PENGARUH
INTELLECTUAL CAPITAL
TERHADAP
RETURN
SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DALAM
JAKARTA
ISLAMIC INDEX
PERIODE 2015-2016
SKRIPSI
Oleh
LULU DIAN
NIM 105730481714
Program Studi Akuntansi
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
HALAMAN JUDUL
PENGARUH
INRELLECTUAL CAPITAL
TERHADAP
RETURN
SAHAM PADA PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR JAKARTA
ISLAMIC INDEX PERIODE 2015 - 2016
OLEH LULU DIAN 105730481714
Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Dalam Rangka Menyelesaikan Studi Pada Program Studi Strata 1 Akuntansi
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
MAKASSAR
PERSEMBAHAN
Skripsi ini kupersembahkan kepada kedua orang tuaku Harianto dan Farida yang selalu mendoakan yang terbaik untuk anak-anaknya serta saudara-saudaraku tercinta dan keluarga besarku yang tiada henti memberikan motivasi, nasehat dan
dukungan, semoga Allah menggantikan seluruh budi baik kepada pihak yang banyak memberikan kontribusi dalam penyelesaian skripsi ini.
MOTTO
Ridho ALLAH tergantung pada ridho orang tua dan murka ALLAH
tergantung pada murka orang tua
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah subhanawata’ala atas limpahan
rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Yang Terdaftar Dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015- 2016”. skripsi ini diajukan untuk memenuhi sebagian syarat penyelesaian studi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Makassar, untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S.E).
Selama penyusunan skripsi ini, penulis menyadari keterbatasan kemampuan penulis, sehingga menutup kemungkinan di dalam penulisan ini terdapat ketidaksempurnaan. Oleh sebab itu, dengan segala kerendahan hati, penulis menerima kritikan dan saran sebagai masukan untuk menyempurnakan skripsi ini.
Penulis menyadari, tanpa bantuan dan motivasi dan bimbingan, baik moril maupun materil dari berbagai pihak, khususnya orang tua penulis dan pembimbing 1 Bapak Dr. Edi Jusriadi, SE,MM serta Pembimbing II Ibu Agusdiwana Suarni, SE, M.ACC, maka skripsi ini tidak dapat terselesaikan dengan baik. Dalam kesempatan ini tidak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Abd. Rahman Rahim, SE,MM. Selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ismail Rasulong, SE, MM. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
3. Bapak Ismail Badollahi. SE, M.Si. Ak. CA. Selaku Ketua Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
4. Kedua orang tuaku, Harianto dan Farida yang selalu mendoakan dan memberikan banyak dukungan ,motivasi dan nasehat.
5. Saudara yang sangat aku sayangi Mahar Saputra, Harna, Muhammad Fitrah, Sitti Nasrah dan keluarga besarku yang banyak membantu baik moril maupun materil.
6. My best friend ever Nur Fitri Akhriani dan Hardiansa Amir Sangga yang banyak memberikan sumbangsi dan dukungan dalam menyelesaikan skripsi ini.
7. Teman-teman Ak.5.14 teman seperjuangan yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang memberikan banyak dukungan dan motivasi.
Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi semua pihak, dan semoga Allah subhanawata’ala membalas semua
amal kebaikan kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
Billahi fii sabillill haq, fastabiqul khairat, Assalamualaikum Warahmatullai Wabarakatuh.
Makassar, 9 Juli 2018
Penulis,
Lulu dian
ABSTRAK
LULU DIAN. 2018. Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Return
Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Jakarta Islamic Index
Periode 2015-2016”. Skripsi Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Univesitas Muhammadiyah Makassar. Dibimbing oleh Bapak Dr. Edi Jusriadi, SE,MM dan Ibu Agusdiwana Suarni, SE, M.ACC.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intellectual capital terhadap return saham melalui metode VAICTM (Value Added Intellectual Coefficient), dengan tiga komponen utama yaitu value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU), dan structural capital value added (STVA). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 30 perusahan yang masuk daftar JII, sampel yang digunakan yaitu 18 perusahaan yang listed di JII selama periode 2014-2016. teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian adalah teknik analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil analisis dapat di simpulkan bahwa
value added capital employed (VACA) berpengaruh terhadap return saham,
value added human capital (VAHU) tidak berpengaruh terhadap return
saham, dan structural capital value added (STVA) berpengaruh terhadap
return saham.
ABSTRACT
LULU DIAN. 2018. “The influence of Intellectual Capital against the Return of shares in Companies listed on the Jakarta Islamic Index 2015-2016 Period". Theses Courses in accounting and Business Economics Univesitas Muhammadiyah Makassar. Mentored by Mr. Dr. Edi Jusriadi, SE, MM and Ms. Agusdiwana Suarni, SE, M. ACC.
This research aims to know the influence of intellectual capital against the return of shares via the method VAICTM (Intellectual's Value Added), with three main components namely value added capital self-employed (VACA), value added human capital (VAHU ), and structural capital value added (STVA). This type of research is research case studies with descriptive quantitative approach. The population in this research is the 30 firms listed JII, while samples were used, namely 18 companies that are listed on the JII 2014-2016 during the period, techniques of data analysis used in the study was multiple linear regression analysis technique. Based on the results of the analysis can be conclude that value added capital self-employed (VACA) effect on stock return, value added human capital (VAHU) has no effect against the return of stocks, and structural capital value added (STVA) effect against the return of shares.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN MOTO DAN PERSEMBAHAN ... iii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iv
HALAMAN PENGESAHAN ... v
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
ABSTRACT ... x
DAFTAR ISI ... xi
DAFTAR TABEL ... xiv
DAFTAR GAMBAR ... xv I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1 B. Rumusaan Masalah ... 4 C. Tujuan Penelitian ... 4 D. Manfaat Penelitian ... 5 II TINJAUAN PUSTAKA A. Intellectual Capital ... 7
1. Pengertian Intellectual Capital ... 7
2. Tumbuh Kembang Intellectual Capital ... 8
3. Komponen Intellectual Capital ... 10
B. Pengukuran Intellectual Capital ... 11
C. Return Saham ... 12
1. Pengertian Return Saham ... 12
D. Tinjauan Empiris ... 14
E. Kerangka Konsep ... 23
F. Hipotesis Penelitian ... 25
III METODOLOGI PENELITIAN A. Jenis Penelitian ... 26
B. Lokasi dan Waktu Penelitian ... 26
C. Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran ... 26
D. Populasi dan Sampel ... 29
1. Populasi ... 29
2. Sampel ... 31
E. Teknik Pengumpulan Data ... 33
F. Teknik Analisis Data ... 33
1. Analisis Statistik Deskriptif ... 33
2. Analisis Regresi Linear Berganda ... 33
3. Koefisien Determinasi ... 34
4. Uji Statistik t ... 34
5. Uji Korelasi... 34
IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian ... 35
1. Sejarah Singkat Jakarta Islamic Index ... 35
2. Kriteria Pemilihan Saham Jakarta Islamic Index ... 36
3. Profil Perusahaan Konsisten yang Terdaftar di JII ... 38
1. Astra Agro Lestari Tbk ... 38
2. Adaro Energy Tbk... 40
3. AKR Corporindo Tbk ... 42
5. Bumi Serpong Damai Tbk ... 46
6. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk ... 48
7. Indofood Sukses Makmur Tbk ... 50
8. Indocoment Tunggal Prakarsa Tbk ... 52
