PERKENALAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN ALA

39 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PERKENALAN DENGAN

ILMU PENGETAHUAN ALAM

(IPA)

(2)

1. Perkembangan pikiran

Manusia

a. Sifat unik manusia b. Rasa ingin tahu

Dengan pertolongan akal budinya

manusia menemukan berbagai cara untuk melindingi dirinya dari

pengaruh lingkungan yg merugikan. Dengan adanya akal budipun

(3)

Lanjutan

Dengan rasa ingin tahunya, manusia selalu mencari jalan untuk memecahkan suatu

permasalahan.

Kegiatan untuk mencari pemecahan dapat berupa:

a. penyelidikan langsung

b. penggalian hasil-hasil penyelidikan yang sudah pernah diperoleh oleh orang lain

c. kerjasama dengan penyelidik-penyelidik

(4)

c. Rasa ingin tahu menyebabkan alam pikiran manusia berkembang

Dua macam perkembangan alam

pikiran manusia

1. Perkembangan alam pikiran

manusia sejak zaman purba hingga dewasa ini.

2. Perkembangan alam pikiran

(5)
(6)

a. Mitos

Menurut A. Comte bahwa dalam

sejarah perkembangan manusia itu ada tiga tahap, yaitu:

1. Tahap teologi atau metafisika 2. Tahap filsafat

(7)

b. Penalaran Deduktif

(Rasionalisme)

Penalaran deduktif adalah cara berpikir

yang bertolak dari pernyataan yang bersifat umum untuk menarik

kesimpulan yang bersifat khusus.

Penarikan kesimpulan secara deduktif

ini menggunakan pola berpikir yang disebut silogisme.

Silogisme terdiri atas dua pernyataan

(8)

Contoh penalaran deduktif

Semua makhluk bernapas (premis

mayor)

Si Ali adalah seorang makhluk

(premis minor)

Jadi, si Ali juga bernapas

(9)

c. Penalaran induktif

(Empirisme)

Penalaran induktif adalah cara

berpikir yang bertolak dari

pernyataan yang bersifat khusus untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum.

Orang-orang yang mengembangkan

pengetahuan berdasarkan

(10)

Contoh penalaran induktif

Pernyataan : logam besi, alumunium, tembaga dsb, jika

dipanaskan akan bertambah panjang.

Kesimpulan : semua logam jika

(11)

Pengetahuan yang diperoleh

hanya dengan penalaran deduktif

tidak dapat diandalkan karena

bersifat abstrak dan lepas dari

pengalaman. Demikian

pengetahuan yang diperoleh

hanya dari penalaran induktif juga

tidak dapat diandalkan karena

kelemahan pancaindera.

(12)
(13)

Suatu himpunan pengetahuan

dapat disebut IPA bilamana

memenuhi persyaratan: obyeknya

pengalaman manusia yang berupa

gejala-gejala alam, yang

dikumpulkan melalui metode

keilmuan serta mempunyai

manfaat untuk kesejahteraan

(14)
(15)

a. Metode ilmiah

Merupakan cara dalam memperoleh

pengetahuan secara ilmiah

Gabungan antara pendekatan

rasional dan empiris.

Rasional memberikan kerangka

pemikiran logis

Empirisme dalam memastikan

(16)

Langkah-langkah Metode

Ilmiah

Penentuan masalah

Perumusan kerangka masalah Pengajuan hipotesis

(17)

Keterbatasan metode ilmiah

Kekeliruan suatu kesimpulan yang

diambil berdasarkan metode ilmiah tetap ada.

Bersifat tentatif

Tidak dapat menjangkau untuk

membuat kesimpulan yang

bersangkutan dengan baik buruk atau sistem nilai, tentang seni,

(18)
(19)

Sikap Ilmiah

Mencintai kebenaran yang obyektif, dan

bersikap adil.

Tidak percaya kepada tahayul, astrologi,

maupun untung-untungan.

Ingin tahu lebih banyak

Tidak berpikir secara prasangka

Tidak percaya begitu saja pada suatu

kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata

Optimis, teliti dan berani menyatakan

(20)

b. Pengertian IPA

IPA merupakan ilmu yang sistematis

dan dirumuskan, yang berhubungan dengan gejala-gejala kebendaan dan didasarkan terutama atas

pengamatan dan induksi (H.W. Fowler et.al 1951).

Menurut Nokes dalam bukunya

Science in Education” menyatakan bahwa IPA adalah pengetahuan

(21)

IPA merupakan ilmu teoritis tetapi

teori tersebut didasarkan atas

pengamatan, percobaan-percobaan terhadap gejala-gejala alam.

