• Tidak ada hasil yang ditemukan

JURNAL ILMIAH MAKSITEK ISSN Vol. 6 No. 1 Maret 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JURNAL ILMIAH MAKSITEK ISSN Vol. 6 No. 1 Maret 2021"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

39

ANALISIS RASIO PROFITABILITAS DAN LIKUIDITAS UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PT. AIRASIA INDONESIA TBK TAHUN 2018 - 2019

MARKUS DODDY SIMANJUNTAK STIKES MITRA HUSADA

ABSTRACT

The purpose of this research was to calculate and analyze the ratio of profitability and liquidity to financial performance in PT. Airasia Indonesia Tbk in 2018-2019. In the period 2018, the current ratio was 26.09 %, the Debt to Equity Ratio was 8,237.55% and the ROE ratio was 213.71% ,From the data it can be known that the current ratio of the company experienced a very sharp decrease, so that the liquidity condition of the company is very far from liquid or in other words, the company's current assets are not able to cover its current debt. In 2019, the current ratio was 16.3%, the Debt to Equity Ratio was 454.67% and the ROE ratio was 7.18%. Based on the data, it can be known that the company's current ratio decreased from 2018. This means that the company's liquidity condition is worse than the previous year. Similarly, the Debt to Equity Ratio, decreased from the previous year. This has an effect on roe ratio which also experienced a very sharp decline.

Keywords : Profitability Ratio, Liquidity, Financial Performance

PENDAHULUAN

Pengukuran kinerja keuangan perusahaan juga sangat penting dilakukan karena dapat mempengaruhi pengambilan keputusan dalam hal keuangan perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dilakukan dengan menggunakan data keuangan perusahaan yang diperoleh melalui laporan tahunan (annual report), yang terdiri dari laporan posisi keuangan (neraca, laporan laba rugi, laporan laba ditahan, laporan arus kas dan penjelasan laporan keuangan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan sangat dibutuhkan oleh para investor maupun perusahaan. Bagi investor pengukuran kinerja keuangan perusahaan digunakan untuk melihat apakah layak atau tidak untuk melakukan penanaman modal di perusahaan tersebut dan apabila kinerja keuangan perusahaan menunjukkan kinerja yang baik maka akan sangat baik untuk menarik para investor untuk menanamkan modalnya di perusahaan dan akan mengakibatkan harga saham perusahaan akan naik dan memudahkan dalam mencari dana. Yang digunakan untuk melakukan pengukuran kinerja keuangan perusahaan yaitu dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Salah satu pengukuran kinerja keuangan perusahaan dapat melalui analisis keuangan (rasio keuangan, diantaranya rasio profitabilitas dan rasio likuiditas sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja perusahaan dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar semua sumber daya perusahaan dapat dilakukan secara optimal. Rasio profitabilitas berfungsi untuk mengukur tingkat keuntungan suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu dengan menggunakan aktiva atau model secara produktif. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah Return On Equity (ROE) yang digunakan untuk mengukur seberapa besar jumlah laba bersih perusahaan yang akan dihasilkan dari dana yang tertanam dalam total ekuitas. Rasio likuiditas berfungsi untuk menunjukkan atau mengukur tingkat kemampuan perusahaan dalam memenuhi atau membayar kewajibannya pada saat ditagih maupun yang sudah jatuh tempo. Indikator yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan adalah Rasio Lancar (Current Ratio) yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang yang segara jatuh tempo pada saat ditagih, seberapa banyak aktiva lancar yang tersedia dalam perusahaan untuk menutupi kewajiban jangka pendek atau utang yang segera jatuh tempo. PT. AirAsia Indonesia Tbk yang sudah terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bergerak di bidang transportasi khususnya penerbangan, yang sudah eksis dalam dunia penerbangan baik di dalam negeri maupun di

(2)

40

luar negeri. Perusahaan ini layanannya dikenal dengan tarif yang relatif ekonomis dibanding dengan perusahaan penerbangan lain serta destinasi penerbangan cenderung mempunyai akses sampai ke mancanegara.

