• Tidak ada hasil yang ditemukan

Struktur Bahasa Indonesia “Morfologi Bahasa”

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Struktur Bahasa Indonesia “Morfologi Bahasa”"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Secara etimologi kata

morfologi

berasal dari kata

morf

yang berarti ‘bentuk’ dan kata

logi

yang berarti ‘ilmu’.

Di dalam kajian linguistik,

morfologi

berarti ‘ilmu

mengenai bentuk-bentuk dan pembentukan kata’.

Kemungkinan adanya perubahan golongan

kata ( fungsi gramatikal ).

(3)

3

MORFOLOGI

FOKUS KAJIAN

STRUKTUR KATA

Susunan bunyi ujaran / tulisan yang menjadi unit bahasa yang bermakna

BENTUK KATA

Rupa unit tatabahasa, sama ada berbentuk tunggal atau terbitan daripada proses pengimbuhan, pemajmukan dan penggandaan

PENGGOLONGAN KATA

(4)

Morfologi Dalam

Linguistik

Objek Kajian

Morfologi

Wacana

Satuan morfologi adalah:

Morfem (akar atau afks) dan Kata.

Sintaksis

Morfologi

Proses morfologi melibatkan komponen :

Dasar (bentuk dasar).

Alat pembentuk (afks, duplikasi, komposisi, akronimisasi, dan konversi). Makna gramatikal.

(5)

Unit tatabahasa / bentuk yang paling kecil

Bentuk yang bermakna leksikal atau fungsian

Tiada bentuk lain sebagai unsurnya

Morfem adalah satuan gramatikal terkecil yang memiliki

makna. Umpamanya bentuk

membeli

dapat di analisis

menjadi dua bentuk terkecil yaitu {mem-} dan {beli}.

Contoh lain :

ditendang”

di + tendang ialah morfem kerana tiada lagi bentuk lain yang lebih kecil daripada bentuk di dan tendang

(6)

Identifkasi Morfem

Berikut bentuk

di-

pada berikut ini, dapat

dikatakan sebagai sebuah morfem karena

merupakan bentuk kecil yang berulang-ulang dan

mempunyai makna yang sama. Contoh :

(7)

Contoh ke- II :

di pasar

di rumah

di kamar

di jalan

di kantor

di halaman

Dalam hal ini karena makna bentuk

di-

pada

dipukul

dan

di pasar

tidak sama, maka kedua

(8)

Contoh ke- III :

membawa

terbawa

dibawa

pembawa

Bagian yang sama itu adalah bentuk

bawa

. Maka, di sini pun bentuk

bawa

adalah sebuah morfem, karena

(9)

Alomorf Dan Morf

(10)

10

JENIS

MORFEM

Morfem Bebas

Morfem yang boleh berdiri sendiri sebagai satu kata, dan mempunyai makna yang tersendiri, serta berfungsi dalam ujaran. Bentuk ini tidak memerlukan kata lain. Contoh :

ikan, meja, baju, kertas, manusia, jalan

Morfem

Terikat

Morfem yang tidak boleh berdiri sendiri sebagai kata, dan hanya wujud

sebagai imbuhan yang digabungkan dengan morfem lain

untuk membentuk kata yang berfungsi dalam ujaran. Contoh

: ber + jalan = berjalan

tulis + kan = tuliskan ke + tulang + an =

(11)

Morfem utuh : {meja},{kursi},{kecil},{laut},dan {pensil}

Morfem terbagi, adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian

yang terpisah atau terbagi, karena disisipi morfem lain. Seperti pada kata kesatuanterdapat satu morfem utuh yaitu {satu} dan satu morfem terbagi, yakni {ke-/-an}; kata perbaikan terdiri dari satu morfem utuh {baik} dan satu morfem terbagi yaitu {per-/-an}.

Morfem segmental adalah morfem yang dibentuk oleh

fonem-fonem segmental, yakni morfem yang berupa bunyi

dan dapat disegmentasikan. Misalnya morfem {lihat},

{ter-}, {sikat},dan {lah},{kah},{lari},dan {kali}.

(12)

Morfem bermakna leksikal adalah morfem yang

secara inheren memiliki makna. Misalnya

{makan}, {pulang}, dan {pergi}.

