• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Hasil Kegiatan on the job Traini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Hasil Kegiatan on the job Traini"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Laporan Hasil Kegiatan on the job Training

Officer Development Program III PT PJB Services

Nama : CARTAM

NID : 9012210OD

(2)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, puji syukur saya ucapkan karena atas rahmat dan karuniaNya saya dapat menyelesaikan tugas ini. Terimakasuh saya sampaikan kepada Bapak Djoko Suryanto sebagai manager PLTG Balaipungut unit 1 atas support nya selama menyelesaikan tugas. Dan tidak lepas pula bimbingan dari Supervisor saya Bapak Prihanto, Bapak Imron, Bapak Rizal dan Bapak Sunarto. Maka dari itu saya ucapkan banyak terima kasih serta kepada rekan-rekan PJBS.

Ketidak sempurnaan dari laporan ini mungkin dapat sedikit membuat pelajaran tersendiri untuk menjadi lebih baik ke depannya. Khususnya bagi saya sendiri. Materi-materi di dalam Laporan ini di peroleh di lapangan dengan bimbingan para senior. Dan mungkin ada sedikit atau banyak perbedaan dengan pembangkit-pembangkit lain.

Walaupun banyak kekurangan tapi saya yakin ini adalah awal dari kesuksesan PT. Pembangkitan Jawa Bali Services. Dan saya mohon maaf atas kekurangan-kekurangan itu. Serta kesalahan-kesalahan yang saya buat di dalam laporan ini. Terimakasih atas perhatiannya dan wassalamu’alaikum.

Peserta ODP III

(3)
(4)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1.1 Siklus PLTG……….8

Gambar 2.2.1 Diesel Start………...9

Gambar 2.2.2 Accesory Gear………10

Gambar 2.2.3 Rotor Kompresor………11

Gambar 2.2.4 Ruang Bakar………...12

Gambar 2.2.5 Sudu-sudu Turbin………...13

Gambar 2.2.6 Load Gear……….………..14

Gambar 2.2.7 Generator……….15

Gambar 2.2.8 Exciter………16

Gambar 2.3.1 Siklus Pelumasan Pada Bearing 1, 2 dan 3………...…….16

Gambar 2.3.2 Motor dan Pompa AOP………..19

Gambar 2.3.3 Exchanger………...…20

Gambar 2.3.4 Lube Oil Filter………21

Gambar 2.3.5 Main Oil Filter………22

Gambar 2.4.1 Siklus Pembakaran……….23

Gambar 2.5.1 Siklus Bahan Bakar Cair………25

Gambar 2.5.2 Tanki Bahan Bakar Cair……….25

Gambar 2.5.3 Fuel Transfer Pump………26

Gambar 2.5.4 Forwarding Pump………...………26

Gambar 2.5.5 Main After Filter………27

Gambar 2.5.6 Main Booster Pump………28

Gambar 2.5.7 High Press Filter………...……..29

(5)

Gambar 2.6 Sistem Udara Pengabut ( Atomazing air)………..31

Gambar 2.7 Sistem Air Pendingin………32

Gambar 2.8 Sistem Udara Pendingin dan Perapat………33

Gambar 2.9 Sistem Kontrol Aliran Bahan Bakar……….35

(6)

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PT PJB Services sebagai salah satu lembaga penyelenggara pendidikan bagi calon karyawan maupun karyawan diperusahaan ini. Adapun tugas dari Pusdiklat ini diantaranya adalah menyelenggarakan berbagai macam jenis diklat yang dibutuhkan perusahaan sesuai dengan kebutuhan kompetensi perusahaan maupun kompetensi jabatan. On the job training (OJT) merupakan salah satu program diklat prajabatan yang diatur oleh Pusdiklat dan harus diikuti oleh seluruh siswa prajabatan SLTA/SMK yang nantinya akan diangkat menjadi karyawan organik PT PJB Services.

Salah satu program yang dapat memenuhi kebutuhan kompetensi jabatan, khususnya keterampilan dan sikap kerja, maka kepada Siswa Prajabatan SLTA/SMK diwajibkan mengikuti on the job training (OJT) ini. Dengan demikian yang bersangkutan diharapkan dapat memenuhi persyaratan kebutuhan kompetensi jabatan sesuai dengan proyeksi jabatan pertama diperusahaan.

1.2 Tujuan dan Manfaat

Tujuan program On the job training ini adalah diharapkan siswa OJT mampu menunjukkan dan memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan kebutuhan kompetensi jabatan pada proyeksi jabatan pertama.

Manfaat program on the job training ini adalah memberi kesempatan kepada siswa OJT untuk membangun kompetensi sesuai dengan kebutuhan kompetensi jabatan pada proyeksi jabatan pertama di Perusahaan.

Mengembangkan kualifikasi siswa ojt, yang terdiri dari:

 Kemampuan individu (fleksibilitas, kesiapan bertanggungjawab, kreativitas dan kesiapan

belajar).

 Kemampuan sosial (kesiapan bekerja sama, kemampuan berkomunikasi dan kemampuan

mengatasi konflik).

 Kemampuan kognitif (berpikir logis, kemampuan memecahkan masalah, berpikir alternatif,

kemampuan belajar, kemampuan menilai dan memutuskan).

