DAFTAF
'tr
tfrernr.rglqr$l ;O
Himpunan maksimal faktor-1 dengan daun tak terhubung berdefisiensi tiga. Onmaximal sefs of 1-factors having disconnected /eayes of deficiency fhree. Sugeng Mardiyono, (60-65).
O
Pemodelan penentuan keasaman dan kebasaan suatu molekul menggunakan sistemFuzzyberdasarkan data muatan H dan N yang diperoleh dari metode Semiempirik. The modeling of determination of acidity and basicity of molecules using Fuzzy system based on the data of charges on H and N that obtained from Semiempiricat method.
Agus maman Abadi & Suwardi, (66-74).
I
Pendekatan konstruktif untuk optimalisasi aktivitas hands-on lpA melalui strategi do-talk-do. Constructive approach to optima! hands-on science activity by do-talk-do strategy. Zuhdan K. Prasetyo, suparuvoto, slamet MT, Joko sudomo, & lnsihWilujeng, (75-82).
I
Simulasi numerik konfigurasi vorteks pada superkonduktor berlandaskan modelGinzburg-Landau. Numerical simulation of voftex configuration
of
superconductor mafter based on Ginzburg-Landau model. supardi, Fuad Anwar, pekik Nurwantoro&Asung BSU, (83-91).
I
sintesis silikat-1 menggunakan kristar Na[N(cHr).],[sisoro].s4Hro sebagai sumbersilicon. synfhesls of silicalite-l using Na[N(cH)J,[si"oj.s4H,o crystat
as
siticonsource. Hari Sutrisno, (92-1 03).
I
Eksplorasi senyawa kimia yang berkhasiat sebagai antihepatotoksik darioeUerapJ
spesies Hopea (Dipterocarpaceae) lndonesia. Ihe explotration
of
antihepatotoxic compounds from some Hopea specrbs (Dipterocarpaceae) rndonesra.sri
Atun,NurfinaAznam & RetnoArianingrum, (104_,11 4).
I
Efek jarak tanam dan varietas terhadap distribusi cahaya daram kanopi danpertumbuhan (biomasa) kedelai. The effect of the planting distance and varieties an the sun ray distribution in canopy andthe growth (biomass)-soybean.
Djukri, (115-122)
I
Upaya peningkatan kualitas penilaian mengarah ke model aufhenfic assessm ent. Theeffott for improving
of
assessment
quality referringto
authentic assessrnenf.Sfil:rt€
ISSN: 1410-1866
Terakreditasi sebagai
Jurnal
llmiah
Berdasarkan
Keputu san D itien Dl KTI D_epd iknas No.
39/DI KTI/Kep/2qA4Visi:
Menjadi media komunikasi yang mampu secara nyata memberikan sumbangan terhadapperkembangan bidang Pendidikan MIPA di Indonesia
Misi:
Menyebarluaskanhasil penelitiandan hasilkajiandalambidang PendidikanMIPA.Diterbitkan oleh
Fakultas Matematika dan Ilmu PengetahuanAlam,'Universitas Negeri Yogyakarta Ketua Penyunting:
Prof. Suryanto, Ed.D Penyunting Pelaksana:
Prof. Suryanto, Ed.D
K.H Sugiyarto, Ph.D Paidi, M.Si. Dr. Hari Sutrisno
,
Dr. Zuhdan Kun Prasetyo, M.Ed. Sukiya, M.Si.Fauzan, M.Sc. Dadan Rosana, M.Si
PenyuntingAhli:
Prof. Drs. Sugeng Mardiyono, MApp.Sc., Ph.D.
Gn{y)
Prof. Dr. Soeparno Darmawidjaja (UGM).Prof. Dr. h, Djoko Marsono (UGM) Prof. Dr. Wuryadi, M.S.
(UhIn
Dr. Yateman Ariyanto (UGM)
Pembantu Pelaksana: Drs. Yudi Sutomo
Paekan
Lay out
Paidi Hari Sutrisno
Alamat
Dewan Penyunting:Kampus FMlPAUniversitas Negeri Yogyatarta, KarangmalangoYogyaY,a*a, Gedung
Dgl
TeLp. (0274) 5482A3,Fax. (0274) 540713
Semua artikel yang dimuat dalam Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains sepenuhnya merupakan pendapat dan tanggung j awab penulis, bukan pendapat anggota Dewan Penyunting.
PENGANTAR
I}EWANi
PEIIYUNTING
Dalam
Jurnal
Pendiditan
Matematika
dan
Sains (JPMS),
FMIPA!
Universitas
Negeri Yogyakarta(UNYI
tahunX
edisi
2, Nopember 2005ini
disajikan
I
(delapan) buahartikel
yangditulis oleh
dosendan peneliti
bidang
MIPA
(Matematika
dan
ltmu
PengetahuanAIam)
dan PendidikanMIPA
dari berbagai Universitasdi
IndonesiaDua artikel dari delapan artikel pada edisi
ini
membahaspendidikanMIPA,
sedangkan enam buahartikel
merupakan artikelMIPA
lvlayoritasa*ikel
ditulis
dalam bahasa indonesia, hanya duaartikel ditulis
dalam bahasainggris.
Selanjutnyauntuk
penerbitan selanjutnya, akan ditingkatkandan diutamakan pemuatan artikeldengan bahasa inggtis.
