Nomor : 39 K/MIL/2004
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara pidana dalam tingkat kasasi telah mengambil putusan sebagai berikut:
Mahkamah Agung tersebut ;
Membaca putusan Mahkamah Militer I-07 di Balikpapan, tanggal 19 Desember 2003 Nomor : PUT/64-K/MM. I-07/AD/XII/2003, dalam putusan mana Terdakwa :
Nama Lengkap : RADEN AGUS SUBARDJO ;
Pangkat/Nrp. : Praka/31960659510475 ;
Jabatan : Ta Mortir 60 Ton Ban KI A ;
Kesatuan : Yonif Linud 612/Modang ;
Tempat,Tanggal Lahir : Kota Baru, 9 April 1975 ;
Jenis Kelamin : Laki-Laki ;
Kewarganegaraan : Indonesia ;
Agama : Islam ;
Alamat tempat tinggal : Asrama Kipan A Yonif Linud 612/ Modang ;
Pemohon Kasasi/Terdakwa berada didalam tahanan :
yang diajukan dimuka persidangan Mahkamah Militer I-07 Balikpapan tersebut karena didakwa:
Bahwa Terdakwa pada waktu- waktu dan tempat- tempat dibawah ini, yaitu pada tanggal 9 Agustus 2003 sekira pukul 01.00 Wita atau setidak-tidaknya dalam bulan Agustus 2003 atau setidak-setidak-tidaknya dalam tahun 2003 bertempat didepan Gereja Pantekosta Kampung Tator Kelurahan Manggar Balikpapan Kaltim atau setidak-tidaknya ditempat-tempat yang termasuk wewenang Mahkamah Militer I-07 Balikpapan telah melakukan tindak pidana : “Militer yang sengaja dengan tindakan nyata, menyerang seseorang atasan, melawannya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, merampas kemerdekaannya untuk bertindak ataupun memaksanya dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk melaksanakan atau mengabaikan suatu pekerjaan dinas yang mengakibatkan luka” dengan cara-cara dan uraian fakta sebagai berikut :
1. Bahwa Terdakwa telah menjadi Prajurit TNI-AD pada tahun 1996 melalui pendidikan Secatam di Gunung Kupang Kalsel, setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada lalu ditugaskan di Yonif 612/Modang hingga sekarang dan pada tahun 2001 sampai dengan 2002 Terdakwa pernah mengikuti tugas operasi di Aceh ;
2. Bahwa pada awalnya tanggal 9 Agustus 2003 dini hari sekira
pukul 01.00 Wita pelaku Latraiders dari Yonif Linud 612/Modang diadakan Alarm Steling oleh pelatih, setelah
selesai alarm tersebut pelatih memberikan pengarahan bahwa pelaku kurang respek, gerakan lambat dan tidak ada jaga serambi serta radio tidak ada yang monitor ;
3. Bahwa kemudian para pelaku Latraiders direndam ditambak
oleh pelatih, tetapi Ta Yanrad disuruh tinggal didepan Gereja, ternyata Ta Yanrad Tim-7 tidak ikut kumpul dan ikut berendam, ketika Tim-7 lewat didepan Gereja dihentikan oleh Pelatih sambil menanyakan “mana Ta Yanrad Tim-7” lalu Prada Rifai Hatta Payo menjawab “siap” sambil berjalan menuju dan ditanya “Radio mu mana, mengapa tidak kamu bawa” ;
4. Bahwa setelah mendengar suara Dan Tim-7 tersebut para
pelaku Latraiders Kilat-I Tim-I sampai dengan 7 yang sudah selesai melaksanakan tindakan berendam di kolam dengan spontan emosi sambil berkata “bubarkan saja Raiders dan cari pelatihnya”, kemudian keadaan menjadi kacau dan pelaku Latraiders berhamburan mencari pelatih ;
5. Bahwa kemudian sekira pukul 02.00 Wita dini hari Terdakwa
yang berpangkat Pratu telah menyerang atasannya (Serda Anjang Sono Yudo) pelatih Latraiders didepan Gereja Pantekosta Kampung Tator Kelurahan Manggar Balikpapan ;
6. Bahwa Terdakwa melakukan pemukulan terhadap pelatih
Raiders dengan menggunakan popor senjata SS.I
No.87.004598 sebanyak 1 (satu) kali mengenai bagian muka dari pelatih tersebut ;
7. Bahwa alasan Terdakwa melakukan pemukulan karena merasa
emosi mendengar ada teman yang kakinya patah karena ditindak pelatih, maka secara spontanitas Terdakwa langsung lari mengejar pelatih yang berada didepan Gereja ;