(7)

ISI LAPORAN 2.1 Prinsip Kerja PLTG

Prinsip kerja dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yaitu berawal menjalankan poros kompresor dan turbin gas agar berputar, untuk itu maka diperlukan daya mekanis untuk mengkopel agar poros tersebut berputar sehingga digunakan mesin diesel sebagai starter untuk menstart turbin dan kompresor. Setelah itu pengambilan udara sekeliling dengan menggunakan kompresor melalui air filter (saringan udara) yang berguna agar partikel debu tidak ikut masuk kedalam kompresor tersebut.

Didalam kompresor ini udara diolah sehingga tekanan udara menjadi naik menjadi bertekanan ± 7-9 bar. Selanjutnya udara bertekanan tersebut dialirkan menuju ruang bakar

(chombustion chamber). Didalam ruang bakar ini, udara dan bahan bakar dicampur dan dibakar, untuk bahan bakarnya apabila mempergunakan gas (gas alam) yang berasal dari sumur gas dipasok melalui pipa maka gas dapat lansung dicampur dengan udara untuk dibakar tetapi apabila mempergunakan bahan bakar solar/HSD yang dipasok dari tangki penampungan maka harus malalui proses pengkabutan terlebih dahulu.

Untuk itu bahan bakar solar/HSD tadi dilewatkan pada fuel nozzle (media pengabut) yang berfungsi mengabutkan bahan bakar tersebut dan mengarahkannya ke ruang bakar, setelah itu bahan bakar yang telah menjadi kabut baru dicampur dengan udara yang selanjutnya dibakar.

Dari pembakaran tersebut, dihasilkan gas panas bertekanan (± 1000°C, tekanan ± 13 kg/cm²). Selanjutnya gas tersebut dialirkan dengan pipa pancar (transition piece) menuju turbin untuk disemprotkan pada sudu-sudu turbin sehinngga turbin bisa berputar. Apabila turbin berputar, maka akan menggerakkan generator dan selanjutnya generator menghasilkan beda potensial pada medan magnetnya antara rotor dan stator sehingga generator menghasilkan listrik. Gas hasil dari semua proses tadi berupa gas panas bersuhu ± 500°C akan keluar ke udara melalui saluran gas buang (exhaust gas). Energy listrik yang dihasilkan generator ini 11 kV, selanjutnya tegangan 11 kV akan dinaikkan jadi 150 kV melalui transformator step up selanjutnya masuk ke switchyard untuk segera ditransmisikan dengan transmisi tegangan tinggi interkoneksi

Gambar 2.1.1 Siklus PLTG

(8)

1.Diesel Start

Sebelum turbin gas distart, diperlukan peralatan tambahan untuk menggerakkan kompresor pada turbin sampai turbin tersebut mampu melakukan pembakaran sendiri. Peralatan tambahan tersebut merupakan sebuah motor diesel untuk menghasilkan momen putar dan kecepatan putar yang dibutuhkan turbin pada saat start. Mesin diesel hanya mampu bekerja sampai putaran 2300 rpm, namun mesin diesel ini terbawa putaran turbin sampai putaran 3000 rpm.Pada saat putran diesel 3000 rpm, kemudian kopling start secara otomatis akan terlepas dan putaran diesel start akan turun hingga 0 rpm atau stop.

Gambar 2.2.1 Diesel Start

2. Accessories gear

Kumpulan dari roda-roda gigi sebagai penyatu dari poros utama. Fungsi dari roda gigi adalah sebagai penggerak pompa pelumasan, water pump, lubricating, atomizing, dan bahan bakar HSD.

Gambar 2.2.2 Accesory Gear

3.Compressor

(9)

Di dalam ruang bakar terdapat : tinggi hasil dari pembakaran di ruang bakar. Konstruksi turbin terdiri dari 2 bagian yaitu rotor dan stator. Gas bertekanan tinggi hasil dari pembakaran yang keluar melalui transition piece

digunakan untuk mendorong sudu-sudu turbin sehingga poros dapat berputar. Turbin gas pada PLTG Balaipungut 1 memiliki 2 tingkatan sudu berurutan dari yang kecil ke tingkatan sudu yang lebih besar, hal ini dimaksudkan agar sudu yang kecil ini dapat menahan tekanan awal yang cukup besar karena memililki lengan momen yang lebih kecil. Turbin dan kompresor memiliki poros yang sama sehingga ketika poros turbin berputar, maka poros kompresor juga ikut berputar dan terus menerus mengisap udara.

Komponen-komponen pada turbin adalah sebagai berikut :

1. Turbin rotor case

2. First stage nozzle berfungsi mengarahkan gas panas ke first stage turbine

(10)

Tujuan dari berputarnya turbin adalah untuk memutar generator. Generator pada PLTG Balaipungut 1 memiliki putaran 3000 rpm, sedangkan putaran turbin 5100 rpm sehingga kedua poros dihubungkan oleh gear box yang diberi nama load gear. Load gear ini berfungsi menghubungkan poros turbin dengan poros generator dan merubah putaran turbin menjadi 3000 rpm sesuai dengan spesifik generator.

Gambar 2.2.6 Load Gear

7.Generator

Generator adalah alat yang memproduksi listrik dari gaya mekanikal (dari putaran turbin), biasanya dengan menggunakan induksi elektromagnetik. Hasil dari gaya mekanikal ini menghasilkan perbedaan fluks magnetik. Fluks magnetik pada rotor mempengaruhi kumparan pada stator. Kemudian kumparan pada stator arus dan tegangan listrik.

