Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman i
ejak bergulirnya reformasi di Indonesia, tuntutan masyarakat terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang lebih baik telah direspon oleh pemerintah dengan terus dilakukannya penyempurnaan kebijakan di bidang keuangan negara dan manajemen pemerintahan. Berbagai perangkat aturan hukum telah dan terus digulirkan seiring dengan perubahan tersebut. Diawali dengan paket undang-undang tentang keuangan negara, yang kemudian diikuti peraturan perundangan tentang reformasi pemerintahan daerah dan keuangan daerah, serta berbagai peraturan pelaksanaannya, diharapkan akan mampu membawa bangsa dan negara ke arah yang lebih baik.
Keberhasilan reformasi manajemen keuangan negara dan manajemen pemerintahan tersebut di atas, baru dapat dicapai jika seluruh tingkat pimpinan instansi menyelenggarakan kegiatan pengendalian atas seluruh kegiatan di instansinya masing-masing, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, sampai dengan pertanggungjawabannya, secara tertib, terkendali, efisien dan efektif. Untuk itu dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberi keyakinan memadai bahwa penyelenggaraan kegiatan di suatu instansi pemerintah dapat mencapai tujuannya secara efisien dan efektif, melaporkan pengelolaan keuangan negara secara andal, mengamankan aset negara, dan mendorong ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut dan ketentuan dalam Pasal 58 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
yang memerintahkan pengaturan lebih lanjut ketentuan mengenai
sistem pengendalian intern pemerintah secara menyeluruh, maka pada tanggal 28 Agustus 2008 pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Unsur Sistem
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman ii
Pengendalian Intern dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 ini, mengacu pada unsur Sistem Pengendalian Intern yang telah dipraktikkan di lingkungan pemerintahan di berbagai negara, yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan pengendalian intern.
BPKP sebagai auditor intern pemerintah yang juga sebagai pembina penyelenggaraan SPIP sebagaimana disebutkan dalam pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tersebut, mempunyai tugas untuk mengawal dan mewarnai perkembangan manajemen sektor publik dan manajemen keuangan negara melalui pengawasan intern. Pengawasan intern merupakan salah satu bagian dari kegiatan pengendalian intern yang berfungsi sebagai alat untuk menilai independensi atas pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pemerintah. Lingkup pengaturan pengawasan intern mencakup kelembagaan, lingkup tugas, kompetensi sumber daya manusia, kode etik, standar audit, pelaporan, dan telaahan sejawat.
Dalam melakukan pembinaan penyelenggaraan SPIP yang meliputi penyusunan pedoman teknis penyelenggaraan, sosialisasi, pendidikan dan pelatihan, bimbingan dan konsultansi SPIP, serta peningkatan kompetensi auditor aparat pengawasan intern pemerintah, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah tidak hanya melakukan kegiatan audit tetapi juga kegiatan evaluasi, monitoring, reviu, sosialisasi, asistensi,dan kegiatan lainnya sebagai bagian dari fungsi pengawasan seutuhnya.
Beberapa peran aktif Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah terkait dengan kegiatan-kegiatan tersebut di atas, khususnya di bidang Manajemen Keuangan Negara dan Manajemen Sektor Publik antara lain adalah pengembangan Program Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA), penyusunan Petunjuk Fasilitasi Penyelenggaraan SPIP pada Pemerintah Daerah, Pedoman Audit Kinerja Pelayanan Pemerintah Daerah, Pedoman Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Pedoman Asistensi Pemanfaatan Anggaran
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman iii
dan Asistensi Menjalankan Peraturan Terkait dengan Pemanfaatan Anggaran, Pedoman Monitoring Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Penguatan Desentralisasi Fiskal dan Percepatan Pembangunan Daerah (DPDF-PPD), Pedoman Evaluasi atas Proses Penyusunan dan Penetapan APBD, dan beberapa kajian di bidang pengelolaan keuangan daerah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Pemerintah ini menginformasikan secara rinci semua upaya yang telah dilakukan dalam rangka pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan, berdasarkan pada sumber daya keuangan, sumber daya manusia, dan sarana prasarana yang dimiliki secara transparan. Dengan harapan, laporan ini akan dapat memenuhi kebutuhan informasi berbagai pihak yang berkepentingan.
Semoga upaya yang telah dan akan terus dilakukan, mendapat rahmat dan hidayahNya.
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302 Halaman iv Halaman Kata Pengantar i Daftar Isi Ringkasan Eksekutif iv v Bab I Pendahuluan
A. Data Umum Organisasi B. Struktur Organisasi C. Sistematika Penyajian 1 1 2 4
Bab II Perencanaan dan Perjanjian Kinerja
A. Rencana Stratejik 2010 - 2014 1. Pernyataan Visi
2. Pernyataan Misi 3. Tujuan dan Strategi
4. Program Tahun 2010-2014 B. Rencana Kinerja Tahun 2010
6 6 6 10 11 12 15
Bab III Akuntabilitas Kinerja
A. Capaian Kinerja Program Utama B. Capaian Kinerja Program Pendukung C. Akuntabilitas Keuangan
D. Sumber Daya Manusia
27 27 71 79 83 Bab IV Penutup 85 Lampiran
1. Pengukuran Pencapaian Program Tahun 2010 2. Pengukuran Kinerja Kegiatan Tahun 2010
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman v
elaporan akuntabilitas kinerja tahun 2010 dimaksudkan untuk menginformasikan capaian kinerja dalam tahun 2010 yang dikaitkan dengan pencapaian tujuan dan program Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah.
Capaian kinerja tersebut menggunakan tolok ukur pada penetapan kinerja tahun 2010. Penetapan kinerja tahun 2010 disusun dengan memperhatikan pembaharuan manajemen sektor publik dan manajemen keuangan negara, sehingga tujuan dan program yang ditetapkan sesuai dengan perkembangan yang ada. Berdasarkan penetapan kinerja tahun 2010, terdapat satu program utama dan satu program pendukung, yang sebagian besar telah dilaksanakan. Capaian indikator kinerja program utama Deputi IV dapat dilihat dalam tabel berikut:
Capaian Program Utama
PROGRAM
PERSENTASE CAPAIAN
URAIAN INDIKATOR HASIL TARGET REALISASI
Program pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraa n sistem pengendalian intern pemerintah
1. Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan
keputusan oleh stakeholders
50% 63,79% 127,58%
2. Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan
pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan
50% 57,78% 115,56%
3. Persentase masukan yang
direspon Presiden 75% 100% 133,33%
4. Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman vi PROGRAM
PERSENTASE CAPAIAN
URAIAN INDIKATOR HASIL TARGET REALISASI
5. Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan
pengambilan keputusan oleh stakeholders
100% 100% 100%
6. Jumlah IPD yang
melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal/Pelayanan Prima
50 IPD 48 IPD 96%
Rata-rata Capaian Outcome 112,38%
Dari seluruh indikator hasil tersebut di atas, dapat diketahui bahwa seluruh target tahun 2010 telah tercapai.