9. Kalbe Farma Tbk ... 54
10. Lippo Karawaci Tbk ... 56
11. PP London Sumatra Indonesia Tbk ... 59
12. Perusaahan Gas Negara (Persero) Tbk ... 61
13. Semen Indonesia (Persero) Tbk ... 64
14. Summarccon Agung Tbk ... 66
15. Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk ... 69
16. United Tractors Tbk ... 71
17. Unilever Indonesia Tbk... 73
18. Waskita Karya (Persero) Tbk ... 75
B. Hasil Penelitian ... 77
1. Deskripsi Data ... 77
2. Analisis Data ... 78
a. Analisis Statistik Deskriptif ... 78
b. Analisis Regresi Linear Berganda ... 79
1. Persamaan Garis Regresi ... 80
2. Koefisien Determinasi ... 81 3. Uji Statistik t ... 82 4. Uji Korelasi... 83 C. Pembahasan ... 85 V PENUTUP A. Kesimpulan ... 87 B. Saran ... 88 DAFTAR PUSTAKA ... 89
DAFTAR TABEL
Nomor Judul Halaman
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 18
Tabel 3.1 Daftar Saham yang Masuk Perhitungan JII 2014-2016 . . 30
Tabel 3.2 Daftar Perusahaan Listing di JII 2014-2016 ... 32
Tabel 4.1 Penentuan Jumlah Sampel ... 77
Tabel 4.2 Descriptive Statistics ... 78
Tabel 4.3 Ringkasan Hasil Analisi Linear Berganda ... 80
Tabel 4.4 Koefisien Determinasi Model Summary ... 81
Tabel 4.5 Uji Statistik t ... 82
DAFTAR GAMBAR
Nomor Judul Halaman
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, proses ekonomi juga berkembang sangat pesat. Berbagai macam inovasi dan persaingan menjadikan perusahaan harus mengubah pola manajemennya yang semula berbasis tenaga kerja (labor based business) menjadi berbasis pengetahuan (knowledge based business), dengan adanya perubahan pola bisnis berdasarkan pengetahuan maka kemampuan bersaing tidak hanya dilihat pada aset yang berwujud, akan tetapi juga dilihat pada aset yang tidak berwujud, adapun aset yang tidak berwujud itu adalah intellectual capital.
Intellectual capital populer awal 1990-an, mulai berkembang di Indonesia setelah munculnya PSAK No. 19 (revisi 2000) tentang aktiva tidak berwujud dan telah menyinggung mengenai intellectual capital walaupun tidak secara langsung. Intellectual capital merupakan bagian aset tidak berwujud yang sangat bernilai, dimana informasinya dibutuhan tidak hanya pada pihak internal tetapi juga oleh pihak eksternal, namun dalam sistem akuntansi konvensional aset tidak berwujud tidak dilaporkan dalam laporan keuangan, sehingga laporan keuangan perusahaan tidak dapat mewakili nilai sebenarnya. Oleh karena itu penting untuk melakukan penilaian terhadap aktiva tidak berwujud tersebut agar laporan keuangan menjadi lebih
informatif, sehingga semua nilai perusahaan dilaporkan secara utuh oleh perusahaan yang asetnya berbentuk modal intelektual.
Intellectual capital merupakan intangible asset yang tidak mudah diukur sehingga Pulic (Ulum, 2013: 86) mengajukan suatu ukuran untuk melihat efisiensi dari nilai tambah sebagai hasil dari kemampuan intelektual pada perusahaan. Pengukuran yang dikembangkan oleh Pulic adalah VAICTM (Value Added Intellectual Coefficient). Komponen utama dari VAIC dapat dilihat dari Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), dan Structural Capital Value Added (STVA). Tujuan utama dalam komponen VAIC adalah menciptakan Value Added (VA), sedangkan untuk menciptakan VA dibutuhkan ukuran yang tepat tentang
physical capital (dana-dana keuangan) dan Intellectual potential (nilai-nilai yang melekat pada karyawan atas kemampuan yang dihasilkan).
Penelitian tentang pengaruh intellectual capital telah dibuktikan secara empiris oleh Muna dan Andri Prastiwi (2016), mengenai pengaruh
intellectual capital terhadap return saham melalui kinerja keuangan pada perusahaan real estate dan properti pada bursa efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan HCE dan CEE berpengaruh positif terhadap ROE dan EPS. SCE tidak berpengaruh terhadap ROE dan EPS. HCE dan SCE tidak berpengaruh terhadap return saham. CEE berpengaruh negatif terhadap return saham. ROE memediasi hubungan HCE dan CEE terhadap
return saham. EPS tidak bias memediasi hubungan HCE, SCE, dan CEE terhadap return saham.
Pemanfaatan intellectual capital akan membantu meningkatkan kinerja keuangan perusahaan sehingga kepercayaan pengguna seperti investor turut meningkat yang dapat mempengaruhi return saham perusahaan. Muna dan Andri Prastiwi (2016) mengemukakan bahwa jika
intellectual capital dikelolah dengan baik maka akan berpengaruh terhadap
return saham. Hal ini menjadi sinyal positif terhadap investor dan akan berinvestasi lebih banyak di perusahaan tersebut.
Jakarta Islamic Index (JII) dijadikan peneliti sebagai sampel dalam penelitian ini karena perusahaan yang terdaftar di JII dijadikan sebagai tolok ukur untuk mengukur kinerja suatu investasi dengan basis syariah, yang dianggap mampu memberikan nilai positif pada investor yang ingin menanamkan saham pada perusahaan yang memiliki kegiatan usaha yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah. Berdasarkan uraian di atas , peneliti tertarik melakukan penelitian dengan mengambil judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Return Saham pada Perusahaan yang Terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu:
1. Bagaimana pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added capital employed (VACA) terhadap return
saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index
Periode 2015-2016?
2. Bagaimana pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added human capital (VAHU) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016?
3. Bagaimana pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran structural capital value added (STVA) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu:
1. Untuk mengetahui pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added capital employed (VACA) terhadap return
saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index
2. Untuk mengetahui pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added human capital (VAHU) terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
3. Untuk mengetahui pengaruh intellectual capital dengan menggunakan pengukuran structural capital value added (STVA)terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi terkait dengan pengaruh Intellectual Capital terhadap Return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
2. Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
Penelitian ini bermanfaat untuk mengimplementasikan pengetahuan yang peneliti dapat selama masa perkuliahan dan menambah wawasan terkait pengaruh Intellectual Capital terhadap
b. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada perusahaan dalam memahami pemanfaatan intellectual capital
sehingga mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kinerja dalam perusahaan.
c. Bagi Peneliti Selanjutnya
Penelitan ini dapat dijadikan bahan referensi dalam penelitian lebih lanjut dalam bidang yang berkaitan dengan intellectual capital
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Intellectual Capital
1. Pengertian Intellectual Capital
Menurut Andriessen dan Stem (2004) dalam Ulum (2015:69), IC adalah sumber daya takberwujud yang ada pada suatu organisasi, yang menjadi keunggulan organisasi, dan dapat menciptakan keuntungan dimasa yang akan datang. Menurut Stewart (2002), modal intelektua adalah materi intelektual_pengetahuan, informasi, hak pemilikan intelektual, pengalaman yang dapat menciptakan kekayaan. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa IC merupakan sumber daya takberwujud berupa pengetahuan, pengalaman dan informasi yang dapat menciptakan keuntungan dimasa yang akan datang pada suatu organisasi.
