• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Penjualan

Menurut Kotler & Armstrong (2001, p.18), konsep dari penjualan adalah:

The idea that consumers will not buy enough of the organization products unless the organization undertakes a large-scale selling and promotion effort.

Kebanyakan dari perusahaan menerapkan konsep ini pada saat mereka berada dalam kondisi yang overcapacity. Tujuan mereka lebih diarahkan untuk menjual produk yang telah mereka hasilkan, dari pada menjual produk yang memang diinginkan oleh pasar.

2.2 Definisi Pemasaran

Menurut Keegan, Moriarty & Duncan (1995,p.5), pemasaran dapat didefinisikan sebagai:

The process of planning and executing the various activities that are goods, services or ideas and that lead to an exchange between a seller and a buyer.

Sedangkan, Kotler & Armstrong (2001, p.6) mendefinisikan pemasaran sebagai berikut:

A social and managerial process whereby individuals and group obtain what they need and want through creating and exchanging products and value with others.

(2)

Dari kedua definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tujuan dari kegiatan pemasaran adalah untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan serta keinginan manusia akan barang dan jasa melalui proses pertukaran.

2.2.1 Products and Services

Masyarakat berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan mereka dengan berbagai produk dan jasa.

• Products

Adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar sehingga bisa dilihat, dibeli, dipergunakan atau dikonsumsi guna memuaskan kebutuhan atau keinginan masyarakat.

• Services

Segala kegiatan atau keuntungan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain dan biasanya tidak berwujud (intangible) dan hasilnya bukan merupakan kepemilikan.

2.2.2 Value, Satisfaction and Quality

Dewasa ini banyak sekali produk dan jasa yang ditawarkan oleh para pabrikan. Oleh karenanya, untuk memutuskan dalam melakukan pembelian, masyarakat mempunyai beberapa pertimbangan yang dijadikan dasar pengambilan keputusan.

(3)

Perbedaan antara nilai yang diperoleh konsumen setelah memiliki dan menggunakan suatu produk atau jasa dengan biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh produk atau jasa tersebut.

• Satisfaction

Merupakan batas di mana performance dari produk/jasa yang ditawarkan mampu memenuhi keinginan dari konsumen.

Apabila performance suatu produk/jasa berada di bawah harapan (expectation), maka akan menyebabkan konsumen tidak puas (dissatisfied). Namun, sebaliknya, jika performance yang diberikan sama atau melebihi harapan (expectation) mereka, maka konsumen akan merasa puas (satisfied/delighted).

• Quality

Kualitas memiliki pengaruh langsung terhadap performance dari suatu produk/jasa yang ditawarkan dan juga tingkat kepuasan konsumen.

Suatu produk/jasa dikatakan berkualitas apabila produk/jasa tersebut bebas dari kerusakan/cacat/kesalahan.

2.3 Definisi Strategi Pemasaran

Setiap fungsi manajemen memberikan konstribusi tertentu pada saat penyusunan strategi pada level yang berbeda, salah satunya adalah fungsi pemasaran. Fungsi pemasaran merupakan fungsi yang paling banyak

(4)

berhubungan dengan lingkungan eksternal, padahal kendali atas lingkungan eksternal sangatlah terbatas.

2.3.1 Strategi

Menurut Walker (1992, p.8), definisi dari strategi adalah:

A strategy is a fundamental pattern of present and planned objectives, resource deployment, and interaction of an organization with markets, competitors, and other environmental factors.

Ada 5 komponen atau bagian yang seharusnya terdapat dalam perumusan suatu strategi, yaitu: (1) scope atau ruang lingkup yang jelas; (2) goals and

objectives; (3) sumber daya yang digunakan; (4) competitive advantage yang

dimiliki untuk memudahkan dalam bersaing; (5) synergy.

2.3.2 Strategi Pemasaran

Definisi menurut Kotler & Armstrong (2001,p.71):

A marketing strategy is the marketing logic whereby the company hopes to achieve its marketing objectives….consist of specific strategies for target markets, positioning, the marketing mix, and marketing expenditure levels.

Strategi pemasaran merupakan integrasi dari strategi untuk semua fungsi bisnis yang ada dalam suatu organisasi, seperti: pembelian, produksi, finance dan HRD. Dengan adanya strategi tersebut akan memberikan arah bagi seluruh fungsi sehingga bisa diperoleh dukungan yang efektif dalam pengimplementasiannya.

2.4 Segmenting, Targeting, Positioning (STP)

(5)

Market segmentation merupakan rangkaian proses untuk memisahkan pasar ke

dalam beberapa kelompok pembeli yang berbeda didasarkan pada kebutuhan, karakteristik, atau perilaku konsumen yang mungkin membutuhkan produk atau bauran strategi pemasaran yang berbeda.

