• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL SKRIPSI PENERAPAN SANKSI PIDANA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL SKRIPSI PENERAPAN SANKSI PIDANA"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL SKRIPSI

PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA KHUSUSNYA DVD / VCD LAGU (Studi Kasus : Putusan No

1443/PID.SUS/2011/PN.TNG)

A. Latar Belakang

Banyaknya pembajakan di bidang Hak Cipta lainnya menjadikan Indonesia sebagai surga bagi para pembajak sehingga pemegang Hak Kekayaan Intelektual banyak yang di rugikan. Hal tersebut di ungkapkan oleh Direktorat Jendral Hak Kekayaan Intelektual Departemen Kehakiman dan HAM Abdul Bari Azed. Keberadaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam hubungan antar manusia dan antar Negara merupakan sesuatu yang tidak dapat dipungkiri. HKI juga merupakan sesuatu yang Given dan Inheren dalam sebuah masyarakat industri atau yang sedang mengarah kesana. Keberadaannya senantiasa mengikuti dinamika perkembangan itu sendiri, begitu pula halnya dengan masyarakat dan bangsa Indonesia yang mau tidak mau bersinggungan dan terlibat langsung.1

Indonesia sebagai Negara kepulauan memiliki keanekaragaman seni budanya yang sangat kaya. Hal ini sejalan keanekaragaman etnik, suku bangsa dan agama yang secara keseluruhan merupakan potensi nasional yang perlu di lindungi.

(2)

Kekanyaan seni dan budanya itu merupakan salah satu sumber dari karya intelektual yang dapat dan perlu dilindunggi. Kekayaan seni dan budanya itu merupakan salah satu sumber dari karya intelektual yang dapat dan perlu dilindunggi oleh undang- undang.

Meskipun telah mempunyai Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta (beberapa kali direvisi) dan pemberlakuannya tentang hak Cipta pun telah diberlakukan efektif sejak 29 Juli 2003, semestinya mampu membuat para pembajak jera, namun pada kenyataannya pelanggaran HKI masih saja terjadi bahkan cenderung kearah yang semakin memprihatinkan. Peringkat Pembajakan di Indonesia, khususnya pembajakan hak cipta, menempati urutan ketiga terbesar didunia. Untuk itu, diperlukan berbagai upaya keras dari pelaku usaha dan pemerintah memerangi pembajakan hak cipta. “Benar atau tidak, menurut hasil kajian lembaga Internasional, Indonesia menempati urutan ketiga terbesar didunia dalam pembajakan Hak Cipta,” kata kepala sub direktorat Hukum Direktorat Hak Cipta Departemen Kehakiman Hak Asasi Manusia Ansari Sinungan di Jakarta, hari Kamis (5/2).

(3)

Kendala utama yang dihadapi Bangsa Indonesia dalam upaya perlindungan Hak akan kekayaan Intelektual ini adalah masalah penegakan hukum, disamping masalah-masalah lain seperti kesadaran masyarakat terhadap HKI itu sendiri dan keadaan ekonomi bangsa yang secara tidak langsung turut menyumbang bagi terjadinya pelanggaran itu. Akibat dari maraknya pembajakan atas Hak Cipta ini, Indonesia dihadapkan pada berbagai masalah merupakan suatu kemungkinan yang akan dihadapi oleh Bangsa Indonesia. Adapun persetujuan TRIPs mengidentifikasikan instrumen-instrumen hak dan kekayaan intelektual (HKI) dan mencoba mengharmonisasikannya pada tingkat global menyangkut komponen : Hak Cipta (Copy rights), Merk dagang (Trade Marks), Paten (Patent), Desain Produk Industri ( Industrial design), Indikasi Geografi (Geographical Indication), Desain Tata Letak (Topography), Sirkuit Terpadu / Layout Desain (Topography of Integrated Sircuits) dan perlindungan informasi yang dirahasiakan (Protection on Un disclosed Information). HKI merupakan bagian hukum yang berkaitan dengan perlindungan usaha-usaha kreatif dan investasi ekonomi dalam usaha kreatif.

(4)

dengan cara menciptakan kesejahteraan sosial dan ekonomi serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Prinsip- prinsip pokok persetujuan TRIP’s, antara lain sebagai berikut.

a. Menetapkan standar minimun untuk perlindungan dan penegakan hukum HAKI di negara- negara peserta. Dengan demikian, negara peserta bisa menetapkan standar yang lebih tinggi selama hal tersebut tidak bertentangan dengan standar persetujuan TRIP’s.

b. Negara- negara peserta diharuskan memberikan perlindungan HAKI yang sama kepada warga negaranya sendiri dan warga negara peserta lainnya. Apapun hak yang diberikan kepada warga negarannya, juga harus diberikan pada warga negara peserta lain2.

