• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah"

Copied!
98
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF

DIREKTORAT JENDERAL EKONOMI KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA

Laporan Akuntabilitas

Kinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

(2)

Kata Pengantar

Laporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah (LAKIP) merupakan laporan pertanggungjawaban kinerja kepada instansi yang lebih tinggi dan kepada masyarakat sebagai pemangku kepentingan tertinggi. LAKIP merupakan dokumen yang sangat penting dalam siklus perencanaan. Keberhasilan dan/atau kegagalan suatu instansi pemerintah ditentukan oleh capaian tingkat kinerja instansi tersebut melalui suatu proses pencapaian tujuan dan sasaran yang diimplementasikan pada sebuah media berupa LAKIP.

LAKIP Direktorat Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya ini menyajikan data capaian kinerja yang telah diwujudkan selama tahun 2013, yang mencatat pencapaian sasaran dari pelaksanaan tugas dan fungsi serta kewenangan pengelolaan sumber daya dalam kaitannya dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tahun 2010 – 2014.

Di masa mendatang, Direktorat Jenderal Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya akan melakukan langkah-langkah untuk menyempurnakan dokumen ini secara terus-menerus agar prinsip transparansi dan akuntabilitas yang ingin kita wujudkan bersama dapat tercapai, sehingga pada akhirnya dapat menciptakan good governance

di lingkungan Direktorat Jenderal Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

Semoga LAKIP Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budayaini dapat memberikan manfaat kepada seluruh jajaran organisasi dalam melakukan berbagai langkah perbaikan yang diperlukan guna meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Prof. Dr. H.M. Ahman Sya

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya,

(3)

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

ii

Daftar Isi

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Tabel dan Gambar... iii

Ringkasan Eksekutif ... v

BAB I Pendahuluan ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Kedudukan dan Tugas Pokok ... 2

1.3 Peran dan Fungsi ... 4

1.4 Sistematika Penulisan ... 5

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja ... 7

2.1 Rencana Strategis ... 7

2.2 Penetapan / Perjanjian Kinerja ... 10

2.3 Anggaran 2013 ... 12

BAB III Akuntabilitas Kinerja ... 14

3.1 Ikhtisar Capaian Kinerja 2013 ... 14

3.2 Capaian dan Analisis Kinerja 2013 ... 16

BAB IV Akuntabilitas Kinerja 2012-2014 ... 67

4.1 Kontribusi Terhadap Perekonomian ... 68

4.2 Dukungan Manajemen Ditjen EKSB ... 73

(4)

Daftar Tabel dan Gambar

TABEL I.1RINGKASAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2013 ... VI

TABEL I.2PAGU DAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2013 ... VIII

TABEL II.1SASARAN STRATEGIS,INDIKATOR, DAN TARGET KINERJA TAHUN 2013 ... 10

TABEL II.2ANGGARAN TAHUN 2013PER KEGIATAN... 12 TABEL III.1TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN KINERJA TAHUN 2013 ... 15 TABEL III.2TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN KONTRIBUSI PDBEKONOMI KREATIF BERBASIS SENI

BUDAYA TAHUN 2012-2013KONTRIBUSI PDBEKONOMI KREATIF BERBASIS SENI BUDAYA ... 17 TABEL III.3DISTRIBUSI NTBINDUSTRI KREATIF INDONESIA BERBASIS SENI DAN BUDAYA TERHADAP

PDBINDONESIA ATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2010-2013 (%) ... 18 TABEL III.4TARGET,REALISASI,DAN CAPAIAN KONTRIBUSI EKSPOR PRODUK EKSB TERHADAP

PRODUK KREATIF DUNIA TAHUN 2012-2013 ... 21 TABEL III.5DISTRIBUSI EKSPOR INDUSTRI KREATIF INDONESIA BERBASIS SENI DAN BUDAYA TAHUN

2010-2013(%) ... 22 TABEL III.6TARGET,REALISASI,DAN CAPAIAN TINGKAT PARTISIPASI DAN PERTUMBUHAN

PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA SEKTOR EKSBTAHUN 2012-2013 ... 24 TABEL III.7JUMLAH TENAGA KERJA INDUSTRI KREATIF INDONESIA BERBASIS SENI DAN BUDAYA

MENURUT SEKTOR INDUSTRI KREATIF TAHUN 2010-2013(ORANG) ... 25 TABEL III.8LAJU PERTUMBUHAN TENAGA KERJA INDUSTRI KREATIF INDONESIA BERBASIS SENI DAN

BUDAYA MENURUT SEKTOR INDUSTRI KREATIF TAHUN 2010-2013 (%) ... 26 TABEL III.9TARGET,REALISASI,DAN CAPAIAN KONTRIBUSI JUMLAH USAHA SEKTOR EKSBTERHADAP

NASIONAL TAHUN 2012-2013 ... 29 TABEL III.10JUMLAH USAHA INDUSTRI KREATIF DI INDONESIA BERBASIS SENI DAN BUDAYA MENURUT

SEKTOR INDUSTRI KREATIF TAHUN 2010-2013 (UNIT) ... 30 TABEL III.11TARGET,REALISASI,DAN CAPAIAN PEMAHAMAN HKIATAS KARYA KREATIF BERBASIS

SENI DAN BUDAYA TAHUN 2012-2013 ... 33

TABEL III.12DATA PRODUKSI FILM TELEVISI (LEPAS &SERIAL)YANG TERDAFTAR PERIODE 2007– 2013 ... 35

(5)

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

iv

TABEL III.14TARGET,REALISASI,DAN CAPAIAN PEMAHAMAN MENGENAI EKONOMI KREATIF BERBASIS

SENI DAN BUDAYA TAHUN 2012-2013 ... 40 TABEL III.15HASIL PENYELENGGARAAN RAPAT KOORDINASI DAN SINKRONISASI KEBIJAKAN TAHUN

2013 ... 41 TABEL III.16TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN PERTUMBUHAN KONSUMSI TERHADAP PRODUK

KREATIF BERBASIS SENI DAN BUDAYA TAHUN 2012-2013 ... 43 TABEL III.17LAJU PERTUMBUHAN KONSUMSI RUMAHTANGGA TERHADAP INDUSTRI KREATIF

INDONESIA BERBASIS SENI DAN BUDAYA TAHUN 2010-2013(%) ... 44 TABEL III.18TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN PENGEMBANGAN RUANG KREATIF TAHUN 2012-2013 ... 45 TABEL III.19DAFTAR PROVINSI DAN PAGU ANGGARAN DEKONSENTRASI AKTIVASI TAMAN BUDAYA

TAHUN 2013 ... 46 TABEL III.20TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN JUMLAH PELAKU KREATIF SEKTOR EKSB YANG

MENGALAMI PENINGKATAN JEJARING TAHUN 2012-2013 ... 48

TABEL III.21TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN JUMLAH PELAKU KREATIF SEKTOR EKSBMENGALAMI

PENINGKATAN AKSES PASAR TAHUN 2012-2013 ... 55 TABEL III.22TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN JUMLAH PELAKU KREATIF SEKTOR EKSBMENGALAMI

PENINGKATAN KEMAMPUAN KREASI DAN PRODUKSI KARYA KREATIF TAHUN 2012-2013 ... 57 TABEL III.23TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN PENCAPAIAN TARGET INDIKATOR PROGRAM DAN

KEGIATAN DITJEN EKSBTAHUN 2012-2013 ... 61

TABEL III.24TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN PENYERAPAN ANGGARAN BELANJA DITJEN EKSB TAHUN 2012-2013 ... 62 TABEL III.25PAGU DAN REALISASI ANGGARAN TAHUN 2013 ... 62

TABEL III.26TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN JUMLAH NORMA,STANDAR,PROSEDUR DAN KRITERIA SERTA SOP YANG DIHASILKAN DITJEN EKSBTAHUN 2012-2013 ... 64 TABEL III.27TARGET,REALISASI, DAN CAPAIAN JUMLAH SDM YANG DIFASILITASI UNTUK

MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA DAN PENGETAHUAN TERKAIT EKSBTAHUN 2012-2013 ... 65 TABEL IV.1EVALUASI CAPAIAN KINERJA DITJEN EKSBTAHUN 2012-2013 ... 67

GAMBAR I.1STRUKTUR ORGANISASI DITJEN EKSB ... 3 GAMBAR III.1DISTRIBUSI PRODUK DOMESTIK BRUTO (PDB) INDONESIA MENURUT SEKTOR

(6)

Ringkasan Eksekutif

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya sebagai penyelenggara pemerintahan mempunyai peran strategis dengan tanggung jawab kinerja yang besar dalam partisipasinya pada ranah pembangunan nasional. Dalam Rencana Strategis Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif mempunyai visi, yaitu “Terwujudnya Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya yang Bernilai Tambah, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan dan Kualitas Hidup masyarakat Indonesia,” yang diwujudkan melalui beragam misi, yang kemudian dijabarkan ke dalam tujuan dan sasaran yang akan dicapai.

