vii Universitas Kristen Maranatha
ABSTRAK
Industri kreatif merupakan industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut salah satunya dalam bidang fashion. Agar tetap bersaing dengan para pelaku usaha lainya yang semakin inovatif maka diperlukan adanya pengendalian kualitas dengan menggunakan Statistical Quality Control. Grootwatch merupakan sebuah brand jam tangan home industries, Groot melakukan inovasi baru dengan membuat produk jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk. Jenis dari produksi jam tangan Grootwatch ini adalah Asmat, Dayak, dan Baduy. Pembagian produksi disini ada 3 bagian yaitu pembagian body jam, rantai jam, dan perakitan akhir jam serta pemasangan mesin jarum pada jam.
Groot menggunakan pengendalian kualitas dengan terpusat pada bahan baku dan pemeriksaan pada produk jadi. Permasalahan disini adalah cara dari Groot dalam menanggulangi bahan baku dan masih terdapat produk cacat yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan. Untuk mencegah terjadinya produk cacat yang diluar kendali maka gunakan alat bantu berupa grafik pengendalian (control chart).
Groot merupakan home industries, maka jumlah sampel yang dihasilkan oleh Groot setiap bulanya bervariasi dan tidak konstan maka menggunakan grafik pengendalian u-chart. Setelah menggunakan u-chart maka tidak diketemukan adanya cacat setiap bulanya yang melebihi batas kendali atas dan batas kendali bawah. Kemudian dibuat diagram pareto untuk mengetahui presentase dan kecacatan yang dominan, dan yang paling dominan yaitu cacat pada rantai dengan (57.14%) selanjutnya cacat pada body (32.42%) dan terakhir pada kesalahan rakit dan jam (10.44%). Setelah diketahui presentase dari masing-masing kecacatan maka dibuat diagram sebab akibat untuk menganalisis faktor yang menjadi penyebab kecacatan pada produk dan dapat dicari solusi dan saran dari masalahnya.
viii Universitas Kristen Maranatha increasingly innovative it is necessary to control quality by using Statistical Quality Control. Grootwatch is a brand of watches home industries, Groot innovate by making watches that are made of bone and horn. Type of production Grootwatch watches are Asmat, Dayak, and the Baduy. The division of production here are three parts, namely the distribution of body clock, watch chain, and final assembly and installation of machinery needle hour on the hour.
Groot use with a centralized quality control on raw materials and the finished product inspection. The problem here is the way of Groot in dealing with raw materials and there is still a defective product that does not comply with the established specifications. To prevent the occurrence of defective products out of control then use tools such as control charts.
Groot is home industries, the number of samples generated by Groot each month varies and is not constant then use the control u-chart graph. After using u-chart then not found any defects each month exceeding the upper control limit and lower control limit. Pareto diagram is then made to determine the percentage and disability dominant, and dominant is a defect in the chain with (57.14%) further defects in the body (32.42%) and the last at fault raft and hours (10:44%). Now we know the percentage of each disability then made a causal diagram to analyze the factors that cause defects in products and solutions and advice can be sought from the problem.
ix Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL (BAHASA INDONESIA) ... i
HALAMAN JUDUL (BAHASA INGGRIS) ... ii
HALAMAN PENGESAHAN ... iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI ... iv
KATA PENGANTAR ... v
1.1 Latar Belakang Penelitian ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 4
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Kegunaan Penelitian ... 6
1.5 Sistematika Penulisan ... 7
BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... 9
2.1 Manajemen Operasi ... 9
2.4.3 Pengendalian Kualitas Secara Statistik (StatisticalQuality Control) . 20 2.4.3.1 Jenis Pengendalian Kualitas Proses Statistik ... 21
2.4.4 Alat Bantu Dalam Pengendalian Kualitas ... 23
x Universitas Kristen Maranatha
BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN ... 42
3.1 Objek Penelitian ... 42
3.1.1 Struktur Organisasi ... 43
3.2 Metode Penelitian... 44
3.3 Jenis dan Teknik Pnengumpulan Data ... 44
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 47
4.1 Pengumpulan Data ... 47
4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan ... 62
4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Rantai... 63
4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Body ... 64
4.5 Faktor Penyebab Kecacatan Produk dan Usulan Perbaikan Pada Kesalahan Rakit dan Mesin Jam ... 65
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 66
5.1 Kesimpulan ... 66
5.2 Saran ... 68
DAFTAR PUSTAKA ... 71