KAJIAN PUSTAKA Manajemen Keuangan

Menurut Musthafa (2017:1) ”Manajemen keuangan (financial management) yaitu kita diharapkan dapat menjelaskan tentang beberapa keputusan yang harus dilakukan, yaitu keputusan tentang investasi (investment decison), keputusan pendanaan atau keputusan pemenuhan kebutuhan kebutuhan dana (financing decision), dan keputusan kebijakan deviden (dividend

policy) yang biasa juga disebut keputusan pembagiaan keuntungan (distribution decision)” Menurut Irham Fahmi (2015:2)

“Manajemen keuangan merupakan penggabungan dari ilmu dan seni yang membahas, mengkaji dan menganalisis tentang bagaimana seorang manajer keuangan dengan mempergunakan seluruh sumberdaya perusahaan untuk mencari dana, mengelola dana dan membagi dana dengan tujuan mampu memberikan profit”.

Laporan Keuangan

Menurut Kasmir (2014:7) “Pengertian laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu yang dimaksud dengan saat ini adalah kondisi keuangan perusahaan pada saat laporan keuangan tersebut dibuat oleh perusahaan.” Sedangkan menurut Munawir (2014:56) “Pengertian laporan keuangan adalah alat yang sangat penting untuk memperoleh infomasi sehubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil operasi yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.”

Komponen Laporan Keuangan

Menurut Diana Anastasia dan Lilis Setiawati (2017:17) laporan keuangan yang lengkap terdiri dari : 1. Laporan posisi keuangan pada akhir periode.

2. Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain selama periode. 3. Laporan perubahan ekuitas selama periode.

4. Laporan arus kas selama periode.

5. Laporan posisi keuangan pada awal periode terdekat sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos dalam laporan keuangan.

6. Informasi komparatif mengenai periode terdekat sebelumnya.

7. Catatan atas laporan keuangan yang berisi kebijakan akuntansi yang signifikan dan penjelasan lainnya. Analisis laporan Keuangan

Menurut Sujarweni (2017:53) “Analisis laporan keuangan adalah suatu analisis yang dilakukan untuk melihat pada suatu keadaan keuangan perusahaan, bagaimana pencapaian keberhasilan perusahaan masa lalu, saat ini dan prediksi di masa mendatang, analisis laporan keuangan tersebut akan digunakan dasar pengambilan keputusan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.”

Sedangkan menurut Hery (2017:113) “analisis laporan keuangan merupakan laporan keuangan kedalam unsur-unsurnya dan menelaah masing-masing dari unsur tersebut dengan tujuan untuk memperoleh pengertian dan pemahaman yang baik dan tepat atas laporan keuangan itu sendiri.”

Analisis Rasio Keuangan

Menurut Kasmir (2014:104) “Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara satu komponen dengan komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada diantara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandingkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode.” Menurut Hery (2016:139) “Analisis rasio merupakan bagian dari analisis keuangan. Analisis rasio adalah analisis yang dilakukan dengan menghubungkan berbagai perkiraan yang ada pada laporan keuangan dalam bentuk rasio keuangan. Analisis rasio keuangan ini dapat mengungkapkan hubungan yang penting antar perkiraan laporan keuangan dan dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan.”

(3)

41 Jenis-Jenis Analisis Rasio Keuangan

Rasio Profitabilitas

Menurut (Kasmir 2014:196). “Rasio Profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio ini juga memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yang dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi.”

Rasio Likuiditas

Menurut (Kasmir 2014:130). “Rasio likuiditas atau sering juga disebut dengan nama rasio modal kerja merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Caranya adalah dengan membandingkan komponen yang ada di neraca, yaitu total aktiva lancar dengan total aktiva lancar dengan total passiva lancar (utang jangka pendek). Penilaian dapat dilakukan untuk beberapa periode sehingga terlihat perkembangan likuiditas perusahaan dari waktu ke waktu.”