Dalam proses dan upaya pencapaian visi dan misi tersebut diatas, pada tahun 2013 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya melaksanakan amanat kinerja yang telah ditetapkan melalui dokumen Penetapan Kinerja dengan sasaran strategis, indikator kinerja serta target yang terukur, berdasarkan Indikator Kinerja Utama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2010-2014. Pencapaian kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya pada tahun 2013 diukur melalui 15 Sasaran Strategis untuk dicapai.

Pengukuran capaian kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dilakukan dengan cara membandingkan antara target dengan realisasi indikator-indikator kinerja pada tahun sebelumnya. Secara umum, sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Penetapan Kinerja tahun 2013 dapat dicapai.Namun, beberapa penyesuaian perlu dilakukan dalam rangka menyempurnakan hasil-hasil sesuai yang diharapkan.

hal ini dapat terlihat dari tabel hasil capaian kinerja tahun 2012 adalah sebagai berikut:

(7)

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

vi Tabel I.1 Ringkasan Capaian Kinerja Tahun 2013

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

(%)

1 Meningkatnya kontribusi PDB ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi PDB EKSB terhadap nasional (persentase)

2.52 3,51 139

2 Meningkatnya kontribusi ekspor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi ekspor produk EKSB terhadap produk kreatif dunia (persentase)

0.39 1,70 436

3 Meningkatnya tingkat partisipasi dan produktivitas tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

1.Tingkat partisipasi tenaga kerja EKSB (persentase)

2.83 6,36 225

2. Pertumbuhan

produktivitas tenaga kerja sektor EKSB

2.97 0,52 18

4 Meningkatnya aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi jumlah usaha sektor EKSB terhadap nasional (persentase)

2.65 7,53 284

5 Meningkatnya pemahaman HKI atas karya kreatif berbasis seni dan budaya

1. Jumlah karya kreatif yang difasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual bagi karya kreatif (karya kreatif)

100 100 100

2. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap HKI sektor EKSB (persentase)

Base : x 43 100

6 Meningkatnya pemahaman mengenai ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Tingkat pemahaman masyarakat terhadap EKSB (persentase)

Base : x 80 100

7 Meningkatnya konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Pertumbuhan konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya (persentase)

7.34 11,24 153

8 Terciptanya ruang publik bagi masyarakat

Jumlah pengembangan ruang kreatif (buah)

10 13 130

9 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pengembangan jejaring di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami

peningkatan jejaring (orang)

2.380 2.280 96

10 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pemasaran karya kreatif di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami

peningkatan akses pasar (orang)

(8)

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

11 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi kreasi dan produksi karya kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami

peningkatan kemampuan kreasi dan produksi karya kreatif (orang)

3.030 7.926 262

12 Meningkatnya kualitas

perencanaan, pemantauan dan evaluasi program dan kegiatan

Pencapaian target dan indikator program dan kegiatan Ditjen EKSB (persentase)

92 75 82

13 Meningkatnya kualitas pengelolaan Ditjen EKSB

Penyerapan anggaran belanja Ditjen EKSB (persentase)

95 80,03 84

14 Meningkatnya kualitas organisasi Ditjen EKSB

1. Jumlah Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria yang dihasilkan Ditjen EKSB

14 12 86

2. Jumlah Prosedur Operasi Standar (POS) yang dihasilkan Ditjen EKSB

16 10 63

15 Meningkatnya kualitas SDM Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Jumlah SDM yang difasilitasi untuk meningkatkan kemampuan kerja dan pengetahuan terkait EKSB (orang)

195 119 61,03

Dari segi keuangan, penyerapan anggaran belanja Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya masih perlu ditingkatkan jika dibandingkan dengan target yang telah ditentukan. Realisasi penyerapan anggaran sebesar80,03% yang terdistribusi ke dalam 4 kegiatan setingkat eselon IIseperti ditampilkan pada Tabel I.2.

Penyebab adanya perbedaan antara target dan realisasi penyerapan anggaran Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya selama tahun 2013, adalah sebagai berikut:

1. Terdapat perbedaan alokasi anggaran per program, per kegiatan, dan per jenis belanja antara hasil kesepakatan dengan Komisi X DPR RI DIPA yang diterbitkan oleh Menteri Keuangan, sehingga terjadi

(9)

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

viii 2. Terdapat kebijakan penghematan anggaran sebesar 10% di tengah

periode pelaksanaan anggaran.

3. Terdapat perubahan aturan penggunaan Mata Anggaran Belanja Transport Dalam Kota dan perubahan Akun baru untuk aktivitas rapat-rapat konsinyering, sehingga dibutuhkan penyesuaian ulang penempatan anggaran pada aktivitas dimaksud, sehingga perlu proses revisi anggaransebelum kegiatan dapat dilaksanakan;

4. Alokasi anggaran untuk membiayai tunjangan kinerja tidak seluruhnya dapat terserap karena hasil rapat antara Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi memutuskan bahwa tunjangan kinerja tahun 2013 hanya dapat dibayarkan selama 6 bulan dari total 12 bulan yang dianggarkan.

Tabel I.2 Pagu dan Realisasi Anggaran Tahun 2013

No Kegiatan Pagu Realisasi

(Rp) (%)

1 Pengembangan Seni

Pertunjukan dan Industri Musik

95.774.800.000 85.026.312.221 88,78%

2 Pengembangan Industri Perfilman

62.372.911.000 48.499.974.760 77,76%

3 Pengembangan Seni Rupa 42.932.489.000 34.399.814.650 80,13% 4 Dukungan Manajemen dan

Dukungan Teknis Lainnya Ditjen EKSB

83.933.552.000 60.166.572.706 71,68%

TOTAL 285.013.752.000 228.092.674.337 80,03%

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, beberapa perbaikan yang diperlukan dalam rangka efektifitas pelaksanaan kegiatan di masa yang akan datang, yaitu:

1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM dengan pemahaman yang baik tentang aspek anggaran berbasis kinerja;

2. Melakukan perencanaan yang baik dan terarah terhadap kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mendukung penerapan

(10)

program sehingga pencapaian sasaran dapat dicapai sesuai dengan target yang ditentukan;

3. Hasil capaian kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam LAKIP Tahun 2013 ini dapat sebagai masukan, informasi dan referensi yang berfungsi sebagai tolak ukur kinerja Direktorat Ekonomi Kreatif Berbasi Seni dan Budaya dalam perbaikan dan optimalisasi kinerja guna meningkatkan kinerja Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya di masa mendatang.

(11)

BAB I Pendahuluan

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

1

BAB I

Pendahuluan

1.1Latar Belakang

Ekonomi Kreatif merupakan era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya. Keberadaan Ekonomi Kreatif dalam beberapa tahun ini mempunyai peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi secara nasional, guna menciptakan lapangan kerja dan mengentaskan kemiskinan.

