Analisa Pengaruh Faktor Sosial, Teknologi, dan Lingkungan terhadap Banjir Perkotaan
(Studi pada Perumahan Bumi Tamalanrea Permai)
Umar Diwarman Eisenring *)
*) Program Magister Pascasarjana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bosowa Makassar HP: 082225558020 E-mail: [email protected]
Abstract
The main purpose of this research is to know the influence of social, technology, and environmental factor concerning to Urban Flood . The location of this research is Bumi Tamalanrea Permai Residence, which is one of many flooding spots at Makassar that is classified as “High Flooding Area”. Besides, this research started from grand theory that was found by Mustafa at 2005 named Hazardscape Theory. Based on Mustafa’s research at 2005 that was located at South of India,Hazardscape theory said that Urban flood is caused by 3 (three) factors, social, technology, and environment. At this research, the researcher tried to examine the enforceability of Hazardscape Theory at Bumi Tamalanrea Permai Residence, Makassar. There were also some indicators that was used to research those 3 (three) factors that was related to Urban flooding at research location. Society’s behaviour, Developer’s behaviour, Participation of society to protect the environment, and also the role of goverment became the indicators of social factors. While, to rate the technology factors, the researcher used the condition of drainage channels, and road as the indicators. And for analyze the environmental factor, the researcher used the quantity of green open space, and also elevation level as the indicators. Based on the research of those indicators, the condition of drainage channels, Elevation Level, and the less quantity of green open space became the most influencial factors concerning to Urban flood that was happened at Bumi Tamalanrea Permai Residence.
Keywords: Urban flood, Social factor, Technology factor, Environment Factor , Hazardscape, Bumi Tamalanrea Permai
INTRODUCTION
puncaknya pada bulan Februari (Humas Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia (Depbudpar)). Mustofa (2005) dalam teori Hasardscape mengatakan bahwa banjir dapat disebabkan oleh tiga faktor utama yaitu faktor fisik, sosial, dan teknologi. Dalam teori Hasardscape juga dijelaskan bahwa terjadinya banjir lokal disebabkan oleh curah hujan yang tinggi yang dipengaruhi oleh lingungan alam, faktor politik (perencanaan yang buruk), dan tingkah laku dari masyarakat sekitar daratan banjir tersebut (pembuangan limbah rumah, lokasi, dan penempatan bangunan). Kota Makassar dijadikan sebagai lokasi studi didasari oleh pertimbangan bahwa masih banyak titik-titik di Kota Makassar yang dianggap sebagai titik rawan banjir. Terdapat 19 titik rawan banjir di Kota Makassar yakni Jl Cenderawasih III, Jl Baji Pamai, Jl Sharif Alqdri Jl Monginsidi, JL Tinggimae, Jl Gunung Lokong, Jl Gunung Lompo Battang, Jl Yos Sudarso, Jl Nusantara dan Jl Gatot Subroto, sedangkan yang berada pada wilayah barat dan utara Kota Makassar yaitu Jl Malengkeri III, Jl Andi Tonro, Jl Rappo-rappo, Jl Bontomene, Jl Pelita Raya, Kompleks IKIP, Jl Racing Center, Jl Perintis Kemerdekaan, Perumahan Bumi Tamalanrea Permai(Tribun Timur, 2011). Pada penelitian kali ini penulis mencoba menguji keberlakuan dari teori Hazardscape tentang pengaruh banjir perkotaan di salah satu titik rawan banjir di Kota Makassar yakni Bumi Tamalanrea Permai.
a. Masalah Penelitian
Penelitian dalam studi ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan :
1. Bagaimana faktor lingkungan berpengaruh terhadap terjadinya banjir, khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar?
2. Bagaimana faktor sosial berpengaruh terhadap terjadinya banjir,khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar?
3. Bagaimana faktor teknologi berpengaruh terhadap terjadinya banjir, khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar?
b. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian dari studi ini adalah :
1. Untuk mengetahui tingkat pengaruh faktor sosial berpengaruh terhadap terjadinya banjir,khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar? 2. Untuk mengetahui tingkat pengaruh faktor teknologi berpengaruh terhadap terjadinya
banjir,khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar? 3. Untuk mengetahui tingkat pengaruh faktor lingkungan berpengaruh terhadap
terjadinya banjir,khususnya terhadap lokasi Bumi Tamalanrea Permai di Kota Makassar?