Kinerja Keuangan Perusahaan

Menurut Sujawerni (2017:71) Kinerja merupakan hasil dari evaluasi terhadap pekerjaan yang telah selesai dilakukan hasil pekerjaan tersebut dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan bersama. Setiap pekerjaan yang telah selesai dilakukan perlu dilakukan penilaian/pengukuran secara periodik.

Kerangka Berpikir

Sumber : Data Diolah Penulis Hipotesis

Menurut Sugiyono (2014:64) “Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Hipotesis dalam penelitian ini adalah “Menganalisis rasio profitabilitas, likuiditas, dan solvabilitas dalam menilai kinerja keuangan PT AirAsia Indonesia, Tbk pada tahun 2018-2019”.

METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian dilakukan pada perusahaan PT. AirAsia Indonesia, Tbk., dengan mengunjungi kantor Bursa Efek Indonesia di Medan.

Jenis Dan Sumber Data Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer, berupa laporan keuangan tahun 2018-2019 perusahaan PT AirAsia Indonesia Tbk. Menurut Sugiyono (2017:402) “Data primer yaitu data yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian berupa wawancara.”

Sumber Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari PT AirAsia Indonesia, Tbk melalui situs resmi Bursa Efek Indonesia www.idx.co.id Rasio Profitabilitas Rasio Likuiditas Kinerja Keuangan Perusahaan

(4)

42 Variabel Penelitian Dan Definisi Opersional

Menurut Sugiyono (2017:38), “Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentanghal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”. Metode Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang berusaha mengumpulkan dan menyajikan data dari perusahaan untuk dianalisis. Peneliti mencoba untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian serta membandingkan dengan teori yang ada, serta kemudian dianalisis. Menurut Sugiyono (2017:38), “Variabel penelitian pada dasarnya adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentanghal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya”.

Metode Analisis Data

Metode analisis data dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu metode yang dilakukan dengan medeskripsikan data yang tersedia dan melakaukan analisis secara kualitatif.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian

Data Dan Perhitungan Current Ratio Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk

Menurut Riyanto (2011:332) current ratio yaitu kemampuan perusahaan membayar hutang yang harus segera dipenuhi dengan aktiva lancar. Current ratio dapat dihitung dengan membandingkan anatar jumlah aktiva lancar dengan hutang lancar. Berdasarkan data yang terdapat dalam laporan keuangan PT. AirAsia Indonesia Tbk, dapat diketahui current ratio pada periode 2018 – 2019, adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1. Data Keuangan dan Perhitungan Current Ratio Pada PT. AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019 Tahun Aktiva Lancar (Rp) Hutang Lancar (Rp) Rasio

2018 81.876.476.884 81.183.590.556 100,85 %

2019 567.327.411.955 2.174.246.385.693 26,09 %

Sumber : Data Diolah Peneliti (2019) Perhitungan Current Ratio :

Current Ratio = Aktiva Lancar x 100 %

Hutang lancar Tahun 2018 = 81.876.476.884 x 100 % 81.183.590.556 = 100,85 % Tahun 2019 = 567.327.411.955 x 100 % 2.174.246.385.693 = 26,09 %

(5)

43

Tabel 4.2. Standar Likuiditas Current Ratio Pada PT. AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019

Tahun Current Ratio Standar Kriteria

2018 100,85 % <125 % Kurang Baik

2019 26,09 % <125 % Kurang Baik

Sumber : Data Diolah Peneliti (2019)

Data Dan Perhitungan Rasio Debt To Equity Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk

Berdasarkan data yang terdapat dalam laporan keuangan PT. AirAsia Indonesia Tbk, dapat diketahui debt to equity ratio pada periode 2018 – 2019, adalah sebagai berikut :

