commit to user
DESAIN INTERIOR TROPICAL FRUIT CENTER
DI SURAKARTA
(Dengan Pendekatan Komersial dan Edukatif)
Telah disetujui oleh Pembimbing untuk di Uji
di hadapan Dewan Penguji
Disusun Oleh
REGISTA ASHARI SULISTYO
C0808039
Pembimbing 1
Drs. Djoko Panuwun, M.Sn
NIP. 19540425 198601 1 001
Pembimbing 2
Anung B Studyanto, S.Sn, MT
commit to user
PENGESAHAN
Telah disahkan dan dipertanggung jawabkan pada sidang Tugas Akhir
Jurusan Desain Interior Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Universitas Sebelas Maret Surakarta
Pada Tanggal 10 Juli 2012
Penguji :
Ketua Drs. Soepriyatmono, M.Sn ( )
NIP. 19560117 198811 1 001
Sekretaris Lu’lu’ Purwaningrum, S.Sn, MT ( )
NIP. 19770612 20012 2 003
Penguji 1 Drs. Djoko Panuwun, M.Sn ( )
NIP. 19540425 198601 1 001
Penguji 2 Anung B Studyanto, S.Sn, MT ( )
NIP. 19710816 200501 1 001
Mengetahui :
Ketua Jurusan Desain Interior
Anung B Studyanto, S.Sn, MT
commit to user
PERNYATAAN
Nama : Regista Ashari Sulistyo
NIM : C 0808039
Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Laporan Tugas Akhir yang berjudul
“ Desain Interior Tropical Fruit Center di Surakarta Dengan Pendekatan Komersial dan Edukatif” adalah benar-benar karya sendiri, bukan plagiat dan
dibuatkan oleh orang lain. Hal-hal yang bukan karya saya, dalam Laporan Tugas
Akhir ini diberi tanda citasi (kutipan) dan ditunjukkan dalam daftar pustaka.
Apabila dikemudian hari terbukti pernyataan ini tidak benar, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan Tugas Akhir dan gelar
yang telah diperoleh.
Surakarta, 10 Juli 2012
Yang membuat pernyataan
Regista Ashari Sulistyo
commit to user
PERSEMBAHAN
Karya ini kupersembahkan kepada :
1. Ibu dan bapak serta kakak dan
keponakanku tercinta
2. Saudara-saudariku se-Desain
Interior, UNS
3. Semua teman-temanku yang
sudah mendukung saya, dalam
segi materi, doa, dan suport
4. Temen spesialku yang kuliah
dijurusan Sastra Inggris D3 yang
sudah membuat aku percaya diri
bahwa aku bisa menyelesaikan
commit to user
MOTTO
Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada
kemudahan. Maka apabila kamu telah
selesai (dari sesuatu urusan),
Kerjakanlah dengan sungguh-sungguh
(urusan) yang lain.
(QS. Al-Insyirah. 94 :6-7)
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
commit to user
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala rahmat serta karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
penyusunan konsep “Desain Interior Tropical Fruit Center di Surakarta Dengan Pendekatan Komersial dan Edukatif”.
Penyusunan penulisan ini diajukan untuk melengkapi laporan Tugas Akhir
sebagai persyaratan menempuh gelar Sarjana di Jurusan Desain Interior, Fakultas
Sastra dan Seni Rupa, Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Dalam kesempatan kali ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada
pihak-pihak yang telah memberikan penjelasan, pengarahan, serta memberikan
motivasi dan do’a demi kelancaran proses pengerjaan dan penyelesaian penulisan laporan TA ini. Tidak lupa pula penulis juga ingin mengucapkan terima kasih
kepada:
1. Kedua Orang Tua saya, yang telah memberikan dukungan baik dari segi
moril maupun materiil.
2. Anung B Studyanto, S.Sn, M.T selaku Ketua Jurusan Desain Interior UNS.
3. Iik Endang S.W, S.Sn, M.Ds selaku koordinator tugas akhir
4. Drs. Djoko Panuwun, M.Sn dan Anung B Studyanto, S.Sn, M.T selaku dosen
pembimbing tugas akhir yang selalu memberikan pengarahan.
5. Seluruh dosen, staff dan rekan-rekan di Jurusan Desain Interior UNS,
Terimakasih atas ilmu, pengalaman dan nasihatnya yang sangat berguna bagi
saya.
6. Semua sahabat yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang telah
membantu menyelesaikan Tugas Akhir penulis.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan penulisan ini,
namun dengan penuh harapan semoga penulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis
maupun pembaca.
Surakarta, 10 Juli 2012
commit to user
DESAIN INTERIOR TROPICAL FRUIT'S CENTER DI SURAKARTA
(Dengan Pendekatan Komersial dan Edukatif)
Regista Ashari Sulistyo1 Drs. Djoko Panuwun, M.Sn 2
Anung B Studyanto, S.Sn, MT3
ABSTRAK
2012. Tropical Fruit's Center merupakan tempat penjualan dan sarana informasi yang berhubungan dengan buah, khususnya buah-buahan tropis. Pemilihan topik Tropical Fruit's Center ini didasari oleh beberapa hal, salah satunya adalah Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, negara yang kaya akan buah-buahan tropis. Namun keberadaannya masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia.
Perancangan interior Tropical Fruit's Center dipusatkan pada area – area yang berkaitan dan berhubungan langsung dengan pengunjung, yaitu Lobby, Fruit's store, Resto, dan Healthy Bar. Selain itu juga terdapat ruang penunjang, yaitu Kantor, Musholla, Lavatory, Gudang, Ruang Karyawan, Pantry.
Tropical Fruit's Center ini diasumsikan berada di Surakarta, karena daerah ini merupakan kota yang sedang berkembang, belum tersedia pusat penjualan buah-buahan tropis yang memiliki nilai komersil dan edukatif.
Merancang sebuah tatanan interior yang dapat menunjang kegiatan pengunjung untuk berbelanja dan mendapatkan informasi seputar buah, dengan penataan display yang ergonomis dan pola sirkulasi radial digunakan untuk memecahkan berbagai perbedaan kepentingan, fasilitas, tingkat mobilitas dan aktifitas yang ada. Diikuti dengan penerapan organisasi ruang radial untuk mendukung system sirkulasi sehingga mempermudah pengunjung untuk menuju ruang yang dikehendaki tetapi dengan memperhatikan terlebih dahulu ruangan lain di sekitar ruang yang dijadikan pusat atau center.
Tema perancangan yang digunakan yaitu “tropis”. Tema ini diambil karena negara
Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, dan buah-buahan yang dijual khusus buah-buahan tropis yang khususnya tumbuh di negara Indonesia. Perancangan fasilitas komersial dan edukatif yang menjual buah-buahan tropis dan dapat menunjang kegemaran masyarakat terhadap buah tropis. Dengan begitu para masyarakat penggemar dan pengkonsumsi buah memiliki sebuah wadah atau pusat untuk berbelanja buah-buahan tropis, bersantai sambil menikmati produk makanan dan minuman kesehatan, sekaligus mendapatkan wawasan lebih tentang manfaat dan fungsi buah-buahan sebagai fasilitas yang disediakan pada Tropical Fruit's Center
Perancangan interiornya mulai dari interior system, elemen pembentuk ruang, elemen pengisi ruang, hubungan antar ruang, pengorganisasian ruang mengacu pada literature dan tinjauan lapangan serta mempertimbangkan unsur desain, prinsip desain, dan menciptakan tema suasana tropis.
1
Mahasiswa Jurusan Desain Interior dengan NIM C 0808039
2
Dosen Pembimbing 1
3
commit to user
TROPICAL FRUITS CENTER INTERIOR DESIGN IN SURAKARTA
(By Approaching Commercial and Educative Method)
Regista Ashari Sulistyo4 Drs. Djoko Panuwun, M.Sn 5
Anung B Studyanto, S.Sn, MT6
ABSTRACT
2012,Tropical Fruits Center is multi-function place, it can be used as market and fruits information media especially tropical fruits. In selecting Tropical Fruits Center topic is based by a few reason, one of the most important reason is
Indonesia is tropical country and it has many kinds of fruits type, but it isn’t used
maximally by Indonesian.
Tropical Fruits Center design is designed and located in the public area where everybody can find easily. Tropical Fruits Center are divided into some area, they are; Lobby, Fruits Store, Restaurant and Healthy Bar. Tropical Fruits Center also has supporting and additional rooms such as; Office, Mosque, Lavatory, Store, Employee Area and Pantry.
Tropical Fruits Center is assumed in Surakarta , because Surakarta is developing city which has big potential for tropical fruit market and Tropical Fruits Center is the first fruits design concept in Surakarta.
By designing new fruit concept design, it can stimulate people to come and shop. And also people can get the access of any kind of fruits. By ergonomist displaying and circulation radial design, it makes people easier to find destination room by passing the other room without ignoring design of the other rooms which is center of the place.
