• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012"

Copied!
159
0
0

Teks penuh

(1)

PROFIL KESEHATAN

KABUPATEN

PASURUAN TAHUN

2012

PEMERINTAH KABUPATEN PASURUAN

(2)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

2

KATA PENGANTAR

Pembangunan kesehatan merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak

dasar rakyat, yaitu hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Penyelenggaraan urusan wajib daerah yang berkaitan dengan hak dan

pelayanan dasar kepada warga negara dengan penerapan Standar

Pelayanan Minimal.

Guna meningkatkan ketentuan tentang jenis dan mutu pelayanan dasar yang meliputi

kehidupan sosial, ekonomi dan pemerintahan. Dalam penerapan Standar Pelayanan

Minimal harus memperhatikan prinsip; sederhana, kongkrit, mudah diukur, terbuka,

terjangkau, dapat dipertanggungjawabkan dan mempunyai batas pencapaian yang dapat

diselenggarakan secara bertahap.

Dalam perspektif penyelenggaraan tugas pemerintahan, urusan pemerintahan di

bidang kesehatan merupakan urusan bersama (concurrent function) antara Pemerintah

Pusat dan Pemerintah Daerah, sehingga setiap Pemerintah Daerah diwajibkan untuk

meningkatkan pemerataan dan aksesibilitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan

masyarakat, melalui pengembangan kegiatan dan penyediaan dukungan anggaran yang

memadai, yang dalam pelaksanaannya berpedoman pada ketentuan mengenai Standar

Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pelayanan kesehatan.

Upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat selain diarahkan untuk mencapai

target Tujuan Pembangunan Milenium atau Millennium Development Goals (MDGs), juga

harus diarahkan pada pembudayaan pola hidup sehat bagi masyarakat melalui upaya

promotif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Oleh karena itu, penyusunan buku Profil Kesehatan tahun 2012 ini merupakan hasil

evaluasi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama tahun 2012 dengan menyediakan

data dan analisa cakupan dan pencapaian serta manfaat dan dampak yang ada

dimasyarakat.

Profil Kesehatan Kabupaten Pasuruan dapat dipergunakan sebagai bahan

pertimbangan dan masukan dalam segala aspek perencanaan dan evaluasi terhadap

pembangunan di sektor kesehatan.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, meridhoi seluruh pengabdian kita kepada masyarakat,

bangsa, dan negara. Sekian dan terima kasih.

Pasuruan, Januari 2013

KEPALA DINAS KESEHATAN

KABUPATEN PASURUAN

drg. LOEMBINI PEDJATI LAJOENG

Pembina Tingkat I

(3)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

3

DAFTAR ISI

Halaman

Halaman judul

1

Kata Pengantar

2

Daftar Isi

3

BAB I

PENDAHULUAN

4

BAB II

GAMBARAN UMUM

5

1. Visi

5

2. Misi

5

3. Tujuan

5

4. Sasaran

6

5. Strategi dan arah kebijakan

6

6. Geografi

7

7. Demografi

7

8 Geologi

9

9. Administrasi Pemerintahan

9

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

10

A. Angka Kematian Bayi

10

B. Angka Kematian Ibu

12

C. Balita gizi buruk

13

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

15

a. Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani

15

b. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

17

c. Cakupan desa/kelurahanUniversal Child Immunization (UCI).

18

d. Angka kesembuhan penderita TB paru dan BTA+

20

e. Angka kesakitan DBD /100.000 jiwa

21

f. Cakupan kunjungan bayi

22

g. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

23

h. Persentase penduduk yang memanfaatkan Puskesmas

26

i. Rasio Posyandu per 1.000 balita.

27

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

28

BAB VI

PENUTUP

34

(4)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

4

BAB I

PENDAHULUAN

Profil Kesehatan Kabupaten merupakan buku statistik kesehatan Kabupaten untuk

menggambarkan situasi dan kondisi kesehatan masyarakat di Kabupaten. Profil Kesehatan

Kabupaten ini berisi data/informasi menggambarkan derajat kesehatan, sumber daya

kesehatan dan upaya kesehatan serta pencapaian indikator pembangunan kesehatan di

Kabupaten. Oleh karena itu Profil Kesehatan Kabupaten dipakai sebagai alat untuk

mengevaluasi kemajuan pembangunan kesehatan di Kabupaten dari tahun ke tahun.

Data/informasi yang tepat sangat dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan

dalam perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, monitoring dalam evaluasi pada setiap

tingkat administrasi. Pencapaian program secara umum pada Dinas Kesehatan sudah

mencapai target, rata-rata lebih dari 90 %, walaupun

masih ada program-program yang secara sporadis

terjadi, misalkan pada Pencegahan dan Pemberantasan

Penyakit yaitu munculnya Kejadian Luar Biasa.

Pelayanan

Kesehatan

diseluruh

wilayah

Kabupaten sudah terdapat 33 Puskesmas di 24

Kecamatan sebagai “Public Service” khususnya dalam

bidang kesehatan yang mempunyai 25 upaya pokok

kesehatan yang meliputi 7 (tujuh) Pokok Program, 2

(dua) manajemen dan 17 (tujuh belas) program inovatif.

Pembangunan Kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan Nasional

yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan setiap penduduk sebagai salah satu unsur

kesejahteraan dari tujuan Nasional. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan kesehatan

melibatkan semua aspek kehidupan dengan jangkauan yang luas dan masalah yang

dihadapi sangat kompleks. Guna membangun dasar yang kokoh dan untuk meningkatkan

hasil guna dan daya guna dibutuhkan manajemen pembangunan kesehatan secara

komprehensif dan integral dengan pemerintah.

Kegiatan yang menjadi andalan atau prioritas di Dinas Kesehatan Kabupaten

Pasuruan adalah KIBBLA yang mengikut sertakan masyarakat dalam upaya pembangunan

kesehatan, kegiatan ISO 9001:2008 yang menitikberatkan pada standarisasi pelayanan

kesehatan di Puskesmas. Upaya ISO 9001:2008 di Puskesmas Gempol, Grati, Pandaan,

Purwodadi dan Ngempit tahun 2010 sudah mendapatkan pengakuan dari Badan Sertifikasi

Internasional berupa sertifikat ISO 9001:2010 untuk jenis pelayanan public.

(5)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

5

BAB II

GAMBARAN UMUM

1. Visi

Visi Dinas Kesehatan :

“Terwujudnya masyarakat Kabupaten Pasuruan

yang sehat dan mandiri tahun 2013”

2. Misi

Misi Dinas Kesehatan :

1. Meningkatkan

mutu

dan

pemerataan

pelayanan kesehatan dan gizi masyarakat serta upaya pencegahan penyakit dan

mutu kesehatan lingkungan.

2. Meningkatkan peranserta masyarakat dalam Upaya Kesehatan Bersumberdaya

Masyarakat (UKBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

3. Melaksanakan desentralisasi bidang kesehatan dengan pengembangan manajemen

kesehatan dan regulasi bidang kesehatan serta peningkatan profesionalisme tenaga

kesehatan.

3. Tujuan

Tujuan Dinas sebagai berikut :

Misi pertama “Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan dan gizi

masyarakat serta upaya pencegahan penyakit dan mutu kesehatan lingkungan”

dengan tujuan

Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata bagi masyarakat.

Terselenggaranya pelayanan gizi masyarakat yang bermutu dan merata.

Optimalisasi upaya pencegahan penyakit.

Tercapainya kualitas kesehatan lingkungan.