Tabel 4.3. Data Keuangan dan Perhitungan Rasio Debt To Equity Pada PT. Airasia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019 Tahun Total Hutang (Rp) Modal Sendiri (Rp) Rasio

2018 143.626.700.850 33.190.179.228 432,74 %

2019 3.054.059.095.077 37.074.862.680 8.237,55 % Sumber : Data Diolah Peneliti (2019)

Perhitungan Deb To Equity :

Debt To Equity= Total Hutang x 100 %

Modal Sendiri Tahun 2018 = 143.626.700.850 x 100 % 33.190.179.228 = 432,74 % Tahun 2019 = 3.054.059.095.077 x 100 % 37.074.862.680 = 8.237,55 %

Data Keuangan Dan Perhitungan Rasio Return On Equity Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk

Berdasarkan data yang terdapat dalam laporan keuangan PT. AirAsia Indonesia Tbk, dapat diketahui rasio return on equity pada periode 2016 – 2018, adalah sebagai berikut :

Tabel 4.5. Data Keuangan Dan Perhitungan Rasio Return On Equity Pada PT. Airasia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019

Tahun Laba Bersih Setelah Pajak (Rp) Total Ekuitas (Rp) Rasio

2018 141.372.080 33.190.179.228 0,42%

2019 79.234.694.381 37.074.862.680 213,71 %

Sumber : Data Diolah Peneliti (2019) Perhitungan Return On Equity :

Return On Equity= Laba Bersih Setelah Pajak x 100 %

(6)

44 Tahun 2018 = 141.372.080 x 100 % 33.190.179.228 = 0,42 % Tahun 2019 = 79.234.694.381 x 100 % 37.074.862.680 = 213,71 %

Tabel 4.6. Standar Profitabilitas Return On Equity Pada PT. AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019

Tahun ROE Standart Kriteria

2018 0,42 % >1 % Kurang efesien

2019 213,71 % <21 % Sangat efesien

Sumber : Data Diolah Peneliti (2019) PEMBAHASAN

Analisis Current Ratio Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk. Periode Tahun 2018-2019

Dari hasil perhitungan current ratio yang diperoleh pada tahun 2018 sebesar 100,85 % yang artinya, jumlah hutang lancar Rp 1,- hanya dijamin oleh Rp 1,85,- aktiva lancar, maka hal ini masih jauh dari sangat baik, yaitu sebesar 200 % atau 2 kali dari jumlah hutang lancar. Dengan kata lain, kondisi likuiditas perusahaan ini masih dalam kategori “kurang baik” atau illikuid, sehingga belum dapat masuk dalam kategori “sangat baik” atau likuid. Selanjutnya, untuk periode tahun 2017, jumlah

current ratio sebesar 26,09 %. Hal ini dapat diartikan bahwa jumlah hutang lancar sebesar Rp 1,- hanya dijamin oleh aktiva

lancar sebesar Rp 0,2609. Kondisi ini berarti rasio likuiditas perusahaan turun secara tajam sebesar 74,76 %, sehingga kondisi likuiditas kurang baik pada tahun 2018, semakin lebih parah pada tahun 2019. Dengan angka ini, berarti pembayaran hutang lancar perusahaan mengalami hambatan atau kemacetan sebesar 73,91 % atau dapat diartikan bahwa pembayaran hutang lancar perusahaan mengalami kemacetan sebesar Rp 0, 7381,-.

Analisis Rasio Debt To Equity Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk. Tahun 2018-2019

Dari hasil perhitungan Rasio Debt To Equity tahun 2018 diperoleh hasil sebesar 432,74 %, tahun 2019 sebesar 8.237,55 % dan tahun 2018 sebesar 454,67 %. Artinya bahwa untuk tahun 2018 jumlah hutang Rp 1,- dijamin oleh modal sendiri sebesar Rp 4,3274,- tahun 2017, jumlah hutang lancar Rp 1,- dijamin oleh modal sendiri sebesar Rp 82,3755,-.