Tropical Fruits Center uses “Tropis” topic because Indonesia is a tropical country which usually produce and sale tropical fruits. Tropical Fruits Center can stimulate people sense to buy and love tropical fruits. So Tropical Fruits Center is multifunction place, it is designed not only to sale tropical fruits but it can be pleasure place where everybody can buy healthy and fresh fruits and enjoy the atmosphere. And the important thing is people can get all the information of tropical fruits in Indonesia.
4
Mahasiswa Jurusan Desain Interior dengan NIM C 0808039
5
commit to user
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... . i
HALAMAN PERSETUJUAN ... . ii
HALAMAN PENGESAHAN ... . iii
PERNYATAAN ... . iv
PERSEMBAHAN ... . v
MOTTO ... . vi
KATA PENGANTAR ... . vii
ABSTRAKSI ….……….. . viii
ABSTRACT ……… . ix
DAFTAR ISI ... . x
DAFTAR GAMBAR ... . xvi
DAFTAR TABEL ... . xviii
DAFTAR SKEMA ... . xix
BAB I PENDAHULUAN……….... 1
1.1 LATAR BELAKANG ……….……...…... 1
1.2 BATASAN MASALAH …..……… 4
1.3 RUMUSAN MASALAH ……...………... 4
1.4 TUJUAN ……… 4
1.5 SASARAN ……….... 5
1.6 MANFAAT ………... 5
1.7 METODE PERANCANGAN ……….…...… 6
1.8 METODE PENGUMPULAN DATA ………...… 10
1.9 METODE PENGOLAHAN DATA ………... 11
1.10 METODE ANALISIS DATA ………..….... 11
1.11 BAGAN METODE PERANCANGAN ………..……. 12
1.12 SISTEMATIKA PENULISAN ………..…….. 13
BAB II KAJIAN LITERATUR ………...... 15
commit to user
2.2 TINJAUAN BUAH ………..…….… 17
2.2.1 Definisi Buah dalam Arti Botani ……... 17
2.2.2 Buah dalam Arti Holtikultura atau Pangan…….. 17
2.2.3 Macam Buah-Buahan dan Kandungan Nutrisi... 18
2.2.4 Warna Buah Serta Khasiatnya ………... 22
2.3.2.4 Prinsip Desain Sarana Penjualan …….... 31
2.3.3 Cafe / Resto ……….… 32
2.3.3.1 Sistem Pelayanan ……… 33
2.3.3.2 Jenis Menu Menurut Waktu Penyajian .. 34
commit to user
2.7.1 Ergonomi dan Antropometrik ……… 44
2.7.2 Estetika ……….. 45
2.7.3 Material Bahan ……….. 46
2.7.4 Struktur ……….. 46
2.8 WARNA ……….. 47
2.9 INTERIOR SYSTEM ……….. 52
2.9.1 Sistem Penghawaan (Thermal System) ………….. 53
2.9.1.1 Penghawaan Alami (Natural Thermal) ..… 54
2.9.1.2 Penghawaan Buatan (Artificial Thermal) .. 54
2.9.2 Sistem Pencahayan (Lighting System) ………….. 57
2.9.2.1 Pencahayaan alami (Natural Lighting) ….. 58
2.9.2.2 Pencahayaan Buatan (Artificial Lighting).. 59
2.9.3 Sistem Akustika ……….. 67
2.9.3.1 Akustik Ruang ……… 68
2.9.3.2 Akustik Lingkungan ………... 69
2.9.4 Sistem Keamanan ……… 70
2.9.4.1 Sistem Pengamanan Terhadap Bahaya Kebakaran ………... 71
2.9.5.2 Sistem Keamanan Dari Ancaman Kejahatan Manusia ……….. 72
BAB III KAJIAN LAPANGAN ………..…….. 73
3.1 LATAR BELAKANG MASALAH ………..…...… 73
3.5 LOKASI ……… 73
3.3 KAPASITAS DAN LUASAN ………. 73
3.3 OPERASIONAL ………..……....……… 73
3.5 ELEMEN PEMBENTUK RUANG ……….… 73
3.6 SIRKULASI ………. 74
3.8 DATA NON FISIK ……….. 75
3.5 PENGGUNA RUANG ………. 75
3.9 AKTIFITAS ………. 76
commit to user
3.11 DOKUMENTASI ………. 76
BAB IV PROGAMMING .………..... 79
4.1 ANALISA EXISTING ………. 79
4.1.1 Asumsi Lokasi ……….. 79
4.1.2 Potensi Lingkungan ………. 80
4.2 PROGRAMING ………... 81
4.2.1 Status Kelembagaan …...………. 81
4.2.2 Struktur Organisasi ………. 81
4.2.3 Spesifikasi Kerja ………. 82
4.2.4 Sistem Operasional ………. 83
4.3 PROGRAM KEGIATAN ………. 83
4.3.1 Kegiatan Tropical Fruit Center ………... 83
4.3.2 Pola Kegiatan ... 84
4.2 ANALISA KEBUTUHAN RUANG ………... 86
4.5 FASILITAS RUANG ………..……… 87
4.6 BESARAN RUANG ……… 88
4.7 SISTEM ORGANISASI RUANGAN ………. 94
4.7.1 Pertimbangan ……….. 94
4.7.2 Alternatif Pengorganisasian Ruang ………. 94
4.8 SISTEM SIRKULASI ……….. 95
4.9 ZONING GROUPING ………. 97
BAB V KONSEP DESAIN .………... 100
5.7 IDE GAGASAN ……….. 100
5.2 KONSEP DESAIN ……….. 100
5.3 TEMA DESAIN ………. 101
5.4 DESAIN LAYOUT ……… 101
5.5 PEMBENTUK RUANG ………. 102
5.5.1 Lantai ………. 102
5.5.2 Dinding ……….. 103
commit to user
5.5.4 Pintu dan Jendela ……… 105
5.6 DESAIN INTERIOR SYSTEM ……….. 105
5.6.1 Pencahayaan ……… 105
5.6.2 Penghawaan ……… 105
5.6.3 Akustik ……… 106
5.7 DESAIN FURNITURE ……… 106
5.8 DESAIN ELEMEN ESTETIS ………. 106
5.9 SKEMA BAHAN DAN WARNA ……….. 106
5.10 SISTEM KEAMANAN ………... 107
BAB VI PENUTUP ……….… 108
6.1 KESIMPULAN ………... 108
6.2 SARAN ……… ... 109
DAFTAR PUSTAKA……….…110
LAMPIRAN………..112
Denah Asli ... 112
Denah Perubahan ... 113
Denah Interior ... 114
Layout.. ... 115
Floor Plan ... 116
Ceiling Plan ... 117
Potongan AA’ –BB’ ... 118
Potongan CC’–DD’ ... 119
Potongan EE’ ... 120
Potongan FF’ ... 121
Detail Konstruksi 1,2,3…..………. ... 122
Detail Konstruksi 4,5 ... 123
Daftar Furniture 1 ... 124
Daftar Furniture 2 ... 125
Daftar Furniture 3 ... 126
commit to user
Detail Furniture 1 ... 128
Detail Furniture 2 ... 129
Detail Furniture 3 ... 130
Detail Furniture 4 ... 131
Perspektif 1,2 ... 132
commit to user
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Hoky Buah ... 7
Gambar 2.2 Hoky Buah ... 8
Gambar 2.3 Lai-lai Market ... 8
Gambar 2.4 Area Store Lai-lai Market ... 9
Gambar 2.5 Lai-lai Market ... 9
Gambar 2.6 Kafe Buah ... 9
Gambar 2.7 Rumah Nutrisi ... 10
Gambar 2.8 Food Court ... 10
Gambar 2.9 Rumah Nutrisi ... 10
Gambar 2.10 Tempat Konsultasi ... 10
Gambar 2.11 Besaran Ruang Sesuai Ergonomi Retail Shop ……… ... 28
Gambar 2.12 Standar Konter Makan ……….. . 33
Gambar 2.13 Standar Jarak Bersih Antar Kursi (syool) Tempat Makan ... 33
Gambar 2.14 Jarak Bersih Untuk Pelayanan Pramusaji Dan Sirkulasi Pada Tempat Makan ... 33
Gambar 2.15 Unit Indoor AC Split Yang Dipasang Di Dinding ... 56
Gambar 2.16 Lampu Fluorescent ... 64
Gambar 2.17 Lampu HID (High Intensisity Discharge Lamps) ... 65
Gambar 2.18 Fire Estinguisher Dan Hidrant Kebakaran ... 71
Gambar 3.1 Bangunan Luar Dan Cafe Total Buah ... 76
Gambar 3.2 Display Penjualan Dan Suasana Interior ... 77
Gambar 3.3 Display Buah ... 77
Gambar 3.4 Interior Total Buah... 78
Gambar 3.5 Display Buah ………. . 78
Gambar 4.1 Lokasi Perancangan Tropical Fruit Center ... 80
Gambar 4.2 Zona Sirkulasi ... 88
commit to user
Gambar 4.4 Besaran Ruang Ergonomi Retail Store ... 89
Gambar 4.5 Besaran Ruang Ergonomi Restoran ... 90
Gambar 4.6 Besaran Ruang Ergonomi Office ... 92
Gambar 4.7 Besaran Ruang Ergonomi Toilet ... 93
commit to user
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Analisa Kebutuhan Ruang Pengunjung ... 86
Tabel 4.2 Analisa Kebutuhan Ruang Staff Pengelola ... 86
Tabel 4.3 Alternatif Pengorganisasian Ruang ... 95
Tabel 5.1Analisa Bahan Dan Kegunaan Pada Lantai ... 102
Tabel 5.2 Analisa Bahan Dan Kegunaan Pada Dinding ... 104
commit to user
DAFTAR SKEMA
Skema 1.1 Bagan Metode Perancangan ... 12
Skema 4.1 Struktur Organisasi Tropical Fruit Center ... 81
Skema 4.2 Pola Kegiatan Pengunjung Tropical Fruit Center ... 85
Skema 4.3 Hubungan Antar Ruang ... 97
Skema 4.4 Zoning ... 99
DESAIN INTERIOR TROPICAL FRUIT'S CENTER DI SURAKARTA
(Dengan Pendekatan Komersial dan Edukatif)
Regista Ashari Sulistyo1
Drs. Djoko Panuwun, M.Sn 2 Anung B Studyanto, S.Sn, MT3
ABSTRAK
2012. Tropical Fruit's Center merupakan tempat penjualan dan sarana informasi yang berhubungan dengan buah, khususnya buah-buahan tropis. Pemilihan topik Tropical Fruit's Center ini didasari oleh beberapa hal, salah satunya adalah Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, negara yang akan kaya bermacam-macam buah-buahan tropis. Namun keberadaannya masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Indonesia.
