Sosiologi Komunikasi
Pengaruh Media Sosial Terhadap Gaya Hidup Masyarakat Novia Rizky Mulyani
F1C012043
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
2014
Teknologi memang akan selalu berkembang dengan cepat dan menimbulkan pengaruh bagi kehidupan manusia, baik secara besar ataupun kecil. Social media merupakan hasil dari kemajuan teknologi yang dirasa cukup memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan manusia. Media sosial merupakan situs dimana seseorang dapat membuat web page pribadi dan terhubung dengan setiap orang yang tergabung dalam media sosial yang sama untuk berbagi informasi dan berkomunikasi, Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Dalam media sosial tidak ada batasan ruang dan waktu, mereka dapat berkomunikasi kapanpun dan dimanapun mereka berada.1. Jika kita melihat pada era sebelumnya dimana
seseorang berkomunikasi dalam skala besar hanya untuk memperoleh informasi dan berperan sebagai komunikan melalui media tradisional seperti surat kabar, saat ini masyarakat menggunakan fasilitas internet dan sosial media untuk memperoleh informasi dan bahkan menjadi komunikator secara bebas. melalui sosial media, seseorang dapat berbagi apa saja yang ingin ia bagikan pada sesama pengguna sosial media tersebut yang telah terhubung dengan akun yang dimiliki.
Kemunculan sosial media di Indonesia yang mulai menarik banyak pengguna adalah Friendster yang muncul pada kisaran tahun 2002 yang didirikan oleh Jonathan Abrams. Friendster merupakan sosial media yang dibuat untuk anak muda pada saat itu. Dimulailah era sosial media. Pengguna friendster pada tahun 2008 tercatat lebih dari 8 juta sebelum akhirnya situs ini ditutup dan berubah fungsi menjadi situs game2. Kesuksesan Friendster ini
1 http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-perilaku-di-kalangan-remaja/
kemudian memunculkan sosial media baru seperti MySpace, Facebook, Twitter dan LinkedIn yang dinilai memperoleh kesuksesan yang jauh lebih tinggi. Bahkan saat ini telah diciptakan sosial media ask.fm dengan fitur tanya dan jawab antar pengguna.
Seiring berkembangnya teknologi smartphones, ponsel-ponsel baru bersistem Operasi Android, iOs, dan Windows telah banyak digunakan oleh masyrakat dunia. Dari sinilah kemudian muncul sosial media baru seperti Instagram, Path, Pinterest, PicMix, We Hear It, Etsy, Fancy, Pheed yang saat ini hanya dapat digunakan pada ponsel atau tablet bersistem operasi Android, Windows dan iOs3.
Kemampuan dan fitur yang disediakan oleh sosial media untuk saling berbagi nampak tidak terbatas. melalui satu akun sosial media seperti Path misalnya, memberikan kita fitur untuk dapat berbagi mengenai aktivitas apa saja yang kita lakukan, seperti gambar, musik yang sedang kita dengarkan, video, film yang sedang kita nikmati, buku yang sedang kita baca, lokasi dimana kita berada, bahkan kita dapat menggunakan fitur sleep and awake untuk sekedar memberitatahukan kepada teman kita yang terhubung melalui sosial media tersebut bahwa kita sedang tidur atau telah bangun.
Kemunculan sosial media ini membuat pengaruh yang cukup besar terhadap gaya hidup masyarakat baik dalam hal ekonomi, sosial bahkan budaya, tentu saja ada pengaruh positif maupun negatif.
Berbagai alasan mengapa seseorang membuat sebuah akun pada sosial media, diantaranya untuk tetap terhubung dengan keluarga dan teman, memperoleh informasi dan kabar melalui news feed yang disediakan oleh sosial media, hingga menunjukkan eksistensi diri. Dalam sebuah penelitian dinyatakan, media sosial berhubungan dengan kepribadian introvert. Semakin introvert seseorang maka dia akan semakin aktif di media sosial sebagai pelampiasan4.
