• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PROFIL PT PLN (Persero) AREA MALANG RAYON KEPANJEN

2.1 SEJARAH SINGKAT PT PLN (Persero) AREA MALANG

Sejarah ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke-19 ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan perusahaan swasta Belanda yaitu NV. NIGN yang semula bergerak di bidang gas memperluas usahanya di bidang listrik untuk kepentingan umum. Dengan menyerahnya pemerintah Belanda kepada Jepang maka perusahaan listrik dan gas beserta personilnya diambil alih oleh Jepang.

Setelah proklamasi kemerdekaan RI, dilakukan penyerahan perusahaan-perusahaan listrik dan gas kepada Pemerintah Republik Indonesia. kemudian dengan Penetapan Pemerintah Nomor 1 Tahun 1945 tertanggal 27 Oktober 1945 dibentuk Jawatan Listrik dan Gas Sumatera, Jawa, dan Madura di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga (kemudian tanggal 27 Oktober ditetapkan sebagai hari Listrik Nasional dengan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi RI Nomor 1134/43/MPE/1992).

Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1959 tentang “Penentuan Perusahaan Listrik dan/atau Gas milik Belanda yang dikenakan Nasionalisasi”, dimana semua Perusahaan yang ada di wilayah Indonesia dinyatakan dengan perusahaan-perusahaan dari Perusahaan Listrik Negara

(2)

(PLN), antara lain Perusahaan Listrik, “ANIEM‟, N.V.C.A Kantor Pusat di Surabaya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Nomor: Ment.16/I/20 tanggal 20 Mei 1961 diantaranya disebutkan di daerah-daerah, dibentuk daerah eksploitasi yang terdiri dari 10 Daerah Eksploitasi Listrik Umum (Pembangkit dan Distribusi) dimana untuk wilayah Jawa Timur adalah Eksploitasi IX yang melaksanakan fungsi pembangkitan dan pendistribusian tenaga listrik.

Sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga nomor: Ment. 16/I/20 tanggal 20 Mei 1961, salah satunya disebutkan bahwa dibentuk daerah eksploitasi yang terdiri dari 10 daerah eksploitasi listrik umum (Pembangkit dan Distribusi) dimana salah satunya adalah wilayah Jawa Timur cabang Malang yang termasuk daerah eksploitasi IX, yang melaksanakan fungsi pembangkitan dan pendistribusian tenaga listrik.

Namun dalam perkembangannya pada tanggal 23 Oktober 1973, berdasarkan Keputusan Direksi PLN Nomor : 054/DIR/73 nama PLN Eksploitasi IX mengalami perubahan nama menjadi PLN Distribusi I / Pembangkitan I. Penyempurnaan berikutnya pada tanggal 25 Februari 1976 diubah menjadi PLN Wilayah XII berdasarkan Keputusan Direksi PLN Nomor : 042/DIR/1976.

Selanjutnya sejak tanggal 3 Juli 1982 dengan Keputusan Direksi Nomor 042/DIR/1982 nama PLN Wilayah XII diubah lagi menjadi PLN

(3)

sejalan dengan kebijakan restrukturisasi sektor ketenagalistrikan sebagaimana tertuang dalam Keputusan Menteri Koordinator Bidang Pengawasan Pembangunan dan Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 39/KEP/MK.WASPAN/9/1998 serta kebijakan PT PLN (Persero) Kantor Pusat tentang PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur diarahkan kepada STRATEGIC BUSINESS UNIT/ INVESTMENT CENTRE.

Seiring dengan itu dan dalam rangka Optimasi Corporate Gain dan penyusunan organisasinya berdasarkan Value Chain, sehingga tugas pokok dan susunan seperti yang telah ditetapkan dengan Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara Nomor 154.K/023/DIR/1993 perlu disempurnakan lagi disertai perubahan status dan nama menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Distribusi Jawa Timur yang tertuang pada Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 26.K/010/DIR/2001 tanggal 20 Februari 2001.

Keputusan Direksi PT PLN (Persero) Nomor 120.K/010/2002 tanggal 27 Agustus 2002 tentang Nama Unit Bisnis di lingkungan PT PLN (Persero) yang intinya organisasi dengan status Unit Bisnis hanya untuk anak Perusahaan PT PLN (Persero) sedangkan PLN Jawa Timur menjadi PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur.