Misi kedua “Meningkatkan peranserta masyarakat dalam Upaya Kesehatan

Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”,

dengan tujuan :

1. Terselenggaranya peranserta masyarakat dalam upaya kesehatan.

Misi ketiga “Melaksanakan desentralisasi bidang kesehatan dengan pengembangan

manajemen kesehatan dan regulasi bidang kesehatan serta peningkatan

profesionalisme tenaga kesehatan”, dengan tujuan :

1. Terselenggaranya desentralisasi bidang kesehatan.

2. Terpenuhinya tenaga kesehatan yang profesional.

(6)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

6

4. Sasaran

Sasaran Dinas Kesehatan :

Misi pertama : Meningkatkan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan dan gizi

masyarakat serta upaya pencegahan penyakit dan mutu kesehatan lingkungan.

Tujuan 1 :“Terselenggaranya pelayanan kesehatan yang bermutu dan merata bagi

masyarakat” dengan sasaran :

Menurunnya angka mortalitas.

Tujuan 2 : “Terselenggaranya pelayanan gizi masyarakat yang bermutu dan merata”

dengan sasaran :

Meningkatnya status gizi masyarakat.

Meningkatnya kecamatan bebas rawan gizi

Tujuan 3 : “Terwujudnya upaya pencegahan penyakit”, dengan sasaran

Menurunnya angka morbiditas.

Tujuan 4 : “Tercapainya kualitas kesehatan lingkungan”, dengan sasaran:

1. Meningkatnya kualitas pengawasan/pemeriksaan air bersih.

2. Meningkatnya kualitas pengawasan/pemeriksaan kesehatan lingkungan.

Misi kedua : Meningkatkan peranserta masyarakat dalam Upaya Kesehatan

Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Tujuan 1. “Terwujudnya peranserta masyarakat dalam upaya kesehatan”, dengan

sasaran :

1. Meningkatnya jumlah keluarga yang berperilaku Hidup Bersih dan Sehat.

2. Meningkatnya jumlah masyarakat yang ikut JPKM.

Misi ketiga : Melaksanakan desentralisasi bidang kesehatan dengan pengembangan

manajemen kesehatan dan regulasi bidang kesehatan serta peningkatan

profesionalisme tenaga kesehatan.

Tujuan 1.” Terselenggaranya desentralisasi bidang kesehatan”, dengan sasaran :

1. Menyelenggarakan manajemen kesehatan.

2. Mengembangkan sistem kesehatan kabupaten

Tujuan 2. “Terpenuhinya tenaga kesehatan yang profesional”, dengan sasaran :

Meningkatnya kuantitas tenaga kesehatan sesuai rasio kecukupan.

Meningkatnya kuantitas tenaga kesehatan kearah profesionalisme.

5. Strategi dan Arah Kebijakan

Stretegi yang tepat merupakan syarat utama mencapai tujuan dan sasaran

organisasi. Untuk dapat menyusun strategi yang tepat diperlukan dukungan data yang

relevan, analisis lingkungan internal dan eksternal yang jujur dan kejelian dalam

menentukan faktor-faktor kunci keberhasilan.

(7)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

7

Secara rinci, strategi Dinas Kesehatan diuraikan dalam berbagai Kebijakan, program

dan kegiatan.

Kebijakan merupakan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang

berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pelaksanaan

program/kegiatan guna kelancaran dan keterpaduan dalam mewujudkan sasaran,

tujuan serta visi dan misi instansi pemerintah, dalam hal ini Dinas Kesehatan.

Kebijakan Satuan Kerja sedapat mungkin selaras dengan kebijakan Pemerintah

Kabupaten bahkan dengan kebijakan pemerintah pusat. Kebijakan (umum) Kepala

Dinas Kesehatan yang berlaku sebagai pedoman pelaksanaan program dan kegiatan

Dinas Kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Peningkatan mutu pelayanan kesehatan terutama pada ibu dan bayi

2. Peningkatan jaringan dan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas.

3. Peningkatan pendidikan kesehatan bagi masyarakat sejak usia dini

4. Pengembangan sistem manajemen kesehatan yang menjangkau semua penduduk.

5. Pemerataan dan peningkatan kuantitas serta kualitas obat, sarana dan prasarana

kesehatan.

6. GEOGRAFI

Letak Geografi wilayah Kabupaten Pasuruan antara 112,30° – 113,30° BT dan

73° – 83° LS dengan

batas wilayah :

Sebelah Utara

: Kab. Sidoarjo dan Selat Madura

Sebelah Timur

: Kabupaten Probolinggo

Sebelah Selatan

: Kabupaten Malang

Sebelah Barat

: Kabupaten Mojokerto.

Dengan luas wilayah

: 1.471.3 km

2

.

7. DEMOGRAFI

Data penduduk Kabupaten Pasuruan Tahun 2012 dapat diuraikan sebagai

berikut :

i.

Jumlah penduduk

: 1.542.837

jiwa

ii.

Kepadatan penduduk

: 1.046.65

jiwa/km

2

iii.

Pembagian penduduk menurut jenis kelamin :

1. Penduduk laki-laki

: 762.653

jiwa

2. Penduduk perempuan

: 780.184

jiwa

3. Sex rasio laki-laki terhadap perempuan

: 97.75

(8)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

8

v. Data penduduk wanita menurut karakteristiknya

1. Ibu hamil

: 25.952

jiwa

2. Ibu nifas

: 23.829

jiwa

3. Wanita Usia Subur 15 - 49 tahun

: 436.042

jiwa

JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN DAN KELOMPOK UMUR

KABUPATEN/KOTA

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

LAKI-LAKI +

PEREMPUAN

1 2 3 4 5 = 3+4

1

0-4

65.457

62.758

128.215

2

5-9

61.139

58.412

119.551

3

10-14

67.019

63.333

130.352

4

15-19

69.199

67.545

136.744

5

20-24

64.224

64.646

128.870

6

25-29

62.911

66.008

128.919

7

30-34

63.892

68.308

132.200

8

35-39

62.270

64.865

127.135

9

40-44

59.784

63.271

123.055

10

45-49

53.879

55.652

109.531

11

50-54

44.804

44.433

89.237

12

55-59

34.117

31.872

65.989

13

60-64

22.158

23.504

45.662

14

65-69

14.400

17.696

32.096

15

70-74

9.283

13.461

22.744

16

75+

8.117

14.420

22.537

762.653

780.184

1.542.837

PASURUAN

2012

JUMLAH

NO

KELOMPOK UMUR

(TAHUN)

-2,500 -2,000 -1,500 -1,000 -500 0 500 1,000 1,500 2,000 2,500

0-4

10-14

20-24

30-34

40-44

50-54

60-64

70-74

PIRAMIDA PENDUDUK KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

(9)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

9

8. GEOLOGI

Dataran Kabupaten Pasuruan terbagi atas 3 bagian yaitu :

a) Daerah pegunungan dan berbukit dengan ketinggian antara 186 – 3000 m, daerah

ini membentang di bagian selatan meliputi Kecamatan Tosari, Puspo, Tutur,

Purwodadi, Prigen dan Pandaan.

b) Daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 6 m – 9 m, dataran ini berada di

bagian tengah yang merupakan daerah subur.

c) Daerah pantai (ketinggian 2 - 8 m) membentang di bagian utara meliputi

Kecamatan Nguling, Lekok, Rejoso, Kraton dan Bangil.

9. ADMINISTRASI PEMERINTAHAN

Berdasarkan pembagian daerah administratifnya, Kabupaten Pasuruan terdiri

atas 24 Kecamatan, 365 desa/kelurahan, 24 Kelurahan. Dilihat dari letak geografis,

geologis dan pembagian wilayah administratif. Kabupaten Pasuruan merupakan

sumber potensi yang baik untuk pembangunan program kesehatan, karena terletak

pada delta jalur raya ekonomi. (Surabaya, Malang, Banyuwangi dan Bali).

(10)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

10

BAB III

SITUASI DERAJAT KESEHATAN

Beberapa indikator derajat kesehatan di wilayah Kabupaten

Pasuruan dapat digambarkan sebagai berikut :

I.