Al*rimya
dewan penyunting berharap
semoga
artikel-artikel tersebut berguna
bagt pengenrbanganMIPA
dan ppndidikanMIPA di
Indonesia.Dewan penyunting
SETi
ffiit',
,
'123 Jurnal Pendidikan Matematitta
dm
SainsMisi
2 Ta'lilnX
2005UPAYA PENINGKATAN
KUALITAS PENILAIAN
MENGARAH KE
MOD
EL
A
UTH
E N TI
C,4SST'SSMTNT
Tm
EFFORT
FOR
IMPROVING
OF ASSESSMENT
QUALITY nETERRING TO
AUTHENTIC
ASSESSMENT
Bambang Subali dan Paidi
Jurusan Pendidikan Biologi FMIPA
tl}rry
ABSTRAK
Melalerkan penilaim yang holistih yang memperhatikan aspek
kogniti{
afe}tif dan psikomotor serta dalam upaya mengembangkan rntelektual pesertaaiait
*t*
memperoleh konsep iltniah mcla\1.nrgsodur ikniah yang didasari dengan sikap ihniah,dalmBidang
StudiBiologi,.*4ih
majadi
tantangan. Penelitian ini bertujuar wrtuk meningkatkan kualitas dan efisiensi penilaiin prestasi belajar_dalarn mata kuliahMlaobiolog
yang diajarkan pada erogram studi strata.l pendidikaniliotogi,
Jurusm Pendidikan Biologi, FMIPAUNY'
sesuai dengan tugas-tugaskegiatan kelas
dan
sejalan dong;; hakekat authentic assessment sehingga mampu menc€rminkan kegiatanpenilaian yang realistik dengan kenyataan
di
lapangan. Penelitian dilaksanakan dengan rmcangan penelitian tindakan kelas. Tindakan kJpadadiri
dosen tenupa pernbenatran pengombangan silabus yang berpusat pada mahasiswa meningkdkan keinampuandalm
**€rryt*
authentic assessment. Tindakanyag
dikenakan pada mahasiswa berupa (a) -eoeraptatt silabi dalam kegiatan pembelajaran di kelas dan praktilum di laboratorium' O) me,ngobservasi dan me,nilai respons mahasiswat
"hadap penilaian nrenggtmakan authentic dssessment, dan (c) melalrukair refleksi unurk menyempurnakan tindakany*g
citat,*uo.
Kegiatan tersebut dilalQkan dalam dua siklus' Hasil penelitian menwrjul&ao- ada p€ningkatan ke,marnpuan dosen dalam merancang skenario pqnbelarjaran yang berorientasi pada subjei<didik
dan kemampuan menerapkan authentic assessntent. Hasil yang dicapai mahasiswa >S}o/omahasiswa m"ngoasri aspek psikomotor dengan sangatbaih
nunun untuk pengusaa aspek koenitif vans mencapai skor>80
hanya 24%o yurg me,lrcapai skor>80,
te'tapi >50o/o merasa puas terhadap penilaian yang dilakukan dos€,n yangielah
**ilui
seluruh- aspek kemampuanymg
dimilikinya
sebagaihasil dari
proses pembelajaran baikdi
kelas dandi
laboratoriurn yang mencakup aspek kognitiq afel$if dan psikomotor' Tingkat partisipasi mahasiswajuga semakin baik dalan kegiatan diskusi.Kata
kunc i: aut hent ic
ass essment,mikrobiologi
ABSTRACT
To
conduct lheholisric
assessmenlin
the biological sciencerefening
to
the cognilive, afective, andpsychomotor domain and also in order to develop the capability of the student in getting the scienlific concept by
the scientific procedure based on the scientific attilude, were still
dfficult.
The aim of this research was to increasethe quality
and
eficiency
of
the
assessmentfor
students' Iearning achievementin
Microbiologt
for
theundergraduate students of the Biologt Education Depaflmenl, FMIPA, (JNY, related to the any assignments in the
classiom
as wel! as in the laboratory by the principles of the authentic ossessment, This was in order to reflect thereal assessment
in
the realworld
This research was designedin
the classroom action research. The kind-of
actionsfor
the lecturers were revising of the student-centered-syllabus and improving the lecturer's cornpetences to implement the authentic assessment. TheHnd of
actionsfor
the students on any stepsaf
the CAR were: (a) implementing the syllabus (b) observing the response of the student to the authentic assessment, and (c) making reflection. Dueto
the above purposes, this research was conductedin
two cycles. The result showed that the lecturer's competencesin
thepreparing
the syllabusand
applying the authentic assessmentimproved
Thesludent's learning achievement improved too. More than 50%o sludqnls had a hlgh competence in the psychomotor
domain related
to
the laboratory practices, while only 2495 students hada
high competencein
the cognitive domain. More thon 50%o studcna gme positive response to the implementation of the authentic sssels:ment. Even, students' participation in the discussion improved during the research..Llpaya Peningkatqn Kuolitas ... @ambmg Subali & Psidt)
PENDAHULUAII
Penilaian
hasil
belajar
merupakanbagian
yang
tak
terpisahkan
dari
kegiatanbelajar-mengajaq.
Dalam
banyak
hal,
hasilpenilaian sering
dipandang sebagaitolok
ukur
utama
dalam
penentuan keberhasilan
prosesbelajar-mengajar.
Alat
penilaian
konvensionalyang banyak
dipakai
dalam dunia
pendidikan,bahkan sampai
di
kalangan perguruan tlnggl
sampai
saat
ini,
adalah
tes
tertulis
yangumumnya hanya mengukur domain
kognitif,
itupun
tidak
dapat
mengukur
kemampuansintesis
dan
evaluasiyang
komplels,
sehinggakurang
mencerminkan keberhasilan
belajarpeserta
didik
seutuhnya.Pertgamatan
sementara
menunjukkanuntuk
praktikum
pun
dosen hanya
menitik
beratkan
pada
laporannya
saja,
sedangkan bagaimana keterampilan kegiatanlaboratoriumnya
sering kurang
mendapatperhatian.
Oleh
karena
itu
penilaian
yangmengarah
ke
bentuk
kinerja
Qterformance)utamanya
dalam
benfuk
authentic
assessmentperlu dikembangkan.
Dalam
penelitian
ini,
authenticassessment
akan dicobakan
padamata kuliah
Mikrobiologi
pada semesterV
ProgramShata-l
Pendidikan
Biologi
Jurusan pendidikanBiologi
FMIPA
UNY.
Analisis kondisi perkuliahan yangsudah
terselenggara
bahwa
antara
kegiatankuliah
dan praktikum
diselenggarakan sec:naterpisah. Perkuliahan dengan
bobot
2
SKSdiselenggarakan dengan
metode
ceramalr, dansesekali diadakan pretes
untuk
mengetahui penguasaanawal
mahasiswa dalam memahamikonsep
yang
akan
dipelajari.
Kegiatan
postesdilalrukan
hanya
dengan
memberikanpertanyaan pada aklrir pertemuan dan tes
tertulis
melalui
dua
kali
ujian
sisipan,
kemudiandiakhiri
denganujian akhir
semester. Sebagaipndukung
penyelenggaraan
perkuliahan"mahasiswa
diberikan
hand-out, namun
belumdiberikan
untuk
seluruh
pokok
batrasan.Mahasiswa cenderung
pasif
dalam
selamakuliah
berlang-sung, Sesekali mahasiswadiberi
tugas membuat ringkasan
untuk pokok
bahasantertentu, dan
hasil
ringkasan
diklarifikasi di
kelas.124
Penyelenggaraan
praktikum
denganbobot
I
SKS
menghadapi kendala.