Menurut Bontis et al. 2000 dalam Ulum (2015:75), menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi tiga konstruk utama dari Intellectual Capital, yaitu:
a. Human Capital (HC)
Secara sederhana HC merepresentasikan individual
karyawan. HC merupakan kombinasi dari genetic inheritance; education; experience; and attitude tentang kehidupan dan bisnis. b. Structural Capital (SC)
SC meliputi seluruh non-human storehouses of knowledge
dalam organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah database, organizational charts, process manual,strategies, routines, dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya.
c. Customer Capital (CC)
Customer Capital adalah pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customer relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalannya bisnis.
2. Tumbuh Kembang Intellectual Capital
Sejak tahun 1990-an, perhatian terhadap pengelolahan aset tidak berwujud telah mengalami peningkatan, salah satu pendekatan yang digunakan dalam penilaian intangible assets adalah intellectual capital
yang telah menjadi fokus perhatian dalam berbagai bidang seperti bidang akuntansi. Perkembangan teknologi informasi dan ilmu pengetahuan memicu timbulnya minat dalam IC, salah satunya menarik perhatian baik akademisi maupun praktisis terkait dengan kegunaan IC sebagai salah satu instrument untuk menentukan nilai pasar perusahaan.
Penelitian terdahulu telah mengklaim bahwa perusahaan mulai menyadari bahwa daya saing berbasis teknologi adalah sementara dan bahwa keuntungan berkelanjutan bergantung dalam mengelola IC, yaitu sumber daya intangible, Johanson et al., 1999a (Ulum, 2015:4). IC diakui sebagai intangible asset yang besar nilainya namun sampai hari ini belum banyak perusahaan yang mampu mengukur, menilai dan mencantumkannya dalam laporan keuangan perusahaan. Masih dibutuhkan studi dan penelitian untuk mengukur nilai sesungguhnya IC, sehingga dapat mencerminkan nilai total aset yang dimiliki perusahaan, sehingga sebuah perusahaan akan meningkat harga sahamnya jika memiliki IC yang baik.
Penelitian terdahulu menyarankan bahwa para pemegang saham yang kurang tahu tentang aset intangible suatu perusahaan tidak akan mengetahui nilai sesungguhnya perusahaan itu. Akibatnya para pemegang saham ini mungkin menjual sahamnya dengan harga yang lebih kecil dari nilainya kepada perusahaan yang memiliki informasi di dalamnya tentang nilai intangible perusahaan, Lev, 2011 dalam Ulum(2015:6). Oleh karena itu modal intelektual menjadi aset yang sangat bernilai dalam dunia bisnis modern.
3. Komponen Intellectual Capital
Menurut Muna (2014:13) mendefenisikan Value Added Intellectual Coefficient (VAICTM) merupakan salah satu pengukuran dengan metode tidak langsung untuk mengukur efisiensi modal intelektual dan modal karyawan untuk menciptakan nilai yang berdasar pada hubungan tiga komponen utama, yaitu capital employed, human capital, dan structural capital. VAICTM dikembangkan oleh Pulic pada tahun 1998. Berdasarkan metode ini, komponen utama dari VAICTM yaitu dapat diihat dari Value Added Capital Employed (VACA), Value Added Human Capital (VAHU), dan Structural Capital Value Added (STVA).
a. Value Added Capital Employed (VACA)
Faradina dan Gayatri (2016:1626) menjelaskan bahwa Value Added Capital Employed (VACA) merupakan hubungan yang baik dan berkelanjutan antara perusahaan dengan para mitranya, seperti distributor, pemasok, pelanggan, karyawan, masyarakat, dan pemerintah.
b. Value Added Human Capital (VAHU)
Faradina dan Gayatri (2016:1626) menjelaskan bahwa Value Added Human Capital (VAHU) merupakan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan seperti pengetahuan, pengalaman, keterampilan, komitmen, hubungan kerja yang baik di dalam dan di luar lingkungan perusahaan.
c. Structural Capital Value Added (STVA).
Menurut Baroroh (2013:174) Structural Capital Value Added
(STVA) merupakan kemampuan organisasi meliputi infrastruktur, system informasi, rutinitas, prosedur dan budaya organisasi yang mendukung usaha karyawan untuk menghasilkan intelektual yang optimal. struktur organisasi , strategi, rangkaian proses, budaya kerja baik, serta kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh rutinitas perusahaan.
B. Pengukuran Intellectual Capital
Penelitian ini menggunakan model Pulic VAIC, model ini dimulai dengan kemampuan perusahaan untuk menciptakan value added. VA
merupakan indikator paling objektif untuk menilai keberhasilan bisnis dan menunjukkan kemampuan perusahaan dalam penambahan nilai. VA dihitung sebagai selisih antara output dan input. Output (OUT) mempresentasekan revenue dan mencakup seluruh produk dan jasa yang dijual di pasar, sedangkan input (IN) mencakup seluruh badan yang digunakan dalam memperoleh revenue. Hal penting dalam model ini adalah bahwa beban karyawan (labour expense) tidak termasuk dalam IN. Komponen pembentukan intellectual capital dapat dihitung dengan sebagai berikut:
Hubungan value added dengan menggunakan modal fisik (CA) disebut dengan VACA. Hubungan ini dirumuskan VACA = VA/CE, dimana VACA merupakan rasio dari VA terhadap CE, Capital Employed (CE) merupakan dana yang tersedia ( jumlah ekuitas dan laba bersih).
b. Value Added Human Capital (VAHU)
VAHU menunjukkan berapa banyak value added diciptakan oleh satu rupiah yang dihabiskan untuk karyawan. Hubungan antara value
added dan human capital menunjukkan kemampuan untuk
menciptakan nilai human capital dalam suatu perusahaan. Hubungan ini dirumuskan VAHU= VA/HC, HC merupakan gaji dan tunjangan karyawan.
c. Structural Capital Value Added (STVA).
Hubungan ini menunjukkan kontribusi modal structural (SC) dalam penciptaan atau penambahan nilai. Dalam model Pulic hubungan ini dirumuskan ,STVA= SC/VA, yang mana SC=VA-HC.
Rasio akhir perhitungan intellectual capital merupakan kombinasi penjumlahan dari setiap komponen yang dirumuskan: VAIC= VACA+ VAHU + STVA.
C. Return Saham
1. Pengertian Return Saham
Menurut Jogiyanto (2010: 205), “Return Saham merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi”. Sedangkan menurut Fahmi dan Yovi (2009: 151) bahwa “Return adalah keuntungan yang diperoleh oleh perusahan, individu dan institusi dari hasil kebijakan investasi yang dilakukannya”.
Menurut Tandelilin (2010) return merupakan hasil yang diperoleh dari investasi, dikelompokan menjadi 2 jenis yaitu:
a. Return realisasi merupakan return yang telah terjadi yang dihitung berdasarkan data historis. Return realisasi digunakan sebagai salah satu faktor pengukur kinerja perusahaan dan dijadikan sebagai dasar penentuan return ekspektasi dan risiko masa datang.
b. Return ekspektasi adalah return yang belum terjadi tetapi diharapkan diperoleh untuk masa yang akan.
