• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku SMK Bisnis Manajemen - Penjualan - Jilid 1.pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Buku SMK Bisnis Manajemen - Penjualan - Jilid 1.pdf"

Copied!
240
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Devi Puspitasari
    • Tim
  • Sekolah: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
  • Mata Pelajaran: Bisnis dan Manajemen
  • Topik: Penjualan
  • Tipe: buku
  • Tahun: 2008
  • Kota: Jakarta

I. Dasar Kompetensi Kejuruan

Bab ini membahas tentang pengertian kompetensi dalam konteks penjualan, yang mencakup kemampuan individu yang diperoleh melalui pengalaman dan pelatihan. Terdapat empat standar kompetensi yang harus dikuasai oleh tenaga penjual, yaitu: 1) Bekerjasama dengan kolega dan pelanggan, 2) Bekerja di lingkungan sosial yang berbeda, 3) Menangani konflik, dan 4) Mengikuti prosedur keamanan dan kesehatan kerja. Penjelasan ini penting untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di dunia kerja. Kompetensi ini diharapkan dapat membantu siswa dalam mengembangkan sikap profesional dan kemampuan interpersonal yang diperlukan dalam bidang penjualan.

1.1 Bekerjasama Dengan Kolega Dan Pelanggan

Kerjasama yang efektif antara kolega dan pelanggan sangat penting dalam dunia penjualan. Proses komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menjalin hubungan ini. Komunikasi tidak hanya sekadar transfer informasi, tetapi juga membangun makna dan harapan. Penjelasan tentang komunikasi interpersonal, hambatan-hambatan yang mungkin terjadi, serta fungsi komunikasi dalam organisasi memberikan dasar yang kuat bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial yang dibutuhkan dalam pekerjaan mereka.

1.2 Bekerjasama Di Lingkungan Sosial yang Berbeda

Bab ini membahas pentingnya kemampuan beradaptasi dalam berbagai lingkungan sosial. Siswa diajarkan cara berkomunikasi dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda dan menangani kesalahpahaman yang mungkin timbul. Kemampuan ini sangat penting dalam konteks bisnis yang semakin global dan beragam, di mana interaksi dengan berbagai budaya menjadi hal yang umum. Siswa dilatih untuk memahami dan menghargai perbedaan, sehingga dapat bekerja sama secara efektif.

1.3 Menangani Konflik

Menangani konflik adalah keterampilan penting dalam dunia kerja. Bab ini mengajarkan siswa bagaimana mengidentifikasi situasi konflik dan menerapkan strategi penyelesaian yang tepat. Dengan memahami cara berkomunikasi yang efektif dan cara merespons keluhan pelanggan, siswa diharapkan dapat menjaga hubungan baik dengan pelanggan dan kolega, serta menciptakan lingkungan kerja yang harmonis.

1.4 Mengikuti Prosedur Keamanan, Keselamatan, dan Kesehatan Kerja

Bab ini menekankan pentingnya mengikuti prosedur keamanan dan kesehatan kerja. Siswa diajarkan untuk mengenali dan menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keselamatan diri dan orang lain di tempat kerja. Pengetahuan ini sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menciptakan lingkungan kerja yang aman, yang pada gilirannya meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

II. Menyiapkan dan Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan

Bab ini menguraikan berbagai prosedur untuk menyiapkan dan mengoperasikan peralatan transaksi yang digunakan dalam penjualan. Siswa belajar tentang alat komunikasi, alat hitung, mesin pembayaran, dan alat bantu verifikasi. Pengetahuan ini sangat penting karena mempengaruhi efisiensi dan efektivitas transaksi penjualan. Dengan memahami cara kerja alat-alat ini, siswa dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan memastikan transaksi berjalan lancar.

2.1 Prosedur Pengoperasian Alat Komunikasi

Pengoperasian alat komunikasi yang efektif sangat penting dalam transaksi penjualan. Siswa diajarkan cara menggunakan alat komunikasi dengan baik untuk memastikan informasi disampaikan dengan jelas dan tepat waktu. Hal ini membantu dalam membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

2.2 Mempersiapkan dan Mengoperasikan Alat Hitung

Siswa dilatih untuk mempersiapkan dan mengoperasikan alat hitung yang digunakan dalam transaksi penjualan. Pemahaman yang baik tentang alat ini membantu siswa dalam melakukan transaksi dengan cepat dan akurat, yang sangat penting untuk menjaga kepuasan pelanggan dan efisiensi operasional.

