran dari masalahnya.

(2)

viii Universitas Kristen Maranatha increasingly innovative it is necessary to control quality by using Statistical Quality Control. Grootwatch is a brand of watches home industries, Groot innovate by making watches that are made of bone and horn. Type of production Grootwatch watches are Asmat, Dayak, and the Baduy. The division of production here are three parts, namely the distribution of body clock, watch chain, and final assembly and installation of machinery needle hour on the hour.

Groot use with a centralized quality control on raw materials and the finished product inspection. The problem here is the way of Groot in dealing with raw materials and there is still a defective product that does not comply with the established specifications. To prevent the occurrence of defective products out of control then use tools such as control charts.

Groot is home industries, the number of samples generated by Groot each month varies and is not constant then use the control u-chart graph. After using u-chart then not found any defects each month exceeding the upper control limit and lower control limit. Pareto diagram is then made to determine the percentage and disability dominant, and dominant is a defect in the chain with (57.14%) further defects in the body (32.42%) and the last at fault raft and hours (10:44%). Now we know the percentage of each disability then made a causal diagram to analyze the factors that cause defects in products and solutions and advice can be sought from the problem.

(3)

ix Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL (BAHASA INDONESIA) ... i

HALAMAN JUDUL (BAHASA INGGRIS) ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv

KATA PENGANTAR ... v

1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Kegunaan Penelitian ... 6

1.5 Sistematika Penulisan ... 7

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... 9

2.1 Manajemen Operasi ... 9

2.4.3 Pengendalian Kualitas Secara Statistik (StatisticalQuality Control) . 20 2.4.3.1 Jenis Pengendalian Kualitas Proses Statistik ... 21

2.4.4 Alat Bantu Dalam Pengendalian Kualitas ... 23

(4)

x Universitas Kristen Maranatha

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN ... 42

3.1 Objek Penelitian ... 42

3.1.1 Struktur Organisasi ... 43

3.2 Metode Penelitian... 44

3.3 Jenis dan Teknik Pnengumpulan Data ... 44

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47

4.1 Pengumpulan Data ... 47

4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan ... 62

4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Rantai... 63

4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Body ... 64

4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Kesalahan Rakit dan Mesin Jam ... 65

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 66

5.1 Kesimpulan ... 66

5.2 Saran ... 68

DAFTAR PUSTAKA ... 71

DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS (CURRICULUM VITAE) ... 72

(5)

xi Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Proses Empat Langkah PDCA ... 18

Gambar 2.2 Lembar Periksa ... 24

Gambar 2.3 Diagram Pencar ... 25

Gambar 2.4 Diagram Penyebab Efek ... 26

Gambar 2.5 Grafik Pareto ... 27

Gambar 2.6 Diagram Alur (Flowchart) ... 29

Gambar 2.7 Grafik Histogram... 30

Gambar 2.8 Control Chart ... 31

Gambar 2.3 Diagram Pencar ... 25

Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran ... 41

Gambar 3.1 Struktur Organisasi ... 44

Gambar 4.1 Peta Pengendalian u ... 52

Gambar 4.2 Diagram Pareto ... 54

Gambar 4.3 Diagram Sebab Akibat Pada Kecacatan Rantai ... 56

Gambar 4.4 Diagram Sebab Akibat Pada Kecacatan Body ... 58

(6)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Produksi Jam Tangan Tulan dan Tanduk ... 5 Tabel 4.1 Data Jumlah Produksi Jam Tangan Tulan dan Tanduk Grootwatch Bandung ... 47 Tabel 4.2 Hasil Tabel Perhitungan UCL dan LCL Secara Keseluruhan Dari Jam Tangan Tulang dan Tanduk ... 51 Tabel 4.3 Tabel Persentase Jumlah Cacat Produk Komulatif Pada Jam

Tangan Tulang dan Tanduk ... 53 Tabel 4.4 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Rantai ... 63 Tabel 4.5 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Body ... 64 Tabel 4.6 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Kesalahan Rakit dan

(7)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Penelitian

Dewasa ini persaingan dalam melakukan bisnis sangatlah ketat terutama pada

era modern seperti ini khususnya dalam bidang industri kreatif. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk

penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Pengertian kreativitas adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu

kebutuhan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat

diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009). Definisi industri kreatif sendiri menurut Departemen

Perdagangan pada studi pemetaan industri kreatif tahun 2007 dalam buku Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 (2008) adalah: “Industri yang

berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk

menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”.