Perancangan tematis dipusatkan pada area – area yang berkaitan dan berhubungan langsung dengan pengunjung, yaitu Lobby, Fruit's store, Resto, dan Healthy Bar. Selain itu juga terdapat ruang penunjang, yaitu Kantor, Musholla, Lavatory, Gudang, Ruang Karyawan, Pantry.
Perancangan Tropical Fruit's Center ini diasumsikan berada di Surakarta. Dipilihnya daerah Surakarta karena daerah ini merupakan kota yang sedang berkembang, dan kota Surakarta ini belum tersedia wadah yang menjual buah-buahan tropis dan memberikan informasi tentang buah.
Sistem sirkulasi radial digunakan untuk memecahkan berbagai perbedaan kepentingan, fasilitas, tingkat mobilitas dan aktifitas yang ada. Diikuti dengan penerapan organisasi ruang radial untuk mendukung system sirkulasi sehingga mempermudah pengunjung untuk menuju ruang yang dikehendaki tetapi dengan memperhatikan
1
Mahasiswa Jurusan Desain Interior dengan NIM C 0808039
2
Dosen Pembimbing 1
3
Dosen Pembimbing 2
terlebih dahulu ruangan lain di sekitar ruang yang dijadikan pusat atau center.
Tema perancangan yang digunakan yaitu “tropis”. Tema ini diambil karena negara Indonesia merupakan negara yang beriklim tropis, dan buah-buahan yang dijual khusus buah-buahan tropis yang khususnya tumbuh di negara Indonesia.
commit to user
DESAIN INTERIOR
TROPICAL FRUIT'S CENTER
DI SURAKARTA
(Dengan Pendekatan Komersil dan Edukatif)
TUGAS AKHIR
Diajukan untuk Memenuhi sebagian Persyaratan
Guna Melengkapi Gelar Sarjana Seni Jurusan Desain Interior
Fakultas Sastra dan Seni Rupa
Universitas Sebelas Maret
Disusun oleh :
REGISTA ASHARI SULISTYO
C0808039
JURUSAN DESAIN INTERIOR
FAKULTAS SASTRA DAN SENI RUPA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
commit to user
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Saat ini kesehatan masyarakat disekitar lingkungan kita berada
dalam kondisi yang cukup memprihatinkan atau relatif rendah. Hal ini
terutama disebabkan oleh kondisi lingkungan yang kurang terawat seperti
adanya penebangan hutan, banyaknya polusi, dll, dan juga penyebab dari
diri sendiri seperti seringnya makan junk food, kurang olahraga, dll, yang
menimbulkan bebagai macam penyakit. Untuk dapat meningkatkan
kesehatan masyarakat perlu dilakukan berbagai upaya baik dari
peningkatan kualitas keadaan lingkungan sekitar dan juga kesadaran diri
sendiri.
Beberapa waktu yang lalu pemerintah telah merencanakan sebuah
program bernama INDONESIA SEHAT 2010. Gambaran masyarakat
Indonesia di masa depan yang ingin dicapai melalui pembangunan
kesehatan adalah masyarakat, bangsa dan Negara yang ditandai oleh
penduduknya hidup dalam lingkungan dan dengan perilaku hidup sehat,
memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang
setinggi-tingginya di seluruh wilayah Republik Indonesia.
Program ini dirancang untuk menciptakan sebuah lingkungan yang
kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas
dari polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai,
perumahan dan pemukiman yang sehat, perencanaan kawasan yang
berwawasan kesehatan serta terwujudnya kehidupan masyarakat yang
saling tolong menolong dengan memelihara nilai-nilai budaya bangsa.
Perilaku masyarakat Indonesia Sehat 2010 yang diharapkan adalah
yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan,
mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman
penyakit serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.
Salah satu hal penting yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan
commit to user
mengatakan di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat (men sana
in corpora sano) maka dari itu untuk dapat meningkatkan kesehatan
lingkungan maka kesehatan diri sendiri pun juga sangat penting untuk
diperhatikan. Jika masyarakatnya sehat maka lingkungannya pun juga
sehat.
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk dapat meningkatkan
kesehatan pribadi adalah dengan memperbanyak makan buah. Peningkatan
kesehatan dengan memperbanyak makan buah sekiranya cocok untuk
diterapkan mengingat sebagai Negara tropis, Indonesia sangat kaya akan
buah. Sayang konsumsi buah-buahan masyarakat kita masih relative
rendah jika dibandingkan dengan Negara-negara lain yang tidak memiliki
sumberdaya sebagai penghasil buah. Apalagi mengingat bahwa
bahan-bahan makanan ini mengandung komponen gizi dan non gizi yang snagat
besar peranannya bagi kesehatan. (Sehat optimal dengan Buah par.9)
Buah telah dimanfaatkan sejak ribuan tahun yang lalu untuk
dikonsumsi dan diolah secara alami tanpa menggunakan campuran apa
pun. Kandungan zat gizi seperti vitamin dan mineral terbanyak bersumber
dari dan buah. Namun pada kenyataannya cukup banyak orang yang
kurang sadar akan pentingnya buah. Kelompok masyarakat yang ada
umumnya belum mengerti fungsi dan manfaat buah, namun banyak juga
orang dewasa bahkan lansia yang juga tidak menyukainya. Jika sejak kecil
seorang anak dibiasakan untuk makan buah maka hal itu akan terbawa
sampai ia besar. Buah selain bermanfaat bagi kesehatan karena dapat
mencegah timbulnya penyakit ternyata juga dapat bermanfaat bagi
kecantikan. Bahan-bahan alamiah seperti buah segar banyak mengandung
vitamin A dan vitamin C. Oleh karena itu bila dikonsumsi zat itu akan
memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan dan kecantikan kulit wajah.
Usaha ini dapat dilakukan dari dalam dan luar tubuh. Bahan segar alami
yang sering kita temukan di dapur dapat digunakan untuk merawat
kecantikan. Selain mudah didapat, murah dan berkhasiat prima, karunia
alam ini jauh dari efek samping yang merugikan. Yang bisa terdapat dalam
commit to user
Agar masyarakat dapat terbiasa mengkonsumsi buah maka perlu
dibuat sebuah pusat dimana dapat diketahui dan dipelajari mengenai
berbagai macam buah tropis terutama yang ada di Indonesia beserta
manfaatnya. Hingga saat ini Indonesia masih belum mempunyai sebuah
wadah yang dapat memberikan informasi mengenai buah tropis. Yang ada
hanyalah sebuah tempat yang menjual berbagai macam buah dengan
rancangan interior yang biasa dan kurang menarik. Selain itu elemen
interiornya juga kurang diolah sehingga tampak kurang menarik dan
kurang sesuai dengan standar yang ada.