Salah satu faktor yang membuat para investor menanamkan modalnya saat berinvestasi adalah return yang tinggi, dengan return yang tinggi maka investor berharap akan mendapatkan imbalan yang tinggi atas investasi yang dilakukan. Return yang diperoleh para investor tergantung oleh instrument yang digunakan..
2. Pengukuran Return Saham
Tingkat pengembalian (return) saham yang digunakan dalam penelitian ini merupakan return realisasi yang merupakan capital gain
harga saham periode sebelumnya. Return realisasi dapat dihitung dengan rumus:
Return realisasi=
Keterangan:
Pt = Harga saham pada periode ke- t
Pt-1 = Harga saham pada periode sebelumnya.
D. Tinajuan Empiris
Tinajuan empiris sangat penting sebagai acuan dasar dalam penyusunan penelitian ini, karena untuk mengetahui hasil dari penelitian terdahulu, adapun penelitian terdahulu terkait dengan intellectual capital
yaitu:
Ike Faradina dan Gayatri (2016) dengan judul “Pengaruh Intellectual
Capital dan Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusaahaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Intellectual Capital dan Intellectual Capital Disclosure terhadap kinerja keuangan perusahaan yang tergabung dalam indeks LQ-45 periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). Intellectual Capital Disclosure
Nanda Entika Paradesia , Zainal Ilmi, Maryam Nadir (2016) dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital terhadap Abnormal Return Saham dan
Kinerja Keuangan (studi pada perusahaan perbankan di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji
pengaruh Intellectual Capital terhadap Abnormal Return Saham dan Kinerja Keuangan pada Perusahaan Perbankan di Bursa Efek Indonesia tahun 2011-2015. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan Intellectual Capital berpengaruh signifikan positif terhadap Abnormal Return Saham dan Kinerja Keuangan di ukur dengan CAR, AAR, ROA, ATO, tetapi tidak berpengaruh terhadap GR.
Yuskar dan Dhia Novita(2014) dengan judul “Analisis Pengaruh
Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan Sebagai Variabel Intervening pada Perusahaan Perbankan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji pengaruh Intellectual Capital terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel
Intervening. Hasil penelitian ini menunjukkan menunjukan bahwa Intellectual Capital memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan yang di proksikan dengan return on equity (ROE) dan earning per share (EPS). Kinerja keuangan yang di proksikan dengan ROE dan EPS berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang di proksikan dengan PBV. Intellectual Capital
tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan.
Nalal Muna dan Andri Prastiwi (2014) dengan judul “ Pengaruh
Perusahaan Real Estate dan Properti yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Intellectual Capital dengan komponen (HCE, SCE dan CEE) Terhadap
Return Saham Melalui Kinerja Keuangan (ROE dan EPS) pada Perusahaan
Real Estate dan Properti yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2010-2012. Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan HCE dan CEE berpengaruh positif terhadap ROE dan EPS. SCE tidak berpengaruh terhadap ROE dan EPS. HCE dan SCE tidak berpengaruh terhadap Return saham. CEE berpengaruh negatif terhadap Return saham. ROE memediasi hubungan HCE dan CEE terhadap
Return saham, tetapi ROE tidak bias memediasi hubungan SCE terhadap
Return saham. EPS tidak bias memediasi hubungan HCE, SCE, dan CEE terhadap Return saham.
Muhammad Fardin Faza dan Erna Hidayah (2014) dengan judul “Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Profitabilitas, Produktivitas, dan Nilai
Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penelitian ini bertujuan untuk menguji Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Profitabilitas, Produktivitas, dan Nilai Perusahaan. Metode analisi yang di gunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan Intellectual Capital terhadap Return on Assets. Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap Return on Equity. Tidak terdapat pengaruh positif terhadap
Intellectual Capital terhadap Asset Turnover. Tidak terdapat pengaruh positif
Intellectual Capital terhadap Tobin’s Q.
Mehralian, G., H.R. Rasekh, P. Akhavan, dan M. R. Sadeh. (2012) dengan judul “The Impact of Intellectual Capital Efficiency on Market Value : An Empirical Study from Iranian Pharmaceutical Companies”. Sampel yang
digunakan adalah 19 perusahaan yang terdaftar di the Iranian Stock Exchange. Hasil yang ditemukan pada penelitian ini adalah Tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap MVA.
Shiri, M.M.,K. Mousavi, A. Pourreza, dan S. Ahmadi (2012) dengan judul “The Effect of Intellectual Capital on Market Value Added”. Objek dalam
penelitian ini adalah 111 perusahaan yang terdaftar di Teheran stock Exchange, dengan menggunakan teknik analisis regresi. Hasil penelitian membuktikan VAICTM berpengaruh signifikan terhadap MVA.
Darabi, R.,S. K. Rad, dan M. Ghadiri (2012), dengan judul penelitian “The Relatonship between Intellectual Capital and Erning Quality”. Objek
dalam penelitian ini yaitu 158 perusahaan yang terdaftar di Teheran stock Exchange (Iran). Hasil penelitian membuktikan bahwa VAICTM berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba.
Ienciu, N. M., dan I. A. Ienciu (2012), dengan judul “Determinants of intellectual capital reporting evidence from the Romanian stock market”.
Objek dalam penelitian ini yaitu Perusahaan yang terdaftar di Bucharest Stock Exchange. Hasil penelitian membuktikan bahwa situasi keuangan (laba/rugi) menjadi faktor yang berpengaruh terhadap luas pelaporan IC.
Huang, C. C., R. Luther, Tayles, dan R. Haniffa. (2013). “Human Capital Disclosures in developing countries: figureheads and value creators”.
Dalam penelitian ini objek yang di teliti yaitu 111 perusahaan yang terdaftar di Teheran stock Exchange. Hasil penelitian membuktikan bahwa VAICTM berpengaruh signifikan terhadap MVA.
Tabel 2.1
Penelitian Terdahulu
No JUDUL DAN PENELITI NAMA
JURNAL OBJEK / ANALISIS. HASIL PENELITIAN 1 Pengaruh Intellectual Capital dan Intellectual Capital Disclosure Terhadap Kinerja Keuangan Perusaahaan (Ike Faradina dan Gayatri 2016) E-jurnal Akuntansi Universitas Udayan. Vol.15, No.2, 1623-1653. Objek : 8 Perusahaan yang konsisten tergabung dalam Indeks LQ45 periode 2010-2014. Analisis: Regresi linier berganda IC berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan (ROA). ICD berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan (ROA) 2 Pengaruh IC terhadap Abnormal Return
Saham dan Kinerja Keuangan perusahaan pada perbankan di BEI tahun 2011-2015(Nanda Entika JurnalEkonomi dan Manajemen. Vol.13, No.2, 148-165. Objek : 75 Perusahaan Perbankan di BEI tahun 2011-2015. Analisis: Regresi linier berganda Intellectual Capital berpengaruh signifikan positif terhadap Abnormal Return Saham
Paradesia , Zainal Ilmi, Maryam Nadir 2016) dan Kinerja Keuangan di ukur dengan CAR, AAR, ROA, ATO, tetapi tidak berpengaruh terhadap GR. 3 Pengaruh Intellectual Capital Terhadap
Return Saham Melalui Kinerja Keuangan pada Perusahaan
Real Estate dan Properti pada BEI Tahun 2010-2012 (Nalal Muna dan Andri Prastiwi 2014) Diponegoro Journal Of Accounting. Vol.3, No.2, 1-15. Objek : 26 Perusahaan Real Estate dan Properti yang terdaftar di BEI tahun 2010 – 2012. Analisis: Pendekatan Structural Equation Model (SEM) dengan menggunakan software Partial Least Square PLS)..
