• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1. UMUM

2.1.1 Definisi Public Relations

Public Relations sangat dibutuhkan diberbagai instansi perusahaan karena perannya yang sangat penting bagi keberlangsungan perusahaan tersebut.

Menurut Fraser P. Seitel dalam Suharyanti & Sutawidjaya (2013:169)Public Relations merupakan fungsi manajemen yang membantu menciptakan dan saling memelihara alur komunikasi, pengertian, dukungan, serta kerjasama suatu organisasi/perusahaan dengan publiknya dan ikut terlibat dalam menangani masalah- masalah atau isuisu manajemen.PR membantu manajemen dalam penyampaian informasi dan tanggap terhadap opini public. PR secara efektif membantu manajemen memantau berbagai perubahan.”

Menurut IPRA (International Public Relations Association), Public

Relations adalah fungsi manajemen dari ciri yang terencana dan

berkelanjutan melalui organisasi dan lembaga swasta atau publik untuk memperoleh pengertian, simpati, dan dukungandari mereka yang terkait atau mungkin ada hubungannya dengan penelitian opini publik di antara mereka ,dalamDatuela (2013:3).

Dari dua pengertian diatas dapat dipahami Public Relations adalah kegiatan komunikasi yang terencana yang dilakukan untuk membina dan menjaga kesinambungan komunikasi antar organisasi atau lembaga dengan publik nya, baik internal maupun eksternal dengan tujuan agar tercipta saling pengertian. Itulah mengapa seorang Public Relations sangat berperan aktif dalam keberlangsungan suatu perusahaan.

(2)

2.1.2 Tugas Public Relations dan Fungsi Public Relations

Dalam sub bab ini penulis akan menjabarkan mengenai tugas dan fungsi seorang Public Relations, dimana tugas dan fungsi tersebut sangat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan

Fungsi dan tugas Public Relations menurut Rahmawati (2014:185):

Fungsi Public Relations

a. (Membantu) menentukan dan merumuskan tempat serta tujuan organisasi dalam kehidupan bersama

b. PR memberikan masukan bagi kebijakan dan langkah-langkah selanjutnya c. Memberi advis dalam kepemimpinan

Tugas Public Relations

a. Membantu merumuskan kebijakan, menilai organisasi dari segi kemasyarakatan, budaya, dan ilmu pengetahuan, mengantisipasi berbagai reaksi

b. Mempelajari opini dan interpretasinya, memberi advis untuk rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang

c. Memberi penilaian mengenai pembagian tugas dan anggaran, memberi bimbingan kepada yang bekerja sama dengan pimpinan, memberikan saran bagi perbaikan intern

EdwardL. Bernay dalam Ngato, Warouw, & dkk (2015:4) menjelaskan bahwa humas memiliki tiga fungsi utama yaitu :

(3)

• Melakukan pesuasi untuk mengubah sikap dan perbuatan masyarakat

secara langsung.

• Berupaya untuk mengintegrasikan sikap dan perbuatan suatu badan,

lembaga sesuai dengan sikap dan perbuatan masyarakat atau sebaliknya. Dalam pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa fungsi Public Relations adalah sebagai pemberi informasi dari suatu badan atau lembaga.

2.1.3 Peran Public Relations

Seorang Public Relations memiliki peran penting dalam suatu perusahaan atas lembaga, dapat dikatakan bahwa seorang Public Relations adalah sebagai tolak ukur perusahaan tersebut.

Berikut Peran Public Relations menurut Ardhoyo (2013:15) menerangkan bahwa peran public relations dibagi menjadi tiga, yaitu

• Image maker : menciptakan, memelihara dan meningkatkan citra positif. • Communicator/Mediator : melaksanakan kegiatan komunikasi dua arah

bagi stakeholders lembaga yang berdimensi vertikal, horizontal, internal dan eksternal, sehingga terbina hubungan yang harmonis/ serasi antara organisasi dan publiknya.

• Back-up management : memberikan dukungan dan menunjang kegiatan

setiap departemen dalam perusahaan untuk mencapai misi atau sasarannya.

Sedangkan menurut James Grunig dan Todd Hunt dalamAstuty(2017:103) Peran Public Relationyaitu sebagai teknisi komunikasi dan manajer komunikasi.

(4)

Dari dua kategori di atas, peran PR dan dibedakan lagi menjadi tiga jenis peran yang utama yaitu :

1. Penyusun yang ahli ( the expert presciber ). Mereka melakukan riset dan menjabarkan permasalahan PR, Menyusun Program serta mengimplementasikannya.

2. Fasilitator komunikasi ( The communication Facilitator) mereka bertindak sebagai perantara, menjaga terciptanya komunikasi dua arah antara organisasi dengan publiknya dia adalah penghubung, penerjemah serta mediator.