Angka Kematian Bayi (AKB) per 1000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Bayi (AKB) tahun 2012 sebanyak 9,51 per 1000 kelahiran hidup

mengalami peningkatan jika dibanding tahun 2011 yang mencapai 6,88 bayi per

1000 kelahiran hidup, maka AKB mengalami peningkatan sebanyak 2,63 per 1000

kelahiran hidup. Namun demikian, capaian tahun 2012 dibandingkan target

maksimal Indonesia Sehat 2010 yaitu sebanyak 40 bayi dari 1.000 kelahiran hidup

serta angka kematian bayi Indonesia (SDKI 2003) sebesar 35 per 1.000 kelahiran

hidup masih dibawah angka nasional tersebut.

Pada Tahun 2012 ini indikator kematian bayi tidak hanya untuk kematian neonatal

tetapi juga bayi usia 1 tahun. Dari jumlah kematian bayi sebanyak 230, terdapat

188 (81,74%) merupakan kematian neonatal dan 42 (18,26%) kematian bayi.

Tahun

Angka Kematian Bayi (per 1.000 KH)

Kelahiran Hidup

Kematian Bayi

Angka

Kematian Bayi

Th 2008

24.183

108

4,47

Th 2009

23.696

117

4,94

Th 2010

23.857

178

7,46

Th 2011

21.798

150

6,88

Th 2012

24.176

230

9,51

(11)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

11

Penyebab kematian terbesar adalan karena BBLR (Bayi Berat Lahir Rendah)

sebanyak 52 kass (22,61%), Asfiksi sebayak 52 kasus (22,61%), peyebab kematian

karena infeksi sebanyak 41 kasus, kelainan kongenital bawaan sejumlah 31 kasus,

trauma 2 kasus dan penyebab lainnya 12 kasus.

Hal ini disebabkan kualitas pemeriksan kehamilan kurang baik (ANC kurang

berkualitas) data pemeriksaan kehamilan ke 1 (K1) telah tercapai 101,85% namun

ibu hamil tdak diawasi samapi dengan ANC K4 yang baru mencapai 92,07% (target

95%). Sehingga apabila kualitas ANC kurang baik secara otomatis kehamilanibu

tidak terpantau dengan baik. Kasus BBLR ini bisa terpantau dan di tingkatkan berat

badan bayi tersebut apabila pemeriksaan kehamilan dilakukan secara rutin dan

berkualitas serta ibu hamil tersebut selalu mendapatkan penyuluhan. Penyebab

kematian bayi karena asfiksia, bayi harus mendapatkan penangganan asfiksia oleh

bidan dengan menggunakan peralatan yang memadai maka dari pada itu perlu

adanya peningkatan peralatan pada tiap-tiap bidan dan juga perlu adanya

komunikasi secara intens dengan dokter spesialis anak yang keberadaannya pada

RSUD Bangil, maka perlu adanya jejaring dengan RSUD Bangil agar bayi asfiksia bisa

tertangani dengan baik sebelum dirujuk ke RSUD Bangil.

Penolong persalinan terbanyak masih ditolong oleh bidan sebanyak 119 kasus

(51,74%), persalinan ditolong oleh dokter 105 kasus (45,65%) dan untuk persalinan

yang ditolong dukun sebanyak 6 kasus (2,6%). Bila dilihat dari cakupan pertolongan

persalinan sebanyak 99,44% dari target 95%, maka perlu ditingkatkan kualitas

pertolongan persalinan serta penangganan gawat darurat bayi oleh bidan dan

sistem rujukan yang baik dengan Puskesmas, PONED dan RSUD. Namun demikian

ternyata bayi yang mengalami kematian tersebut tersebut telah mengalami proses

rujukan ke Rumah Sakit. Dari 230 bayi yang meninggal sebanyak 140 (60,87%) kasus

kematian terjadi di RSUD Bangil, 33 (14,35%) kasus kematian terjadi di RSSA

Malang, 29 Kasus (12,61%) kematian terjadi di Rumah Sakit Kota Pasuruan, 14 kasus

kematian terjadi di Rumah Sakit lainnya, 9 kasus kematian bayi terjadi di rumah, 3

kasus kematian terjadi di Bidan praktek dan 2 kasus kematian bayi terjadi di

Th 2008

Th 2009

Th 2010

Th 2011

Th 2012

Series3

4.47

4.94

7.46

6.88

9.51

-2.00

8.00

18.00

28.00

38.00

48.00

58.00

Per

1.0

00

K

H

TREND ANGKA KEMATIAN BAYI

(12)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

12

perjalanan. Hal ini menunjukkan bahwa bidan sudah merujuk ke RSUD Bangil,

namun kemungkinan penangganan bayi dengan BBLR dan Asfikasia di RSUD Bangil

perlu ditingkatkan agar kematian bayi di Kabupaten Pasuruan dapat dicegah dan

AKB dapat diturunkan.

II.

Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup

Angka Kematian Ibu (AKI) melahirkan digunakan untuk mengetahui keselamatan ibu

yang diperoleh dengan perhitungan jumlah kasus kematian ibu dibanding dengan

jumlah kelahiran hidup. Angka kematian ibu (AKI) nasional (SDKI tahun 2003)

sebesar 307 per 100.000 kelahiran hidup.

Jumlah kematian ibu melahirkan di Kabupaten Pasuruan pada tahun 2012 sebesar

111,68 per 100.000 kelahiran hidup (27 kasus). Meningkat jika dibanding tahun

2011 sebesar 88,02 per 100.000 kelahiran hidup (21 kasus), maka mengalami

peningkatan sebesar 76,34 per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian ibu

tersebut lebih baik dibandingkan angka nasional sebesar 150 per 100.000 kelahiran

hidup.

Tahun

Angka Kematian Ibu Melahirkan

Kelahiran

Hidup

Kematian Ibu

Melahirkan

Angka Kematian

Ibu Melahirkan

Th 2008

24.183

24

99,24

Th 2009

23.696

21

88,62

Th 2010

23.857

26

108,98

Th 2011

21.798

21

96,34

Th 2012

24.176

27

111,68

Angka maksimal menurut Indonesia Sehat 2010

150

Th 2008

Th 2009

Th 2010

Th 2011

Th 2012

Series3

99.24

88.62

108.98

96.34

111.68

0.00

50.00

100.00

150.00

Per

100.

000

K

H

TREND ANGKA KEMATIAN IBU

(13)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

13

Peningkatan angka ini disebabkan karena beberapa kasus yaitu:

1) Penyebab Kematian

Dari sejumlah kematian ibu sebanyak 27 orang, 13 (48,15%) orang

dikarenakan keracunan kehamilan (pre eklamsi dan eklamsi), sebanyak 6

(22,22%) orang dikarenakan pendarahan dan penyebab lainnya adalah ibu

menderita asma, gagal nafas, gagal jantung, kanker payudara, HIV, dan

kanker darah sebanyak 6 orang dan 1 orang dikarenakan infeksi. Keracunan

kelahilan dapat diketahui selama kehamilan, sehingga apabila kualitas

pemeriksaaan kehamilan baik maka dapat terdeteksi jika ada gejala

preklamsi dan eklamsi. Saat ini kualitas ANC (Ante Natal Care)/Pemeriksaan

Kehamilan kurang baik, hal ini dapat dilihat dari hasil pemeriksaan ibu hamil

yang seharusnya diperiksa 4 kali (K4) hanya mencapai 92,07% sedangkan

targetnya 95%. Pemeriksaan (K4) yang berkualitas adalah pemeriksaan

kehamilan yang dilakukan secara rutin, pada trimester 1 sebanyak 1 kali,

pada trimester 2 sebanyak 1 kali dan pada trimester 3 sebanyak 2 kali.

2) Penolong Persalinan

Berdasarkan penolong persalinan, dari 27 kematian ibu hamil 20 (74,07%)

diantaranya ditolong oleh Dokter Spesialis Kandungan, 4 (14,81%) orang

ditolong oleh Bidan, 1 orang ditolong oleh keluarganya, 1 orang ditolong

oleh dukun bayi dan 1 orang ditolong oleh dokter umum.