Pengembangan Ekonomi Kreatif pada prinsipnya adalah

pengembangan sumber daya manusia yang bermutu tinggi dan didayagunakan sepenuhnya dalam pembangunan. Dalam teori produksi ada beberapa komponen input produksi yang diproses untuk menciptakan produktivitas seperti modal (capital), lahan (land), tenaga kerja (labor) dan teknologi (technology). Input ini yang harus didayagunakan dan dialokasikan dengan baik untuk mendorong penciptaan produktivitas.

Ekonomi kreatif menjadi agenda dan dasar bagi suatu negara dalam membangun ekonominya. Investment of human capital dan creative

business menjadi program dan kebijakan dalam menciptakan

pertumbuhan ekonomi. Ini telah merubah paradigma pembangunan ekonomi global yang menganut prinsip bahwa kekayaan alam merupakan kunci bagi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa untuk bersaing dalam pembangunan global.

Ekonomi Kreatif dapat menawarkan peluang yang sama untuk negara-negara berkembang, dengan memanfaatkan sumber daya yang bukan hanya terbarukan, bahkan tak terbatas yaitu ide, talenta dan kreatifitas

sehingga memberikan dampak positif bagi sosial maupun

perekonomian. Bila dilihat luasan cakupan ekonomi kreatif tersebut, sebagian besar merupakan sektor ekonomi yang tidak membutuhkan skala produksi dalam jumlah besar. Tidak seperti industri manufaktur

(12)

yang berorientasi pada kuantitas produk, industri kreatif lebih bertumpu pada kualitas sumber daya manusia.

Ekonomi kreatif sangat penting bagi Indonesia dan dunia karena perkembangannya yang pesat. Sektor ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi untuk penyerapan tenaga kerja di tingkat Unit Usaha Kecil dan Menengah serta di sektor informal, sektor ini diharapkan mampu bersentuhan dengan komunitas lokal sehingga usaha ini bisa berkembang dan menyumbang bagi devisa negara. Menurut penelitian terbaru UNESCO dan UNDP, bukan hanya dampak yang besar terhadap pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan nilai ekspor, ekonomi kreatif juga berkontribusi penting terhadap kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan.

1.2Kedudukan dan Tugas Pokok

Struktur OrganisasiDirektorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengacu pada Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor PM.07/HK.001/MPEK/2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dipimpin oleh seorang Direktur Jenderal yang berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.

Dalam melaksanakan tugas, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menyelenggarakan fungsi yaitu: perumusan kebijakan di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya; pelaksanaan kebijakan di ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya; penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya; pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya; pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang ekonomi kreatif

(13)

BAB I Pendahuluan

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

3 berbasis seni dan budaya; pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

Gambar I.1 Struktur Organisasi Ditjen EKSB

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya memiliki empatSatuan Kerja setingkat Eselon II yang terdiri dari:

1. Sekretariat Direktorat Jenderal

Sekretariat Direktorat Jenderal mempunyai tugas memberikan pelayanan teknis administratif kepada seluruh satuan organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

2. Direktorat Pengembangan Industri Perfilman

Direktorat Pengembangan Industri Perfilman mempunyai tugas melaksanakanperumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan industri perfilman.

3. Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik

Direktorat Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan

(14)

kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni pertunjukan dan industri musik.

4. Direktorat Pengembangan Seni Rupa

Direktorat Pengembangan Seni Rupa mempunyai tugas

melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengembangan seni rupa.

1.3Peran dan Fungsi

Ekonomi Kreatif mempunyai peran penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia dalam menciptakan nilai tambah sebesar 319.518 milyar rupiah, melalui 15 subsektor industri kreatif, yaitu: Arsitektur; Desain; Fesyen; Film, Video, dan Fotografi; Kerajinan; Teknologi Informasi dan Piranti Lunak; Musik; Pasar Barang Seni; Penerbitan dan Percetakan; Periklanan; Permainan Interaktif; Riset dan Pengembangan; Seni Pertunjukan; dan Televisi, Radio dan Kuliner. Salah satu kontribusi yang dapat diberikan oleh Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah dengan mempercepat proses pemulihan perekonomian nasional melalui berbagai program ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan perputaran roda perekonomian. Subsektor ekonomi kreatif yang merupakan wilayah kerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terdiri dari:Pasar Barang Seni; Kerajinan; Film, Video dan Fotografi; Musik; dan Seni Pertunjukan.

Kontribusi tersebut akan memberikan dampak positif yang

berhubungan dengan kesejahteraan rakyat, yakni dapat

mengembangkan dan memperkuat perekonomian berbasis kerakyatan, terutama untuk masyarakat yang berada di sentra-sentra pengembangan ekonomi kreatif, yang sebagian besar berada di sekitar lokasi pariwisata. Di samping itu pembangunan dan pengembangan

(15)

BAB I Pendahuluan

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

5 kerajinan khas daerah, tumbuhnya industri makanan tradisional dan tumbuhnya industri akomodasi yang seluruhnya dikelola oleh masyarakat sekitar. Dengan demikian perekonomian berbasis kerakyatan dapat tumbuh dan berkembang berdampingan dengan perekonomian padat modal yang berskala nasional/internasional.

1.4Sistematika Penulisan

LAKIP Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Tahun 2013 menginformasikan capaian kinerja selama tahun anggaran 2013. Realisasi kinerja (performance results) 2013 tersebut dibandingkan dengan rencana kinerja (performance plan) 2012 dan akan menghasilkan perbedaan kinerja (performance gap). Evaluasi dilakukan terhadap setiap perbedaan kinerja yang terjadi, baik terhadap penyebab terjadinya perbedaan maupun strategi pemecahan masalah yang telah dan akan dilaksanakan.

Sistematika penyajian LAKIP Tahun 2013 Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dapat diilustrasikan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

menjelaskan secara ringkas profil Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dan menjabarkan maksud dan tujuan penyusunan LAKIP Tahun 2013.

BAB II : PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

menjelaskan secara ringkas profil Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dan menjabarkan maksud dan tujuan penyusunan LAKIP Tahun 2013.

(16)

menjelaskan analisis capaian kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dikaitkan dengan capaian sasaran strategis untuk tahun 2013.

BAB IV : AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2012-2013

menggambarkan perbandingan capaian kinerja

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tahun 2012-2013.

BAB V : PENUTUP

menjelaskan kesimpulan menyeluruh dan menguraikan rekomendasi yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.

(17)

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

7

BAB II

Perencanaan dan Perjanjian

Kinerja

2.1Rencana Strategis

Rencana Strategis (Renstra) Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dimaksudkan sebagai dasar penyusunan kebijakan, program, kegiatan dan tolok ukur kinerja kegiatan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam pencapaian visi dan misi serta tujuan organisasi.Hal inimenciptakan keterpaduan dan sinergi kegiatan antar unit kerja, antar unit utama di lingkungan Kemenbudpar dan antar lintas Kementerian/Lembaga dan Non

Kementerian/Lembaga, serta antar Pemerintah Pusat dan

Daerah.Renstra memberikan pedoman dan pengendalian kinerja dalam pelaksanaan program dan kegiatan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Rencana Strategis Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya pada hakikatnya merupakan pernyataan komitmen bersama mengenai upaya terencana dan sistematis untuk mengembangkan dan merumuskan arah pembangunan bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya dengan sikap kritis, kebebasan berkreasi dalam bidang seni dan budaya.

VISI

“Terwujudnya Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya yang Bernilai Tambah, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan Untuk Kesejahteraan dan Kualitas Hidup Masyarakat Indonesia”

MISI

1. Meningkatkan kontribusi ekonomi industri kreatif berbasis seni dan budaya;

2. Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap pelaku dan karya kreatif berbasis seni dan budaya;

(18)

3. Mendorong penciptaan inovasi di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

4. Menciptakan tata pemerintahan Ditjen EKSB yang responsif, transparan, dan akuntabel.

TUJUAN

Tujuan strategis merupakan penjabaran dari pernyataan misi yang akan dicapai dalam jangka waktu 1 sampai dengan 5 tahun ke depan. Tujuan dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dan mengarahkan perumusan sasaran, program, dan kegiatan dalam rangka merealisasikan misi di atas.