(13)

13

KATA

Kata mempunyai ciri yang berikut:

Satuan bebas yang paling kecil

Dua satuan bebas, iaitu satuan fonologi dan satuan gramatis

Mempunyai makna lengkap

Dapat berdiri sendiri dalam ayat

Satuan fonologi bermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa suku kata, dan suku kata itu sendiri terdiri daripada satu atau beberapa fonem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :

ber + ma + lam > 3 suku kata ber > 3 fonem /b/, /e/, /r/

ma > 2 fonem /m/, /a/

(14)

14  Satuan gramatis bermaksud kata terdiri daripada satu atau beberapa morfem yang wujud sebagai unsur atau konstituen dalam ayat. Contoh :

bermalam > 2 morfem ber + malam

kemalaman > 2 morfem ke…an + malam

berkepemimpinan > 4 morfem ber, ke….an, pe + pimpin

Satuan fonologi dan satuan gramatis ini menunjukkan bahawa defnisi

kata berdasarkan kriteria :

- makna

- fonologi ( tanda sebagai gabungan arbitrari antara

representasi

(15)

15

Pokok kata bermaksud satuan yang tidak dapat

berdiri dalam ujaran

biasa, dan secara gramatis tidak bersifat bebas.

Satuan ini tidak termasuk dalam golongan imbuhan

kerana satuan ini

mempunyai sifat tersendiri, dan dapat dijadikan

bentuk dasar. Contoh :

temu

> bertemu

juang

> pejuang, berjuang

tawa

> ketawa

ambil

> ambilan, mengambil

main

> bermain, mainan

jabat

> jabatan, pejabat

baca

> membaca, bacaan

sandar

> penyandar,

bersandar

(16)

16

Berikut ialah contoh kata satuan bebas :

kertas, baju, mentah, nasi, jagung, kenegaraan,

warganegara,

tanggungjawab, tamadun, ketidakadilan,

kebahagiaan, kesedihan,

kesepakatan, berdarmawisata, sabun, dirgahayu,

kesinambungan,

toksid, abstrak, tekal, lestari, matra, citra,

matahari, bulan,bintang,

dewa, raja, menteri, sultan, sabut, indah, cantik,

menawan, buku,

almari, berkelah, menghadap, bertanya, pintu,

belakang, hadapan,

(17)

17

Berikut ialah contoh dua

satuan bebas :

jatuh hati, masuk hantu, rampas kuasa,

tumbuk rusuk, luar musim,

racun serangga, luar negara, rumah

sakit, rumah putih

Berikut ialah contoh kata yang bukan satuan bebas, tetapi bersifat satuan

bebas. Oleh itu, dianggap satuan bebas :

dari, daripada, sangat, amat, paling, nian, begitu, kepada, kerana

oleh, sebagainya, juga, sungguhpun, sekalipun, namun, pada, paling,

(18)

Pembentukan Kata

Morfem afks adalah morfem yang tidak dapat menjadi

dasar dalam pembentukan kata, tetapi hanya menjadi

unsur pembentuk dalam proses afksasi. Dalam bahasa

Indonesia dibedakan adanya morfem afks yang disebut:

Prefks yaitu afks yang dibubuhkan dikiri bentuk dasar,

yaitu prefks ber-, me-, per-, di-, ter-, se- dan ke-.

Infks yaitu afks yang dibubuhkan di tengah kata,

bisanya pada suku awal kata yaitu infks –el, -em, dan

er-.

(19)

• Konfks yaitu afks yang dibubuhkan di kiri dan kanan bentuk dasar secara kebersamaan. Misalnya konfks ke-an, ber-an, pe-an, per-an dan se-nya.

• Klofks yaitu kata yang dibubuhi afks pada kiri dan kanannya tetapi pembubuhannya itu tidak sekaligus, melainkan bertahap. Kata-kata yang berklofks dalam bahasa Indonesia adalah yang berbentuk me-kan, me-i, memper, memper-kan, memper-i, ber-kan, di-ber-kan, di-i, diper-, diper-ber-kan, diper-i, ter-i, ter-ber-kan, ter-per, teper-kan, teper-i.