Selain hal tersebut di atas, perlu kami tambahkan informasi bahwa terdapat kinerja/hasil kegiatan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah yang didukung Perwakilan BPKP yang belum tercantum sebagai capaian kinerja, yaitu:
No Kinerja 2009 2010
1. Jumlah pemda yang telah mengimplementasikan program aplikasi SIMDA
223 Pemda 273 Pemda
2. Jumlah MOU antara BPKP dengan Pemda 322 Pemda 442 Pemda 3. Jumlah Perkada tentang SPIP 22 Pemda 285 Pemda 4. Penghematan atas hasil pengawasan N/A Rp248,8 M US$5.000 5. Penerimaan Negara dari hasil pengawasan N/A Rp31,30 M
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman vii
Selain capaian kinerja program utama di atas, juga terdapat capaian kinerja
program pendukung yang indikator kinerjanya adalah sebagai berikut :
1. Persentase jumlah rencana pengawasan yang terealisasi.
2. Persentase jumlah pegawai yang kompeten dan profesional di setiap bidang kompetensi yang dibutuhkan.
3. Persepsi kepuasan atas layanan pengelolaan kepegawaian dan organisasi.
4. Persepsi kepuasan pengguna atas pencairan anggaran yang diajukan sesuai prosedur.
5. Tingkat opini auditor eksternal terhadap laporan keuangan BPKP. 6. Persepsi publik yang positif terhadap BPKP.
7. Persepsi auditor intern pemerintah yang kompeten. 8. Persentase tingkat penerapan PFA.
9. Tingkat kepuasan penerima layanan. 10. Indeks efektifitas pengelolaan aset.
Pencapaian indikator kinerja program pendukung tersebut menjadi tanggung jawab unit kerja lainnya di lingkungan BPKP. Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah selama tahun 2010 melaksanakan sub-sub kegiatan yang sifatnya hanya mendukung capaian indikator kinerja tersebut. Kinerja kegiatan-kegiatan tersebut sebagian besar dapat dicapai dengan baik.
Program utama dan program pendukung tersebut dilaksanakan dengan menggunakan dana sebesar Rp9.587.223.742,00 atau 90,21% dari anggaran yang disediakan DIPA Nomor : 0001.0/089-01.0/-/2010 tanggal 31 Desember 2009
sebesar Rp10.627.279.550,00. Sisa dana Belanja Barang sebesar
Rp1.040.055.808,00 tidak direalisasikan karena secara umum kegiatan yang
tertuang dalam RKT sudah dilaksanakan.
Disamping itu, beberapa indikator lain yang menunjukkan keberhasilan pelaksanaan program-program Deputi IV antara lain:
Telepon 021-8584863 Faxsimile 021-85910302
Halaman viii
• Dari 15 pemda yang memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2009 yang diaudit BPK, diantaranya termasuk 13 pemda yang diasistensi oleh BPKP.
• Dari 320 pemda yang memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2009 yang diaudit BPK, diantaranya termasuk 229 Pemda yang diasistensi oleh BPKP.
• Pemda yang paling awal menyelesaikan dan menyampaikan Perda APBD Tahun 2010 adalah Pemda yang diasistensi oleh BPKP dengan menggunakan Aplikasi SIMDA.
Kegiatan-kegiatan penting lainnya yang telah dilakukan oleh Deputi IV antara lain sebagai berikut:
• Berpartisipasi aktif dalam Ikatan Akuntan Indonesia.
• Sosialisasi pengelolaan keuangan daerah kepada Pimpinan Daerah Tingkat Provinsi, Kabupaten, dan Kota.
• Pembicara /narasumber dalam Rakorwas Departemen/LPND.
• Pembicara/narasumber mengenai pengawasan keuangan daerah pada pertemuan Forum Asosiasi Pemerintah Daerah.
• Pembicara/narasumber pada berbagai seminar mengenai penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Halaman 1
A
A
A
.
.
.
D
D
D
a
a
a
t
t
t
a
a
a
U
U
U
m
m
m
u
u
u
m
m
m
O
O
O
r
r
r
g
g
g
a
a
a
n
n
n
i
i
i
s
s
s
a
a
a
s
s
s
i
i
i
eputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah sebagai salah satu unit dari BPKP, dibentuk sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 103 Tahun 2001 Tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non Departemen sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 64 Tahun 2005, serta keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 110 Tahun 2001 Tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Lembaga Pemerintah Non Departemen.
Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPKP No. KEP-06.00.00-080/K/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPKP, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah mempunyai tugas melaksanakan perumusan kebijakan di bidang pengawasan penyelenggaraan keuangan daerah.
Selanjutnya berdasarkan pasal 155 Surat Keputusan Kepala BPKP tersebut di atas ditetapkan bahwa untuk melaksanakan tugas dimaksud, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah menyelenggarakan fungsi-fungsi, sebagai berikut: 1. Perumusan kebijakan teknis pengawasan dan penyusunan rencana pengawasan di
bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
2. Penyusunan pedoman teknis pemeriksaan dan pemberian bimbingan teknis pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah terhadap kegiatan pengawasan BPKP dan APIP lainnya;
Bab
Halaman 2 3. Pengawasan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah, pengurusan
barang milik/kekayaan pemerintah daerah, serta penyelenggaraan tugas pemerintahan yang bersifat strategis dan/atau lintas wilayah di bidang penyelenggaraan keuangan daerah atas permintaan daerah;
4. Pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
5. Evaluasi dan penyusunan laporan hasil pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
6. Analisis, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil dari butir 4 diatas di lingkungan BPKP dan APIP lainnya.
B
B
.
.
S
S
t
t
r
r
u
u
k
k
t
t
u
u
r
r
O
O
r
r
g
g
a
a
n
n
i
i
s
s
a
a
s
s
i
i
Untuk dapat menjalankan tugas yang telah dibebankan, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah membawahi beberapa direktorat sebagai berikut: 1. Direktorat Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah I
2. Direktorat Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah II 3. Direktorat Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah Wilayah III
Wilayah I meliputi wilayah Sumatera dan Kalimantan, wilayah II meliputi wilayah Jawa dan Bali, serta wilayah III meliputi wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Tugas direktorat adalah melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis pengawasan, penyiapan bahan penyusunan rencana dan pengendalian pengawasan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah, pengurusan barang milik/kekayaan daerah, dan penyelenggaraan tugas pemerintahan yang bersifat strategis dan/atau lintas wilayah, pemantauan tindak lanjut, evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan, analisis, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah.
Halaman 3
1. Penyiapan bahan perumusan kebijakan teknis pengawasan di bidang
penyelenggaraan keuangan daerah;
2. Penyusunan pedoman teknis pemeriksaan dan pemberian bimbingan teknis pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah terhadap kegiatan pengawasan BPKP dan APIP lainnya;
3. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pengendalian pengawasan terhadap anggaran pendapatan dan belanja daerah, pengurusan barang milik/kekayaan daerah, serta penyelenggaraan tugas pemerintahan yang bersifat strategis dan/atau lintas wilayah di bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
4. Pemantauan tindak lanjut hasil pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
5. Evaluasi kegiatan pengawasan di bidang penyelenggaraan keuangan daerah;
6. Analisis, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil dari butir 4 di atas di lingkungan BPKP dan APIP lainnya.