Gambar 2.2.7 Generator

8.Exciter

Besarnya beban tergantung pada kecepatan rotor dan besarnya tegangan eksitasi. Eksitasi adalah alat yang menyuplai tegangan listrik pada rotor generator. Pada awalnya eksitasi menggunakan tegangan DC dari baterai sebelum generator bekerja, sesudah generator menghasilkan tegangan maka suplai menuju eksitasi dialihkan menggunakan tegangan PS itu sendiri.

Gambar 2.2.8 Eksiter

2.3 Pelumasan Pada Bearing 1,2 dan 3

Gambar 2.3.1 Siklus pelumasan pada bearing 1,2 dan 3

Sistem aliran minyak pelumas di perlukan untuk melumasi bearing – bearing. Minyak peumas di pakasakan dengan pompa masuk ke bearing – bearing. Dan kembali ke tangki. Demikian seterusnya bersirkulasi.

(11)

tangki utama oleh pompa sirkulasi ( lube oil circulating pump ). Minyak pelumas di pompa ke sistem oleh pelumas pompa pembantu pada waktu start dan shut down atau bila pomp utama belum sanggup menghasilkan tekanan yang cukup. Bila pompa utama sudah

mempunyai kapasitas yang cukup untuk mensupplay minyak ke sistem, maka high preassure switch akan menstop auxiliary pump.

Minyak keluar pompa utama diteruskan ke main oil filter ( filter utama ) dan kemudian ke pengumpul bantalan ( bearing header ). Tekanan pelumas pada pengumpul dibuat konstant oleh bearingb header preasure regulator ( pengatur tekanan pengumpul ). Minyak setelah melumasi bearing – bearing dikembalikan ke sump tank. Suhu minyak pada pengumpul dideteksi oleh thermocouple yang mengerjakan lube oil coolers fans ( kipas pendingin pelumas ) suhu minyak dalam tangki terlalu rendah dari yang di ijinkan ( di kerjakan oleh temperature ).

A. Pelumasan bearing 1,2 dan 3

DEFINISI: Proses menyisipkan bahan tertentu (disebut “pelumas”)diantara dua

permukaan yang saling kontak dengan tujuan untuk mengurangi gesekan dan oleh karena itu mengurangi keausan.

Tujuan pelumasan bearing pada dasarnya adalah untuk memelihara bearing agar dapat berfungsi dengan optimal dapat digunakan selama mungkin dapat mengurangi biaya pemeliharaan.

B. SOP pengoperasian

Operasi System Minyak Pelumas

1. Masukan sircuit breaker 52 QC di panel MCC

2. Masukan sircuit breaker 52 DE di panel MCC

43 QC & 43 QE selector switch posisi auto yang maksudnya dapat bekerja secara automatic dan bila auxiliary oil pump trip maka emergency. Oi pump dapat auto start.

3. Auxiliary lub. Oil pump dapat dijalankan manual dan dapat secara automatic bersamaan

dengan menjalankan racthet yang diberi signal start dari master control.

4. Dari pipa utama sistem minyak pelumas tidak dipasang valve manual.tetapi dipasang relif

valve dan valve pngatur tekanan yang sudah disetting sesuai dengan perancanaan nya.

(12)

6. Sesudah pompa pelumas start bukalah valve venting yang disediakan di filter-filter sehingga

udara keluar.

7. Pada waktu pompa jalan , check pressure gauge apakah penunjukannya sesui dengan batasan

batassan operasinya.

8. Check diffrential pressure dari filter.

9. Check effisiensi dari oil cooler.

10. Check aliran pelumas yang dapat dilihat dari kaca penglihat aliran yang dipasang dipipa

minyak kembali dari setiap bantalan.

11. Pada waktu unit start dan putaran turbin mencapai 95 % speed lampu 14 HS menyala, maka

auxiliary lub. oil pump stop dan supplay pelumas disupplay dari main oil pump.

Pada waktu unit stop, relay 14 HSX tidak bekerja, lampu 14 HS mati ; maka auxiliary lub. Oil pump start.

C. Komponen – komponen utama pada Pelumasan bearing 1.2 dan 3

1. Motor dan Pompa

Berfungsi sebagai penghantar atau penyedot pelumas agar sampai kesiklus , untuk masuk ke bearing.

Gambar 2.3.2 Motor dan Pompa AOP

2. Excengger

Berfungsi sebagai tempat terjadinya pendinginan pelumas yang selesai melumasi bagian2 bearing.

Gambar 2.3.3 Exchanger

3. Filter lube oil

Berfungsi sebagai penyaringan pelumasan dari kotoran2, agar tidak masuk kebearing.

Gambar 2.3.4 Lube oil filter

4. Main oil pump

(13)

Gambar 2.3.4 Main Oil Filter

2.4 Sistem Pembakaran

Merupakan hasil gabungan dari segitiga api yaitu antara bahan bakar dengan udara dan percikan bunga api sesaat oleh spark plug yang berlangsung di combustion liner(ruang bakar) .

Proses terjadinya pembakara : proses nyala api dan udara starting atomizing dimulai dari 14 HM menyala ,bahan bakar mulai mengalir ke combustion chamber melalui flow devider dan dicampur dengan udara atomizing dan kemudian disemprotkan melalui fuel nozzle ke setiap liner,dan liner No.1 & 2 dilengkapi spark plug (busi) yang bekerja selama 30 detik dan penyalaan api berhasil maka proses pembakaran akan terjadi secara kontinyu dan pemerataan pembakaran pada liner terjadi karena melalui crossfire tubes yang meratakan pembakaran.