(20)

KOMPOSISI

Komposisi adalah proses pengabungan dasar dengan

dasar (biasanya berupa akar maupun bentuk

berimbuhan) untuk mewadahi suatu ‘konsep’ yang

belum tertampung dalam sebuah kata.

Misalnya, dalam kata rumah untuk mengacu pada

(21)

Reduplikasi

Reduplikasi merupakan bentuk pengulangan

suatu kebahasaan.

Reduplikasi morfologi dapat terjadi pada bentuk

dasar yang berupa akar, berupa bentuk berafks

dan berupa bentuk komposisi. Prosesnya dapat

berupa:

a. Pengulangan utuh

b. Pengulangan sebagian

(22)

PEMENDEKAN( AKROMINASI), DAN PENYERAPAN

1. Pemendekan/Akrominasi

Akronimisasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menyingkat

sebuah konsep yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi lebih dari

sebuah kata. Proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan

leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat,tetapi maknanya tetap

sama dengan makna bentuk utuhnya ini menghasilkan sebuah kata yang

disebut akronim.

contoh :ABRI, PBB,UK, SD (Sekolah Dasar), Hankam, km, DPR ,dll...

2. Penyerapan

Penyerapan adalah poses pengambilan kosakata dari bahasa asing. Sejak

terbitnya buku pedoman istilah dalam

Buku Pedoman Ejaan Bahasa

Indonesia Yang Disempurnakan

penyerapan kata-kata asing harus

dilakukan secara visual. Artinya, berdasarkan apa yang dilihat di dalam

tulisan.

1. Pemendekan/Akrominasi

Akronimisasi adalah proses pembentukan kata dengan cara menyingkat

sebuah konsep yang direalisasikan dalam sebuah konstruksi lebih dari

sebuah kata. Proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan

leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkat,tetapi maknanya tetap

sama dengan makna bentuk utuhnya ini menghasilkan sebuah kata yang

disebut akronim.

contoh :ABRI, PBB,UK, SD (Sekolah Dasar), Hankam, km, DPR ,dll...

2. Penyerapan

(23)

Inti dari pedoman pembentukan istilah itu adalah:

1. Kata-kata yang sudah terselip dan lazim digunakan

sebelum buku pedoman ini terbit, tidak perlu lagi diubah

ejaannya. Misalnya kata-kata kabar, sirsak, telepon,

iklan, perlu, bengkel, hadir, dan badan.

2. Penyerapan dilakukan secara utuh. Misalnya kata

standardisasi, efektivitas diserap secara utuh di samping

kata standar, efektif.

3. Huruf-huruf asing. pada awal kata harus disesuaikan

sebagai berikut:

c dimuka e, l, oe dan y menjadi s. Contoh: central

(24)

Terimakasih

Referensi

Dokumen terkait

Pembelajaran menggunakan LKPD berilustrasi komik dengan pendekatan RME akan membantu peserta didik untuk lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran, sehingga lebih mudah

Kegiatan pembesaran ini pakan merupakan faktor yang sangat penting untuk pertumbuhan ikan gabus, untuk pemberian pakan pada awal pembesaran disesuaikan dengan ukuran

Selanjutnya setelah mendapatkan komposisi material dan kadar aspal terbaik maka dibuat benda uji sesuai dengan ketentuan teknis, benda uji tersebut akan digunakan

Selanjutnya, penulis menganalisis generic structures dari setiap teks monolog dalam buku “English In Focus” untuk Kelas VIII SMP/MTs Penerbit Pusat Perbukuan

Tanpa mengurangi arti Paragraf 1 Pasal ini, ketika Pihak memiliki bukti yang cukup bahwa suatu kapal yang akan masuk ke pelabuhan terlibat dalam IUU Fishing

Dalam pendekatan variable costing, taksiran biaya penuh yang dipakai sebagai dasar penentuan harga jual terdiri dari unsur-unsur berikut ini: Tabel 2.3 Unsur Biaya Penuh

Dalam penelitian ini autokorelasi menggunakan uji Durbin- Watson (DW test) yang menggunakan titik kritis, yaitu batas bawah (dl) dan batas atas (du).Uji

Bidang: Seni dan Olahraga (Total JKEM bidang ini 150 menit) No. Subbidang, Program, dan Kegiatan Frek