• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDIKATOR KINERJA ATAU PERJANJIAN KINERJ (3)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "INDIKATOR KINERJA ATAU PERJANJIAN KINERJ (3)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

INDIKATOR KINERJA ATAU PERJANJIAN KINERJA

Di Susun Sebagai Tugas Mata Kuliah: Evaluasi Kinerja Sektor Publik Dosen Pengampu : Bunga Chintia Utami, S.IP, ME

Disusun Oleh :

Nama

: ELISABETH ANGRENI

NIM

: 1663201079

Kelas

: 46 Reguler

FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI

JURUSAN ADMINISTRASI NEGARA

UNIVERSITAS LANCANG KUNING

PEKANBARU

2018

(2)

Satuan Kerja : Pengadilan Negeri IA Pekanbaru diselesaikan menjadi akte perdamaian (perdata)

1%

c. Persentase sisa perkara yang diselesaikan (perdata, pidana, PHI)

100%

d. Persante perkara yang disesaikan (perdata, pidana, tipikor, PHI)

85%

e. Persantase perkara yang diselesaikan dalam jangka waktu 5 bulan (pidana biasa)

85%

2 Peningkatan aksebilitas putusan hakim

Persentase perkara yang tidak mengajukan upaya hukum Banding. Kasasi dan Peninjauan kembali

85%

3 Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara

a. Persentase berkas yang diajukan banding dan kasasi dan PK yang disampaikan secara lengkap

100%

b. presentase berkas yang diregister dan siap

didistribusikan ke majelis

100%

c. persentase penyampaian pemberitahuan relaas putusan tepat waktu,tempat dan para pihak

100%

d. persentase penyitaan tepat waktu dan tempat

10%

e.ratio majelis hakim terhadap

perkara 1:180

4. Peningkatan aksesibilitas

(3)

No Sasaran strategi Indikator kinerja utama target 5. Peningkatan kepatuhan

terhadap putusan peradilan

Persentase permohonan eksekusi atas putusan perkara perdata yang berkekuatan hukum tetap yang ditindaklanjuti

10%

6 Peningkatan pelayanan prima

dalam penyelesaian perkara a. persentase pengelolaanaparatur peradilan yang diselesaikan tepat waktu

90%

b. persentase perngelolaan Barang Milik Negara peradilan tepat waktu

90%

c. persentase pengaduan masyarakat peradilan yang ditindak lanjuti

100%

d. persentase temuan hasil pemeriksaan eksternal yang ditindaklanjuti

100%

e. persentase responden yang puas terhadap pelayanan peradilan

90%

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2016 (Dipa 01 dan Dipa 03) : Rp. 14.798.846.000

Pekanbaru,22 Februari 2016

Pihak kedua, Pihak pertama,

Ketua, Panitera, Sekretaris,

(4)

Soal :

1. Apakah sasaran dalam perjanjian kinerja Realiable (dapat tercapai)?

Jawab: Iya, karena dalam perjanjian kinerja suatu perusahaan atau instansi pemerintahan harus memiliki perencanaan yang maksimal. Pada dasarnya suatu kegiatan yang dilakukan oleh para pegawai harus dilandaskan pada tugas dan fungsi, wewenang, tanggungjawab, kerjasama, dan telah ditetapkan dalam struktur organisasi. Tercapainya suatu perjanjian kinerja karena adanya kerjasama dan komunikasi yang baik antar pegawai satu dengan yang lainnya.

2. Apakah sasaran bisa diukur (measure mert)?

Jawab: Iya, karena pengukuran suaru kinerja merupakan salah satu target suatu kerja yang harus tercapai. Setiap pegawai Pengadilan Negeri IA Pekanbaru harus menyusun SKP didasarkan pada RKT instansi. Dalam menyusun SKP harus memperhatikan jenis kegiatan yang dilakukan

pegawai sehingga dapat diuraikan dengan jelas dan dapat diukur. kinerja. Kegiatan yang

dilakukan oleh seorang pegawai tersebut harus dapat diukur dengan cara kuantitas dalam bentuk angka seperti jumlah satuan, jumlah hasil, dan lain sebagainya maupun dengan cara kualitas seperti hasil kerja sempurna, tidak ada kesalahan, tidak ada revisi dan juga pelayanan kepada masyarakat memuaskan, dan juga lain-lain. Kegiatan yang dilakukan pegawai mesti berlandaskan lingkup tugas jabatan masing-masing. Kegiatan yang dilakukannya juga harus sesuai dengan kemampuannya serta memiliki target waktu sehingga kegiatan yang dilakukan mesti dapat ditentukan waktunya. Pegawai yang tidak menyusun SKP dapat dijatuhi hukuman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur mengenai disiplin pegawai. Kuantitas merupakan ukuran jumlah atau banyaknya hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai sedangkan kualitas merupakaan ukuran mutu setiap hasil kerja yang dicapai oleh seorang pegawai. Dan daripada itu sebuah kegiatan tentu memerlukan dana, karena besaran jumlah anggaran yang digunakan setiap hasil kerja oleh seorang pegawai.

3. Apakah sasaran diturunkan dalam bentuk kegiatan/program? (Jika iya, berikan 3 contoh)

Jawab: iya,untuk mencapai visi dan misi yang ada didalam pengadilan negeri IA dengan efektif dan efisien terdapat program atau kegiatan yang telah terlaksana yaitu :

a. kepuasan masyarakat dalam peradilan

b. Pengelolaan barang milik negara peradilan tepat waktu

(5)
(6)

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa kinerja pegawai adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya

Kinerja pegawai adalah prestasi kerja atau hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai pegawai persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai

Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan

Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan tanggung jawab yang

Kinerja guru dalam proses pembelajaran adalah hasil kerja seorang guru, baik secara kualitas maupun kuantitas dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab

Menurut (Mangkunegara) Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung

Mangkunegara 2005:67 berpendapat bahwa: “Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan

Hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan