Pelatihan Pembimbingan Anak sesuai denga

Teks penuh

(1)

Karakter Anak

Memahami Anak-anak sesuai karakternya “Mendidik Anak sesuai Karakternya”

Amsal 22:6

Tujuan Umum:

Peserta Memahami karakter setiap orangtua dan anak yang berbeda, dan bisa mendidik anak-anak sesuai dengan karakter yang dimiliki.

Tujuan Khusus:

1. Peserta mengetahui jika setiap orangtua dan anak memiliki karakter yang berbeda satu sama lain sehingga peserta mampu memahami kondisi karakter setiap anak.

2. Peserta menyadari pentingnya memahami karakter dari orangtua dan anak yang berbeda.

3. (yg dilakukan) Peserta memiliki ketrampilan untuk mendidik anak-anak sesuai dengan karakter yang dimiliki setiap anak.

Outline/Rundown:

I. Ice breaker/Hook: Sharing kesulitan mendidik dan memahami anak di sekolah (untuk guru) dan di rumah (untuk orangtua).

II. Pembahasan Alkitab/Book: Amsal 22:6

a. Pendahuluan: Amsal adalah kitab hikmat yang berisikan kebenaran, salah satu hikmat dan kebenaran itu di tulis dalam amsal 22:6, agar orang muda dapat didik menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tua orang muda itu tidak akan menyimpang dari jalan yang telah diajarkan.

b. Diskusi dan Penggalian:

i. Bagaimana mendidik anak sesuai dengan jalan yang patut baginya.

ii. Pengaruh karakter setiap anak yang berbeda bisa mempengaruhi bagaimana cara menyikapi mereka.

iii. Tugas orangtua dalam menyikapi dan mendidik anak sesuai dengan karakter mereka.

c. Kesimpulan: Orangtua mampu mengenali setiap anak sesuai dengan karakternya dan mampu mendidik anak sesuai dengan karakter yang mereka miliki. Supaya mereka bisa hidup sesuai dengan jalan yang Tuhan rancang baginya, dan tidak menyimpang dari jalan itu. III. Diskusi Aplikasi/Look

Bagaimana guru dan orangtua mampu menyadari karakter diri mereka masing-masing, serta bisa memahami jika anak-anak memiliki karakter yang berbeda dengan mereka, dan dapat mendidik anak-anak sesuai dengan karakter mereka.

IV. Tugas Perkembangan Iman Keluarga/Took

Sharing tiap masing keluarga, dan memahami karakter masing-masing anggota keluarga.

V. Bacaan Pendalaman Teks untuk Pembimbing

(2)

I. ICE BREAKER:

Nama aktifitas: Sharing kesulitan mendidik dan memahami anak di rumah dan di sekolah.

Prosedur melakukan aktifitas:

Peserta yang datang akan diberi nomor, dan tim fasilitator akan mengarahkan peserta ke tempat duduk sesuai dengan nomor yang ditentukan oleh fasilitator. Jumlah diskusi peserta maksimal 5 orang. Selagi semua peserta datang semua, fasilitator

mempersilahkan peserta untuk mengambil snack dan berkenalan dengan peserta yang lainnya, tim media juga memutarkan lagu bertema keluarga untuk membuat suasana lebih nyaman saat melakukan diskusi. Saat semua peserta telah berkumpul maka fasilitator akan memberikan pertanyaan tentang kesulitan apa saja dalam mendidik anak-anak, diskusi akan dilakukan selama 10 menit, setelah mereka telah selesai melakukan diskusi, peserta diperbolehkan untuk masuk dalam kelompok besar. Penjelasan Aktifitas:

“ selamat datang bapak/ibu saudara sekalian, saat bapak ibu tadi melakukan pendaftaran ulang bapak/ibu diberikan nomor sesuai dengan area tempat duduk bapak/ibu. Jika bapak/ibu telah duduk didalam area nomor masing masing, silahkan bapak ibu untuk berkenalan satu sama lain dulu dan mengambil snack yang telah disediakan, sambil menunggu beberapa peserta yang lainnya yang belum datang. Karena semua peserta sudah datang dan sudah duduk didalam kelompoknya masing-masing, maka saya akan mengajak bapak ibu untuk mendiskusikan beberapa hal yang biasa dialami oleh bapak/ibu dalam mendidik anak-anak.

Beberapa pertanyaan yang perlu didiskusikan adalah sebagai berikut. 1. Apakah bapak ibu pernah mengalami kendala dalam

mendidik anak-anak?

2. Apakah salah satu kendalanya adalah mengenai karakter setiap anak-anak yang bapak/ibu anggap berbeda dengan anak-anak?

3. Bagaimana cara bapak/ibu untuk mengatasi kendala tersebut?

Saya akan memberikan waktu kepada bapak ibu selama 10menit untuk bapak/ibu bisa berdiskusi. Setelah melakukan diskusi bapak ibu bisa mencatat hasil apa saja yang didapat dalam diskusi ini.”

Transisi menuju pembahasan alkitab:

Dalam mendidik anak-anak kita sering terkendala oleh beberapa factor, salah satunya adalah kita tidak mengenali karakter anak-anak kita seperti apa, itu membuat kita menjadi kesusahan dalam mendidik anak-anak tersebut. Bagaimana kita bisa mengetahui karakter anak-anak kita jika kita sendiri belum memahami karakter kita masing-masing, mari kita memahami dahulu karakter setiap kita dan bagaimana kita bisa menyikapi karakter setiap anak kita dan mendidik mereka sesuai dengan jalan yang ditentukan Tuhan bagi mereka.

(3)

Rebeca adalah seorang wanita dewasa yang sering kali mengalami bentrok dengan ibunya, ibunya selalu menginginkan Rebeca untuk menjadi seseorang yang bukan dirinya, setiap kali mereka bertemu selalu saja ibunya mengorek-ngorek rebeca. Ibu rebeca adalah seorang yang perempuan yang pendiam, berhati-hati, merasa tidak betah bila berada dalam kumpulan besar orang banyak. Ibunya menikmati percakapan yang tenang, menjahit dan membaca buku-buku yang baik. Ibu Rebeca merawat rumahnya dengan sangat bersih.

Berbeda dengan ibunya, Rebeca merupakan anak yang ramah, dengan sangat mudah bergaul dan suka berkumpul bersama orang-orang. Wajar saja bila ia antusias dengan hampir segala tugas yang dipikirkannya, ia dapat dengan mudah mempengaruhi orang untuk bergabung dengannya, dan rebeca adalah orang yang sulit menyembunyikan emosinya.

Ketika Rebeca menjadi dewasa, Rebeca selalu bermasalah dengan standart yang diberika ibunya kepadanya. Di sini sangatlah ironi, Rebeca sedang berjuang menghadapi suatu masalah yang disebut dengan “Polusi orangtua”, apakah yang disebut “polusi orangtua” itu? “polusi orangtua” adalah cara membesarkan anak menurut jalan yang orangtua anggap harus mereka tempuh, atau yang orangtua inginkan agar mereka tempuh.

Inilah kesalahan yang dilakukan oleh para orangtua dalam mendidik anak-anak mereka, mereka mendidik anak-anak mereka itu tidak sesuai dengan karakter alami yang Allah berikan kepada anak-anak.

Sebuah ayat dari kitab Amsal sering dikutip untuk meletakan pondasi mendidik anak secara efektif:

Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.

(Ams 22:6) Tafsiran yang tepat untuk ungkapan ‘menurut jalan yang patut baginya’ bukan mengacu pada suatu jalan yang telah ditentukan yang harus ditempuh oleh semua orang. Tapi mengacu pada suatu rancangan sifat alami dari anak-anak. Karena setiap anak memiliki sifat alami yang berbeda-beda satu sama lain, dan seharusnya para orangtua mendidik mereka sesuai dengan rancangan alami yang telah dirancangkan bagi mereka.

b. Diskusi dan Penggalian

i. Bagaimana mendidik anak sesuai dengan jalan yang patut baginya.

ii. Pengaruh karakter setiap anak yang berbeda bisa mempengaruhi bagaimana cara menyikapi mereka.

iii. Tugas orangtua dalam menyikapi dan mendidik anak sesuai dengan karakter mereka.

1. Bagaimana kita bisa mendidik anak sesuai dengan jalan yang patut baginya? (amsal 22:6)

(4)

dengan rancangan alami yang Tuhan berikan kepada pribadi setiap anak.

Maka sebagai orangtua haruslah mereka menemukan pola-pola alamiah anak-anak dan membantu setiap anak untuk bertumbuh sesuai dengan rancangan yang

diberikan Allah kepada mereka, yang merupakan rancangan yang unik dari mereka dilahirkan.

Orangtua harus memiliki hubungan yang berarti dengan anak-anak, dan orangtua harus memahami siapakan anak-anak sesuai dengan yang dirancangkan Allah kepada mereka. Orangtua harus mengesampingkan apa yang ingin orangtua berikan bagi anak-anak dan

memberikan waktu untuk mengenali siapakah mereka yang sebenarnya.

Karena setiap pribadi anak memiliki karakter yang

berbeda, dan itu sangat berpengaruh bagaimana mereka akan bertumbuh menjadi dewasa nantinya. Dan jika orangtua tau karakter anak mereka maka hal itu sangat membantu orangtua dalam mendidik mereka sesuai dengan rancangan yang diberikan Tuhan kepada mereka.

Maka untuk orangtua bisa lebih mengetahui karakter setiap anak, orangtua harus mengetahui terlebih dahulu karakter mereka. Setelah orangtua sudah mengetahui karakter pribadi maka orangtua harus sering sharing dengan keluarga, bercerita dengan anak, dan

membiasakan diri untuk mengenal anak mereka

c. Kesimpulan

Sebagai orangtua sebaiknya kita mengenali pribadi karakter alami anak kita masing-masing, dengan mengenal karakter pribadi anak-anak maka orangtua bisa mendidik sesuai dengan firman Tuhan ajarkan. Saat anak dapat dididik sesuai dengan karakter alami mereka, maka mereka tidak akan

menyimpang dari ajaran yang mereka terima. III. DISKUSI APLIKASI:

1. Aplikasi untuk anak: Anak anak didorong untuk dapat terbuka kepada orangtua dan guru mereka, agar orangtua dan guru mampu memahami karakter setiap anak.

(5)

Sharing tiap masing-masing keluarga, dan memahami karakter masing-masing anggota keluarga.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...