(8)

2 Universitas Kristen Maranatha Indonesia 2025 (2008), ada 14 subsektor industri kreatif di Indonesia, yakni periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; video, film dan

fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio; serta riset dan

pengembangan; dan fashion. Indonesia memiliki basis sumber daya manusia cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif, melihat dari persaingan itu para pelaku usaha harus mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang

dihasilkan agar tetap bersaing dengan para pelaku usaha lainya yang semakin inovatif.

Kualitas adalah kemampuan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (Heizer dan Render, 2015). Pengelolaan kualitas dapat membantu

dalam membangun strategi yang berhasil dalam diferensiasi, biaya rendah, dan respons. Sebagai contoh yaitu ketika peningkatan pada penjualan biasanya terjadi sebagai kecepatan perusahaan merespons, peningkatan dan penurunan harga jual,

dan meningkatkan reputasi mereka untuk produk yang berkualitas. Kurangnya kualitas mempengaruhi keseluruhan organisasi mulai dari pemasok sampai ke

pelanggan dan mulai dari desain produk sampai ke pemeliharaan. (Heizer dan Render, 2015)

Statistical Quality Control sering disebut sebagai Statistical Proses Control adalah suatu proses yang digunakan untuk memonitor standar dengan menetapkan pengukuran dan tindakan korektif atas suatu produk atau jasa yang dihasilkan

(9)

3 Universitas Kristen Maranatha quality control adalah dengan control charts (grafik pengendalian). Control charts adalah presentasi grafis dari data proses dari waktu ke waktu yang menunjukan batas kendali atas dan bawah untuk proses yang ingin kita kendalikan” (Heizer dan Render, 2015). Batas kendali atas dan bawah dalam

grafik pengendalian dapat berupa ukuran suhu, tekanan, berat, panjang, dan sebagainya. Jenis-jenis pada Control Chart adalah Variabel Chart dan Attribute Chart. Attribute Chart merupakan peta kendali untuk karakteristik kualitas yang mudah diukur seperti volume, berat, panjang dan lain sebagainya. Sedangkan Attribut Chart merupakan peta kendali untuk karakteristik yang sulit diukur seperti produk rusak dan produk cacat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis Attribut Chart, peta kendali rusak dibagi menjadi p-Chart (peta kendali

proporsi kerusakan) dan np-Chart (peta kendali jumlah kerusakan) sedangkan peta kendali cacat dibagi menjadi c-Chart (peta kendali cacat), u-Chart (peta kendali cacat per unit) dan U-Chart (peta kendali tingkat cacat).

Grootwatch merupakan sebuah brand jam tangan home industries. Groot berdiri sejak awal tahun 2015 yang didirikan oleh Marwan Eka Fadilah. Groot

melakukan inovasi baru dengan membuat produk jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk. Jenis dari produksi jam tangan Grootwatch ini adalah Asmat, Dayak, dan Baduy. Jenis Asmat dan Dayak ini menggunakan bahan dari tulang

paha dan betis sapi dan yang membedakan dari kedua jenis ini dari segi warna, jika Asmat berwarna putih dan jika Dayak berwarna coklat muda hampir

(10)

4 Universitas Kristen Maranatha kerbau. Berbagai macam proses hand made yang membutuhkan keahlian dari para pengrajin tulang dan tanduk dari mulai memotong, mengukir, pembuatan

body jam, pembuatan rantai jam, juga pemasangan mesin dan kaca. Walaupun yang mengerjakan produk tersebut merupakan pengrajin tapi tidak selalu hasil

produksi sesuai standar, nyatanya ada saja bagian produk yang cacat seperti kualitas warna yang tidak sesuai standar, rantai yang retak, tutup body yang retak, ukuran yang tidak pas antara body dan rantai, mesin, dan lain sebagainya. Karena

masih ditemukan beberapa produk yang cacat dalam produksi dan tidak memenuhi standar kualitas maka dibutuhkan peta kendali untuk membantu

memecahkan masalah seperti ini.

Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis dalam penelitianya mengambil

judul Penerapan Statistical Quality Control Guna Mengurangi Produk Cacat Pada Jam Tangan Tulang Dan Tanduk (Studi Kasus pada Grootwatch

Bandung)”

1.2Identifikasi Masalah

Hasil dari pra survey pada produksi Grootwatch terlihat adanya beberapa

(11)

5 Universitas Kristen Maranatha

Tabel 1.1

Jumlah Produksi Jam Tangan Tulang dan Tanduk

Pada Grootwatch Periode Januari 2015-Maret 2016

Bulan

Berdasarkan tabel diatas terdapat produk cacat, maka permasalahan tersebut

dapat diidentifikasikan sebagai berikut:

1. Bagaimana praktik pengendalian kualitas yang dilakukan oleh Grootwatch? 2. Bagaimana penerapan statistical quality control terhadap upaya mengurangi

produk cacat?

(12)

6 Universitas Kristen Maranatha

1.3Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan, maka

penulis memiliki tujuan untuk:

1. Mengetahui praktik pengendalian kualitas yang dilakukan oleh Grootwatch.

2. Mengetahui penerapan statistical quality control terhadap upaya mengurangi produk cacat.

3. Mengetahui saran dalam perbaikan dan penyelesaian dengan menggunakan

statistical quality control.

1.4 Kegunaan Penelitian

Penulis berharap hasil dari penelitian ini bemanfaat bagi:

1. Bagi penulis, yaitu mempraktekan teori-teori dalam perkuliahan pada kasus yang

real di lapangan dan mendapat pembelajaran dari hasil tersebut.

2. Bagi pelaku bisnis, yaitu diharapkan menjasi solusi untuk masalah yang ada di dalam proses produksi dan hasil, khususnya dalam hal pengendalian produk cacat.

3. Bagi pihak akademisi, yaitu diharapkan hasil dari penelitian ini bisa berguna untuk pembelajaran juga sebagai bahan studi kasus bagi mahasiswa.

(13)

7 Universitas Kristen Maranatha

1.5 Sistematika Penulisan

Penelitian pada produk jam tangan tulang dan tanduk Grootwatch ini dalam

penulisanya dibuat dalam bentuk skripsi, dengan sistematika sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Bab I yang menceritakan tentang latar belakang mengenai fenomena yang ada pada saat ini dengan menceritakan berkembangnya industri kreatif dalam bidang jam tangan sehingga menceritakan tentang Grootwatch yang mengalami beberapa kendala

dalam mengatasi produk cacat. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab identifikasi dari masalah yang ada pada produksi jam tangan tulang dan tanduk Grootwatch.

Kegunaan penelitian juga dijelaskan pada Bab ini yang diharapkan dapat bermanfaat terutama bagi penulis, pelaku usaha, akademisi, dan pihak lainya.

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Bab II menjelaskan tentang kerangka pemikiran dan beberapa teori mengenai permasalahan yang ada dalam produksi guna membantu dalam segi pemecahan

masalah dan segi menganalisis permasalahan yang terjadi pada pelaku usaha.

BAB III METODE PENELITIAN DAN OBJEK PENELITIAN

Bab III berisikan tentang metode-metode mana yang digunakan dalam

(14)

8 Universitas Kristen Maranatha

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab IV berisikan tentang pengumpulan data dari hasil penelitian yang

dijadikan tolak ukur untuk menyelesaikan suatu masalah yang ada dengan menggunakan metode yang telah dipelajari.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V berisikan tentang kesimpulan yang telah diambil dari hasil penelitian beserta saran dari hasil kesimpulan yang diambil dan diharapkan berguna bagi pelaku

(15)

67

Universitas Kristen Maranatha

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Grootwatch merupakan salah satu industri kreatif yang sedang berkembang dan bergerak di bidang jam tangan. Grootwatch memproduksi jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk yang sudah tidak terpakai. Untuk meminimalisir produk cacat dalam produksi maka Grootwatch menggunakan Statistical Quality

Control untuk pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas dilakukan pada tiga pekerja yang masing-masing memproduksi satu bagian jenis produksi dalam jam

tangan seperti pembuatan rantai jam, pembuatan body jam, dan bagian perakitan akhir dan mesin jam.

Grootwatch selama ini sudah menggunakan praktik pengendalian kualitas pada produknya, tetapi pengendalian kualitas Groot lebih terpusat pada bahan baku tulang dan tanduk dengan upaya menghilangkan jamur yang terdapat pada tulang dan

tanduk. Upaya yang dilakukan Groot yaitu dengan merebus tulang dan tanduk tersebut agar tidak ada lagi sisa jamur yang masih menempel, setelah direbus bahan baku tersebut ada yang langsung diproduksi dan ada yang dimasukan ke dalam

tempat penyimpanan yang terletak pada ranjang dengan handuk.