Setelah persetujuan TRIP’s , Indonesia mempunyai hukum positif tentang Hak Cipta yang baru, yaitu Undang- Undang Republik Indonesia No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang terdiri dari 78 (tujuh puluh delapan pasal). Dengan demikian, Undang- Undang Hak Cipta3 ini mulai berlaku (entry into force)

tanggal 29 Juli 2003. Lahirnya Undang- Undang Hak Cipta yang dan dianggap telah compliance terhadap ketentuan dalam TRIP”s

2 Suyud Margono Hukum Hak Cipta Indonesia hal 5

(5)

Agreement ini tidak lepas dari kecendruan masyarakat dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya untuk memberikan perlindungan hukum HAKI4.

Penegakan Hukum atas Hak Cipta biasanya dilakukan oleh pemegang Hak Cipta dalam Hukum Perdata, namun ada pula sisi hukum pidana yang sanksi pidananya secara dikenakan kepada aktivitas pemalsuan yang serius namun kini semakin lazim pada perkara-perkara lain. Sanksi pidana atas pelanggaran Hak Cipta di Indonesia secara umum diancam dengan hukuman penjara paling singkat satu bulan dan paling lama tujuh tahun yang dapat disertai maupun tidak disertai denda sejumlah paling sedikit satu juta rupiah dan paling banyak lima milyar rupiah, sementara ciptaan atau barang yang merupakan hasil tindak pidanan hak cipta serta alat-alat yang digunakan untuk melakukan tindak pidana tersebut dirampas oleh Negara untuk dimusnahkan (UU 19/ 2002 bab XIII)5

B. Pokok Permasalahan

4 Suyud Margono Hukum Hak Cipta Indonesia hal 6

(6)

1. Apa saja bentuk-bentuk pelanggaran hak cipta khususnya karya musik lagu dan ketentuan sanksi pidananya menurut UU No.19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta ?

2. Bagaimana perlindungan hukum kepada pemegang Hak Cipta ? 3. Bagaimana upaya hukumnya atas praktik pembajakan menurut

undang-undang No.19 tahun 2002 ?

C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui bentuk- bentuk pelanggaran hak cipta khususnya karya musik lagu dan ketentuan sanksi pidana menurut UU No. 19 Tahun 2001 Tentang Hak Cipta.

b. Untuk mengetahui perlindungan hukum kepada pemegang hak cipta.

c. Untuk mengetahui upaya hukumnya atas praktik pembajakan menurut UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

(7)

2. Manfaat penelitian a. Manfaat Praktis

1) Skripsi ini bermanfaat untuk Para Penegak Hukum supaya penanganan perkara tindak pidana hak cipta ini lebih ditingkatkan.

2) Dan bermanfaat juga untuk masyarakat supaya dapat menyadari bahwa tindak pidana atas praktik penggandaan lagu adalah tindakan illegal dan merugikan orang lain sehingga masyarakat tidak menggunakan atau melakukan pembajakan lagu tersebut.

b. Manfaat Teoritis

1) Skripsi ini diharapkan berguna sebagai bahan untuk pengembangan wawasan dan kajian lebih lanjut bagi yang ingin mengetahui dan memperdalam tentang masalah tindak pidana atas praktik penggandaan lagu .

(8)

D. Kerangka Teoritis dan Kerangka Konseptual 1. Kerangka Teoritis

Kerangka teoritis adalah penggunaan teori atau pendapat para sarjana hukum yang dapat dijadikan panduan dalam penelitian ini. Hal ini merupakan suatu kaidah formal dalam penyusunan karyailmiah dalam bidang hukum yang secara teoritis (ius comminis opinion doctorum).