Untuk menunjang tugas pokok dan fungsinya, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Perbantuan IV yang merupakan perbantuan dari Biro Umum dengan tugas mengkoordinasi kegiatan Tata Usaha Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah.
Halaman 4 Struktur organisasi di atas dapat digambarkan dalam bagan berikut;
STRUKTUR ORGANISASI
DEPUTI PENGAWASAN BIDANG
PENYELENGGARAAN KEUANGAN DAERAH
C
C
C
.
.
.
S
S
S
i
i
i
s
s
s
t
t
t
e
e
e
m
m
m
a
a
a
t
t
t
i
i
i
k
k
k
a
a
a
P
P
P
e
e
e
n
n
n
y
y
y
a
a
a
j
j
j
i
i
i
a
a
a
n
n
n
Laporan akuntabilitas ini disusun dengan sistematika penyajian sebagai berikut:
Ringkasan Eksekutif Mengemukakan tujuan dan program yang telah ditetapkan dalam rencana stratejik dan sejauh mana Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah telah mencapai tujuan dan program tersebut, serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. Disebutkan pula langkah-langkah apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala
DITWAS PKD WIL. I
DEPUTI PENGAWASAN BIDANG PENYELENGGARAAN KEUANGAN
DAERAH
KELOMPOK PFA KELOMPOK PFA
DITWAS PKD WIL. II DITWAS PKD WIL. III
KASUBDIT WIL.I.2 KASUBDIT WIL.II.1 KASUBDIT WIL.II.2 KELOMPOK PFA KASUBDIT WIL.III.1 KASUBDIT WIL.III.2 KASUBDIT WIL.I.1
Halaman 5 tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang.
Bab I Pendahuluan yang memuat hal-hal umum tentang Deputi
Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah serta uraian singkat mandat yang dibebankan kepada Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah.
Bab II Perencanaan dan perjanjian kerja yang memuat uraian singkat
mengenai rencana stratejik dan rencana kinerja.
Uraian singkat rencana stratejik menggambarkan visi, misi, tujuan, serta kebijakan dan program Deputi.
Uraian singkat rencana kinerja menggambarkan rencana kinerja pada tahun yang bersangkutan, terutama menyangkut kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai target program pada tahun tersebut serta pencapaian indikator keberhasilannya.
Bab III Akuntabilitas kinerja yang memuat uraian hasil pengukuran
kinerja, evaluasi dan analisis akuntabilitas kinerja, serta akuntabilitas keuangan termasuk di dalamnya uraian secara sistematis keberhasilan dan kegagalan, hambatan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil.
Bab IV Penutup yang mengemukakan tinjauan secara umum tentang
keberhasilan dan kegagalan, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan kinerja Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah, serta strategi pemecahan masalah yang akan dilaksanakan di tahun mendatang.
Halaman 6 erencanaan dan perjanjian kinerja dimulai dari penetapan rencana strategis (renstra) Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah yang merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian rencana dan program mendasar yang dibuat oleh manajemen puncak agar dapat di implementasikan oleh seluruh jajaran organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Agar Renstra Deputi IV dapat menjadi acuan kinerja bagi seluruh pegawainya, maka dalam penyusunan renstra tersebut telah diupayakan untuk mengikutsertakan seluruh pegawainya untuk berpartisipasi menentukan apa yang akan dicapai oleh organisasi dimasa depan.
Untuk memudahkan pelaksanaan kegiatan tahunan maka renstra tersebut dijabarkan ke dalam perencanaan kinerja tahunan yang memuat sasaran-sasaran yang ingin dicapai dalam periode waktu satu tahunan dan strategi yang digunakan untuk mewujudkan pencapaian sasaran tersebut serta tolok ukur dan target kinerja apa saja yang akan digunakan untuk menunjukkan kualitas pencapaian sasaran yang bersangkutan.
Rencana strategis (Renstra) Deputi IV Tahun 2010 – 2014 masih dalam bentuk draf yang memerlukan penyempurnaan lebih lanjut.
A
A
A
.
.
.
R
R
R
e
e
e
n
n
n
c
c
c
a
a
a
n
n
n
a
a
a
S
S
S
t
t
t
r
r
r
a
a
a
t
t
t
e
e
e
j
j
j
i
i
i
k
k
k
2
2
2
0
0
0
1
1
1
0
0
0
-
-
-
2
2
2
0
0
0
1
1
1
4
4
4
1. Pernyataan Visi
Sejalan dengan perubahan lingkungan strategis, termasuk terbitnya mandat baru
sesuai PP No. 60 Tahun 2008, BPKP cq Deputi Pengawasan Bidang
Bab
Halaman 7
Penyelenggaraan Keuangan Daerah menegaskan jati dirinya sebagai Auditor
Presiden. Konsekuensinya, BPKP cq Deputi Pengawasan Bidang
Penyelenggaraan Keuangan Daerah dituntut untuk dapat memberikan informasi yang berharga bagi Presiden dari hasil pengawasan yang dilakukan dan mampu memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi pemerintah. Kontribusi BPKP cq Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah tersebut dimaksudkan untuk membantu pemerintah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan akuntabel. Akuntabilitas keuangan daerah yang berkualitas merupakan tujuan akhir yang ingin dicapai Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah yang merepresentasikan manfaat yang dapat diberikan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah kepada stakeholdersnya. Komitmen tersebut selanjutnya dituangkan dalam pernyataan Visi Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah sebagai berikut:
Dalam pernyataan visi tersebut di atas terdapat kata-kata kunci sebagai berikut :
a. Auditor Presiden
Frasa Auditor Presiden dipilih untuk menunjukkan artikulasi dan kesan yang kuat bahwa Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah merupakan aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden melalui Kepala BPKP, dan memiliki kompetensi yang mumpuni dan dipercaya oleh Presiden untuk membantu dalam menjalankan fungsi pengawasan. Sebagai Auditor Presiden, Deputi
VISI
Auditor Presiden yang Responsif, Interaktif, dan Terpercaya, untuk Mewujudkan Akuntabilitas Keuangan Negara
Halaman 8 Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah merupakan mata dan telinga Presiden yang melihat dan mendengar secara langsung fakta, data maupun informasi dan segera merespon melalui suatu sistem peringatan dini yang memberikan manfaat kepada Presiden. Oleh karena itu, lingkup pengawasan yang menjadi perhatian Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah adalah hal-hal yang bersifat strategis, makro, lintas sektoral dan berskala nasional. Kegiatan pengawasan difokuskan kepada pengawasan keuangan negara yang menyentuh rakyat banyak, terutama yang pro growth, pro job dan pro poor.