8. Bahwa pada saat kejadian tersebut banyak pelaku Latraiders yang mengejar pelatih tetapi Terdakwa tidak tahu satu persatu karena situasi gelap dan anggota lainnya susah dikenali karena basah terkena lumpur setelah direndam dan saat itu pelatih tidak melakukan perlawanan dan hanya mengangkat kedua tangan kedepan mukanya sendiri dengan posisi menghadap keluar ;
9. Bahwa setelah kejadian itu langsung diambil alih Dan Yon Linud 612/Modang Mayor Inf. Mudazir yang juga tergabung dalam Tim-9 Kilat dan memberi pengarahan kepada seluruh pelaku Latraiders antara lain : Kita harus ikut kata pelatih jangan arogan dan supaya kejadian tersebut jangan sampai terulang” kemudian pelaku Latraiders diperintahkan masuk kembali untuk beristirahat kurang lebih pukul 03.30 Wita ;
10.Bahwa akibat dari pemukulan tersebut, maka Serda
Anjangsono Yudo mengalami luka lecet di dahi sebelah hidung tengah dan sekitar lubang hidung sebelah kiri,daerah
tulang pipi kiri dan bawah telinga kanan sesuai dengan VER. No.R/61/VER/VIII/2003, tanggal 22 Agustus 2003 atas nama Serda Anjangsono Yudo yang ditanda tangani oleh Dokter Rumah Sakit Tk.III Dr.Harjanto Dr.Emilia Imelda ;
Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah cukup memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 106 ayat (1) jo ayat (2) KUHPM ;
Setelah membaca tuntutan Oditur tanggal 16 Desember 2003 yang isinya adalah sebagai berikut:
- Menyatakan Terdakwa bersalah melakukan tindak pidana
“Militer yang sengaja dengan tindakan nyata menyerang atasan yang mengakibatkan luka” sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana menurut pasal 106 ayat (1) jo (2) KUHPM oleh karenanya agar Terdakwa dijatuhi :
Pidana Pokok : 1 (satu) tahun potong tahanan sementara ;
Pidana Tambahan : Dipecat dari dinas TNI-AD ; Mohon Terdakwa tetap ditahan ;
1. Menetapkan barangbukti berupa :
Senjata Apilaras panjang jenis SS.1 No.87004598, telah
dipinjam pakai Yonif 612/Modang dikembalikan
kekesatuan Yonif 612/MDG ;
VER mohon tetap dilekatkan dalam berkas perkara ;
2. Mewajibkan Terdakwa untuk membayar biaya perkara Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) ;
dengan memperhatikan pasal 106 ayat (1) jo (2) KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan Terdakwa telah dinyatakan bersalah melakukan kejahatan seperti tercantum dalam putusan Mahkamah Militer II-07 tersebut yang amar lengkapnya berbunyi sebagai berikut :
1. Menyatakan Terdakwa RADEN AGUS SUBARDJO Nrp.
31960659510475, tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Insubordinasi dengan tindakan nyata mengakibatkan luka” ;
2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :
Pidana Pokok : Penjara selama 9 (sembilan) bulan ;
Menetapkan masa tahanan yang telah
dijalankan Terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer Cq. TNI AD ;
3. Memerintahkan Terdakwa tetap ditahan ;
4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa dalam perkara
ini sebesar Rp.2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) ;
5. Menetapkan barang bukti berupa surat Visum Et Repertum
(VER) Nomor : R/61/VER/VIII/2003, tanggal 22 Agustus 2003 atas nama Serda Anjangsono Yudo Nrp. 2101175780980 tetap dilekatkan dalam berkas perkara ;
putusan mana dalam pemeriksaan pada tingkat banding telah diperbaiki oleh Mahkamah Militer Tinggi-I Medan dengan putusannya tanggal 30 Januari 2004 Nomor : PUT/B-09/K/AD/MMT-I/II/2004 yang amar lengkapnya berbunyi sebagai berikut :
1. Menerima permohonan banding yang diajukan oleh Terdakwa
RADEN AGUS SUBARDJO, Praka Nrp. 31960659510475;