Pada tahun 2001, karena mengikuti fenomena perubahan yang sekarang timbul serta dengan berbagai pertimbangan internal maupun eksternal, maka harus menyesuaikan diri baik institusional maupun mekanisme kerja dengan customer service oriented. Maka dengan Keputusan General Manager tanggal 30 April 2001 nama PT PLN (Persero) Cabang

(4)

Malang diubah menjadi PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang. Dan berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 308.K/D!R/2011 tanggal 26 Mei 2011, PT PLN (Persero) Area Pelayanan dan Jaringan Malang diubah menjadi PT PLN (Persero) Area Malang.

Gambar 1. PT PLN (Persero) Area Malang

PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Malang terletak di jantung kota Malang yakni di Jalan Jendral Basuki Rahmat Nomor 100 telp. (0341) 326034. Dalam perjalanan perkembangannya PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Timur Area Malang kemudian membagi wilayah kerjanya menjadi unit-unit terkecil berikutnya yang saat ini dikenal sebagai rayon. Untuk wilayah kerja tiap-tiap rayon yang berada di Area Malang tersebut, pihak management Area membaginya menjadi 14 wilayah kerja yang berada di seluruh Malang Raya. Adapun ke-14 rayon yang ada di wilayah Area

(5)

2. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Dinoyo (11) 3. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Blimbing ( 4. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Kebonagung 5. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Lawang 6. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Singosari 7. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Batu 8. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Ngantang 9. PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Kepanjen 10.PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Sumberpucung 11.PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Gondanglegi 12.PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Bululawang (02) 13.PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Dampit

14.PT PLN (Persero) Area Malang Rayon Tumpang

Dengan pembagian wilayah kerja dari PT PLN Area Malang tersebut, diharapkan memudahkan dalam pengaturan serta pengoptimalan pelayanan kepada pelanggan dapat tercipta karena setiap rayon memiliki jangkauan wilayah tersendiri sehingga program pemeliharaan, pelayanan dan pendistribusian tenaga listrik dapat diatur dengan baik oleh tiap-tiap rayonnya.

Alhasil, dengan sistem di atas maka keoptimalan kerja dalam melayani dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan dapat diwujudkan dan tidak mustahil visi PT PLN (Persero) sebagai BUMN terbesar di Indonesia dapat tercapai yakni “Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia

(6)

(World Clss Service) yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani".

2.2 GAMBARAN SINGKAT PT PLN (Persero) RAYON KEPANJEN

2.2.1 VISI

Menuju Pelayanan Berkualitas Untuk Kepuasan Pelanggan.

2.2.2 MISI

1. Kepuasan pelanggan tujuan kami. 2. Efisien, efektif dan ramah lingkungan. 3. Pelayanan pelanggan diutamakan. 4. Aktif dalam setiap perubahan.

5. Niat tulus dalam melayani setiap pelanggan. 6. Jaringan listrik handal dan aman.

7. Etos kerja selalu ditingkatkan.

8. Nilai membanggakan dalam setiap kinerja.

2.2.3 MOTTO

(7)

2.2.4 PETA WILAYAH KERJA RAYON KEPANJEN

Gambar 2. Peta Wilayah Kerja PT PLN (Persero) Rayon Kepanjen Terdiri dari :

1. Kecamatan Pakisaji = 11 desa 2. Kecamatan Ngajum = 9 desa 3. Kecamatan Wonosari = 3 desa 4. Kecamatan Kepanjen = 18 desa 5. Kecamatan Pagak = 8 desa

U

KEC.

WONOSARI KEC. NGAJUM

KEC. PAKISAJI KEC. KEPANJEN KEC. PAGAK KEC. DONOMULYO

(8)

6. Kecamatan Donomulyo = 5 desa Total desa yang teraliri listrik = 54 desa

2.2.5 ASET JARINGAN PT PLN (Persero) RAYON KEPANJEN

NO. GARDU INDUK TRAFO PENYULANG

PANJANG SUTM 20 kV (kms) JUMLAH GTT PANJANG JTR 1. Kebonagung 150 kV/20 kV Trafo IV (60 MVA) Pakisaji 20.610 44 39.245 Wagir 2.938 7 3.754 2. Kebonagung 150 kV/20 kV Trafo V

(30 MVA) Karang Duren 56.378 60 87.810

3. Sengguruh 70 kV/20 kV Trafo I (30 MVA) Gunung Kawi 57.691 61 106.367 Kepanjen 43.070 78 83.935 Proyek 371 1 424 Pagak 118.477 84 303.437 TOTAL 299.535 335 624.972