HCE dan CEE berpengaruh positif terhadap ROE dan EPS. SCE tidak berpengaruh terhadap ROE dan EPS. HCE dan SCE tidak berpengaruh terhadap Return saham. CEE berpengaruh negatif terhadap Return saham. ROE memediasi hubungan HCE dan CEE terhadap Return saham, tetapi ROE tidak bisa memediasi hubungan SCE terhadap Return
saham. EPS tidak bias memediasi hubungan HCE, SCE, dan CEE terhadap Return saham. 4 Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Profitabilitas, Produktivitas, dan Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Perbankan pada BEI (Muhammad Fardin Faza dan Erna Hidayah 2014) EKBISI. Vol. VIII,No. 2, 186-199. Objek : 27 Perusahaan Perbankan di BEI tahun 2010-2012. Analisis: Statistik Deskriptif. membuktikan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan IC terhadap Return on Assets. IC berpengaruh positif terhadap ROE. Tidak terdapat pengaruh positif terhadap IC terhadapATO. Tidak terdapat pengaruh positif IC terhadap Tobin’s Q. 5 Analisis Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Nilai Perusahaan dengan Kinerja Keuangan Jurnal Manajemen dan Bisnis .Sriwijaya. Vol.12,No.4,33 Objek : 29 Perusahaan Perbankan yang konsisten di BEI periode 2010-2013. IC memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan
Sebagai Variabel
Intervening pada Perusahaan Perbankan di Indonesia (Yuskar dan Dhia Novita 2014)
2-356. Analisis:
Analisis Path
(ROE EPS). ROE dan EPS berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan (PBV). IC tidak berpengaruh secara langsung terhadap nilai perusahaan. 6 The Relatonship between Intellectual Capital and Erning Quality (Darabi et al. 2012) Research Journal of Applied Sciences, Engineering and Technology 4(20):4192419 9) Objek : 158 perusahaan yang terdaftar di Teheran stock Exchange (Iran). Teknik Analisis: Regresi VAICTM berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba 7 Human Capital Disclosures in developing countries: figureheads and value creators. Huang et al.(2013) Journal of Applied Accounting Research. Vol.14 (2) pp.180-196. Objek : perusahaan publik di Malaysia Teknik Analisis: Content anaylis, interview Informasi SDM yang tersedia terbatas, dan cenderung untuk fokus pada direksi, yang kebanyakan mungkin figure yang berdampak kecil terhadap cara perusahaan dijalankan dan dalam menciptakan nilai bagi perusahaan. 8 The Effect of Intellectual Capital on Journal of Basic and Objek: 111 perusahaan yang VAICTM berpengaruh
Persamaan penelitian ini dengan peneliti sebelumnya yaitu menggunakan intellectual capital sebagai variabel independen, akan tetapi banyak perbedaan dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan penelitian sebelumnya yaitu terletak pada objek penelitian dan variabel dependen. Dalam penelitian ini objek yang akan diteliti adalah perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Indeks yang berbasis syariah sedangkan objek yang diteliti oleh peneliti terdahulu adalah perusahan-perusahaan yang berbasis konvensional. Variabel dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah return saham, penelitan yang
Market Value Added. Shiri et al. (2013) Applied Scientific Research 2 (7): 7214-7226 terdaftar di Teheran stock Exchange. Teknik Analisis: Regresi. signifikan terhadap MVA. 9 The Impact of Intellectual Capital Efficiency on Market Value : An Empirical Study from Iranian Pharmaceutical Companies. Mehralian et al. (2012) Iranian Journal of Pharmaceutica l Research 11 (1):195-207. Objek : 19 perusahaan yang terdaftar di the Iranian Stock Exchange. Teknik Analisis: Regresi. Tidak ada pengaruh yang signifikan terhadap MVA. 10 Determinants of intellectual capital reporting evidence from the Romanian stock market. Ienciu dan Ienciu (2012) The Romanian Economic Journal.Vol. 15 (43) pp. 147-164. Objek : Perusahaan yang terdaftar di Bucharest Stock Exchange. Teknik Analisis: Content analysis, regresi. Situasi keuangan (laba/rugi) menjadi faktor yang berpengaruh terhadap luas pelaporan IC. Variabel lainnya tidak berpengaruh
dilakukan Nalal Muna dan Andri Prastiwi (2014) menggunakan return saham sebagai variabel dependen tetapi menggunakan kinerja keuangan sebagai variabel intervening.
E. Kerangka Konsep
Penelitian ini menggunakan intellectual capital sebagai variabel independen . Intellectual capital merupakan aset tidak berwujud yang dimiliki oleh perusahaan yang sifatnya tidak mudah diukur bertujuan untuk meningkatkan dan menambah nilai suatu perusahaan. Metode yang digunakan untuk mengukur Intellectual Capital yaitu metode VAICTM (Value Added Intellectual Coefficient). VAICTM memiliki tiga komponen utama yaitu
value added capital employed (VACA), value added human capital (VAHU), dan structural capital value added (STVA).
VACA merupakan hubungan yang baik dan berkelanjutan antara perusahaan dengan para mitranya. Indikator dari VACA yaitu value added
(VA) dan capital employed (CE). VAHU merupakan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki suatu perusahaan. Indikator dari VAHU adalah value added (VA) dan Human Capital (HC). STVA merupakan modal yang dimiliki perusahaan. Indikator dari STVA adalah structural capital (SC) dan value added (VA). Penelitian ini menggunakan Return Saham sebagai variabel dependen, Return Saham merupakan hasil yang diperoleh dari suatu investasi.
Gambar 2.2 KERANGKA PEMIKIRAN Keterangan: : Uji Parsial INTELLECTUAL CAPITAL VA RETURN SAHAM (Y1) VAICTM VACA (X1) STVA (X3) VAHU (X2) CE HC VA VA SC H1 (+) H2 (+) H3 (+)
F. Hipotesis Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang dipaparkan pada pendahuluan, maka hipotesis sementara yang diajukan dalam penelitian ini yaitu:
H1 : Hubungan intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added capital employed (VACA) berpengaruh Positif terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
H2 : Hubungan intellectual capital dengan menggunakan pengukuran value added human capital (VAHU) berpengaruh Positif terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
H3 : Hubungan intellectual capital dengan menggunakan pengukuran
structural capital value added (STVA) berpengaruh Positif terhadap return
saham pada perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index Periode 2015-2016.
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan menggunakan metode kuantitatif digunakan untuk mengukur pengaruh intellectual capital
terhadap return saham.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan di lakukan di Galeri Bursa Efek Indonesia pada perusahaan yang masuk dalam daftar Jakarta Islamic Index (JII), jalan Sultan Alauddin (Universitas Muhammadiyah Makassar). Waktu penelitian untuk memperoleh data kurang lebih 2 bulan yaitu bulan april sampai mei 2018.
C. Defenisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Variabel Independen
Variabel independen dalam penelitian ini adalah intellectual capital
yang diukur berdasarakan value added yang diciptakan VACA, VAHU, dan STVA. Kombinasi dari ketiga VA disimbolkan dengan nama VAIC. Tahapan perhitungan VAIC adalah sebagai berikut (Ulum, 2011:81):
a. Value Added (VA)
VA = OUT - IN
Keterangan:
VA = Value Added
OUT = Output (total penjualan dan pendapatan lain)
IN = Input (Beban penjulalan dan biaya-biaya lain selain beban karyawan.
b. VACA
VACA merupakan bentuk dari kemampuan perusahaan dalam mengelolah sumber dayanya yang berupa capital assat. Rasio ini menunjukkan kontribusi yang dibuat oleh setiap unit dari capital employed terhadap value added organisasi.
Keterangan :
VA = Value Added
CE = Capital Emloyed (ekuitas dan laba bersih)
c. VAHU
VAHU menunjukkan berapa banyak value added yang dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Hubungan antara VA dan HC mengindikasikan kemampuan dari HC untuk menciptakan nilai didalam perusahaan.
Keterangan :
VA = Value Added
HC = Human Capital (jumlah gaji karyawan)
d. STVA
Rasio ini mengukur jumlah SC (structural capital) yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupiah VA dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam penciptaan nilai.
Keterangan : SC = Structural Capital VA = Value Added e. VAIC
Untuk mengukur VAIC adalah dengan menjumlahkan semua hasil dari VA yang telah diukur.
VAIC=VACA+ VAHU+ STVA
2. Variabel Dependen
Variabel dependen yang digunakan adalah return saham. Tingkat pengembalian (return) saham yang digunakan dalam penelitian ini merupakan return realisasi yang merupakan capital gain atau capital loss
yaitu selisih antara harga saham periode saat ini dengan harga saham periode sebelumnya. Return realisasidapat dihitung dengan rumus:
Return realisasi =
Keterangan:
Pt = Harga saham pada periode ke- t
Pt-1 = Harga saham pada periode sebelumnya.
D. Populasi dan Sampel 1. Populasi Penelitian
Menurut Sugiyono (2012:117) mendefenisikan populasi adalah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Populasi yang dipilih peneliti dalam penelitian ini adalah 30 perusahaan yang masuk dalam daftar Jakarta Islamic Indeks (JII) selama tiga periode yaitu tahun 2014-2016 diperoleh melalui www.jii.co.id.
Tabel 3.1
Daftar Saham yang Masuk dalam Penghitungan Jakarta Islamic Index (JII) Periode 2014 -2016 N O 2017 2014 2015 2016 Desember-Mei Desember - Mei Juni - Novem ber Desember - Mei Juni- Novem ber Desember - Mei Juni - Novem ber
KODE NAMA PERUSAHAAN
1 AALI Astra Agro Lestari tbk. √ √ √ √ √ √
2 ADHI Adhi Karya (Persero) Tbk.
×
×
×
×
×
×
3 ADRO Adaro Energy Tbk. √ √ √ √ √ √
4 AKRA AKR Corporindo Tbk. √ √ √ √ √ √
5 ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk.
×
×
√×
×
×
6 ASII Astra International Tbk. √ √ √ √ √ √
7 BSDE Bumi Serpong Damai Tbk. √ √ √ √ √ √
8 ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. √ √ √ √ √ √
9 INCO Vale Indonesia Tbk.
×
√ √ √ √ √10 INDF indofood Sukses Makmur Tbk. √ √ √ √ √ √
11 INTP Indocoment Tunggal Prakarsa Tbk. √ √ √ √ √ √
12 KLBF Kalbe Farma Tbk. √ √ √ √ √ √
13 LPKR Lippo Karawaci Tbk. √ √ √ √ √ √
14 LPPF Matahari Departement Store Tbk.
×
×
×
√ √ √ 15 LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk. √ √ √ √ √ √16 MIKA Mitra Keluarga Karyasehat Tbk.
×
×
×
×
√ √17 MYRX Hanson International Tbk.
×
×
×
×
×
×
18 PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. √ √ √ √ √ √ 19 PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero)
Tbk. √ √ √
×
×
√20 PTPP PP (Persero) Tbk.
×
×
√ √ √ √21 PWON Pakuwon Jati Tbk. √
×
×
√ √ √22 SILO Siloam International Hospital Tbk.
×
√ √ √ √ √23 SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk. √ √ √ √ √ √
24 SMRA Summarecon Agung Tbk. √ √ √ √ √ √
25 SSMS Sawit Sumbermas Sarana Tbk.
×
×
√ √ √ √Sumber: www.jii.co.id 2. Sampel Penelitian
Sugiyono (2012: 118) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara
purposive sampling. purposive sampling merupakan teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sampel penelitian yang dipilih didasarkan pada kriteria sebagai berikut:
a. Perusahaan yang masuk dalam daftar 30 perusahaan yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (JII) periode 2014-2016.
b. Laporan tahunan perusahaan diterbitkan secara konsisten selama tiga tahun mulai tahun 2014-2016.
c. Perusahaan memiliki data yang dibutuhkan untuk variabel penelitian ini.
Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan, terdapat 18 perusahaan yang memenuhi kriteria dan akan dijadikan sampel dalam penelitian ini.
27 UNTR United Tractors Tbk. √ √ √ √ √ √
28 UNVR Unilever Indonesia Tbk. √ √ √ √ √ √
29 WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk. √ √ √ √ √ √
Tabel 3.2
Daftar Saham Listing di Jakarta Islamic Index selama Periode 2014-2016
NO Kode Nama perusahaan
1
AALI Astra Agro Lestari Tbk.
2
ADRO Adaro Energy Tbk.
3
AKRA AKR Corporindo Tbk.
4
ASII Astra Internasional Tbk.
5
BSDE Bumi Serpong Damai Tbk.
6
ICBP Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. 7
INDF Indofood Sukses Makmur Tbk.
8
INTP Indocoment Tunggal Prakarsa Tbk. 9
KLBF Kalbe Farma Tbk.
10
LPKR Lippo Karawaci Tbk.
11
LSIP PP London Sumatra Indonesia Tbk. 12
PGAS Perusaahan Gas Negara (Persero) Tbk. 13
SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.
14
SMRA Summarccon Agung Tbk.
15
TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. 16
UNTR United Tractors Tbk.
17
UNVR Unilever Indonesia Tbk.
18
WIKA Waskita Karya (Persero) Tbk.
E. Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berupa laporan keuangan tahunan periode 2015-2016 perusahaan yang masuk dalam daftar Jakarta Islamic Index (JII). Data sekunder tersebut dikumpulkan dengan cara metode dokumentasi. Data diperoleh melalui akses internet www.idx.co.id dan situs perusahaan. Dari data tersebut diperoleh data kuantitatif berupa data laporan keuangan yang telah diterbitkan oleh perusahaan yang telah terdaftar di JII.
F. Teknik Analisis
Penelitian ini menggunakan data sekunder untuk keseluruhan variabel, yaitu komponen pembentuk Intellectual Capital yang terdiri dari VACA, VAHU, dan STVA. Berikut ini tahapan analisi data:
1. Analisis Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif memberikan gambaran suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis, dan kelencengan distribusi (skewness ) (Ghozali,2013:19).