2. Memperbaiki putusan Mahmil I-07 Balikpapan, No.
PUT/64-K/MMI-07/AD/XII/2003 tanggal 19 Desember 2003, sekedar mengenai pidana pokok sehingga menjadi sebagai berikut
Pidana Pokok : Penjara selama 1 (satu) tahun ;
Menetapkan selama waktu Terdakwa
berada dalam tahanan sementara
dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer Cq. TNI AD ;
3. Membebankan biaya perkara tingkat banding kepada
Terdakwa sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah) ;
4. Memerintahkan kepada Panitera agar mengirimkan salinan
resmi ini beserta berkas perkaranya kepada Kepala Mahkamah Militer I-07 Balikpapan ;
Mengingat akan akta tentang permohonan kasasi Nomor : 19/I-07/K/AD/III/2004 yang dibuat oleh Panitera Kepala Mahkamah Militer I-07 Balikpapan yang menerangkan, bahwa pada tanggal 25 Maret 2004 Pemohon
Kasasi/Terdakwa telah mengajukan permohonan kasasi terhadap putusan Mahkamah Militer Tinggi I-Medan tersebut;
Memperhatikan risalah kasasi bertanggal 30 Maret 2004 dari Terdakwa sebagai Pemohon Kasasi, risalah kasasi mana telah diterima dikepaniteraan Mahkamah Militer I-07 Balikpapan pada tanggal 30 Maret 2004;
Melihat surat-surat yang bersangkutan ;
Menimbang, bahwa putusan Mahkamah Militer Tinggi I-Medan tersebut telah diberitahukan kepada Pemohon Kasasi pada tanggal 24 Maret 2004 dan Pemohon Kasasi mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 25 Maret 2004, serta risalah kasasinya telah diterima dikepaniteraan Mahkamah Militer I-07 Balikpapan pada tanggal 30 Maret 2004, dengan demikian permohonan kasasi yang memuat alasan-alasan permohonannya untuk pemeriksaan perkara tersebut dalam tingkat kasasi telah diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara-cara menurut Undang-Undang, oleh karena itu permohonan kasasi tersebut formil dapat diterima ;
Menimbang, bahwa keberatan-keberatan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi pada pokoknya adalah sebagai berikut :
1. Bahwa Mahkamah Banding dalam pertimbangan hukumnya
menyebutkan : Mahkamah Banding sependapat dengan alasan yang dikemukakan Oditur Militer dalam Kontra Memori Kasasinya “Bahwa putusan Mahmil I-07 Balikpapan telah adil dan seimbang. Selanjutnya alasan tersebut oleh Mahkamah...
