Resume Jurnal Manajemen Risiko
Risk Management in Islamic and Conventional Banks: A
Differential Analysis
Salman Shaikh and Amanat Jalbani
Journal of Independent Studies & Research, Szabist, Karachi. Desember 2008
Bank syariah adalah bank tanpa bunga yang menjadikan bank syariah perlu untuk aktif dalam operasi bisnis yaitu membagi keuntungan serta kerugian. Bank syariah lebih memilih untuk mengambil risiko rendah. Tetapi dalam kenyataannya, bank syariah tampak menghadapi risiko yang tinggi dan oleh sebab itu, akan memiliki keuntungan yang tidak stabil atau bahkan negatif.
Makalah ini menganalisis prosedur manajemen risiko bank syariah dengan memberikan analisis perbandingan dari manajemen risiko dan membahas hanya karakteristik unik dari manajemen risiko di perbankan syariah. Prosedur penilaian kredit biasa dan Basel tidak dibahas. Makalah ini terlihat pada kinerja komparatif bank syariah dan bank konvensional dengan menggunakan ROE sebagai tolok ukur.
Penelitian ini membahas risiko yang dihadapi dan dikelola oleh Bank Syariah dengan cara yang berbeda dari bank konvensional. Risiko yang dianalisis meliputi risiko reputasi, risiko nilai tukar, risiko harga, risiko operasional, risiko default, risiko agama, risiko konsentrasi dan risiko likuiditas. Ini memberi kita gambaran menuju:
1. Bagaimana bank syariah mengelola risiko reputasi ketika mereka diduga terlibat dalam pendanaan terorisme?
2. Bagaimana mereka mengelola risiko nilai tukar ketika transaksi option dan swap tidak diperbolehkan dalam Bank Syariah?
3. Bagaimana mereka mengelola risiko harga dan risiko operasional sementara terkena fluktuasi di pasar?
4. Bagaimana mereka mengelola risiko default ketika rescheduling dari NPL tidak diperbolehkan dalam bank syariah?
5. Bagaimana mereka mengelola risiko likuiditas sebagai fungsi intermediary bank syariah yang membutuhkan lebih banyak waktu dan analisis mendalam untuk menempatkan dana.
6. Bagaimana mereka mengelola risiko konsentrasi 60% dari pembiayaan yang diberikan oleh Bank Syariah dengan cara fasilitas Murabahah?
7. Bagaimana mereka mengelola risiko agama sebagai beberapa orang tidak percaya Perbankan Syariah sesuai dengan prinsip-prinsip Islam?
Metode Penelitian yang digunakan adalah eksplorasi serta penelitian empiris. Teknik Sampel yang digunakan adalah judgmental sampling, dengan sampel menggunakan 4 bank, yaitu 2 bank syariah dan 2 bank konvensional. Dua bank syariah, yaitu Meezan Bank Limited yang memiliki 50% dari pangsa pasar di industri Perbankan di Pakistan dan Al-Baraka Islamic Bank. Dua bank konvensional yang dipilih yang meliputi satu bank yang berbadan hukum swasta, yaitu Bank Alfalah dan satu bank sektor publik, yaitu Bank of Khyber. Laporan keuangan bank dalam sampel dianalisis fokus kepada rasio profitabilitas 6 tahun terakhir. Laporan penelitian ini membahas prosedur manajemen risiko bank syariah di Pakistan.
Manajemen Risiko Bank Syariah yang berbeda dengan Bank Konvensional adalah:
1. Pembiayaan bank syariah diback-up oleh aset produktif yang tidak berpengaruh dengan inflasi
2. Terdapat Pengawasan dari DPS
3. Menghindari transaksi spekulasi dan tidak pasti 4. Menghindari pembiayaan gharar
5. Menghindari transaksi derivatif Penelitian ini menggunakan variabel:
Independent Variables :
Asset Backed Financing, Double Audit, Gharar Free Transactions, No Clean Borrowing, dan Derivatives-less Investments
Dependent Variables
Adequacy of Risk Management in IB dan Maximizing Profit After Tax (PAT) Kerangka Pemikiran Penelitian Ini sebagai berikut:
Hipotesis Null adalah sebagai berikut: Ho: r > 0,5
HA: r < 0,5