3. Fasilitator proses pemecahan masalah ( The problem solving process facilitator) mereka membantu anggota organisasi yang lain untuk memecahkan masalah PR yang mereka hadapi. Orang ini bertindak sebagai seorang konsultan atau penasihat atar perencanaan dan implementasi program-program.

2.1.4 Ruang Lingkup Public Relations

Setelah mengetahui pengertian dari Public Relations, maka ada pula ruang lingkup Public Relations dalam menjalankan fungsi dan tugas pada suatu organisasi atau perusahaan.

Thomas L. Harris dalam Wahid & Puspita, (2017:35-36) menjabarkan secara rinci komponen utama public relations yang biasa disebut dengan P.E.N.C.I.L.S sebagai berikut:

1. Publications (Publikasi dan Publisitas), adalah menyelenggarakan publikasi atau menyebarluaskan informasi melalui berbagai media tentang aktivitas atau kegiatan perusahaan atau organisasi yang pantas untuk

(5)

diketahui oleh publik. Setelah itu, menghasilkan publisitas untuk memperoleh tanggapan positif secara lebih luas dari masyarakat.

2. Event (Penyusunan program acara), merancang acara tertentu atau lebih dikenal dengan peristiwa khusus (special event) yang dipilih dalam jangka waktu, tempat, dan objek tertentu yang khusus sifatnya untuk mempengaruhi opini publik.

3. News (Menciptakan berita), berupaya menciptakan berita melalui pers realease, news letter dan bulletin, dan lain-lain. Public Relations Officer (PRO), mau tidak mau harus mempunyai kemampuan untuk menulis, karena sebagian besar tugasnya untuk tulis-menulis (PR writing), khususnya dalam menciptakan publisitas.

4. Community involvement, adalah mengadakan kontak sosial dengan kelompok masyarakat tertentu untuk menjaga hubungan baik (community relations and humanity relations) dengan pihak organisasi atau lembaga yang diwakilinya.

5. Inform or image, yaitu memberitahukan sesuatu kepada publik atau menarik perhatian, sehingga diharapkan akan memperoleh tanggapan berupa citra positif dari suatu proses “nothing” diupayakan menjadi “something”. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, setelah tahu menjadi suka, dan kemudian diharapkan timbul sesuatu (something) yaitu berupa citra.

6. Lobbying and negotiation, yaitu kemmapuan melobi dan negosiasi yang sangat diperlukan bagi seorang Public Relations Officer (PRO) agar semua terencana, ide atau gagasan kegiatan suatu lembaga atau organisasi

(6)

sebelum dimasyarakat perlu diadakan pendekatan untuk mencapai kesepakatan (deal) atau memperoleh dukungan dari individu dan lembaga yang berpengaruh sehingga timbul saling menguntungkan (win-win solution).

7. Social Responsibility, yaitu aspek tanggung jawab sosial sebuah perusahaan dan tidak hanya memikirkan keuntungan materi bagi lembaga atau organisasi serta tokoh yang diwakilinya, tetapi juga kepedulian kepada masyarakat untuk mencapai sukses dalam memperoleh simpati atau empati dari khalayak-khalayaknya. (Ruslan, 2013)

2.2. Studi Literatur

2.2.1 Strategi Public Relations

Setiap perusahaan pasti memiliki strategi Public Relations demi menunjang kinerja perusahaan berikut adalah pengertian Public Relations dari ahli-ahli

J.L Thompson dalam Manurung(2015:2) mendefinisikan strategi sebagai cara untuk mencapai sebuah hasil akhir: Hasil akhir menyangkut tujuan dan sasaran organisasi.Public adalah orang - orang yang mempunyai kaitan kepentingan dengan suatu organisasi yang melancarkan kegiatan public relations tersebut, sedangkan relation berarti hubungan, dan huruf „s‟ dalam kata public relations tidak untuk menyatakan jamak namun untuk menunjukkan hubungan dua arah yang dibangun.

Menurut Stoner, Freeman, dan Gilbert, Jr. dalam Sumampaouw(2016:4), konsep strategi dapat didefinisikan berdasarkan dua prespektif yang berbeda,yaitu:

a. dari prespektif mana suatu organisasi ingin lakukan (intends to do) b. dari prespektif apa yang organisasi akhirnya lakukan (eventually does).

