• Tidak ada hasil yang ditemukan

sejarah dan aliran psi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "sejarah dan aliran psi"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

SEJARAN DAN ALIRAN

PSIKOLOGI

Pertemuan 4

(2)

SEJARAH PSIKOLOGI

1. Psikologi sebagai bagian dari filsafat

obyeknya asal usul jiwa, ujud jiwa, akhir dan jadinya jiwa, hubungan jasmani dan rohani

 Plato :

 Aristoteles

 Rene Descrates

 Thomas Aquino

 John Locke

 John Stuart Mill

(3)

Lanjutan..

2. Psikologi dipengaruhi oleh ilmu alam psikologi merupakan ilmu pengetahuan

eksak dan banyak tergantung pada matematika.

 Helmholtz

Johan Muller

Weber

(4)

Lanjutan..

3. Psikologi berdiri sendiri

gejala jiwa tidak dapat hanya diterangkan dari sudut ilmu alam, namun dapat

dilakukan melalui eksperimen.

(5)

Lanjutan..

4. Psikologi pada abad ke-20

para ahli saling berargumentasi menurut hasil penelitiannya masing-masing yang berbeda-beda, namun akhirnya saling

(6)

ALIRAN-ALIRAN PSIKOLOGI

STRUKTURALISME

FUNSIONALISME

PSIKOLOGI DALAM (PSIKOANALISA)

BEHAVIORISME

PSIKOLOGI HORMIC

PSIKOLOGI GESTALT

(7)

STRUKTURALISME

 mendasarkan pada isi dan struktur jiwa. Setiap gejala psikis yang kompleks selalu memiliki karakteristik dari

elemen-elemennya.

 Memperhatikan isi jiwa seseorang

 Jiwa seseorang merupakan penggabunan berbagai pengalaman kesadaran

 “apa unsur2nya dan bagaimana unsur ini bergabung”?

(8)

FUNGSIONALISME

 mempelajari fungsi dan kegunaan jiwa. Metode yang digunakan eksperimen dan observasi tingkah laku, ingin mengetahui mengapa dan untuk apa suatu tingkah laku terjadi.

 Jiwa seseorang diperlukan untuk

melangsungkan kehidupan dan berfungsi untuk penyesuaian diri—aksi seseorang

 “mengapa dan buat apa suatu TL itu diperbuat seseorang”

(9)

PSIKOLOGI DALAM (psikonanalisis)

 Sigmund Freud “Bapak psikoanalisis”

 psikis dipengaruhi alam kesadaran dan ketidaksadaran/ bawah sadar

 Kehidupan 6 tahun pertama

mempengaruhi kehidupan selanjutnya

 Cth: keinginan yang “dilarang” pd ms kanak2—bawah sadar ttp berpengaruh-mimpi

(10)

Lanjutan..

 Id : dorongan biologis—pusat insting

(eros&tanatos)– berprinsip pd kesenangan sendiri—naluri seks n agresivitas

 Ego: menjembatani tuntutan id dgn

“realitas” dunia luar—rasional

 Super-ego: “kata hati”—”kontrol”

berhubungan dengan lingungan sosialdan mempunyai nilai moral

(11)

BEHAVIORISME

 mempelajari tingkah laku nyata, terbuka dan dapat diukur secara obyektif, tidak perlu menggunakan metode introspeksi.

 “teori belajar”

 Perilaku dapat dikendalikan mll

“conditioning”-pavlov, Thorndike “trial n error”

(12)

PSIKOLOGI HORMIC

 Setiap tingkah laku dilandasi oleh dorongan dasar (hormo urge) yang menyebabkan tingkah laku tersebut mempunyai tujuan, arah.

 Dorongan dasar tingkah laku adalah naluri (insting). Reflek bukan tingkah laku karena tidak bertujuan.

(13)

PSIKOLOGI GESTALT

 Gestalt = totalitas, keseluruhan-- tidak sekedar unsur-unsur atau bagian dari

totalitas yang secara sendiri-sendiri tidak memiliki arti apa-apa.

(14)

PSIKOLOGI KEROKHANIAN

 metodenya “verstehen”, yakni mengerti dan memahami.

 Gejala kejiwaan baru dapat dipahami dan berarti bila gejala jiwa tersebut

merupakan faktor dari totalitas nilai.

(15)

HUMANISTIK

 Fokus: man dg ciri2 eksistensinya

 Man: unik, kreatif, mempunyai potensi

 Man bukan tanah liat tetapi mahluk yg

aktif, menentukan gerakannya sendiri, ada kekuatan dari dalam untuk menentukan perilakunya

(16)

Hirarki Kebutuhan

Maslow ‘70

Aktualisasi Penghargaan

Cinta dan memiliki

Rasa aman

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu orang Jawa yang merasa tidak cukup hanya dengan memiliki agama dan ingin menguasai ilmu kebatinan sehingga adanya ajaran Ilmu Kapribaden dapat menjadi

Untuk dapat memperbaiki hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam, dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen yang diyakini dapat

benar obyektif dan hanya mengakui tingkah laku nyata yang dapat dilihat dan dapat diukur sebagai obyek psikologi, yang disebut Aliran Behaviorisme.

Karena alam semesta ini terdiri dari alam syahadah dan alam ghaib, maka sebagai wilayah studi, objek wilayah pendidikan islam tidak hanya berkaitan dengan gejala-gejala yang

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui metode eksperimen dapat meningkatkan pengenalan konsep gejala alam pada anak kelompok B TK Aisyiyah

Inilah titik awal dimulainya eksperimen-eksperimen yang menggunakan metode ilmiah dalam mempelajari gejala-gejala psikis seperti atensi (perhatian), pikiran, ingatan,

Jiwa tidak sama dengan badan dan masing-masing tunduk pada peraturan atau hukum yang terpisah... Socrates 469 –

Pengetahuan ilmu alam (IPA) menurut kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) merupakan ilmu yang diperoleh melalui pengamatan dan penelitian terhadap gejala-gejala