Fasilitas yang dibutuhkan seperti gallery sebagai tempat dimana
dapat diperoleh sebagai informasi mengenai buah, ruang seminar sebagai
tempat dimana dapat dilakukan suatu pertemuan untuk membahas
mengenai pemanfaatan atau penemuan-penemuan baru mengenai buah
yang bermanfaat bagi tubuh, store dimana tempat ini menjual buah secara
lengkap dengan kualitas yang bermutu tinggi sehingga masyarakat dapat
dengan mudah memperoleh buah, seed shop yang menjual bibit dari buah
untuk ditanam dirumah sehingga selain dapat menyalurkan hobinya
msayarakat juga dapat menikmati hasilnya. Selain dikonsumsi secara
langsung atau segar, buah sangat baik bagi kesehatan apabila diolah dalam
bentuk salad, jus karena dapat mencegah dan mengobati berbagai macam
penyakit, oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat yaitu healthy bar yang
menyediakan salad dan bebagai macam komposisi buah dalam bentuk jus
yang baik bagi tubuh. Selain itu juga memperkenalkan masyarakat bahwa
buah bisa diolah menjadi beberapa produk makanan yang disukai
commit to user
1.2 BATASAN MASALAH
9 Batasan pada perancangan ini adalah merancang desain interior sebuah
pusat perbelanjaan buah tropis yang disebut "Tropical Fruit Cnter" di
kota Surakarta dengan luasan interior 1200m2- 1500m2.
9 Obyek yang dkerjakan dibagi menjadi sub-sub berikut :
- Lobby
- Area Store
- Healty Bar
- Resto
9 Penjualan dibatasi buah-buahan yang hidup di iklim tropis sesuai yang
ada di indonesia dan hanya beberapa jenis buah yang mengandung
kandungan nutrisi bagi kesehatan tubuh.
1.3 RUMUSAN MASALAH
Sejalan dengan latar belakang masalah dan pembatasan masalah di
atas, maka dalam perancangan ini penulis merumuskan masalah yang akan
dikaji sebagai berikut.
9 Bagaimana merancang Tropical Fruit's Center pada area store, lobby,
dan resto pada penekanan sistem display, agar pengunjung merasa
nyaman berada di dalam ruang?
9 Bagaimanakah merancang interior Tropical Fruit's Center dengan
konsep modern tropis?
9 Bagaimana menghadirkan suasana interior komersil dan edukatif pada
Tropical Fruit's Center dengan tetap mempertimbangkan faktor
keamanan, kenyamanan, serta nilai estetik?
1.4 TUJUAN
Tujuan dari rumusan masalah diatas, yaitu:
9 Merancang sebuah tatanan interior yang dapat menunjang kegiatan
pengunjung untuk berbelanja dan mendapatkan informasi seputar
commit to user
9 Merancang sebuah fasilitas public space dengan menghadirkan
suasana iklim tropis pada interior Tropical Fruit's Center.
9 Merancang sebuah public space sebagai tempat untuk berbelanja
buah-buahan tropis dan mendapatkan informasi seputar tentang buah
dengan tatanan interior yang dapat menunjang kegiatan pengunjung
dengan pola sirkulasi yang sesuai perancangan.
1.5 SASARAN
1. Sasaran desain
a. Merancang interior dengan mempertimbangkan kebutuhan,
aktivitas dan fasilitas pada “Tropical Fruit Center”.
b. Merancang interior dengan mempertimbangkan faktor keamanan,
kenyamanan, serta nilai estetik sebagai ciri khas “Tropical Fruit
Center”.
2. Sasaran pengunjung
a. Penggemar buah
b. Masyarakat umum
c. Industri produk makanan dengan bahan buah
1.6 MANFAAT
1. Bagi Penulis/ Desainer
a. Dapat mengembangkan ide dan gagasan untuk merencanakan dan
merancang suatu interior yang disesuaikan dengan kebutuhan
pengguna, pengunjung dan fungsi dari ruang – ruang yang ada di
dalam “Tropical Fruit Center”.
b. Mendapatkan pengalaman dalam merencanakan, mengolah dan
memecahkan masalah yag ada di dalam proyek perencanaan dan
commit to user
2. Bagi Dunia Akademik
a. Mengetahui bentuk perkembangan interior sebuah “Tropical Fruit
Center”.
b. Memperkenalkan salah satu bentuk perkembangan interior baru
dalam dunia akademik.
3. Bagi Masyarakat
a. Dapat memberikan wawasan dan pengetahuan tentang “Tropical
Fruit Center”.
b. Menjadi sebuah sarana hiburan baru yang mampu dijadikan
sebagai wadah untuk berkumpul, menjalin hubungan sesama
komunitas, berbagi informasi dan pengalaman di kalangan
penggemar buah.
c. Sebagai alternatif atau solusi desain bagi masyarakat yang akan
membuka sebuah usaha yang berhubungan dengan buah.
1.7 METODE PERANCANGAN
Data yang diperlukan dalam perancangan Tropical Fruit Center berupa:
a. Data lapangan meliputi :
• Data fisik dan non fisik pemakai. Data ini berisi tentang aktifitas
atau kebiasaan pengunjung dan staf/pengelola. Data ini diperlukan
untuk menyusun program dengan anthoprometri dan ergonomi
yang sesuai dengan penggunanya.
• Data mengenai struktur organisasi dan job description.
• Data mengenai pola aktifitas pengguna yang meliputi pengunjung
dan pengelola. Data ini diperlukan untuk merancang program
ruang, menentukan keluasan sesuai dengan jumlah, aktifitas dan
status pemakai, serta sifat dari ruang.
commit to user
b. Data Tipologi (pembanding)
Data ini diperlukan untuk membandingkan proyek perancangan
dengan proyek-proyek sejenis. Dalam data ini diperlukan data fisik
maupun non fisik yang ada dan mengambil untuk menghasilkan
perancangan yang terbaik. Data tipologi diperoleh melalui survai lapangan
yang dilakukan pada:
• Hokky Buah
Hokky Buah merupakan sebuah toko buah yang tidak hanya
menjual buah saja tetapi juga menjual sayur, makanan dan produk impor.
Lokasinya terletak di tengah kota uaitu Jalan Taman AIS Nasution 29
Surabaya. Toko ini buka setiap hari dari jam 09.00-22.30. Untuk
pendistribusian buahnya tidak hanya berasal dari petani tetapi juga dari
kebun milik pribadi yang berada di Medan. Pembagian kerja karyawannya
dibagi menjadi 2 shift dan masing masing shift sekitar 7 jam kerja.
Pada Hokky buah ini lantainya menggunakan keramik dengan
beberapa warna yang berbeda untuk membedakan ruangnya. Plafon
terbuat dari gypsum yang difinishing dengan cat warna putih. Pencahayaan
alami berasal dari sinar matahari yang masuk melalui jendela dan pintu
sedangkan pencahayaan buatan berasal dari lampu. Penghawaan alami
berasal dari pintu sedangkan penghawaan buatan berasal dari AC. Karena
ada cukup banyak buah dan sayur yang harus disimpan dalam display yang
berpendingin maka AC harus selalu dinyalakan untuk menjaga
commit to user Gambar 2.1 Hoky Buah
Gambar 2.2 Hoky Buah
• Lai Lai Market
Lai Lai Market Buah merupakan sebuah tempat yang produk
utamanya adalah menjual buah dan sayur. Selain menjual makanan dan
produk impor serta produk local/tradisional. Lokasinya terletak di Jalan
Arjuna 36 Malang. Toko ini buka setiap hari dari jam 08.30-22.00. Untuk
pendistribusian buahnya berasal dari beberapa petani dan dari distributor.
Jumlah pegawainya sekitar 10 orang dan bekerja dengan system shift.
Pada Lai Lai Market Buah ini lantainya menggunakan keramik
warna krem. Plafon terbuat dari gypsum yang difinishing dengan cat
warna putih. Pencahayaan alami berasal dari sinar matahari yang masuk
melalui jendela dan pintu sedangkan pencahayaan buatan berasal dari
lampu. Penghawaan alami berasal dari pintu sedangkan penghawaan
buatan berasal dari AC. Buah dan sayur didisplay pada display biasa dan
display berpendingin. Pada ruangan ini AC harus selalu dinyalakan untuk
menjaga kesegaran buah dan sayur terutama yang diletakkan pada display
commit to user Gambar 2.3 Lai-lai Market
Gambar 2.4 Area Store Lai-lai Market
Gambar 2.5 Lai-lai Market Gambar 2.6 Kafe Buah
• Rumah Nutrisi
Rumah Gizi merupakan salah satu tempat yang memberikan
informasi mengenai masalah kesehatan, menjual berbagai jenis pangan
organik, jasa ketering, serta kursus makanan sehat. Rumah Gizi terletak di
Jalan Raya Kendangsari 33A Surabaya. Jam operasionalnya buka setiap
hari dari jam 09.00 – 17.00. Untuk pangan organiknya ada yang organik
dan semi organic. Produk-produk yang dijual ada yg berasal dari supplier
tetapi ada juga yang tanam sendiri.
Pada area customer service dan kasir, kantin, store lantainya
menggunakan keramik. Pada area klinik menggunakan karpet dan pada
area dapur menggunakan plesteran. Dinding terbuat dari bata plesteran
yang difinishing dengan cat warna putih. Hanya bagian dapur saja yang
menggunakan tripleks yang difinishing cat warna putih. Penghawaan alami
berasal dari jendela dan pintu sedangkan pencahayaan buatan berasal dari
AC. Pencahayaan alami berasal dari jendela dan pintu sedangkan
commit to user
Gambar 2.7 Rumah Nutrisi Gambar 2.8 Food Court
Gambar 2.9 Rumah Nutrisi Gambar 2.10 Tempat Konsultasi
1.8 METODE PENGUMPULAN DATA
Metode pengumpulan data yang akan digunakan adalah:
a. Studi Literatur
Studi pengenalan masalah yang berhubungan dengan perancangan
interior pusat buah tropis yang nantinya akan dimasukan sebagai data
yang bersifat membantu dalam proses analisa sampai pada proses
perancangan ini. Data berupa artikel dan tulisan ini diperoleh dari
berbagai media antara lain buku, majalah, dan media elektronik seperti
internet.
b. Survai Lapangan
Peninjauan langsung terhadap lokasi proyek dengan mengadakan
pengamatan terhadap lokasi perancangan dan juga lingkungan sekitar
untuk mencari detail-detail kecil yang nantinya akan menunjang
commit to user
1.9 METODE PENGOLAHAN DATA
Data-data yang terkumpul diolah lebih lanjut dengan cara
menyortir dan membandingkan antara data lapangan dan data literatur.
Data yang diperoleh dari hasil survai, wawancara, dan internet
dibandingkan dengan data-data literatur. Apakah kenyataan dilapangan
sudah sesuai dengan literatur atau belum. Hal ini dapat menghasilkan
data yang akurat, sehingga data yang dihasilkan pun dapat menjawab
semua permasalahan yang ada dilapangan.
1.10 METODE ANALISIS DATA
Metode analisis yang akan dilakukan adalah dalam bentuk induktif,
dimana disimpulkan standar-standar yang ideal dalam perancangan
interior sebagai pusat informasi. Kemudian data-data lapangan dianalisis
dengan model deduktif untuk mengetahui apakah program ruang tersebut
sesuai dengan standart-standart ideal yang telah ditentukan. Setelah itu
dilakukan analisis perbandingan dengan tempat serupa lainnya yang
hampir sama dan ditarik kesimpulan-kesimpulan desain mana yang
commit to user
1.11 BAGAN METODE PERANCANGAN
Proyek Perancangan
Survai
Lapangan Literatur
Data Survai
Menyusun Data
Analisis Data
Programing
Sirkulasi mengalir
Desain Terpilih
Bentuk Tekstur
rata
Desain warna
commit to user
1.12 SISTEMATIKA PENULISAN
Sistematika penulisan dalam Desain Interior Tropical Fruit’s Center ini
adalah :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang latar belakang masalah , batasan masalah,
rumusan masalah, tujuan, sasaran perancangan, manfaat,
metodologi penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN TEORI
Kajian Teori berisi tentang uraian tentang prinsip teori/
kajian teoritis mengenai proyek Desain Interior Tropical
Fruit’s Center yang meliputi pembahasan teori tentang
cokelat secara umum yang mencakup di dalamnya
pengertian, sejarah perkembangan, manfaat, pengertian
besaran ruang, jenis ruang, pola organisasi ruang,
komponen pembentuk ruang, sistem interior, serta
pertimbangan desain.
BAB III KAJIAN LAPANGAN
Studi Lapangan berisi tentang hasil observasi di lapangan,
sebagai dasar atau acuan untuk mangkaji desain yang sesuai
untuk sebuah public space yang akan didesain. Segala
keadaan yang berada di lapangan memberi gambaran
mengenai kondisi yang diharapkan sesuai kebutuhan
penggunanya. Data observasi yang diperoleh dari lapangan
mampu menjadi masukan dalam perencanaan maupun
sebagai bahan pembanding dan pengayakan bagi proses
analisa dari konsep Desain Interior Tropical Fruit’s Center.
BAB IV ANALISA DESAIN
Berisi analisa perencanaan dan perancangan yang diperoleh
dari kajian teoritis dan hasil observasi lapangan yang
commit to user
Disini diuraikan tentang ide/gagasan yang melatarbelakangi
terciptanya perancangan desain interior.
BAB V KESIMPULAN
Berisi tentang kesimpulan dari hasil analisa data , evaluasi
konsep perencanaan dan perancangan serta keputusan
commit to user
BAB II
KAJIAN LITERATUR
2.1 PENGERTIAN JUDUL
Pengertian judul “ Desain Interior Tropical Fruit Center "dengan
perencanaan perancangan di Surakarta dengan Pendekatan Edukatif dan
Komersil, adalah sebagai berikut :
• Desain
9 Rancangan, rencana suatu bentuk dan sebaginya.
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1993 : 138)
9 Suatu sistem yang berlaku untuk segala macam jenis
perancangan dimanan titik beratnya adalah melihat sesuatu persoalan
tidak secara tepisah atau tersendiri melainkan sebagi suatu kesatuan
dimana satu masalah dengan lainnya saling kait mengkait. (Desain
Interior, 1999 : 12)
• Interior
9 Ruang dalam suatu bangunan, yang mengungkapkan tata
kehidupan manusia melalui media ruang. (Ensiklopedi Nasional
Indonesia, 1991 : 197)
9 Bagian dalam gedung (ruang, dsb), tatanan perabot
(hiasan, dsb) di ruang dalam gedung. (Kamus Besar Bahasa
Indonesia,1993 : 483).
(Sumber : Wikipedia 2012)
• Tropical
9 Mengenai daerah sekitar khatulistiwa. (Kamus Umum Bahasa
Indonesia edisi III 1089)
• Fruit
9 Buah-Buahan atau bagian tumbuhan yang berasal dari bunga atau
putik, biasanya berbiji.
9 Untuk menyatakan nama bermacam-macam buah.
commit to user
• Center
9 Centre (pusat) adalah the middle point of a circle or sphere, equidistant
from every point on the circumference or surface- titik tengah dari
sebuah lingkaran atau bulatan, mempunyai jarak yang sama dari setiap
titik pada lingkaran atau permukaan.
(Sumber : Oxford Dictionary)
• Surakarta
9 Juga disebut Solo atau Sala, adalah kota yang terletak di Provinsijawa
tengah,indonesia. Sisi timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan
dalam salah satu lagukeroncong,bengawan solo. (Wikipedia).
• Edukatif
9 Edukatif adalah penyampaian pembelajaran, atau pengetahuan
(Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)
• Komersil
9 Komersil adalah berhubungan dengan niaga atau perdagangan,
dimaksudkan untuk diperdagangkan dan bernilai niaga tinggi,
kadang-kadang mengorbankan nilai-nilai lain menjadikan sesuatu sebagai
barang dagangan.(Sumber : Kamus Besar Bahasa Indonesia)
• Modern Tropis
9 Konsep modern tropis adalah gaya yang memadukan arsitektur
tradisional yang beradaptasi dengan iklim tropis dan dikembangkan
sesuai kebutuhan dan tatanan hidup masyarakat modern. Bahkan
arsitektur modern tropis bisa dikatakan simbol modernitas baru yang
memiliki nilai estetika khas bangunan tropis yang modern. Yakni
ramah lingkungan tropis, trendi, keabadian model bangunan, baik dari
segi desain dan seni, serta dari aspek kebutuhan, iklim, fungsi, dan
lingkungan sekitar. (Wikipedia).
Jadi, “Desain Interior Tropical Fruit’s
Center di Surakarta dengan pendekatan komersial dan edukatif ” adalah
sebuah tempat terencana yang tidak hanya sekedar untuk berbelanja dan
commit to user
mempunyai berbagai fasilitas rekreasi dan informasi tentang manfaat dan
fungsi buah sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ingin mencari
nuansa baru, relaksasi dan informasi menarik seputar buah tropis dengan
nuansa dan tema interior yang disesuaikan dengan manfaat buah bagi
kesehatan tubuh (fresh and healty).