2.3 Mengoperasikan Mesin Pembayaran Baik Tunai Maupun Non Tunai

Bab ini menjelaskan prosedur untuk mengoperasikan mesin pembayaran, baik tunai maupun non tunai. Siswa belajar tentang cara menggunakan mesin dengan benar dan aman, serta memahami prosedur yang diperlukan untuk menangani transaksi keuangan. Keterampilan ini sangat penting untuk mencegah kesalahan dan penipuan dalam transaksi.

2.4 Mempersiapkan dan Mengoperasikan Alat Ukur

Penggunaan alat ukur yang tepat dalam penjualan sangat penting untuk memastikan akurasi dalam transaksi. Siswa diajarkan cara menyiapkan dan mengoperasikan alat ukur yang digunakan dalam proses penjualan, sehingga mereka dapat memberikan layanan yang berkualitas dan memenuhi harapan pelanggan.

2.5 Mempersiapkan dan Mengoperasikan Alat Bantu Verifikasi

Siswa dilatih untuk menggunakan alat bantu verifikasi yang diperlukan dalam transaksi penjualan. Pengetahuan ini membantu mereka dalam memastikan bahwa semua transaksi dilakukan dengan benar dan sesuai dengan prosedur yang berlaku, sehingga meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan yang diberikan.

III. Melakukan Negosiasi

Bab ini membahas keterampilan negosiasi yang penting dalam proses penjualan. Siswa diajarkan teknik-teknik untuk melakukan negosiasi yang efektif, termasuk bagaimana menangani keberatan dari calon pelanggan dan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Keterampilan ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menjual produk dan layanan, serta membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.

3.1 Negosiasi

Siswa belajar tentang prinsip-prinsip dasar negosiasi, termasuk bagaimana mempersiapkan diri untuk negosiasi dan strategi yang dapat digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Keterampilan ini sangat penting untuk membantu siswa dalam mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.

3.2 Tanggapan Terhadap Keberatan yang Muncul dari Calon Pelanggan

Bab ini mengajarkan siswa cara merespons keberatan yang mungkin diajukan oleh calon pelanggan. Dengan memahami cara menangani keberatan, siswa dapat membangun kepercayaan dan meyakinkan pelanggan tentang nilai produk atau layanan yang ditawarkan.

3.3 Melakukan Proses Tawar Menawar dengan Calon Pelanggan

Siswa dilatih untuk melakukan proses tawar menawar yang efektif dengan calon pelanggan. Keterampilan ini penting untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dan memastikan bahwa pelanggan merasa puas dengan hasil negosiasi.

3.4 Memotivasi, Meyakinkan, dan Mendorong Calon Pelanggan ke Arah Kesepakatan

Bab ini membahas teknik-teknik untuk memotivasi dan meyakinkan calon pelanggan agar mencapai kesepakatan. Siswa belajar bagaimana membangun hubungan yang baik dengan pelanggan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk negosiasi yang sukses.

Referensi Dokumen

  • Dasar-dasar Pemasaran ( Gary Amstrong & Philip Kotler )
  • Dasar-Dasar Pemasaran ( Marius P. Angipora )
  • Guide To Nursing Management and Leadership ( Ann Marriner – Tomey )
  • Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik ( Suharsimi Arikunto )
  • Perilaku Konsumen ( J.F. Engel, Roger D. Backwell, & Paul W. Miniard )

Gambar

Gambar berikut menunjukan suatu kontinuum konfl ik.
Gambar 3 Pesawat faksmili
Gambar 4 contoh kertas
Gambar 6 Cek
+7

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui apakah ada pengaruh positif sikap siswa terhadap pelaksanaan kurikulum SMK edisi 2004 bidang keahlian bisnis dan manajemen, kompetensi guru, dan kultur

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan guru, kompetensi guru dan sarana prasarana terhadap kesiapan guru prodi bisnis manajemen

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah: (1) pelaksanaan kurikulum edisi 2004 bidang keahlian bisnis dan manajemen berpengaruh positif terhadap jiwa kewirausahaan

Secara singkat dapat dikatakan bahwa efisiensi yang dimaksud adalah upaya penghematan segala hal di dalam pelaksanaan kerja. Semua pegawai yang ada di dalam kantor harus

Retur pembelian terjadi apabila pembeli mengembalikan barang dagang yang telah dibeli karena rusak atau tidak cocok dengan yang diinginkan oleh pembeli. Apabila pembeliannya

Contoh utang dari jenis ini adalah bagian dari obligasi, wesel bayar jangka panjang dan utang jangka panjang lain yang jatuh tempo dalam tahun ini (tahun pelaporan).