Analisis Rasio Return On Equity (ROE) Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk. Tahun 2018-2019

Berdasarkan hasil perhitungan ROE perusahaan pada periode tahun 2018 diperoleh rasio 0,42 %, pada tahun 2019 sebesar 213,71 %. Selanjutnya untuk tahun 2019 memberikan arti bahwa dari jumlah modal sendiri Rp 1,- dapat menghasilkan laba bersih sebesar Rp 2,1371,-. Dengan demikian rasio profitabiltas perusahaan dapat dikategorikan “sangat efisien”.

Analisis Current Ratio, Rasio Debt To Equity Dan Rasio Return On Equity (ROE) Pada PT. Airasia Indonesia, Tbk. Tahun 2018-2019

Dengan adanya uraian current ratio, rasio debt to equity dan rasio ROE perusahaan untuk periode tahun 2018-2019, dapat diuraikan, sebagai berikut :

a. Pada periode tahun 2018, current ratio sebesar 100,85 %, Rasio Debt to Equity sebesar 432,74 % dan rasio ROE sebesar 0,42 %, hal ini memberikan arti bahwa perusahaan dapat membayar hutang lancar dari aktiva lancar (likuiditas) yang dimiliki, namun belum dapat dikategorikan likuid karena masih dibawah 200 %. Dilihat dari rasio debt to

equity yang jumlahnya sebesar 432,74 %, dapat dijelaskan bahwa current ratio yang jumlahnya sebesar 100,85 %

diperoleh bukan dari hasil kegiatan operasi perusahaan, akan tetapi dari tambahan jumlah setoran modal sendiri pemilik perusahaan. Hal itu dapat dilihat dengan rasio ROE sebesar 0,42 %, sehingga masuk dalam kategori kurang efisien.

(7)

45

b. Pada periode tahun 2019, current ratio sebesar 26,09 %, Rasio Debt to Equity sebesar 8.237,55 % dan rasio ROE sebesar 213,71 % ,Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kondisi current ratio perusahaan mengalami penurunan yang sangat tajam, sehingga kondisi likuiditas perusahaan sangat jauh dari likuid atau dengan kata lain, aktiva lancar perusahaan tidak mampu menutupi hutang lancarnya. Bila dilihat dari rasio debt to equity yang meningkat secara tajam, mengindikasikan bahwa untuk menutupi hutang lancar pemilik menambah jumlah modal sendiri dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini dilakukan agar dapat menopang kegiatan operasional usaha perusahaan. Dari upaya yang dilakukan perusahaan, dapat mendongkrak rasio ROE hingga mencapai kenaikan yang sangat signifikan.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

1. Pada periode tahun 2018, current ratio sebesar 100,85 %, Rasio Debt to Equity sebesar 432,74 % dan rasio ROE sebesar 0,42 %, hal ini memberikan arti bahwa perusahaan dapat membayar hutang lancar dari aktiva lancar (likuiditas) yang dimiliki, namun belum dapat dikategorikan likuid karena masih dibawah 200 %. Dilihat dari rasio debt to equity yang jumlahnya sebesar 432,74 %, dapat dijelaskan bahwa current ratio yang jumlahnya sebesar 100,85 % diperoleh bukan dari hasil kegiatan operasi perusahaan, akan tetapi dari tambahan jumlah setoran modal sendiri pemilik perusahaan. Hal itu dapat dilihat dengan rasio ROE sebesar 0,42 %, sehingga masuk dalam kategori kurang efisien.