Pertam4suatu
pokok kegiatan ada yang
memerlukanpengamatan
dalam
waktu
48 jam.
Kedua,beberapa peralatan
jumlahnya
sangat terbatas.Akibatrnya, ada beberapa
pokok
kegiatan yangharus dikerjakan
secara
bersana.
Ada
pulabeberapa
bahan
yang harus disiapkanoleh
dosenbila dari
segiwaktu
tidak
mungkin
disiapkan oleh mahasiswa.
Dalam
setiap kegiatan
praktikum
mahasiswa
diberi
pretes
untuk
mengetahuikesiapan
dalam
memahami
prosedurnya.Bila
mahasiswa belum menguasai langsung diadakanklarifikasi.
Penilaian
praktikum
dititikberatkan
pada laporan dan
ujian
responsi
pada
akhir
praktikum.
Padaakhir praktikum
diadakan satuaqara seminar
unhrk
menambah
wawasanmahasiswa
bahwa banyak
aspekMilaobiologi
yang
tidak
dapat
dikajildipelajari
melalui
kegiatan tatap
muka
danpraktikum
yang telatr diselenggarakan, namun penilaianhasil
seminardititikberatkan pada laporan kegiatan
seminar dari masing-masing kelompok.Dengan
kondisi
seperti diuraikandi
atas akan ditempuh upaya baruuntuk
meningkatkanmutu perkuliahan
melalui
penerapan authentic assessment,Menurut Newman
dan
Wehlage(1993:12) authentic
assessment adalah prosespengumpulan data dimana
mahasiswamema-hami dan
menghagilkan pengetahuan
yangberartiibermalara. Sementara menurut lvlarzano
dkft.
(1993:9-13) authentic
assessmentmengandung
tiga
unsur
inovasi
dalam
bidangpenilaian, yakni
(a) tidak
mengukur
keterca-paian
tujuan
pembelajaran
yang
tradisional,tetapi
lebih
menekankan
pada
kemampuannyata subjek belajar,
(b)
bersifat
menyeluruh"mengembangkan
seluruh
kemampuan
subjekbelajar melalui
kegiatan pembelajaran menurutpaham
kornffuktivisme, dan
(c)
tidak
hanyamenggunakan
sistem
tes
tradisional
tetapi menggunakan berbagaicara.
O'Neil
(1992:14-19) menambahkan bahwa Authentic Assessment
memberi
data
yang
lebih
lengkap
tentangkemampuan mahasiswa
dan
didasarkan
ataskegiatan
pembelajaraa
menghargai
samabaiknya baik produk maupun proses.
fugas-125
tugas
mahasiswayang
dikembangkanmelalui
authentic
asessmentbervariasi namum
tidak
terlepasdari tiga prinsip
dasar-Pertam4
tugas-tugas tersebut
sangatberarti bagi
mahasiswa(meaningfuI). Kedua, senantiasa disertai dengan
kriteria
penilaian.
Dan ketiga
didasarkan atasapa
yang
dapat dilalrukan
oleh
mahasiswa(lrrlarsh, 1996:224). Adapun
bentuk
tugas-tugas iersebutmeliputi: (a) portofolio, (b)
pembuatanjurnal/
paper;(c)
simulasi,(d)
membuat desainhun
preientasi,
(e)
observasi
kritis,
(0
mengdakan
proyekindividu
dankelompot,
(S)*"lapoit
ao hasil studi lapangan, (h) melakukan kegiatan pemecahan masalah,(i)
membuat peta konsep, dansebagainYa-Gronlund ( 1 998 : 1 -3 ) menyatakan perihal
kelebihan pedormance
assessment'Melalui
pedormance
assessment
yang
dipeduas -(eitendedperformance
assessment)gsrv
dapatmengetahui berbagai
kemampuanyang
lebih
kompleks yang
dicapai
siswa yangtidak
dapatdiukur
dengan menggunakan testernrlis
dalambentuk uraian
sekalipun..
Namun
demikiandalam
beberapa
hal
guru
dapat
mengkom-binasikan tes perbuatan dengan tes tertulis.Permasalahan
Pokok
Penelitianpeningkatan
kualitas
pembelajaranini
adalah:"Perlu
dirumuskan
dengan upayauntuk
dapatmeningkatkan
kualitas
pembelajaran
melaluipenilaian yang
tidak
hanya mengandalkan padates
tertulis,
sehingga
dapat
mencerminkanpencapaian hasil belajar yang sesungguhnya dari
mahasiswa
dalam
mata kuliah dan
matapraktikum
Mikrobiologi
Program S-1
Biologi'
Jurusan PendidikanBiologi, FMIPA
IINY'.
Sesuai dengan hakekat
Biologi
sebagaiiPA
yang bercirikan
memiliki
produk
ilmiah
yang
diperoleh
melaiui
metode
ilmiah
dandidasari
dengan
sikaP
ilmiah
makapembelajaran
Biologi
tidak
dapat lepas
dari upaya dosenuntuk
meningkatftan kemampuanintelektual
mahasiswa
agar
daPat memperoleh/menemukan konsepkonsepilmiah
menggunakan prosedurilmiah
yang didasarkanpada
sikap ilmiah.
Dengandemikia4
sebagaihasil belajarnya adalah merupakan keterpaduan
prestasi
arfi;ara prestasidalam ranah
kogtttil
afektif
dan psikomotor. Danhal
itu
hanya akan dapatdilahrkan bila
dikenakanteknik
penilaianJurnal PendidikmMatemuitra dan Sotus
Misi
2 Talnm X 2005dalam bentuk authentic asses sment'
Tujuan utama
dari
kegiatan
ini
ialahuntuk
meningkatkan
kualitas
dan
efisiensi penilaian prestasi belajar dalam bidaneBiologi
yaitu melalui
mata
kuliah Milaobiologi
sesuaidengan
tugas-tugas kegqatan
kelas
danpraktikum sejalan
dengan
hakekat
authentic assessmentsehingga marnpu
mencerminkankegiatan penilaian
yang realistik
dengan kenyataandi
laPangan.Dengan
memberikanbimbingan
secarakolaboratif
dan
kooPeratif
untukmenyelenggarakan
authentic
oss es sment kepadadosen pengampu mata kuliah
Mikrobiologr
yangaiselenggarakan
pada Program
Sttldi Biologi,
Jurdik
biologi, FMIPA IJNY,
diharapkan akandihasilkan model penilaian yang
benar-benarsesuai
dengan hakekat
Biologi
sebagaiIPA/sains
dan
sesuai dengan prestasi
yangditampilkan
oleh
mahasiswa
yang
berrumpu pada kemampuannya.METODE PEIYELITIAN
SefringPenelitian
Penelitian tindakan
berbasis
kelas ini
dilaksanakan
di
Program
Strata-l
PendidikanBiologi, Jurdik Biologi FMIPA
UniversitasNegeri
Yogyakarta. Pengampu
Mata
Kuliah
Mikrobiolog
pada
progam
tersebut
sebanyakdua
orang dan
berkedudukan sebagai
dosenkolaborator yang akan
dibantu oleh dua
orang dosenpeneliti
dalam upaya menerapkanprinsip
prinsip
authentic
assessment
selama melaksanakan proses pembelajaran MataKpliah
Mikrobiologi.