Rumusan Tujuan strategis yang ingin dicapai Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya sebagaimana yang telah dirumuskan sebagai berikut:

1. Peningkatan kontribusi PDB ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

2. Peningkatan kontribusi ekspor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

3. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kerja ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

4. Peningkatan aktivitas usaha sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

5. Peningkatan perlindungan terhadap hak atas kekayaan intelektual; 6. Peningkatan apresiasi terhadap pelaku dan karya kreatif berbasis

seni dan budaya;

7. Pengembangan jejaring dan pemasaran bagi pelaku di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

8. Pengembangan kreasi dan produksi atas produk dan jasa sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

9. Peningkatan kualitas kinerja organisasi Ditjen EKSB; 10. Peningkatan kualitas SDM Ditjen EKSB.

(19)

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

9 SASARAN

Sasaran strategis adalah penjabaran dari tujuan secara terukur, yaitu sesuatu yang akan dicapai secara nyata oleh Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam kurun waktu satu tahun. Penetapan sasaran dirumuskan secara lebih spesifik, terukur, berorientasi kepada hasil, dan dapat dicapai dan memiliki kurun waktu satu tahun. Dari sasaran ini dapat diukur tingkat keberhasilan pencapaian tujuan.

Sasaran-sasaran strategis Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dapat dijabarkan sebagai berikut:

1. Meningkatnya kontribusi PDB sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

2. Meningkatnya kontribusi ekspor sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

3. Meningkatnya tingkat partisipasi dan produktivitas tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

4. Meningkatnya aktivitas usaha sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

5. Meningkatnya pemahaman HKI atas karya kreatif berbasis seni dan budaya;

6. Meningkatnya pemahaman mengenai ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

7. Meningkatnya konsumsi masyarakat terhadap produk kreatif berbasis seni dan budaya;

8. Terciptanya ruang publik bagi masyarakat;

9. Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pengembangan jejaring di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

10. Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pemasaran karya kreatif sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya;

11. Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi kreasi dan produksi karya kreatif berbasis seni dan budaya;

(20)

12. Meningkatnya kualitas perencanaan, pemantauan, dan evaluasi program Ditjen EKSB

13. Meningkatnya kualitas pengelolaan keuangan Ditjen EKSB; 14. Meningkatnya kualitas organisasi Ditjen EKSB;

15. Meningkatnya kualitas SDM Ditjen EKSB.

2.2Penetapan / Perjanjian Kinerja

Sebagai penjabaran lebih lanjut dari Renstra 2012 - 2014, disusun suatu Rencana Kinerja (Performance Plan) Tahun 2012. Rencana kinerja ini merupakan hasil dari proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan, dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis.

Di dalam rencana kinerja ditetapkan target kinerja tahunan untuk seluruh indikator kinerja yang ada, yaitu pada tingkat sasaran dan kegiatan. Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan terdapat dalam rencana kinerja dan menjadi tolok ukur utama keberhasilan Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya.

Sasaran strategis tahun 2013, indikator kinerja dan target kinerja disajikan padaTabel II.1.

Tabel II.1 Sasaran Strategis, Indikator, dan Target Kinerja Tahun 2013

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

1 Meningkatnya kontribusi PDB ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi PDB EKSB terhadap nasional (persentase)

2.52

2 Meningkatnya kontribusi ekspor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi ekspor produk EKSB terhadap produk kreatif dunia (persentase)

0.39

3 Meningkatnya tingkat partisipasi dan produktivitas

1. Tingkat partisipasi tenaga kerja EKSB (persentase)

(21)

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

11

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

2. Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja sektor EKSB

2.98

4 Meningkatnya aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi jumlah usaha sektor EKSB terhadap nasional (persentase)

2.65

5 Meningkatnya pemahaman HKI atas karya kreatif berbasis seni dan budaya

1.Jumlah karya kreatif yang difasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual bagi karya kreatif (karya kreatif)

100

2. Tingkat pemahaman

masyarakat terhadap HKI sektor EKSB (persentase)

Base : x

6 Meningkatnya pemahaman mengenai ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Tingkat pemahaman masyarakat terhadap EKSB (persentase)

Base : x

7 Meningkatnya konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Pertumbuhan konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya (persentase)

7,34

8 Terciptanya ruang publik bagi masyarakat

Jumlah pengembangan ruang kreatif (buah)

10

9 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi

pengembangan jejaring di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan jejaring (orang)

2.380

10 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pemasaran karya kreatif di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan akses pasar (orang)

1.200

11 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi kreasi dan produksi karya kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan kemampuan kreasi dan produksi karya kreatif (orang)

3.030

12 Meningkatnya kualitas perencanaan, pemantauan dan evaluasi program dan kegiatan

Pencapaian target dan indikator program dan kegiatan Ditjen EKSB (persentase)

(22)

No Sasaran Strategis Indikator Kinerja Target

13 Meningkatnya kualitas pengelolaan Ditjen EKSB

Penyerapan anggaran belanja Ditjen EKSB (persentase)

95

14 Meningkatnya Kualitas Organisasi Ditjen EKSB

1. Jumlah NSPK yang dihasilkan Ditjen EKSB

14

2. Jumlah POS yang dihasilkan Ditjen EKSB

16

15 Meningkatnya Kualitas SDM DItjen EKSB

Jumlah SDM yang di fasilitasi untuk meningkatkan kemampuan kerja dan

pengetahuan terkait Ditjen EKSB

195

Penyusunan rencana kinerja ini dilakukan seiring dengan agenda penyusunan dan kebijakan anggaran. Setelah anggaran 2013 ditetapkan, maka disusunlah Penetapan Kinerja 2013 yang merupakan komitmen bagi Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya untuk mencapainya dalam tahun tersebut.

2.3Anggaran 2013

Alokasi anggaran Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tahun 2013 adalah sebagaimana tercantum pada Tabel II.2.

Tabel II.2 Anggaran Tahun 2013 Per Kegiatan

No Kegiatan Pagu

(Rp)

1 Pengembangan Seni Pertunjukan dan Industri Musik

95.774.911.000

2 Pengembangan Seni Rupa 42.932.489.000 3 Pengembangan Perfilman 62.372.489.000 4 Dukungan Manajemen dan Dukungan

Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

(23)

BAB II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

13 Apabila melihat data di atas menunjukan bahwa baik pada tahun 2012 maupun 2013 dalam pelaksanaan sasaran Meningkatnya kualitas pengelolaankeuangan Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, masih belum dapat memenuhi target yang diinginkan. Kurang berhasilnya pencapaian target tersebutkarena terdapat beberapa kendala diantaranya adalah keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan, sehingga penyerapan anggaran Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menjadi rendah atau masih kurang optimal.

(24)

BAB III

Akuntabilitas Kinerja

3.1Ikhtisar Capaian Kinerja 2013

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya memiliki 15 (Lima Belas) sasaran yang terdapat di dalam Rencana Strategis yang harus dicapai sesuai dengan Renstra 2012-2014. Selama periode pencapaian sasaran tersebut di tahun 2013, Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya telah mampu merealisasikan target yang telah ditetapkan pada awal penyusunan Renstra.

Pengukuran pencapaian kinerja dilakukan dengan perbandingan capaian kinerja sasaran, yaitu dengan membandingkan antara rencana kinerja (performance plan) yang diinginkan dengan realisasi kinerja (performance result) yang dicapai. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap penyebab terjadinya perbedaan kinerja (performance gap) yang terjadi, serta tindakan perbaikan yang diperlukan di masa mendatang. Metode ini bermanfaat untuk memberikan gambaran tentang pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Dalam LAKIP Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Tahun 2013 ini juga dikemukakan analisis-analisis untuk menggambarkan prosespencapaian kinerja pada tahun 2013 sebagaireferensidalam pencapaian kinerja di masa yang akan datang. Target, realisasi, dan capaian indikator-indikator kinerja dari tiap sasaran strategis Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah sebagaimana diuraikan padaTabel III.1.