(7)

Berdasarkan prespektif pertama, strategi dapat difenisikan sebagai program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya.Maksudnya adalah bahwa para manajer memainkan peran yang aktif, sadar dan rasional dalam merumuskan strategi organisasi.Dalam lingkungan yang turbulen dan selalu mengalami perubahan, pandagan ini lebih banyak diterapkan. Berdasarkan prespektif

Dari penjelasan para ahli diatas seorang praktisi Public Relations sangat di tuntut mempunyai ide-ide yang cemerlang serta penglihatan secara menyeluruh tentang kondisi perusahaan dan mampu memiliki pikiran jalan keluar untuk mengatasi semua masalah yang terjadi.

2.2.2 Definisi Kualitas

Beberapa pengertian kualitas yang didapat dari beberapa ahli berikut adalah

Menurut Feigenbaum dalam D.Wahyu Ariani(2013:6)kualitas merupakan keseluruhan karakteristik produk dan jasa yang meliputi marketing, engineering, manufacture, dan maintenance atau yang disebut dengan konsep organization wide total quality control dalam mana produk dan jasa tersebut dalam pemakaiannya akan sesuai dengan kebutuhan dan harapan pelanggan.

Elliot dalam D.Wahyu Ariani(2013:6)mengatakan kualitas adalah sesuatu yang berbeda untuk orang yang berbeda dan tergantung pada waktu dan tempat, atau dikatakan sesuai dengan tujuan”.

Dari kedua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas pada dasarnya terkait dengan pelayanan yang terbaik, yaitu suatu sikap atau cara pegawai dalam melayani pelanggan atau masyarakat secara memuaskan dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

(8)

2.2.3 Definisi Pelatihan

Pelatihan adalah proses pembelajaran suatu hal, yang didapat dari orang lain melalui sebuah pelajara. Menurut Siagian dalam Fernando Stefanus Lodjo(2013:748)definisi pelatihan adalah Proses belajar mengajar dengan menggunakan teknik dan metode tertentu secara konsepsional dapat dikatakan bahwa latihan dimaksudkan untuk meningkatkan ketrampilan dan kemampuan kerja seseorang atau sekelompok orang.

Sedangkan menurut Moekijat dalam Fernando Stefanus Lodjo(2013:748)mengatakan pelatihan sebagai berikut: pelatihan diperlukan untuk membantu pegawai menambah kecakapan dan pengetahuan yang berhubungan erat dengan pekerjaan dimana pegawai tersebut bekerja.

Terdapat tiga syarat yang harus dipenuhi agar suatu kegiatan dapat disebut latihan; a. Latihan harus membantu pegawai menambah kemampuannya.

b. Latihan harus menimbulkan perubahan dalam kebiasaan, dalam informasi, dan pengetahuan yang ia terapkan dalam pekerjaannya sehari-hari.

c. Latihan harus berhubungan dengan pekerjaan tertentu yang sedang dilaksanakan ataupun pekerjaan yang akan diberikan pada masa yang akan datang.

Pernyataan-pernyataan tentang pelatihan di atas mengungkapkan bahwa pelatihan adalah suatu kegiatan untuk memperbaiki kemampuan kerja seseorang dalam kaitannya dengan aktivitas ekonomi yang dapat membantu karyawan dalam memahami suatu pengetahuan praktis adan penerapannya guna mendapatkan kepuasan kerja dan meningkatkan kinerja pekerjaan.

(9)

2.2.4 Definisi Public Speaking

Kemampuan berbicara tidak hanya diperlukan saat seorang dosen menyampaikan materi kuliahnya atau seorang tokoh politik berorasi didepan konstituenya, melainkan aktivitas ini dalam lingkup kecil merupakan kemampuan yang dilakukan dalam kegiatan kehidupan sehari-hari.

Menurut Stephen E. Lucas melalui bukunya The Art of Public Speakingdalam Suwarti dkk (2014:1), mengemukakan bahwa keterampilan berbicara merupakan kunci pokok dalam era globalisasi. Melalui keterampilan berbicara, seseorang akanmampu mengungkapkan ide, pikiran, pendapat, dan informasi dengan cara yang benar di depan umum dan tidak menimbulkan kesalahpahaman. Keterampilan berbicara didepan umum tersebut disebut public speaking.

Selanjutnya, menurut Sirait dalam Suwarti dkk(2014:2) Public Speaking adalah adalah seni berbicara di depan umum atau publik tentang suatu hal atau topik tertentu secara lisan, dengan tujuan mempengaruhi, mengajak, mendidik, mengubah opini, memberikan penjelasan, dan memberikan informasi.

2.2.5 Tujuan dan Fungsi Public Speaking

Aristoteles dalam Suwartidkk (2014:3) menyebutkan ada empat fungsi Public Speaking:

1. Mencegah munculnya penyimpangan dan ketidakadilan;

2. Menyampaikan instruksi sekiranya isntruksi keilmuan tidakdiperoleh;

3. Membicarakan suatu kasus agar kasus itu dapat diketahui dari berbagai aspek; 4. Berfungsi sebagai alat mempertahankan diri.