Gambar 2.4.1 Siklus Pembakaran

Untuk mendapatkan pembakaran sempurna perlu diperhatikan kebersihan udara dan bahan bakar yaitu dengan cara memperhatikan filter bahan bakar dan udara jika kotor maka perlu penggantian filter sehingga generator dapat menghasilkan daya yang optimal

2.5 Sistem Bahan Bakar

Sistim bahan bakar PLTG terdiri dari tiga jenis yaitu sistim bahan bakar gas, sistim bahan bakar cair dan sistim bahan bakar campuran. Gb 6.16 menunjukkan sebuah sistim bahan bakar cair, dimana minyak diambil dari tangki melalui floating suction ( pipa hisap apung ) untuk menghindari terhisapnya kotoran dari dalam tangki. Dari tangki minyak ditransfer ke unit PLTG dengan pompa transfer, kemudian disaring didalam saringan tekanan rendah dan selanjutnya dipompa dengan pompa tekanan tinggi menuju flow devider melalui saringan tekanan tinggi. Flow devider adalah pembagi aliran sama untuk masing masing burner pada msing masing ruang bakar.

(14)

minyak yang melalui katup pengatur berkurang, dan yang menuju ruang bakar bertambah.Demikian sebaliknya jika dikehendaki aliran bahan bakar berkurang, maka katup pengatur diperintahkan untuk membuka, sehingga jumlah bahan bakar yang mengalir melalui katup pengatur bertambah besar dan yang masuk ruang bakar berkurang.

Dalam keadaan darurat atau ketika PLTG dikehendaki untuk berhenti ( stop ), maka katup stop (stop valve) diperintahkan untuk menutup, dan karenanya aliran bahan bakar kedalam ruang bakar menjadi terhenti dan pembakaranpun berhenti.

Pada pembakaran dengan gas, gas alam dialirkan dari sumur sumur gas menuju ke turbin gas. Sebelum masuk kedalam turbin gas, gas alam tersebut harus dihilangkan dulu kotoran kotorannya melalui separator dan filter. Juga dihilangkan unsur kondensat yang terbentuk selama perjalanan gas tersebut didalam pipa. Selanjutnya tekanan gas alam tersebut disesuaikan tekanannya dengan tekanan yang cocok dengan design PLTG tersebut.

Gb 2.5.1 Sistim bahan bakar cair

Di bawah ini adalah gambar dari pada daily tank dan receiving tank PLTG Balaipungut 1.

Gambar 2.5.2 Tanki bahan bakar cair

Kemudian fuel transfer pump yg berfungsi untuk memompa bahan bakar solar dari Recivieng tank ke Daily tank.

Gambar 2.5.3 fuel transfer pump

Dari daily tank kemudian di pompa dengan forwarding pump.

Gambar 2.5.4 forwarding pump

Di bawah ini adalah main filter yang berada di line bahan bakar setelah low press filter.

Gambar 2.5.5 Main after filter

(15)

Gambar 2.5.6 Main booster pump

Setelah melewati booster pump kemudian melalui high press filter yang bertekanan 38-40 kg/cm2.

Gambar 2.5.7 High press filter

Setelah melalui HP filter kemudian ada flow devider yang berfungsi untuk mebagi bahan bakar ke tiap tiap nozzle untuk di kabutkan.

Gambar 2.5.8 flow devider

2.6 Sistem Udara Pengabut

(16)

sempurnaterjadi jika pengabutan dilakukan dengan udara bertekanan yang disebut sebagai udara pengabut.

Gb 4.6 adalah sistim udara pengabut yang digunakan pada salah satu jenis PLTG buatan General Electric. Pada waktu PLTG mulai dioperasikan, udara pengabut diambil dari sisi keluar compressor turbin gas, dibuang kotoran padatnya didalam separator,didinginkan didalam Atomizing Precooler, dinaikkan tekanannya didalam Starting Atomizing Air Compressor dan diteruskan kedalam Atomizing Air Manifold untuk kemudian dibagi bagi ke masing masing nozzle bahan bakar. Ketika PLTG telah mencapai putaran penuh, Starting Atomizing Air Compressor digantikan oleh Atomizing Air Compressor yang digerakkan oleh poros PLTG melalui accessory gear ( gear drive ).

T i d a k s e m u a j e n i s P LT G m e n g g u n a k a n u d a r a p e n g a b u t , a d a j u g a y a n g menggunakan pengabutan mekanis, yaitu dengan memberikan tekanan yang tinggi pada bahan bakar dan memberikan gerakan tangensial ketika bahan bakar keluar nozzle.

Gb 2.6 Sistim udara pengabut ( atomizing air )

2.7 Sistem Air Pendingin

Air merupakan media pendingin yang paling baik, karena itu air digunakan sebagai pendingin didalam PLTG untuk mendinginkan minyak pelumas, udara pengabut, gas hydrogen pendingin belitan generator, kaki penyangga turbin dan pendingin penduga nyala api ruang bakar

( flame detector ). Air pendingin secara continue dialirkan keperalatan peralatan tsb diatas dan disirkulasikan secara tertutup dengan menggunakan pompa. Air yang telah menjadi panas, secara continue didinginkan kembali didalam radiator dengan menggunakan kipas udara.Gb 4.7 menunjukkan sebuah sistim air pendingin diamana air pendingin dari radiator dialirkan dengan pompa air pendingin menuju peralatan peralatan tersebut diatas, dan kembali keradiator. Untuk menjaga agar tidak ada udara yang masuk kedalam sistim, dipasang tangki persediaan dengan tekanan atau dengan ketinggian tertentu. Kedalam tangki ini dipasang saluran air penambah, untuk secara otomatik akan menambahkan jumlah air, jika terjadi kekurangan akibat kebocoran.

(17)

2.8 Sistem Udara Pendingin dan Perapat

Sistim udara pendingin digunakan untuk mengalirkan udara dari kompressor untuk ditujukan kelubang lubang pendingin sudu turbin. Udara dari sisi keluar digunakanuntuk pendinginan ruangan yang ditempati poros dan bearing pada sisi belakang turbin yang dilingkungi oleh saluran gas panas keluar turbin. Udara dari extraction kompressor tingkat 5 digunakan untuk memberikan perapatan pada bearing agar minyak pelumas tidak keluar dari bearing tersebut. Udara dari extraction tingkat 5 ini juga digunakan untuk mendinginkan rotor pada sisi ujung belakang turbin.

Gb. 2.8 Sistim Udara Pendingin dan perapat 2.9 Sistem Kontrol

(18)

dimana beban puncak yang besarnya lebih tinggi dari beban dasar akan mengandung konsekwensi umur bagianruang bakar dan turbin menjadi lebih pendek. Dengan beban dasar dimaksudkan bahwa PLTG dapat dioperasikan secara kontinue tanpa mengakibatkan pemendekan umur bagian bagian panasnya.

Gb 2.9 sistim control aliran bahan bakar

2.10 Sistem Pengaman (Proteksi)

Sistim pengaman PLTG berguna untuk mengamankan PLTG dari kerusakan berat akibat terlewatinya batasan batasan operasi. Dengan sistim pengaman ini apabila batasan o p e r a s i d i l a m p a u i , m a k a s i s t i m p e n g a m a n y b s a k a n m e m b e r i k a n s i n ya l u n t u k memberhentikan aliran bahan bakar seketika. Sistim pengaman PLTG (diluar generator listrik ) antara lain terdiri dari:

•Pengaman tekanan pelumas rendah, untuk menghinadari rusaknya bearing akibat gesekankering oleh karena tidak cukupnya aliran minyak pelumas masuk kedalam bearing.

•Pengaman suhu bearing tinggi. Gesekan yang terjadi pada bearing akan mengakibatkansuhu yang tinggi, dan suhu yang tinggi akan melumerkan metal bearing, karena itu kenaikan suhu harus dicegah sebelum metal bearing menjadi rusak.

•Pengaman gaya axial tinggi. Penghisapan udara oleh kompressor dan dorongan gas panas pada sudu turbin akan menyebabkan gaya axial walaupun kedua gaya ini berlawanan dan dibuat relatif seimbang, kerusakan pada sudu turbin atau pengotoran pada sudukompressor dapat mengkibatkan gaya axial yang timbul berlebih kearah tertentu dan menjadikan sudu kompressor bergesekan.

(19)

menghasilkan getaran yang kecil. Seiring dengan perjalanan waktu getaran turbin bisa menjadi besar dan melampaui batas yang ditentukan.

•Pengaman suhu lebih. digunakan untuk mengamankan bagian bagian panas PLTG darikemungkinan kerusakan akibat terjadinya suhu gas panas yang melampaui batas. Sistim pengaman ini mendeteksi suhu gas panas keluar turbin gas. Jika batasan suhu gas panas keluar turbin gas dilampaui maka pengaman ini akan seketika memberikan sinyal untuk menghentikan beroperasinya PLTG.

•Pengaman putaran lebih ( over speed ) digunakan untuk megamankan PLTG dari kerusakan akibat putaran rotor yang melampaui batas. Pengaman ini akan bekerja jika putaran rotor mencapai 10% diatas putaran normal.Semua alat pengaman ditujukan untuk menghentikan beropersinya PLTG dengan menghentikan aliran bahan bakarnya. Disamping itu PLTG juga dilengkapi dengan tombol darurat untuk menghentikan PLTG dengan seketika jika diketahui terdapat hal hal yang membahayakan bagi berlangsungnya operasi.

Gb 2.10 menunjukkan rangkaian sistim pengaman PLTG yang terkait dengan PLTGU dimana kotak kotak paling kiri dan bawah menunjukkan unsur unsur pengaman PLTG termasuk generator.

Gb 2.10 Sistim pengaman (proteksi ) PLTG

2.11 Sistem Pencucian Kompresor

(20)

2.12 TRANSFORMATOR

2.12.1 Komponen Utama Transformator Tenaga

Gambar 2.12.1 Trafo PLTG Balaipungut 1

Gambar di atas adalah sebuah peristiwa dimana Bhusing S pada Trafo PLTG Balaipungut 1 meledak dan terbakar. Terlihat operator sedang berusaha memadamkan api yang membakar Bhusing tersebut.

Adapun Komponen utama transformator tenaga terdiri dari bagian-bagian diantaranya: inti besi, kumparan transformator, minyak transformator, bushing, tangki konservator, peralatana Bantu pendinginan transformator, tap changer dan alat pernapasan

(dehydrating breather).

Inti besi berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi,magnetik yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melalui kumparan. Dibuat dari lempengan- lempengan besi tipis yang berisolasi, untuk mengurangi panas (sebagai rugi-rugi besi) yang ditimbulkan oleh Eddy Current.