(25)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

15 Tabel III.1 Target, Realisasi, dan Capaian Kinerja Tahun 2013

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN

(%)

1 Meningkatnya kontribusi PDB ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi PDB EKSB terhadap nasional (persentase)

2.52 3,51 139

2 Meningkatnya kontribusi ekspor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi ekspor produk EKSB terhadap produk kreatif dunia (persentase)

0.39 1,70 436

3 Meningkatnya tingkat partisipasi dan produktivitas tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

1.Tingkat partisipasi tenaga kerja EKSB (persentase)

2.83 6,36 225

2. Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja sektor EKSB

2.97 0,52 18

4 Meningkatnya aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Kontribusi jumlah usaha sektor EKSB terhadap nasional (persentase)

2.65 7,53 284

5 Meningkatnya pemahaman HKI atas karya kreatif berbasis seni dan budaya

1. Jumlah karya kreatif yang difasilitasi pendaftaran hak kekayaan intelektual bagi karya kreatif (karya kreatif)

100 100 100

2. Tingkat pemahaman

masyarakat terhadap HKI sektor EKSB (persentase)

Base : x 43 100

6 Meningkatnya pemahaman mengenai ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Tingkat pemahaman masyarakat terhadap EKSB (persentase)

Base : x 80 100

7 Meningkatnya konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Pertumbuhan konsumsi terhadap produk ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya (persentase)

7.34 11,24 153

8 Terciptanya ruang publik bagi masyarakat

Jumlah pengembangan ruang kreatif (buah)

10 13 130

9 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi

pengembangan jejaring di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan jejaring (orang)

(26)

NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET REALISASI CAPAIAN (%)

10 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi pemasaran karya kreatif di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan akses pasar (orang)

1.200 2.707 226

11 Meningkatnya kuantitas dan kualitas fasilitasi kreasi dan produksi karya kreatif berbasis seni dan budaya

Jumlah pelaku kreatif sektor EKSB mengalami peningkatan kemampuan kreasi dan produksi karya kreatif (orang)

3.030 7.926 262

12 Meningkatnya kualitas perencanaan, pemantauan dan evaluasi program dan kegiatan

Pencapaian target dan indikator program dan kegiatan Ditjen EKSB (persentase)

92 75 82

13 Meningkatnya kualitas pengelolaan Ditjen EKSB

Penyerapan anggaran belanja Ditjen EKSB (persentase)

95 80,03 84

14 Meningkatnya kualitas organisasi Ditjen EKSB

1. Jumlah Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria yang dihasilkan Ditjen EKSB

14 12 86

2. Jumlah Prosedur Operasi Standar (POS) yang dihasilkan Ditjen EKSB

16 10 63

15 Meningkatnya kualitas SDM Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Jumlah SDM yang difasilitasi untuk meningkatkan kemampuan kerja dan pengetahuan terkait EKSB (orang)

195 119 61,03

Rata-rata Capaian Kinerja 147

3.2Capaian dan Analisis Kinerja 2013

Pada tahun 2013 secara umum Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya telah dapat melaksanakan misi yang menjadi tanggung jawab organisas. Dari 15 sasaran yang telah ditetapkan, telah dapat terpenuhi seluruhnya dengan rata-rata capaian kinerja sebesar 147%.Nilai rata-rata capaian kinerja tersebut menunjukan hampir seluruh target tercapai di atas sasaran yang telah ditetapkan.

(27)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

17 Sistem pengumpulan data kinerja outcome di tahun 2013 ini masih belum sepenuhnya dapat diukur pada sasaran-sasaran. Di masa yang akan datang diharapkan indikator kinerja sasaran sudah dapat diukur pada tingkat outcome yang menunjukkan manfaat langsung yang diterima masyarakat.

Berikut ini dijelaskan hasil analisis capaian indikator kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan.

3.2.1Meningkatnya Kontribusi PDB Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Indikator keberhasilan sasaran “Meningkatnya Kontribusi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya Terhadap PDB Nasional” merupakan sasaran untuk mengetahui seberapa besar kontribusi Ekonomi Kreatif terhadap pemasukan yang di dapat negara. PDB Ekonomi Kreatif berbasis Seni dan Budaya (SB) dibangun berdasarkan subsektor mengandung ekonomi kreatif yaitu terdiri atas kelompok industri Pasar Barang Seni, Kerajinan, Film, video, fotografi, Musik, Seni Pertunjukan dan Kuliner. Target dan realisasinya di tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 untuk Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah seperti yang ditunjukan pada Tabel III.2.

Tabel III.2 Target, Realisasi, dan Capaian Kontribusi PDB Ekonomi Kreatif Berbasis Seni BudayaTahun 2012-2013 Kontribusi PDB

Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya

NO SASARAN

2013 2012

TARGET REALISASI CAPAIAN

(%) REALISASI

CAPAIAN (%)

1 Kontribusi PDB Ekonomi Kreatif Berbasis Seni Budaya terhadap nasional (persentase)

(28)

Sektor ekonomi kreatif merupakan alternatif ekonomi baru bagi masyarakat indonesia, yang mengintensifkan informasi dan kreativitas. Oleh karena itu, ekonomi kreatif mampu memberikan kontribusi perekonomian yang cukup besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Tabel III.3, diketahui bahwa pencapaian indikator presentase kontribusi PDB Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dari target yang ditetapkan untuk tahun 2013 yaitu sebesar 2,52 % akan tetapi terealisasi sebesar 3,51%.

Capaian Meningkatnya Kontribusi Seni Budaya terhadap PDB nasional baik pada tahun 2012 maupun 2013 telah mencapai target yang ditentukan. Adapun persentase PDB yang diperoleh pada tahun 2012 tumbuh sebesar 3,44% atau 137% dari yang telah ditetapkan pada RENSTRA. Sama halnya dengan tahun sebelum nya pada tahun 2013 target PDB dapat tercapai bahkan naik sekitar 0.07 poin menjadi 3,51%.

Tabel III.3Distribusi NTB Industri Kreatif Indonesia Berbasis Seni dan Budaya Terhadap PDB IndonesiaAtas Dasar Harga Berlaku Tahun

2010-2013 (%)

Sektor U r a i a n 2010 2011 2012 2013 1 Pasar Barang Seni 0.02 0.02 0.02 0.02 2 Kerajinan 1.13 1.07 1.02 1.02 3 Film, Video, dan Fotografi 0.09 0.09 0.09 0.09 4 Musik 0.06 0.06 0.06 0.06 5 Seni Pertunjukan 0.03 0.03 0.03 0.03 6 Kuliner 2.40 2.29 2.27 2.29

Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya 3.74 3.55 3.48 3.51 Ekonomi Kreatif Lainnya 3.60 3.55 3.54 3.54 Jumlah Ekonomi Kreatif 7.34 7.10 7.02 7.05 Jumlah Ekonomi Non-Kreatif 92.66 92.90 92.98 92.95

PDB Indonesia 100.00 100.00 100.00 100.00

Sumber: Direktorat Neraca Produksi, Badan Pusat Statistik

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, kontribusi Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya terhadap PDB Nasional pada periode 2013 adalah sebesar 3,51%, dengan total nilai sebesar 319.518 milyar rupiah

(29)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

19 oleh subsektor kerajinan dan kuliner. Dengan kata lain, PDB Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya ditopang oleh nilai tambah kelompok Kerajinan yang didominasi oleh kelompok kuliner (32.51%), kemudian kerajinan, (14,44%), Film, video dan Fotografi (1.31), Musik (0,82%) Seni Pertunjukan (0,46%) dan Pasar Barang Seni (0,31%). Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa capaian realisasi telah mencapai bahkan melampaui target yang ditentukan. Dengan demikian kinerja Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dapat dikatakan berhasil dalam menunjang kontribusi PDB nasional.

Gambar III.1 Distribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Menurut Sektor Ekonomi Tahun 2013 (%)

Kenaikan PDB ini disebabkan karena pertumbuhan ekonomi kreatif secara nasional dapat tumbuh naik bersaing di perekonomian nasional. Kelompok ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya yang menopang pertumbuhan PDB adalah kelompok industri kerajinan yaitu sebesar 6,38 % pada tahun 2013 dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 1,91 %. Kenaikan ini cukup berpengaruh untuk menaikan pertumbuhan ekonomi kreatif terutama yang berbasis seni dan budaya.

