• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGANTAR ETIKA. Meity Arianty., Psikolog. Meity Arianty 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGANTAR ETIKA. Meity Arianty., Psikolog. Meity Arianty 1"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PENGANTAR ETIKA

(2)

Aturan Di kelas

1. Kehadiran 70%

2. Ada pemberitahuan bila tidak

masuk

3. Ada tugas individu dan KLP

4. Setiap pertemuan kita diskusi

bahas makalah yang anda buat

5. Tidak menggunakan sandal dan

baju kaos oblong

Perkuliahan

: 29 Feb - 07 Mei ( 10 x pertemuan )

Libur UTS

: 09 Mei 2016

(3)

Tugas 1

Buat makalah/ KLP :

I.

Pendahuluan

a. latar belakag,

b. rumusn mslh,

c. t-7an,

d. manfaat )

II. Pembahasan/analis

III. Kesimpulan dan saran

Daftar referensi

Catatan : Makalah yg akan

dipersentasikan di hari Kamis, di kirim

ke email saya paling lambat hari Selasa .

(4)

KLP I ;

Pengertian Etika

Perbedaan dan Jenis-jenis Etika

KLP II ;

Tema – tema Etika Umum

a. Arti

Hati Nurani dan penjelasannya secara umum

….

.

b. Kebebasan & Tanggung Jawab ( makna dari kebebasan

bertanggung jawab dan bagaimana keterkaitan antara

(5)

KLP III :

Tema-tema Etika Umum

a. Nilai & Norma

b. Hak & Kewajiban

KLP IV :

Tema-tema Etika Umum

a. Menjadi Manusia yang Baik

b. Respek & Integritas

(6)

KLP V :

Teori-teori Etika

a. Hedonisme

b. Eudemonisme

c. Utilitarisme

d. Deontologi

KLP VI :

a. Pengantar Etika Terapan

b. Etika Akademis & Etika Penelitian

- Nilai & Norma akademik, Plagiarisme

& Informed Consent dalam

Pengajaran.

(7)

KLP VII :

Organisasi Profesi

a. Peran wadah profesi dan perkembangan ISPSI/HIMPSI

b. Sejarah dan perkembangan

: Kongres sebelum berubah dari ISPSI menjadi HIMPSI

KLP VIII :

Membahas hasil

translate “ On being an

Ethical Psychologist “

(8)

KLP IX :

AD/ART ISPSI/HIMPSI

Praktek Psikologi dan Kode Etik Psikologi

( Memahami kewenangan sebagai calon sarjana psikologi

dan menjadikan kode etik sebagai panduan dalam

menerapkan ilmu di masyarakat )

Berikan contoh kasus

KLP X :

Pengenalan Kode Etik APA

(9)

KLP XI :

Komparasi APA, dan HIMPSI

a. Kode Etik HIMPSI : Sarjana Psikologi & Psikolog yang etis.

b. Komparasi Kode Etik APA dan HIMPSI

( Mendapat wawasan tentang kelebihan dan kekurangan kode etik )

KLP XII :

a.Penerapan Etika dalam kehidupan

bermasyarakat,

b.Kode Etik Psikologi dalam setiap bidang

psikologi

(10)

KLP XIII :

Translate Materi

“ On being an ethical

psychologist “

Dikumpul tgl 23 Maret dalam bentuk

soft copy ( ke email ) dan hard copy

(11)

Daftar Referensi

1. Berterns, K. (terbitan terbaru). ETIKA. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

2. Koocher, G. P. & Keith-Spiegel, P. (1998). Ethics in Psychology. (bab 1). New York : Oxford University Press, Inc.

3. Kode Etik HIMPSI (2010) & APA

4. SK Konggres V ISPSI/HIMPSI No. VII/KV/ISPSI/Des/1991 5. SK Konggres V ISPSI/HIMPSI No. VIII/KV/ISPSI/Des/1991 6. PERMENAKER No: PER-01/MEN/1993

7. KEPMENAKER No: KEP-308/MEN/1993

8. SK Konggres VI ISPSI/HIMPSI No. V/KV1/ISPSI/Des/1994 9. AD/ART Himpsi

(12)

Tugas individu : Analisis film

Nonton Film

The Kite Runner

Kumpulkan paling lambat

1 minggu sebelum UTS,

kirim ke email saya.

(13)

Pengertian ETIKA

Secara etimologis kata etika berasal dari bahasa Yunani

yaitu

ethos dan ethikos

,

ethos yang berarti sifat, watak, adat, kebiasaan, tempat

yang baik.

Ethikos berarti susila, keadaban, atau kelakuan dan

perbuatan yang baik.

Kata

etika

dibedakan dengan

kata “

etik

dan

etiket

”. Kata

etik berarti kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan

akhlak atau nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu

golongan atau masyarakat. Adapun kata etiket berarti tata

cara atau adat, sopan santun dan lain sebagainya dalam

(14)

Sedangkan secara terminologis etika berarti pengetahuan yang

membahas baik-buruk atau benar-tidaknya tingkah laku dan tindakan

manusia serta sekaligus menyoroti kewajiban-kewajiban manusia.

Etika ialah suatu ilmu yang

membicarakan masalah perbuatan atau

tingkah laku manusia, mana yang dapat

dinilai baik dan mana yang dapat

dinilai buruk dengan memperlihatkan

amal perbuatan manusia sejauh yang

(15)

Istilah Etika berasal dari bahasaYunani kuno.

Bentuk tunggal

kata ‘

etika

yaitu ethos

sedangkan bentuk jamaknya yaitu ta etha.