Visi Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah sebagai Auditor Presiden merupakan visi yang strategis dalam rangka meningkatkan prinsip independensi, baik in fact maupun in appearance terhadap semua instansi di bawah Presiden yaitu pemerintah daerah. Dengan demikian diharapkan informasi yang dihasilkan dari proses/kegiatan pengawasan oleh Auditor Presiden bersifat obyektif, tidak bias dan tidak diintervensi oleh pihak-pihak lain yang menciderai penegakan prinsip independensi.
b. Responsif
Responsif berarti cepat memberikan respon (tanggapan), dan bereaksi secara tepat dan simpatik kepada seseorang atau suatu peristiwa. Auditor Presiden yang responsif mengandung makna bahwa dalam menjalankan perannya, Auditor Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah tanggap terhadap permasalahan yang dihadapi pemerintah dan segera memberikan respon/masukan kepada pengambil kebijakan.
c. Interaktif
Sifat interaktif memiliki makna saling aktif atau komunikasi dua arah. Interaktif merupakan perkembangan lebih lanjut dari tahapan sebelumnya yang bersifat reaktif dan proaktif. Dari reaktif yang berarti bereaksi setelah adanya
Halaman 9 suatu kejadian, kemudian berkembang menjadi proaktif yang mengedepankan inisiatif untuk bertindak namun masih melihat dari sisi Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah (satu sisi), dan kini bersifat interaktif yang mengandung nuansa bahwa Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah memperhatikan/mendengarkan kepentingan/kebutuhan stakeholders. Dengan pengertian tersebut maka komunikasi antara Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah dengan stakeholders ataupun pelanggan haruslah selalu terjalin dengan baik dan efektif. Oleh karena itu, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah harus membuka saluran-saluran komunikasi yang efektif, menjalin kemitraan dengan stakeholders dan APIP lain dalam menjalankan perannya.
d. Terpercaya
Terpercaya berarti dapat diandalkan, bertanggung jawab, dan dapat melaksanakan tugas dengan baik sesuai dengan mandat yang diberikan. Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah telah menyatakan dalam visinya sebagai Auditor Presiden yang terpercaya, yang berarti Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah memiliki integritas yang tinggi yang didukung profesionalisme yang tinggi sehingga dapat diandalkan untuk memberikan hasil kerja yang berkualitas, bermanfaat dan sesuai dengan harapan shareholders.
e. Akuntabilitas Keuangan Negara
Akuntabilitas didefinisikan sebagai suatu perwujudan kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan, melalui suatu media pertanggungjawaban, yang dilaksanakan secara periodik. Sedangkan keuangan negara sebagaimana dinyatakan dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, berarti semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang,
Halaman 10 serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik negara berhubung dengan pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut.
f. Berkualitas
Akuntabilitas keuangan negara yang berkualitas ditunjukkan dengan tiga ciri yaitu akuntabel, transparan dan partisipatif. Hal ini berarti bahwa pertanggungjawaban keuangan negara harus dapat diandalkan, mengungkapkan secara terbuka informasi yang material dan relevan serta berasal dari suatu proses yang melibatkan berbagai pihak terkait. Akuntabilitas keuangan negara yang berkualitas mendukung akuntabilitas Presiden sebagai pemegang kekuasaan pengelolaan keuangan Negara. 2. Pernyataan Misi
Terwujudnya visi yang dikemukakan di atas merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh segenap jajaran Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah baik di pusat maupun perwakilan. Sebagai bentuk nyata dari visi tersebut, ditetapkanlah empat misi Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah yang menggambarkan hal-hal yang seharusnya terlaksana, sehingga hal-hal yang masih abstrak terlihat pada visi akan lebih nyata terlihat pada misi.
Keempat misi Deputi IV yang pencapainnya diagendakan dalam tahun 2010 – 2014 adalah :
MISI
1. Menyelenggarakan pengawasan intern terhadap akuntabilitas keuangan daerah yang mendukung tata kepemerintahan yang baik.
2. Membina penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah daerah. 3. Meningkatkan sinergi pengawasan di lingkungan Instansi Pemerintah Daerah. 4. Memberikan layanan konsultatif sebagai dukungan pengambilan keputusan
Halaman 11 Keempat misi tersebut pada dasarnya ditetapkan dengan kesadaran akan perlunya keseimbangan antara pencapaian kinerja yang berorientasi pada manfaat dari keberadaan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah bagi stakeholders-nya dan kinerja-kinerja aspek pendukung berupa inovasi dan kualitas proses kerja internal serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan sarana dan prasarana. Dengan pendekatan ini, kedua misi pertama merupakan misi yang terkait dengan perspektif stakeholders utama (pemerintah daerah) . Misi ketiga merupakan misi pendukung bagi peningkatan koordinasi dan penggalangan partisipasi stakeholders lainnya (misalnya legislator, BPK, APIP lainnya) sedangkan misi keempat terkait dengan perspektif-perspektif proses internal serta pertumbuhan dan pembelajaran.
3. Tujuan
Penetapan tujuan organisasi merupakan pengejawantahan visi dan misi yang telah ditetapkan, dan berorientasi pada operasionalisasi visi dan misi. Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi, yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu satu sampai dengan lima tahun. Pada dasarnya tujuan tidak harus dinyatakan dalam bentuk kualitatif akan tetapi harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai dimasa yang akan datang dan mengarahkan perumusan strategi pencapaian tujuan dalam rangka merealisasikan misi.
Dalam penetapan tujuan-tujuan strategis, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah mengadopsi konsep Balanced Scorecard (BSC) dengan beberapa modifikasi disesuaikan dengan karakteristik organisasi publik. yaitu memodifikasi Perspektif Keuangan menjadi Perspektif Manfaat Bagi
Stakeholders dan Perspektif Pelanggan menjadi Perspektif Manfaat Bagi
Auditan/Pengguna Jasa. Tujuan utama Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah tercermin dalam tujuan-tujuan strategis yang terdapat pada perspektif Manfaat bagi Stakeholder yaitu:
Halaman 12 Sasaran strategis merupakan ukuran pencapaian dari tujuan dan mencerminkan berfungsinya outcome dari semua program yang telah ditetapkan.
4. Program Tahun 2010-2014
Keberhasilan penerapan rencana strategis tergantung pada kemampuan mengelola data kinerja. Kemampuan ini pada gilirannya akan sangat dipengaruhi oleh kejelasan penanggung jawab pencapaian kinerja masing-masing program. Oleh karena itu, setelah program-program utama dan pendukung diidentifikasi,
TUJUAN
1. Meningkatnya kualitas akuntabilitas keuangan daerah yang mendukung tata kepemerintahan yang baik.
2. Tercapainya efektifitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah daerah.
3. Meningkatnya sinergi pengawasan di lingkungan Instansi Pemerintah Daerah.
4. Terpenuhinya layanan konsultatif sebagai dukungan pengambilan
keputusan yang andal bagi pemerintah daerah.