Secara singkat penulis mencoba memberikan kerangka teoritis atas apa yang akan disajikan dalam skripsi ini adalah teori tentang:

a. Reynolds dan Stoianoff

Pada prinsipnya yang dilindungi oleh hak cipta adalah ekspresi ide

yang tertuang dalam bentuk materiil (fixed material form) yang

dapat dilihat, dibaca, atau didengar,. Sedangkan ide, gagasan,

metode, informasi, teori, daftar logaritma, atau data tidak

dilindungi.

there can be no infringement of copyright if the alleged infringer

has no taken the author’s form expression but has taken the

author’s idea. 6.

b. Suyud Margono

Di dalam bidang hak cipta (copyright), yang merupakan bagian

HAKI terkandung hak- hak eksploitasi atau hak- hak ekonomi

(economic right) dan hak- hak moral (moral right). Berdasarkan

hak- hak ekonomi yang dipunyai, memungkinkan seseorang

(9)

pencipta mengeksploitasi suatu karya cipta sedemikian rupa untuk

memperoleh keuntungan- keuntungan ekonomi, sehingga perlu

dilindungi secara memadai7.

c. Eddy Damian

Hak cipta adalah bagian dari sekumpulan hak yang dinamakan Hak

Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang pengaturannya terdapat

dalam ilmu hukum dan dinamakan hukum HAKI. Yang dinamakan

Hukum Haki ini, meliputi suatu bidang hukum yang membidangi

hak- hak yuridis dari karya- karya atau ciptaan- ciptaan hasil olah

pikir manusia bertautan dengan kepetingan- kepentingan yang

bersifat ekonomi dan moral8.

Lalu selain itu penulis juga memberikan definisi terkait tema atau

judul yang penulis angkat, adalah sebagai berikut :

1. Hak Cipta

Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan perundangan- undangan yang berlaku (pasal1 angka1 UU Hak Cipta 2002). 9

2. Ciptaan

7 Suyud Margono Hukum Hak Cipta Indonesia hal 4 8 Ibid hal 21

(10)

Ciptaan adalah setiap hasil karya pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni dan sastra (pasal 1 angka 3). Ciptaan sifatnya harus asli, bukan merupakan tiruan dari ciptaan orang lain. Pencipta harus dapat membuktikkan hasil karya ciptaanya berasal dari hasil ciptaannya sendiri terutama saat terjadi sengketa. 10

3. Ciptaan yang Dilindungi

Ruang lingkup ciptaan berada dalam bidang ilmu pengetahuan, seni dan sastra, maka dengan itu Pasal 12 Ayat (1) UU Hak Cipta 2002 mengatur ciptaan yang dilindungi hanyalah ketiga bidang tersebut yang mencakup sebagai berikut11 :

a. Buku, program komputer, pamflet, perwajahan (lay out), karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain.

b. Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu.

c. Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.

d. Lagu atau musik dengan atau tanpa teks.

e. Drama atau drama musikal, tari, koreografi, perwayangan, dan pantonim.

(11)

f. Arsitektur. g. Fotografi. h. Seni batik. i. Sinematografi.

4. Tindak Pidana Di Bidang Hak Cipta

Dalam UU Hak Cipta yang pernah berlaku selama ini dan yang sedang berlaku sekarang, selain mengatur ketentuan pidananya juga mengatur tentang prosedur penyelesaian perkara sampai ke pengadilan12.

2. Kerangka Konseptual

Kerangka konseptual merupakan suatu susunan mengenai definisi-definisi tentang suatu pokok pembahasan yang sudah tersusun secara sistematis atau terkonsep, agar mudah dipahami dan tidak keluar dari konsep pembahasan, dan mempermudah pembaca dalam memahami isi dari skripsi ini. Adapun kerangka konseptual yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

Undang- Undang Dasar Republik Indonesia 1945

(12)

Dalam pasal 28 C ayat (1) dijelskan bahwa “ Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan manusia.

E. Metode Penelitian

Dalam penyusunan skripsi ini, penulis berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan data-data, atau fakta-fakta, serta keterangan-keterangan dari sumber yang dapat dipercaya, dan dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya. Adapun yang dimaksud dengan metode penelitian adalah suatu kegiatan ilmiah yang berdasarkan pada metode, sistematika dan pemikiran tertentu yang bertujuan untuk mempelajari satu atau beberapa gejala hukum tertentu dengan jalan membuat analisis13.

1. Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan tipe yuridis normatif artinya penelitian difokuskan untuk mengkaji penerapan kaidah-kaidah atau norma-norma dalam hukum positif.