Mahkamah Banding digunakan sebagai bahan pertimbangan hukum dalam memutus perkara, namun dalam amar putusan Mahkamah Banding telah memperbaiki putusan Mahmil I-07
Balikpapan dengan menjatuhkan memberatkan saya
(Terdakwa) yang tanpa disertai alasan dan pertimbangan hal-hal yang memberatkan ;
2. Bahwa Mahkamah Banding dalam amar putusannya
memperbaiki putusan Mahkamah Militer I-07 Balikpapan sekedar mengenai pidana pokoknya, namun Mahkamah Banding tidak mengambil putusan, untuk menguatkan putusan Mahkamah Militer I-07 Balikpapan dengan semua pertimbangan hukum dan alasan pembuktian unsur-unsurnya dianggap seluruhnya sudah tepat dan benar dan disetujui ; Dengan demikian putusan Mahkamah Banding tidak sesuai dengan pasal 228 UU No.31 Tahun 1997 ;
3. Bahwa pertimbangan Mahkamah Banding yang juga menilai
saya (Terdakwa) memiliki tabiat yang amat buruk sebagaimana yang disebutkan didalam hal 7 putusan tersebut adalah pertimbangan yang didasarkan pada kesimpulan pemikiran atas kesalahan, bukan atas fakta-fakta perilaku, karena tabiat buruk seseorang tidak dapat dinilai dari tindakan seketika dan sekali saja yang dianggap salah, tetapi tabiat yang
buruk dapat dinilai dari perilaku buruk yang dilakukan berulang-ulang dan sulit untuk dirubah (diperbaiki) ;
Dari keberatan tersebut Mahkamah Banding tidak mencari , menggali atas masalah dan penyebab terjadinya perbuatan, sehingga dalam pertimbanannya cenderung memberatkan saya (Terdakwa). Semestinya Mahkamah Banding hendaknya mencari akar masalah, latar belakang perbuatan, sehingga dapat menilai sifat, perilaku maupun hakekat perbuatan saya (Terdakwa) ;
Fakta yang terungkap dipersidangan bahwa perbuatan itu terjadi berawal dari kondisi pelaku latihan yang sudah capek, dihadapkan dengan perilaku pelatih yang justru dengan arogan menentang pelaku latihan dengan mengatakan “mau main-main dengan pelatih”, ditambah dengan tindakan pelatih yang berlebihan dengan memukul pelaku latihan dibagian tubuh yang terlarang, telah menimbulkan emosi para pelaku latihan dan menjadikan situasi kacau, yang pada akhirnya membangkitkan rasa senasib sepenanggungan dengan teman, kemudian timbul rasa emosi, lalu bertemu dengan pelatih, selanjutnya secara spontasnitas terjadi pemukulan tersebut ; Fakta tersebut diatas adalah faktor psikis yang sama sekali tidak digali oleh Mahkamah Banding untuk menilai sifat, perilaku saya (Terdakwa) ;
Mahkamah Banding semata-mata hanya melihat sisi pemukulan yang saya lakukan yan telah divonis bersalah oleh Mahkamah Tingkat Pertama dan selanjutnya oleh Mahkamah Banding menilai sebagai suatu tabiat buruk ;
4. Bahwa pertimbangan Mahkamah Banding yang menyebutkan
saya tidak menghargai dan menghormati atasan (vide hal 7 put) adalah penilaian yang terbalik yang dicari-cari sebagai hal yang memberatkan, justru pelatih yang tidak menghargai kedudukan pelaku sebagai bawahan sehingga menentang pelaku dan memukul pelaku latihan seenaknya, karena itu Mahkamah Banding telah berlebihan dalam mengemukakan pertimbangan untuk dijadikan sebagai hal yang memberatkan ;
5. Bahwa saya telah mengakui dengan jujur perbuatan saya,
mengakui kesalahan saya dan berterus terang atas apa yang saya lakukan, apakah pengakuan tersebut bukan sifat baik. Apakah yang bersalah tidak ada kesempatan memperbaiki diri dan menjadi prajurit yang baik. Mahkamah Banding dalam pertimbangannya hanya melihat sifat buruk tanpa menilai sifat baik. Pasal 27 ayat (2) UUNo.14tahun 1970 menyebutkan dalam mempertimbangkan berat ringannya pidana wajib memperhatikan sifat baik dan jahat tertuduh, dengan demikian Mahkamah Banding telah melalaikan kewajiban Undang-Undang ;
6. Bahwa selama dalam pemeriksaan tingkat banding saya tetap ditahan. Selanjutnya putusan Mahkamah Banding tidak terdapat pertimbangan menyebutkan Terdakwa harus tetap ditahan, atau tetap ditahan.
Setelah mendengar amar putusan banding tersebut, maka saya keberatan karena Mahkamah Banding dalam amar putusannya tidak ada perintah untuk tetap ditahan atau membebaskan Terdakwa. Karenanya putusan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan pasal 229 UU No.31 tahun 1997 yang menyebutkan “Apabila dalam pemeriksaan tingkat banding Terdakwa ada dalam tahanan, Pengadilan banding dalam putusannya memerintahkan supaya Terdakwa perlu ditahan atau dibebaskan ;
Dengan demikian putusan Mahkamah Banding tersebut juga tidak memenuhi pasal 194 ayat (1) huruf k UU No.31 tahun 1997 yang berarti Mahkamah Banding tidak menerapkan hukum sebagaimana mestinya.