DAFTAR RIWAYAT HIDUP PENULIS (CURRICULUM VITAE) ... 72
xi Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Proses Empat Langkah PDCA ... 18
Gambar 2.2 Lembar Periksa ... 24
Gambar 2.3 Diagram Pencar ... 25
Gambar 2.4 Diagram Penyebab Efek ... 26
Gambar 2.5 Grafik Pareto ... 27
Gambar 2.6 Diagram Alur (Flowchart) ... 29
Gambar 2.7 Grafik Histogram... 30
Gambar 2.8 Control Chart ... 31
Gambar 2.3 Diagram Pencar ... 25
Gambar 2.9 Kerangka Pemikiran ... 41
Gambar 3.1 Struktur Organisasi ... 44
Gambar 4.1 Peta Pengendalian u ... 52
Gambar 4.2 Diagram Pareto ... 54
Gambar 4.3 Diagram Sebab Akibat Pada Kecacatan Rantai ... 56
Gambar 4.4 Diagram Sebab Akibat Pada Kecacatan Body ... 58
xii Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Jumlah Produksi Jam Tangan Tulan dan Tanduk ... 5 Tabel 4.1 Data Jumlah Produksi Jam Tangan Tulan dan Tanduk Grootwatch Bandung ... 47 Tabel 4.2 Hasil Tabel Perhitungan UCL dan LCL Secara Keseluruhan Dari Jam Tangan Tulang dan Tanduk ... 51 Tabel 4.3 Tabel Persentase Jumlah Cacat Produk Komulatif Pada Jam
Tangan Tulang dan Tanduk ... 53 Tabel 4.4 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Rantai ... 63 Tabel 4.5 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Body ... 64 Tabel 4.6 Faktor dan Usulan Kecacatan Pada Kesalahan Rakit dan
1 Universitas Kristen Maranatha
BAB I
PENDAHULUAN
1.1Latar Belakang Penelitian
Dewasa ini persaingan dalam melakukan bisnis sangatlah ketat terutama pada
era modern seperti ini khususnya dalam bidang industri kreatif. Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk
penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Pengertian kreativitas adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu
kebutuhan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat
diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009). Definisi industri kreatif sendiri menurut Departemen
Perdagangan pada studi pemetaan industri kreatif tahun 2007 dalam buku Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025 (2008) adalah: “Industri yang
berasal dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan, serta bakat individu untuk
menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.”.
2 Universitas Kristen Maranatha Indonesia 2025 (2008), ada 14 subsektor industri kreatif di Indonesia, yakni periklanan; arsitektur; pasar barang seni; kerajinan; desain; video, film dan
fotografi; permainan interaktif; musik; seni pertunjukan; penerbitan dan percetakan; layanan komputer dan peranti lunak; televisi dan radio; serta riset dan
pengembangan; dan fashion. Indonesia memiliki basis sumber daya manusia cukup banyak bagi pengembangan ekonomi kreatif, melihat dari persaingan itu para pelaku usaha harus mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk yang
dihasilkan agar tetap bersaing dengan para pelaku usaha lainya yang semakin inovatif.
Kualitas adalah kemampuan barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan pelanggan (Heizer dan Render, 2015). Pengelolaan kualitas dapat membantu
dalam membangun strategi yang berhasil dalam diferensiasi, biaya rendah, dan respons. Sebagai contoh yaitu ketika peningkatan pada penjualan biasanya terjadi sebagai kecepatan perusahaan merespons, peningkatan dan penurunan harga jual,
dan meningkatkan reputasi mereka untuk produk yang berkualitas. Kurangnya kualitas mempengaruhi keseluruhan organisasi mulai dari pemasok sampai ke
pelanggan dan mulai dari desain produk sampai ke pemeliharaan. (Heizer dan Render, 2015)
Statistical Quality Control sering disebut sebagai Statistical Proses Control adalah suatu proses yang digunakan untuk memonitor standar dengan menetapkan pengukuran dan tindakan korektif atas suatu produk atau jasa yang dihasilkan
3 Universitas Kristen Maranatha quality control adalah dengan control charts (grafik pengendalian). Control charts adalah presentasi grafis dari data proses dari waktu ke waktu yang menunjukan batas kendali atas dan bawah untuk proses yang ingin kita kendalikan” (Heizer dan Render, 2015). Batas kendali atas dan bawah dalam
grafik pengendalian dapat berupa ukuran suhu, tekanan, berat, panjang, dan sebagainya. Jenis-jenis pada Control Chart adalah Variabel Chart dan Attribute Chart. Attribute Chart merupakan peta kendali untuk karakteristik kualitas yang mudah diukur seperti volume, berat, panjang dan lain sebagainya. Sedangkan Attribut Chart merupakan peta kendali untuk karakteristik yang sulit diukur seperti produk rusak dan produk cacat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis Attribut Chart, peta kendali rusak dibagi menjadi p-Chart (peta kendali
proporsi kerusakan) dan np-Chart (peta kendali jumlah kerusakan) sedangkan peta kendali cacat dibagi menjadi c-Chart (peta kendali cacat), u-Chart (peta kendali cacat per unit) dan U-Chart (peta kendali tingkat cacat).