(9)

2.3 STRUKTUR ORGANISASI PT PLN (Persero) RAYON KEPANJEN STRUKTUR ORGANISASI RAYON KEPAJEN 2014 MANAJER RAYON Drs. Muh. Kodri, MM SUPERVISOR TEKNIK Hari Purnomo SUPERVISOR ADMINISTRASI Rosy Indriati STAF TEKNIK 1. Sugiono 2. Agus Santoso 3. Achmad Wahyudi STAF ADMIN 1. Suparto 2. Sri Kaesti

2.3.1 DETAIL JABATAN PEGAWAI TETAP RAYON KEPANJEN

No. Nama Jabatan Keterangan

1. Drs. Muh. Kodri Manajer Rayon Kepanjen Manajer 2. Hari Purnomo Supervisor

Teknik 3. Sugiono AE Perencanaan Distribusi

4. Agus Santoso JE Konstruksi Jaringan

5. Achmad Wahyudi AT Penyambungan dan Pemutusan 6. Rosy Indriati Supervisor

Administrasi dan Keuangan 7. Suparto AO Pelayanan Pelanggan

8. Sri Kaesti AA Akuntansi dan Keuangan

2.3.2 DATA JUMLAH PEGAWAI DAN OUTSOURCHING

No. Nama Pria Wanita Jumlah

1. Pegawai Tetap 6 2 8

2. Yantek (Pelayanan Teknik) 48 - 48

3. PDPJ (Penataan Data Pelanggan dan Jaringan) 2 - 2

4. Cleaning Service 3 - 3

5. Security 4 - 4

(10)

2.4 URAIAN JABATAN PADA PT PLN (Persero) RAYON KEPANJEN

2.4.1 MANAJER RAYON

2.4.1.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Mengkoordinasikan pengelolaan pendistribusian dan keandalan tenaga listrik, pelayanan penjualan tenaga listrik dengan menjalankan secara tertib Administrasi Umum dan Administrasi Teknik untuk mencapai target kinerja.

2.4.1.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Mengkoordinasikan tugas untuk mencapai target kinerja perusahaan.

2. Mengkoordinasikan pengelolaan pelayanan pelanggan, pengelolaan rekening, operasi dan pemeliharaan tenaga listrik, pengendalian losses, pembangkit serta keuangan dan administrasi.

3. Mengkoordinasikan pengelolaan sumber daya manusia sesuai kewenangannya untuk memenuhi target dan citra perusahaan.

4. Memonitoring pelaksanaan sosialisasi K3 untuk keselamatan dan keamanan dalam bekerja.

5. Memonitoring pelaksanaan action plan strategi pencapaian target kinerja perusahaan.

(11)

6. Memonitoring dan mengendalikan operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi untuk mempertahankan keandalan pasokan energy tenaga listrik.

7. Mengevaluasi dan bertanggung jawab atas updating data pelanggan untuk ketertiban administrasi pelanggan.

8. Memonitoring dan mengevaluasi penerimaan dan pengeluaran dana imprest untuk kelancaraan operasional perusahaan.

9. Memonitoring dan mengevaluasi atas piutang lancar menjadi piutang ragu-ragu dan pengusulan penghapusannya ke Area untuk pengendalian manajemen dalam pengambilan keputusan.

10.Mengevaluasi penagihan kembali piutang ragu-ragu maupun piutang yang telah dihapuskan untuk meningkatkan pendapatan.

11.Mengkoordinasikan penandatanganan produk hukum sesuai dengan kewenangannya.

12.Mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan permasalahan hukum yang terjadi di wilayah kerjanya. 13.Mengkoordinasikan kegiatan perusahaan baik di dalam

maupun di luar pengadilan.

14.Mengkoordinasikan kewenangan lain sesuai dengan Surat Kuasa dari Manajer Area.

(12)

15.Mengevaluasi pelaksanaan kontrak kerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga agar pekerjaan dilaksanakan sesuai kontrak.

16.Memonitoring dan mengevaluasi listrik pra bayar.

17.Memonitoring dan mengevaluasi penyelesaian klaim, tuntutan ganti rugi/santunan atas terjadinya kecelakaan ketenagalistrikan yang dialami masyarakat untuk citra perusahaan yang baik di masyarakat.

18.Memonitoring dan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil penertiban pemakaian tenaga listrik untuk menekan losses. 19.Memonitoring dan mengevaluasi atas penyusunan dan

pencapaian tingkat mutu pelayanan untuk menentukan target tingkat pelayanan kepada pelanggan.