Dengan keberatan tersebut dapat dikemukakan alasan sebagai berikut :
Meskipun putusan Mahkamah Banding didalam
amarnya menyatakan “menguatkan putusan
Mahkamah Militer Balikpapan untuk selebihnya”, maka termasuk pula bunyi putusan Mahkamah
tingkat I yaitu memerintahkan agar Terdakwa tetap ditahan berarti telah dikuatkan oleh Mahkamah Banding karena diangap benar menurut hukum ; Namun demikian perintah agar Terdakwa tetap ditahan sebagaimana amar putusan Mahkamah tingkat Pertama yang merupakan kewenangannya menurut Undang-Undang, tidak dapat dijadikan alasan oleh Mahkamah Banding untuk tidak perlu memuat “perintahTerdakwa agar tetap ditahan” didalam amar putusannya, oleh karena Mahkamah
Banding memiliki kewenangannya menurut
Undang-Undang, tidak dapat dijadikan alasan oleh Mahkamah Banding untuk tidak perlu memuat “perintah agar Terdakwa tetap ditahan” didalam amar putusannya oleh karena Mahkamah Banding memiliki kewenangan sendiri dalam hal penahanan (vide pasal 225 ayat (2) UU No.31 tahun 1997) sehingga oleh Undang-Undang menentukan pula bahwa oleh karena Mahkamah Banding memiliki kewenangannya dalam putusannya memerintahkan Terdakwa perlu ditahan atau dibebaskan (pasal 229
UU No.31 tahun 1997). Didalam putusan
Mahkamah Militer I-Medan sebagai Mahkamah Banding...
Banding No.Put/B-10/K/AD/MMT-I/I/2004 tanggal 30 Januari 2004 tidak memuat “perintah Terdakwa perlu ditahan atau dibebaskan” oleh karena itu sesuai ketentuan pasal 194 ayat (2) UU No.31 tahun 1997 putusan Mahkamah Militer I-Medan tersebut diatas batal demi hukum ;
7. Bahwa sebelum sampai pada permohonan saya, perkenankan
saya menyampaikan hal-hal dibawah ini yang menyangkut pribadi saya dengan harapan Mahkamah Kasasi dapat mempertimbangkan dalam menjatuhkan putusan apabila menerima permohonan kasasi saya :
Saya sebagai perajurit bawahan sekaligus Terdakwa yang telah dipidana bersalah, saya tidak mungkin melakukan sedemikian itu kalau tidak ada penyebab karena pemicu terjadinya masalah adalah karena ulah dan arogansi para pelatih sendiri yang justru menendang pelaku latihan, dan memukul pelaku latihan pada bagian tubuh yang terlarang sehingga menimbulkan spontanitas dari pelaku latihan termasuk saya. Sebagai Militer mungkin kejadian ini tidak perlu terjadi, namun saya sebagai manusia yang punya rasa emosi apabila dalam kondisi capek, merasa terpancing dengan sikap arogan pelatih, saya telah mengakui kesalahan saya apakah yang salah tidak ada kesempatan untuk memperbaiki
diri menjadi prajurit yang baik, saya dan korban bahkan seluruh pelatih sudah berdamai dan masing-masing pihak saling menerima atas kejadian tersebut ;
Menimbang, bahwa terlepas dari alasan-alasan tersebut
Mahkamah Agung berpendapat :
mengenai keberatan-keberatan ad.1,2,3,4,5,6 dan ad.7:
bahwa keberatan tersebut dapat dibenarkan, karena Judex facti (Mahmilti) telah salah menerapkan hukum, yaitu dalam memperberat hukuman pidana dari 9 (sembilan) bulan menjadi 1 (satu) tahun tidak memberikan alasan-alasan yang cukup dalam pertimbangannya sehingga putusan tersebut kurang dalam pertimbangannya (onvoeldoende gemotiveerd) ;