SASARAN
1. Peningkatan kualitas akuntabilitas keuangan daerah dan Peningkatan tata pemerintahan yang baik
2. Tercapainya efektivitas penyelenggaraan sistem pengendalian intern pemerintah daerah.
3. Tercapainya sinergi pengawasan dengan APIP (Inspektorat Jenderal Depdagri, Inspektorat Provinsi/Kabupaten/Kota)
4. Terpenuhinya layanan konsultatif sebagai dukungan pengambilan keputusan yang andal bagi pemerintah daerah.
Halaman 13 rencana strategis ini pun menetapkan lebih lanjut penanggung jawab masing-masing program. Dengan demikian, aliran logika program dalam empat perspektif berimbang dapat dikaitkan dengan setiap penanggung jawab masing-masing. Kaitan ini tampak dalam tabel berikut:
PENANGGUNG JAWAB PROGRAM
No Uraian Program Penanggungjawab
1. Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan
Negara/ Daerah dan Pembinaan SPIPDaerah
Deputi IV
PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN
No Uraian Kegiatan Penanggungjawab
1. Pengawasan atas kegiatan lintas sektoral Eselon II pada Deputi IV
2. Pengawasan atas kegiatan Kebendaharaan
Umum Negara
Eselon II pada Deputi IV
3. Pengawasan atas penugasan Presiden Eselon II pada Deputi IV
4. Pengawasan atas permintaan stakeholders Eselon II pada Deputi IV,
5. Pengawasan penerimaan daerah Eselon II pada Deputi IV
6. Bimtek, pengembangan sistem pelaporan
keuangan daerah
Eselon II pada Deputi IV
7. Pembinaan JFA Pusbin JFA
8. Penyusunan dan evaluasi rencana Biro Perencanaan
9. Pengelolaan kepegawaian dan organisasi Biro Kepegawaian dan
Organisasi
10. Pengelolaan hukum dan kehumasan Biro Hukum dan Humas
11. Pengelolaan anggaran dan sistem akuntansi
pemerintah
Biro Keuangan
12. Pengadaan dan penyaluran sarana dan
prasarana-BPKP
Biro Umum
13. Pembinaan administrasi dan pengelolaan
perlengkapan
Biro Umum
Keberhasilan penerapan rencana strategis tergantung pada kemampuan mengelola data kinerja. Kemampuan ini pada gilirannya akan sangat dipengaruhi oleh kejelasan penanggung jawab pencapaian kinerja masing-masing program. Oleh karena itu, setelah program-program utama dan pendukung diidentifikasi, rencana strategis ini pun menetapkan lebih lanjut penanggung jawab
Halaman 14 masing program. Dengan demikian, aliran logika program dalam empat perspektif berimbang dapat dikaitkan dengan setiap penanggung jawab masing-masing. Kaitan ini tampak dalam tabel berikut:
Distribusi indikator kinerja perspektif stakeholder dikaitkan dengan pilihan strategi pengawasan preventif dan pengawasan represif disajikan pada tabel berikut :
DISTRIBUSI INDIKATOR KINERJA PERSPEKTIF
STAKEHOLDERS / AUDITAN
1. Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders
2. Persentase hasil pengawasan BUN yang dijadikan bahan pengambilan keputusan Menkeu
3. Persentase masukan yang direspon Presiden/ Pimpinan Kementerian/ Lembaga
4. Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP 5. Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan
bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders
6. Jumlah IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal/ Pelayanan Prima
Penetapan indikator-indikator kegiatan utama tersebut menjadi dasar bagi penetapan dan indikator-indikator kegiatan-kegiatan penunjang. Logika pengembangan indikator-indikator penunjang ini diletakkan pada suatu peta strategi yang menggambarkan kaitan sebab-akibat yang menyeimbangkan pengembangan aspek manajemen internal seperti kapasitas kelembagaan dan proses internal dengan aspek pemasaran yang akan meningkatkan penerimaan (akseptansi) pihak eksternal atas peran dan fungsi BPKP cq Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah. Seluruh indikator kinerja kegiatan-kegiatan penunjang ini diletakkan pada perspektif pendekatan terhadap
Halaman 15 pelanggan (pemasaran), peningkatan kualitas proses internal dan peningkatan kapasitas kelembagaan.
B
B
B
.
.
.
R
R
R
e
e
e
n
n
n
c
c
c
a
a
a
n
n
n
a
a
a
K
K
K
i
i
i
n
n
n
e
e
e
r
r
r
j
j
j
a
a
a
T
T
T
a
a
a
h
h
h
u
u
u
n
n
n
2
2
2
0
0
0
1
1
1
0
0
0
Pada tahun anggaran 2010 sasaran yang akan dicapai mencakup pelaksanaan 82 kegiatan dalam satu program utama dan satu program pendukung untuk mencapai empat tujuan stratejik. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan berdasarkan revisi RKT tahun 2010.
Matrik berikut ini menjabarkan kegiatan-kegiatan dalam rangka mencapai tujuan sesuai dengan program pada tahun 2010 serta indikator keberhasilan pencapaiannya.
Halaman 16
RENCANA KINERJA TAHUN 2010
DEPUTI PENGAWASAN BIDANG PENYELENGGARAAN
KEUANGAN DAERAH
(dalam ribuan) PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6 Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara danPembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Pengawasan terhadap pengembangan kawasan daerah strategis dan cepat tumbuh/kawasan pengembangan ekonomi terpadu Input SDM OH 300 Dana Rp 54.900 Output Jumlah Laporan laporan 1
evaluasi kerja sama antar daerah Input SDM OH 215 Dana Rp 54.900 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyusunan Pedoman Asistensi Kerja Sama Antar Daerah Input SDM OH 105 Dana Rp 38.800 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1
kompilasi laporan analisis dan evaluasi keselarasan RKPD dan RKP serta RPJMD dan RPJMN Input SDM OH 31 Dana Rp 90.450 Output Jumlah Laporan laporan 1 Monitoring Pelaksanaan Audit DAK/DBH/DAU, kompilasi dan validasi audit dana perimbangan (DAK/DBH/DAU) Input SDM OH 594 Dana Rp 224.573 Output Jumlah Laporan laporan 18 Pengembangan Pedoman Audit Dana Perimbangan (DAK/DBH/DAU) Input SDM OH 215 Dana Rp 57.700 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1
Halaman 17 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6
updating profil pemda Input SDM OH 231
Dana Rp 118.500
Output Jumlah Laporan
laporan 3
Kompilasi Evaluasi atas Penyusunan dan Penetapan APBD tahun 2010 Input SDM OH 140 Dana Rp 43.280 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyusunan Database Akuntabilitas Keuangan Pemda Input SDM OH 150 Dana Rp 88.740 Output Jumlah Laporan laporan 1
Kompilasi LKPD dan Analisis Kinerja Keuangan Pemda
Input SDM OH 140 Dana Rp 38.850 Output Jumlah
Laporan
laporan 1
Pengolahan Data Laporan bulanan Bidang APD
Input SDM OH 760
Dana Rp 146.568
Output Jumlah Laporan
laporan 4