20.Melaksanakan tugas/kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.

21.Menyusun sistem manajemen unjuk kerja setiap semester tahun berjalan.

22.Memantau dan membina pencapaian sasaran unjuk kerja individu bawahannya.

23.Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui diklat profesi dan diklat perjenjangan.

(13)

2.4.1.3 WEWENANG JABATAN

1. Mewakili perusahaan baik di dalam maupun di luar pengadilan.

2. Mewakili perusahaan berhubungan dengan pihak internal dan eksternal.

3. Menandatangani produk hukum/kontrak (SPK, SPJBTL, dll).

4. Menyetujui pembayaran.

5. Menerbitkan SK pegawai sesuai kewenangan. 6. Menetapkan target kinerja sub unit pelaksana.

2.4.2 SUPERVISOR TEKNIK

2.4.2.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Memastikan kegiatan operasi sistem dan pemeliharaan jaringan distribusi, pengendalian susut kWh per penyulang di titik transaksi untuk meningkatkan mutu dan keandalan dalam rangka optimasi jaringan distribusi serta mendukung peningkatan efisiensi jaringan distribusi.

2.4.2.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Mengevaluasi penekanan gangguan penyulang, trafo, JTR, SR, dan APP.

(14)

3. Memonitor pemeliharaan GTT dan JTR gardu distribusi terpadu dan tuntas.

4. Memonitor pelaksanaan pelayanan teknik (JTM, GTT, JTR, SR, dan APP).

5. Melaksanakan penormalan gangguan penyulang.

6. Memonitor pelaksanaan pengukuran beban gardu trafo dan tegangan ujung.

7. Memastikan perhitungan susut kWh di jaringan distribusi per penyulang.

8. Melaksanakan program penekanan susut kWh di sisi jaringan sesuai peta susut.

9. Menyiapkan data usulan pengembangan jaringan. 10.Memonitor pembangunan jaringan.

11.Melakukan survey dan evaluasi kelayakan teknis. 12.Melaksanakan pembongkaran rampung SR APP.

13.Melaksanakan pemutusan sementara dan penyambungan kembali karena permintaan pelanggan.

14.Melaksanakan program penekanan susut kWh sesuai peta susut dan di titik transaksi.

15.Melaksanakan program pendataan dan penertiban PJU illegal secara swakelola, outsourching maupun bekerja sama dengan instansi terkait.

(15)

17.Memonitor pelaksanaan updating validasi data pelanggan dalam penghitungan losses per penyulang.

18.Memonitor pelaksanaan penyambungan PB, PD, ex P2TL dan Multiguna.

19.Melaksanakan tugas/kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.

20.Menyusun sistem manajemen unjuk kerja setiap semester tahun berjalan.

21.Memantau dan membina pencapaian sasaran unjuk kerja individu bawahannya.

22.Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui diklat profesi dan diklat penjenjangan.

23.Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.4.2.3 WEWENANG JABATAN

1. Menyiapkan SOP operasi dan manuver jaringan distribusi. 2. Memastikan jadwal dan kelayakan penyambungan.

3. Menyiapkan jadwal pemadaman pemeliharaan terencana. 4. Menyiapkan rencana pengendalian dan penekanan susut. 5. Menyiapkan rencana pemutusan sementara dan

penyambungan kembali karena pemutusan dan permintaan pelanggan.

(16)

2.4.3 ASSISTANT ENGINEER (AE) PERENCANAAN DISTRIBUSI

2.4.3.1 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Entry data SIMEL. 2. Monitoring LBKB.

3. Mengikuti pelaksanaan tugas P2TL. 4. Monitoring jaringan PJU.

5. Penanggung jawab penyulang Wagir.

2.4.4 JUNIOR ENGINEER (JE) KONSTRUKSI JARINGAN

2.4.4.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Melaksanakan kegiatan pengawasan standar konstruksi pekerjaan pengembangan dan rehabilitasi jaringan distribusi untuk pemenuhan progres pencapaian jadwal pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak yang ditetapkan.

2.4.4.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Melaksanakan pengawasan standar konstruksi pekerjaan pengembangan dan rehabilitasi jaringan distribusi.

2. Melaporkan progres pengawasan pekerjaan pengembangan dan rehabilitasinya.

3. Memeriksa data dan dokumen kontrak/progress pengawasan pekerjaan.

(17)

5. Menyusun sistem manajemen unjuk kerja setiap semester tahun berjalan.

6. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.4.4.3 WEWENANG JABATAN

Melaporkan progres pengawasan pekerjaan pengembangan dan rehabilitasinya.