Kumparan transformator adalah beberapa lilitan kawatberisolasi yang membentuk suatu kumparan atau gulungan. Kumparan tersebut terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder yang diisolasi baik terhadap inti besi maupun terhadap antar kumparan dengan isolasi padat seperti karton, pertinak dan lain-lain. Kumparan tersebut sebagai alat transformasi tegangan dan arus.

Gambar 2.12.1 konstruksi belitan transformator

Minyak transformator merupakan salah satu bahan isolasi cair yang dipergunakan sebagai isolasi dan pendingin pada transformator. Sebagai bagian dari bahan isolasi, minyak harus memiliki kemampuan untuk menahan tegangan tembus, sedangkan sebagai pendingin minyak transformator harus mampu meredam panas yang ditimbulkan, sehingga dengan kedua kemampuan ini maka minyak diharapkan akan mampu melindungi transformator dari gangguan.

(21)

transformator.

Tangki Konservator berfungsi untuk menampung minyak cadangan dan uap/udara akibat pemanasan trafo karena arus beban. Diantara tangki dan trafo dipasangkan relai bucholzt yang akan meyerap gas produksi akibat kerusakan minyak . Untuk menjaga agar minyak tidak terkontaminasi dengan air, ujung masuk saluran udara melalui saluran pelepasan/venting dilengkapi media penyerap uap air pada udara, sering disebut dengan silica gel dan dia tidak keluar mencemari udara disekitarnya.

Peralatan Bantu Pendinginan Transformator berfungsi untuk menjaga agar transformator bekerja pada suhu rendah. Pada inti besi dan kumparan – kumparan akan timbul panas akibat rugi-rugi tembaga. Maka panas tersebut mengakibatkan kenaikan suhu yang berlebihan, ini akan merusak isolasi, maka untuk mengurangi kenaikan suhu yang berlebihan tersebut transformator perlu dilengkapi dengan alat atau sistem pendingin untuk menyalurkan panas keluar transformator.

Secara alamiah media pendingin (minyak isolasi) mengalir karena perbedaan suhu tangki minyak dan sirip-sirip transformator (Radiator). Untuk mempercepat pendinginan transformator dilengkapi dengan kipas yang dipasang di radiator transformator dan pompa minyak agar sirkulasi minyak lebih cepat dan pendinginan lebih optimal.

Tap Changer berfungsi untuk menjaga tegangan keluaran yang diinginkan dengan input tegangan yang berubah-ubah. Kualitasoperasitenaga listrik jika tegangan nominalnya sesuai ketentuan, tapi pada saat operasi dapat saja terjadi penurunan tegangan sehingga kualitasnya menurun, untuk itu perlu alat pengatur tegangan agar tegangan selalu pada kondisi terbaik, konstan dan berkelanjutan.

Ditinjau dari cara pengoperasiannya, tap changer terdiri dari dua tipe yaitu on- load yang bekerja secara otomatis jika merasakan tegangan kurang/lebih dan off-load yang dapat dipindah tap hanya jika trafo tidak berbeban/bertegangan.

(22)

dan untuk menghindari terkontaminasi oleh kelembaban udara maka diperlukan suatu media penghisap kelembaban yang digunakan biasanya adalah silica gell, yang secara khusus dirancang untuk maksud tersebut diatas.

2.12.2 Peralatan Proteksi Internal

Proteksi internal adalah peralatan yang telah terpasang melekat pada transformator tenaga yang berfungsi sebagai pengaman jika transformator mengalami tekanan mendadak dan temperature tinggi.

A. Relai Bucholz,

Relay Bucholz adalah relai yang berfungsi mendeteksi dan mengamankan terhadap gangguan transformator yang menimbulkan gas. Timbulnya gas dapat diakibatkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah:

a. Hubung singkat antar lilitan pada atau dalam phasa b. Hubung singkat antar phasa

c. Hubung singkat antar phasa ke tanah d. Busur api listrik antar laminasi

e. Busur api listrik karena kontak yang kurang baik.

Relai deteksi gas juga terdiri dari suatu peralatan yang tanggap terhadap ketidaknormalan aliran minyak yang tinggi yang timbul pada waktu transformator terjadi gangguan serius. Peralatan ini akan menggerakkan kontak trip yang pada umumnya terhubung dengan rangkaian trip Pemutus Arus dari instalasi transformator tersebut.

B. Jansen Membran

(23)

pecah dan minyak akan keluar dari dalam transformator yang disebabkan oleh tekanan minyak

C. Relai Tekanan Lebih (Sudden Pressure Relay),

Flash over atau hubung singkat yang timbul pada suatu transformator terendam minyak, umumnya akan berkaitan dengan suatu tekanan lebih didalam tangki, karena gas yang dibentuk oleh dekomposisi dan evaporasi minyak. Dengan melengkapi sebuah relai pelepasan tekanan lebih pada trafo, maka tekanan lebih yang membahayakan tangki trafo dapat dibatasi besarnya. Apabila tekanan lebih ini tidak dapat dieliminasi dalam waktu beberapa millidetik, maka terjadi panas lebih pada cairan tangki dan trafo akan meledak. Peralatan pengaman harus cepat bekerja mengevakuasi tekanan tersebut.

D. Relai Thermis (Temperature Relay)

Alat ini berfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan suhu.

Setelan dari relai ini dibagi menjadi dua tingkat (stage) yaitu 1st stage sebagai

alarm dan 2nd stage sebagai trip.