Sedangkan menurut Whitman and Boase dalam Suwartidkk (2014:3) menerangkan bahwa dalam penggunaannya yang lebih kontemporer,

public speaking berfungsi untuk : menarik perhatian, menghibur,

memberikan informasi, mempertanyakan suatu perkara, membujuk, meyakinkan, memberikan rangsangan, memberi kritikan, membentuk kesan,memperingatkan, membangun semangat, memberikan instruksi,

(10)

menyajikan sebuah penelusuran, menggerakan massa dan menyamarkan suatu perkara.

Melalui pembahasan diatas penulis memberikan beberapa contoh kegiatan Public Speaking diantaranya adalah diskusi, seminar, kongres, ceramah, pidato simposium, konferensi, sidang dan lain sebagainya.

(11)

Ardhoyo, T. E. (2013). ( PUBLIC RELATIONS ) DALAM

MEMPROMOSIKAN PRODUK PERUSAHAAN. JURNAL ILMIAH WIDYA, 1, 15–21.

Astuty, S. dkk. (2017). Analisis FungsiDan Peran Humas Dalam Upaya

Implementasi Good Governance. Journal of Communication Studies, 2(1), 100–118.

D.Wahyu Ariani. (2013). Manajemen Kualitas, 1–61.

Datuela, A. (2013). Strategi Public Relations PT Telkomsel Branch Manado Dalam Mempertahankan Citra Perusahaan, I(I).

Lodjo, F. S. (2013). Pengaruh Pelatihan Pemberdayaan Dan Efikasi Diri Terhadap Kepuasan Kerja. Jurnal EMBA, 1(3), 747–755.

Manurung, T. I. A. M. (2015). ( Studi Deskriptif Kualitatif Strategi Public

Relations dalam Manajemen Krisis di PT PLN ( Persero ) Wilayah Sumatera Utara ), 1–8.

Ngato, F., Warouw, D., & Dkk. (2015). e- journal “Acta Diurna” Volume IV. No.4. Tahun 2015. E-Journal “Acta Diurna,”4(1), 1–6.

Rahmawati, Y. (2014). MANAJEMEN PUBLIC RELATIONS DALAM BISNIS ISLAM *. Jurnal Manajemen Publik, (95), 182–194.

Suharyanti, & Sutawidjaya, A. H. (2013). Analisis Krisis Pada Organisasi

Berdasarkan Model Anatomi Krisis Dan. Journal Communication Spectrum, 2(2), 165–185.

Sumampaouw, C. F. (2016). Strategi Public Relations Dalam Mempromosikan Swiss-Bel Hotel Maleosan Manado, V(1), 1–11.

Suwarti, T. S. (2014). PELATIHAN PUBLIC SPEAKING KADER PKK.

JURNAL KOMUNIKASI, 1–5.

Wahid, U., & Puspita, A. E. (2017). Upaya Peningkatkan Brand Awareness PT . Go-Jek Indonesia Melalui Aktivitas Marketing Public Relations, 9(1), 31–43.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal tidak terdapat kekurangan, kekeliruan, keberatan, dan atau penolakan dari Pengusul, maka Kepala LPPM dan Ketua Pengusul dapat langsung menandatangai

antara persepsi harga dengan proses keputusan pembelian Toyota Avanza pada Auto 2000 Yasmin Bogor Dengan kata lain, persepsi harga mempunyai hubungan dengan variabel

Sikap gereja/Kristen yang anti pada kebudayaan karena kebudayaan berasal dari dunia yang.. penuh dosa, merupakan sikap

Harapan yang diinginkn dengan adanya pemanfaatan energi surya, energi Harapan yang diinginkn dengan adanya pemanfaatan energi surya, energi dari biomassa, dan energi dari

Berdasarkan uji statistik (ANAVA) menunjukkan bahwa nilai eritrosit ikan nila yang diberi perlakuan dengan probiotik Bacillus yang diisolasi dari saluran pencernaan

Beberapa program kegiatan IDDC di antaranya adalah Klinik Desain, Designer Dispatch Service (DDS) dan Good Design Indonesia (GDI) yang kesemuanya bermuara pada pengembangan produk

Nilai indeks keanekaragaman (H’) tertinggi selama penelitian ditemukan pada stasiun 2 periode sampling ketiga yaitu dengan nilai i keanekaragaman yang tinggi

Kelompok aspirasi adalah kelompok yang memperlihatkan keinginan untuk mengikuti norma, nilai maupun perilaku dari orang lain yang dijadikan kelompok.. acuannya, misalnya seseorang