Monev Bidang APD pada Perwakilan BPKP Input SDM OH 265 Dana Rp 50.760 Output Jumlah Laporan laporan 12 Asistensi Implementasi
Program Aplikasi Komputer SIMDA Input SDM OH 775 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 78 Melakukan Asistensi Pengelolaan Keuangan Negara pada Kementerian Dalam Negeri Input SDM OH 150 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1
Halaman 18 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6
Evaluasi atas Pelayanan Perwakilan BPKP kepada Pemda Input SDM OH 120 Dana Rp 113.260 Output Jumlah Laporan laporan 3
Memberikan bahan hasil pengawasan Deputi IV Input SDM OH 50 Dana Rp 15.000 Output Jumlah Laporan laporan 2
Perekaman data dan kegiatan operasi TI Input SDM OH 120 Dana Rp - Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 4
Reviu Proses PBJ oleh APIP Input SDM OH 190 Dana Rp 90.450 Output Jumlah
Laporan
laporan 2 Kajian Current Issue Input SDM OH 328
Dana Rp 142.808
Output Jumlah Kajian Kajian 6 Kompilasi pemetaan dan
penyelesaian TPB depdagri Input SDM OH 90 Dana Rp 30.180 Output Jumlah Laporan laporan 1 Evaluasi LPPD Input SDM OH 1.914 Dana Rp 405.402 Output Jumlah Laporan laporan 34 Validasi Hasil Evaluasi
LAKIP Input SDM OH 1.826 Dana Rp 200.117 Output Jumlah Laporan laporan 19 Penyusunan TOR Revitalisasi OTDA Input SDM OH 56 Dana Rp 35.335 Output Jumlah Laporan laporan 1
Halaman 19 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6
Survey dalam rangka Evaluasi terhadap mekanisme & realisasi penyusunan Peraturan Per Uuan di Tingkat Pusat (Termasuk Penyusunan Pedoman) Input SDM OH 134 Dana Rp 31.910 Output Jumlah Laporan laporan 1
Survey dalam rangka Evaluasi terhadap hubungan antar strata pemerintahan (Termasuk Penyusunan Pedoman) Input SDM OH 134 Dana Rp 47.865 Output Jumlah Laporan laporan 1
Survey dalam rangka Evaluasi terhadap Sumber Daya (Kapasitas fiskal minimum dan Kebijakan Sumber Daya) Pemerintah Daerah Input SDM OH 134 Dana Rp 47.865 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyusunan Pedoman Pengumpulan Data Evaluasi terhadap Sumber Daya Pemda Input SDM OH 135 Dana Rp 31.910 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1 Penyusunan Pedoman Pengumpulan Data evaluasi terhadap pelaksanaan urusan pemerintahan daerah dan pengelolaan keuangan daerah Input SDM OH 135 Dana Rp 34.455 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1 Evaluasi percepatan Pembangunan Provinsi Sulawesi Tengah ( Inpres no.7 tahun 2008) Input SDM OH 135 Dana Rp 50.954 Output Jumlah Laporan laporan 1
Penyusunan TOR Evaluasi terhadap kondisi
pengelolaan keuangan daerah dalam masa transisi RPJMN 2004-2009 ke 2009-2014 Input SDM OH 90 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1
Halaman 20 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6 Audit/Monitoring/Optimalisasi PAD Input SDM OH 194 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1 Pengembangan Pedoman
Audit Kinerja Pelayanan Pemda Input SDM OH 80 Dana Rp 38.880 Output Jumlah Laporan laporan 1 Kompilasi Audit Kinerja
Pelayanan Pemda Input SDM OH 1.568 Dana Rp 104.710 Output Jumlah Laporan laporan 32 Pengembangan SIMDA Input SDM OH 660
Dana Rp 348.789 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyusunan Laporan Semesteran SPIP Input SDM OH 185 Dana Rp 59.730 Output Jumlah Laporan laporan 4 Penilaian Risiko Direktorat Input SDM OH 282 Dana Rp 89.910 Output Jumlah Laporan laporan 3 Pengembangan Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah Input SDM OH 230 Dana Rp 45.787 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1 Pengembangan Pedoman Akuntansi Keuangan Daerah
Input SDM OH 340 Dana Rp 38.850 Output Jumlah
Pedoman
Pedoman 1
Bimtek SPIP pada
Kementerian Dalam Negeri
Input SDM OH 345 Dana Rp 29.135 Output Jumlah
Laporan
Halaman 21 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6
Memberikan masukan atas Pedoman/Modul/Juknis Kegiatan Pengawasan Input SDM OH 25 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 2 Forum komunikasi Bidang
APD Input SDM OH 385 Dana Rp 276.550 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 2 Penyusunan Renja Satgas
Penyelenggaraan SPIP Deputi IV Input SDM OH 70 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1 Supervisi/ Quality Assurance
Bimtek SPIP pada Perwakilan BPKP Input SDM OH 515 Dana Rp 203.772 Output Jumlah Laporan laporan 18 Penyusunan Juknis SPIP Input SDM OH 310 Dana Rp 58.050 Output Jumlah
Laporan
laporan 1 Penyusunan Laporan
Sosialisasi SPIP pada Perwakilan Input SDM OH 330 Dana Rp 33.840 Output Jumlah Laporan laporan 17 Penyusunan Infrastruktur/ Kebijakan/ Unsur-unsur Penyelenggaraan SPIP Input SDM OH 165 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1
Pelaksanaan & Pengolahan Diagnostik Assesment
Input SDM OH 95 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1 Evaluasi Penyelenggaraan
SPIP
Input SDM OH 99 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 1 Kompilasi Laporan Supervisi
Bimtek SPIP Pemda
Input SDM OH 190 Dana Rp 30.180 Output Jumlah Laporan laporan 1
Halaman 22 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6 Pengembangan Pedoman OPAD Input SDM OH 170 Dana Rp 59.991 Output Jumlah Pedoman Pedoman 1
Sosialisasi Pedoman OPAD Input SDM OH 264 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 17 Penyusunan Laporan Sosialisasi Pengelolaan Keuangan Daerah Input SDM OH 398 Dana Rp 33.840 Output Jumlah Laporan laporan 18 Pengembangan GLG Input SDM OH 195 Dana Rp 30.180 Output Jumlah Laporan laporan 1 Pengembangan Pedoman EPPD Input SDM OH 160 Dana Rp 38.880 Output Jumlah Laporan laporan 2 sosialisasi SPIP pada
perwakilan/pemda Input SDM OH 160 Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 17 Forum Manajemen Data Input SDM OH - Dana Rp - Output Jumlah
Laporan
laporan 1 Bimtek SPIP Pemda Input SDM OH - Dana Rp - Output Jumlah Laporan laporan 2 TOTAL PKPT OH 17.077 Rp 3.806.606 Output 354
Halaman 23 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6 Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya - BPKP Mengikuti PKS/Sosialisasi/Seminar Input SDM OH 350 Dana Rp - Output Jumlah Laporan Kegiatan 25 Penyusunan Laporan PKS Input SDM OH 148 Dana Rp 21.600 Output Jumlah
Laporan
laporan 12
Mengikuti Diklat Input SDM OH 85 Dana Rp - Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 4 Penyusunan Laporan Bulanan RKT dan GDN Input SDM OH 600 Dana Rp 36.768 Output Jumlah Laporan laporan 48