(30)

Pada tahun 2013, sektor ini mampu tumbuh di atas perekonomian nasional, padahal sebelumnya selalu di bawah perekonomian nasional. Pada tahun 2013, sektor Industri Kreatif mampu tumbuh sebesar 5,76 persen. Pertumbuhan sektor Industri Kreatif menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan. Produk Domestik Bruto (PDB) Industri Kreatif Berbasis Seni dan Budaya berkontribusi sebesar 49,78 persen terhadap pembentukan PDB sektor Industri Kreatif secara keseluruhan. Kelompok industri yang berkontribusi besar terhadap penciptaan nilai tambah Industri Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah kelompok industri Kuliner dan Kerajinan.

PERMASALAHAN

Permasalahan dan kendala yang ditemui dalam pencapaian target kinerja dan pelaksanaan kegiatan tahun 2013 adalah:

1. Pertumbuhan PDB yang dihasilkan oleh sektor Ekonomi Kreatif sektor ekonomi kreatif menunjukan keberhasilan, akan tetapi patut diperhatikan adanya ketidakseimbangan ekonomi global yang terjadi dapat menghambat pertumbuhan PDB ekonomi kreatif. 2. Produk Domestik Bruto (PDB) yang dihasilkan oleh sektor sektor

ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya terbilang cukup besar, dengan nilai yang meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013, PDB yang dihasilkan oleh sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya sebesar 3,51%, dari nilai tumbuh ekonomi nasional. Namun demikian keberhasilan nilai tambah kelompok ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya masih di topang oleh sektor kerajinan dan kuliner, sedangkan subsektor lainnya belum tumbuh secara signifikan.

PEMECAHAN PERMASALAHAN

Dalam mengatasi permasalahan untuk peningkatkan PDB nasional diperlukan upaya – upaya oleh berbagai pihak baik dari pemerintah, sektor swasta maupun dari pelaku kreatif untuk lebih mengaktifkan ekonomi kreatif khususnya untuk yang berbasis seni dan budaya seperti lebih digalakan kembali kegiatan subsektor seni pertunjukan dan seni

(31)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

21 3.2.2Meningkatnya Kontribusi Ekspor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Sasaran dari “Meningkatkannya Kontribusi Ekspor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya” adalah untuk mengetahui rasio antara total ekspor tahunan produk kreatif berbasis seni dan budaya dibandingkan dengan ekspor tahunan produk kreatif dunia. Target dan realisasinya di tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012 untuk Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya adalah seperti yang ditunjukan pada Tabel III.4.

Tabel III.4Target, Realisasi, Dan Capaian Kontribusi Ekspor Produk EKSB Terhadap Produk Kreatif Dunia Tahun 2012-2013

NO SASARAN

2013 2012

TARGET REALISASI CAPAIAN

(%) REALISASI

CAPAIAN (%)

1 Kontribusi ekspor produk EKSB terhadap produk kreatif dunia (persentase)

0,39 1,70 435,90 0,34 94

Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik, pada tahun 2013 indikator kontribusi ekspor sektor ekonomi kreatif mengalami peningkatan dibandingkan dengan sebelumnya yaitu menyumbang sekitar 1,70 % dengan realiasasi capaian sekitar 435,90% dari total ekspor industri kreatif dunia. Dengan realisasi capaian yang cukup tinggi pada tahun ini dapat dikatakan bahwa capaian indikator ekspor produk Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya cukup berhasil karena mampu melampaui target yang ingin dicapai.

Pencapaian keberhasilan indikator Kontribusi ekspor produk EKSB terhadap produk kreatif dunia di dukung oleh kenaikan pada sektor ekonomi kreatif. Adapun kelompok industri kreatif berbasis seni dan budaya yang menyumbang ekspor terbesar adalah kelompok kerajinan yaitu sekitar 1,04% naik 0.03 poin dibandingkan tahun sebelumnya 2012.

(32)

Tabel III.5Distribusi Ekspor Industri Kreatif Indonesia Berbasis Seni dan Budaya Tahun 2010-2013 (%)

Sektor U r a i a n 2010 2011 2012 2013 1 Pasar Barang Seni 0,00 0,00 0,00 0,00 2 Kerajinan 0,98 0,91 1,01 1,04 3 Film, Video, dan Fotografi 0,04 0,03 0,03 0,03 4 Musik 0,06 0,05 0,05 0,04 5 Seni Pertunjukan 0,02 0,01 0,01 0,01 6 Kuliner 0,67 0,58 0,57 0,57

Ekspor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan

Budaya 1,77 1,58 1,67 1,70

Ekspor Ekonomi Kreatif Lainnya 4,34 5,38 3,84 4,02 Ekspor Ekonomi Kreatif 6,10 6,95 5,51 5,72 Ekspor Non Ekonomi Kreatif 93,90 93,05 94,49 94,28 Total Ekspor Indonesia 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: Direktorat Neraca Produksi, Badan Pusat Statistik

Ekspor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya pada tahun 2013 yaitu sebesar 1,70% atau pencapaiannya 435,90 % meningkat dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun 2012 yang hanya mencapai 94%. Pencapaian pada tahun 2013 telah mencapai target bahkan melampaui target yang telah ditetapkan pada Renstra tahun 2012 - 2014.

Pencapaian ini tidak terlepas dari adanya upaya yang telah dilakukan oleh Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya untuk mempromosikan ekonomi kreatif kepada pasar utama Indonesia, sehingga dapat menyumbang nilai ekspor yang besar untuk perekonomian Indonesia. Pencapaian pada tahun 2013 jauh meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena pada awal tahun 2012 Perekonomian dunia diwarnai perlambatan dan ketidakpastian perekonomian global.

Berikut ini disampaikan beberapa upaya yang dilakukan Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor EKSB.

(33)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

23 3.2.2.1Indonesia Performing Arts Market (IPAM) 2013

IPAM merupakan kegiatan dalam bentuk pasar seni pertunjukan Indonesia yang mempromosikan karya seniman Indonesia untuk tampil di panggung nasional dan internasional. IPAM menampilkan karya kontemporer terbaik Indonesia secara langsung di hadapan pembeli yang dinilai potensial, yakni para pengelola festival dan gedung seni pertunjukan papan atas.

IPAM 2013 menampilkan kesenian terbaik Indonesia. Hal ini dilakukan untuk menarik minat investor maupun pelaku seni internasional serta berbagai lapisan masyarakat untuk bekerja sama dalam memajukan kesenian Indonesia. Acara yang diadakan di tiga tempat yakni Komunitas Salihara, Taman Ismail Marzuki dan RedWhite Lounge pada 13-15 November 2013 ini juga mendapat dukungan dari Pemprov DKI Jakarta.

3.2.2.2International Photography Week

International Photography Week diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober s.d. 4 November 2013 di FX Mall Senayan Jakarta. Acara ini dibuka oleh Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwa pelaksanaan IPW 2013 dimaksudkan untuk bertukar perspektif antara fotografer dalam dan luar negeri. Bagi para fotografer luar yang datang ke Indonesia.

(34)

Diharapkan untuk menyebarkan keindahan alam dan budaya Indonesia melalui fotografi. Kegiatan International Photography Week diikuti oleh 18 fotografer dari 15 negara. Dalam pameran ini, fotografer muda Ve Dhanito dari Indonesia, memamerkan karya yang berbeda dari peserta lainnya karena menggunakan pendekatan fotografi secara konsep dengan menggunakan bantuan model untuk merepresentasikan pesannya. Bila karya foto lain sebagian besar berada dalam perspektif lansekap dan wisata, maka Dhanito mencoba bereksperimen di jalur foto konseptual dengan menyasar pendekatan sisi ekonomi kreatif. Pertumbuhan Ekonomi Kreatif terutama sektor Seni dan Budaya mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, hal ini merupakan perkembangan yang menggembirakan.