2. Metode Penelitian a. Jenis Penelitian
b. Waktu dan Lokasi Penelitian
Waktu penelitian di laksanakan pada bulan November hingga bulan Desember. Lokasi penelitian yakni di Bumi Tamalanrea Permai
Gambar 1. Peta wilayah Kota Makassar dan Lokasi Penelitian (Perumahan Bumi Tamalanrea Permai)
Bumi Tamalanrea Permai dipilih sebagai lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa lokalitas ini termasuk lokalitas dari salah satu daerah yang memiliki tinggi genangan air yang paling tinggi menurut data dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.
c. Populasi dan Sampel
Populasi penelitian ini adalah daerah rawan banjir Kota Makassar Bumi Tamalanrea Permai. Sedangkan sampel yang diambil adalah masyarakat yang bertempat tinggal di Bumi Tamalnrea Permai. Jumlah sampel yang penulis butuhkan untuk mendapatkan keakuratan data adalah sebanyak 99 KK. Jumlah sampel tersebut didapatkan dengan menggunakan rumus Slovin. Berikut ini adalah perhitungan penentuan jumlah sampel di Bumi Tamalanrea Permai.
N (populasi) = 8995 KK (Kantor PemasaranPerumahanBumiTamalanreaPermai (BTP)Tahun 2012)
Angka signifikansi (AS) = 0,1 n = N/1+(N.(AS)2)
n = 8995/1+(8995.(0,12)) n = 99
Pemilihan sampel ini didasarkan pada perliku masyarakat yang bertempat tinggal di Bumi Tamalnrea Permai sekaligus masyarakat Bumi Tamalanrea Permai jugalah yang merasakan dampak langsung dari Banjir di Bumi Tamalanrea Permai
3. Data dan Analisis
Adapun data yang penulis gunakan adalah sebagai berikut : 1. Data intensitas terjadi banjir
Untuk mendapatkan data ini digunakan kuisioner untuk mengetahui persepsi masyarakat untuk masing-masing blok terhadap intensitas terjadinya banjir dengan pengambilan sampel sesuai dengan perhitungan rumus Slovin untuk masing-masing blok. Setelah data yang diperoleh melalui kuisioner, data tersebut dianalisa menggunakan pembobotan skala likert untuk mengetahui presentase data untuk
BUMI
TAMALANREA
masing-masing blok. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data tersebut setelah mengalami pembobotan dengan menggunakan skala likert.
Tabel 1. Data Persepsi Mayarakat terhadap Intensitas
terjadi banjir di Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar
Blok
2. Data perilaku masyarakat setempat dalam membuang sampah
Untuk mendapatkan data ini digunakan kuisioner untuk mengetahui perilaku masyarakat untuk masing-masing blok dalam membuang sampah dengan pengambilan sampel sesuai dengan perhitungan rumus Slovin untuk masing-masing blok. Setelah data yang diperoleh melalui kuisioner, data tersebut dianalisa menggunakan pembobotan skala likert untuk mengetahui presentase data untuk masing-masing blok. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data tersebut setelah mengalami pembobotan dengan menggunakan skala likert.
Tabel 2. Data Perilaku Mayarakat dalam hal membuang sampah
di Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar
Blok G 0,9 6
Blok H 0,85 7
Blok I 0,9 6
Blok J 0,93 6
Blok K 0,92 5
Blok L 0,88 7
Blok M 0,93 6
Blok
AA 0,9 6
Blok
AB 0,96 5
Blok
AC 0,88 7
Blok
AD 0,93 6
Blok
AE 0,86 6
Blok
AF 0,9 6
3. Data Perilaku pembangun
Untuk mendapatkan data ini digunakan juga kuisioner untuk mengetahui persepsi masyarakat untuk masing-masing blok terhadap perilaku para pembangun disekitar lingkungannya dengan pengambilan sampel sesuai dengan perhitungan rumus Slovin untuk masing-masing blok. Setelah data yang diperoleh melalui kuisioner, data tersebut dianalisa menggunakan pembobotan skala likert untuk mengetahui presentase data untuk masing-masing blok. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data tersebut setelah mengalami pembobotan dengan menggunakan skala likert.