2. Pendekatan Masalah

13 Johnny Ibrahim, Teori &Metodologi Penelitian Hukum Normatif

(13)

Karena dalam penelitian ini menggunakan tipe penelitian yuridis normatif, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan. Pendekatan perudang-undangan dilakukan untuk mengkaji peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan tema” sanksi pidana terhadap pembajakan DVD / VCD”. Selain itu juga

3. Bahan Hukum

Terkait dengan tipe penelitian hukum dan pendekatan masalah yang digunakan dalam penelitian ini maka bahan hukum yang digunakan adalah yaitu diantaranya sebagai berikut :

a. Bahan Hukum Primer yaitu bahan hukum yang mengikat dan terdiri dari UU No 19 tahun 2002, pasal 71, pasal 72, pasal 46 ayat 2 KUHAP

b. Bahan hukum sekunder yaitu Bahan hukum yang memberikan penjelasan mengenai bahan hukum primer, seperti buku-buku, makalah, pendapat ahli hukum, artikel, jurnal, internet, yang berkaitan dengan apa yang diteliti terutama tentang Bantuan Hukum.

(14)

4. Prosedur Pengumpulan Bahan Hukum

Untuk memperoleh data yang dibutuhkan dalam penulisan skripsi ini, Penulis menggunakan prosedur pengumpulan bahan hukum , yaitu:

a. Penelitian lapangan (Field research), metode ini dilakukan untuk mendapatkan data primer yang dilakukan dengan cara wawancara dengan orang-orang yang berkompeten b. Penelitian Kepustakaan (library research) untuk

mendapatkan data sekunder yaitu melalui penelusuran literatur dengan tujuan untuk memperoleh bahan-bahan hukum

5. Pengolahan dan Analisa Bahan Hukum

(15)

kualitatif yaitu memusatkan perhatiannya pada prinsip-prinsip umum yang mendasari pewujudan keseluruhan data yang diperoleh dirangkum, diteliti, dan dipelajari sebagai satu kesatuan yang utuh sehingga dapat menghasilkan data yang akurat kemudian dijabarkan dengan kalimat-kalimat14.

F. Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi ini disusun dalam lima bab dan tiap bab dibagi menjadi beberapa sub bab. Adapun sistematika untuk setiap bab adalah sebagai berikut :

BAB I: PENDAHULUAN

Menggambarkan secara garis besar mengenai hal-hal yang berkaitan dengan materi skripsi ini, seperti latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan dan manfaat penilitian, metode penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II : TINJAUAN UMUM TENTANG SANKSI PIDANA TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA

Pada bab ini penulis akan menguraikan pengertain hak cipta, pengaturan tentang hak cipta, perlindungan hak cipta, dan hak- hak yang melekat pada hak cipta. Serta sanksi pidana bagi pelanggar Hak Cipta.

14 Burhan Ashofa. Metode Penelitian Hukum (Jakarta: Rineka Cipta, 1998. Hal

(16)

BAB III: PEMBAJAKAN DVD / VCD LAGU DALAM PERKARA NO 1443 / PID. SUS/2011/PN.TNG

Pada bab ini penulis akan menyampaikan data pembajakan DVD / VCD di Jakarta, di seluruh Indonesia, posisi kasus, dakwaan JPU, Putusan Hakim, dan Hasil Wawancara.

BAB IV : ANALISIS PENERAPAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELANGGARAN HAK CIPTA KHUSUSNYA PEMBAJAKAN LAGU DI PENGADILAN NEGRI TANGGERANG .

Pada bab ini akan di analisis bentuk- bentuk perlindungan hukum dan upaya hukumnya, serta bagaimana bentuk- bentuk pelanggaran hak cipta khususnya karya musik lagu dan ketentuan sanksi pidana menurut UU No. 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta.

BAB V : PENUTUP

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Kemudian pada ayat (3) diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan atau pidana penjara paling lama empat bulan atau pidana kurungan paling lama tiga bulan atau

Ancaman pidana penjara bagi anak yang melakukan tindak pidana lamanya ½ ( satu per dua) dari ancaman pidana orang dewasa atau paling lama 10 (sepuluh) tahun. Pidana mati serta

Sebagaimana diatur dalam Pasal 363 ayat (1) KUHP menyatakan “Diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun yaitu pencurian pada waktu ada kebakaran, letusan banjir,

(kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.” Kemudian terdapat

Sanksi pidana menyiarkan kebencian di media sosial menurut Pasal 157 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun enam bulan atau pidana denda paling banyak

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling

Beliau mengatakan untuk memberikan efek jera terhadap pelaku pelanggaran privasi maka sanksi pidana yang dilakukan adalah sanksi pidana penjara, Akan tetapi penerapan sanksi pidana

Rangkuman tentang sanksi pelanggaran hak cipta sesuai Undang-Undang No. 28 Tahun 2014, termasuk hukuman pidana dan denda terkait pelanggaran hak ekonomi dan