Ethos mempunyai banyak arti yaitu : tempat

tinggal yang biasa, padang rumput, kandang,

kebiasaan/adat, akhlak,watak, perasaan, sikap,

cara berpikir. Sedangkan arti ta etha yaitu adat

kebiasaan.

Arti dari bentuk jamak inilah yang melatar-belakangi

terbentuknya istilah Etika yang oleh Aristoteles dipakai untuk

menunjukkan filsafat moral. Jadi, secara etimologis (asal usul

kata), etika mempunyai arti yaitu ilmu tentang apa yang biasa

(16)

kata ‘

etika

dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang baru

(Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988

mengutip dari

Bertens 2000), mempunyai arti :

1. nilai dan norma moral yang menjadi pegangan bagi

seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur

tingkah lakunya.

Misalnya, jika orang berbicara tentang etika orang

Jawa, etika agama Budha, etika Protestan dan

sebagainya, maka yang dimaksudkan etika di sini

bukan etika sebagai ilmu melainkan etika sebagai

sistem nilai. Sistem nilai ini bisaberfungsi dalam hidup

manusia perorangan maupun pada taraf sosial.

(17)

2. kumpulan asas atau nilai moral.

Yang dimaksud di sini adalah kode

etik. Contoh : Kode Etik Jurnalistik

3. ilmu tentang yang baik atau buruk.

Etika baru menjadi ilmu bila kemungkinan-kemungkinan etis

(asas-asas dan nilai-nilai tentang yang dianggap baik dan

buruk) yang begitu saja diterima dalam suatu masyarakat dan

sering kali tanpa disadari menjadi bahan refleksi bagi suatu

penelitian sistematis dan metodis. Etika di sini sama artinya

dengan filsafat moral.

(18)

PENGERTIAN MORAL

Istilah Moral berasal dari bahasa Latin. Bentuk tunggal kata ‘moral’ yaitu mos sedangkan bentuk

jamaknya yaitu mores yang masing-masing mempunyai arti yang sama yaitu kebiasaan, adat. Bila kita membandingkan dengan arti kata ‘etika’, maka secara etimologis, kata ’etika’ sama dengan kata ‘moral’

karena kedua kata tersebut sama-sama mempunyai arti yaitu kebiasaan,adat. Dengan kata lain, kalau arti kata ’moral’ sama dengan kata ‘etika’, maka rumusan arti kata ‘moral’ adalah nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya.

Sedangkan yang membedakan hanya bahasa asalnya saja yaitu ‘etika’ dari bahasa Yunani dan ‘moral’

(19)

Pengertian Etiket

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata

“etiket”, yaitu :

1. Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama, isi, dan sebagainya tentang barang-barang itu.

2. Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik.

Perbedaan Etiket dengan Etika

K. Bertens dalam bukunya yang berjudul

Etika

” (2000)

memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika,

yaitu :

(20)

1. Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu

perbuatan harus dilakukan manusia. Misal : Ketika saya

menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus

menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan.

Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri, maka

saya dianggap melanggar etiket.

Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan

sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri.

Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain

tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain

tanpa izin sama artinya dengan mencuri

. “

Jangan

(21)

2. Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita

tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila

tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada

saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misal : Saya

sedang makan bersama bersama teman sambil

meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya

dianggap melanggat etiket. Tetapi kalau saya

sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka

saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan

cara demikian.

Etika selalu berlaku, baik kita sedang sendiri atau

bersama orang lain.

Misal: Larangan mencuri selalu berlaku, baik sedang

sendiri atau ada orang lain. Atau barang yang

dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si

empunya barang sudah lupa.

(22)

3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak

sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap

sopan dalam kebudayaan lain.

Misal : makan dengan tangan atau bersendawa waktu

makan.

Etika bersifat absolut

. “

Jangan mencuri

”, “

Jangan

membunuh

merupakan prinsip-prinsip etika yang tidak

bisa ditawar-tawar.

4. Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja.

Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat

munafik.

(23)

Referensi

Dokumen terkait

Dari uraian tentang konsep etika jabatan di atas dapat dipahami bahwa etika jabatan merupakan nilai-nilai, norma-norma atau standar-standar yang mengatur perilaku moral

Di ranah terminologis, Bertens (2002) menyebut, bahwa etika memiliki tiga makna, yakni: pertama, nilai-nilai dan norma-norma moral yang menjadi pegangan bagi seseorang atau

akal manusia”. Dalam pengertian di atas etika ditekankan pada arti niai-nilai dan norma- norma etis yang menjadi pegangan bagi seseorang atau suatu kelompok dalam

Kedua metode Penelitian baik kuantitatif maupun kualitatif digunakan untuk mengembangkan Ilmu Pengetahuan Ilmiah ( Science )... Pengetahuan ; Semua informasi yg diketahui/

Moral/akhlak merupakan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Moral berkenaan dengan suatu kegiatan

Moral/akhlak merupakan nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi pegangan sekelompok orang dalam mengatur tingkah lakunya. Moral berkenaan dengan suatu kegiatan

Pandangan kedua adalah bahwa nilai dan norma moral sendiri paling benar dalam arti tertentu mewakili kubu moralisme universal, yaitu bahwa pada dasarnya norma dan nilai moral

Sistem Etika pada Pancasila Nilai-nilai yang Terkandung pada Pancasila Definisi Norma Definisi Moral Hubungan Nilai, Norma, dan Moral terhadap Pancasila 01 02 03 04 05