2.4.2 Targeting

Market targeting adalah proses evaluasi terhadap kemungkinan dari setiap

segmen pasar yang telah ditetapkan dan memilih satu atau lebih segmen yang ada untuk dimasuki.

2.4.3 Positioning

Market positioning merupakan proses penyusunan rencana yang bertujuan

untuk menempatkan citra/image produk di dalam pikiran konsumen pada posisi yang jelas, berbeda dari yang lain dan diinginkan oleh konsumen dibandingkan dengan produk dari kompetitor.

1. Identify bases for segmenting the market 2. Develop profiles of

resulting segments

3. Develop measures of segment attractiveness 4. Select the target

segment(s)

5. Develop measures of segment attractiveness 6. Select the target

segment(s)

Segmenting Targeting Positioning

Gambar 2.1 Tahapan Proses STP

Sumber : Kotler, Philip & Armstrong, Gary, 2001, Principles of Marketing, 9th Edition

2.5 Marketing mix (Bauran Pemasaran)

Marketing mix (bauran pemasaran) menurut Kotler (2000, p.15) adalah: Marketing mix is a set of marketing tools that the firms uses to pursue its marketing objectives in the target market.

(6)

McCarthy mengklasifikasikan marketing mix ke dalam 4 bagian besar yang dinamakan 4P, yaitu product (produk), price (harga), promotion (promosi) dan place (distribusi). Variabel-variabel yang terkait untuk masing-masing bagian dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

MARKETING MIX

Product Price Promotion Place

Product Variety Quality Design Features Brand Name Packaging Sizes Services Warranties Returns List Price Discounts Allowances Payment Period Credit Terms Sales Promotion Advertising Sales Force Public Relation Direct Marketing Channels Coverage Assortments Locations Inventory Transport Target Market

Gambar 2.2 Komponen Marketing Mix

Sumber : Kotler, Philip, 2000, Marketing Management : The Millenium Edition

Berikut adalah uraian bagian-bagian dalam marketing mix, yaitu:

a) Product (produk)

Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Produk yang ditawarkan meliputi bentuk secara fisik, pelayanan, experiences, kejadian/peristiwa, orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi dan ide.

(7)

b. Price (harga)

Untuk mendapatkan/memenuhi kebutuhan dan keinginan akan produk/jasa tentunya akan ada yang dikorbankan. Pengorbanan yang dilakukan adalah harga yang harus dibayar untuk setiap produk/jasa yang ingin dimiliki. Harga itu sendiri merupakan nilai tukar yang ditetapkan oleh perusahaan pada saat pertama kali produk/jasa tersebut ditawarkan kepada konsumen, dan akan mengalami perubahan seiring dengan perkembangan dan keberhasilan produk/jasa tersebut dalam meraih perhatian pasar.

c. Promotion (promosi)

Promosi adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan informasi kepada segmen pasar yang dituju dan untuk menyakinkan calon konsumen untuk menggunakan produk/jasa yang ditawarkan.

d. Place (distribusi)

Kebanyakan dari para pabrikan tidak melakukan penjualan produk langsung kepada konsumen (end user). Antara pabrikan dan konsumen, terdapat para perantara yang menjalankan berbagai fungsi. Para perantara inilah yang disebut dengan saluran distribusi/pemasaran atau marketing channel. Jadi, yang dimaksud dengan saluran distribusi adalah kumpulan orang/perusahaan independen yang terlibat dalam proses penyaluran dan penyediaan produk/jasa bagi konsumen sehingga dapat dikonsumsi atau digunakan.

(8)

2.6 Brand Name

2.6.1 Definisi Brand

Assosiasi Marketing Amerika mendefinisikan brand sebagai nama, terminologi, simbol, atau desain, atau kombinasi diantaranya, yang ditujukan untuk mengidentifikasi suatu produk atau jasa yang ditawarkan oleh penjual dan untuk membedakan produk mereka dari produk pesaingnya.(Kotler, p.418).

2.6.2 Brand Equity

Adalah nilai suatu brand, berdasarkan tingkat loyalitas konsumen,

awareness, kualitas yang didapat, asosiasi brand, paten, trademarks, dan

hubungan antar channel.

Tiap-tiap brand memiliki nilai dan kekuatan yang berbeda-beda dalam menarik konsumen membeli suatu produk.

