• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengecatan Mobil (Studi Kasus di Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengecatan Mobil (Studi Kasus di Kota Semarang) - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Program Studi Magister Epidemiologi Program Pasca Sarjana Undip 2007

ABSTRAK

Irwan Budiono

Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru Pada Pekerja Pengecatan Mobil (Studi Kasus di Kota Semarang)

Pekerjaan sebagai tukang pengecatan mobil merupakan salah satu jenis pekerjaan yang berisiko tinggi terjadinya gangguan fungsi paru. Hasil studi pendahuluan menunjukkan terdapat 30 % tukang cat mengalami gangguan fungsi paru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik pekerja, karakteristik pekerjaan, dan kadar debu terhisap dengan kejadian gangguan fungsi paru pada pekerja pengecatan mobil di kota Semarang.

Desain yang digunakan adalah cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 90 orang tukang pengecatan mobil. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah karakteristik pekerja, karakteristik pekerjaan, dan kadar total partikel terhisap. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat dan multivariate serta dengan menghitung nilai rasio prevalensi.

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3 variabel yang berhubungan secara signifikan dengan gangguan fungsi paru, yaitu pekerja tidak selalu menggunakan masker (RP = 15,694; 95% CI =4,256 - 57,869), paparan partikel terhisap ≥ 3 mg/m3

(RP = 28,672; 95% CI = 2,036 - 403,679), dan masa kerja ≥ 10 tahun (RP = 15,743; 95% CI = 3,369 - 73,578). Hasil analisis juga menunjukkan apabila seorang pekerja terpapar oleh ke empat variabel tersebut diatas, maka peluang untuk mengalami gangguan fungsi paru adalah sebesar 99 %. Berdasarkan temuan tingginya prevalensi pekerja yang mengalami gangguan fungsi paru (46,7%) maka disarankan kepada dinas tenaga kerja dan dinas kesehatan untuk melakukan upaya promotif serta preventif agar pekerja pengecatan mobil dapat terjaga kesehatan dan keselamatan kerjanya.

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara umur dan lama paparan dengan gangguan fungsi paru pada pekerja terpapar debu kapas di bagian Winding PT.. Bintang Makmur

Skripsi dengan judul : Perbedaan Kadar Debu terhadap Gangguan Fungsi Paru pada Pekerja Pabrik II Unit Phonska dan Unit Fosfat. PT

Hubungan antara Faktor-Faktor Risiko Gangguan Fungsi Paru dengan Fungsi Paru Pekerja Pengolahan Batu Kapur di Kecamatan Puger Kabupaten Jember; Rachman Efendi, 072010101052;

Sehingga dapat disimpulkan bahwa lama paparan mempunyai pengaruh terhadap kadar debu yang dihirup dan kapasitas fungsi paru pekerja pengelasan di Kota Pontianak. Hal ini sesuai

terkait kerja ini, jika dilihat dari adanya kecenderungan peningkatan prevalensi di beberapa negara maju, maka dapat diperkirakan di Indonesia prevalensinya juga meningkat. Salah

‘Hubungan Antara Kadar Debu Respirabel dengan Parameter Uji Fungsi Paru pada Pekerja Powder Coating PT X Surakarta’, Tesis, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.. 2010 Kadar

Pengujian statistik dengan metode regresi logistik biner diperoleh hasil bahwa faktor masa kerja tidak berpengaruh terhadap gangguan fungsi paru pada pekerja dengan

Se- hingga dapat disimpulkan bahwa lama paparan mempunyai pengaruh terhadap kadar debu yang dihirup dan kapasitas fungsi paru pekerja penge- lasan di Kota Pontianak.Hal ini