• Tidak ada hasil yang ditemukan

Vika Khulla Mahbubah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Vika Khulla Mahbubah"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN CERPEN BERMUATAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI IPS MA BAHRUL ULUM TAHUN

2015/2016

Vika Khulla Mahbubah

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia

ABSTRAK: Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran bahasa indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016. Tujuan penelitian umum ini adalah memperoleh deskripsi objektif tentang pengaruh penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesiasiswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016. Tujuan khusus penelitian ini adalah, (1) mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016 sebelum diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter, (2) mendeskripsikan pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016 sesudah diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter, (3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016.

(2)

terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest. Jadi media pembelajaran cerpen bermuatan karakter berperan aktif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia

Kata-kata kunci:pengaruh, media pembelajaran, cerpen, pembelajaran

PENDAHULUAN

Pada pasal 33 Undang-undang

No. 20 tahun 2003 tentang “Sistem

Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa Bahasa Indonesia merupakan Bahasa Pengantar di

sekolah-sekolah”. Hal ini menunjukkan bahwa

Bahasa Indonesia harus dikuasai oleh semua orang khususnya guru dan siswa, karena Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi pengantar di sekolah-sekolah. Oleh sebab itulah Bahasa Indonesia mendapat porsi yang lebih banyak pada setiap jenjang pendidikan, sejak pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Pada kurikulum 2004, kurikulum 2006, dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Madrasah Aliyah, mata pelajaran Bahasa Indonesia memiliki alokasi waktu lima jam pelajaran. Jumlah ini cukup besar disbanding dengan mata pelajaran lainnya. Tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA dan MA adalah: (1) siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa Negara, (2) siswa memahami Bahasa Indonesia sebagai bentuk, makna, dan fungsi, serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan, (3) siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional, dan kematangan sosial, (4) siswa

memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis), (5) siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk menggembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan penggetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (6) siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

(3)

keperluan menyangkut berbagai masalah, (5) sarana pengembang penalaran, (6) sarana pemahaman beraneka ragam budaya Indonesia melalui khazanah kesusastraan Indonesia.

Ada beberapa tujuan menggunakan media pembelajaran, diantaranya yaitu, mempermudah proses pembelajaran di kelas, meningkatkan efisiensi proses pembelajaran, menjaga relevansi antara materi pelajaran dengan tujuan belajar, membantu konsentrasi pembelajar dalam proses pembelajaran, komponen sumber belajar yang dapat merangsang siswa untuk belajar, teknologi pembawa informasi atau pesan instruksional, segala sesuatu yang dapat merangsang proses belajar siswa.

Sedangkan manfaat media pembelajaran antara lain: (1) memberikan pedoman, arah untuk mencapai tujuan, (2) menjelaskan struktur dan urutan pengajaran dengan baik, (3) memberikan kerangka sistematis secara baik, (4) memudahkan kembali pengajar terhadap materi pembelajaran, (5) membantu kecermatan, ketelitian dalam penyajian dalam pembelajaran, (6) membangkitkan rasa percaya diri seorang pengajar, (7) meningkatkan kualitas pembelajaran, (8) meningkatkan motivasi belajar pembelajar, (9) memberikan dan meningkatkan variasi belajar pembelajar, dan (10) merangsang pembelajar untuk berpikir dan beranalisis.

Cerita pendek atau sering disingkat sebagai cerpen adalah suatu bentuk prosanaratiffiktif. Cerita pendek cenderung padat dan langsung pada tujuannya dibandingkan

(4)

lingkungan, yang membedakannya dengan orang lain, serta diwujudkan dalam sikap dan perilakunya dalam kehidupan sehari-hari.

METODE

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian eksperimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang paling murni kuantitatif, karena semua prinsip dan kaidah-kaidah penelitian kuantitatif dapat diterapkan dalam metode ini. Mengingat yang menjadi objek penelitian adalah sekolah yang perkelasnya tidak lebih dari satu kelas, maka desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan pretest-posttestyang dalam satu kelas akan diberikan pretes untuk mengetahui keadaan awal, kemudian diberikan posttest untuk mengetahui pengaruh media yang diterapkan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum yang berjumlah 34 siswa. Penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai sampel penelitian (populatif sampling).Jenisvariabeldalampenelitia niniadalah: (1) variabel bebas adalah cerpen bermuatan karakter; (2) variabel terikat adalah pembelajaran Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data meliputi, memberikanpretest dan posttest. Padapenelitianinimenggunakan uji t sampel berpasangan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini dipaparkan sesuai rumusan masalah dan tujuan meliputi; (1) pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016

sebelum diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter, (2) pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016 sesudah diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter, dan (3) pengaruh penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun 2015/2016.

Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI IPS MA Bahrul Ulum Tahun 2015/2016 Sebelum Diterapkan Media Pembelajaran Cerpen Bermuatan Karakter

Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun ajaran 2015/2016 sebelum diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran cerpen dilihat dari nilai observasi, penilaian diri, dan tes mendengarkan. Dilihat dari nilai observasi mendapatkan nilai terendah yaitu 36, nilai tertinggi 80 dan nilai rata-rata 58. Dilihat dari nilai penilaian diri mendapatkan nilai terendah yaitu 47, nilai tertinggi 87 dan nilai rata-rata 68.79. Dilihat dari nilai tes mendengarkan mendapatkan nilai terendah yaitu 56, nilai tertinggi 80 dan nilai rata-rata 69.09. Hal ini berarti hasil pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum masih tergolong sangat rendah.

(5)

Hasil pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum tahun ajaran 2015/2016 sebelum diterapkan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran cerpen dilihat dari nilai observasi, penilaian diri, dan tes mendengarkan. Dilihat dari nilai observasi mendapatkan nilai terendah yaitu 72, nilai tertinggi 96 dan nilai rata-rata 88.12. Dilihat dari nilai penilaian diri mendapatkan nilai terendah yaitu 67, nilai tertinggi 100 dan nilai rata-rata 91.35. Dilihat dari nilai tes mendengarkan mendapatkan nilai terendah yaitu 77, nilai tertinggi 96 dan nilai rata-rata 84.97. Hal ini menunjukkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS MA Bahrul Ulum baik.

Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Cerpen Bermuatan Karakter Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Siswa Kelas XI IPS MA Bahrul Ulum Tahun 2015/2016

Pengaruh penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS Bahrul Ulum tahun ajaran 2015/2016. Berdasarkan tabel output SPSS 16 for windows, dari nilai observasi, penilaian diri, dan tes mendengarkan. 1) nilai observasi, didapatkan harga

thitung observasi sebesar 15.505

sedangkan taraf signifikansi yang

didapat α = 0.05 maka ttabel = 2.045

oleh karena t hitung≥ ttabelyaitu 15.505 ≥ 2.045 yang berada pada daerah

penolakan Ho ditolak. Dengan

demikian disimpulkan bahwa Ho

ditolak atau Hiditerima. Berdasarkan

hasil analisis dengan menggunakan uji beda yaitu uji t, dapat dikatakan

bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil observasi nilai karakter sebelum menerapkan media cerpen bermuatan karakter (pretes), dengan hasil observasi nilai karakter setelah menerapkan media cerpen bermuatan karakter (posttes), 2) nilai penilaian diri, didapatkan harga thitungpenilaian

diri sebesar 18.197 sedangkan taraf

signifikansi yang didapat α = 0.05

maka ttabel =2.045 oleh karena thitung≥

ttabelyaitu 18.197 ≥ 2.045yang berada

pada daerah penolakan Ho ditolak.

Dengan demikian disimpulkan bahwa Ho ditolak atau Hi diterima.

Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan uji beda yaitu uji t, dapat dikatakan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara hasil penilaian diri siswa sebelum menerapkan media cerpen bermuatan karakter (pretes), dengan hasil penilaian diri siswa setelah menerapkan media cerpen bermuatan karakter (posttest), dan 3) hasil tes mendengarkan, didapatkan harga thitung hasil tes mendengarkan

sebesar 10.073 sedangkan taraf

signifikansi yang didapat α = 0.05

maka ttabel =2.045 oleh karena thitung≥

ttabelyaitu 10.073 ≥ 2.045 yang berada

pada daerah penolakan Ho ditolak.

Dengan demikian disimpulkan bahwa Ho ditolak atau Hi diterima.

(6)

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media cerpen bermuatan karakter sangat efektif untuk mendukung pembelajaran Bahasa Indonesiasiswa kelasXI MA Bahrul Ulum tahun ajaran 2015/2016. Oleh karena itu, diajukan saran untuk; (1) guru bahasa Indonesia, sebaiknya menggunakan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Sehingga pembelajaran lebih efektif, (2) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan agar mengembangkan penelitian cerpen bermuatan karakter dengan harapan memperoleh temuan dan kajian baru mengenai penggunaan media pembelajaran cerpen bermuatan karakter atau penggunaan strategi belajar yang lain untuk pembelajaran Bahasa Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 2006. Kurikulum Bahasa Berbasis Sastra. Makalah untuk Seminar Nasional Kondisi Bahasa Indonesia Masa Kini, Akademi Jakarta Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur

Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.

Faruk, 2014. Pengantar Sosiologi Sastra. Yokyakarta: Pustaka Pelajar.

Herfanda, YosiAhmadun. 2011. MembembentukKarakterSisw adenganPengajaranSastra.O nline.(www.ahmadun

yosiherfanda_

MembembentukKarakterSis wadenganPengajaran

Sastra.html, diakses 17 Januari 2016).

Icksan, H.M.A dan Ahmad Tabrani. 2002. Prosa Fiksi dan Drama. Modul tidak diterbitkan. Malang: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang.

Ikhwantoro, Danung. 2013.Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V sd Glagahan Caturharjo Pandak Bantul. Skripsi tidak diterbitkan. Program Sarjana. Universitas Negri Yogyakarta.

Kesuma, Dharma, Cepi Triatna, dan Johar Permana. 2011. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Lickona, Thomas. 1991. Educating for Character: How Our Schools Can Teach and Responsibility. Terjemahan oleh Juma Abdu Wamaungo. 2015. Mendidik Untuk Membentuk Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Luxemburg, Jan Van, Mieke Bal, dan Willem G. Weststeijn. 1982.

Inleiding in de

(7)

Mulyasa, E. 2006. Kurikulum Satuan Pendidikan: Sebuah Panduan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori

Pengkajian Fiksi.

Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rafiek. 2012. Teori Sastra Kajian Teori dan Praktik. Bandung: Refika Aditama.

Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yokyakarta: Pustaka Pelajar. Rifki, Senny. 2011. Karakteristik

Media Visual dan Jenis-jenisnya. (Online), (www. Senny.rifki_

KARAKTERISTIK MEDIA VISUAL DAN JENIS-JENISNYA.html).

Rusminto, Dedi. 2011. Pengertian Media Visual.(Online), (www.DEDI RUSMINTO_ pengertian media visual.html, diakses 17 Januari 2016).

Samani, Muchlas & Hariyanto. 2014.

Konsep dan Model

Pendidikan Karakter. Bandung: Rosda Karya Offset.

Sora, N. 2014. Pengertian Cerpen dan Strukturnya Dilengkapi Unsur-unsurnya. (Online), (www. Pengertian Cerpen Dan Strukturnya Dilengkapi Unsur-Unsurnya - Pengertian Apapun.html).

Syahyerman. 2011.Pengertian Media

Visual. (Online),

(www.makalah media visual « syahyerman.html).

Tabrani, Ahmad. 2001. Teori Sastra. Modul tidak diterbitkan.

Malang: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Malang. Wahyuningsih, Esti. 2013.Pendidikan

Karakter untuk Membangun Perilaku Positif Anak Sekolah Dasar. (Online), (www. Esti Wahyuningsih_ PENDIDIKAN

KARAKTER.html, diakses 17 Januari 2016).

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1977. Teory of Litterature. Terjemahan oleh Melani Budiantara. 2014. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Wikipedia, 2016. Pendidikan

Karakter. (Online), (www.wikipediapendidikank arakter.html, diakses 17 Januari 2016).

Yuwanto, Listyo. 2016. Memanfaatkan Berbagai Media untuk Pendidikan Karakter. Artikel. Online. (http://www.ubaya.ac.id/201 4/content/articles_detail/44/ Memanfaatkan-Berbagai- Media-Untuk-Pendidikan-Karakter.html, diakses 17 Januari 2016).

Hariyanto. 2012. Pengertian Pendidikan Karakter. Online (www. PengertianPendidikan Karakter.html, diakses 17 Januari 2016).

Marzuqi, 2013. Konsep Dasar Pendidikan Karakter. Pdf. (Online, diakses 17 Januari 2016).

Sari, Kartika. 2016. Pancasila

Sebagai Paradigma

Referensi

Dokumen terkait

Di dalam kerongkongan terjadi gerakan peristaltik, yaitu gerakan meremas-remas yang dilakukan oleh dinding kerongkongan, yang mengakibatkan makanan terdorong masuk

meningkatkan kapasitas usaha Perusahaan Perseroan (Persero) PT Waskita Karya Tbk melalui penerbitan saham baru dalam rangka mempertahankan komposisi kepemilikan

yang diatur dalam akuntasi, tidak masuk dalam cangkupan agama.. Agama diturunkan untuk menjawab persoalan manusia, baik dalam

[r]

jika tidak ada, maka dihadirkan satu orang laki-laki dan dua orang perempuan. yang secara suka rela menjadi saksi bagi kedua belah

Nilai Tingkat Bahaya Erosi yang paling rendah di beberapa Kecamatan Dairi yaitu 1,77 di Kecamatan Siempat Nempu Hulu Desa Sungai Raya.. Nilai Tingkat Bahaya Erosi yang paling

Yang berhak mengajar pada semester bersangkutan adalah dosen yang tidak sedang dalam tugas belajar (studi lanjut) atau dosen yang sedang tugas belajar

He continued with an explanation of the Transition Support Program (TSP), a framework for budgetary support from the Development Partners, for 3 years. He provided a brief report