•
Secara etimologi kata
morfologi
berasal dari kata
morf
yang berarti ‘bentuk’ dan kata
logi
yang berarti ‘ilmu’.
•
Di dalam kajian linguistik,
morfologi
berarti ‘ilmu
mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata’.
•
Kemungkinan adanya perubahan golongan
kata ( fungsi gramatikal ).
3
MORFOLOGI
FOKUS KAJIAN
STRUKTUR KATA
Susunan bunyi ujaran / tulisan yang menjadi unit bahasa yang bermakna
BENTUK KATA
Rupa unit tatabahasa, sama ada berbentuk tunggal atau terbitan daripada proses pengimbuhan, pemajmukan dan penggandaan
PENGGOLONGAN KATA
Morfologi Dalam
Linguistik
Objek Kajian
Morfologi
Wacana
Satuan morfologi adalah:Morfem (akar atau afks) dan Kata.
Sintaksis
Morfologi
Proses morfologi melibatkan komponen :Dasar (bentuk dasar).
Alat pembentuk (afks, duplikasi, komposisi, akronimisasi, dan konversi). Makna gramatikal.
•
Unit tatabahasa / bentuk yang paling kecil
•
Bentuk yang bermakna leksikal atau fungsian
•
Tiada bentuk lain sebagai unsurnya
•
Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki
makna. Umpamanya bentuk
membeli
dapat di analisis
menjadi dua bentuk terkecil yaitu {mem-} dan {beli}.
Contoh lain :
“
ditendang”
di + tendang ialah morfem kerana tiada lagi bentuk lain yang lebih kecil daripada bentuk di dan tendang
Identifkasi Morfem
•
Berikut bentuk
di-
pada berikut ini, dapat
dikatakan sebagai sebuah morfem karena
merupakan bentuk kecil yang berulang-ulang dan
mempunyai makna yang sama. Contoh :
•
Contoh ke- II :
–
di pasar
–
di rumah
–
di kamar
–
di jalan
–
di kantor
–
di halaman
Dalam hal ini karena makna bentuk
di-
pada
dipukul
dan
di pasar
tidak sama, maka kedua
•
Contoh ke- III :
–
membawa
–
terbawa
–
dibawa
–
pembawa
Bagian yang sama itu adalah bentuk
bawa
. Maka, di sini pun bentuk
bawa
adalah sebuah morfem, karena
Alomorf Dan Morf
10
JENIS
MORFEM
Morfem Bebas
Morfem yang boleh berdiri sendiri sebagai satu kata, dan mempunyai makna yang tersendiri, serta berfungsi dalam ujaran. Bentuk ini tidak memerlukan kata lain. Contoh :
ikan, meja, baju, kertas, manusia, jalan
Morfem
Terikat
Morfem yang tidak boleh berdiri sendiri sebagai kata, dan hanya wujudsebagai imbuhan yang digabungkan dengan morfem lain
untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Contoh
: ber + jalan = berjalan
tulis + kan = tuliskan ke + tulang + an =
Morfem utuh : {meja},{kursi},{kecil},{laut},dan {pensil}
Morfem terbagi, adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian
yang terpisah atau terbagi, karena disisipi morfem lain. Seperti pada kata kesatuanterdapat satu morfem utuh yaitu {satu} dan satu morfem terbagi, yakni {ke-/-an}; kata perbaikan terdiri dari satu morfem utuh {baik} dan satu morfem terbagi yaitu {per-/-an}.
Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh
fonem-fonem segmental, yakni morfem yang berupa bunyi
dan dapat disegmentasikan. Misalnya morfem {lihat},
{ter-}, {sikat},dan {lah},{kah},{lari},dan {kali}.
•
Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang
secara inheren memiliki makna. Misalnya
{makan}, {pulang}, dan {pergi}.
13
KATA
Kata mempunyai ciri yang berikut:
Satuan bebas yang paling kecil
Dua satuan bebas, iaitu satuan fonologi dan satuan gramatis
Mempunyai makna lengkap
Dapat berdiri sendiri dalam ayat
Satuan fonologi bermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa suku kata, dan suku kata itu sendiri terdiri daripada satu atau beberapa fonem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :
ber + ma + lam > 3 suku kata ber > 3 fonem /b/, /e/, /r/
ma > 2 fonem /m/, /a/
14 Satuan gramatis bermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa morfem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :
bermalam > 2 morfem ber + malam
kemalaman > 2 morfem ke…an + malam
berkepemimpinan > 4 morfem ber, ke….an, pe + pimpin
Satuan fonologi dan satuan gramatis ini menunjukkan bahawa defnisi
kata berdasarkan kriteria :
- makna
- fonologi ( tanda sebagai gabungan arbitrari antara
representasi
15
Pokok kata bermaksud satuan yang tidak dapat
berdiri dalam ujaran
biasa, dan secara gramatis tidak bersifat bebas.