Hal ini sebenarnya bila bidan mendapatkan pasien yang mengalami

penyakit, para bidan lansung memberikan rujukan kepada Dokter Spesialis

Kandungan, namun para pasien tersebut terlambat dalam hal merujuknya.

Untuk mengatasi hal tersebut harus ada komunikasi antara bidan dan dokter

spesialis kandungan agar sebelum dirujuk sudah dilakukan pertolongan awal

serta adanya sistem jejaring rujukan antara bidan, Puskesmas Poned dan

RSUD.

3) Tempat Persalinan

Berdasarkan tempat kematian ibu bersalin, maka sebanyak 11 orang ibu

bersalin meninggal di RSUD Bangil, 5 orang meninggal di RSSA Malang dan 4

orang di oerjalanan. Melihat beberapa kasus yang terjadi maka

penangganan cepat di RSUD Bangil harus ditingkatkan kemabli serta rujukan

berjenjang harus di jalankan agar tidk terjadi kterlambatan penangganan

dan keterlambatan mengirim pasien.

III.

Balita dengan gizi buruk

Indikator ini menggambarkan kasus gizi buruk pada balita pada waktu

tertentu dihitung berdasarkan Pemantauan Status Gizi (PSG) dan

tanda-tanda tersangka kasus gizi buruk. Diperoleh dengan mengukur persentase

(14)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

14

jumlah balita dengan gizi buruk terhadap jumlah balita yang ada di

Kabupaten Pasuruan.

Jumlah balita dengan gizi buruk pada tahun 2012 sebesar 0,09% atau

sebanyak 85balita dari 92.767 balita yang diperiksa di Kabupaten

Pasuruan. Jika dibandingkan dengan realisasi 2011 sebesar 0,12% atau

114 balita dari 95.447 balita yang diperiksa mengalami penurunan sebesar

0,03%. Capaian ini lebih baik dari target tahun 2011 yaitu <5% dan target

yang ditetapkan Departemen Kesehatan dalam Indikator Indonesia Sehat

2010 yaitu sebesar < 5%.

Perkembangan kegiatan tahun 2008 s/d 2013dapat dilihat pada tabel

berikut :

Th 2008

Th 2009

Th 2010

Th 2011

Th 2012

Series3

0.13%

0.19%

0.14%

0.12%

0.09%

0.00%

1.00%

2.00%

3.00%

4.00%

5.00%

Per

sen

tase

TREND KONDISI BALITA GIZI BURUK DI

KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2008-2012

Tahun

Kondisi Balita di Kabupaten Pasuruan

Jumlah Balita

Balita Dengan Gizi

Buruk

% Balita Dgn Gizi

Buruk

Th 2008

89.990

116

0,13%

Th 2009

85.442

163

0,19%

Th 2010

95.477

135

0,14%

Th 2011

95.447

114

0,12%

Th 2012

92.767

85

0,09%

Target Maksimal Balita Dengan Gizi Buruk

(15)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

15

BAB IV

SITUASI UPAYA KESEHATAN

Situasi upaya kesehatan masyarakat merupakan hasil dari beberapa kegiatan yang sudah

menjadi target kegiatan di Dinas Kesehatan selama tahun 2012 ini, adapun beberapa

uraian upaya kesehatan adalah sebagai berikut :

Sasaran ini memiliki tiga indikator kinerja yang, pada tahun 2012, berhasil mencapai

kondisi sebagai berikut:

Pencapaian sasaran tersebut, keberhasilannya diukur dengan beberapa indikator

dengan penjelasan sebagai berikut:

a.

Cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani

Indikator ini menggambarkan bahwa ibu hamil yag mengalami komplikasi pada

waktu hamil dilakukan penanganan dan perawatan kebidanan. Diperoleh

dengan membandingkan jumlah komplikasi kebidanan yang mendapat

penanganan definitif di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu dengan

jumlah ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja pada kurun

waktu yang sama.

Capaian komplikasi kebidanan yang ditangani tahun 2012 mencapai 91,06% naik

sebesar 6,06% dari target yang telah ditentukan yaitu sebesar 85%. Kenaikan

penanganan tersebut diatas terjadi karena adanya deteksi dini terhadap bumil

risti oleh bidan sebesar 20,08%, kesadaran masyarakat terhadap bahaya

kehamilan, persalinan dan nifas dan meningkatnya system rujukan

terlaksananya rujukan berjenjang dan berencana lebih baik Terjadi Peningkatan

dibandingkan dengan realisasi 2011 mencapai 85,90%, hal ini pada dasarnya

semua ibu hamil dengan komplikasi sudah ditangani dan dirujuk ke rumah sakit

atau ke Puskesmas PONED (Pelayanan Obstetric Neonatal Emergency Dasar)

oleh karena system rujukan terlaksananya dengan baik.

(16)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

16

Tabel IV-1.

Data Perkembangan Cakupan Komplikasi Kebidanan

yang Ditangani Tahun 2010 – 2012

Tahun

Komplikasi

kebidanan yang

mendapat

penanganan

definitif (Orang)

Jumlah ibu

dengan komplikasi

kebidanan (Orang)

Cakupan

Komplikasi

Kebidanan yang

ditangani (%)

2010

4.556

5.190

87,78

2011

4.458

5.190

85,90

2012

4.746

5.212

91,06

Target komplikasi kebidanan yang ditangani menurut

Standar Minimal Pelayanan (SPM) bidang kesehatan

85

Sumber data: Dinas kesehatan

Ilustrasi terhadap cakupan Komplikasi Kebidanan yang ditangani di Kabupaten

Pasuruan tahun 2010-2012, dapat dilihat pada gambar IV-2.1.

Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani oleh tenaga kesehatan yang

memiliki kompetensi kebidanan dipengaruhi beberapa faktor antara lain:

1. Pembinaan teknis kebidanan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan

serta dokter spesialis anak kepada dokter dan bidan.

2. Pelaksanaan dan evaluasi program perencanaan persalinan dan pencegahan

komplikasi.

3. Evaluasi PPWS-KIA.

0.00%

50.00%

100.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

69.29%

85.90%

91.06%

Gambar IV-2.1

Perkembangan Cakupan Komplikasi Kebidanan yang

ditangani

(17)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

17

b. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki

kompetensi kebidanan

Indikator ini menggambarkan bahwa pertolongan persalinan harus dilakukan

oleh tenaga kesehatan. Indikator ini diperoleh dengan membandingkan jumlah

ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan dengan jumlah seluruh

sasaran ibu bersalin di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Realisasi cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki

kompetensi kebidanan tahun 2012 mencapai 99,44%, dari target sebesar 95%.

Jika dibandingkan dengan realisasi 2011 yang sebesar 95,95%, realisasi 2012

mengalami peningkatan sebesar 3,49%. Kenaikan persalinan oleh tenaga

kesehatan tersebut diatas dikarenakan:

1. Adanya dana jampersal sehingga masyarakat terbantu biaya persalinan

di tenaga kesehatan.

2. Bidan Praktek Swasta yang melaksanakan Perjanjian Kerja Sama (PKS)

dengan Dinas Kesehatan tentang pelayanan jampersal cukup banyak

(313 dari 510 bidan melaksanakan PKS).

3. Jumlah dukun bayi semakin berkurang.

Data Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki

kompetensi kebidanan 2009-2011 sebagaimana tabel IV-2.2 dan gambar IV-2.2.

Tabel IV-2.2.