2.12.3 Peralatan Tambahan Pengaman Transformator

Sistem pegaman transformator tenaga ditinjau dari daerah pemangamanannya dikelompokan menjadi dua yaitu proteksi terhadap gangguan di dalam transformator, dan

proteksi terhadap gangguan di luar transformator [1].

A. Relai Diferensial

(24)

hanya bekerja apabila terjadi gangguan yang berada di daerah pengamanannya yaitu di mengirim perintah kepada CB (circuit breaker) sisi kumparan primer dan CB sisi kumparan sekunder untuk membebaskan transformator tenaga dari tegangan.

Sebagai proteksi utama relai ini bekerja dengan waktu seketika (instantaneous) atau bekerja dengan kecepatan dibawah 100 ms. Selektifitas relai harus terbukti, relai harus trip apabila terjadi gangguan di daerah pengamanannya. Relai tidak boleh trip ketika terjadi gangguan di luar daerah pengamanannya.

B. Relai Thermis (Temperature Relay)

Alat ini berfungsi untuk mencegah/mengamankan transformator dari kerusakan isolasi pada kumparan, akibat adanya panas lebih yang ditimbulkan oleh arus lebih. Besaran yang diukur di dalam relai ini adalah kenaikan suhu.

Setelan dari relai ini dibagi menjadi dua tingkat (stage) yaitu 1st stage sebagai

alarm dan 2nd stage sebagai trip.

2.13 SIRKUIT UDARA DAN GAS

Ada beberapa jenis penggerak mula yang dikenal diantaranya:

Motor bensin, diesel, kincir angin, turbin uap, mesin uap, dan turbin gas. Suatu penggerak mula pada prinsipnya adalah alat yang pertama-tama memanfaatkan sumber tenaga yang belum terkendali (terkontrol) menjadi tenaga yang dapat terkendali atau tenaga yang dapat dimanfaatkan sesuai dengan keperluan . biasanya pengerak mula merupakaan mesin tenagaa yang menghasilkan tenaga putar.

Perbandinggan beberapa penggerak mula adalah sebagai berikut:

PENGGERAK MULA SUMBER TENAGA

(25)

1. Kincir angin

Penggerak mula jenis 3, 4, 5, 6, dan 7. Digolongkan sebagai mesin kalor (termis) karena mempergunakan azas-azas penggerak panas (thermodinamika).

Perkembangan turbin gas

Pemakaian turbin gas sebagai sumber tenaga dewasa ini sudah meluas untuk berbagai keperluan.

Khususnya untuk pembangkit tenaga listrik turbin gas berkambang pesat. dalam hal ini ada hubungannya dengan waktu pemasangan yang pendek, operasinya mudah dan kerja pasang yang murah.

Dengan keistimewaan tersebut, penggunaan turbin gas sangat meluas dinegara berkambang, dimana permintaan tenaga listrik naik dengan cepat. Sehingga faktor waktu dan modal investasinya merupakaan pertimbangan terpenting.

Beberapa faktor yang menguntungkan pada penggunaan turbin gas sebagai penggerak mula untuk pembangkit listrik yaitu:

1. Harganya murah ( Rp/daya terpasang kecil).

2. Ukuran sepesifikasinya kecil bahkan dapat dibuat dalam bentuk paket yang kompak dan

sederhana.

3. Karena pemasangan bagian-bagianya dilakukan dipabrik. maka pekerjaan pemasangan

setemnpat menjadi ringan.

4. Harga pemasangan rendah, pemeliharaan, dan perbaikan dapat dilakukan dengan mudah.

5. Dapat dijalankan dengan cepat.

6. Dapat dipasang disemaua tempat, tidak terkait persyaratan khusus, sehingga dapat dipasang

(26)

7. Dapat dikombinasikan dengan pusat listrik tenaga uap utuk mendapatkan rendemen total

yang lebih baik.

Kerugian-kerugian menggunakan PLTG

Disamping keuntungan dari padaturbin gas maka turin gas ini juga mempunyai kerugian yaitu:

1. Rendemen totalnya rendah, yang disebabkan oleh banyaknya kalor yang terbuang

bersama gas buang.

2. Umur mesin relatif pendek, karena turbin bekerja pada suhu tinggi dengan variasi

yang tajam. Variasi beban selalu diikuti oleh variasi suhu pembakaran sehingga menimbulkan perubahan tegangan termis yang dapat menimbulkan kelelahan material.

3. Harga suku cadangnya mahal.

2.14 SOP Start unit PLTG 1. Fungsi

1.1 Fungsi Equipment/system

Start Up Unit dilakukan setelah Unit shutdown atau trip. Proses start up dimulai dari start pompa bahan bakar sampai Unit berbeban dan paralel dengan jaringan 150 kV .

