• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return On Asset Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Return On Asset Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

97 BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis data dan pengujian yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, FBIR, dan FACR secara bersama – sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public pada triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Koefisien determinasi atau R square adalah 0,746 artinya perubahan yang terjadi pada variabel tergantung sebesar 74,6 persen yang akibatkan oleh variabel bebas secara bersama – sama, sedangkan sisanya sebesar 25,4 persen yang diakibatkan oleh variabel diluar penelitan. Dengan demikian hipotesis pertama yang menyatakan bahwa variabel LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, FBIR, dan FACR secara bersama – sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public dapat diterima.

2. Variabel LDR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel LDR sebesar 1,28 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa LDR secara parsial memiliki

(2)

pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

3. Variabel IPR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel IPR sebesar 4,62 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa IPR secara parsial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

4. Variabel APB secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel APB sebesar 0,14 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa APB secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

5. Variabel NPL secara parsial memiliki pengaruh positif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel NPL sebesar 0,31 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa NPL secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

(3)

6. Variabel IRR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel IRR sebesar 0,09 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa IRR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

7. Variabel BOPO secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel BOPO sebesar 40,45 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa BOPO secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public diterima.

8. Variabel FBIR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel FBIR sebesar 6,20 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa FBIR secara parsial memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public ditolak.

9. Variabel FACR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode

(4)

triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018. Besarnya kontribusi pengaruh variabel FACR sebesar 4,16 persen. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan bahwa FACR secara parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public diterima.

10. Diantara delapan variabel bebas yaitu LDR, IPR, APB, NPL, IRR, BOPO, FBIR, dan FACR yang mempunyai pengaruh dominan terhadap ROA pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public periode triwulan I tahun 2013 sampai dengan triwulan II tahun 2018 adalah BOPO karena memiliki nilai koefisien determinasi parsial sebesar 40,45 persen lebih tinggi apabila dibandingkan dengan koefisian determisai parsial variabel bebas lainnya. 5.2 Keterbatasan Penelitian

Penelitian yang telah dilakukan ini masih memiliki keterbatasan yaitu: 1. Data Non Performing Loans pada situs Otoritas Jasa Keuangan pada periode

triwulan II tahun 2013 perlu dihitung kembali. 5.3 Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dapat diberikan saran yaitu sebagai berikut:

1. Bagi Bank

a. Pada variabel BOPO, terutama untuk Bank Artha Graha Internasional Tbk yang memiliki BOPO tertinggi, maka disarankan untuk lebih mengefisienkan beban operasionalnya. Sehingga dalam hal ini dapat meningkatkan laba yang pada akhirnya akan membuat ROA meningkat.

(5)

b. Pada variabel FACR, terutama untuk Bank Artha Graha Internasional Tbk yang memiliki FACR tertinggi, maka disarankan untuk lebih mengefisienkan investasi modal dalam aset tetap. Sehingga dalam hal ini dapat meningkatkan laba yang pada akhirnya akan membuat ROA meningkat.

c. Pada variabel ROA, untuk Bank Artha Graha Internasional Tbk, Bank Woori Saudara 1906 Tbk, Bank Sinarmas Tbk, dan Bank Victoria International Tbk menunjukkan bahwa rata – rata tren ROA mengalami penurunan sebesar -0,03 persen. Maka keempat bank tersebut disarankan untuk dapat meningkatkan laba sebelum pajaknya yaitu dengan peningkatan presentase yang lebih besar dibandingkan dengan peningkatan presentase total aset, sehingga ROA akan meningkat.

2. Bagi Peneliti Selanjutnya

Untuk peneliti selanjutnya sebaiknya menambah periode penelitian dan variabel bebas yang lebih banyak agar mendapatkan hasil yang lebih signifikan dan inovatif. Dalam hal ini dapat menambah pengetahuan mahasiswa mengenai asal muasal dunia perbankan yaitu salah satunya dengan melihat perkembangan perbankan Indonesia yang terbaru.