Melalui
pendekatan penelitian tindakankelas
sebagaimana
yang
digariskan
dalampanduan Penelitian Tindakan kelas
(Tim
PelatihProyek
PGSM,
1999:5-14) mauPun
Padapenyelenggaraan
penelitian
tindakan
pada umumnya maupun pada,bidang pendidikan padakhususnya
(McNifi
1992: 57'71),
kegiatandirancang
siklus
demi
siklus,
baik
untuktindakan
yang
dikenakan
'pada
dosenkolaborator maupoun tindakan
yang
dikenakan,pada mahasiswa.
Prosedur Penelitien
Upoya Peningkatm Kuqlitas ... (Bambang Suboli & pardi)
tindakan terhadap dosen pengampu Mata
Kuliah
Miftrobiologi dalam
upaya memahami
danmenerapkan
prinsipprinsip
authentic assessmentDalam
hal
ini
dosen
pengampu dibantu mendisain kegiatan perkuliahandi
kelasmaupun kegiatan laboratorium
yang
sesuai denganprinsippri
nsip authentic
asses sment.Tindakan
kedua
diterapkan
kepadamahasiswa, berupa pemberian bantuan kepada
mahasiswa
agar
dapat
mengikuti
prosespembelajaran
yang
menerapkan prinsip-prinsipauthentic
assessment,
sehingga
mahasiswadapat
menerima
kelebihan-kelebihan authenticassessment
dibandingkan
penilaian
yang menggunakan pendekatan konvensional.Dalam penelitian
ini
dibuat
menjadidua
siklus
besar.Dalam siklus
besar pertama,dimulai
dengan kegiatan perencaffurn tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refl eksi.Tindakan terhadap dosen
pengampumata
kuliah
diawali
denganpenyiapan
silabiyang
didalamnya
memuat
prinsipprinsip
autherntic assessment baik untuk kegiatan kelasmaupun kegiatan
laboratorium
termasukinstrumen
penilaiannya.Dalam
kegratan kelasI2(
dengan
penampilan
mahasiswabaik
di
kelasmaupun
di
laboratorium
dilihat
kembali
dandidiskusikan, dan
dicari
langkah-langkah baruyang berupaya
ag$
mahasiswa
dapat
lebih
berpeluang untuk menampilkan kinerjanya
baik
dalam
kegiatan
di
kelas
maupun kegaitan
di laboratorium.EASIL PEI\"ELITIAN DAN
PEMBAHASATT
Sesuai dangan
rencana
yang
telah diprogramkan, langkah pertama adalah menatakegiatan perkuliahan agar dalam
memberikanpenilaian
sesuai dengankarakteristik
authenticassessmeilt
Dalam
hal
ini,
semua
kegiatandirumuskan
sebagaikegiatan
yang
bermalana,baik untuk tujuan
p€nguasankogniti{
afaktif
dan/atau penguasan
psikomotor
sesuai dengankarakteristik
tnateri
kegiatannya.
Kegiatankufiah
dibuat
model
interal$if
denganmenerapkan metode tanya
jawab,
diskusi,
danpenugasan. Sementara
unfuk
kegiatanpraktikumnya dibuat model tertutup (resep) dan semi terbuka (semi resep).
Dalam
setiap pertemuan sudah
diberihand-out
dua
hari
sebelumnya.Setiap pokok
bahasan
baru
diawali
denga pretes
secaratertulis untuk melihat
kesiapansiswa,
denganmodel
kuis
dengan
jumlah soal
terbaias.Klarifikasi
secaralangsung
dilalrukan
dengancar.a menanyakan
terlebih dahulu
kepadamahasiswa,
butir-butir yang
tidak
dapatdikerjakan
oleh
sebagian
besar
mahasiswa.Dalam
kegiatan
diskusi,
titik
beratnya
adalahpada
penguasaanaspek
kognitif
dan afektif
Oleh karena
itu,
disiapkan
lembar
penilaianuntuk
menilai
aktivitas
mahasiswa
selnmadiskusi,
Hasil Tindakan pada llosen pengampu
Dari
beberapa
kali
pertimuan
dosenqeleliti
dengan dosen pengampumata kuliah
dalam rangka refleksi,
dapaidisimpulkan
bahwauntuk
beberapaaspeh
dosenp"ngrnp.,
masih mengalamikesulitan dalam
menyelenggarakanperkuliahan
dan
penilaian
mlnuju
modelauthentic
assessment Beberapakesulitan
yangdialami
dosen pengarnpupada
siklus
f
V*g
dapat
teridentifikasi
bphwa
dosen:(a) behiil
mengubah pemakaian metode
perkuliahan/ceramah
dengan metode
lainnyayang
lebih
mengaktifkan
mahasiswa, sehinggapenampilan mahasiswa dapat
dinilai.
Sosialisasi rancangan
authenticasessrtent kepada
para
mahasiswa dilakukanagar sejak
awal
mahasiswa
memahamikemampuan-kemampuan
yang
dikembangkan melalui tugas-tugas yang akan dikerjakan.Indikator kinerja
Dosen
berupayamemperoleh data
daninformasi,
sehinggadapat diperoleh
gambarannil_
di
lapangan berapa banyak
persmtasemahasiswa yang dapat menampilkan kinerjanya
dengan
baik
di
dalam kegiatan
kelas
dankegiatan
laboratorium.
Dalam
hal
ini
diharapkan
>50yo
mahasiswa
dapatmenunjukkan
pengrnsaan
kognitif
danpsikomotor, sertia memberikan tanggapan
positif
terhadap authet ic assessment.