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Menurut Sugiyono (2012:275), analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen, jika dua atau lebih variabel independen sebagai faktor
prediktor dimanipulasi (naik atau diturunkan nilainya). Persamaan regresi linear berganda dapat dirumuskaan sebagai berikut:
Y= b0 + b1X1+ b2X2 + b3X3 + e Keterangan : Y = Return Saham b0 = Konstanta b1-b3 = Koefisien Regresi X1 = VACA X2 = VAHU X3 = STVA e = Standar Eror
3. Koefisien Determinasi (Adjusted R2)
Nilai koefisien deteminasi (Adjusted R2) yang ditunjukkan dengan Adjusted R2 dari model regresi yang digunakan untuk mengetahui indeks
return saham (capial gain atau capital loss) yang dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya.
4. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji t)
Pada dasarnya Uji t menunjukkan seberapa jauh satu variabel independen secara individual menerangan variasi variabel dependen . nilai t hitung di dalam analisis regresi digunakan untuk melihat secara parsial sejauh mana pengaruh masing-masing variabel independen dengan variabel dependen.
5. Uji Korelasi (Uji r)
Uji korelasi digunakan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel atau lebih. Hubungan yang dipelajari adalah hubungan yang linier atau gais lurus. Uji korelasi ini hanya dipakai untuk variabel
kuantitatif. Ukuran korelasi disebut koefisien korelasi, disingkat dengan r, nilai r berkisar antara -1 sampai +1, termasuk 0. Semakin besar nilai r
(mendekati angka 1), maka semakin erat hubungan kedua variabel tersebut. Sebaliknya, semakin kecil nilai korelasi (mendekati angka 0), maka semakin lemah hubungan kedua variabel tersebut.
Nilai r ini bisa bertanda positif, tetapi juga bisa bertanda negatif. Berikut interpretasi dari tanda pada koefisien korelasi.
1. Jika nilai r = + (positif), maka hubungannya adalah berbanding lurus, artinya semakin besar nilai variabel X maka semakin besar pula nilai variabel Y, dan begitupun sebaliknya.
2. Jika nilai r= - (negatif), maka hubungannya berbanding terbalik, artinya semakin besar nilai variabel X, maka nilai variabel Y semakin kecil, begitupun sebaliknya.
3. Jika nilai r= 0, artinya tidak ada hubungan sama sekali antara variabel X dan variabel Y.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian 1. Sejarah Singkat Jakarta Islamic Index
Saham syariah sudah ada di Indonesia pada tahun 1997 dengan diluncurkannya saham reksadana syariah oleh PT. Dana Reksa. Landasan hukum dari peluncuran saham syariah ini didasarkan pada undang – undang pasar modal no. 8 tahun 1995, pasal 1 butir 13 dari undang – undang tersebut yang menyatakan bahwa pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Jakarta Islamic Indeks atau bisa disebut JII merupakan indeks yang terdiri 30 saham mengakomodasi syariat investasi dalam Islam atau Indeks yang berdasarkan syariah Islam. Pembentukan JII tidak lepas dari kerja sama antara pasar modal Indonesia dalam hal ini PT Bursa Efek Indonesia dengan PT Danareksa Invesment Management (PT DIM). JII telah dikembangkan sejak tanggal 3 juli 2000. Pembentukan instrument syariah ini untuk mendukung pembentukan pasar modal syariah yang kemudian diluncurkan di Jakarta pada tanggal 14 Maret 2003 dalam Indeks ini dimasukkan saham-saham yang memenuhi kriteria investasi dalam syariat Islam. Saham-saham-saham
yang masuk dalam Indeks Syariah adalah emiten yang kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan syariah.
Tujuan pembentukan JII adalah untuk meningkatkan kepercayaan investor untuk melakukan investasi pada saham berbasis syariah dan memberikan manfaat bagi pemodal dalm menjalankan syariah islam untuk melakukan investasi di bursa efek. Jii juga diharapkan dapat mendukung proses transparansi dan akuntabilitas saham berbasis syariah di Indonesia. JII menjadi jawaban atas keinginan investor yang ingin berinvestasi sesuai syariah dan JII menjadi pemandu bagi investor yang ingin menanamkan dananya secara syariah tanpa takut tercampur dengan dana ribawi.
2. Kriteria Pemilihan Saham Jakarta Islamic Index
Penentuan kriteria dalam pemilihan saham dalam JII melibatkan Dewan Pengawas Syariah PT DIM. Saham-saham yang akan masuk ke JII harus melalui filter syariah terlebih dahulu. Berdasarkan arahan Dewan Pengawas Syariah PT DIM, ada 4 syarat yang harus dipenuhi agar saham-saham tersebut dapat masuk ke JII:
a. Emiten tidak menjalankan usaha perjudian dan permainan yang tergolong judi atau perdagangan yang dilarang
b. Bukan lembaga keuangan konvensional yang menerapkan sistem riba, termasuk perbankan dan asuransi konvensional
c. Usaha yang dilakukan bukan memproduksi, mendistribusikan, dan memperdagangkan makanan/minuman yang haram
d. Tidak menjalankan usaha memproduksi, mendistribusikan, dan menyediakan barang/jasa yang merusak moral dan bersifat mudharat
Selain filter syariah, saham yang masuk ke dalam JII harus melalui beberapa proses penyaringan (filter) terhadap saham yang listing, yaitu:
a. Memilih kumpulan saham dengan jenis usaha utama yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah dan sudah tercatat lebih dari 3 bulan, kecuali termasuk dalam 10 kapitalisasi besar.
b. Memilih saham berdasarkan laporan keuangan tahunan atau tengah tahun berakhir yang memiliki rasio Kewajiban terhadap Aktiva maksimal sebesar 90%.
c. Memilih 60 saham dari susunan saham di atas berdasarkan urutan rata-rata kapitalisasi pasar (market capitalization) terbesar selama 1 (satu) tahun terakhir.
d. Memilih 30 saham dengan urutan berdasarkan tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler selama 1 (satu) tahun terakhir.
Pengkajian ulang akan dilakukan 6 (enam) bulan sekali dengan penentuan komponen indeks pada awal bulan Januari dan Juli setiap tahunnya. Sedangkan perubahan pada jenis usaha utama emiten akan dimonitor secara terus menerus berdasarkan data publik yang tersedia. Perusahaan yang mengubah lini bisnisnya menjadi tidak konsisten dengan prinsip syariah akan dikeluarkan dari indeks. Sedangkan saham emiten yang dikeluarkan akan diganti oleh saham emiten lain. Semua prosedur tersebut bertujuan untuk
mengeliminasi saham spekulatif yang cukup likuid. Sebagian saham-saham spekulatif memiliki tingkat likuiditas rata-rata nilai perdagangan reguler yang tinggi dan tingkat kapitalisasi pasar yang rendah.
3. Profil Perusahaan yang Terdaftar dalam Jakarta Islamic Index (konsisten selama periode 2015-2016).
1. AALI (Astra Agro Lestari Tbk.)
Astra Agro Lestari Tbk (AALI) didirikan dengan nama PT Suryaraya Cakrawala tanggal 3 Oktober 1988, yang kemudian berubah menjadi PT Astra Agro Niaga tanggal 4 Agustus 1989. Perusahaan mulai beroperasi komersial pada tahun 1995. Kantor pusat AALI dan anak usaha (Grup) berlokasi di Jalan Pulo Ayang Raya Blok OR – I, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta 13930 – Indonesia. Telp: (62-21) 461-6555 (Hunting),
Fax: (62-21) 461-6655, 461-6677.