Tabel 3. Data Persepsi Masyarakat dalam hal membuang sampah di Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar
Blok
Perilaku Pembangun
Jumlah Responde
n
Blok A 0,86 6
Blok B 0,9 6
Blok C 0,8 6
Blok D 0,91 7
Blok E 1 5
Blok F 0,92 5
Blok G 0,83 6
Blok H 0,82 7
Blok I 0,76 6
Blok K 0,8 5
Blok L 0,8 7
Blok M 0,8 6
Blok
AA 0,8 6
Blok
AB 0,82 5
Blok
AC 0,82 7
Blok
AD 0,86 6
Blok
AE 0,83 6
Blok
AF 0,8 6
4. Data Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam hal membersihkan lingkungan
Untuk mendapatkan data ini digunakan juga kuisioner untuk mengetahui tingkat partisipasi masyarakat untuk masing-masing blok dalam hal pembersihan lingkungan, dengan pengambilan sampel sesuai dengan perhitungan rumus Slovin untuk masing-masing blok. Setelah data yang diperoleh melalui kuisioner, data tersebut dianalisa menggunakan pembobotan skala likert untuk mengetahui presentase data untuk masing-masing blok. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data tersebut setelah mengalami pembobotan dengan menggunakan skala likert.
Tabel 4. Data Partisipasi Masyarakat dalam hal Membersihkan Lingkungan di Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar
Blok Tingkat PartisipasiMasyarakat RespondJumlah en
Blok A 0,7 6
Blok B 0,833333333 6
Blok C 0,866666667 6
Blok D 0,828571429 7
Blok E 0,88 5
Blok F 0,92 5
Blok G 0,9 6
Blok H 0,885714286 7
Blok I 0,933333333 6
Blok J 0,966666667 6
Blok K 0,9 5
Blok L 0,857142857 7
Blok M 0,866666667 6
Blok
AA 0,9 6
AB masyarakat untuk masing-masing blok dalam terhadap keterlibatan pemerintah setempat dalam menjaga lingkungan maupun prasarana di lokasi studi, dengan pengambilan sampel sesuai dengan perhitungan rumus Slovin untuk masing-masing blok. Setelah data diperoleh melalui kuisioner, data tersebut dianalisa menggunakan pembobotan skala likert untuk mengetahui presentase data untuk masing-masing blok. Berikut ini adalah tabel yang menunjukkan data tersebut setelah mengalami pembobotan dengan menggunakan skala likert.
Tabel 5. Data Persepsi Masyarakat dalam terhadap Keterlibatan Pemerintah di Bumi Tamalanrea Permai Kota Makassar
Blok
AE 0,866666667 6
Blok
AF 0,9 6
6. Data Kondisi Saluran Drainase
Dalam pengambilan data ini penulis menggunakan observasi lapangan secara lagsung, yang kemudian mendata kondisi saluran drainase di masing-masing blok di Bumi Tamalanrea Permai dengan menggunakan standar pembobotan dari DInas Pekerjaan Umum yang memperhatikan 3(tiga) faktor yakni penampang, sedimen, dan tingkat kerusakan. Berikut ini adalah data yang didapatkan untuk masing-masing blok setelah mengalami pembobotan kondisi saluran Drainase dengan menggunakan standar dari Dinas Pekerjaan Umum.
Tabel 6. Data Kondisi Saluran Drainase berdasarkan Standar Penilaian Saluran Dinas Pekerjaan Umum
Blok SaluranKondisi Drainase
Blok A 0,727
Blok B 0,833
Blok C 0,827
Blok D 0,820
Blok E 0,813
Blok F 0,787
Blok G 0,777
Blok H 0,760
Blok I 0,790
Blok J 0,697
Blok K 0,770
Blok L 0,770
Blok M 0,593
Blok
AA 0,583
Blok
AB 0,483
Blok
AC 0,483
Blok
AD 0,483
Blok
AE 0,470
Blok
AF 0,473
Dalam pengambilan data ini penulis menggunakan observasi lapangan secara lagsung, yang kemudian mendata kondisi Prasarana Jalan di masing-masing blok di Bumi Tamalanrea Permai dengan menggunakan standar pembobotan RCI (Road Condition Index). Berikut ini adalah data yang didapatkan untuk masing-masing blok setelah mengalami pembobotan kondisi Prasarana Jalan dengan menggunakan standar dari RCI.
Tabel 7. Data Kondisi Prasarana Jalan berdasarkan Road Condition Index
Blok Kondisi Jalan
Blok A 0,650
Blok B 0,740
Blok C 0,720
Blok D 0,810
Blok E 0,790
Blok F 0,850
Blok G 0,470
Blok H 0,650
Blok I 0,720
Blok J 0,300
Blok K 0,540
Blok L 0,750
Blok M 0,340
Blok
AA 0,870
Blok
AB 0,720
Blok
AC 0,450
Blok
AD 0,430
Blok
AE 0,570
Blok
AF 0,840
8. Data Elevasi Permukaan
Data ini merupakan data sekunder yang didapatkan melalui instansi terkait setempat tentang Elevasi Permukaan untuk setiap masing-masing blok di Bumi Tamalanrea Permai.
Tabel 8. Data Elevasi Permukaan untuk Masing-masing Blok
Blok
Kondisi Salura
n Draina
Blok A 0,00
Blok B 0,00
Blok C 0,50
Blok D 0,00
Blok E 0,50
Blok F 0,00
Blok G 0,25
Blok H 0,00
Blok I 0,00
Blok J 0,00
Blok K 0,00
Blok L 0,00
Blok M -0,50
Blok
AA -0,50
Blok
AB -0,50
Blok
AC -0,50
Blok
AD -1,50
Blok
AE -1,50
Blok
AF -1,50
Sumber : Kantor Pemasaran Bumi Tamalanrea Permai
9. Data Kuantitas Ruang Terbuka Hijau
Dalam pengambilan data ini juga didapatkan melalui instansi yang terkait berupa peta daerah hijau dari bumi Tamalanrea Permai. Untuk mengetahui kuantitas Ruang Terbuka HIjau untuk masing-masing blok, maka digunakan softeware Autocad untuk mengetahui luasan masing-masing daerah hijau pada setiap blok di Bumi Tamalanrea Permai. Berikut ini adalah data Presentase Ruang terbuka hijau untuk masing-masing blok di Bumi Tamalanrea Permai.
Tabel 9. Data Presentase RTH untuk Masing-masing Blok di Bumi Tamalanrea
Permai
Blok Presentase RTH
Blok A 50%
Blok B 50%
Blok C 57%
Blok D 77%
Blok E 13%
Blok F 14%
Blok H 13% Kuantitatif, kemudian di uji korelasi untuk mengetahui tingkat keterkaitan dari masing-masing indikator terhadap intensitas terjadinya banjir perkotaan.
4. Pembahasan a. Faktor Sosial
1. Perilaku masyarakat dalam membuang sampah
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Perilaku Masyarakat dalam membuang sampah terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Berikut ini adalah tabel Uji korelasi Spearman yang digunakan untuk menilai tingkat pengaruh kedua data tersebut .
Tabel 10 Hasil Uji Korelasi Spearman antara Perilaku Membuang Sampah dan
Intensitas Terjadinya Banjir di Bumi Tamalanrea Permai
I 0,63 8 0,9 12 -4 16
J 0,63 9 0,93 16 -7 49
K 0,80 13 0,92 15 -2 4
L 0,74 11 0,88 8 3 9
M 0,83 14 0,93 17 -3 9
AA 0,76 12 0,9 13 -1 1
AB 0,84 16 0,96 19 -3 9
AC 0,88 17 0,88 9 8 64
AD 0,83 15 0,93 18 -3 9
AE 0,93 19 0,86 6 13 169
AF 0,90 18 0,9 14 4 16
Jumlah 472
Berasarkan tabel di atas maka didapatkan nilai total dari D2 adalah 472, maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 472) 19(192-1) Rs = 58, 6 %
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari perilaku masyarakat terhadap terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai tergolong cukup kuat.
2. Perilaku Pembangun
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Perilaku Pembangun terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 530 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 530) 19(192-1) Rs = 53,51%
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari perilaku masyarakat terhadap terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai tergolong cukup kuat.
3. Partisipasi Masyarakat dalam Hal Membersihkan Lingkungan
Rs = 1-(6 x 1067) 19(192-1) Rs = 6,40%
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari pasrtisipasi masyarakat dalam membersihkan lingkungan terhadap terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai tergolong sangat lemah.
4. Keterlibatan Pemerintah Setempat
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Keterlibatan Pemerintah terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 184 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 184) 19(192-1) Rs = 84%
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari pasrtisipasi masyarakat dalam membersihkan lingkungan terhadap terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai tergolong sangat kuat.
a. Faktor Teknologi
1. Kondisi Saluran Drainase
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Kondisi Saluran Drainase terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 154 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 154) 19(192-1) Rs = 86%
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari kondisi saluran drainase di Bumi Tamalanrea Permai terhadap intensitas terjadinya banjir tergolong sangat kuat
2. Kondisi Prasarana Jalan
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Kondisi Saluran Drainase terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 760 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari kondisi jalan di Bumi Tamalanrea Permai terhadap intensitas terjadinya banjir tergolong lemah.
b. Faktor Lingkungan
1. Kuantitas Ruang Terbuka Hijau
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Kuantitas Ruang Terbuka Hijau terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 362 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 362) 19(192-1) Rs = 68 %
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari kuantitas Ruang Terbuka Hijau di Bumi Tamalanrea Permai terhadap intensitas terjadinya banjir tergolong lemah.