Suatu teori dirumuskan tidak dapat

dipertahankan kalo tidak sesuai

dengan hasil pengamatan/observasi.

Teori tidak dapat berdiri sendiri, teori

(22)

Dapat disetujui bahwa IPA adalah suatu pengetahuan teoritis yang diperoleh/disusun dengan cara yang

khas/khusus , yaitu melakukan observasi eksperimentasi,

penyimpulan, penyusunan teori, eksperimentasi, observasi, dan demikian seterusnya kait mengkait antara cara yang satu dengan cara

yang lain.

(23)

Sejak abad ke-16 ilmuan mulai

menggunakan metode dalam mempelajari alam semesta.

Sejak digunakannya metode ilmiah

dalam penelitian ilmiah, dimulailah IPA modern yang kemudian

berkembang pesat.

Perintis IPA modern : Galileo Galilei

(1564-1942), Isac Newton

(1642-1727), Robert Boyle (1626-1691) dan

(24)

c. Relativitas IPA

Fakta sebenarnya

mendeskripsikan/memberikan fenomena-fenomena (gejala)

Fenomena yang sama dapat

(25)

Contoh

1. Matahari terbit dan naik di sebelah timur, lalu turun dan tenggelam

disebelah barat.

(26)

Relativitas ini timbul

terutama apabila si

pengamat sedikit banyak

terlibat di dalam fenomena

itu, atau si pengamat hanya

(27)

IPA bersifat dinamis

Kegiatan IPA berawal dari

pengamatan dan pencatatan baik terhadap gejala-gejala alam pada

umumnya maupun dalam percobaan-percobaan yang dilakukan dalam

laboratorium.

Dari hasil observasi manusia

berusaha untuk merumuskan

(28)

Jika dilihat dari arah prosesnya maka

dalam hal ini eksperimen mendahului teori.

Hasil IPA yang berupa merumuskan

konsep-konsep, prinsip, hukum dan teori ini masih terbuka kesempatan untuk diuji kebenarannya.

Proses IPA berlangsung terus

(29)

Jadi proses IPA yang dinamis

ini karena menggunakan

metode keilmuan, dimana

peranan teori dan

eksperimen saling

(30)

Manakah yang lebih

(31)

Keuntungan dari Ipa yang dinamis

adalah perkembangan IPA yang pesat

sehingga dalam jangka waktu 10-15

tahun pengetahuan IPA telah menjadi

lipat dua. Kemajuan IPA ini mendukung

perkembangan teknologi yang pada

gilirannya dapat menaikkan

(32)
(33)

a. Peranan matematika dan

daya abstraksi manusia

Matematika sudah dikenal sejak

zaman dahulu.

Matematika yang digunakan pada

zaman dahulu masih bersifat sederhana.

Sesuai dengan perkembangan otak

manusia, maka di dunia ini lahirlah masalah-masalah baru khususnya yang berhubungan dengan

kehidupan mereka guna

(34)

Matematika telah

memberikan ciri khas

bahasa tersendiri pada IPA

yang biasa disebut dengan

bahasa matematika yang

sangat berguna pada

peningkatan daya abstraksi

otak manusia.

(35)

b. Peran Matematika

terhadap IPA

Menurut dugaan sejarah, kemampuan

manusia menulis sama tuanya dengan kemampuan manusia untuk dapat

berhitung, yaitu kurang lebih 10.000 SM.

Tulisan itu pada hakikatnya simbol dari

apa yang ia tulis.

Dengan adanya matematika dapat

dihitung besarnya bumi (Erathotenes: 240 SM)

Tanpa Matematika IPA tidak akan

(36)

c. IPA Kualitatif dan

Kuantitatif

Copernicus sampai Galileo merupakan

perintis ilmu pengetahuan pada abad ke-17.

Penemuan-penemuannya itu

berdasarkan empiri dengan metode induksi dan obyektif dan bukan atas dasar deduksi filosofik seperti Yunani atau berdasarkan mitos seperti pada zaman Babylonia.

Penemuan-penemuan itu misalnya: di

bulan terdapat gunung-gunung,

(37)

IPA yang kualitatif ini tidak dapat

menjawab pertanyaan yang sifatnya kausal/sebab akibat.

Untuk memperoleh jawaban dari

pertanyaan tentang hal-hal yang sifatnya kausal, diperlukan

(38)

IPA kuantitatif adalah ilmu

pengetahuan alam yang

dihasilkan oleh metode

ilmiah yang didukung oleh

data kuantitatif dengan

menggunakan statistik. IPA

kuantitatif ini dapat disebut

juga sebagai Ilmu

(39)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...