2.2 TINJAUAN BUAH
2.2.1 Definisi Buah dalam Arti Botani
Buah merupakan organ pada tumbuhan berbunga yang merupakan
modifikasi lanjutan bakal buah (ovarium). Buah biasanya membungkus
dan melindungi biji, Buah dengan pengertian ini disebut juga buah sejati
untuk membedakan dengan buah yang terbentuk dari organ lain. Buah
seringkali memiliki nilai ekonomi sebagai bahan pangan maupun bahan
baku industri karena di dalamnya disimpan berbagai bahan macam produk
metabolisme tumbuhan, mulai dari karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
mineral. (http:/id.wikipedia.org/wiki/Buah)
2.2.2 Buah dalam Arti Holtikultura atau Pangan
Buah dalam pengertian holtikultura atau pangan merupakan
pengertian yang dipakai oleh masyarakat luas. Dalam pengertian ini,
batasan buah menjadi longgar. Setiap bagian tumbuhan di permukaan
tanah yang tumbuh membesar dan (biasanya) berdaging atau banyak
mengandung air dapat disebut buah. Dapat dijumpai, buah dalam
pengertian botani yang digolongkan sebagai sayur-sayuran, seperti buah
tomat, buah cabai, polong kacang panjang, dan buah ketimun. Namun
demikian, dapat dijumpai pula, buah tidak sejati yang digolongkan sebagai
buah-buahan, seperti "buah" jambu monyet (yang sebetulnya merupakan
pembesaran dasar bunga; buah yang sejati adalah bagian ujung yang
berbentuk seperti monyet membungkuk), "buah" nangka (pembesaran
tongkol bunga; buah yang sejati adalah isi buah nagka yang berwarna
putih (Jw. Beton), bergetah, sedangkan bagian "daging buah" yang
dimakan orang adalah tenda bunga), atau "buah" nanas
commit to user
2.2.3 Macam Buah-Buahan dan Kandungan Nutrisi
1. Alpukat
Alpukat mengandung lemak sehat oleat (omega-9), vitamin E, zat
besi, tembaga, kalium, seram, asam folat, dan vitamin B6. Fungsinya
membantu pembentukan sel darah merah, melembutkan dan
mengencangkan kulit melalui pembentukan kolagen, mencegah
anemia, membentuk reaksi basa dalam tubuh sehingga kekebalan
tubuh meningkat, mengendalikan kadar kolesterol jahat LDL dan
menaikkan kadar kolesterol baik HDL, membantu meringankan luka
lambung dan radang usus besar, merupakan pencahar.
2. Anggur
Anggur mengandung gula alami levulosa, magnesium, fruktosa, zat
besi, dan aneka antioksidan (antara lain glugation). Fungsinya
meningkatkan fungsi ginjal dan pencernaan, memacu prosees
pembuangan racun dalam hati, memperbaiki kekebalan
tubuhmembantu pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia,
penyedia energi seketika, pencahar alami ( terutama kulit buah dan
bijinya), memacu peremajaan sel dan penghambat penuaan.
3. Apel
Apel mengandung serat dan pektin, vitamin C, kuersetin. Fungsinya
sebagai pembersih racun dalam usus, meningkatkan kekebalan tubuh,
mencegah flu dan penyakit infeksi lain, menjaga kesehatan mata,
mengendalikan tekanan darahdan kadar gula darah, mengurangi resiko
stroke dan serangan jantung, menurunkan resiko kangker,
menggiatkan sistem limfatik serta fungsi ginjal dan saluran kencing.
4. Belimbing
Belimbing mengandung serat dan pektin, vitamin C, klaium,
betakaroten. Fungsinya menurunkan resiko kangker mengatasi
tekanan darah tinggi, membantu menyusutkan kadar kolesterol dan
trigliserida darah, mengurangi risiko stroke dan serangan jantung,
melancarkan buang air besar dan mengobati sembelit, mengatasi
commit to user
(Apriaji, Wied H. 17)
5. Delima
Delima mengandung vitaminC, kalium, polifenol, beragam
antioksidan di antaranya flavonoid, asam punisat. Fungsinya
mencegah dan mengatasi pembentukan kerak lemak pada dinding
pembuluh darah, mengendalikan hipertensi, menyusutkan resiko
stroke dan serangan jantung, meredakan diabetes, memperkecil resiko
kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatasi flu,
meredakan demam, mengatasi gangguan menopause akibat
ketidakseimbangan hormon estrogen. (Apriadji, Wied H.10)
6. Jambu Biji
Jambu biji mengandung vitamin C, kalium, kalsium, fosfor, sulfur,
klorin, pektin. Fungsinya menaikan kekebalan tubuh, menggiatkan
sistem limfatik dan mengatasi kanker, mencegah keropos tulang
dengan cara membantu penyerapan mineral. Khasiat jambu biji merah
lebih baik dibandingkan yang putih atau kuning karena lebih kaya anti
oksidan betakaroten. (Apriadji, Wied H. 10)
7. Jeruk Lemon dan Jeruk Nipis
Jeruk lemon dan jeruk nipis mengandung bioflavonoid, terpen,
limonen, kalium, magnesium, kalsium, fosfor, tembaga, seng, zat besi,
mangan, vitamin C, vitamin B1. Fungsinya menggiatkan fungsi hati
dan ginjal menguras racun, mengaktifkan fungsi otak, membuat rileks,
meningkatkan kekebalan tubuh, mengatasi flu dan demam,
memperkecil resiko kanker. (Apriadji, Wied H. 10-11)
8. Jeruk Manis: Jeruk Besar (Jeruk Bali)
Kandungan yang terdapat di dalamnya adalah vitamin C,
pektin, limonen, hesperidin. Fungsinya meningkatkan kekebalan
tubuh, mengendalikan kadar kolesterol darah, memperkecil resiko
stroke dan serangan jantung, mengatasi radang, mengurangi resiko
commit to user
9. Kelapa
Kelapa mengandung serat, asam laurat, asam kaprat. Fungsinya
untuk mengontrol kadar kolesterol maupun trigliserida dan gula darah,
menyusutkan resiko stroke dan jantung, menyediakan energi seketika
karena lemak sehatnya bisa langsung diedarkan dalam darah,
mengatasi hiperrtensi, (Apriadji, Wied H.12)
10.Mangga
Mangga mengandung gula buah, asam galat, vitamin C,
betakaroten , serat dan pektin. Fungsinya memperbaiki pencernaan,
menggiatkan fungsi pembersihan racun dalam tubuh, menyusutkan
risiko stroke dan serangan jantung, mengurangi risiko kanker,
meremajakan sel, meredakan demam, dan meredakan bau badan.
11.Markisa
Markisa mengandung serat dan pektin, gula buah fruktosa, vitamin
C, vitamin E, asam folat, kalium, magnesium. Fungsinya memperbaiki
kekebalan tubuh, meningkatkan kesehatan tulang, mengefektifkan
sistem pembersihan racun dalam tubuh, memacu peremajaan sel,
menggiatkan fungsi hati dan ginjal, mengatasi radang saluran kencing.
12.Melon: Melon Hijau, Melon Jingga
Mengandung serat cairan kaya nutrisi dan zat fitokimiawi, antara
lain kalium, karotenoid, klorofil, vitamin C. Fungsinya memperbaiki
kekebalan tubuh, memacu peremajaan kulit lewat kemampuannya
menggiatkan pembentukan kolagen, memperlancar pembersihan racun
dalam tubuh, mengendalikan hipertensi, memperkecil risiko kanker,
menurunkan kadar kolesterol berlebihan, menyusutkan risiko strroke
dan serangan jantung, dan menghambat penuaan.
13.Nanas
Nanas mengandung vitamin C, betakaroten, anzim bromelin,
iodium, kalium, mangan. Fungsinya meningkatkan kekebalan tubuh,
meredakan flu dan mempercepat penyembuhan penyakit,
mengaktifkan fungsi pencernaan dan mengatasi sembelit, mengatasi
commit to user
risiko stroke dan serangan jantung. (Apriadji, Wied H., 11)
14.Pepaya
Pepaya mengandung vitamin C, betakaroten, vitamin E, kalsium,
fosfor, zat besi, serat dan pektin, enzim papain. Fungsinya
mengaktifkan fungsi lambung, mengatasi sembelit, meredakan
demam, memebersihkan kelebihan lendir (dahak, ingus, dll) akibat
kondisi tubuh terlalu asam, meremajakan sel, dan antikanker.
15.Pisang
Pisang mengandung serat dan pektin, kalium, gula buah mudah
dicerna. Fungsinya memperbaiki sistem pencernaan (pisang
merupakan makan alami bagi bakteri baik di dalam usus besar),
mengatasi sembelit, diare, dan gangguan lambung, meredakan tekanan
darah tinggi, membantu rileksasi dan memperbaiki mood, penyedia
energi instan, segera memulihkan kesehatan ketika baru sembuh dari
sakit, menyusutkan risiko stroke dan serangan jantung.
16.Rambutan
Rambutan mengandung vitamin C, kalsium, fosfor, zat besi, niasin,
gula buah fruktosa. Fungsinya meredakan demam, sumber alami
energi seketika, meredakan stres pikiran dan ketegangan fisik.
(Apriadji, Wied H. 11)
17.Semangka
Semangka mengandung kalium, natrium, betakaroten, sitrulin.
Fungsinya meningkatkan kekebalan tubuh lewat kemampuannya
sebagai pembentuk basa, memacu sistem pembuangan racun dalam
tubuh, memacu gairah dalam seks, meredakan tekanan darah tinggi,
menggiatkan peremajaan sel.