Perkebunan kelapa sawit AALI saat ini berlokasi di Kalimantan Selatan dan pabrik minyak goreng berlokasi di Sumatra Utara. Perkebunan dan pabrik pengolahan entitas anak berlokasi di pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pada tanggal 30 Juni 1997, Perusahaan melakukan penggabungan usaha dengan PT Suryaraya Bahtera. Penggabungan usaha ini dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan (pooling of interest). Setelah penggabungan usaha ini, nama Perusahaan diubah menjadi PT Astra Agro Lestari dan meningkatkan modal dasar dari Rp250 miliar menjadi Rp2 triliun yang terdiri dari 4.000.000.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp500,-.
Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Astra Agro Lestari Tbk adalah Astra International Tbk / ASII (induk usaha) (79,68%).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan AALI adalah perkebunan, perdagangan umum, perindustrian, pengangkutan, konsultan dan jasa. Kegiatan utama Astra Agro adalah bergerak dalam bidang usaha kelapa sawit. Pada tanggal 21 Nopember 1997, AALI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AALI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 125.800.000 saham dengan nilai nominal Rp500,- per saham dan harga perdana sebesar Rp1.550,- per saham. Pada tanggal 09 Desember 1997, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).
a. Visi dan Misi 1. Visi
menjadi perusahaan agrobisnis yang paling produktif dan paling inovatif di dunia.
2. Misi
Menjadi panutan dan berkontribusi untuk pembangunan dan kesejahteraan bangsa.
2. ADRO (Adaro Energy Tbk.)
Adaro Energy Tbk (ADRO) didirikan dengan nama PT Padang Karunia tanggal 28 Juli 2004 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juli 2005. Kantor pusat ADRO berlokasi di Gedung Menara Karya, Lantai 23, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta Selatan 12950 – Indonesia. Telp: (62-21) 521-1265 (Hunting), Fax: (62-21) 5794-4687. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Adaro Energy Tbk, yaitu: PT Adaro Strategic Investments (43,91%) dan Garibaldi Thohir (presiden direktur) (6,18%).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ADRO bergerak dalam bidang usaha perdagangan, jasa, industri, pengangkutan batubara, perbengkelan, pertambangan, dan konstruksi. Entitas anak bergerak dalam bidang usaha pertambangan batubara, perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan pembangkitan listrik.
Tanggal 04 Juli 2008, ADRO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ADRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 11.139.331.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan Harga Penawaran Rp1.100,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 2008.
a. Visi dan Misi 1. Visi
Menjadi grup perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka.
2. Misi
Adaro bergerak di bidang pertambangan dan energi untuk: a. Memuaskan kebutuhan pelanggan.
b. Mengembangkan karyawan.
c. Menjalin kemitraan dengan pemasok.
d. Mendukung pembangunan masyarakat dan negara. e. Mengutamakan keselamatan dan kelestarian lingkungan. f. Memaksimalkan nilai bagi pemegang saham.
3. AKRA (AKR Corporindo Tbk.)
AKR Corporindo Tbk (AKRA) didirikan di Surabaya tanggal 28 Nopember 1977 dengan nama PT Aneka Kimia Raya dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Juni 1978. Kantor pusat AKRA terletak di Wisma AKR, Lantai 7-8, JI. Panjang No. 5, Kebon Jeruk, Jakarta 11530 – Indonesia. Telp: 21) 531-1555 s/d 1569, 531-1110 (Hunting), Fax: (62-21) 531-1128, 531-1308, 531-1388.
Induk usaha dan induk usaha terakhir AKR Corporindo Tbk adalah PT Arthakencana Rayatama, yang merupakan bagian dari kelompok usaha yang dimiliki oleh keluarga Soegiarto dan Haryanto Adikoesoemo. Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham AKR Corporindo Tbk adalah PT Arthakencana Rayatama (58,58%).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan usaha AKRA antara lain meliputi bidang industri barang kimia, perdagangan umum dan distribusi terutama bahan kimia dan bahan bakar minyak (BBM) dan gas, menjalankan usaha dalam bidang logistik, pengangkutan (termasuk untuk pemakaian sendiri dan mengoperasikan transportasi baik melalui darat maupun laut serta pengoperasian pipa penunjang angkutan laut), penyewaan gudang dan tangki termasuk perbengkelan, ekspedisi dan pengemasan, menjalankan usaha dan bertindak sebagai perwakilan dan/atau peragenan dari perusahaan lain baik di dalam maupun di luar negeri, kontraktor bangunan dan jasa lainnya kecuali jasa di bidang hukum.
AKR Corporindo Tbk bergerak dalam bidang distribusi produk bahan bakar minyak (BBM) ke pasar industri, distribusi dan perdagangan bahan kimia (seperti caustic soda, sodium sulfat, PVC resin dan soda ash) yang digunakan oleh berbagai industri di Indonesia sesuai dengan perjanjian distribusi dengan produsen asing dan lokal, penyewaan gudang, kendaraan angkutan, tangki dan jasa logistik lainnya.
Bulan September 1994, AKRA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham AKRA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 15.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp4.000,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 03 Oktober 1994.
a. Visi dan Misi 1. Visi
Menjadi Pemain utama di bidang Penyedia jasa logistiK dan solusi pengadaan untuk bahan Kimia dan energi di Indonesia. 2. Misi
Mengoptimalkan potensi kita untuk meningkatkan nilai para pemegang saham dan pihak-pihak terkait secara berkesinambungan.
4. ASII (Astra Internasional Tbk.)
Astra International Tbk (ASII) didirikan pada tanggal 20 Februari 1957 dengan nama PT Astra International Incorporated. Kantor pusat Astra berdomosili di Jl. Gaya Motor Raya No. 8, Sunter II, Jakarta 14330 – Indonesia.Telp: (62-21) 652-2555 (Hunting), Fax: (62-21) 6530-4957.
Pemegang saham terbesar Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd (50,11%), perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd merupakan entitas anak dari Jardine Matheson Holdings Ltd, perusahaan yang didirikan di Bermuda.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ASII bergerak di bidang perdagangan umum, perindustrian, jasa pertambangan, pengangkutan, pertanian, pembangunan dan jasa konsultasi. Ruang lingkup kegiatan utama Astra bersama anak usahanya meliputi perakitan dan penyaluran mobil (Toyota, Daihatsu, Izusu, UD Trucks, Peugeot dan BMW), sepeda motor (Honda) berikut suku cadangnya, penjualan dan penyewaan alat berat, pertambangan dan jasa terkait, pengembangan perkebunan, jasa keuangan, infrastruktur dan teknologi informasi.
Astra memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), antara lain: Astra Agro Lestari Tbk (AALI), Astra Graphia Tbk (ASGR), Astra Otoparts Tbk (AUTO) dan United Tractors Tbk (UNTR). Selain itu, Astra juga memiliki satu perusahaan asosiasi yang juga tercatat di BEI, yaitu Bank Permata Tbk (BNLI).