Penyusunan dan Revisi RKT Input SDM OH 70
Dana Rp 37.360
Output Jumlah
Laporan
laporan 2
Penyusunan/Revisi TAPKIN Input SDM OH 112
Dana Rp 74.720 Output Jumlah Laporan laporan 2 Penyusunan Laporan Triwulanan Kinerja Input SDM OH 220 Dana Rp 21.600 Output Jumlah Laporan laporan 12 Penyusunan Laporan Budaya Kerja Input SDM OH 77 Dana Rp 22.800 Output Jumlah Laporan laporan 6
Forum Kehumasan dan
website Input SDM OH 8 Dana Rp 16.920 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 1
Halaman 24 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6
Rapat Kerja BPKP Input SDM OH 20
Dana Rp 53.060
Output Jumlah
Kegiatan
Kegiatan 2 Rapat Kerja Deputi Input SDM OH 20
Dana Rp 53.060 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 2 Pembinaan Deputi ke Perwakilan Input SDM OH 45 Dana Rp 81.855 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 6
Penyusunan Jakwas dan
Jatekwas Deputi Tahun 2011 Input SDM OH 42 Dana Rp 37.360 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyusunan LAKIP Deputi
Tahun 2010 Input SDM OH 180 Dana Rp 71.190 Output Jumlah Laporan laporan 1 Penyelenggaraan kegiatan Budaya kerja Input SDM OH 288 Dana Rp 72.289 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 1 Forum Kepegawaian Input SDM OH 12
Dana Rp 16.920
Output Jumlah
Kegiatan
Kegiatan 1 Penilaian Angka Kredit dan
penerbitan PAK Input SDM OH 76 Dana Rp 62.400 Output Jumlah Laporan laporan 2
Penyusunan RKAKL 2011 Input SDM OH 54
Dana Rp 38.270
Output Jumlah
Laporan
Halaman 25 PROGRAM KEGIATAN RENCANA TINGKAT CAPAIAN (TARGET) URAIAN INDIKATOR KINERJA SATUAN JENIS URAIAN 1 2 3 4 5 6 Penyusunan Laporan Keuangan Input SDM OH 120 Dana Rp 69.480 Output Jumlah Laporan laporan 12 Rekonsiliasi Laporan
Keuangan dengan Biro Keuangan Input SDM OH 54 Dana Rp 16.920 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 1
Pembenahan Arsip Input SDM OH 60
Dana Rp 12.380 Output Jumlah Laporan laporan 1 Pengelolaan BMN dan Barang Persediaan Input SDM OH 60 Dana Rp 15.620 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 1 Proses kenaikan pangkat
dan jabatan Input SDM OH 44 Dana Rp 16.160 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 2
Forum Arsiparis Input SDM OH 8
Dana Rp 16.920
Output Jumlah
Kegiatan
Kegiatan 1
Pengadaan perlengkapan
kantor (ATK,Barang cetak dll) Input SDM OH 5 Dana Rp 35.000 Output Jumlah Kegiatan Kegiatan 1 Total PKAU OH 2.758 Rp 900.652 Output 148
Total PKPT DAN PKAU
OH 19.835
Rp 4.707.258
Halaman 26 Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatannya, Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah dalam tahun 2010 didukung dengan pendanaan yang diperoleh dari DIPA Nomor : 0001.0/089-01.0/-/2010 tanggal
31 Desember 2009 dengan jumlah anggaran seluruhnya sebesar
Rp10.627.279.550,00. Jumlah tersebut termasuk anggaran untuk belanja pegawai (gaji dan tunjangan).
Halaman 27 aporan Akuntabilitas Kinerja ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kinerja Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah selama tahun 2010 yang disusun berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No. 29 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Instansi Pemerintah. Dalam Bab III ini akan disajikan akuntabilitas kinerja, termasuk akuntabilitas keuangan.
Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah melaksanakan dua program kegiatan yaitu program utama dan program pendukung. Program utama merupakan program yang sesuai dengan tujuan dan fungsi Deputi IV dalam mendukung kinerja BPKP, sedangkan program pendukung merupakan program yang dilaksanakan dalam mendukung kinerja unit lain di lingkungan BPKP yang bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan tugas, baik penyusunan anggaran, rencana kerja, meningkatkan kapasitas pegawai, pengadaan sarana prasarana dan lain-lain.
A
A
A
.
.
.
C
C
C
a
a
a
p
p
p
a
a
a
i
i
i
a
a
a
n
n
n
K
K
K
i
i
i
n
n
n
e
e
e
r
r
r
j
j
j
a
a
a
p
p
p
r
r
r
o
o
o
g
g
g
r
r
r
a
a
a
m
m
m
u
u
u
t
t
t
a
a
a
m
m
m
a
a
a
Capaian kinerja merupakan dasar untuk menilai keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan sesuai tujuan dan sasaran yang ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah.
Bab
Halaman 28 Pengukuran kinerja dilakukan sebagai hasil dari proses penilaian yang terencana dan sistematis berdasarkan kelompok indikator kinerja kegiatan berupa indikator input,
output, maupun outcome untuk mengukur kehematan, efisiensi, efektivitas, dan kualitas
pencapaian program..
Pengukuran kinerja mencakup dua hal sebagai berikut:
1
1.. Kinerja program merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing indikator
program. Pengukuran tingkat pencapaian program didasarkan pada data hasil pengukuran kinerja kegiatan.
2. Kinerja kegiatan merupakan tingkat pencapaian target dari masing-masing kelompok indikator kinerja kegiatan.
Dalam Renstra BPKP Tahun 2010-2014, telah ditetapkan program serta indikator program yang harus dilaksanakan oleh Deputi IV. Program utama Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah adalah “Program Pengawasan Intern Akuntabilitas Keuangan Negara dan Pembinaan Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah”. Program utama tersebut ditetapkan dan dilaksanakan oleh Deputi IV untuk mendukung keberhasilan kinerja BPKP yang pencapaian indikator keberhasilan dilaksanakan oleh 25 Perwakilan BPKP. Untuk membantu pelaksanaan tugas Perwakilan BPKP, Deputi IV, yang berfungsi sebagai perencana dan pengendali, melaksanakan kegiatan penyusunan pedoman-pedoman yang diperlukan Perwakilan BPKP, serta melakukan sosialisasi ke Perwakilan BPKP.
Guna mewujudkan akuntabilitas keuangan negara dan terselenggaranya
Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) pada pemerintah daerah. Deputi
Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah merencanakan untuk melaksanakan secara bertahap program ini selama lima tahun dimulai tahun 2010. Pentahapan ini diperlukan karena terwujudnya penyelenggaraan SPIP pada pemerintah daerah tergantung pada beberapa faktor yaitu kesiapan sumber daya
Halaman 29 manusia, tersedianya sarana dan prasarana, serta tersedianya perangkat peraturan perundang-undangan yang mendukung penerapan SPIP.
