GIGI SUPERNUMERARY DAN PERAWATAN ORTODONSI
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Prevalensi erupsi ektopik gigi molar pertama permanen 2.4 %, dimana anak laki-laki lebih banyak dibandingkan anak perempuan, anak kulit hitam lebih banyak dibandingkan dengan anak
Berdasar- kan kategori skor erupsi gigi molar pertama permanen rahang bawah, untuk status gizi (IMT/U) normal dan gizi lebih, lebih banyak yang telah erupsi
Fraktur prosesus alveolar maksila adalah fraktur yang mengenai prosesus alveolaris dengan atau tanpa melibatkan soket alveolar gigi pada rahang atas.. Fraktur maksila adalah
Maloklusi ini memiliki relasi molar Klas III dimana rahang bawah dalam hubungan mesial terhadap rahang atas, yaitu cusp mesiobukal molar satu permanen rahang atas beroklusi
persistensi gigi sulung antara lain, 1) Tidak adanya benih gigi permanen pengganti (dengan prevalensi 2,5– 6,9%)12, 2) Adanya tulang sklerotik padat di sekitar
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa trauma gigi terjadi dua kali lebih sering pada anak laki-laki usia 9 tahun yang melibatkan gigi permanen insisif sentral maksila kanan
erupsi ektopik, perpindahan atau rotasi gigi insisivus sentralis dan menggeser gigi insisivus ke arah labial.3 Masalah lain yang lebih jarang terjadi adalah—resorpsi akar gigi yang
vii Universitas YARSI ABSTRAK Nama : Muhammad Farhan Sauqi Pogram Studi : Fakultas Kedokteran Gigi Judul : Gambaran lebar pulpa gigi insisif sentral permanen maksila pada .ousia