bahwa tindakan Terdakwa yang telah terbukti tersebut adalah tindakan yang tidak layak terjadi dilingkungan Militer dan dilingkungan Prajurit pada khususnya, karena seorang Prajurit dituntut untuk selalu berdisiplin tinggi, patuh dan taat kepada pimpinan maupun atasan dengan tidak membantah perintah sehingga menurut Mahkamah Agung pidana tambahan berupa pemecatan tetap perlu untukdijatuhkan kepada Terdakwa ;
Menimbang bahwa berdasarkan alasan-alasan yang diuraikan diatas Mahkamah Agung berpendapat, bahwa putusan Mahkamah Militer Tinggi-I Medan tanggal 30 Januari 2004 Nomor : PUT/B-09/K/AD/MMT-I/II/ 2004., yang memperbaiki putusan Mahkamah Militer I-07 di Balikpapan, tanggal 19 Desember 2003 Nomor : PUT/64-K/MM. I-07/AD/XII/2003, tersebut tidak dapat dipertahankan lagi, oleh karena itu harus dibatalkan dan
Mahkamah Agung akan mengadili sendiri perkara tersebut seperti tertera dibawah ini ;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi dari Pemohon
Kasasi/Terdakwa dikabulkan dan Pemohon Kasasi/Terdakwa dijatuhi pidana maka Pemohon Kasasi/Terdakwa dibebani membayar biaya perkara dalam tingkat kasasi ini;
Memperhatikan pasal-pasal dari Undang-Undang No. 4 tahun 2004 dan Undang-Undang No. 14 tahun 1985 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No. 5 tahun 2004 dan Undang-Undang lain yang bersangkutan ;
M E N G A D I L I :
Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi : TERDAKWA : RADEN AGUS SUBARDJO Praka/31960659510475 tersebut ;
Membatalkan putusan Mahkamah Militer Tinggi-I Jakarta tanggal 30 Januari 2004 Nomor : PUT/B-09/K/AD/MMT-I/II/2004., yang memperbaiki putusan Mahkamah Militer I-07 di Balikpapan, tanggal 19 Desember 2003 Nomor : PUT/64-K/MM. I-07/AD/XII/2003 tersebut ;
MENGADILI SENDIRI :
1. Menyatakan Terdakwa RADEN AGUS SUBARDJO
Nrp. 31960659510475, tebukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Insubordinasi dengan tindakan nyata mengakibatkan luka” ;
2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :
Pidana Pokok : Penjara selama 9 (sembilan) bulan ; Menetapkan masa tahanan yang telah
dijalankan Terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan ; Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer Cq. TNI AD ;
3. Memerintahkan Terdakwa tetap ditahan ;
4. Menetapkan barang bukti berupa surat Visum Et Repertum
(VER) Nomor : R/61/VER/VIII/2003, tanggal 22 Agustus
2003 atas nama Serda Anjangsono Yudo Nrp.
2101175780980 tetap dilekatkan dalam berkas perkara ; Membebani Pemohon Kasasi/Terdakwa membayar biaya perkara dalam semua tingkat peradilan yang dalam tingkat kasasi ini sebesar Rp.2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah) ;
Demikianlah diputuskan dalam rapat permusyawaratan
Mahkamah Agung pada hari Rabu, tanggal 23 Juni 2004 oleh H.German Hoediarto, S.H. Ketua Muda yang ditunjuk oleh Ketua Mahkamah Agung sebagai Ketua Sidang, H.Soedarno, S.H. dan H.M. Imron Anwari, SH.Sp.N.MH, Hakim-Hakim Anggota dan diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum pada hari JUM’AT, TANGGAL 2 JULI 2004 oleh Ketua Sidang tersebut, dengan dihadiri oleh H.Soedarno, S.H. dan H.M. Imron Anwari, SH.Sp.N.MH, sebagai Hakim-Hakim Anggota dan Agus Suwargi, S.H.,
Panitera Pengganti dengan tidak dihadiri oleh Pemohon Kasasi ; Hakim-Hakim Anggota : K e t u a : ttd./ H.Soedarno, S.H. ttd./ H.German Hoediarto, S.H. ttd./ H.M. Imron Anwari, SH.Sp.N.MH. Panitera Pengganti ; ttd./ Agus Suwargi, S.H. Untuk salinan : Mengetahui :
Kepala Direktorat Pidana Militer dan Tata usaha Milter