18.Sirsak
Sirsak mengandung gula buah fruktosa, serat, vitamin C, vitamin
B1 dan B2, kalsium, fosfor, kalium. Fungsinya mengatasi gangguan
asam urat, meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkal flu,
membantu pengobatan batu empedu, mengatasi kelebihan kolesterol
commit to user
19.Stroberi
Stroberi mengandung vitamin C, pektin, betakaroten, antosianin,
asam elagat, zat besi. Fungsinya mengatasi diare, mengendalikan
kadar kolesterol dan trigliserida darah, memacu peremajaan sel,
mengatasi anemia, peluruh air seni, antikanker, meredakan nyeri sendi
pada gangguan asam urat dan atritis rematoid. (Apriadji, Wied H. 11)
2.2.4 Warna Buah Serta Khasiatnya
Warna merah, seperti stroberi, jambu biji merah, apel merah, tomat
merah, menandakan kekayaan antosianidin. Buah berwarna merah
memiliki keunggulan khasiat menyusutkan kemungkinan serangan
kanker, mengontrol kadar gula darah, memacu peremajaan sel
sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan mempermudah
penampilan, menggiatkan kerja organ-organ vital seperti hati, jantung,
ginjal.
Warna jingga atau kuning merupakan pertanda bertumpuknya
kandungan betakaroten, lutein, likopen, vitamin C. Contohnya wortel,
tomat, semangka merah, semangka kuning, melon jingga, jeruk,
mangga, pepaya dan nanas. Buah berwarna jingga atau kuning
menyimpan kekuatan sebagai pereda serangan virus dan bakteri
(seperti pada gangguan keputihan, flu, radang), menghalangi
kemungkinan munculnya sel kangker, meredam produksi berlebihan
kolesterol jahat LDL sehingga memperkecil resiko stroke dan
serangna jantung, menggiatkan laju peremajaan sel.
Warna hijau, khususnya hijau pekat, menyiratkan pekatnya
kandungan klorofil, kalsium, zat besi serta belerang dalam buah.
Contohnya pada melon hijau, apel hijau, alpukat, anggur hijau
memiliki keunggulan khasiat menetralkan racun-racun dalam tubuh,
menekan pertumbuhan laju sel lewat batas yang bisa berkembang
menjadi kangker, menggiatkan fungsi organ-organ pencernaan seperti
commit to user
Warna biru atau ungu, seperti pada anggur biru, anggur ungu,
merupakan petunjuk berlimpahnya kandungan antosianin. Khasiat
terkuat dari buah warna biru atau ungu adalah menyusutkan
kemungkinan terserang kangker, merangsang dan meningkatkan laju
peremajaan sel sehingga baik sebagai terapi pemulihan baru sembuh
dari sakit berat atau peremajaan kulit agar penampilantampak lebih
segar dan lebih muda.
Warna putih mengisyaratkan berlimpahnya kandungan mineral.
Contoh buah warna putih diantaranya pisang, kelapa muda,
bengkoang. Jus yang terbuat dari buah berwarna putih memiliki
keunggulan mengontrol kesehatan saraf (antara lain sebagai pereda
stres), menyusutkan resiko kangker dan menekan perrtumbuhan sel
kangker, melemahkan virus dan bakteri sehingga dapat dimanfaatkan
untuk mengatasi gangguan kesehatan akibat serangan virus atau
bakteri seperti flu, keputihan dan radang. (Apriaji, Wied H 4-5)
2.2.5 Penggunaan Buah
Buah dapat dikonsumsi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah
dengan mengolahnya menjadi salad dan jus yang salad ini cukup
populer di kalangan masyarakat atau dengan memakannya secara
langsung dalam keadaan segar. Dengan mengkonsumsi buah dalam
bentuk salad dan jus dipercaya dapat meningkatkan kesehatan. Salad
buah kaya akan kandungan vitamin dan mineral, serta bisa dibuat
rendah lemak dan kaya serat. Daun hijau serta buah berwarna kuning
tua adalah sumber vitamin C, buah lain mengandung vitamin C, asam
folat, besi, magnesium.
2.2.6 Manfaat Salad
Konsumsi satu porsi salad perhari memiliki manfaat kesehatan
yang sangat besar dibandingkan yang selama ini kita ketahui. Hal itu
dilaporkan dari hasil pengamatan para peneliti terhadap lebih dari
commit to user
dilakukan oleh UCLA School of Public Health dan Louisiana State
University Health Sciences Center.
Mereka yang mengonsumsi salad dengan campuran saos salad di
dalam tubuhnya memiliki kandungan vitamin C, E, B6 dan asam folat
yang kadarnya tinggi. perlu diketahui, nutrisi tersebut sangat penting
untuk meningkatkan sistem imun dan menekan terjadinya obesitas,
penyakit jantung dan penyakit kronik lainnya. Konsumsi satu porsi
salad perhari sangat baik untuk meningkatkan status nutrisi kita.
Hanya dengan mengonsumsi setengah mangkuk sayuran setiap
harinya sudah memperoleh sebanyak 2000 kalori.
Buah segar yang terdardapat di salad juga memiliki manfaat yang
sangat baik untuk pencernaan karena mengandung serat yang tinggi
serta antioksidan untuk peningkatan sistem inum. Salad tidak hanya
bermanfaat untuk penambah sedapnya rasa salad, namun juga
meningkatkan absorbsi dan nutrisi yang dikonsumsi. Karena bukan
hanya nutrisi dari buahan namun juga sayuran menyebabkan absorbi
tubuh berjalan dengan baik, tapi sejumlah lemak juga dibutuhkan
untuk tindakan absorbi nutrisi, seperti likopen dan alpha/beta karoten.
2.2.7 Manfaat Jus
Minum jus baru menjadi kebiasaan banyak orang suka
makan-makan di restoran. Itupun jus dengan tambahan sirup gula atau susu
kental manis. Bertentangan dengan manfaat vitamin C dalam buah
segar, gula pasir dalam sirup atau susu kental manis justru menyikut
vitamin C untuk adu cepat mencapai inti sel. Padahal, inti sel secara
alami merupakan kerajaan bagi vitamin C, sebagai pusat komando
sistem kekebalan tubuh. Jika posisi vitamin C digantikan oleh gula,
maka kekebalan tubuh merosot. Karena itu, mengapa tidak menjauhi
gula pasir, bila dalam tubuh kita dapat menikmati rasa manis gula.
Gula buah lebih sehat dibanding gula pasir, karena tidak bersaing
commit to user
Jus sayuran mungkin ada yang rasanya aneh, sehingga kita tidak
lega meminumnya. Berbeda dengan buah yang didalamnya terdapat
kandungan gula, jus sayur tidak mungkin menghasilkan rasa manis
alami. Namun kita tidak perlu menambahkan sirup, gula, atau susu
kental manis karena hanya akan mengurangi efek terapeutik atau
pengobatan. Oleh karena itu dapat diganti dengan bahan alami lain
yang dapat dimanfaatkan sebagai pemantap cita rasa atau dengan
mengkombinasikan antara buah dan sayur sehingga dapat diperoleh
jus yang sehat.
Minum jus buah dan jus sayuran merupakan bagian dari terapi
untuk hidup sehat. Seluruh bahan untuk membuat jus tidak perlu
dimasak terlebih dahulu. Semuanya bahan mentah. Proses pembuatan
jus tanpa pemasakan ini menjaga kandungan enzim dan senyawa
fitinutrisi, yang merupakan antioksidanalami, dalam buah dan sayur
agar tetap terjaga. Dengan masih utuhnya kandungan enzimnya,
nutrisi dalam jus buah dan jus sayuran lebih mudah diserap tubuh.
Dibandingkan sepiring sayuran atau buah potong, segelas jus sudah
menyimpan jauh lebih banyak nutrisi dan fitonutrisi antioksidan.
Efektivitas khasiat pengobatan jus buah makin meningkat jika kita
memilih bahan beragam warna, Jus sehat sebaiknya dibuat seketika
dan segera diminum. Menyimpan jus dalam wadah kedap udara, lalu
menyimpannya dalam lemari es, untuk diminum dalam kesempatan
lain, akan mengurangi kandungan enzim dan fitonutrisinya.
Untuk mendapatkan manfaat terbaik nutrisi buah, jus buah
disarankan diminum ketika perut kosong. misalnya dipagi hari ketika
bangun tidur atau sebagai minuman sore pengganti kudapan.
commit to user
2.3 FASILITAS BESARAN RUANG
Ruangan-ruangan yang akan dipakai pada perencanaan ini adalah :
2.3.1 Lobby
Gallery atau galeri berasal dari kata latin galeria. Yang berarti
sebagai ruang beratap dengan satu sisi terbuka. (Ensiklopedi Nasional
Indonesia 1989).
Menurut John F Pile, 2003, gallery yang bersifat milik pribadi
untuk menjual barang seni, sebagian besar memiliki skala ruang yang
lebih kecil dari museum dan tidak disiapkan untuk menerima
pengunjung dalam jumlah besar. Dalam gallery yang harus
diperhatikan adalah perencanaan ruang, pencahayaan, dan warna
harus baik sehingga mendukung obyek yang dipamerkan.
2.3.1.1 Tujuan dan Fungsi Gallery
Tujuan dari sebuah pendirian galeri menurut kakanwil
perdagangan adalah memberikan informasi mengenai
benda-benda dan hasil karya seni, baik yang merupakan hasil karya
para seniman maupun produk industri terhadap para
pengunjung dengan jalan memamerkan barang-barang tersebut
dalam peragaan yang sesungguhnya.