Maraknya dan membludaknya pengguna sosial media di kalangan remaja, akhir-akhir ini mulai muncul anggapan semakin aktif seorang remaja di media sosial maka mereka semakin dianggap keren dan gaul. Namun kalangan remaja yang tidak mempunyai media
3
http://www.chip.co.id/chipversity/general/11741/9_aplikasi_sosial_media_di_android_untu k_berbagi_foto
sosial biasanya dianggap kuno, ketinggalan jaman, dan kurang bergaul5. Pada akhirnya
anggapan ini akan membentuk kesan krisis pengakuan atas eksistensi diri. Tak jarang remaja-remaja yang menggunakan sosial media ini menjadi dramatis dan terus membuat pencitraan atas dirinya. Dalam mencapai tujuannya, para remaja berusaha mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung perannya tersebut. Aktor juga harus memperhitungkan setting, kostum, penggunaan kata dan lainnya untuk meninggalkan kesan baik pada lawan interaksi dan memudahkan jalan untuk mencapai tujuan yang oleh Goffman disebut manajemen daya tarik (impression management).6
Sosial media bahkan mampu merubah masyarakat yang menggunakanya menjadi semakin konsumtif. Demi mendapatkan predikat gaul dan tidak dikatakan ketinggalan jaman, anak muda banyak yang terpengaruh dan kemudian membeli smartphone yang dapat ia gunakan untuk mengakses media sosial.
Saat ini banyak pengguna sosial media yang memanfaatkan untuk mengiklankan produknya dengan metode online shop. Banyak akun facebook yang digunakan untuk menjadi page online shop, atau menggunakan Instagram untuk mengunggah gambar dari barang yang diperjual belikan. Mengiklankan barang melalui media sosial ini dianggap efektif dan mampu meningkatkan jumlah pembelian, tentu saja karena pengguna social media akan sering melihat akunya dan dengan demikian iklan yang dipasang di social media pun akan lebih sering dilihat.
Penggunaan social media ini juga banyak merubah kehidupan sosial para penggunanya. Sudah tak asing lagi kita mendengar ungkapan bahwa social media mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat. Banyak orang-orang yang saat ini terkoneksi dengan aplikasi-aplikasi media sosial untuk terhubung dengan orang lain yang bisa berjarak ribuan mil melalui layar dan jaringan. Namun pada saat yang sama, pengguna sosial media ini lebih senang berinteraksi melalui sosial media yang kemudian mengakibatkan kurangnya mereka mengenali lingkungan nyata mereka.
Berkembangnya sosial media tentu tidak hanya membawa unsur negatif seperti yang kita lihat diatas. Banyak nilai positif yang juga dapat kita dapatkan dari berkembangnya sosial media terhadap gaya hidup masyarakat.
5 http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-perilaku-di-kalangan-remaja/
Secara teknik, sosial media juga menuntut kita untuk merubah gaya hidup menjadi lebih cerdas dan mampu menggunakan teknologi-teknologi terbaru sehingga kita dapat mengejar ketertinggalan kita mengenai teknologi dari negara-negara lain. masyarakat saat ini terbiasa untuk bekerja lebih cepat. Informasi yang didapatkan lebih cepat dan lebih mudah. Selain itu, fitur yang disediakan oleh sosial media saat ini sangat membantu, seperti facebook, saat ini kita dapat membuat grup virtual melalui facebook, dalam grup tersebut kita dapat membagikan file melalui fitur unggah yang kemudian file tersebut dapat diunduh oleh anggota grup.
Dalam kehidupan sosial dan politik era postmoderen ini kita juga belajar untuk menjadi masyarakat yang lebih kritis dalam mengawal kegiatan politik. Banyak akun-akun sosial media milik lembaga negara yang bersifat interaktif berguna untuk menampung pendapat-pendapat dari masyarakat mengenai kebijakan pemerintah, sehingga kita saat ini dapat mengungkapkan pendapat dan bertanya apabila kurang memahami mengenai kebijakan tersebut.
Daftar Pustaka
Buku dan Jurnal
Goffman, Erving, The Presentation of Self in Everyday Life . Doubleday Anchor, Garden City, New York, 1959.
Setyastuti, Yuanita. 2012. Aprehensi Komunikasi Berdasarkan Konteks Komunikasi dan Tipe Kepribadian Ekstrovert – Introvert . Jurnal Komunikator. Volume 4, Nomor 2, Bulan November 2012.
Internet
Feberia, Hanna. 2014. http://mudazine.com/hanafeberia/pengaruh-media-sosial-terhadap-perilaku-di-kalangan-remaja/ (Diunduh pada 12 September,2014)
Hikmah Teknologi. 2008. http://teknohikmah.blogspot.com/2008/04/data-blogger-dan-pengguna-friendster.html (Diunduh pada 12 September,2014)
Yudhistira. 2014. Aplikasi Sosial Media di Android.