Analisis
danRefleksi
127
terbiasa mengembangkan
perkuliatran
denganPKP
(PendekatanKetrampilan
Proses),
dansejenisnya
yang
sesuai dengan
authenticassessment,
(b)
belum
terbiasa
menyeleng-garakanpenilaian
selama kegiatan perkuliahanberlangsung
(sekalipun
menggunakan lembar penilaian yangtelah
disiapkan),(c)
mengalami kesulitan melakukan penilaian aspek proses dansikap
sains, serta aktivitas lainnya
padamahasiswa
dalam
jurnlah
besar (harnpir
50mahasiswa),
dan
(d)
mngalami
kesditan
menyusun
soal
pretes-postesdan
LKM
untukpokok
bahasantgrtentu,
yang
setara sehingga benar-benar komparabel hasilnya.Hasil Tindakan Untuk Mahasiswa
Gambaran
hasil
kegiatan
untuk mahasiswa selama kegiatan/tindakansiklus
I, diuraikanpr
model kegratan berikut.Pretes dan Postes
UntUk pretes
dan
postes,
setiap
soaldiberikan dalam bentuk uraian tertutup (dengan sejumlah jawaban yang pasti) rlan dalam bentuk semi terbuka.
I{asil
menunjukkan, bahwa soal-soal ssrni terbuka sukar Oitl4at<an dalam waktuyang
sangat terbatas, mahasiswa
mengalamikesulitan
menyelesaikannya secaracepat.
Jaditetap ada kendala pada mahasiswa untuk secara cepat mengua'sai konsep yang diajarkan dosen.
Penilaian
SelamaAlitivitas
Pembelajaran
Penilaian selama
aktivitas
pembelajaranhanya dapat
dilakukan
terhadap
aktivitasmahasiswa,
Dalam
kegiatan
tanyajawab,
dataJurml PendidilrmMatemati*adsn SainsMix 2 Ta,lrunX 2005
yang dapat
dihimpun
hanya berupa kelengkapanjawaban,
sedangkan ketepatanjawaban
denganrubrik
yang dibuat
denganrentang
I
sampai 4sulit
dilaksanakanketika
sambil bertanya dosensekaligus
menilai.
Ketidakmalnpuan
dosenmenghafal
nama
mahasiswa
juga
menjadi [image:8.548.309.546.73.344.2] [image:8.548.100.450.533.739.2]kendala. Hasilnya sebagai b€rikut.
Gambar
I.
Grafik Persentase KemampuanMahasiswa dalam Kegiatan Tanya Jawab c,
Akfivitas
dalam Metode PenugasanPenilaian terhadap kegiatan
penugasanindividual dan kelompok dilakukan
terhadaplaporan
dibuat
mahasiswa.
Unttrk
tugaskelompok
diikuti
dengan
penilaian
terhadapaktivitas
diskusi. Namun demikian kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan tugas memangbelum
maksimum. Akibatnya,
tanggapan darikelompok
lain
lebih
bersifat
untuk
klarifikasi.
Hasilnya disajikan berikut.
frnurgnifr.ikil*nfuler
n
5o
€s
2q
io
Ia
ir10 o
S(r'l Ss2 ga3 Sk4
Ttqtiile
Jurnal PerdidikcnMatematiko
fur
SainsMisi
2 TalnmX
2005Gambar
2
menunjukfran
bahwa
dari seluruh tugasyang dikerjakan oleh
mahasiswabelum
ada yang mencapai skor 4,baik dari
sisi(a)
kelengkapan penyelesaian
tugas"
(b)kebenaran penyelesaian setiap komponen fugas,
(c)
kualitas
referensi,
(d)
ketepatanmenyerahkan tugas, dan
(d)
kemandirian dalammengerjakan tugas.
Lembrr K6hnp- Pros.t (Prakdk[6 Pppgrrl Pcnge6bilgd]
ISkor
1
,ElSkor2 '
l
ZSkor
3
.
trSkor
4
l\:
128aktivitasny4 mahasiswa
yang
gagal
dalam postes lebih banyak yang gagal praktikum.Slnrhs Js hCg dturql+- Prldln
40
t30
3
!,0
dro
0
t-;;1
l-{-r..-l6e?9 40.59 Pqa*r
20-39
Gambar 4. Hasil Pretes dan Postes Kegiatan Praktikum
Penguasan Pen guasaan
Psikomotor
Dalam
kegiatan
preparasi
penilaiandifokuskan
pada
kemampuan
mahasiswamemilih
alat
yang akan
dipakai
danmenyaiapkan sehingga
siap
pakai.
Dalam
kegiatan
pelaksanaanpraft,tikum, aspek
yangdinilai
menyangkutcara memakai
alat
sejalan dengan langkah-langkatryang harus
ditempuhsesuai dengan prosedur baku yang
adq
sampaimenghasilkan
hasil
sesuai dengantarget
yangdicapai. Hasilnya
menunjukil<mbahwa
S0o/omenc4ai skor 280, 257o mencapai skor 70 -79,
dilr
hanyz 2o/o yangtidak mencapai skor 60.
Altivitas
dalam
Praktikum
Model
SemiRerep
Penguasan
Kognitif
Dalam model semi
resep
mahasiswaharus
menoari
aspek-aspek
yang
belumdituangkan
dalam
langkah-langkah
atauprosedur yang harus ditempuh.
penilaian
aspekl-<ggrutif
ditujukan
pada hat tersebut.Hasil
yangdicapai
menuqjukkan
bahwa
mahasiswalgbaglal
besar dapatmemenuhi
harapan yangditargetkan.
Hal
ini
dapat
dilihat
d*i
- (a), kesesuaian antara tujuan dan metode yang harilsdilalcukan
dan
kelengkapan
metengkapi prosedur/ketepatandalam.
Sementara
dalammemenuhi
kelengkapan
referensi
mahasiswakurang maksimal (Gambar 5).
30
s
7C
:'m :50 :40 !-u
:0
t0
c
A- Fe 5
i[
FE
Egi'E [= f$
,---
--]
Gambar 3. Grafik Pesentase
SkorAltivitas
dan PKP dalam Kegiatan penugasanGambar
3
menunjukkan
sikap
para mahasiswadalam
menyelesaikantugas
belummaksimal,
baik dari
aspek(a) kerjasam4
0)
keterlibatan,(c)
kesungguhan, dan(d)
aktivitasmelakukan observasi sebagai
kelengkapanuntuk penyelesaian tugas.