Grootwatch merupakan sebuah brand jam tangan home industries. Groot berdiri sejak awal tahun 2015 yang didirikan oleh Marwan Eka Fadilah. Groot
melakukan inovasi baru dengan membuat produk jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk. Jenis dari produksi jam tangan Grootwatch ini adalah Asmat, Dayak, dan Baduy. Jenis Asmat dan Dayak ini menggunakan bahan dari tulang
paha dan betis sapi dan yang membedakan dari kedua jenis ini dari segi warna, jika Asmat berwarna putih dan jika Dayak berwarna coklat muda hampir
4 Universitas Kristen Maranatha kerbau. Berbagai macam proses hand made yang membutuhkan keahlian dari para pengrajin tulang dan tanduk dari mulai memotong, mengukir, pembuatan
body jam, pembuatan rantai jam, juga pemasangan mesin dan kaca. Walaupun yang mengerjakan produk tersebut merupakan pengrajin tapi tidak selalu hasil
produksi sesuai standar, nyatanya ada saja bagian produk yang cacat seperti kualitas warna yang tidak sesuai standar, rantai yang retak, tutup body yang retak, ukuran yang tidak pas antara body dan rantai, mesin, dan lain sebagainya. Karena
masih ditemukan beberapa produk yang cacat dalam produksi dan tidak memenuhi standar kualitas maka dibutuhkan peta kendali untuk membantu
memecahkan masalah seperti ini.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka penulis dalam penelitianya mengambil
judul “Penerapan Statistical Quality Control Guna Mengurangi Produk Cacat Pada Jam Tangan Tulang Dan Tanduk (Studi Kasus pada Grootwatch
Bandung)”
1.2Identifikasi Masalah
Hasil dari pra survey pada produksi Grootwatch terlihat adanya beberapa
5 Universitas Kristen Maranatha
Tabel 1.1
Jumlah Produksi Jam Tangan Tulang dan Tanduk
Pada Grootwatch Periode Januari 2015-Maret 2016
Bulan
Berdasarkan tabel diatas terdapat produk cacat, maka permasalahan tersebut
dapat diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Bagaimana praktik pengendalian kualitas yang dilakukan oleh Grootwatch? 2. Bagaimana penerapan statistical quality control terhadap upaya mengurangi
produk cacat?
6 Universitas Kristen Maranatha
1.3Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah yang dikemukakan, maka
penulis memiliki tujuan untuk:
1. Mengetahui praktik pengendalian kualitas yang dilakukan oleh Grootwatch.
2. Mengetahui penerapan statistical quality control terhadap upaya mengurangi produk cacat.
3. Mengetahui saran dalam perbaikan dan penyelesaian dengan menggunakan
statistical quality control.
1.4 Kegunaan Penelitian
Penulis berharap hasil dari penelitian ini bemanfaat bagi:
1. Bagi penulis, yaitu mempraktekan teori-teori dalam perkuliahan pada kasus yang
real di lapangan dan mendapat pembelajaran dari hasil tersebut.
2. Bagi pelaku bisnis, yaitu diharapkan menjasi solusi untuk masalah yang ada di dalam proses produksi dan hasil, khususnya dalam hal pengendalian produk cacat.
3. Bagi pihak akademisi, yaitu diharapkan hasil dari penelitian ini bisa berguna untuk pembelajaran juga sebagai bahan studi kasus bagi mahasiswa.
7 Universitas Kristen Maranatha
1.5 Sistematika Penulisan
Penelitian pada produk jam tangan tulang dan tanduk Grootwatch ini dalam
penulisanya dibuat dalam bentuk skripsi, dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab I yang menceritakan tentang latar belakang mengenai fenomena yang ada pada saat ini dengan menceritakan berkembangnya industri kreatif dalam bidang jam tangan sehingga menceritakan tentang Grootwatch yang mengalami beberapa kendala
dalam mengatasi produk cacat. Tujuan dari penelitian ini untuk menjawab identifikasi dari masalah yang ada pada produksi jam tangan tulang dan tanduk Grootwatch.
Kegunaan penelitian juga dijelaskan pada Bab ini yang diharapkan dapat bermanfaat terutama bagi penulis, pelaku usaha, akademisi, dan pihak lainya.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab II menjelaskan tentang kerangka pemikiran dan beberapa teori mengenai permasalahan yang ada dalam produksi guna membantu dalam segi pemecahan
masalah dan segi menganalisis permasalahan yang terjadi pada pelaku usaha.
BAB III METODE PENELITIAN DAN OBJEK PENELITIAN
Bab III berisikan tentang metode-metode mana yang digunakan dalam
8 Universitas Kristen Maranatha
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Bab IV berisikan tentang pengumpulan data dari hasil penelitian yang
dijadikan tolak ukur untuk menyelesaikan suatu masalah yang ada dengan menggunakan metode yang telah dipelajari.
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
Bab V berisikan tentang kesimpulan yang telah diambil dari hasil penelitian beserta saran dari hasil kesimpulan yang diambil dan diharapkan berguna bagi pelaku
67
Universitas Kristen Maranatha
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Grootwatch merupakan salah satu industri kreatif yang sedang berkembang dan bergerak di bidang jam tangan. Grootwatch memproduksi jam tangan yang terbuat dari tulang dan tanduk yang sudah tidak terpakai. Untuk meminimalisir produk cacat dalam produksi maka Grootwatch menggunakan Statistical Quality
Control untuk pengendalian kualitas. Pengendalian kualitas dilakukan pada tiga pekerja yang masing-masing memproduksi satu bagian jenis produksi dalam jam
tangan seperti pembuatan rantai jam, pembuatan body jam, dan bagian perakitan akhir dan mesin jam.
Grootwatch selama ini sudah menggunakan praktik pengendalian kualitas pada produknya, tetapi pengendalian kualitas Groot lebih terpusat pada bahan baku tulang dan tanduk dengan upaya menghilangkan jamur yang terdapat pada tulang dan
tanduk. Upaya yang dilakukan Groot yaitu dengan merebus tulang dan tanduk tersebut agar tidak ada lagi sisa jamur yang masih menempel, setelah direbus bahan baku tersebut ada yang langsung diproduksi dan ada yang dimasukan ke dalam
tempat penyimpanan yang terletak pada ranjang dengan handuk.
Proses produksi dari Groot pada saat bahan baku sudah siap maka melewati
68
Universitas Kristen Maranatha menjadi beberapa bagian rantai ataupun menjadi bagian body, pemotongan tersebut menggunakan mesin scroll saw. Proses selanjutnya menggunakan mesin gerinda
untuk penghalusan tulang dan tanduk dan dibentuk pada tulang berupa lobang-lobang yang berfungsi sebagai tempat dimasukanya skrup dan pin buat rantai. Maintenance
pada peralatan produksi sangat dibutuhkan dan Groot selama ini melakukan perawatan hanya ketika mata pisau dan mata bor tersebut sudah tumpul sehingga bisa sangat mengganggu proses maupun hasil dari produksi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada produk jam tangan Grootwatch, Penulis mengemukakan berdasarkan data dan perhitungan bahwa:
1. dijelaskan bahwa total jumlah produksi dari januari 2015 – maret 2016 yaitu sebesar 376 yang jumlah produksi setiap bulanya bervariasi, sedangkan produk cacat dibagi menjadi 3 bagian yaitu pada pembuatan body jam, rantai jam, dan
tahap perakitan jam dan mesin. Jumlah cacat tiap bulan bervariasi dengan total cacat mencapai 182 cacat.
2. Penelitian lebih lanjut menggunakan statistical quality control dengan menggunakan peta kendali u, maka dapat dilihat produk cacat tiap bulannya tidak melewati batas pengendalian atas (UCL) dan batas pengendalian bawah (LCL).
Meskipun terdapat produk cacat pada produksi yang mendekati batas pengendalian atas (UCL), tetapi cacat-cacat produksi tersebut masih mendapatkan
69
Universitas Kristen Maranatha 3. Dengan menggunakan diagram Pareto, dapat diketahui bahwa produk cacat pada
jam tangan Grootwatch didominasi oleh cacat rantai dengan persentase sebesar
57.14%, dan cacat body dengan persentase sebesar 32.42%. Dengan demikian total persentase kecacatan pada produksi jam tangan Grootwatch pada bulan
Januari 2015 sampai dengan Maret 2016 sebesar 89.56%. Penyebab kecacatan lainya dengan kesalahan pada rakit dan mesin yang persentasenya sebesar 10.44% pada jangka waktu yang serupa.