2. Pada periode tahun 2019, current ratio sebesar 26,09 %, Rasio Debt to Equity sebesar 8.237,55 % dan rasio ROE sebesar 213,71 % ,Dari data tersebut dapat diketahui bahwa kondisi current ratio perusahaan mengalami penurunan yang sangat tajam, sehingga kondisi likuiditas perusahaan sangat jauh dari likuid atau dengan kata lain, aktiva lancar perusahaan tidak mampu menutupi hutang lancarnya. Bila dilihat dari rasio debt to equity yang meningkat secara tajam, mengindikasikan bahwa untuk menutupi hutang lancar pemilik menambah jumlah modal sendiri dalam jumlah yang sangat besar. Hal ini dilakukan agar dapat menopang kegiatan operasional usaha perusahaan. Dari upaya yang dilakukan perusahaan, dapat mendongkrak rasio ROE hingga mencapai kenaikan yang sangat signifikan.

Saran

1. Kepada pihak perusahaan, yaitu PT. AirAsia, Tbk. disarankan untuk memperbaiki kinerja keuangannya melalui peningkatan rasio likuiditas, yang dalam hal ini current ratio, rasio solvabilitas yang dalam hal ini rasio debt to equity dan ROE. Apabila kondisi ini secara terus menerus terjadi, seperti pada periode tahun 2016-2018, maka kondisi keuangan akan semakin buruk dan tidak tertutup kemungkinan akan jatuh pailit.

2. Oleh karena keterbatasan penulis dalam melakukan penelitian secara komprehensif terhadap berbagai aspek yang berhubungan dengan kinerja keuangan perusahaan, disarankan kepada peneliti lainnya agar dapat melakukan penelitian lanjutan analisisi rasio likuiditas, solvabilitas, aktifitas dan profitabilitas pengaruhnya terhaap kinerja keuangan pada PT. AirAsia Indonesia, Tbk., sehingga dapat memberikan hasil yang lebih luas dan komprehensif.

DAFTAR PUSTAKA

Diana, Anastasia dan Setiawati, Lilis. 2017. Sistem Informasi Akuntansi. Cetakan ke-5. Jakarta: Salemba Empat. Fahmi, Irham, 2015. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Ke-2. Bandung: Alfabeta.

Hery. 2017. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta : PT Bumi Aksara.

Kasmir. 2014. Analisis Laporan Keuangan. Cetakan Kesembilan. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Munawir, S. 2014. Analisis Laporan keuangan. Edisi Keempat. Yogyakarta: Liberty.

Musthafa. 2017. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Riyanto, Bambang. 2011. Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan. Edisi Keempat. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Gajah Mada.

(8)

46 Sugiyono, 2017. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta,

Gambar

Tabel 4.2. Standar Likuiditas Current Ratio Pada PT. AirAsia Indonesia Tbk Tahun 2018-2019

Referensi

Dokumen terkait

Tetapi panti wreda yang ada pada umumnya hanya menyediakan fasilitas standar yang minim akan fasilitas dan aktivitas yang dapat membangun semangat lansia untuk produktif

Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, kacangan Mucuna bracteata hanya mengeluarkanbunga dan menghasilkan biji jikaditanamdidataran tinggi &gt;1000 m dpl.Hasil

3.1 Pengambangan KSN Sorowako Dsk (khusus yang berada di Wilayah Kabupaten Luwu Timur). Malili, Nuha,

Masyarakat miskin yang berhadapan dengan perkara pidana sangat rawan untuk diperlakukan secara tidak adil oleh aparat penegak hukum selama proses penyelesaian

unitlink , yaitu Takaful Indonesia, MAA Assurance, Panin Life, Sun Life dan Allianz. Di saat-saat yang akan datang, sangat mungkin bila perusahaan asuransi jiwa lain ikut

Nisbah merupakan persentase terentu yang disebutkan dalam akad kerjasama usaha ( mudharabah dan musyarakah ) yang telah disepakati oleh nasabah investor. 1) Presentase

- string: tipe data teks sederetan karakter (ang tidak men(atakan bilangan - string: tipe data teks sederetan karakter (ang tidak men(atakan bilangan seperti nama barang atau

(1) Dalam hal ULP untuk melaksanakan kegiatan pengadaan barang/jasa di Inspektorat, Pusat Penelitian dan Pengembangan, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Akademi Meteorologi