Data Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga Kesehatan

Yang Memiliki Kompetensi Kebidanan Tahun 2010 – 2012

Tahun

Jumlah ibu bersalin

yang ditolong oleh

tenaga kesehatan

(Orang)

Jumlah seluruh

sasaran ibu

bersalin (Orang)

Cakupan

Pertolongan

Persalinan

(Orang)

2010

22.546

23.829

94,62

2011

22.865

23.829

95,95

2012

23.695

23.829

99,44

Target pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan

yang memilki kompetensi kebidanan menurut

Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan

95

(18)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

18

Kenaikan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi

kebidanan tersebut diatas didukung dengan beberapa kegiatan antara lain :

1. Sosialisasi jampersal ke masyarakat.

2. Memfasilitasi Bidan Praktek Swasta untuk melakukan Perjanjian Kerja Sama

dengan Dinas Kesehatan tentang pelayanan jampersal.

3. Pembinaan bagi dukun bayi.

c. Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI).

Indikator ini menunjukkan desa/kelurahan yang telah mendapatkan imunisasi anak

secara lengkap. Pada tahun 2012, dari 365 desa/ kelurahan yang ada, 253

desa/kelurahan atau 69,32% telah UCI. Jika dibandingkan dengan realisasi 2011

sebesar 65,75% atau 240 desa maka capaian 2012 mengalami peningkatan sebesar

3,57%. Sedangkan bila dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan yaitu

sebesar 100% cakupan UCI desa di Kabupaten Pasuruan masih dibawah target. Hal

ini disebabkan antara lain :

1) Kurangnya kesadaran masyarakat terhadp pentingnya imunisasi

2) Terjadinya penolakan karena takut efek samping vaksinasi dan ragu kehalalan

vaksin, di desa non UCI sebanyak 111 Desa (30%)

3) Tingkat mobilitasi penduduk migrasi dan ibu sibuk di daerah industri (Pandaan,

Beji, Gempol, Sukorejo, Bangil) 20,8% Kecamatan.

Data desa yang telah dilaksanakan UCI tahun 2010-2012 sebagaimana tabel IV-2.3.

92.00%

94.00%

96.00%

98.00%

100.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

94.62%

95.95%

99.44%

Gambar IV-2.2.

Perkembangan Cakupan Pertolongan Persalinan Oleh Tenaga

Kesehatan Dengan Kompetensi Kebidanan

(19)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

19

Tabel IV-2.3.

Data desa yang telah dilaksanakan UCI Tahun 2010 – 2012

Tahun

Jumlah

Desa/Kelurahan –

UCI (Desa/Kel)

Jumlah

Desa/Kelurahan

(Desa/Kel)

Cakupan

desa/kel.– UCI (%)

2010

267

365

73,15

2011

240

365

65,75

2012

240

365

69,32

Target desa/kelurahan Universal Child

Immunization (UCI) menurut Standar Pelayanan

Minimal (SPM) bidang kesehatan

100

Sumber data: Dinas Kesehatan

Cakupan desa/kelurahan Universal Child Immunization (UCI) 2010-2012 dapat

dilihat pada gambar IV-2.3.

Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan UCI adalah melalui :

1. Program Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) dengan upaya gerakan

imunisasi lengkap bagi ibu dan anak (gerilia) yang melibatkan lintas

sektor dan lintas program.

2. Meningkatkan penyuluhan kepada masyarakat tentang perlunya

imunisasi anak secara lengkap.

3. Kegiatan Sub PIN Imunisasi.

60.00%

65.00%

70.00%

75.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

73.15%

65.75%

69.32%

Gambar IV-2.3.

Perkembangan Cakupan Desa / Kel.

Universal Child Immunization

(20)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

20

d. Angka kesembuhan penderita TB paru dan BTA+

Indikator ini menggambarkan bahwa penderita TB Paru setelah minum obat dari

pemerintah harus sudah sembuh dalam waktu 6 bulan. Indikator ini digunakan

untuk mengukur jumlah penderita Tubercoulose (TB) Paru dengan Bakteri Tahan

Asam Positif (BTA+) yang sembuh terhadap jumlah penderita paru TBC BTA+ yang

diobati dalam kurun waktu yang sama.

Angka kesembuhan penderita TB paru dan BTA+ untuk tahun 2012 sebesar 93,33%,

melebihi target yang diharapkan yaitu sebesar 85% (dari 1.049 pasien yang berobat

979 pasien sembuh). Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemerintah untuk

meningkatkan kesembuhan penderita TB paru dan BTA semakin baik ditambah

dengan adanya beberapa faktor yang mendukung yaitu:

1) Semua Puskesmas (100%) telah menerapkan standart pengobatan TB dengan

kriteria Internasional Standart for TB Care (ISTC)

2) Pelaksanaan jejaring antar UPK (Unit Pelaksana Kesehatan) dalam pengobatan

TB semakin optimal

3) Pasien TB dalam minum obat paket TB selama 6 bulansesuai dengan aturan

yang berlaku, ini dapat dilihat dari angka sukses rate sebesar 95%. Angka

kesembuhan penderita TB paru dan BTA+ 2010-2012 disajikan pada tabel IV-2.4.

Tabel IV-2.4.

Data Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA+ Tahun 2010-2012

Tahun

Angka Kesembuhan

Penderita TB Paru BTA +

Pasien Berobat

Pasien Sembuh

Angka

Kesembuhan

2010

866

800

92,38

2011

976

893

91,50

2012

1.049

979

93,33

Target Angka Kesembuhan menurut Indonesia

Sehat 2010

85%

Sumber data: Dinas Kesehatan

Perkembangan angka kesembuhan TB Paru BTA+ di Kabupaten Pasuruan dari tahun

2010 sampai dengan tahun 2012, dapat dilihat pada gambar IV-2.4.

(21)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

21

Angka kesembuhan penderita TB paru tersebut diatas dikarenakan :

1) Keteraturan Masyarakat minum obat sangat baik

2) Ketersedian obat mencukupi.

3) Kinerja petugas dalam Pengawas minum obat baik.

e. Angka kesakitan DBD /100.000 jiwa

Indikator ini menggambarkan bahwa penderita penyakit demam berdarah dengue

yang menyerang masyarakat dinilai dalam bentuk kejadian per 100.000 penduduk.

Batas maksimal angka kesakitan DBD yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan

adalah 50 orang per 100.000 penduduk khusus untuk daerah endemis.

Capaian angka kesakitan DBD tahun 2012 sebesar 9,96 per 100.000 jiwa. Capaian

tersebut peningkatan dibandingkan dengan capaian pada tahun 2011 yang

mencapai 7,59 per 100.000 jiwa atau mengalami peningktan kasus kesakitan

sebesar 2,37 per 100.000 penduduk. Capaian tahun 2012 juga lebih baik dari pada

angka yang ditetapkan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan,

yaitu sebesar 50 per 100.000. Angka kesakitan DBD per 100.000 jiwa pada tahun

2010-2012 disajikan pada tabel IV-2.5 dan gambar IV–2.5.

Tabel IV-2.5.

Perkembangan Angka Kesakitan DBD Tahun 2010-2012

Tahun

Perkembangan Angka Kesakitan DBD per

100.000 Jiwa

2010

38,74

2011

7,59

2012

9,96

Target Menurut SPM

50

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

92.38%

91.50%

93.33%

Gambar IV-2.4.

Perkembangan Angka Kesembuhan Penderita TB Paru BTA +

(22)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

22

Sumber data: Dinas Kesehatan

Angka kesakitan DBD tahun 2012 naik dibandingkan tahun 2011 disebabkan karena:

1) Upaya penanggulangan fokus yang semakin berkualitas, dengan respon time

penanganan fokus DBD 1 – 2 hari.

2) Adanya Kegiatan pengendalian jentik berbasis masyarakat (PJBM) sebagai

upaya peberdayaan masyarakat dalam pencegahan penyakit DBD.

f. Cakupan kunjungan bayi

Indikator ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar bayi memperoleh

pelayanan kesehatan sesuai standar. Diperoleh dengan membandingkan jumlah

kunjungan bayi memperoleh pelayanan kesehatan sesuai standar dengan jumlah

seluruh bayi lahir hidup di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.