(6)

A.A. Yogi Prasanjaya1, I Wayan Ramantha2.2013 “Analisis Pengaruh Rasio CAR, BOPO, LDR dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas Bank Yang Terdaftar di BEI”. E-Jurnal Akuntansi Universitas UdayanaISSN: 2302-8556 Volume 4 No 1 pp. 230 – 245 .

Bagus Setyo Nugroho. 2014 “Pengaruh LDR, IPR, LAR, APB, NPL, IRR, PDN, BOPO, FBIR, dan FACR Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Umum Swasta Nasional Go Public”, Skripsi Sarjana tak diterbitkan, STIE Perbanas Surabaya.

Bank Artha Graha Internasional (www.arthagraha.com) diunduh tanggal 13 Desember 2018.

Bank Woori Saudara 1906 (http://www.bankwoorisaudara.com) diunduh tanggal 13 Desember 2018.

Bank Sinarmas (www.sinarmas.co.id) diunduh tanggal 13 Desember 2018.

Bank Victoria International (www.victoriabank.co.id) diunduh tanggal 13 Desember 2018.

Imam Ghozali, Dwi Ratmono. 2013. Analisis Multivariat Dan Ekonometrika Teori, Konsep Dan Aplikasi Dengan Eviews 8. Semarang: Universitas Diponegoro.

Kasmir. 2012. Manajemen Perbankan. Edisi Revisi. Cetakan Kesebelas. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Lukman Dendawijaya. 2009. Manajemen Perbankan. Edisi Kedua. Jakarta : Penerbit Ghalia, Indonesia.

Mudrajad Kuncoro dan Suhardjono. 2011. Manajemen Perbankan Teori Dan Aplikasi. Edisi Kedua. Yogyakarta: BPFE.

OJK. Laporan Keuangan dan Publikasi Bank (www.OJK.go.id)

Rommy Rifky Romadloni1, Herizon2. 2015 “Pengaruh Likuiditas, Kualitas Aset, Sensitivitas Pasar, Dan Efisiensi Terhadap Return On Asset (ROA) Pada Bank Devisa Yang Go Public”. Journal of Business and Banking ISSN 2088-7841 Volume 5 Number 1 May – October 2015 pp. 131 – 148. Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

(7)

Surat Edaran Bank Indonesia No. 13/30/dpnp-tanggal 16 Desember 2011,Tentang Laporan Keuangan Publikasi Triwulan Dan Bulanan Bank Umum Serta Laporan Tertentu Yang Disampaikan Kepada Bank Indonesia.

Taswan. 2010. Manajemen Perbankan Konsep, Teknik Dan Aplikasi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan STIM YKPN.

Veithzal Rivai. 2013. Bank And Financial Institution Management. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

(www.arthagraha.com) (http://www.bankwoorisaudara.com) (www.sinarmas.co.id) (www.victoriabank.co.id) (www.OJK.go.id)

Referensi

Dokumen terkait

First we will need to create a new project, so please refer to our recipe Creating a Java Project using Wizard in the beginning of this chapter, for project creation.. When

Logam cor yang merupakan perpaduan Aluminium dengan Magnesium, Silika dan Besi tersebut dianalisis/ diuji densitas, struktur mikro (ukuran butir), kekerasan mikro, fasa,

Ada beberapa aspek yang terdapat dalam pengujian ini seperti parameter-parameter yang akan digunakan dalam pengujian dan hasil yang diperoleh dari tugas akhir ini adalah suatu

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada kelas IV SDN 3 Megawon Kudus dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran circuit learning dapat

Hubungan yang tepat antara alat perkembangbiakan dengan cara pemencarannya terdapat pada ….. Alat perkembangbiakan

Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni (1) bagaimana penerapan metode snowball throwing dapat meningkatkan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran IPS

Diharapkan dengan membangun Sistem Informasi Akademik Kurikulum 2013 berbasis Cloud Computing dapat mempermudah dalam guru melakukan penilaian terhadap siswa dan

12 Saya merasa kurang puas dengan diri saya sendiri kerana tidak bisa menjalankan tugas dengan baik. 13 Saya selalu tidak mengeluh dalam bekerja dalam