3.2.3Meningkatnya Tingkat Partisipasi dan Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Pada sasaran meningkatnya tingkat partisipasi dan produktivitas tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya terdapat 2 (dua) indikator untuk menilai sejauh mana kinerja kegiatan Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam mendatangkan partisipasi dan produktivitas tenaga kerja dalam upaya pergerakan ekonomi kreatif di Indonesia. Berikut target dan realisasinya di tahun 2013 untuk Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya seperti ditampilkan dalamTabel III.6.

Tabel III.6Target, Realisasi, Dan Capaian Tingkat Partisipasi dan Pertumbuhan Produktivitas Tenaga Kerja Sektor EKSBTahun

2012-2013

NO SASARAN

2013 2012

TARGET REALISASI CAPAIAN

(%) REALISASI

CAPAIAN (%)

1 Tingkat partisipasi tenaga kerja EKSB (persentase)

2,83 7,06 226 6,34 225,6

2 Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di sektor EKSB (persentase)

(35)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

25 Pasar tenaga kerja dari tahun ke tahun mengalami kemajuan, perkembangan kemajuan ini membawa perubahan yang positif bagi perekonomian nasional. Berdasarkan data dari BPS bahwa untuk indikator tingkat partisipasi tenaga kerja berhasil mencapai target yang telah ditentukan, bahkan berhasil melampaui target. Namun demikian, untuk indikator produktivitas tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif seni dan budaya masih belum memenuhi target pada tahun 2013 ini, bahkan turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya pada tahun 2013 mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 7,06 juta orang sebesar 59,4% dari total penyerapan tenaga kerja sektor industri nasional. Penyerapan tenaga kerja ekonomi kreatif Seni dan Budaya didominasi oleh kelompok industri kuliner dan kerajinan. Untuk pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya tumbuh sebesar 0,53% pada tahun 2013. Jika di lihat dari industri kreatif lainnya, pertumbuhan tenaga kerja yang cukup besar dari sektor film, video dan fotografi.

Tabel III.7Jumlah Tenaga Kerja Industri Kreatif Indonesia Berbasis Seni dan Budaya Menurut Sektor Industri Kreatif Tahun 2010-2013 (orang)

Sektor U r a i a n 2010 2011 2012 2013 1 Pasar Barang Seni 14,956 15,163 15,237 15,269 2 Kerajinan 2,909,574 2,988,101 3,077,099 3,109,047 3 Film, Video, dan

Fotografi 56,937 60,006 62,495 63,755 4 Musik 50,612 53,127 55,030 55,958 5 Seni Pertunjukan 72,010 75,494 78,131 79,258 6 Kuliner 3,707,894 3,732,961 3,735,019 3,736,968

Ekonomi Kreatif Berbasis Seni

dan Budaya 6,811,983 6,924,850 7,023,011 7,060,254

Ekonomi Kreatif Lainnya 4,681,892 4,737,050 4,776,557 4,812,173

Jumlah Ekonomi Kreatif 11,493,875 11,661,900 11,799,568 11,872,428

(36)

Sedangkan untuk pencapaian pada tahun 2012, indikator tingkat partisipasi dan produktivitas tenaga kerja sebesar 6,34%. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif berdampak cukup baik terhadap penciptaan partisipasi tenaga kerja pada masyarakat Indonesia.

Untuk indikator ke dua yaitu Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di sektor EKSB pada tahun baik pada tahun 2012 maupun 2013 tidak mencapai target yang ditetapkan dalam Renstra 2012-2014. Bahkan untuk realiasi target pada tahun 2013 mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2012.

Hal ini dikarenakan walaupun tingkat partisipasi tenaga kerja kerja yang diciptakan oleh Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya cukup tinggi, namun tidak diimbangi dengan produktivitas tenaga kerjanya. Sehingga berpengaruh pada pencapaiaan target yang diinginkan.

Sementara itu untuk Indikator ke-dua Pertumbuhan produktivitas tenaga kerja di sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budayapada tahun 2013 tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Realisasi dari indikator tersebut sebesar 0,53%. Laju pertumbuhan tenaga kerja ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya dapat di lihat padaTabel III.8.

Tabel III.8Laju Pertumbuhan Tenaga Kerja Industri Kreatif Indonesia Berbasis Seni dan Budaya Menurut Sektor Industri Kreatif Tahun

2010-2013 (%)

Sektor U r a i a n 2010 2011 2012 2013 1 Pasar Barang Seni - 1.39 0.49 0.21 2 Kerajinan - 2.70 2.98 1.04 3 Film, Video, dan Fotografi - 5.39 4.15 2.02 4 Musik - 4.97 3.58 1.69 5 Seni Pertunjukan - 4.84 3.49 1.44 6 Kuliner - 0.68 0.06 0.05

Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan

Budaya - 1.66 1.42 0.53

(37)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

27

Jumlah Ekonomi Kreatif - 1.46 1.18 0.62

Sumber: Direktorat Neraca Produksi, Badan Pusat Statistik

Berdasarkan data pada Tabel III.8terlihat bahwa terdapat penurunan dari tahun sebelumnya turun sekitar 0.89 poin dari tahun 2012. Keberhasilan partisipasi tenaga kerja tidak diimbangi dengan keberhasilan laju pertumbuhan produktivitas tenaga kerja.

Meskipun indikator produktivitas tenaga kerja di sektor Berbasis Seni dan Budaya meskipun tidak mencapai target akan tetapi kinerja sektor ekonomi kreatif berbasis seni dapat dikatakan berhasil ditingkatkan karena ekonomi kreatif dapat menciptakan prospek ekonomi kreatif yang bagus yaitu dapat menghadirkan talenta dan wirausaha baru yang berkreasi dan berinovasi.

PERMASALAHAN

Permasalahan dan kendala yang ditemui dalam pencapaian target kinerja dan pelaksanaan kegiatan tahun 2013 sehingga keberhasilan yang dicapai belum maksimal untuk tingkat partisipasi angkatan kerja adalah:

1. Rendahnya kualitas angkatan kerja sehingga penduduk yang harusnya termasuk dalam usia angkatan kerja tetapi tidak dapat memberikan kontribusi di sektor ekonomi kreatif sehingga dapat menghambat pertumbuhan PDB ekonomi kreatif.

2. Terbatas kesempatan pekerjaan sehingga usia angkatan kerja tapi belum menghasilkan di sektor ekonomi kreatif.

3. Produktivitas tenaga kerja yang masih rendah sebagai akibat dari lemahnya penguasaan teknologi serta keterampilan tenaga kerja yang masih terbatas

PEMECAHAN MASALAH

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk pemecahan masalah tersebut adalah:

(38)

1. Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya memberikan pelatihan atau bimbingan kepada masyarakat atau sentra-sentra kreatif yang dimaksudkan untuk tenaga-tenaga kerja dalam hal pengembangan ekonomi kreatif di masyarakat.

2. Membuka lapangan pekerjaan dengan mengembangkan

pembangunan di sektor ekonomi kreatif sehingga banyak masyarakat yang sudah masuk dalam angkatan kerja tidak menganggur.

Berikut ini disampaikan beberapa upaya yang dilakukan Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam rangka keberhasilan indikator penyerapan tenaga kerja pada bidang ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya.

3.2.3.1Festival Film Indonesia

Penyelenggaraan Festival Film Indonesia bertujuan untuk mendorong industri film untuk terus berproduksi. Hal ini mdiharapkan akan memacu jumlah produksi film nasional yang tentunya akan menyerap tenaga kerja di sektor ini. Festival ini dibagi ke dalam dua kategori. Piala Vidia merupakan bagian dari penghargaan Festival Film Indonesia (FFI) khusus untuk insan pertelevisian. Acara yang dihelat di Teater Tanah Airku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur pada Rabu malam dan disiarkan langsung oleh SCTV ini berlangsung meriah. Setelah melalui penilaian cukup ketat, dewan juri memutuskan dan memilih para jawara peraih penghargaan Piala Vidia FFI 2013 dari masing-masing kategori.