Cakupan kunjungan bayi tahun 2012 yaitu sebesar 95.71%, lebih tinggi dari target

yang ditentukan sebesar 92% dan mengalami peningkatan sebesar 2.58%

dibandingkan realisasi 2011 sebesar 93,13%. Cakupan kunjungan bayi secara rinci

dapat dilihat pada tabel IV-2.7 dan gambar IV-2.7.

Tabel IV-2.7.

Cakupan Kunjungan Bayi Tahun 2010 - 2012

Tahun

Jumlah kunjungan

bayi (Kunjungan)

Jumlah seluruh

bayi lahir hidup

(Bayi)

Cakupan

kunjungan bayi

(%)

2010

21.550

23.594

91,34

2011

21.972

23.594

93,13

2012

23.140

24.176

95,71

Target kunjungan bayi menurut Standar

Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan

92

Sumber data: Dinas Kesehatan

38.74%

7.59%

9.96%

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Gambar IV-2.5.

Perkembangan Angka Kesakitan DBD

Tahun 2009-2011

(23)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

23

Upaya yang dilakukan pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan

cakupan kunjungan bayi untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar yaitu

adanya bantuan sosial dalam program jaminan persalinan (jampersal) yang salah

satu paket pelayanannya adalah kunjungan bayi.

g. Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

Indikator ini menggambarkan bahwa penderita atau kasus penyakit pada

masyarakat miskin yang harus dirujuk ke rumah sakit sebagai pengobatan lanjutan.

Diperoleh dengan membandingkan jumlah kunjungan pasien maskin di sarana

kesehatan strata 1 dengan jumlah seluruh maskin di suatu wilayah. Hal ini

menggambarkan bahwa keluarga miskin yang berobat ke puskesmas telah dijamin

biaya pengobatannya.

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin tahun 2012

sebesar 63,88% (sebanyak 331.945 RTM yang berkunjung ke Puskesmas) lebih tinggi

dari target yang ditentukan 5% atau naik sebesar 9,47% jika dibandingkan dengan

realisasi tahun 2011 sebesar 54,51% (sebanyak 279.484 RTM yang berkunjung ke

Puskesmas). Kenaikan ini menunjukkan bahwa semakin tingginya upaya Pemerintah

Kabupaten Pasuruan untuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin.

Perkembangan cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin

tahun 2010–2012 disajikan pada tabel :

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

100.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

91.34%

93.13%

95.71%

Gambar IV-2.7.

Perkembangan Cakupan Kunjungan Bayi

(24)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

24

Tabel IV–2.6.

Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan Pasien Masyarakat Miskin

Tahun 2010–2012

Tahun

Jumlah kunjungan

pasien maskin dI

sarana kesehatan

Strata-1(Jiwa)

Jumlah seluruh

maskin (Jiwa)

Cakupan pel. kes.

rujukan pasien

maskin (%)

2010

227.612

512.710

44,39

2011

279.484

512.710

54,51

2012

287.966

520.177

55,36

Sumber data: Dinas Kesehatan

Cakupan pelayanan kesehatan rujukan pasien masyarakat miskin menunjukkan

bahwa terdapat kemudahan dari masyarakat miskin untuk mendapatkan pelayanan

kesehatan khususnya strata 1 (pertama) yang ditunjang adanya kemudahan

masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan gratis dari Pemerintah

Kabupaten Pasuruan, Propinsi Jawa Timur dan Pemerintah Pusat melalui Jamkesda

maupun Jamkesmas. Sampai dengan tahun 2012 jumlah masyarakat miskin yang

memperoleh Jamkesmas sebanyak 411.061 jiwa dan Jamkesda sebanyak 99.585

jiwa dan Surat Pernyataan Miskin (SPM) sebanyak 9.531, jadi totalnya 520.177 jiwa

Ruang lingkup pelayanan meliputi:

1) Upaya Kesehatan Perorangan Strata I (pertama) dilaksanakan di Puskesmas

dan jaringannya yaitu: rawat jalan, rawat inap dan transport rujukan gawat

darurat.

2) Upaya Kesehatan Perorangan Strata II dan III dilaksanakan di Rumah Sakit

meliputi rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat.

3) Sosialisasi ke 24 kecamatan tentang pelayanan kesehatan yang dijamin oleh

pemerintah yaitu Jamkesmas, Jamkesda dan SPM (Surat Pernyataan Miskin).

0.00%

20.00%

40.00%

60.00%

80.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

44.39%

54.51%

55,36%

Gambar IV-2.6

Perkembangan Cakupan Pelayanan Kesehatan Rujukan

Pasien Miskin

(25)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

25

4) Pemerintah Kabupaten Pasuruan melaksanakan optimalisasi program

Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi masyarakat miskin baik dari

Jamkesmas, jamkesda serta Masyarakat dengan Surat Pernyataan Miskin

sudah dilayani dengan program Layanan Gratis di Puskesmas dan Rumah

Sakit.

h. Presentase Penduduk yang memanfaatkan Puskesmas

Indikator ini digunakan untuk menggambarkan bahwa puskesmas sebagai tempat

pelayanan kesehatan strata pertama dibutuhkan oleh masyarakat sebagai upaya

kuratif, promotif dan preventif. Diperoleh dengan membandingkan jumlah

kunjungan pasien puskesmas dengan jumlah penduduk.

Penduduk yang pernah berobat di Puskesmas tahun 2012 sebesar 80,08% atau

sebanyak 1.236.647 jiwa dari 1.546.725 total jumlah penduduk di Kabupaten

Pasuruan. Hal ini lebih baik dari target yang ditentukan sebesar 70%. Jika

dibandingkan dengan realisasi 2011 sebesar 66,40% atau sebanyak 1.004.270 jiwa

dari jumlah penduduk 1.512.468 jiwa, capaian 2012 mengalami kenaikan sebesar

13,68%. Hal ini menunjukkan bahwa Puskesmas masih menjadi pilihan untuk

pengobatan dan dipercaya oleh masyarakat dalam penanganan kuratif disamping

kegiatan preventif dan promotifnya.

Tabel IV-2.11.

Pemanfaatan Puskesmas oleh Penduduk Tahun 2010-2012

Tahun

Kunjungan

Penduduk

%

2010

987.467

1.512.468

65,2

9

2011

1.004.270

1.528.384

66,4

0

2012

1.238.647

1.557.000

79,5

5

Sumber data: Dinas Kesehatan

Pemanfaatan Puskesmas oleh Penduduk tahun 2010-2012 dapat diilustrasikan pada

gambar IV-2.11.

(26)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

26

Peningkatan pemanfaatan puskesmas ini dikarenakan:

1) Kecepatan menindaklanjuti dari hasil survey kepuasan masyarakat terhadap

pelayanan di puskesmas ;

2) Perbaikan sarana dan prasrana di Puskesmas, mulai perbaikan gedung yang

sesuai standar, alat kesehatan dan SDM;

3) Penerapan manajemen mutu (ISO 9001:2008) di 7 Puskesmas (Gempol, Grati,

Pandaan, Purwodadi, Purwosari, Ngempit dan Bangil );

Upaya yang dilakukan untuk terus meningkatkan pemanfaatan Puskesmas oleh

masyarakat dilakukan melalui peningkatan standar mutu layanan kesehatan.

i. Rasio Posyandu per 1.000 Balita.

Indikator ini digunakan untuk mengetahui tingkat ketersediaan posyandu di

masyarakat, diperoleh dengan perhitungan jumlah posyandu dibagi jumlah balita

dikalikan 1.000.