1.2 Tujuan SOP :

(27)

4.2. Turbin Gas dan Kompresor Bahan Bakar Minyak 4.3. Turbin Gas dan Kompresor Bahan Gas

(28)

7) Filed Current : 288 A, Peak 302 A 8) Excitation Volts : 250 V. Peak 250 V 9) Power Factor : 0,67, Peak 0,67

10) Speed : 3000 Rpm 6. P e r s i a p a n St a r t un i t

(29)

- Pastikan level tangki minyak pelumas normal dan temperature pada header juga normal

- Pastikan valve inlet dan outlet heat exchanger pada system air pendingin pada posisi terbuka

- Pastikan VTR-1 & VTR-2 pada posisi “Auto” 7. P e l a k s an a a n S t a r t U n i t

7.1. Dust Louver “ON”

(30)

7.3. Fuse 52G “Closed”

7.4. All Breaker in CCR “Closed ON”

(31)
(32)

7.6. Start à Excute, pada tahap ini diesel akan running (Tunggu sampai SP_LVL : 14HM ) 7.7. Fire à Excute , Pada tahap ini putaran turbin mencapai 1100 (Tunggu sampai FLAME : #A#B)

7.8. Auto à Excute, pada tahap ini turbin perlahan lahan akan menaikkan Rpm secara auto 7.9. Pada 2800 Rpm à L33CSE akan beubah dari logic 1 menjadi 0 dan diesel akan stop 7.10. Pada 4800 Rpm à Auxilary Oil Pump “stop” dan excitasi “ON”

(33)

8. P e l a k s an a a n S i n k ro n U n i t 8.1. Togle Sync diposisikan Manual 8.2. Samakan Tengangan (SVL & DV)

8.3. Atur kecepatan syncron scoupe

(34)
(35)

2.15 SOP Stop Unit

1. Fungsi

1.1 Fungsi Equipment/system

Stop Unit dilakukan setelah Unit . Proses start up dimulai dari start pompa bahan bakar sampai Unit berbeban dan paralel dengan jaringan 150 kV .

1.2 Tujuan SOP :

Sebagai panduan operator dalam melaksanakan kegiatan start up unit secara aman, handal dan efisien.

4.2. Turbin Gas dan Kompresor Bahan Bakar Minyak

(36)

10) Tingkat Turbin : 2 / 5100 Rpm 4.3. Turbin Gas dan Kompresor Bahan Gas

1) Daya Terpasang : Base 24250 KW, Peak 26100 KW

1. Pastikan benar-benar sudah ada izi untuk shutdown dari atasan atau langsung dari Unit

(37)

2. Stop – excute,

(38)

4. Kemudian Putar Togel 52G 45o to TRIP

5. Off- execute

(39)

7. Matikan radiator fan

(40)

2.14 Data PLTG Balaipungut 1

Gambar di atas adalah data pembebanan PLTG Balaipungut 1 dimana beban di bawah 16MW. Sebelumnya pada tahun 2012 PLTG Balaipungut 1 bebenya mencapai 16MW. Sekarang beban puncak hanya sampai di 15MW. Pada bulan juni kemarin seharusnya unit PLTG Balaipungut 1 sudah melakukan Combastion Inspection. Akan tetapi sampai bulan Agustus belum juga dilakukna. Hal ini du karenakan Pusat Pengendalian dan Pengatur Beban Wilayah Sumatera tidak mengizinkan unit PLTG Balaipungut 1 melakukan Shut Down. Dengan alasan provinsi riau dan sekitarnya kondisinya sedang sangat membutuhkan listrik. Untuk sebagian data di lampirkan di halaman berikutnya.

(41)

KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan

Pada dasarnya PLTG adalah unit pembangkit yang paling simpel di antara pembangkit-pembangkit yang lain. Intinya PLTG bekerja lebih banyak di Pressure dan Temperatur. Hanya saja PLTG lebih cepat rusak part part nya karena bekerja dengan temperatur yang tinggi. PLTG ini sangat berguna sekali selain sebagai start up di jaringan sistem juga sebagai unit emergency. Karena proses masuk sistem lebih cepat dari pada pembangkit yang lain dan load nya lumayan besar.

3.2 Saran

Ada beberapa komponen utama PLTG yang harus mendapatkan perawatan lebih dimana sangat mempengaruhi performa PLTG dan ke andalannya di antaranya adalah :

1. Starting Device

2. Kompresor

3. Turbine

4. Load Gear

5. Reduction Gear

6. Generator

7. Transformator.

Bukan hanya preventive saja yang harus di lakukan . Akan tetapi gangguan-gangguan yang terjadi harus di pelajari untuk mengidentifikasi gangguan-gangguan yg akan terjadi sewaktu-waktu.

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah 5 S di area kerja dan sekitarnya. Agar safety tetap terjaga. Berbicara mengenai safety dan karena safety adalah yang pertama atau biasa di sebut safety first. Adalah mendahulukan keselamatan demi kelancaran dalam bekerja.

Referensi

Dokumen terkait

Nuri Andar Wulan M.Si Ilmu dan Teknologi Pangan FATETA.. 3

Oleh sebab itu seorang akuntan profesional harus mentaati peraturan kode etiknya dalam setiap perilakunya karena hal tersebut dapat berpengaruh pada kualitas jasa

Hasil uji Chi-Square dalam penelitian ini menunjukkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara masa kerja dengan jumlah leukosit dalam darah petani penyemprot di

Iklan luar ruang billboard akan menampilkan gambar yang menunjukkan sejarah dari Candi Ngempon dan Petirtaan Derekan.. Iklan billboard akan dapat dipasang di

Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan membaca berbagai buku, jurnal, dokumen dan bacaan lainnya yang berkaitan dengan masalah yang diteliti yang dalam hal

Untuk menjadi salah satu yang berperan penting dari bagian manajemen perusahaan atau organisasi, public relations sejatinya akan selalu berkenaan pada beberapa aktivitas

Pengembangan Program Pendidikan Dokter Spesialis I Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD.. Soetomo dengan

Pada tahap membuat aplikasi perangkat mobile dengan APP inventor memudahkan kita, hal ini dikarenakan dengan APP Inventor pada sebuah web browser yang telah kita