Fokus dari paradigma ini adalah struktur (desain)
organisasi dan prinsip-prinsip manajemen, sedangkan
lokusnya adalah berbagai jenis organisasi baik pemerintah maupun bisnis.
Nilai pokok yang ingin diwujudkan adalah efisiensi, efektivitas, ekonomi, dan rasionalitas.
Nilai yang ingin dicapai dalam paradigma ini sama seperti apa yang ingin dicapai pada Paradigma 1. Hanya saja fokus dan lokus keduanya berbeda.
Pada paradigma 2, lokusnya adalah ”keputusan” yang dihasilkan oleh birokrasi pemerintahan, sedangkan
fokusnya adalah proses pengambilan keputusan dengan perhatian khususnya pada penerapan ilmu perilaku, ilmu manajemen, analisa sistem, dan penelitian operasi.
Fokus perhatian paradigma ini adalah pemahaman perilaku birokrasi yang dipandang juga sebagai organisasi yang
kompleks.
Nilai-nilai seperti efiensi, efektivitas, dan produktivitas organisasi kurang mendapatkan perhatian.
Nilai yang mendasari paradigma ini adalah keikutsertaan dalam pengambilan keputusan, minimasi perbedaan status dan hubungan antar pribadi, keterbukaan, aktualisasi diri, dan optimasi tingkat kepuasan.
Fokus dari paradigma ini adalah dimensi-dimensi
kemanusiaan dan aspek sosial-psikologis dalam tiap jenis organisasi ataupun birokrasi.
Fokus dalam paradigma ini tidak lepas dari politik,
sedangkan fokusnya adalah pilihan-pilihan untuk melayani kepentingan publik akan barang dan jasa yang harus
diberikan oleh sejumlah organisasi.
Fokus dari paradigma ini adalah usaha untuk
mengorganisasikan, menggambarkan, mendisain, atau
membuat organisasi dapat berjalan ke arah sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan.