MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK MEMBENTUK KEPRIBADIAN ANAK
Universitas
Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah Surabaya Surabaya
Setiap orang memiliki “NILAI”
dasariah, yakni nilai kehidupan (living values).
Nilai kehidupan itulah yang
membuat setiap orang (individu) mampu bertahan hidup dan
bertumbuh menjadi dewasa.
Bahkan dalam diri hewan
sekalipun, nilai kehidupan itu
telah ditanam oleh PENCIPTA
berupa “naluri kehidupan”
Kita
Kita dapat dapat menyaksikan menyaksikan bagaimana bagaimana setiap setiap anak anak burung burung , , didorong didorong oleh oleh naluri naluri
kehidupan
kehidupan yang yang ada ada di di dalam dalam dirinya dirinya , , saling saling berbagi
berbagi satu satu dengan dengan yang lain. yang lain.
Demikian
Demikian mereka mereka bisa bisa bertumbuh bertumbuh , , kuat kuat dan dan menjadi
menjadi dewasa dewasa … …
Setiap Anak, lahir ke dunia ini…
Dengan membawa nilai-nilai kehidupan…
Setiap anak, pada dasarnya sangat jujur
jujur… … mempunyai mempunyai rasa rasa keadilan… keadilan … penuh
penuh kasih kasih sayang sayang , , … … yang
ditanam oleh PENCIPTA di dalam kodrat setiap orang.
Setiap orang dilengkapi oleh
POTENSI bawaan (untuk berpikir, merasa & mampu berprilaku) baik
…
Namun
Namun demikian demikian , , … …
Bagaimana
Bagaimana seorang seorang anak anak mengembangkan
mengembangkan watak watak suka suka berbohong
berbohong … … perilaku perilaku - - perilaku perilaku negatif
negatif ( ( seperti seperti suka suka marah marah , , mengamuk
mengamuk , , keras keras kepala kepala , ,
suka suka mengejek mengejek dan dan memukul memukul temannya
temannya … … ?) ?) Apakah
Apakah ini ini karakter karakter bawaan bawaan ? ?
Perilaku yang terus diulang-ulang, makin lama makin tertanam
dalam, menjadi kebiasaan, kemudian menjadi sifat … dan menjadi
bagian dari kepribadian…
Etika hanya dapat ditumbuhkan dari dalam diri anak, melalui pengalaman langsung (baik di
rumah, pun di sekolah)
Hingga anak memiliki kepekaan (etika)
misalnya cara minta sesuatu, “selalu dengan mengatakan minta tolong…”
Membuang sampah, selalu pada
tempat sampah
Kemar ahan Ke ke ce wa an
O m el an
Kekerasan
Tu du ha n
Hu ku m Rasa bers alah an
* *
* *
* *
*
Rekaman bawah sadar yang negatif, menyebabkan seseorang gelisah, tidak bisa konsentrasi dan tidak bisa berpikir alternatif. Makanya anak yang sering ditegur, menjadi suka bingung dan pelupa. Orang yang lagi emosi tidak bisa berpikir
jernih… dan menjadi tidak perduli lagi dengan dirinya sekalipun.
DENGAN KONSISTEN MELAKUKAN PEMBIASAAN PERILAKU BERBASIS NILAI KEHIDUPAN DALAM KELUARGA