Gambar 2.3 Makna Brand Equity High Brand Equity Means

High brand loyalty High brand awareness High perceived quality More/better brand associations Other brand assets Reduced marketing costs Increased trade leverage Easier to make brand associations Increased liking and familiarity Supports quality positioning Supports higher-price strategy Create positive image Helps customer process information Patents or trademarns Strong channel relationships

Provides value to customer Assists in customer information processing Increases confidence in purchase Increases satisfaction in product use

Provides value to firm Increases effectiveness of marketing programs Increases customer loyalty and trade leverage Facilitates brand extenstions

is a source of competitve advantage

(9)

2.7 Aliran Distribusi

Produsen/pabrikan dan konsumen (end user) merupakan bagian dari setiap saluran distribusi. Ada beberapa tingkatan perantara dalam saluran distribusi seperti yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Manufacturer Manufacturer Manufacturer Manufacturer

Consumer Consumer Consumer Consumer

Retailer Retailer Retailer

Wholesaler Wholesaler

Jobber

0-level 1-level 2-level 3-level

Gambar 2.4 Saluran Distribusi Consumer Market

Sumber : Kotler, Philip, 2000, Marketing Management : The Millenium Edition

• Zero-level channel disebut juga dengan saluran distribusi langsung (direct

marketing channeli), di mana produsen melakukan penjualan secara

langsung kepada konsumen (end user).

• One-level channel yaitu penjualan kepada end user melalui satu tingkatan perantara, seperti pengecer/retailer.

• Two-level channel terdiri dari dua tingkatan perantara, biasanya adalah grosir besar/wholesaler dan pengecer/retailer.

• Three-level channel terdiri dari tiga tingkatan perantara, yaitu wholesaler,

(10)

Dari beberapa saluran distribusi yang dijelaskan di atas, saluran yang paling sering dipergunakan adalah two-level channel, terutama untuk produk-produk kebutuhan konsumen.

2.8 Packaging, Labeling, Warranty & Service

Dewasa ini persaingan antara perusahaan semakin ketat, dan produk/jasa yang ditawarkan kepada konsumen juga semakin beragam. Untuk memenangkan persaingan, banyak di antara perusahaan tersebut berupaya untuk menambahkan daya tarik dan memberikan added value bagi produk mereka.

2.8.1 Packaging

Merupakan kegiatan untuk mendesain dan menghasilkan tempat atau pembungkus untuk suatu produk. Sekarang ini para marketers, sering memasukkan packaging ke dalam elemen bauran pemasaran yang ke lima.

Packaging memainkan peranan yang penting baik secara physical

maupun psychological. Secara fisik, packaging haruslah didesain sebaik mungkin agar dapat menahan isinya dari benturan/bocor/tumpah/kerusakan. Sedangkan secara psychological, packaging merupakan salah satu alat promosi.

2.8.2 Labeling

Setiap produk yang dijual kepada konsumen harus mempunyai label. Label dapat berupa tanda/gambar/tulisan sederhada yang disertakan pada

(11)

produk tersebut ataupun didesain secara menarik dan merupakan bagian dari

packaging.

Label sendiri memiliki beberapa fungsi, antara lain: • Merupakan identitas dari sebuh produk atau merk

• Memberikan tingkatan dari suatu produk untuk membedakan dengan produk yang sejenis

• Memberikan informasi mengenai produsen, waktu dan tempat pembuatan, komposisi produk tersebut atau cara penggunaan

• Merupakan media promosi bagi produk tersebut dengan mendesainnya secara lebih baik dan menarik

Hal yang perlu diperhatikan untuk labeling, bahwa label yang dibuat saat ini mungkin sudah ketinggalan untuk beberapa tahun mendatang (outmoded). Jadi, label itu sendiri juga perlu didesain ulang (freshening up).

2.8.3 Warranty

Garansi merupakan pernyataan resmi terhadap performance suatu produk yang dikeluakan oleh produsen. Produk yang memiliki garansi dapat dikembalikan kepada produsen atau dikirimkan kepada bagian servis perusahaan tersebut untuk diperbaiki, diganti atau ditukar.

Pemberian garansi paling efektif dilakukan dalam situasi berikut, yaitu: • Jika produk yang ditawarkan belum terkenal di masyarakat

• Apabila kualitas dari produk yang ditawarkan melebihi kualitas produk sejenis dari para pesaing.

(12)

Hal ini berarti garansi bisa dijadikan salah satu alat promosi dalam penjualan.

2.8.4 Service

Layanan ini merupakan cara lain yang ditawarkan oleh produsen bagi konsumen, dengan tujuan untuk menjaga agar produk yang mereka miliki selalu dalam kondisi yang baik. Service yang diberikan meliputi beberapa hal, seperti perbaikan, penggantian suku cadang, dan juga pemeliharaan secara berkala. Penting untuk diketahui, bahwa layanan ini telah menjadi salah satu competitive

advantage dari suatu produk.