Sedangkan fungsi galeri adalah sebagai wadah komunikasi
antara konsumen dengan produsen, yang mempunyai beberapa
fungsi sebagai berikut :
a. sebagai wadah promosi barang-barang seni.
b. sebagai wadah pembinaan bagi para seniman dalam
mengembangkan dan memasarkan hasil karya seninya.
c. sebagai sarana komunikasi antara pengelola dengan
commit to user
2.3.1.2 Macam-macam Showroom
1. Vitrine
Menggunakan pelindung tertutup (vitrine) untuk
benda-benda yang berdimensi kecil maupun yang sedang.
Penggunaan vitrine pada area penjualan koleksi tetap
membutuhkan perawatan yang serius.
2.Tempel dan Panil
Panil digunakan sebagai tempat memamerkan materi
koleksi dan difungsikan sebagai penyekat ruang pada area
penjualan.
3.Sistem gantung
Khususnya untuk koleksi materi fashion yang bersifat ‘
fancy’. Kelemahan sistem ini ialah penataan terlihat
kurang rapih.
4.Island Display
Produk-produk terbaru, sebagai point of interest dari
ruang, karena posisinya yang sentries dan lebih hidup
sehingga dapat mengundang pengunjung untuk dapat
melihat langsung.
5.Table Fixture
Sebagai wadah display khususnya accessories seperti
giwang, cincin, kalung, dan sebagainya.
6.Cases Fixture
Rak terbuka atau transparan sebagai wadah display
barang-barang millineries seperti sepatu, tas dan lain-lain.
7.Panel Fixture
Penyajian khusus millineries seperti ikat penggang, dasi
dan accessories yang berukuran kecil.
8.Box Fixture
Kotak terbuka sebagai wadah display perlengkapan
commit to user
2.3.2 Store
Store adalah suatu tempat jual beli suatu barang dimana menjual
barang-barang kusus untuk mendukung suatu bangunan dengan luas
area yang tidak terlalu besar. Oleh karena itu dengan keterbatasan
lahan biasanya retail shop memilki desain interior yang ergonomis
supaya para pengunjung lebih nyaman dan dapat melakukan aktifitas
belanja dengan mudah.
Gambar 2.11 Besaran ruang sesuai ergonomi retail shop (Sumber : Human dimention hal 205)
2.3.2.1 Sistem Pelayanan
1. Self Service
Adalah sistem pelayanan dimana pengunjung bebas
memilih dan mengambil produk yang mereka inginkan,
kemudian membawanya ke kasir untuk pembayaran.
2. Self Selection (Swa Seleksi)
Adalah jenis sitem pelayanan dimana pengunjung juga
dapat memilih dan mengambil produk yang mereka
inginkan, kemudian dengan dibantu oleh pramuniaga,
commit to user
3. Personal
Adalah jenis sitem pelayanan tertutup dimana segala
bentuk pembelian dilayani oleh pramuniaga, baik dalam
pemilihan maupun pengambilan produk. Dalam sistem ini,
dari proses pemilihan, pengambilan sampai dengan
pembayaran semua dilayani pramuniaga sepenuhnya.
2.3.2.2 Sistem Display
1. Serambi Pamer
Untuk menarik perhatian, pada Area Penjualan biasanya
dilengkapi dengan serambi pamer. Pemilihan barang yang
dipajang dengan mempertimbangkan musim atau gaya.
Suatu serambi pamer dapat memberikan kesan yang
efektif, kesan tersebut tentu saja berhubungan dengan
berbagai ide dan harga.
2. Display Interior
Delbert J. Duncan dan Stanley D. Hollander
mengelompokkan display interior menjadi :
a. Merchandise Display, meliputi :
i) Open Display
Merupakan bentuk display yang memberikan
kemungkinan pada pembeli untuk mengamati
barang dagangan tanpa bantuan pelayan took.
ii) Closed Display
Berisi barang dagangan yang diperlihatkan dalam
almari dinding (wall case). Keuntungan utamnya
adalah terjaganya barang dagangan dari pencurian
dan menjaga kondidi siap jual.
iii) Architectural Display
Display ini memerlukan ketepatan penyusunan
guna menunjukkan bermacam-macam barang
commit to user
bangunan perumahan, dapur, kamar mandi secara
menyeluruh. Keuntungan utamanya adalah dapat
memberikan gambaran yang utuh dan nyata lewat
peragaan dalam display ini.
b. Vendor Display
Terkenal sebagai bentuk display untuk pengiklanan
tempat penjualan. Terdiri dari tulisan, spanduk dan
rak pajang.
c. Store Sign and Decorations
Istilah Store Sign meliputi tanda pembayaran, kartu
hadiah/harga, hiasan tergantung, poster, bendera,
spanduk dan alat serupa. ( Delbert J. Duncan &
Stanley D Hollander, 1977 : 468 ).
2.3.2.3 Perlengkapan Display
Dalam area penjualan sebagian besar pendisplayannya berupa
etalase dan showroom.
Macam-macam Etalase :
1. Etalase Sistem Terbuka.
Etalase tanpa pembatas antara ruang display dengan ruang
pemasaran sehingga dari luar akan terlihat keseluruhan
interior ruang dalamnya. Penataan display tidak ada
penghalang kasat mata dan arah pandangan kurang
terfokus.
2. Etalase Sistem tertutup
Etalase mempunyai pembatas antara ruang display dengan
ruang pemasaran. Interior area penjualan tidak terlihat,
dan mempunyai pandangan visual lebih terfokus.
3. Etalase Khusus
a. Etalase Sudut
Etalase yang dimiliki bangunan yang terletak di
commit to user
b. Etalase Atas
Etalase yang terletak diatas lantai dasar dari bangunan
bertingkat. Etalase ini berfungsi sebagai papan
reklame.
c. Benam
Merupakan Etalase yang memiliki lantai lebih rendah
daripada lantai disekitarnya.
d. Etalase bertingkat
Etalase penggabungan antara etalase atas dan etalase
benam dan lebih lagi dengan sistem etalase terbuka.
Sudut pandang kurang sesuai dengan sudut pandang
pengamat.
e. Etalase Arcade
Etalase menjorok ke dalam ruang akibat bangunan
yang memanjang ke belakang dengan bagian muka
yang sempit, sehingga ada ruang yang kurang efisien.
2.3.2.4 Prinsip Desain Sarana Penjualan
Desain sarana penjualan harus disederhanakan dan tak
dipaksakan. Maksudnya adalah dalam mendisplay materi, jika
perlengkapannya lebih menarik perhatian ini akan mengurangi
daya tarik materi koleksi dan melemahkan penjualan. (William
P. Spence, 1979 : 412)
Sistem display pada ruang pamer menyangkut beberapa
hal, diantaranya:
1. Faktor Penglihatan
Penampilan materi selain dipengaruhi faktor teknis, juga
dipengaruhi faktor penglihatan yaitu mudah tidaknya
materi dapat dilihat/dinikmati. Hal ini dipengaruhi oleh :
a. Ukuran barang detail krisisnya
b. Kontras benda-benda dengan latar belakangnya dan
commit to user
c. Penerangan dan kecerahan benda tersebut.
d. Warna cahaya yang menerangi benda tersebut
e. Waktu saat melihat. (Ahmad Natahamijaya, 1979:24)
2. Sistem Penyajian Materi Koleksi dan Penjualan
Pengelompokan benda-benda menurut jenis dan
bentuknya dapat mempermudah pemilihan sistem
penyimpanan yang sesuai. Kelompok yang ada misalnya :
foto/lukisan, film/video kaset dan lain-lain. Berapa banyak
yang perlu untuk setiap kelompok tergantung dari jumlah
benda yang ada atau yang akan ada.
2.3.3 Cafe / Resto
Kata “café” secara etimologi berasal dari kata “khave” dalam
bahasa Turki, yang sama halnya “coffe” dalam bahasa Inggris atau
“kopi” dalam bahasa Indonesia. Café dalam Kamus Besar Indonesia
diartikan sebagai tempat minum kopi yang pengunjungnya dihibur
dengan sajian musik dan juga diartikan sebagai tempat makan dan
minum (Jakarta-Jakarta 11 Mei 1996).
Sedangkan menurut Marsum. W. A dalam bukunya Restoran dan
Pemahamannya, Café yaitu suatu restoran kecil yang mengutamakan
penjualan cakes (kue-kue), sandwich (roti isi), kopi, dan teh. Pilihan
makan yang terbatas dan tidak menjual minuman beralkohol.
Café adalah usaha di bidang makanan yang dikelola secara
komersial yang menawarkan makanan/makanan kecil serta minuman
kepada para tamu dengan pelayanan dalam suasana yang tidak formal,
tanpa diikuti aturan service yang berlaku ( Sugiarta, 1996: 93).