Rasio Posyandu per 1.000 balita tahun 2012 sebesar 14,25 posyandu. Hal ini bisa

dilihat dari 1.867 posyandu telah melayani sebanyak 131.003 balita atau dengan

kata lain 1 posyandu melayani 70,16 balita. Jika dibandingkan dengan realisasi 2011

sebesar 19,52 posyandu, realisasi 2011 mengalami penurunan sebesar 5,27, tetapi

bila dibandingkan jumlah balita terlayani dan jumlah posyandu tahun 2012

mengalami peningkatan dibanding tahun 2011, rasio Posyandu terhadap jumlah

balita masih tinggi, artinya ada 70 balita yang dilayani dalam 1 posyandu, padahal

seharusnya 1 posyadu hanya melayani 59 balita. Rasio tersebut masih

diperbolehkan dalam pelayanan posyandu yaitu antara 50 – 100 balita.

Rasio Posyandu per 1.000 balita tahun 2010-2012 sebagaimana tabel IV-2.12 dan

gambar IV-2.12.

0.00%

50.00%

100.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

65.29%

66.40%

79,55%

Gambar IV-2.11

Perkembangan Pemanfaatan Puskesmas oleh

Penduduk

(27)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

27

Tabel IV-2.12.

Jumlah posyandu per 1.000 balita tahun 2009-2011

Tahu

n

Jumlah

Posyandu

(Unit)

Jumlah

sasaran

terdaftar

Rasio posyandu

(per

1.000

sasaran)

2010

1.863

107.410

17,34

2011

1.863

95.447

19,52

2012

1.867

131.003

14,25

Sumber data: Dinas Kesehatan

Upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk meningkatkan Rasio

Posyandu per 1.000 balita melalui revitalisasi posyandu, pemberian jasa insentif

kader, pemantapan kinerja kader posyandu, lomba posyandu dan jambore kader.

17.34%

19.52%

14.25%

0.00%

5.00%

10.00%

15.00%

20.00%

Tahun 2010

Tahun 2011

Tahun 2012

Gambar IV-2.12

Perkembangan Posyandu per 1.000 Balita

(28)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

28

BAB V

SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN

1. Realisasi Anggaran

Untuk merealisasikan seluruh target kinerja yang telah ditetapkan dalam sasaran

tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Pasuruan pada tahun 2012 telah mengalokasikan

dan merealisasikan anggaran melalui APBD Tahun 2012 sebagai berikut :

Keseluruhan Realisasi per kegiatan dari Dinas Kesehatan dapat diuraikan sebagai

berikut :

5.1 Target /Anggaran dan Realisasi Pendapatan

Target dan realisasi pendapatan tahun 2012 adalah sebagai berikut:

1.

PENDAPATAN

ANGGARAN

REALISASI

%

1.1.

PENDAPATAN

ASLI

DAERAH

10.462.527.719

10.227.582.150,00 97,75

1.1.01. Pajak Daerah

1.1.02. Retribusi Daerah

10.456.773.024,00 10.206.090.500,00 97,60

1.1.04. Lain-lain PAD Yang Sah 5.754.695,00

21.491.650,00

Realisasi Pendapatan Asli Daerah tahun 2012 secara keseluruhan tercapai 97,75%

yang berasal dari Retribusi Pelayanan Kesehatan (Tindakan, Persalinan dan Rawat

Inap Pelayanan Kesehatan ) sebesar Rp. 10.206.090.500,- dan Lain-lain Pendapatan

Asli Daerah Yang Sah ( Denda Keterlambatan Pekerjaan Bidang Kesehatan dan TGR )

sebesar Rp. 21.491.650,-

5.2 Target /Anggaran dan Realisasi Belanja

Target dan realisasi belanja tahun 2012 adalah sebagai berikut:

KODE

BELANJA

TAHUN 2012

ANGGARAN

REALISASI

%

2.1.

BELANJA TDK LANGSUNG

50.356.882.749,56

48.794.619.218,00

96.90

2.1.01. Belanja Pegawai

Gaji dan Tunjangan

49.232.211.804,56

47.847.744.998,00

97,17

Tambahan Penghasilan PNS

599.500.000,00

598.000.000,00

99,75

Insentif

Pemungutan

Retribusi

515.170.945,00

348.874.220,00

(29)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

29

2.2.

BELANJA LANGSUNG

46.649.880.348,56

40.745.553.680,00

87,34

2.2.01. Belanja Pegawai

4.863.389.300,00

4.611.500.000,00

94,82

2.2.02. Belanja Barang dan Jasa

31.550.703.275,56

27.570.522.150,00

87,38

2.2.03. Belanja Modal

10.235.787.773,00

8.563.531.530,00

83,66

Jumlah Belanja

97.006.763.098,12

89.540.172.898,00

92,30

SURPLUS/(DEFISIT)

Target dan realisasi belanja per Program/Kegiatan tahun 2012 adalah sebagai

berikut:

A. Program dan Kegiatan Dinas :

NAMA PROGRAM/KEGIATAN

ANGGARAN

REALISASI

%

BELANJA TIDAK LANGSUNG

50.356.882.749,56

48.794.619.218,00

96,90

Gaji dan Tunjangan

49.232.211.804,56

47.847.744.998,00

97,17

Tambahan Penghasilan PNS

599.500.000,00

598.000.000,00

99,75

Insentif Pemungutan Retribusi

515.170.945,00

348.874.220,00

67,72

BELANJA LANGSUNG

31.303.375.331,56

27.641.535.375,00

88,3

PROG. PELAYANAN ADM PERKANTORAN

1.039.932.900,00

995.328.999,00

95,7

Penyediaan Jasa Kom, Sbr Dy Air & Listrik

248.904.000,00

232.200.615,00

93,3

Penyediaan Jasa Adm Keuangan

137.700.000,00

135.150.000,00

98,1

Penyediaan Alat Tulis Kantor

90.750.000,00

90.076.800,00

99,3

Penyediaan Barang Cetakan & Penggandaan

179.995.000,00

175.877.634,00

97,7

Penyediaan Peralatan & Perlengkapan Kantor

20.000.000,00

19.828.600,00

99,1

Penyediaan Peralatan Rumah Tangga

19.453.900,00

19.114.200,00

98,3

Penyediaan Makanan dan Minuman

82.530.000,00

76.113.500,00

92,2

Rapat2 Koord & Konsultasi Ke Luar Daerah

138.800.000,00

136.721.650,00

98,5

Penyediaan Jasa Perkantoran

86.800.000,00

86.796.000,00

100

Rapat2 Koord & Konsultasi Dalam Daerah

35.000.000,00

23.450.000,00

67,0

PROG. PENINGKATAN SARANA &PRASARANA

1.127.774.000,00

1.053.432.000,00

93,4

Pengadaan Kendaraan Dinas/Operasional

231.500.000,00

218.000.000,00

94,2

Pengadaan Perlengkapan Gedung Kantor

0,00

0,00

Pengadaan Mebelair

101.500.000,00

100.980.000,00

99,5

Pengadaan Peralatan Kantor

153.400.000,00

107.600.000,00

70,1

Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor

132.575.000,00

129.672.350,00

97,8

Pemeliharaan

Rutin/Berkala

Kendaraan

Dinas/Operasional

172.494.000,00

166.779.250,00

96,7

Pemeliharaan Rutin/Berkala Peralatan Kntr

50.400.000,00

49.988.400,00

99,2

Pemliharaan Rutin/Berkala Peralatan RT

38.000.000,00

37.548.500,00

98,8

Rehabilitasi Sedang/Berat Rumah Dinas

247.905.000,00

242.863.500,00

98,0

PROG. PENINGKATAN DISIPLIN APARATUR

40.452.000,00

38.584.000,00

95,4

(30)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

30

PROG. PENINGKATAN KAPASITAS SUMBER DAYA

APARATUR

113.614.950,00

89.368.200,00

78,7

Pendidikan dan Pelatihan Aparatur

68.994.450,00

48.706.500,00

70,6

Bimtek Implemtasi Peraturan Per UU

44.620.500,00

40.661.700,00

91,1

PROG. OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN

12.157.974.981,00

11.150.471.425,00

91,7

Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan

6.274.602.406,00

5.603.734.859,00

89,3

Peningakatan Mutu Pelayanan farmasi Komunitas

& RS

164.939.300,00

162.410.000,00

98,5

Peningkatan Mutu Penggunaan Obat &

Perbekalan Kes

43.240.200,00

29.028.200,00

67,1

Pengadaan Alat Kesehatan Kawasan Industri

Rokok

300.000.000,00

98.010.000,00

32,7

Pengadaan Obat & Perbekalan Kes. DAK

5.375.193.074,56

5.256.288.367,00

97,8

PROG. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

6.038.997.901,00

5.011.034.791,00

83,0

Peningkatan Kesehatan Masyarakat

317.407.500,00

295.632.294,00

93,1

Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan

29.536.000,00

29.396.200,00

99,5

Jaminan Kesehatan Masy. Daerah (JAMKESDA)