Aktivitas
dalamPraktikum
Modet
Resep PenguasanKognitif
Penguasaan
kognitif dinilai
melalui
datapretes,
postes,
dan
laporan
praktikum
yangdiselesaikan oleh mahasiswa. Soal yang dipakai
dalam bentuk salah benar dan bentuk isian.
Gambar
4
menunjukkan hasil pretes danpostes
pada
kegiatan
praktikum
tidak
begrtukomparabel, padahal
materi
yangdiujikan baik
pada pretes
dan
postes
tetap berkait
denganprosedur,
hanya
pada saat postes
dikaitkan
r29 Jurnal Perdidifun Matematika
dm
SainsMisi
2 Taltun X 2005Gambar 5. Grafik Pesentase Skor Kemampuan
Kognitif
danAfektif
Mahasiswa dalam metode Semi ResePPenguasaan
Psikomotor
Penilaian aspek psikomotor
berdasarkinerja yang
ditampilkan
mahasiswa dalart
kegiatan preparasi
dan
saat
melaksanakankegiatan. Hasilnya
hampir
sama dengan yang*od"t
resep.Lebih dari
50% me'rrcapai skor >80'25o/o merrc,apai skor
70 -79,
dan hanya 2o/o yangtidak mencapai skor 60'
Model Penilaian
Antar
TemanModel
Penilaian
antar
teman
Yangditerapkan sebagai salah satu cara untuk
menilai
kerja
iim
menunjukkan hasil yang cukup akurat,setidaknya
untuk menjaring
anggota kelompok yang kurangaktif
dalamke{a tim. Dari
10tim
yattg uaa,
i"-,ruttyu
menrurjukkan konsistensiyang cukup
baik,
bahwa seseorangyurg
sangatiiAal
anitf
atautidak
dapat diterima
dalamkelompok
karena bekerjaburuh dinilai
rendaholeh
sebagian besaratau
oleh
semuzl anggota kelompoknya.Tanggapan Mahasiswa
Terhadap
Model
Authentic
AssessmcntTanggaPan
mahasiswa
mahasiswaterhadap
model
authentic
assessmentdijaring
dengan skala permbedaan semantik.
llasil
yangdiperoleh menunjukkan
bahwa dari
47
orangmahasiswa
yang
menempuh
mata
kuliah
Mikrobiologi
sebanyak
2
orang
menanggapinegatif
5 orang agaknegrtif,
8orangnetral,
10 orang agakpositif
17 orangpositil
dan 5 orang sangat positif.Refleksi Siklus
I
Beberapa
hal
yang harus diatasi untuk
lebih
menyiapkan kegiatan
pada
siklus
tr
berdasar temuan pada siklus I yakni:a) Kesulitan
dosen menyiapkanLKM
yangberorientasi pada aktivitas mahasiswa'
b)
Kesulitan
dosen
menyapkan
materi'materi
kegiatan
untuk dinilai
aspek-aspeknya
sejalan
dengan
metode
yangOiiititr yang
bertumPu
Pada pengembanganaltivitas
mahasiswa'c)
Upaya untuk mengenal mahasiswa'd) Kemampuan
dosen
menilai
mahasiswaselama pembelaj aran berlangsung'
e) Kemampuan dosen
menyusun perangkat pretes dan Postes Yang setara.Implementasi Tindakan Perbaikan
Kegiatan
Perkuliahan
Sesuai
dengan
Authentic
Assessmerrt Siklus
II
Hasit
Tindaknn
perbaikan
(Mengatasi
Kesulitan
yangdihadapi
Dosen Pengampu)Melalui
berbagai
diskusi
antara
dosenpeneliti
dan
dosen
pengampu'
berbagaikesulitan
yang
dihadapi dosen
pengampuselama siklus
I,
telah
dicoba diatasi.
Hasil
perbaikan
ini
tercermin
dari
materi-materi,LKM,
soal-soal
pretes
dan
postes,
dan [image:10.603.21.552.31.805.2]Uprya Peningkatan Krclitas ... (Bambang Sabali & Paidi)
I{asil
Tindakan
Untuk
Mahasiswa
Seperti pada siklus
I,
untuk
kegiatankuliah
di
kelas,dibuat model
interaktif
denganmenerapkan
metode
tanya
jawab
dan penugasan,Untuk
kegiatanpraktikumnya juga
dibuat
duamodel
yaitu
model tertutup
(resep) dan semi terbuka (semi resep).Dari
grafik
tersebutterlihat
bahwa untuk sebagai besar asp€k kemampuandalam
tanyajawab,
sebagian mahasiswatelah
menunjukkan kemampuanyang
cukup
sampai dengan bailqdan belum
ada yang mencapaiskor
amatbaik
(skor
5).
Grafik
tersebut
juga
menunjukkan bahwa mahasiswatelatif
jarangbalik
bertanyakepada dosen,
dan
cenderung
lebih
banyakPenilaian
SelamaAtdivitas
Pembelajaran
Penilaian pada kegiatan
tflrrya jawab
dalam perkuliatran dengan materi berupa sajian
hasil
mengkajijumal,
menunjukkanhasil
rata-rata skor
sebagaiberikut
(tiap kelompok
berisi sekitar 10 mahasiswa)bersifat
menerima pertanyaan. Kelemahanlain
yang muncul
juga
dalam rasionalisasi menerimadan
menolak
ide
jika
ada jawaban
yangdiberikan
seorang mahasiswa yangdilempar
ke mahasiswa yang lain.Hasil
pengamatan terhadap
aktifitas
diskusi untuk
membahashasil
praktikum
semi resep disajikan padagrafik
di bawahini.
I
l Lgf,Ssr PengaEElan Olslu3l Jurnal
L_.-__.
Keterangan : series
I
: sangatjelek; s€ries 2jelek ; series 3 cukup; series 4 baik ; series 5 sangat baikGambar 6. Grafik Persentase Kemampuan Mahasiswa dalam Kegiatan Tanya Jawab
F
5
E
ee
g rs I -i
C;
;i
f
rp
;g
f
5g
-n
##
FE
Eiuz E.P€KLsbar Pengmatan D,skusl lt
Keterangan : series 1 : sangatjelek; series 2
jelek;
series 3 cukup ;series 4
baik;
ssries 5 sangatbaik [image:11.518.7.513.12.694.2]t3l
Grafik
diatas
menunjukkan
sebagranmahasiswa
telah
memiliki
kemampuan
yangcukup sampai dengan
baik.