5.2 Saran
Setelah diketahui berbagai data dari penelitian maka penulis memberi saran dan
masukan yang dapat membantu Grootwatch untuk meminimalisir cacat pada produksi body jam, rantai jam, dan kesalahan rakit dan jam tangan. Saran tersebut antara lain:
1. Memberikan inspeksi dan pengawasan rutin terhadap pekerja agar terhindar dari kesalahan. Memberikan sketsa ukuran pada produk secara jelas sehingga tidak
terjadi kesalahan potongan pada ukuran body dan tutup body. Selalu memperingatkan terhadap metode yang benar dalam pemotongan pada pembuatan
rantai jangan sampai ada kemiringan dan hindari ada nya goresan-goresan yang tidak perlu. Selain itu memberikan ukuran yang akurat dari setiap bagian rantai agar pemotongan tiap bagian tersebut tetap simetris.
70
Universitas Kristen Maranatha menunggu tumpul dapat memakan waktu produksi dengan pembelian mata bor dan mata pisau. Lebih baik jika mempunyai persediaan mata pisau dan mata bor
cadangan.
3. Pemilihan mesin harus lebih diseleksi mana yang bagus untuk dipasang dan mana
yang tidak. Jika sudah terlalu banyak mesin yang mati lebih baik ganti pemasok mesin jam oleh pemasok mesin jam dan jarum yang lain.
4. Cara menghilangkan jamur dengan disimpan dalam pemanas seperti oven dengan
panas yang sudah ditentukan agar pori-pori yang ada di dalam tulang agar kering dan meminimalisir tumbuhnya jamur pada tulang. Selanjutnya agar jamur tidak
muncul kembali yaitu dengan penyimpanan yang rapih kering dengan alas berbahan stainless dan terkena cukup sinar matahari sehingga tidak terjadi
lembab. Karena bahan dari stainless tidak ada pori-pori yang menyebabkan tumbuhnya jamur sehingga cukup aman untuk dijadikan alas penyimpanan tulang, berbeda dengan bahan kayu, besi dan lantai yang masih mempunyai pori-pori
yang bisa memicu penyebab tumbuhnya jamur. Cara tersebut menjawab mengapa setelah bahan baku tulang dan tanduk direbus oleh Groot dengan tujuan
menghilangkan jamur tetapi setelah disimpan tetap saja ada yang terkena jamur karena memang langkah merendam itu masih belum ampuh disebabkan pori-pori tulang tersebut basah jika direndam dalam air dan memungkinkan jamur itu
muncul kembali.
5. Menentukan waktu standar untuk menengahi persepsi antara pengrajin selaku
71
Universitas Kristen Maranatha agar tidak ada dua persepsi yang membuat perselisihan jika waktu pengerjaan yang ditetapkan itu berbeda, sehingga perhitungan dalam produksi bisa diprediksi
selesainya. Membuat jam kerja untuk pengrajin per harinya sehingga dia benar-benar jelas bekerja ataupun istirahat dalam sehari dan tidak terlalu santai dalam
bekerja jika tidak diberi waktu kerja.
72 Universitas Kristen Maranatha
DAFTAR PUSTAKA
Arini, D. W. (1999). manajemen kualitas. yogyakarta: andi offset.
Assauri, S. (2008). Management Operasi dan Produksi. Jakarta: LP FE UI Edition.
Daft, R. L. (2006). Manajemen Edisi Keenam. Jakarta: Salemba Empat.
Evans, J., & Collier, D. (2007). Management Operation. UK: Prentince Hall.
Gibson. (2008). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Erlangga.
Heizer, J., & Render, B. (2015). Manajemen Operasi. Jakarta: Salemba Empat.
Herjanto, E. (2008). "Operation Management" Edisi Ketiga . jakarta: PT Grasindo Indonesia.
munandar. (2009). pengembangan kreatifitas anak berbakat. jakarta: PT Rineka Cipta dan
Dept. Pendidikan dan Kebudayaan.
Purnomo, H. (2003). Pengantar Teknik Industr. Yogyakarta: Graha Ilmu.
RI, D. P. (2008). Pengembangan Ekonomi Kreatif Indonesia 2025. Jakarta: Studi Industri
Kreatif Indonesia.
Sarwo, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Stevenson, W. J. (2009). Management Operation. UK: Prentice Hall.
Ambarto, D.K.P. (2015). Peran Pengendalian Kualitas Guna Mengurangi Produk Cacat Jam