Artikel PENDIDIKAN
MEDIA KOMUNIKASI
PEMBELAJARAN
OLEH :
Ushaff Priyatna
1325042015
JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRONIKA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2016
ii
DAFTAR ISI
Judul Kata pengantar ... i Daftar isi ... ii BAB I Pendahuluan A. Latar belakang ... 1 B. Tujuan ...1 BAB II PEMABAHASAN A. Pola dasar mengajar ... 2B. Konsep dasar media pembelajaran ...3
C. Komunikasi pembelajaran ...4
D. Perkembangan dan klasifikasi media pembelajaran ...4
E. Pengembangan media pembelajaran ...5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan B. Saran
i
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah Atas Kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa, karena berkat Rahmat dan Hidayahnya sehingga artikel ini dapat rampung sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Artikel ini adalah tugas yang diberikan dosen sebagai bukti keikutsertaan peserta didik dalam proses pembelajaran.
Penyusun mengucapkan terima kasih kepada ibu dosen untuk bimbingannya sehingga penyusunan artikel menjadi lebih terarah.
Dalam penyusunan artikel ini masih banyak terdapat kekurangan baik dari konsep dan kelengkapan materi masih sangat kurang, oleh karena itu diharapkan saran dan kritikannnya dari teman-teman pembaca serta khususnya dari Ibunda dosen, kritik dan saran tersebut sangat berpengaruh demi kebaikan penyusunan artikel kedepannya.
ARTIKEL
MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN 1
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Pembelajaran pada dasarnya adalah suatu proses komunikasi yang melibatkan guru sebagai sumber informasi, pesan pebelajaran atau yang kita kenal sebagai materi pelajaran, dan penerima pesan itu sendiri yakni siswa. Media komunikasi pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan agar komunikasi berjalan secara efektif dan efisien. Artinya, media komunikasi diperuntukan agar penerima pesan dapat menangkap secara benar dan utuh segala informasi yang disampaikan sebagai pesan pembelajaran.
Pengembangan komunikasi media pembelajaran turut dipengaruhi oleh cepatnya perkembangan hasil teknologi. Hal – hal yang akan dibahas meliputi pola dasar pembelajaran, pola komunikasi pembelajaran, serta pengembangan berbagai jenis media pembelajaran sesuai dengan kemajuan teknologi komunikasi.
B. Tujuan
Memahami pola dasar mengajar dan belajar
Konsep dasar media pembelajaran
Komunikasi pembejaran
Perkembangan dan klasifikasi media pembelajaran
BAB II
PEMBAHASAN
ARTIKEL
MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN 2
A. Pola dasar mengajar
Pola dasar mengajar adalah proses pelaksanaan mengajar yang dilakukan guru dalam pengelolaan kelas yang menjadi tanggung jawabnya, yang dipengaruhi oleh motivasi dan pandanganya tentang konsep mengajar sehingga menjadi gaya dalam melaksanakan komunikasi dan interaksi belajar mengajar.
1. Pola terpisah
Pola terpisah adalah pola yang menggambarkan ketiaadaan hubungan antara peran yang dilakukan guru sebagai pengajar dengan peran siswa sebagai pembelajar.
Gambar 1.1 Pola terpisah 2. Pola terkait
Pola terkait adalah pola mengajar guru yang berupaya agar siswa memahami materi pelajaran sesuai dengan yang disampaikan, pola ini merupakan pola yang banyak digunakan guru – guru dewasa ini.
Gambar 1.2 Pola terkait
3. Pola ketergantungan
Pola ketergantungan adalah pola mengajar yang ditandai oleh adanya kerja sama antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran, pola ini siswa belajar dengan minat dan gaya belajarnya sendiri. Siswa tidak hanya dituntut untuk menelan apa yang disampaikan guru, akan tetapi juga mengunyahnya sebelum
PESERTA DIDIK GURU / PENGAJAR PESERTA DIDIK GURU / PENGAJAR
BAB II
PEMBAHASAN
ARTIKEL
MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN 3
ditelan, sehingga terasa benar asam garamnya. Dikatakan pola ketergantungan oleh sebab tindakan yang dilakukan guru tergantung pada kondisi siswa yang diajarnya. Guru yang demikian menyadari bahwa siswa bukanlah bejana kosong yang dapat isi apa saja, siswa datang dengan pengalaman, kemampuan dan gaya belajar yang berbeda – beda. Ketika guru ingin menyajikan materi pelajaran maka faktor perbedaan ini benar – benar diperhatikan, sehingga pola mengajar berfokus atau berpusat pada siswa sebagai subyek utama.
Gambar 1.3 Pola teketergantungan
B. Konsep dasar media pembelajaran
AECT (1977), sebuah organisasi yang bergerak dalam teknologi pendidikan dan komunikasi, mengartikan media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyalur informasi, dari pendapat diatas dapat digaris bawahi bahwa media adalah perantara dari sumber informasi ke penerima informasi, contohnya televisi, komputer, koran, majalah, radio dan sebagainya.