2. Elevasi Permukaan
Dalam mengetahui tingkat pengaruh dari Elevasi Permukaan terhadap Intenstas Banjir yang terjadi di Perumahan Bumi Tamalanra Permaii, maka digunakan sebuah Uji Korelasi Spearman. Seperti halnya uji korelasi yang digunakan pada indikator sebelumnya, di dapatkan nilai D2 sebesar 256 maka berdasarkan rumus dari Uji Korelasi Spearman maka :
Rs = 1-(6 x 256) 19(192-1) Rs = 78 %
Maka dari hasil uji korelasi diatas dan bobot korelasi dari Spearman maka tingkat pengaruh dari Elevasi Permukaan di Bumi Tamalanrea Permai terhadap intensitas terjadinya banjir tergolong kuat.
Dari analisa ketiga faktor di atas beserta indikator-indikatornya maka dapat disimpulkan dalam bentuk tabel berikut ini:
Tabel11. Pengaruh dari masing-masing indikator terhadap terjadinya Banjir Perkotaan di Bumi Tamalanrea Permai
Variabel Bobot Tingkat Pengaruh Spearman
Sosial Perilaku Masyarakat dalam hal
membuang sampah tidak pada
tematnya 58,60% Cukup Kuat
Perilaku Pembangun 53,51% Cukup Kuat
Keterlibatan Pihak Pemerintah 84,00% Sangat Kuat
Teknologi Kondisi Saluran Drainase 86,00% Sangat Kuat
Kondisi Jalan 33,00% Lemah
Lingkunga
n Kuantitas Ruang Terbuka Hijau 68,00% Kuat
Elevasi Permukaan 78,00% Kuat
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa Faktor Lingkungan yakni kuantitas ruang terbuka hijau dan Elevasi Permukaan merupakan faktor yang memiliki pengaruh yang paling kuat diantar kedua faktor lainnya. Oleh Karena itu dapat dikatakan bahwa, berdasarkan hasil penelitian di atas kurangnya Ruang Terbuka Hijau yang menjadi daerah resapan air menjadi penyebab terjadinya banjir. Hal tersebut dikarenakan air yang turun pada saat Curah Hujan besar akan mengalir langsung ke saluran drainase tanpa diserap oleh daerah resapan air. Hal tersebut mengakibatkan Saluran Drainase yang juga berada dalam kondisi yang kurang baik di hampir setiap blok mengalami peluapan, sehingga membuat Perumahan Bumi Tamalanrea Permai seringkali mengalami genangan banjir yang tergolong parah yakni lebih dari 8 jam genangan.
5. Kesimpulan
Dari peneltian yang dilakukan dan berdasarkan pertanyaan dari rumusan masalah, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan berikut ini :
1. Faktor sosial dianggap memiliki pengaruh dalam terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai . Hal tersebut dapat dilihat dari variabelyang diteliti secara kuantitatif dimana perilaku membuang sampah memiliki pengaruh cukup kuat, perilaku para pembangun memiliki tingkat pengaruh yang cukup kuat, tingkat partisipasi masyarakat juga berpengaruh cukup kuat, dan keterlibatan pemerintah memliki pengaruh yang tergolong kuat.
2. Faktor Teknologi dianggap memiliki pengaruh terhadap terjadinya banjir di BTP. Hal tersebut dilihat dari variabel yang diteliti dimana kondisi saluran drainase memiliki pengaruh yang tergolog sangat kuat, sedangkan buruknya kondisi prasarana jalan juga memiliki pengaruh walaupun tergolong lemah.
3. Faktor Lingkungan dianggap memiliki pengaruh terhadap terjadinya banjir di BTP. Hal tersebut dapat dilihat bahwa kondisi elevasi permukaan dan kurang kuantitas Ruang Terbuka Hijau sama-sama tergolong sebagai pengaruh yang kuat terhadap terjadinya banjir di Bumi Tamalanrea Permai.
6. Referensi