Proses produksi dari Groot pada saat bahan baku sudah siap maka melewati

(16)

68

Universitas Kristen Maranatha menjadi beberapa bagian rantai ataupun menjadi bagian body, pemotongan tersebut menggunakan mesin scroll saw. Proses selanjutnya menggunakan mesin gerinda

untuk penghalusan tulang dan tanduk dan dibentuk pada tulang berupa lobang-lobang yang berfungsi sebagai tempat dimasukanya skrup dan pin buat rantai. Maintenance

pada peralatan produksi sangat dibutuhkan dan Groot selama ini melakukan perawatan hanya ketika mata pisau dan mata bor tersebut sudah tumpul sehingga bisa sangat mengganggu proses maupun hasil dari produksi.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada produk jam tangan Grootwatch, Penulis mengemukakan berdasarkan data dan perhitungan bahwa:

1. dijelaskan bahwa total jumlah produksi dari januari 2015 – maret 2016 yaitu sebesar 376 yang jumlah produksi setiap bulanya bervariasi, sedangkan produk cacat dibagi menjadi 3 bagian yaitu pada pembuatan body jam, rantai jam, dan

tahap perakitan jam dan mesin. Jumlah cacat tiap bulan bervariasi dengan total cacat mencapai 182 cacat.

2. Penelitian lebih lanjut menggunakan statistical quality control dengan menggunakan peta kendali u, maka dapat dilihat produk cacat tiap bulannya tidak melewati batas pengendalian atas (UCL) dan batas pengendalian bawah (LCL).

Meskipun terdapat produk cacat pada produksi yang mendekati batas pengendalian atas (UCL), tetapi cacat-cacat produksi tersebut masih mendapatkan

(17)

69

Universitas Kristen Maranatha 3. Dengan menggunakan diagram Pareto, dapat diketahui bahwa produk cacat pada

jam tangan Grootwatch didominasi oleh cacat rantai dengan persentase sebesar

57.14%, dan cacat body dengan persentase sebesar 32.42%. Dengan demikian total persentase kecacatan pada produksi jam tangan Grootwatch pada bulan

Januari 2015 sampai dengan Maret 2016 sebesar 89.56%. Penyebab kecacatan lainya dengan kesalahan pada rakit dan mesin yang persentasenya sebesar 10.44% pada jangka waktu yang serupa.

5.2 Saran

Setelah diketahui berbagai data dari penelitian maka penulis memberi saran dan

masukan yang dapat membantu Grootwatch untuk meminimalisir cacat pada produksi body jam, rantai jam, dan kesalahan rakit dan jam tangan. Saran tersebut antara lain:

1. Memberikan inspeksi dan pengawasan rutin terhadap pekerja agar terhindar dari kesalahan. Memberikan sketsa ukuran pada produk secara jelas sehingga tidak

terjadi kesalahan potongan pada ukuran body dan tutup body. Selalu memperingatkan terhadap metode yang benar dalam pemotongan pada pembuatan

rantai jangan sampai ada kemiringan dan hindari ada nya goresan-goresan yang tidak perlu. Selain itu memberikan ukuran yang akurat dari setiap bagian rantai agar pemotongan tiap bagian tersebut tetap simetris.

(18)

70

Universitas Kristen Maranatha menunggu tumpul dapat memakan waktu produksi dengan pembelian mata bor dan mata pisau. Lebih baik jika mempunyai persediaan mata pisau dan mata bor

cadangan.

3. Pemilihan mesin harus lebih diseleksi mana yang bagus untuk dipasang dan mana

yang tidak. Jika sudah terlalu banyak mesin yang mati lebih baik ganti pemasok mesin jam oleh pemasok mesin jam dan jarum yang lain.