1. Pentingnya media dalam proses pembelajaran
Dewasa ini, ketika ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat, siswa bisa belajar dimana saja dan kapan saja sesuai dengan minat dan gaya belajar, akan tetapi berperan sebagai desainer pembelajaran. Seorang desainer pembelajaran dituntut untuk dapat merancang pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan sumber belajar yang sesuai agar proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien.
2. Fungsi dan manfaat penggunaan media pembelajaran
Perolehan pengetahuan siswa akan semakin abstrak apabila hanya disampaikan melalui bahasa verbal, hal ini memungkinkan terjadinya verbalisme, artinya siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa
PESERTA DIDIK
GURU / PENGAJAR
BAB II
PEMBAHASAN
ARTIKEL
MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN 4
memahami dan mengerti makna yang terkandung dalam kata tersebut. Hal semacam ini dapat menimbulkan kesalpahaman presepsi siswa.
C. Komunikasi pembelajaran
Serara umum komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses penyampaian pesan dari sumber ke penerima pesan dengan maksud untuk mempengaruhi si penerima pesan.
Dari konsep diatas ada dua hal yang memaknai komunikasi, pertama komunikasi adalah suatu proses yakni aktifitas untuk mencapai tujuan komunikasi itu sendiri, dengan demikian proses komunikasi terjadi bukan secara kebetulan, akan tetapi dirancang dan diarahkan kepada pencapaian tujuan. Kedua dalam proses komunikasi selamanya melibatkan tiga komponen penting yaknisumber pesanialah orang yang menyampaikan, kemudianpesanitu sendiri atau segala sesuatu yang ingin disampaikan atau materi komunikasi, terahir
penerima pesan yaitu orang yang akan menerima informasi, ketiga komponen tersebut merupakan komponen dasar dalam proses komunikasi. Manakala hilang salah satu komponen maka hilang pula makna komunikasi.
D. Perkembangan dan klasifikasi media pembelajaran
Perkembangan media pembelajarandipengaruhi oleh konsep mengajar dan konsep belajar, konsep lama mengajar dianggap sebagai proses penyampaian materi pembelajaran dari guru/pengajar pada sekelompok siswa/peserta didik. Pada konsep ini media berfungsi untuk memudahkan guru menyampaikan materi pelajaran. Oleh karena itu orientasi penggunaan media adalah guru itu sendiri. Pandangan baru mengganggap mengajar sebagai proses mengatur lingkungan supaya siswa belajar, maka media pembelajaran diorientasikan pada kemudahan siswa merubah prilakunya sesuai dengan tujuan pembelajaran, perkembangan konsep mengajar seperti inilah yang mempengaruhi perkembangan media pembelajaran.
1. Klasifikasi media dalam proses pembelajaran ialah :
Bahasa sebagai media pembelajaran
Media alat bantu mengajar
Media sebagai alat peraga
BAB II
PEMBAHASAN
ARTIKEL
MEDIA KOMUNIKASI PEMBELAJARAN 5
E. Pengembangan media pembelajaran
Ely (1979), mengatakan bahwa perencanaan itu pada dasarnya adalah suatu proses dan cara berfikir yang dapat membantu menciptakan hasil yang diharapkan. Dari pendapat diatas perencanaan pada dasarnya adalah menetapkan tujuan yang harus dicapai serta menentukan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Perencanaan media pembelajaran harus melewati beberapa tahap : 1. Identifikasi kebutuhan
Karakteristik siswa/peserta didik
Perumusan tujuan
Pengembangan materi 2. Penulisan naskah media
Ide atau gagasan
Sinopsis atau treament
Menulis naskah
Evaluasi 3. Produksi media
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Proses pembelajaran akan berpontensi efisien dan efektif turut serta dipengaruhi oleh seorang tenaga pengajar bagaimana mengelola lingkungan belajar, saat proses pembelajaran baik peragaan, penyampaian pesan, evaluasi agar peserta didik mengalami pengalaman perjalanan kerangka berpikir peran media pembelajaran sangat fundamental, seorang tenaga pengajar harus berfokus pada pengotimalan potensi bakat peserta didik (SCL), sebaliknya tidak menggangap bahwa referensi hanya mutlak dari guru sehingga peserta didik menjadi berfokus menjadi objeck (TCL), yang seharusnya peserta didik harus dijadikan subjeck, hal ini diharapkan agar peserta didik mampu memaknai sendiri tentang pesan yang disampaikan guru, sehingga dapat terbentuklah kokoh kontruktivisme kerangka berfikir dari peserta didik.
B. Saran
Melalui artikel ini penulis berharap kepada pembaca untuk dapat memahami tentang peran media komunikasi dalam berlangsungnya proses pembelajaran, media pembelajaran yang perlu dimaknai, dari segi pengaruh ekternal sangat memegang kunci dalam meningkatkan daya tarik dan semangat belajar peserta didik.