Berbeda pada hasiltanya
jawab,
pada
diskusi
ada
peningkatandalam rasiuonalisasi penerimaan dan penolakan
ide.
Hal ini
menandakan kesiapan diskusi sudahlebih
baik
dalam
arti
mahasiswa sudah maumempelajari
bahan-bahanyang akan
dibahasmelalui diskusi.
Penilaian psikomotor
dalamPraktikum
Model
ResepSeperti pada
siklus
I,
aspek psikomotordinilai
berdasar
kineqa yang
ditampilkan
mahasiswa dalam persiapan
praktikum
dan saat melaksanakankegiakn
praktikum. Hasil
secaraempiris sebagai berikut.
Keterampilan psikomotor I I
Jurnal PendidikmMatenatikodsn SaiwMisi 2 TahunX 2005
Alrtivitas
dalam
Praktikum Model
SemiResep :
AspekKognitif
Karena dalam
model
semi
reseP, makapenilaian terhadap aspek
kognitif
ditujukan
pada kemampuan mahasiswa dalam melengkapi
informasi melengkapi prosedur.
Hasil
yangdicapai
menunjukftan
bahwa
mahasiswasebagian besar dapat mernenuhi harapan yang
ditargetkan.
Hal
ini
dapat
dilihat
dari
(a),KemamPuan merumuskan
masalah,
(b)
Kemampuan merumuskan
hipotesis,
dan
(c)
kemampuan
merencanakan
kegiatan'
Hasil
secara empiris sebagai berikut.
Keterangan: skor
I :kurang;
skor2 =cukupskor 3
:
baik;
skor 4 = sangatbaik Gambar 9. Grafik Pesentase Skor KemampuanKognitif
Mahasiswa dalam Metode Semi Resep(Proposal Pengembangan)
Dari
grafik
tersebut
terlihat
bahwasampai
siklus
II
ini,
kemampuan
mahasiswadalam
merumuskan
sendiri
permasalahan,hipotesis, dan merencanakan kegiatan (kegiatan
praktikum semi
resep),
masih
sangat kurang.Hanya
sebagaiankecii
saja
mahasiswa yangtelah
mampu
beproses
secara
mandiri
ini,
khususnya hanya pada perumusan hipotesis.
Model Penilaian
Antar
TemanModel
penilaian antar teman masih tetapditerapkan,
Dari
10
tim
yang
ada, semuanyamasih
menunjukkan konsistensi
yang
cukupbaik,
bahwa seseofturgyang
sangattidak
aLlif
atau
tidak
dapat diterima dalam
kelompokkarena bekerja
buruk,
dinilai
rendah
olehsebagian
besar'atau oleh s€mln
anggotakelompolnya. i
,[
|1
4
5 F--E
5.i
.n
?5
tr
5$
c€ l!
n:
E?
Arp€k Kelrampilan II
.,, - ___ -_- __-- -_- - ---_ - _- )
Gambar.. 8. Ketrampilan Psikomotor Dalam Melakukan Praktikum (Resep)
Berdasarkan diagram
di
atas,
daPrtdikatakan bahwa kemampuan psikomotor dalam
kegiatan
praktikum
model
resep,
nta'rata
sangat
baik
(khususnya kegiatan
inokulasibiakan). Hanya pada kegiatan
penghitunganyang
justru lebih
rendah
rcta-rataketrampilannya.
Kendala yang
menyebabkanini
adalahtidak
tersedia
alat/bahan
untuk
prosespenghitungan
yang
sesuai dengan
banyaknyakelompok
yang
ada.
Msal
untuk
kegiatanpengecatan"
bahan
yang
disediakan
untukkegiatan klasikal. Akibatnya,
mobiulitasmahasiswa
untuk
bergerak
dari kelompok
ketempat
ini
menjadi
sangattinggi,
dan akhirnyapenilaian
untuk
kinerja kelompok
sulit
mencakup
seluruh aspek
yang
ditampilkan
Upqya Percinglwtut Kuslitas ... (Bambang Suboli & Paidi)
Tanggapan
Mahasiswe
Terhrdap
Model
Authentic
AssessmentTanggapan mahasiswa
mahasiswaterhadap
model
authentic
assessmentdijaring
dengan skala permbedaan semantik.
Hasil
yangdiperoleh menunjukkan
bahwa
dali
47
orangmahasiswa
yang
menempuh
mata
kuliahMikrobiologi
sebanyak
I
orang
menanggapinegatif,
6
orang agaknegatif,T
orangnetral,
10orang agak
positif,IT
orangpositif,
dan lainnyaorang sangat positif.
Refleksi
SiklusII
Setelah
melalui
upaya perbaikan, dalamsiklus
II ini
dosen pengampu merasa sudah lebihmudah dalam memilih materi
sesuai
denganaspek
yang akan
dinilai.
Dosen
juga
merasalebih
mudah
mnelalcukan
penilaian
selamakegiatan
berlangsung
karena strdah
lebihmenghafal nama
mahasiswa.Namun
ternyatajuga
masih
ditemukan
beberapa kekurangagterbukti
untuk beberapa aspeknilai
belum
dapatdikumpulkan,
misalnyanilai
pretes dan postes,yang mana
sampai
akhir
kegiatan
ini
postesbelum diselenggarakan.
Korelasi
hasil Penilaian
menggunakanteknik
Assessment danTeknik Testing
Setelah diadakan
ujian
sisipan danujian
akhir
dan kemudiandiolah menjadi
nilai
akhir
kemudian hasil
nilai
akhir
dihubungkan denganhasil
penilaian
berdasarauthentic
assessmentdalam
hal
aspekkognitif
ternyata menujukkan relevansi yangtinggi.
Mahasiswa yang berhasil dalam ujian juga mahasiswa yangmemiliki nilai
authentic
assessment yangtinggi
pula.
Hal ini
menunjukkan
bahwa
metalui
authenticassessment mahasiswa masih mnmpu menjamin
porolehan
kognitifirmya secara
memadai,sedangkan
dari
sisi
psikomotor
membuktikanada kelebihan seseorang yang dapat ditunjukkan
melalui
keterampilan psikomotor
meskipunpenguasan kognitifrrya
relatif
lebihrendah-PEMBAHASAN
Dari
tindakan yang
telah
direncanakantemyata
mahasiswabelum
sepenuhnya dapat:
132menuqiulckan pnampilan/perfonnence
yangoptimal
Selain
faktor
kemampuan
dosenmerancang
perkuliahan
sesuai
dengankarakteristik authentic
assessment, spesifikasi materi yang diajarkanjuga
sebagai kendala.Hal
ini
sesuai dengan
apa yang ditemukan
olehSwanson
dkk
(1995:5).