2.4.5 ASSISTANT TECHNICIAN (AT) PENYAMBUNGAN DAN

PEMUTUSAN

2.4.5.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Melaksanakan pengelolaan pemutusan dan penyambungan aliran tenaga listrik serta menyiapkan jadwal pelaksanaannya untuk meningkatkan pengamanan pendapatan dalam penjualan tenaga listrik sesuai standart.

2.4.5.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Menyiapkan jadwal pelaksana pemutusan dan penyambungan aliran tenaga listrik pelanggan potensial. 2. Memastikan pemutusan dan penyambungan aliran listrik

pelanggan potensial dan pelanggan umum.

3. Melaporkan hasil pemutusan/penyambungan dan pengoperasian pelanggan/calon pelanggan potensial.

(18)

4. Melaksanakan tugas/kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.

5. Menyusun sistem manajemen unjuk kerja setiap semester tahun berjalan.

6. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.4.5.3 WEWENANG JABATAN

Memastikan pemutusan dan penyambungan aliran listrik pelanggan potensial dan pelanggan umum.

2.4.6 SUPERVISOR ADMINISTRASI

2.4.6.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Melaksanakan kegiatan fungsi I, II dan IV dengan meningkatkan mutu layanan dan kepuasan calon pelanggan/pelanggan untuk peningkatan dan pengendalian pendapatan serta penurunan ratio piutang.

2.4.6.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Menyiapkan data daftar tunggu.

2. Mengolah penjualan energy dan peningkatan pendapatan. 3. Melaksanakan perhitungan proyeksi penjualan energy

(19)

5. Melaksanakan proses administrasi penyambungan baru, perubahan daya dan penyambungan sementara.

6. Melaksanakan penyelesaian tagihan lain-lain (P2TL, kurang tagih).

7. Melaksanakan penerbitan SIP/SPJBTL.

8. Melaksanakan pemeliharaan PK penyambungan dan hasil mutasi PDL.

9. Memonitor DPM dan memelihara RBM.

10.Mengevaluasi data hasil pembacaan meter dan memproses menjadi rekening.

11.Memonitor pengendalian baca meter dan menindaklanjuti LBKB.

12.Melaksanakan pembinaan petugas pembaca meter. 13.Melaksanakan administrasi piutang pelanggan lancar. 14.Melaksanakan pengendalian saldo piutang.

15.Melaksanakan legalisasi rekening TNI/Polri. 16.Melaksanakan penagihan rekening PEMDA.

17.Memonitor pengelolaan surat-surat masuk dan keluar sesuai TLSK.

18.Melaksanakan administrasi pengadaan dan pendistribusian ATK.

19.Mengolah administrasi SDM yang meliputi absensi pegawai, penilaian kinerja pegawai.

(20)

20.Mengolah rumah tangga kantor dan kendaraan, serta membantu pelaksanaan kegiatan kehumasan.

21.Melaksanakan pengendalian kas imprest setiap hari.

22.Melaksanakan verifikasi dan validasi bukti-bukti penerimaan dan pengeluaran dana imprest, sesuai kode akun.

23.Melaksanakan inventarisasi piutang, material dan aktiva tetap bersama-sama dengan tim inventarisasi Area.

24.Melaksanakan tugas/kegiatan yang ditetapkan pada cascading KPI atasannya.

25.Menyusun sistem manajemen unjuk kerja setiap semester tahun berjalan.

26.Memantau dan membina pencapaian sasaran unjuk kerja individu bawahannya.

27.Membina kompetensi dan karir bawahannya, melalui diklat profesi dan diklat penjenjangan.

28.Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.4.6.3 WEWENANG JABATAN

1. Memastikan hasil kinerja baca meter outsourching. 2. Menyiapkan laporan piutang pelanggan.

(21)

5. Mengesahkan reduksi rekening listrik akibat kesalahan baca meter.

6. Memastikan bukti pembayaran sesuai dengan jumlah yang ditetapkan.

7. Mengolah permintaan dropping ke Area.

8. Memastikan biaya operasional dan pemakaian material Rayon.

9. Melaksanakan klasifikasi bukti kwitansi.

2.4.7 ASSISTANT OFFICER (AO) PELAYANAN PELANGGAN

2.4.7.1 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Entry PK pasang baru dan perubahan daya. 2. Pelayanan dan entry data migrasi LPB.