4. Cara menghilangkan jamur dengan disimpan dalam pemanas seperti oven dengan

panas yang sudah ditentukan agar pori-pori yang ada di dalam tulang agar kering dan meminimalisir tumbuhnya jamur pada tulang. Selanjutnya agar jamur tidak

muncul kembali yaitu dengan penyimpanan yang rapih kering dengan alas berbahan stainless dan terkena cukup sinar matahari sehingga tidak terjadi

lembab. Karena bahan dari stainless tidak ada pori-pori yang menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga cukup aman untuk dijadikan alas penyimpanan tulang, berbeda dengan bahan kayu, besi dan lantai yang masih mempunyai pori-pori

yang bisa memicu penyebab tumbuhnya jamur. Cara tersebut menjawab mengapa setelah bahan baku tulang dan tanduk direbus oleh Groot dengan tujuan

menghilangkan jamur tetapi setelah disimpan tetap saja ada yang terkena jamur karena memang langkah merendam itu masih belum ampuh disebabkan pori-pori tulang tersebut basah jika direndam dalam air dan memungkinkan jamur itu

muncul kembali.

5. Menentukan waktu standar untuk menengahi persepsi antara pengrajin selaku

(19)

71

Universitas Kristen Maranatha agar tidak ada dua persepsi yang membuat perselisihan jika waktu pengerjaan yang ditetapkan itu berbeda, sehingga perhitungan dalam produksi bisa diprediksi

selesainya. Membuat jam kerja untuk pengrajin per harinya sehingga dia benar-benar jelas bekerja ataupun istirahat dalam sehari dan tidak terlalu santai dalam

bekerja jika tidak diberi waktu kerja.

(20)

72 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Arini, D. W. (1999). manajemen kualitas. yogyakarta: andi offset.

Assauri, S. (2008). Management Operasi dan Produksi. Jakarta: LP FE UI Edition.

Daft, R. L. (2006). Manajemen Edisi Keenam. Jakarta: Salemba Empat.

Evans, J., & Collier, D. (2007). Management Operation. UK: Prentince Hall.

Gibson. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.

Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.

Herjanto, E. (2008). "Operation Management" Edisi Ketiga . jakarta: PT Grasindo Indonesia.

munandar. (2009). pengembangan kreatifitas anak berbakat. jakarta: PT Rineka Cipta dan

Dept. Pendidikan dan Kebudayaan.

Purnomo, H. (2003). Pengantar Teknik Industr. Yogyakarta: Graha Ilmu.

RI, D. P. (2008). Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025. Jakarta: Studi Industri

Kreatif Indonesia.

Sarwo, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Stevenson, W. J. (2009). Management Operation. UK: Prentice Hall.

Ambarto, D.K.P. (2015). Peran Pengendalian Kualitas Guna Mengurangi Produk Cacat Jam

Gambar

Tabel 4.6 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Kesalahan Rakit dan                  Mesin Jam ..........................................................................................
grafik pengendalian dapat berupa ukuran suhu, tekanan, berat, panjang, dan
Tabel 1.1

Referensi

Dokumen terkait

pengendalian kualitas proses produksi di PT Karunia Alam Segar dilakukan supaya tidak terjadi banyak produk yang cacat yang disebabkan kesalahan selama dalam proses

Perusahaan memerlukan pengendalian kualitas pada proses produksinya yang berguna untuk mengurangi atau menekan persentase cacat yang terjadi selama proses produksi, akibat

Memperbaiki sistem kerja pada bagian produksi baik segi karyawan, bahan baku dan mesin. Mengontrol produk yang akan diproduksi sesuai dengan tenaga kerja dan

Hasil penelitian menunjukkan dengan pengendalian kualitas menggunakan Metode Statitstical Quality Control dengan alat Peta Kendali Rata-rata dan Jarak 𝑋̅ − 𝑅 Chart pada produk bahan

LAPORAN KERJA PRAKTEK LEMBAR JUDUL ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PADA MATERIAL KAPUR DENGAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL SQC Studi Kasus PT.. Aneka Jasa Grhadika

Analisis Pengendalian Kualitas Pada Material Kapur dengan Metode Statistical Quality Control SQC Studi Kasus PT.. Aneka Jasa Grhadika, Fatih Firmansyah 2023 DAFTAR PUSTAKA

Terbit : 01 Juli 2023 Analisis Statistical Quality Control SQC Dalam Pengendalian Kualitas Produk Pada Usaha Batu Bata Di Kota Langsa 1Syarifah Nazia, 2 Muhammad Fuad, 3Safrizal

vi Peta Kendali p, Diagram Pareto dan Fishbone untuk Mengurangi Kecacatan Produk pada CV.. Service Geotami Indonesia, Bandung