• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dalam Melakukan Penangkapan (Kajian Atas Beberapa Putusan Praperadilan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dalam Melakukan Penangkapan (Kajian Atas Beberapa Putusan Praperadilan)"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana kewenangan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (PPNS DJBC) dalam mengangani tindak

Pasal 1 ayat (1) KUHAP: Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh

Pada dasarnya undang-undang tidak mernberikan defenisi atau pengertian apa itu bukti yang cukup ataupun bukti permulaan dalam hal penyidik akan melakukan

(3) Proses penyidikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan dengan ketentuan tidak boleh dilimpahkan kepada petugas lain yang bukan penyidik dan

Bahwa berdasarkan ketentuan dalam Pasal 43 Undang-undang Nomor 5 tahun 1974, pelanggaran terhadap ketentuan dalam Peraturan Daerah dilakukan oleh Penyidik sesuai dengan

k. mengadakan tindakan lain sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan Dari ketentuan peraturan yang tertuang dalam Qanun Nomor 7 tentang Hukum Acara Jinayat, PPNS

bahwa untuk melaksanakan penegakan hukum dan/atau Peraturan Daerah di Kota Tanjungpinang yang dilaksanakan oleh Pejabat Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di lingkungan Satuan

PENYIDIK PADA SAAT MELAKUKAN PENANGKAPAN DAN PENGGELEDAHAN TIDAK SESUAI DENGAN PASAL 33 AYAT (2) dan (3) KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM ACARA PIDANA (Studi