3. Entry PK PESTA, JBST, P2TL, dan ganti nama. 4. Monitoring perubahan data pelanggan.

5. Laporan bulanan.

6. Memaksimalkan target hari pelayanan.

2.4.8 ASSISTANT ANALYST (AA) AKUNTANSI DAN KEUANGAN

2.4.8.1 TUJUAN UTAMA JABATAN

Memastikan kebenaran verifikasi dan validasi bukti penerimaan dan pembayaran biaya operasional (imprest) untuk mendukung laporan keuangan yang akurat dan tepat waktu.

(22)

2.4.8.2 TANGGUNG JAWAB UTAMA

1. Menyiapkan permintaan anggaran tunai ke Area.

2. Mengecek perincian kebutuhan biaya operasional untuk data permintaan anggaran tunai ke Area.

3. Mengagendakan dokumen pembayaran biaya operasional. 4. Melaksanakan tugas/kegiatan yang ditetapkan pada

cascading KPI atasannya.

5. Menyusun Sistem Manajemen Unjuk Kerja setiap semester tahun berjalan.

6. Menyusun laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.4.8.3 WEWENANG JABATAN

Melaksanakan laporan rutin sesuai bidang tugasnya.

2.5 BENTUK LAMBANG UMUM LISTRIK NEGARA

2.5.1 BENTUK LAMBANG

Bentuk, warna, dan makna lambang perusahaan sesuai yang tercantum pada lampiran Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No : 031/DIR/76 Tanggal : 1 Juni 1976, mengenai pembakuan lambang Peusahaan Listrik Negara.

(23)

Gambar 3. Lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN)

2.5.2 ELEMEN-ELEMEN DASAR LAMBANG

2.5.2.1 BIDANG PERSEGI PANJANG VERTIKAL

Gambar 4. Bidang Persegi Panjang Vertikal Sebagai Dasar Lambang PLN

Menjadi bidang dasar bagi elemen-elemen lambang lainnya, menggambarkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk menggambarkan pencerahan seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu menciptakan

(24)

pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga menggambarkan semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insani yang berkarya di perusahaan ini.

2.5.2.2 PETIR ATAU KILAT

Gambar 5. Petir atau Kilat

Melambangkan tenaga listrik yang terkandung di dalamnya sebagai produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian dalam menghadapi tantangan perkembangan jaman.

(25)

2.5.2.3 TIGA GELOMBANG

Gambar 6. Tiga Gelombang

Memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan oleh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan, penyaluran dan distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN (Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru juga melambangkan keandalan yang dimiliki insan-insan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik bagi para pelanggannya.

Gambar

Gambar 1. PT PLN (Persero) Area Malang
Gambar 2. Peta Wilayah Kerja PT PLN (Persero) Rayon Kepanjen  Terdiri dari :
Gambar 3. Lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Gambar 6. Tiga Gelombang

Referensi

Dokumen terkait

This research also supported a research conducted by Suharto and Budi Cahyono (2005) with the title research " Influence of Organizational Culture, Leadership

Menurut UU Perkawinan, perkawinan campuran adalah perkawinan antara seorang pria dan seorang wanita, yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan karena perbedaan

Di dalam peraturan pemerintah disebutkan bahwa Madrasah Aliyah adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal dalam binaan Menteri Agama yang menyelenggarakan

Dari Lampiran 4, 5, dan 6 diketahui bahwa peng- hambatan pertumbuhan bakteri penguji yang tertinggi tidak disebabkan oleh isolat bakteri asam laktat yang produksi

Hub merupakan perangkat yang dapat menggandakan frame data yang berasal dari salah satu komputer ke semua port yang terdapat pada hub tersebut, sehingga semua

PT. HM Sampoerna Tbk sebesar 0,23 dan perubahan nilai persentase mengalami peningkatan sebesar 0,06 dari tahun sebelumnya. Perubahan persentase yang mengalami

Dengan ini saya menyatakan menyatakan bahwa skripsi Pengaruh Kenaikan Tarif Cukai Rokok Kretek terhadap Harga, Penawaran dan Permintaan Komoditas Rokok Kretek dan Komoditas

Jika perhitungan permeabilitas dari metode Falling Head dibandingkan dengan perhitungan menggunakan persamaan (1) didapatkan hasil yang berbeda untuk setiap sampel batuan (Tabel