Satuan ini tidak termasuk dalam golongan imbuhan
kerana satuan ini
mempunyai sifat tersendiri, dan dapat dijadikan
bentuk dasar. Contoh :
temu
> bertemu
juang
> pejuang, berjuang
tawa
> ketawa
ambil
> ambilan, mengambil
main
> bermain, mainan
jabat
> jabatan, pejabat
baca
> membaca, bacaan
sandar
> penyandar,
bersandar
16
Berikut ialah contoh kata satuan bebas :
kertas, baju, mentah, nasi, jagung, kenegaraan,
warganegara,
tanggungjawab, tamadun, ketidakadilan,
kebahagiaan, kesedihan,
kesepakatan, berdarmawisata, sabun, dirgahayu,
kesinambungan,
toksid, abstrak, tekal, lestari, matra, citra,
matahari, bulan,bintang,
dewa, raja, menteri, sultan, sabut, indah, cantik,
menawan, buku,
almari, berkelah, menghadap, bertanya, pintu,
belakang, hadapan,
17
Berikut ialah contoh dua
satuan bebas :
jatuh hati, masuk hantu, rampas kuasa,
tumbuk rusuk, luar musim,
racun serangga, luar negara, rumah
sakit, rumah putih
Berikut ialah contoh kata yang bukan satuan bebas, tetapi bersifat satuan
bebas. Oleh itu, dianggap satuan bebas :
dari, daripada, sangat, amat, paling, nian, begitu, kepada, kerana
oleh, sebagainya, juga, sungguhpun, sekalipun, namun, pada, paling,
Pembentukan Kata
•
Morfem afks adalah morfem yang tidak dapat menjadi
dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi
unsur pembentuk dalam proses afksasi. Dalam bahasa
Indonesia dibedakan adanya morfem afks yang disebut:
•
Prefks yaitu afks yang dibubuhkan dikiri bentuk dasar,
yaitu prefks ber-, me-, per-, di-, ter-, se- dan ke-.
•
Infks yaitu afks yang dibubuhkan di tengah kata,
bisanya pada suku awal kata yaitu infks –el, -em, dan
er-.
• Konfks yaitu afks yang dibubuhkan di kiri dan kanan bentuk dasar secara kebersamaan. Misalnya konfks ke-an, ber-an, pe-an, per-an dan se-nya.
• Klofks yaitu kata yang dibubuhi afks pada kiri dan kanannya tetapi pembubuhannya itu tidak sekaligus, melainkan bertahap. Kata-kata yang berklofks dalam bahasa Indonesia adalah yang berbentuk me-kan, me-i, memper, memper-kan, memper-i, ber-kan, di-ber-kan, di-i, diper-, diper-ber-kan, diper-i, ter-i, ter-ber-kan, ter-per, teper-kan, teper-i.
KOMPOSISI
•
Komposisi adalah proses pengabungan dasar dengan
dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk
berimbuhan) untuk mewadahi suatu ‘konsep’ yang
belum tertampung dalam sebuah kata.
•
Misalnya, dalam kata rumah untuk mengacu pada
Reduplikasi
•
Reduplikasi merupakan bentuk pengulangan
suatu kebahasaan.
•
Reduplikasi morfologi dapat terjadi pada bentuk
dasar yang berupa akar, berupa bentuk berafks
dan berupa bentuk komposisi. Prosesnya dapat
berupa:
a. Pengulangan utuh
b. Pengulangan sebagian
PEMENDEKAN( AKROMINASI), DAN PENYERAPAN
1. Pemendekan/Akrominasi
Akronimisasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menyingkat
sebuah konsep yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi lebih dari
sebuah kata. Proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan
leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat,tetapi maknanya tetap
sama dengan makna bentuk utuhnya ini menghasilkan sebuah kata yang
disebut akronim.
contoh :ABRI, PBB,UK, SD (Sekolah Dasar), Hankam, km, DPR ,dll...
2. Penyerapan
Penyerapan adalah poses pengambilan kosakata dari bahasa asing. Sejak
terbitnya buku pedoman istilah dalam
Buku Pedoman Ejaan Bahasa
Indonesia Yang Disempurnakan
penyerapan kata-kata asing harus
dilakukan secara visual. Artinya, berdasarkan apa yang dilihat di dalam
tulisan.
1. Pemendekan/Akrominasi
Akronimisasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menyingkat
sebuah konsep yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi lebih dari
sebuah kata. Proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan
leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat,tetapi maknanya tetap
sama dengan makna bentuk utuhnya ini menghasilkan sebuah kata yang
disebut akronim.
contoh :ABRI, PBB,UK, SD (Sekolah Dasar), Hankam, km, DPR ,dll...
2. Penyerapan
Inti dari pedoman pembentukan istilah itu adalah:
1. Kata-kata yang sudah terselip dan lazim digunakan
sebelum buku pedoman ini terbit, tidak perlu lagi diubah
ejaannya. Misalnya kata-kata kabar, sirsak, telepon,
iklan, perlu, bengkel, hadir, dan badan.
2. Penyerapan dilakukan secara utuh. Misalnya kata
standardisasi, efektivitas diserap secara utuh di samping
kata standar, efektif.
3. Huruf-huruf asing. pada awal kata harus disesuaikan
sebagai berikut:
c dimuka e, l, oe dan y menjadi s. Contoh: central