Malam Anugerah Piala Citra FFI 2013 diselenggarakan pada tanggal 7 Desember 2013 di Marina Convention Center, Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bidang Kebudayaan, Gubernur Jawa Tengah, Walikota Semarang, para seniman bidang

perfilman dan para pemangku kepentingan lainnya. Pada

penyelenggaraan FFI kali ini penghargaan diberikan untuk 6 jenis kompetisi, yakni Film Cerita Bioskop, Film Televisi, Film Pendek, Film

(39)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

29 kalinya Film Animasi Pendek. Khusus untuk film bioskop, telah disediakan 15 penghargaan Piala Citra dan ditambah dengan 1 penghargaan khusus dari dewan juri.

3.2.4Meningkatnya Aktivitas Usaha di Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

Sasaran dari “meningkatnya aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya” untuk mengetahui seberapa besar aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya dilihat dari kontribusi jumlah unit usaha sektor EKSB terhadap jumlah unit usaha nasional. Indikator keberhasilan sasaran indikator Kontribusi jumlah usaha sektor EKSB terhadap nasional seperti yang ditampilkan pada Tabel III.9.

Tabel III.9Target, Realisasi, Dan CapaianKontribusi Jumlah Usaha Sektor EKSB Terhadap Nasional Tahun 2012-2013

NO SASARAN

2013 2012

TARGET REALISASI CAPAIAN

(%) REALISASI

CAPAIAN (%)

1 Kontribusi jumlah usaha sektor EKSB terhadap nasional (persentase)

2,65 7,53 284 7,52 283,75

Berdasarkan hasil capaian tersebut dapat dikatakan bahwa Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya berhasil dalam mencapai target yang ditentukan. Untuk indikator kontribusi jumlah usaha ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya terhadap nasional pada tahun 2013 juga secara keseluruhan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yaitu Untuk indikator Kontribusi jumlah usaha ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya terhadap nasional pada tahun 2013 adalah 7,53% atau sebesar 4.216.778 unit usaha.

Menurut data yang di peroleh, pada tahun 2013 terdapat peningkatan pada indikator meningkatnya aktivitas usaha di sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan budaya sektor ekonomi kreatif berbasis seni dan

(40)

budaya mencapai realisasi sebesar 7,53% atau meningkat sebesar 0,01 dari tahun 2012. Baik pada tahun 2012 maupun 2013, indikator tersebut menunjukan realisasi yang melampaui target yang telah ditetapkan pada Renstra tahun 2012 – 2014.

Tabel III.10Jumlah Usaha Industri Kreatif di Indonesia Berbasis Seni dan Budaya Menurut Sektor Industri Kreatif Tahun 2010-2013 (unit)

Sektor U r a i a n 2010 2011 2012 2013 1 Pasar Barang Seni 4,990 5,062 5,147 5,242 2 Kerajinan 1,054,753 1,063,645 1,071,680 1,076,612 3 Film, Video, dan Fotografi 27,239 28,155 28,992 29,785 4 Musik 14,954 15,377 15,803 16,182 5 Seni Pertunjukan 22,237 22,859 23,488 24,236 6 Kuliner 2,951,278 2,989,512 3,031,296 3,039,281

Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan

Budaya 4,075,452 4,124,610 4,176,406 4,191,338 Ekonomi Kreatif Lainnya 1,188,006 1,207,103 1,221,756 1,228,827 Jumlah Ekonomi Kreatif 5,263,458 5,331,713 5,398,162 5,420,165

Sumber: Direktorat Neraca Produksi, Badan Pusat Statistik

Keberhasilan dalam pencapaian target tersebut dikarenakan Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, merupakan alternatif ekonomi bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan demikian dapat menjelaskan bagaimana pencapaian realisasi indikator sangat tinggi dan keberhasilan ini tidak terlepas dari kegiatan yang dilakukan oleh Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya. Adapun pada tahun 2013 Kontribusi jumlah usaha yang paling banyak yaitu dari sektor seni pertunjukan yang menyumbang pertumbuhan sektor usaha terhadap nasional sebesar 3,18%.

PERMASALAHAN

Pemasalahan dan kendala dalam pencapaian sasaran pada tahun 2013 adalah sebagai berikut :

1. Kondisi keamanan dan stabilitas ekonomi dan politik nasional yang belum terjamin;

(41)

BAB III Akuntabilitas Kinerja

Laporan AkuntabilitasKinerja Instansi Pemerintah

Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya

2013

31 2. Belum ada kepastian dalam menjalankan usaha dikarenakan akses

pembiayaan dan pemasaran;

3. Belum optimalnya lembaga yang melindungi usaha kecil dan;

4. Masih rendahnya kemampuan untuk bersaing bagi pelaku usaha mengembangkan usahanya agar lebih maju.

PEMECAHAN PERMASALAHAN

Langkah-langkah yang perlu diambil untuk pemecahan masalah tersebut di atas adalah:

1. Penciptaan iklim investasi ekonomi kreatif yang mendukung peningkatan daya saing Indonesia (baik di sektor barang maupun jasa-jasa) menjadi tantangan yang mendesak ke depan;

2. Penciptakan kebijakan untuk perlindungan aktivitas usaha ekonomi kreatif meningkatkan PDB Nasional.

Berikut ini disampaikan beberapa upaya yang dilakukan Ditjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dalam rangka mencapai target tersebut.

3.2.4.1Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) Tahun 2013

Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) tahun 2013 berlangsung pada tanggal 27 November s.d. 2 Desember 2013 di Epiwalk, Rasuna Epicentrum, Jakarta. Tema penyelenggaran tahun ini adalah “Yang Kreatif, Yang Berdaya Saing”. Event ini dibuka secara resmi oleh Boediono, Wakil Presiden RI. PPKI bukanlah puncak kegiatan kreatif melainkan salah satu momentum untuk terus mengingatkan anak muda Indonesia betapa besar potensi kreatif yang dapat kita kembangkan untuk kesejahteraan. Melalui kreativitas, anak muda mengambil peran penting dalam berkontribusi bagi kesejahteraan baik untuk diri, keluarga, masyarakat maupun bangsa.

Gambar

Gambar I.1 Struktur Organisasi Ditjen EKSB
Tabel II.1 Sasaran Strategis, Indikator, dan Target Kinerja Tahun 2013
Tabel II.2 Anggaran Tahun 2013 Per Kegiatan
Tabel III.1 Target, Realisasi, dan Capaian Kinerja Tahun 2013
+7

Referensi

Dokumen terkait

Area auditorik sekunder terletak di posterior dari area auditorik primer pada gyrus temporalis superior (area broadmann 22) yang menerima impuls dari area

yang diperoleh tetapi untuk mendongkrak popularitas semu yang semuanya itu.. mengakibatkan rendahnya mutu bangsa ini dan dampak lanjutnya bangsa

Mendengarkan dan tidak mendominasi karena peserta didik merupakan pelaku utama dalam pembelajaran, maka sebagai fasilitator guru harus memberikan kesempatan agar

Sedangkan pada siklus kedua pertemuan pertama aktivitas siswa sudah mulai mengalami peningkatan dengan rata-rata 91,67 dengan kategori amat baik, pada pertemuan

Kesimpulan ini dapat dijabarkan sebagai berikut:1.Perencanaan pembelajaran tolak peluru gaya ortodok dengan menggunakan alat modifikasi dari bola plastik pada siswa kelas VIII

Penyebab postpartum blues yang lain yaitu terjadi pada wanita primipara karena berada dalam masa adaptasi, bagi wanita primipara kondisi setelah melahirkan dapat

Berdasarkan pengamatan selama proses pembelajaran IPS berlangsung, yaitu (1) siswa masih kurang aktif dalam pembelajaran terlihat ketika proses tanya jawab

Dengan menggunakan analisis faktor didapatkan risiko yang paling dominan dalam hubungan kerja antara subkontraktor terhadap kontraktor adalah p embayaran yang terlambat atau