Penyediaan layanan ini bertujuan untuk beberapa hal, antara lain:

• Memenuhi janji produsen terhadap garansi yang diberikan kepada konsumen untuk produk yang mereka beli

• Berfungsi sebagai media promosi

Dalam mendesain program-program pendukung, produsen harus mengetahui dan mengidentifikasi apa yang menjadi kebutuhan utama dari para konsumen dengan tersedianya layanan ini. Tujuannya agar program yang telah disusun dapat berjalan sesuai dengan harapan dan membantu produsen untuk meningkatkan kepuasan konsumen.

2.9 Analisa SWOT

Evaluasi secara keseluruhan terhadap kekuatan, kelemahan, kesempatan dan hambatan suatu perusahaan disebut dengan analisa SWOT.

(13)

• Analisa terhadap lingkungan eksternal (External Environment Analysis) Tujuan utama dari analisa lingkungan eksternal adalah untuk mencari peluang-peluang baru dalam marketing (marketing opportunities). Selain itu, analisa ini juga akan memberikan gambaran mengenai hambatan yang akan/harus dihadapi perusahaan seiring dengan perkembangannya (environmental threat).

o Marketing opportunity adalah daerah/tempat/area konsumen, yang

memungkinkan perusahaan untuk memperoleh keuntungan.

o Environmental threat adalah tantangan/hambatan/ancaman yang

disebabkan oleh hal-hal atau perkembangan yang kurang menguntungkan bagi perusahaan yang akan mengarah kepada berkurangnya keefektifan beberapa strategi marketing ataupun penurunan dalam penjualan.

• Analisa terhadap lingkungan internal (Internal Environment Analysis), meliputi dua hal yaitu:

o Strength (kekuatan) yaitu sumber daya, kemampuan, ketrampilan atau

kelebihan yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat memberikan keunggulan kompetitif dibandingkan dengan perusahaan lain.

o Weakness (kelemahan) yaitu keterbatasan atau kekurangan yang dimiliki

oleh perusahaan, yang dapat mengurangi efektivitas dan daya saingnya terhadap perusahaan lain. Kelemahan ini bisa berupa keterbatasan dalam

(14)

finansial, sumber daya manusia, ketrampilan manajemen ataupun sarana penunjang.

Perusahaan yang telah mengetahui semua komponen di atas, diharapkan dapat mepergunakan kelebihan yang dimiliki untuk memaksimalkan kinerja dan meraih peluang yang ada sebanyak mungkin. Selain itu, dengan kekuatan yang dimiliki, perusahaan dapat meminimalisasi kekurangan yang ada dan menyusun strategi-strategi untuk mengantisipasi tantangan yang menjadi hambatan bagi kemajuan dan perkembangan perusahaan.

Gambar

Gambar 2.2 Komponen Marketing Mix
Gambar 2.3 Makna Brand Equity
Gambar 2.4  Saluran Distribusi Consumer Market

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian promosi adalah komunikasi informasi antara penjual dan pembeli dalam usaha yang memperkenalkan produk atau jasa kepada calon pembeli serta

Konsep pemasaran jasa secara sederhana sebagai usaha untuk mempertemukan produk atau jasa yang dihasilkan oleh suatu perusahaan dengan calon pelanggan yang

Segmentasi pasar dilakukan oleh perusahaan dengan cara membagi pasar yang sedemikian luasnya ke dalam beberapa segmen yang mungkin memerlukan produk dan bauran pemasaran yang

Endoser merupakan icon atau sosok dalam sebuah kegiatan promosi, yang memiliki tujuan untuk mendukung efektifitas dalam hal penyampaian pesan pada produk untuk para

Blok revenue stream menunjukkan bagaimana suatu perusahaan dapat menghasilkan pendapatan dari produk atau jasa yang ditawarkan kepada customer segment yang

Strategi pasar adalah sebuah strategi perusahaan anda untuk mengetahui produk yang akan memasukkan produk dan jasa ke pasar dan mendiskusikan persaingan yang akan dihadapi

Jika konsumen akan merasa puas dengan pelayanan, maka akan menimbulkan kemungkinan besar untuk kembali dan memakai produk jasa yang sama dalam kata lain konsumen

Menurut Schiffman dan Wisenblit, celebrity endorser ialah penggunaan jasa dukungan selebriti yang bertujuan untuk mengiklankan produk dan menyampaikan pesan produk pada konsumen dengan