Kinerja program peningkatan pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraan SPIP diukur dengan 7 (tujuh) indikator
outcome
Pencapaian kinerja program utama terhadap target yang direncanakan dalam tahun 2010 dapat dilihat pada tabel berikut :
Capaian Indikator Outcome atas Program Utama
PROGRAM
PERSENTASE CAPAIAN
URAIAN INDIKATOR HASIL TARGET REALISASI
Program pengawasan intern akuntabilitas keuangan negara dan pembinaan penyelenggaraa n sistem pengendalian intern pemerintah
1. Persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders
50% 63,79% 127,58%
2. Persentase hasil pengawasan kebendaharaan umum negara yang dijadikan bahan
pengambilan keputusan oleh Menteri Keuangan
50% 57,78% 115,56%
3. Persentase masukan yang
direspon Presiden 75% 100% 133,33%
4. Persentase IPD yang laporan keuangannya memperoleh opini minimal WDP
75% 76,34% 101,79%
5. Persentase hasil pengawasan atas permintaan stakeholders yang dijadikan bahan
pengambilan keputusan oleh stakeholders
100% 100% 100%
6. Jumlah IPD yang melaksanakan pelayanan sesuai Standar Pelayanan Minimal/Pelayanan Prima
50 IPD 48 IPD 96%
Halaman 30 Selain hal tersebut di atas, perlu kami tambahkan informasi bahwa terdapat kinerja/hasil kegiatan Deputi Pengawasan Bidang Penyelenggaraan Keuangan Daerah yang didukung Perwakilan BPKP yang belum tercantum sebagai capaian kinerja, yaitu:
No Kinerja 2009 2010
1. Jumlah pemda yang telah mengimplementasikan program aplikasi SIMDA
223 Pemda 273 Pemda
2. Jumlah MOU antara BPKP dengan Pemda 322 Pemda 442 Pemda 3. Jumlah Perkada tentang SPIP 22 Pemda 285 Pemda 4. Penghematan atas hasil pengawasan N/A Rp248,8 M US$5.000 5. Penerimaan Negara dari hasil pengawasan N/A Rp31,30 M
US$1.080
Uraian masing-masing indikator outcome adalah sebagai berikut :
a. Persentase Hasil Pengawasan Lintas Sektor yang Dijadikan Bahan Pengambilan Keputusan Oleh Stakeholders
Target indikator outcome “persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders” tahun 2010 adalah sebesar 50 % yang diharapkan dapat dicapai melalui kegiatan pengawasan lintas sektor bidang keuangan daerah.
Realiasi persentase hasil pengawasan lintas sektor yang dijadikan bahan pengambilan keputusan oleh stakeholders adalah sebesar 63,79%. Capaian ini diperoleh dari persentase kebijakan yang dihasilkan sebagai tindak lanjut atas atensi (rekomendasi) yang disampaikan oleh BPKP kepada kepala daerah. Dengan demikian, capaian kinerja outcome ini dalam tahun 2010 adalah sebesar 127,58%.
Halaman 31 Namun demikian terdapat beberapa kegiatan yang bersifat lintas sektor yang belum ada pencapaian outcomenya yaitu:
1) Pengawasan terhadap Pengembangan Kawasan Daerah Strategis dan
Cepat Tumbuh/Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (KAPET) Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk evaluasi terhadap penerapan kebijakan Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu. Tujuan evaluasi adalah untuk memberikan informasi awal kepada para pembuat keputusan, berkaitan dengan permasalahan yang mungkin timbul dan memerlukan harmonisasi antara Kebijakan KAPET, yang awalnya bersifat sentralistik, dengan kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah.
Kegiatan ini menghasilkan satu laporan atau 100% dari rencana sebanyak satu laporan. Laporan tersebut baru terbit pada bulan Desember 2010. Realisasi anggaran adalah Rp30.155.000,00 atau 55% dari anggaran yang tersedia sebesar Rp54.900.000,00 dengan realisasi SDM adalah 56 OH
atau19% dari yang direncanakan sebesar 300 OH.
2) Evaluasi Kerjasama Antar Daerah
Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk evaluasi terbatas yang bertujuan memberikan masukan kepada para pembuat keputusan berkaitan dengan: a) Pemahaman konsep dan landasan kerjasama sebagai kebijakan
pemerintahan dalam kerangka hubungan antar strata pemerintahan secara vertikal dan horizontal
b) Panduan implementasi kebijakan yang mungkin dapat dilakukan dalam kerjasama antara daerah dalam kerangka pengembangan kawasan (zona ekonomi)
Kegiatan evaluasi telah sepenuhnya dapat dilakukan dengan menghasilkan satu laporan hasil evaluasi atau 100% dari rencana sebanyak satu laporan. Kegiatan tersebut dilakukan pada bulan Desember 2010. Realisasi anggaran adalah Rp32.970.000,00 atau 60% dari anggaran yang tersedia
Halaman 32 sebesar Rp54.900.000,00 dengan realisasi SDM adalah 110 OH atau 51% dari yang direncanakan sebesar 215 OH.
3) Analisis dan Evaluasi atas Dukungan Pemerintah Daerah terhadap 11 Prioritas Pembangunan Pemerintah
Analisis dan evaluasi (anev) dilakukan pada 113 pemerintah daerah, terdiri dari 31 pemerintah provinsi, 63 pemerintahan kabupaten, dan 19 pemerintah kota dengan hasil sebagai berikut:
a) Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah
(RPJMD/Renstra) yang berlaku tahun 2010-2014 dan dokumen perencanaan tahun 2010 (RKPD/Renja) seluruh pemerintah daerah belum sepenuhnya mengacu pada 11 prioritas pembangunan sebagaimana ditetapkan dalam RPJMN 2010-2014.
b) Dokumen perencanaan jangka menengah dan tahunan pemerintah daerah belum difungsikan sebagai bentuk komitmen tertulis terhadap arah dan fokus pembangunan, dan capaian kinerja
c) Perumusan sasaran/program pembangunan yang dinyatakan dalam dokumen perencanaan tahunan tidak konsisten dengan yang dinyatakan dalam dokumen jangka menengahnya
d) Sasaran/program/kegiatan yang ditetapkan dalam dokumen perencanaan belum seluruhnya dilengkapi dengan target dan indikator kinerja, baik yang bersifat jangka menengah, maupun tahunan
e) Lima urusan wajib yang harus diselenggarakan oleh pemerintah daerah belum didukung dengan program pembangunan oleh pemerintah daerah yaitu pertanahan, statistik, perumahan, penataan ruang dan kearsipan, serta keluarga berencana dan kesejahteraan sosial
f) Prioritas “Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar dan Pascakonflik” adalah substansi rumusan yang paling sedikit dinyatakan sebagai prioritas dalam dokumen RPJMD, dan juga paling banyak tidak dinyatakan