Faklor
jumlah
mahasiswa
dan
terbatasnya
wa}:tu
untukpelaksanaan
dalam
kegiatan
kelas
sebagaipenghambat keterbatasan
waktu
juga
dialami
oleh Bambang Subali
dkk
(2000:34). Selainitu
keterbatasanperalatan
untuk
kegiatan
labora-toriumjuga
kemampuan mahasiswa memahamibahan
perkuliahar/praktikum
di
luar
yang
adadalam buku panduan dalarn bentuk
buldjurnal
dalam
bahasa
asing
juga
menjadi
faktor. Kegiatan diskusi dan tanyajawab klasikal
sukardipakai
untuk
meningkatkan
aktivitas mahasiswa. Pernberian bahandua
sampaitiga
hari
kepada mahasiswa sebelum acara kegiatanagu
lebih
menyiapkan
diri
juga
belumsepenuhnya sesuai harapan. Kebiasaan selama
ini
dengan penilaian yang lebih difokuskan padahasil testing hasil
responsi,
dan
penilaianterhadap laporan dan kurangnya perhatian dosen
untuk menilai
performans
mahasiswa juga
menjadi factor kesulitan
menerapkan auntenticassessment.
Hal
yang
menggembirakan
adalah bahwa mahasiswa menerima alternatif penilaianini
secarapositif
Hanya
ada l2,Ba/o mahasiswayang
merespons
agak
negatif.
Dari
hasilpenilaian antar
temanjuga
menunjukkan adanyaobyektivitas
yangtinggi,
sehinggatidak
terjadi
penilaian
yang
kontradihif
antarasatu
orangdengan
orang
yang
lain
dalam
kelompoknya.Dengan demikian authentic
assessmentjuga
mampu
sebagaiajang unfuk
mengembangkanobjektivitas penilaian pada
diri
siswa
dalam melalcukanself
evaluation,
danhasil
penilaian antar temanjuga
sekaligus dapatdipakai
untukmenilai
kelemahan
dan
kelebihan
diri
setiapmahasiswa
untuk tampil
dalam
kelompoknyaHat
ini
sesuai dengan pendapatMarzano
dkk. (1e93:13).Faktor kesiapan dosen dalarn memahami dan merealisir.setiap langkah dalam menyusun
tugas dan tanggungjawab terhadap setiap tugas "
a
I33
usaha-usaha
untuk menilai
PenamPilanmahasiswa secara
konlinyu
memang ikut
menjadifakror
penentu keberhasilan Pener$psn authentic assessment.SIMPT]I,AN
DAN SARAN
Simpulan
Dari
temuandi
lapangan menunjukkanbahwa
ada
peningkatan
kemampuan
dosendalam
merancang
pembelajaran
yangberorientasi
pada subjek
didik
yang
relevandengan
penerapan
quthentic
assessment' sedangkan hasil yang dicapai mahasiswa >50Ya mahasiswa menguasai aspek psikomotor dengansangat
baih
namun
untuk
pengusaan aspekkognitif
yang
mencapaiskor
)80
hanya
24%yang
mencapaiskor >80,
tetapi
>50%
merasapuai
terhadappenilaian yang
dilalilkan
dosenyang
telah menilai
seluruh
aspek kemampuanyang dimilikinya
sebagai
hasil
dari
prosesp"mU.tuj**
barkdi
kelas dandi
laboratoriumy-g
mencakup
aspek
kognitif,
afektif
danisik-omotor.
Mahasiswajuga
semakin
banyakyang berpartisipasi
baik
dalam
kegiatan tanya lawab maupun diskusi.Saran
Dari
kesimpuian
yang dipffoleh
dapatcliajukan saran
yalrri,
ukuran
kelas yang besarakan
menjadi
kendala,
sehinggadapat
diatasidengan
membagi kelas menjadi kelas
yang berukurankecil
agar authentic assessment dapatditerapkan Kemudian,
perlu
adanya
upaya dosen secaraoptimal untuk
memilih
kegiatan-kegiatan
lain
selain yangtelah
dikembangkan,balt
untut
kegaiatandi
dalam kelas
maupunlaboratorium
yang
beqar-benar
dapatmengaktifkan
mahasicwa-Dengan
demikian,penerapan
suthentic
assess mentjuga
akanlebih
opimal.
Jurrul PendidihanMalematika don Saiw
Misi
2 Talrun X 2005DAFTAR PUSTAI(A
Barnbang Subali. (2000). Peningkatan
Kualitas
perkaliahan
Melalui
Authqntic
Assessment
dalam
Mato
Kuliah
Penilaian
Pencapaian
hasil
Bglaiar
Biologi Pada
ProgYam
Strata-L PendiditcanBiologi
Jundan,pendidikan
BiologiFMIPA LOII
Laporan penelitian'I-eaciring Grant Program
Due-Like
Gronlund,
N.E.
(1998)- Assessmentof
StudentAc hievement. Boston:
Allyn
and Bacon'Marsh, C.J.
(1996).
Handbookfor
BeginningTeachers.
Melbourne,
Australia:Longman.
Marzano,
R.J.,
Pickering,
D',
&
McTighe,
J'(1993). Lssessing Student
Outcomes,Alexandria,
VA:
ASCD.McNiff,
J.
(1992)'
Action
ResearchPrinciples
and Practice. London: Routledge'Newman,
F.M.
&
Wehlage,
G.
(1993)'
FiveStandards
of
Authsntic
Instnrction' Educational Leadership,50, ( 7), 8-12'O'Neil,
J.
(.lggZ)' Outting
PerformanseAssessment
to
the
Test.
Educational
LeadershiP, 49
(8),
14'19.Swanson,
D^8.,
Nonrnan"G.R.
&
Linn'
R'L'
(1995)
PerforrnanceBase
Assessment:Lesson
forrrr
Health
Profession'Educational Researcher, 25(5), 5-1 1'
Tim
Pelatih Proyek PGSM' (1999). Penelitian
Iindakan Kelas
(Classroom
Action
Research).
Jakarta:
ProYek pengembangan Guru SekolahMenengall
Direktorat
Jenderal pendidikan Tinggr'