Tugas dalam bidang akuntansi keuangan lanjutan dapat sangat beragam tergantung pada lingkungan kerja dan tingkat kompleksitas organisasi. Berikut ini beberapa tugas yang mungkin Anda temui dalam akuntansi keuangan lanjutan: 1. **Penyusunan Laporan Keuangan**: Tugas inti dalam akuntansi keuangan adalah menyusun laporan keuangan yang akurat dan lengkap, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas. Di tingkat lanjutan, Anda mungkin harus menangani organisasi yang lebih besar dan kompleks. 2. **Audit Keuangan**: Jika Anda bekerja di firma akuntansi, Anda mungkin terlibat dalam melakukan audit keuangan untuk klien Anda. Ini melibatkan pemeriksaan laporan keuangan untuk memastikan kepatuhan terhadap standar akuntansi dan regulasi yang berlaku. 3. **Pengelolaan Risiko Keuangan**: Dalam perusahaan besar, Anda mungkin bertugas untuk mengidentifikasi, mengukur, dan mengelola risiko keuangan. Ini dapat melibatkan analisis risiko investasi, manajemen risiko mata uang asing, atau manajemen risiko kredit. 4. **Perencanaan Pajak**: Akuntan keuangan lanjutan seringkali terlibat dalam perencanaan pajak untuk mengoptimalkan kewajiban pajak organisasi. Mereka harus memahami peraturan pajak yang berlaku dan mencari cara legal untuk mengurangi beban pajak. 5. **Evaluasi Investasi**: Anda mungkin harus melakukan analisis investasi yang mendalam untuk membantu perusahaan atau klien Anda dalam mengambil keputusan strategis terkait dengan investasi, seperti akuisisi, merger, atau pengembangan bisnis baru. 6. **Konsultasi dan Rekomendasi**: Akuntan keuangan seringkali berperan sebagai penasihat keuangan untuk klien atau perusahaan mereka. Ini melibatkan memberikan saran terkait strategi keuangan, perencanaan keuangan jangka panjang, dan pengambilan keputusan penting lainnya. 7. **Penerapan Standar Akuntansi Baru**: Standar akuntansi terus berkembang. Tugas Anda mungkin termasuk memahami dan menerapkan standar akuntansi baru seperti IFRS atau FASB. 8. **Pelaporan Keuangan Internasional**: Jika perusahaan atau klien Anda memiliki operasi internasional, Anda mungkin harus menghadapi tantangan yang berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan yang memenuhi persyaratan internasional. 9. **Manajemen Anggaran**: Anda mungkin bertanggung jawab atas penyusunan anggaran, pemantauan kinerja anggaran, dan perencanaan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. 10. **Pengembangan Sistem Informasi Keuangan**: Dalam dunia yang semakin terdigital, Anda mungkin terlibat dalam pengembangan dan pengelolaan sistem informasi keuangan yang efisien dan aman. 11. **Pelatihan dan Pengembangan**: Bagi akuntan yang lebih berpengalaman, tugas dapat meliputi pelatihan dan pengembangan staf junior, serta memastikan bahwa tim Anda memiliki pemahaman yang baik tentang prinsip-prinsip akuntansi dan peraturan terbaru. 12. **Penyusunan Laporan Tahunan**: Bagi perusahaan publik, penyusunan laporan tahunan yang memenuhi persyaratan regulasi pasar modal adalah tugas yang penting. Ingatlah bahwa bidang akuntansi keuangan terus berkembang, terutama dengan perkembangan teknologi dan perubahan dalam regulasi. Oleh karena itu, penting untuk selalu berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda dalam bidang ini agar tetap relevan dalam pekerjaan