2.982.963.151,00

2.125.895.117,00

71,3

Peningkatan Pelayanan Askes Sosial

589.985.000,00

557.797.300,00

94,5

Pengembangan PONKESDES & Pustu Gadar

2.119.106.250,00

2.002.313.880,00

94,5

PROG.

PROMOSI

KESEHATAN

DAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

621.810.000,00

555.340.150,00

89,3

Pengemb. Media Promosi & Informasi Sadar

Hidup Sehat

99.051.000,00

90.930.500,00

91,8

Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat

321.253.500,00

308.815.000,00

96,1

Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan

106.742.000,00

85.432.250,00

80,0

Peningkatan Pendidikan Tenaga Kesehatan

94.763.500,00

70.162.400,00

74,0

PROG. PERBAIKAN GIZI MASYARAKAT

664.078.600,00

571.396.470,00

86,0

Pemberian Tambahan Makanan dan Vitamin

613.926.000,00

521.300.470,00

84,9

Penanggulangan Kurang Eneegi Protein (KEP)

Anemia Gizi Besi, Gangguan Akibat Kurang Yodium

50.152.600,00

50.096.000,00

99,9

PROG. PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SEHAT.

83.718.000,00

82.216.150,00

98,2

Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat

34.743.000,00

34.717.650,00

99,9

Sosialisasi Kebijakan Lingkungan Sehat

48.975.000,00

47.498.500,00

97,0

PROG. PENCEGAHAN & PENANGGULANGAN

PENYAKIT MENULAR

744.623.500,00

704.745.600,00

94,6

Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk

280.783.000,00

261.410.000,00

93,1

Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan

Penyakit Menular

145.674.000,00

144.850.250,00

99,4

Peningkatan Imunisasi

171.373.500,00

155.119,150,00

90,5

Peningkatan

Surveillance

Epidemologi

dan

Penanggulangan Wabah

96.993.000,00

96.204.650,00

99,2

Pelayanan Penanggulangan Penyakit TB

0,00

0,00

0,0

Pencegahan

dan

Penanggulangan

Penyakit

Zoonosis

49.800.000,00

47.161.550,00

94,7

PROG.

PENGADAAN,

PENINGKATAN

DAN

PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA

6.364.182.200,00

5.307.322.200,00

83,4

Pembangunan Puskesmas

0,00

0,00

0,0

(31)

PROFIL KESEHATAN KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2012

31

Rehabilitasi Polindes

795.692.400,00

698.423.400,00

87,8

Rehabilitasi Sedang/Berat Puskesmas

4.739.997.400,00

3.804.941.400,00

80,3

PROG. PENINGKATAN PELAYANAN LANSIA

23.372.550,00

23.183.350,00

99,2

Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan

23.372.550,00

23.183.350,00

99,2

PROG.

PENINGKATAN

KESELAMATAN

IBU

MELAHIRKAN DAN ANAK

377.374.450,00

349.647.150,00

92,7

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Bayi

333.844.450,00

309.210.150,00

92,9

Pelayanan Kesehatan Anak

43.530.000,00

40.437.000,00

92,9

PROG.

PENGEMBANGAN

MANAJEMEN

KESEHATAN

711.932.800,00

525.584.890,00

73,8

Pelaksanaan Manajemen Kesehatan

711.932.800,00

525.584.890,00

73,8

PROGRAM PENINGKATAN & PENGEMBANGAN

PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

1.193.536.500,00

1.183.880.000,00

99,2

Fasilitas Peningkatan Teknis Adm Pegawai

1.193.536.500,00

1.183.880.000,00

99,2

JUMLAH

81.660.258.081,00

76.436.154.593,00

93,6

B. Program dan Kegiatan UPTD Kesehatan ( Puskesmas ) :

NAMA PROGRAM/KEGIATAN

ANGGARAN

REALISASI

%

PROG. UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT

15.346.505.017,00

13.104.018.305,00

85,4

Kegiatan Peningkatan Pelayanan Kesehatan

10.566.414.252,00

8.621.560.825,00

89,3

Kegiatan Pelayanan Kesehatan yang dijamin

4.780.090.765,00

4.482.457.480,00

96,5

JUMLAH

15.346.505.017,00

13.104.018.305,00

85,4

JUMLAH TOTAL

97.006.763.098,12

89.540.172.898,00

92,3

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa ada beberapa program dan kegiatan yang

realisasi belanjanya tidak mencapai target ( kurang dari 90 % ) yaitu karena adanyan

kegiatan Pengadaan Barang Jasa yang mengalami gagal lelang serta efisiensi

anggaran. Namun demikian kecilnya realisasi kegiatan tersebut secara pelaksanaan

kegiatan sudah 100 % dan tidak ada penangguhan pekerjaan.

2. Ketersedian Obat

Pengadaan obat dibeakan obat dengan jenis SSE (Sangat-Sangat Esesensial) dan jenis SE

(Sangat Esensial). Obat dengan jenis SSE sebanyak 34 jenis dan SE sebanyak 96 jenis.

Berikut tabel tingkat kecukupan obat SSE tahun 2012 sebagai berikut :

Gambar

Ilustrasi  terhadap  cakupan  Komplikasi  Kebidanan  yang  ditangani  di  Kabupaten  Pasuruan tahun 2010-2012, dapat dilihat pada  gambar IV-2.1
Tabel IV-2.2.
Gambar IV-2.2.
Gambar IV-2.3.
+7

Referensi

Dokumen terkait

KBRI/Pramuka Luar Negeri agar dapat memperlihatkan/menunjukkan Bukti Verifikasi Pendaftaran Online dan Resi Pembayaran Camp Fee melalui Bank Asli berlokasi di

Untuk mengawali proses metastasis, sel tumor yang telah bertahan hidup di dalam pembuluh darah akan memperlambat gerakan agar dapat berikatan dengan dinding pembuluh darah

Dalam lima tahun ke depan BPS Provinsi Jawa Tengah akan melaksanakan Program Penyediaan dan Pelayanan Informasi Statistik yang ditetapkan oleh BPS RI untuk penguatan

Briket batubara nonkarbonisasi menggunakan tapioka sebagai bahan perekat memiliki kekuatan tertinggi hal ini dikarenakan tapioka memiliki daya ikat yang paling

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Badan Pengawas Pemilihan Umum Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pembentukan, Pemberhentian, dan Penggantian Antarwaktu Badan Pengawas

Faktor penghambat dalam Implementasi Peraturan Daerah Kota Tanjungpinang Nomor 5 Tahun 2005 Tentang Penyelenggaraan Pendaftaran Penduduk Dan Pencatatan Sipil (Studi

Sebagian besar hasil analisis penghalusan yang dilakukan pada masing-masing sampel dapat dinyatakan diterima karena telah sesuai dengan nilai parameter kecocokan (FoM),

Salah satu faktor produksi yang sangat menentukan peningkatan produktivitas adalah pemupukan (Maryeni dkk, 2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk